Anda di halaman 1dari 12

WHITE PAPER CLINICAL PRIVILEGES

DOKTER UMUM

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR


UPT DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT SUMBERGLAGAH

Dsn. Sumberglagah, Ds. Tanjungkenongo, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto, Jawa Timur
Telp. 0321-690441, Fax. 0321-690137, email: rsk_sumberglagah@yahoo.co.id, website: rssumberglagah.jatimprov.go.id
LEMBAR PENGESAHAN

PENGESAHAN DOKUMEN RUMAH SAKIT SUMBERGLAGAH


White Paper Clinical Privileges Dokter Umum

TANDA
NAMA KETERANGAN TANGGAL
TANGAN

dr. Lucky Murniasih F I M


Pembina Kepala Bidang Pelayanan
NIP. 19790826 201410 2001

dr. I G.N. Arya Sidemen, S.E., M.P.H.


Pembina Tk.I Direktur Rumah Sakit
NIP.19630916 198903 1 008

i
PERATURAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT SUMBERGLAGAH
NOMOR 440/ /102.6/2018
TENTANG

WHITE PAPER CLINICAL PRIVILEGES DOKTER UMUM

Direktur Rumah Sakit Sumberglagah,

Menimbang : a. Bahwa agar dalam upaya menjamin Sumber Daya Manusia


yang berkualitas dan profesional, maka diperlukan standarisasi
profesionalisme staf medis di Rumah Sakit Sumberglagah;
b. Bahwa standarisasi profesionalisme staf medis perlu diatur
dalam suatu White Paper Clinical Privileges;
c. Bahwa White Paper Clinical Privileges Spesialis Paru perlu
ditetapkan berdasarkan Peraturan Direktur Rumah Sakit.
Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004
tentang Praktik Kedokteran;
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009
tentang Kesehatan;
3. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
tentang Rumah Sakit;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 755/Menkes/Per/IV/2011
tentang Penyelenggaraan Komite Medis di Rumah Sakit;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Izin Praktik
Kedokteran;Peraturan Gubernur Nomor 123 Tahun 2016
tentang Peraturan Internal Rumah Sakit Sumberglagah;
6. Keputusan Gubernur Nomor 821.2/1667/204/2017 tentang
Pengangkatan dalam Jabatan dr. I G.N. Arya Sidemen, S.E.,
M.P.H. sebagai Direktur Rumah Sakit Sumberglagah.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT SUMBERGLAGAH


TENTANG WHITE PAPER CLINICAL PRIVILEGES DOKTER
SPESIALIS PARU
Pertama : White Paper Clinical Privileges Dokter Spesialis Paru diatur
sebagaimana Lampiran Peraturan ini;
Kedua : Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di
kemudian hari ternyata ada kekeliruan dalam Peraturan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

ii
Ditetapkan di : MOJOKERTO
Pada Tanggal : 16 September 2018

DIREKTUR
RUMAH SAKIT SUMBERGLAGAH

dr. I G.N. Arya Sidemen, S.E., M.P.H.


Pembina Tk.I
NIP.19630916 198903 1 008

iii
Lampiran
Peraturan Direktur Rumah Sakit Sumberglagah
Nomor : 440/ /102.6/2018
Tanggal : 16 September 2018

KATA PENGANTAR

Mojokerto, 16 September 2018

Rumah sakit Sumberglagah memiliki misi untuk menyelenggarakan pelayanan


kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi , mewujudkan tata kelola rumah sakit
yang akuntabel dan transparan, dan mengembangkan jejaring kemitraan, koordinasi
pendidikan dan penelitian. Untuk menunjang hal ini, dibentuklah White paper
kewenangan klinis yang merupakan suatu dokumen berisi standart kriteria dari suatu
profesi staf medis , standart kompetensi dan kewenangan klinis yang disetujui oleh
rumah sakit.

Dengan dibuatnya White Paper kewenangan klinis ini diharapkan dapat


menjamin standart profesionalisme staf medis dan pelayanan yang optimal dari staf
medis di Rumah Sakit Sumberglagah secara transparan dan terdokumentasi.

Semoga dengan dibuatnya White Paper ini dapat meningkatkan pelayanan


medis di Rumah Sakit sumberglagah baik dari segi tata kelola rumah sakit dan
pelayanan medis pada masyarakat.

DIREKTUR
RUMAH SAKIT SUMBERGLAGAH

dr. I G.N. Arya Sidemen, S.E.,


M.P.H.
Pembina Tk.I
NIP.19630916 198903 1 008

iv
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. IV


DAFTAR ISI ............................................................................................................... V
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
A. DOKTER UMUM ........................................................................................................ 1
B. PERHIMPUNAN & PENDIDIKAN/ AKADEMIK: .......................................................... 1
BAB II STANDAR PELAYANAN ................................................................................ 2
A. STANDAR KOMPETENSI ........................................ ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
B. STANDAR MEMPERTAHANKAN & MENINGKATKAN KOMPETENSI ...................... 3
C. STANDAR ETIK MEDIKOLEGAL ............................................................................... 3
BAB III KEWENANGAN KLINIS ................................................................................ 5

v
BAB I PENDAHULUAN

A. DOKTER UMUM
Dokter umum merupakan tenaga medis yang telah lulus pendidikan dokter yang
diakui pemerintah Indonesia menguasai berbagai macam penyakit baik akut maupun
kronis , berperan dalam menjelaskan dan mengobati penyakit yang diderita pasien ,
dan mengarahkan ke spesialis tertentu sesuai dengan penyakit jika tidak sesuai
kompetensi . seringkali juga disebut sebagai dokter layanan pertama.

B. PERHIMPUNAN & PENDIDIKAN/ AKADEMIK:


1. Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

1
BAB II STANDAR PELAYANAN
A. STANDAR KOMPETENSI
Kompetensi Landasan Ilmu Kedokteran
1. Struktur dan fungsi
a. Struktur dan fungsi pada tingkat molekular, selular, jaringan, dan organ
b. Prinsip homeostasis
c. Koordinasi regulasi fungsi antarorgan atau sistem:
• Integumen
• Skeletal
• Kardiovaskular
• Respirasi
• Gastrointestinal
• Reproduksi
• Tumbuh-kembang
• Endokrin
• Nefrogenitalia
• Darah dan sistem imun
• Saraf pusat-perifer dan indra

2. Penyebab penyakit
a. Lingkungan: biologis, fisik, dan kimia
b. Genetik
c. Psikologis dan perilaku
d. Nutrisi
e. Degeneratif
18
3. Patomekanisme penyakit
a. Trauma
b. Inflamasi
c. Infeksi
d. Respons imun
e. Gangguan hemodinamik (iskemik, infark, thrombosis, syok)
f. Proses penyembuhan (tissue repair and healing)
g. Neoplasia
h. Pencegahan secara aspek biomedik
i. Kelainan genetik
j. Nutrisi, lingkungan, dan gaya hidup

4. Etika kedokteran
5. Prinsip hukum kedokteran
6. Prinsip-prinsip pelayanan kesehatan (primer, sekunder, dan tersier)
7. Prinsip-prinsip pencegahan penyakit
8. Prinsip-prinsip pendekatan kedokteran keluarga
9. Mutu pelayanan kesehatan
10 Prinsip pendekatan sosio-budaya

Keterampilan Klinis
 Prinsip dan keterampilan anamnesis
 Prinsip dan keterampilan pemeriksaan fisik
 Prinsip pemeriksaan laboratorium dasar
 Prinsip pemeriksaan penunjang lain

2
 Prinsip keterampilan terapeutik (lihat daftar keterampilan klinik)
 Prinsip kewaspadaan standar (standard precaution)
 Kedaruratan klinik

Pengelolaan Masalah Kesehatan


 Prinsip dasar praktik kedokteran dan penatalaksanaan masalah kesehatan
akut, kronik, emergensi, dan gangguan perilaku pada berbagai tingkatan
usia dan jenis kelamin (Basic Medical Practice)
a. Pendokumentasian informasi medik dan nonmedik
b. Prinsip dasar berbagai pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium
sederhana, USG, EKG, radiodiagnostik, biopsi jaringan)
c. Clinical reasoning
d. Prinsip keselamatan pasien
e. Dasar-dasar penatalaksanaan penyakit (farmakologis dan nonfarmakologis)
f. Prognosis
g. Pengertian dan prinsip evidence based medicine
h. Critical appraisal dalam diagnosis dan terapi
i. Rehabilitasi
j. Lima tingkat pencegahan penyakit
 Kebijakan dan manajemen kesehatan
 Standar Pelayanan Minimal (SPM)
 Sistem Kesehatan Nasional (SKN) termasuk sistem rujukan
 Pembiayaan kesehatan
 Penjaminan mutu pelayanan kesehatan
 Pendidikan kesehatan
 Promosi kesehatan
 Konsultasi dan konseling
 Faktor risiko masalah kesehatan
 Epidemiologi
 Faktor risiko penyakit
 Surveilans
 Statistik kesehatan
 Prinsip pelayanan kesehatan primer
 Prinsip keselamatan pasien (patient safety dan medication safety)
 Prinsip interprofesionalisme dalam pendidikan kesehatan
 Jaminan atau asuransi kesehatan masyarakat
B. STANDAR MEMPERTAHANKAN & MENINGKATKAN KOMPETENSI
Program Pendidikan Berkelanjutan ; Pendidikan dan Pelatihan Kedokteran
Berkelanjutan (P2KB) telah disusun oleh IDI :
1. Mengikuti acara acara ilmiah dan CPD yang diselenggarakan IDI atau
Perhimpunan Profesi lain.
2. Mampu menganalisis makalah ilmiah.
3. Mampu melakukan penelitian ilmiah.
4. Mampu membuat tulisan ilmiah.

C. STANDAR ETIK MEDIKOLEGAL


1. Memahami dan mampu menerapkan etika, disiplin dan hukum secara umum
dalam kegiatan sehari–hari.

3
2. Memahami kaitan Sumpah Dokter, Kode Etik Kedokteran Indonesia, UU
Kesehatan, UU Praktik Kedokteran dan Peraturan Kementerian Kesehatan,
KUHP, Informed Consent, dll.
3. Beretika saat melakukan kegiatan anamnesis, kerjasama interpersonal,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan dengan alat bantu diagnostik, konseling,
terapi, memelihara rahasia jabatan, catatan medik dan memelihara
kesehatan sendiri.
4. Mampu melakukan kemitraan kolaborasi dengan pasien atau keluarganya,
disiplin lain dan sesama dokter umum.

4
BAB III KEWENANGAN KLINIS

Ketrampilan
Klinis
No Rincian Kewenangan klinis

1 2 3 4

1 Tindakan Resusitasi Jantung–Paru

Penanganan sesak nafas ringan sampai berat (tanpa


2
ventilator)

3 Penanganan awal kegawat daruratan pada jantung

4 Penanganan Pasien dengan Syok


5 Menjahit luka ringan sampai sedang

6 Pemasangan tampon hidung bagian anterior

Partus normal dengan posisi kepala sudah dipintu


7
vagina

8 Penanganan awal luka bakar


9 Penanganan kejang

10 Penanganan keracunan dan gigitan binatang

11 Penanganan awal trauma kepala

12 Penanganan awal fraktur terbuka dan fraktur tertutup

KETERANGAN KETERAMPILAN KLINIS DOKTER :


Tingkat Keterampilan 1 : Memiliki pengetahuan teoritis.
Tingkat Keterampilan 2 : Pernah melihat, atau didemostrasikan keterampilan ini
Tingkat Keterampilan 3 : Menerapkan dibawah supervisi
Tingkat Keterampilan 4: Mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas

5
CATATAN:
a. Mengkonsultasikan semua keluhan pasien rawat inap kepada DPJP.
b. Apabila Dokter DPJP tidak bisa dihubungi Dokter jaga boleh memberikan terapi
sesuai dengan keluhannya.
c. Dokter jaga IGD dan Dokter jaga rawat inap merujuk pasien ke RS lain dengan
fasilitas yang lebih lengkap setelah dikonsulkan ke Dokter Spesialis yang
berkaitan.
d. Diluar kewenangan klinis diatas dokter umum wajib mengkonsultasikan ke dokter
spesialis sesuai dengan kewenangan klinis dokter spesialis tersebut.
Sudah Mengikuti pelatihan ATLS / ACLS / PPGD

DIREKTUR
RUMAH SAKIT SUMBERGLAGAH

dr. I G.N. Arya Sidemen, S.E., M.P.H.


Pembina Tk. I
NIP.19630916 198903 1 008