Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

TREND DAN ISU DALAM KEPROFESIAN TERKAIT KEPERAWATAN


KOMUNITAS

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 3 (KELAS 3A)

1. ARIA ZUMIARTI 7. LARAS PUTRI GAMYES


2. CINDI ARISTA 8. MEI DIVA SABRINA
3. DELLA WAHYUNI 9. MELSHA ELFIRA CANDRA
4. DONA EKA FITRIA 10. PRITA IRMA ELSANI
5. GAFITRI DIANI 11. SINTIA TRIO PUTRI
6. IMELDA

DOSEN PEMBIMBING: Ns. YUSRIANA, M.Kep, Sp. Kep. Kom

PRODI S1 KEPERAWATAN

STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG

T.A 2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga dalam penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.

Dalam penyusunan Makalah ini, kami mengalami berbagai kendala dan kesulitan, namun
berkat Rahmat Allah SWT yang disertai kesabaran, ketekunan, dan usaha serta bantuan dari
berbagai pihak yang telah tulus ikhlas baik fasilitas tenaga dan pikiran sehingga makalah yang
berjudul “Makalah Trend dan Issu Keprofesian Terkait Keperawatan Komunitas” dapat selesai
tepat pada waktunya.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu, saran dan kritik yang bersifat konstruktif diharapkan, demi terciptanya tujuan yang ingin
dicapai.

Atas bantuan dan kritikan seta saran dari semua pihak, maka kami mengucapkan terima
kasih. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Padang, 28 November 2019

Kelompok 3

2
DAFTAR ISI

COVER............................................................................................................. 1

KATA PENGANTAR...................................................................................... 2

DAFTAR ISI.................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang........................................................................................ 4
B. Rumusan Masalah................................................................................... 5
C. Tujuan..................................................................................................... 6

BAB II LANDASAN TEORI

A. Trend dan Issu Keperawatan Komunitas................................................. 7


B. Trend dan Issu dalam Profesi Keperawatan Komunitas.......................... 8
C. Konsep Praktik Mandiri Perawat............................................................. 8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan............................................................................................... 13
B. Saran......................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 14

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di era modern saat ini banyak penyakit yang timbul disebabkan oleh perubahan
gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan, pola aktivitas, serta kebiasaan lain
seperti merokok dan konsumsi obat-obatan. Sebagai akibatnya berbagai masalah
kesehatan sekarang ini banyak terjadi di masyarakat seperti hipertensi, gagal ginjal,
diabetes mellitus, kanker, berbagai penyakit kelainan darah atau yang sekarang ini kita
kenal dengan penyakit tidak menular. Pada masa ini berbagai fasilitas kesehatan telah
menyediakan pelayanan kepada masyarakat untuk mencari pengobatan baik secara
medis, non medis termasuk pengobatan komplementer.
Profesi keperawatan mengembangkan layanan praktik mandiri keperawatan
kepada masyarakat dalam mencari solusi terhadap masalah kesehatannya. Pelayanan
praktik mandiri perawat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai
dengan wewenang seorang perawat professional. Pelayanan keperawatan berbentuk
pelayanan bio-psio-sosio-spiritual yang komprehensif atau holistik ditujukan kepada
individu, keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh
proses kehidupan manusia. Praktik mandiri perawat telah diatur dalam Peraturan
menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/148/I/2010 dan
perubahan peraturan nomor 17 tahun 2013 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik
Perawat. Dengan dikeluarkannya payung hukum tersebut maka praktik mandiri perawat
menjadi legal.
Selain itu praktik mandiri perawat semakin diperkuat dengan disahkannya
Undang-Undang nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, yang diantaranya
membahas tentang izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat. Perawat yang membuka
praktik keperawatan wajib memilii SIPP (Surat Izin Praktik Perawat) dan hanya berlaku
untuk satu tempat praktik perawat (tertuang dalam UU keperawatan pasal 19 dan 20)
dan perawat yang melakukan praktik wajib memasang Papan Nama Praktik (tertuang
dalam UU).

4
Keperawatan pasal 21).atas dasar hukum tersebut maka masyarakat tidak perlu
ragu lagi untuk memaafkan fasilitas praktik mandiri perawat dalam mencari solusi
kesehatan untuk mengatasi penyakit yang dialaminya.
Bentuk pelayanan yang dapat diberikan oleh perawat kepada masyarakat adalah
dalam bentuk pelayanan preventif,promotif,kuratif dan rehabiliatatif.bentuk pelayanan
preventif dan promotif adalah seperti diteksi dini dan identifkasi faktor-faktor
terjadinya suatu penyakit pada individu atau keluarga masyarakat ,serta memberikan
pendidikan atau penyuluh dan konseling pada individu,keluarga atau masyarakat yang
berisiko atau telah mengalami sakit.
Pelayanan kuratif yang dapat dilakukan perawat adalah pengobatan dasar
dengan obat terbatas,bantuan kegawat daruratan medis sesuai kewenangan dan
pengobatan komlementer.terapi komplementer yang dilakukan perawat didukung oleh
permenkes nomor 1109/MENKES/PER/IX/2007 yaitu yang berwenang melakukan
pengobatan kompementer adalah tenaga kesehatan yang sudah ditetapkan dan
berdasarkan kaidah ilmiah.
Bentuk terapi komplementer yang berkemmbang diantaranya seperti akupuntur
,bekam hipnoterapi,reiki,pengobatan herbal perawatan luka dan dan ain
sebagainya.terapi komplementer yang diberikan oleh tenaga kesehatanseperti perawat
pastilah lebih aman dan terjamin karena kualifikasinya memang dibidang
kesehatan.selanjutnya bentuk pelayanan rehabililitatif dalam praktik mandiri perawat
meliputi pemantauan keteraturan berobat sesuai program rehabilitasi ,kunjungan rumah
(home visit/home health nursing)sesuai rencana rehabikitasi,pelayanan keperawatan
dasar rehabilitasi secara langsung (direct care)yaitu kontak langsung atau face to face
dengan pasien seperti untuk perawatan luka,pemasangan infus dll,maupun pelayanan
rehabilitasi tidak langsung (indirect care)seperti layanan konsultasi kesehatan.
Dalam operasional praktik mandiri perawat juga dapat berkolaborasi dengan
tenaga kesehatan seperti ahli gizi,fisioterapi,kesehatan masyarakat,dokter dan profesi
kesehatan lainya.perawat juga memiliki spesialis dibidang keperawatan seperti
spesialisperawatan luk,spesialis keperawatan

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan konsep isu dan trend dalam keprofesian terkait keperawatan komunitas?
2. Jelaskan konsep tentang praktik mandiri perawat?

5
C. Tujuan
1. Mampu menjelaskan konsep praktik mandiri perawat sebagai isu dan trend dalam
keprofesian terkait keperawatan komunitas.
2. Mampu menjelaskan hal- hal yang berkaitan dengan praktik mandiri perawat.

6
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Trend dan Issu Keperawatan Komunitas


Isu keperawatan komunitas adalah suatu masalah yang di kedepankan untuk di
tangani atau desus desus dalam ruang lingkup keperawatan komunitas. Keperawatan
komunitas di tunjukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta
memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan sebagai dasar keahlihanya dalam
membantu individu, keluarga, kelompok dan masayarakat dalam mengatasi berbagai
masalah keperawatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari hari (effendi, 2009).
Keperawatan merupakan profesi yang dinamis dan berkembang secara terus
menerus dan terlibat dalam masayrakat yang berubah, sehingga pemenuhan dan metode
keperawatan kesehatan berubah, karna gaya hidup masayarakay berubah dan perawat
sendiri juga dapat menyesuaikan dengan perubahan tersebut. Defenisi dan filisofi
terkini dari keperawatan memiliputi perkembangan di berbagai tempat praktik dimana
perawat memiliki kemandirian yang lebih besar.
Profesi keperawatan mengembangkan layanan praktik mandiri keperawatan
kepada masayarakat dalam mencari solusi terhadap masalah kesehatannya. Pelayanan
praktik mandiri perawata memberikan pelayanan kesehatan kepada masayarakat sesuai
dengan wewenang seorang perawat professional. Pelayanan keperawatan berbentuk
pelayanan bio-sio-psiko- spiritual yang komprehensif atau holistic di tunjukan kepada
individ, keljurga, dan masayarakat baik sakit atau maupun sehat yang mencangkup
seluruh proses kehidupan manusia. Praktik mandiri perawat telah di atur dalam
peraturan mentri kesehatan republic Indonesia nomor HK. 02.02/Menkes/148/2010
dan perubahan peraturan no 17 tahun 2013 tentang izin dan Penyelengaraan praktik
perawat. Dengan dikeluarkannya paying hokum tersebut maka praktik mandiri perawat
menjadi legal.
Bentuk pelayanan yang dapat diberikana oleh perawat kepada masyarakat
adalah dalam bentuk pelayanan Preventif, Promotif, kuratif dan Rehabilitatif. Bentuk
pelayanan preventif dan promotif adalah seperti deteksi dini dan indentifikasi factor –
factor resiko terjadinya suatu penyakit pada individu atau keluarga dan masyarakat,

7
serta memberikan pendidikan atau penyuluhan dan konseling pada individu, keluarga
atau masyarakat yang beresiko atau telah mengalami sakit.

B. Trend dan Issu dalam Profesi Keperawatan Komunitas


Trend dan issu dalam profesi keperawatan komunitas sama seperti jenjang
pendidikan keperawatan. Yang dominan dalam keprofesian keperawatan komunitas
adalah pada program akademik dan profesi dalam program tersebut sudah banyak
dibuka peminatan pada keperawatan komunitas seperti Ners, S2, S3, dan Spesialis. Bagi
jurusan S3 Keperawatan Komunitas hanya berada di Universitas Indonesia saja.
Trend lebih sering dan banyak dibicarakan adalah tentang gaji perawat. Banyak
perawat mengeluh tentang penerimaan gaji yang kecil dan berbeda dibandingkan
dengan institusi lainnya, sedangkan pekerjaan yang mereka lakukan sama beratnya.
Sehingga mereka terkadang merasa iri dengan gaji perawat lain yang memiliki gaji
lebih besar. Dengan adanya aturan dari Mentri Kesehatan Republik Indonesia gaji
perawat diberikan berdasarkan jenjang pendidikannya, pada setiap provinsi dan
institusi kesehatan/ Rumah sakit berbeda- beda. Semakin tinggi tingkat jenjang
pendidikan semakin tinggi gaji yang mereka peroleh. Tunjangan pada PNS lebih besar
dari pada gaji pokok. Pemberian gaji juga berdasarkan pada lamanya pengalaman
pekerjaan sang perawat.
Perkembangan/ pelatihan pada keperawatan komunitas dapat dikatakan masih
jarang dan masih minim, tetapi pelatihan sangat diperlukan untuk meningkatkan
pengetahuan masyarakat tentang masalah penyakit serta meningkatkan mutu pelayanan
puskesmas. Maka dalam komunitas diperlukan suatu pelatihan pada puskesmas tentang
peningkatan pelayanan kesehatan dan pemberian konseling kepada kader dan
masyarakat tentang masalah kesehatan yang sering terjadi pada lingkup masyarakat.
Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dan puskesmas karena
meningkatkan wawasan bagi masyarakat serta mampu menurunkan morbiditas dan
mortalitas pada desa yang memiliki angka kejadian tinggi. Sebaliknya untuk desa yang
memiliki angka kejadian rendah dapat mempertahankannya agar tidak memiliki kurva
morbiditas dan mortalitas yang meningkat.

C. Konsep Praktik Mandiri Perawat


1. Pengertian

8
Menurut konsorsium ilmu – ilmu kesehatan (1992) praktek keperawatan
profensional atau ners melalui kerjasama yang bersifat kolaboratif baik dengan klien
maupun tega kesehatan lain dalam upaya memberikan asuhan keperawatan yang
holistic sesuai dengan wewenang dan tanggung jawanya pada berbagai tatanan,
termasuk praktik keperawatan individu dak berkelompok.
Menurut undangan – undang keperawatan (UKK) No. 38 Tahun 2014
pengertian Pratik Keperawatan adalah pelayanan yang diselenggarakan oleh perawat
dalam bentuk Asuhan Keperawatan.
Pasal 28 ayat 2 UKK No. 38 tahun 2014 menyebutkan bahwa Praktik
Keperawatan terdiri atas praktik keperawatan mandiri dan praktik keperawatan di
fasilitas pelayanan kesehatan.
2. Dasar Hukum Praktik Mandiri Perawat
Dasar hokum praktik mandiri perawat diatur dalam :
a. Undang – undangan Keperawatan No. 38 tahun 2014, antara lain:
1) Pasal 28 ayat 1 dan 2, yaitu:
 Praktik keperawatan dilaksankan di fasilitas pelayanan kesehatan
dan tempat lainnya sesuai dengan klien sasarannya.
 Praktik keperawatan sebagaimana dimaksut pada ayat (1) terdiri atas
praktik keperawatan mandiri dan praktik keperawatan di fasilitas
pelayanan kesehatan.
2) Pasal 21 UU keperawatan tahaun 2014, pasal 47 UU kesehatan tahun 2014
: dalam melakukan praktek mandiri keperawatan, seorang perawat wajib
memasang papan nama praktik keperawatan.
b. Peraturan menteri kesehatan (Permenkes) No. 17 tahun 2013, antara lain:
1) Pasal 2 ayat 3 : perawat yang menjalankan praktik mandiri berpendidikan
minimal Diploma III (D III) keperawatan.
2) Pasal 3 ayat 2 : setiap perawat yang menjalankan praktik keperawatan di
praktik mandiri wajib memiliki SIPP.
3) Pasal 5A : perawat hanya dapat menjalankan praktek keperawatan maksimal
di dua tempat yaitu pada fasilitas pelayanan kesehatan dan praktek mandiri
perawat.
3. Syarat untuk melakukan praktik mandiri perawat

9
Menurut UU Keperawatan No. 38 tahun 2014 syarat untuk dapat melakukan
praktik mandiri perawat, yaitu:
 Perawat berpendidikan vokasi (D III) keperawatan dan profesi (Ners & Ners
spesialis).
 Perawat yang memiliki surat tanda registerasi ( STR).
Dalam UUK no. 38 tahun 2014 pasal 18 ayat 3, persyaratan pembuatan STR
meliputi :
 Memiliki ijazah pendidikan tinggi keperawatan.
 Memiliki sertifikat kompetensi atau sertifikat profesi.
 Memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental.
 Memiliki surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji profesi
 Membuat pernyatan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika
profesi.
 Perawat yang memiliki surat izin praktek perawat (SIPP). Dalam UUK no. 38
tahun 2014 pasal 19, SIPP diberikan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota
atas rekomendasi pejabat kesehatan yang berwenang di kabupaten/kota tempat
Perawat menjalankan praktiknya. Untuk mendapatkan SIPP Perawat harus
melampirkan: salinan STR yang masih berlaku, Rekomendasi dari Organisasi
Profesi Perawat; dan Surat pernyataan memiliki tempat praktik atau surat
keterangan dari pimpinan Fasilitas Pelayanaan Kesehatan.
4. Persiapan sebelum melakukan Praktik Mandiri Perawat.
Alat yang disiapkan sebenarnya tergantung dari kekhususan dari masing-
masing klinik sesuai bidang keahlian teman-teman, misalnya perawat yang mempunyai
sertifikat wound care dan memiliki pengalaman sebagai perawat luka, bisa membuka
klinik keperawatan luka, atau mungkin ada yang sudah mendapatkan pelatihan
keperawatan paliatif, bisa berpikir untuk membuka klinik keperawatan khusus
palliative care.
Sementara itu fasilitas dasar yang harus ada adalah:
a. Perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan dan kunjungan rumah, antara
lain: Alat untuk mengukur tanda-tanda vital, timbangan, meteran badan. Alat untuk
mengukur gula darah, asam urat dan kolesterol jika ingin menambahkan, tergantung
kemampuan finansial masing-masing.
b. Obat-obatan

10
Ingat, hanya boleh obat bebas dan obat bebas terbatas.
c. Perlengkapan administrasi, meliputi formulir catatan tindakan asuhan keperawatan
serta formulir rujukan dan formulir persetujuan tindakan keperawatan (inform consent).

5. Kewenangan perawat dalam praktek mandiri


a. Melaksanakan proses keperawatan antara lain: pengkajian, diagnosa, intervensi,
implementasi dan evaluasi.
b. Merujuk pasien ke rumah sakit.
c. Memberikan tindakan pada keadaan gawat darurat sesuai dengan
kompensi.Misalnya memberikan bantuan hidup dasar,atau penanganan pertama
pada keselakaan.
d. Berkolaborasi dengan dokter jika ada kasus yang tidak bisa ditangani sendiri
e. Memberikan penyuluhan kesehatan dan konseling.Contohya perawat yang sudah
memiliki sertifikat konselor laktasi,dapat memberikan konseling bagi ibi-ibu yang
mengalami masalah pada saat menyusui
f. Memberikan obat sesuai resep dokter.Pasien tuborkulosis rawat jalan yang harus
mendapatkan obat injeksi setiap hari selama dua bulan,bisa mendatangi klinik
kita.
g. Memberikan obat bebas dan obat bebas terbatas

6. Hal-hal penting yang harus diperhatikan


 Praktik keperawatan mandiri yang kita jalankan harus berdasarkan pada kode
etik,standar pelayanan,standar profesi dan standar prosedur operasional(SPO).
 Perawat berhak menolak keinginan klien atau pihak lain yang bertentangan
dengan kode etik,standar pelayanan,standar profesi dan standar prosedur
operasional.
 Rujuk pasien yang tidak dapat ditangani kepada perawat lain,atau tenaga
kesehatan lain yang lebih kompeten.
 Jangan melakukan pekerjaan tenaga medis,karenakita tidak berwenang,kecuali
jika sudah ada pendelegasian tertulis dari dokter yang bersangkutan.
 Pasien berhak memberi persetujuan atau menolak tindakan keperawatan yang
akan diterimanya,jadi sebelum melakukan tindakan apapun itu sebaiknya minta
surat persetujuan atau inform consent.

11
 Dokumentasikan segala teman pengkajian,tindakan,evaluasi yang telah
dilakukan kepada pasien.
 jangan lupa memperpanjang SIPP dan memasang papan nama diklinik yang
dijalankan.

12
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Isu keperawatan komunitas adalah suatu masalah yang dikedepankan untuk
ditangani atau desas – desus dalam ruang lingkup keperawatan komunitas. Tren dan isu
yang sedang dibicarakan dalam keperawatan komunitas. Pengaruh politik terhadap
keperawatan professional, Pengaruh perawat dalam aturan dan praktik keperawatan
Puskesmat Idaman.
Adapun masalah bidang kesehatan di Indonesia salah satunya yaitu masih cukup
tingginya perbedaan status kesehatan antara tingkat sosial ekonomi dan mobilitas
penduduk yang cukup tinggi. Untuk keperawatan kesehatan komunitas di masa
mendatang diprediksi bahwa kebutuhan akan pelayanan keperawatan kesehatan
komunitas yang berkualitas akan semakin meningkat.
Kegiatan praktik keperawatan komunitas meliputi tahap persiapan, pelaksanan
dan evaluasi. Area praktik keperawatan kesehatan komunitas yaitu unit pelayanan
kesehatan, rumah , sekolah tempat kerja atau industri , barak penampungan, kegiatan
puskesmas keliling , panti atau kelompok khusus lain serta pelayanan pada kelompok
resiko tinggi. Sasaran keperawatan kesehatan komunitas antara lain individu , keluarga
, kelompok dan masyarakat. Prinsip dasar dalam praktik perawatan kesehatan
komunitas, Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarat, Sasaran
terdiri dari individu ,keluarga , kelompok dan masyarakat. Perawat kesehatan bekerja
dengan masyarakat bukan bekerja untuk masyarakat. Pendekatan praktik keperawatan
komunitas meliputi problem solving approach, dan Community approach. Faktor yang
mempengaruhi praktik keperawatan komunitas antar lain IPTEK yang baru, pergeseran
nilai masyarakat , aspek legal dan etik, ekonomi serta politik.

B. Saran
Kami selaku penulis menyarankan kepada pada pembaca baik individu. Serta
teman- teman, agar kiranya dapat memperhatikan penulisan makalah kami. Terima
kasih semoga bermanfaat.

13
DAFTAR PUSTAKA

Efendy, Ferry dan Makhfudli. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan Praktik
dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

http://www.unpad.ac.id/2016/12/praktik-keperawatan-mandiri-bisa-lebih-berkembang-di-
indonesia/

https://www.kompasiana.com/tridi8789/praktik-mandiri-perawat-sebagai-alternatif-solusi-
masalah-kesehatan-anda-sudakah-anda-tau_58d0eb8c357b6133199f9cea

14