Anda di halaman 1dari 11

CYBER-TECHN.

VOL 6 NO 1 (2011)

STUDI PERFORMANSI PADA FOTOTERAPI UNIT


DI RSU HAJI SURABAYA

Nur Muflihah*)

ABSTRAK
Fototerapi unit merupakan alat kesehatan yang memberikan pancaran cahaya
dengan spektrum tertentu dengan fungsi menurunkan kadar bilirubin dalam darah bayi
baru lahir yang menderita hyperbilirubin. Terapi diberikan dalam bentuk radiasi cahaya biru
pada panjang gelombang 430-490 nm dengan intensitas radiasi sebesar 13770
2
µW/cm . Terdapat masalah ketidaktepatan pengunaan pada alat fototerapi unit dengan
type My Life MP-71 di RSU Haji Surabaya, khususnya menyangkut penempatan alat
terhadap obyek, disamping perlunya evaluasi terhadap reliability alat mengingat waktu
penggunaan alat dalam kurun waktu yang cukup lama. Dalam penelitian ini dilakukan
penentuan jarak efektif alat ke obyek untuk menghasilkan dosis yang diperlukan.
2
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh intensitas radiasi maximal 1321 µW/cm dengan
jarak penyinaran ± 20 cm, sedangkan dari evaluasi unjuk kerja alat diperoleh reliability total
0,824 pada saat t=20 hari dan total availability inherent sebesar 0,994.
Kata kunci : Pengukuran, Reliability, Fototerapi Unit.

PENDAHULUAN
Peralatan kesehatan yang dipergunakan untuk pelayanan kesehatan terdiri dari
berbagai macam peralatan dengan kualitas yang berbeda dan selalu berkembang pesat
dari waktu ke waktu baik dari segi jenis maupun prinsip kerjanya seiring dengan kemajuan
teknologi. Peralatan kesehatan di dalam penggunaannya kepada penderita baik yang
langsung maupun tidak langsung tujuan akhirnya adalah untuk menyelamatkan jiwa
manusia. Kelancaran dan keamanan pengoperasian merupakan hal yang mutlak perlu
pada peralatan kesehatan. Untuk itu semua peralatan kesehatan yang menyangkut
pelayanan kesehatan kepada manusia atau penderita perlu dipertahankan keandalan.
Permasalahan yang sering ditemui saat ini yaitu:
 Peralatan yang mempunyai keluaran tidak tepat, sehingga akan menyebabkan kurang
tepatnya hasil diagnosa dan dosis terapi.
 Peralatan kesehatan yang telah dipergunakan dalam kurun waktu tertentu dan tidak
pernah dilakukan pemeliharaan, sehingga menyebabkan turunnya tingkat keandalan
peralatan, keamanan tidak terjamin dan kondisi fisik alat tidak terkontrol.
Adapun fototerapi unit yaitu merupakan alat kesehatan yang memberikan
pancaran cahaya dengan spektrum tertentu dengan fungsi menurunkan kadar bilirubin
dalam darah bayi baru lahir yang menderita hyperbilirubin. Pemberian terapi mempunyai
efek yang akan menimbulkan kerusakan retina, dapat meningkatkan kehilangan air tidak
terasa (insensible water losess) dan dapat mempengaruhi pertumbuhan serta
perkembangan bayi (bila masuk ke otak). Agar alat fototerapi unit dapat menjalankan
fungsinya dengan baik, maka ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan antara
lain menganalisa performa alat fototerapi unit diantaranya menganalisa secara kuantitatif
yaitu perhitungan reliability, failure rate dan Probability Density Function (pdf) serta
dilakukan pengukuran nilai radiasi yang dipancarkan oleh fototerapi unit. Perhitungan
reliability secara kuantitatif yang berguna untuk mengevaluasi keandalan alat sedangkan

1
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

pengukuran nilai radiasi berguna untuk mengetahui nilai radiasi yang dipancarkan oleh
fototerapi unit.

TINJAUAN PUSTAKA
Ketidakpastian Pengukuran

Ketidakpastian pengukuran atau uncertainty of measurement adalah suatu


parameter berupa dispersi nilai-nilai yang mungkin diambil sebagai nilai besaran ukur
(measurand). Dengan kata lain, ketidakpastian pengukuran adalah parameter yang terkait
dengan hasil pengukuran, yang mengkarakteristikkan disperse (penyebaran) nilai-nilai
yang mewakili nilai yang diukur. Atau interval (kisaran) nilai didalam nilai kuantitas yang
diukur itu terletak, yang artinya didalam “nilai benar” diperkirakan berada.
Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran

Ketidakpastian type A adalah ketidakpastian yang dievaluasi berdasarkan metode


statistik terhadap sekelompok data sebagai hasil pengukuran (n>1). Beberapa komponen
dapat dievaluasi dengan metode statistik dari distribusi statistik hasil-hasil pengukuran
berulang yang dinyatakan dalam bentuk nilai ‘standat deviasi’ (simpangan baku).

Ketidakpastian type B diperoleh berdasarkan nilai non statistik yang


dikarakteristikkan oleh data sekunder dan data tersier. Data sekunder dapat didefinisikan
sebagai data penunjang yang dihasilkan selama proses pengukuran berlangsung, tetapi
bukan oleh proses pengukuran itu sendiri, misalnya : data suhu ruang sebelum dan
sesudah pelaksanaan pengukuran. Sementara data tersier adalah data yang diperlukan
untuk analisis proses pengukuran yang tadinya sudah ada sebelum proses pengukuran
berlangsung misalnya data yang diambil dari sertifikat alat standar radiometer.
Ketidakpastian Type A
 Nilai Rata-rata (Mean)
Dari suatu pengukuran besaran input Y adalah besaran ukur X, maka perkiraan
terbaik untuk harga X adalah harga rata- ratanya, X dari n kali pengukuran, Xi (i =
1,2,3,…..,n).
1 n
x  ( xi ) (2.1)

n i 1
Dimana :

∑Xi = Jumlah nilai sampling


N = Banyaknya sampling
 Simpangan Baku (Standart Deviasi)
Simpangan baku (standard deviation) S(Xi) digunakan untuk memberikan
perkiraan terhadap distribusi x. Untuk menghitung S(X i) maka dipergunakan rumus :
1 n (2.2)

n  1
S ( xi )  ( xi  x) 2
i 1

 Experimental standard deviation of the mean (ESDM)

2
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)
Experimental standard deviation of the mean (ESDM) sering juga disebut dengan
istilah standard uncertainty (Type A)

3
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

ESDM, S(x) adalah harga yang menjadi ukuran seberapa dekatnya harga rata-rata
x ke harga sebenarnya.
s X i 
S X   n
 
 U  X i   S X   (2.3)

Ui
ESDM  (2.4)
n
Dimana :

ESDM = Rata-rata nilai simpangan baku


 UA2
 Sebaran data disekitar kurva dapat dijelaskan dengan suatu variasi (var) yang
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
SSR
Var  (2.5)
v

Dimana :

V = bilangan derajat kebebasan

= n-2
 Ketidakpastian standartnya dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
:
UA2  Var (2.6)
Ketidakpastian Type B

 Ketidakpastian dari sertifikat (Usertifikat)

Bila didalam sertifikat tidak dinyatakan lain, maka tingkat konfidensial dianggap
telah ditetapkan 95,45 % dan kebolehjadiannya ditetapkan sebagai distribusi normal dan
mempunyai derajat bebas, v = tak terhingga.
Us
U B1  (2.7)
k

Dimana :

Us = uncertainty

K = faktor cakupan
 Ketidakpastian Baku Gabungan (Uc)
ketidakpastian gabungan (Uc) dapat dihitung menggunakan persamaan dibawah
ini :

4
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

U c  U A1  U A2  U B1
2 2 2
(2.8)

Dalam beberapa hal nilai parameter atau variable lebih dari satu sehingga dalam
menghitung uncentainty harus memperhitungkan beberapa parameter tersebut.
Perhitungan yang seperti ini disebut dengan combine standart uncentainty.
 Derajat Kebebasan Efektif (V eff)

Derajat kebebasan efektif dihitung menggunakan rumus


4
UC (2.9)
V 
eff 4 4 4
UA UA UB
1
 2
 1
v v v

Vi = derajat kebebasan dari U(xi)

Bila U(xi) didapat dari evaluasi type A, maka vi = n-1

Bila dari type B mana vi = 


 Ketidakpastian Bentangan (Uexp)
 Umumnya ketidakpastian pengukuran harus dinyatakan dengan expanded
uncertainty atau ketidakpastian diperluas atau Uexp. Nilai Uexp memberikan
interval (rentang) dimana yang diukur (nilai benar) diperkiraan berada dan
pada tingkat kepercayaan tertentu.
 Ketidakpastian bentangan merupakan hasil kali ketidakpastian gabungan (U c)
dengan faktor cakupan (k).

U exp  k.U c  y  (2.10)

Nilai k bergabung dengan Veff dan tingkat kepercayaan yang diambil.


Misalnya diambil tingkat kepercayaan 95 % nilai k =2

METODOLOGI PENELITIAN
Untuk mencapai hasil akhir yang sesuai dengan tujuan penelitian yang telah
ditetapkan, diperlukan langkah-langkah yang sistematis dalam pelaksanaannya. Hal ini
disebabkan, proses penelitian ilmiah merupakan proses terstruktur, sehingga proses
penelitian ilmiah dapat dipahami dan diikuti oleh pihak lain secara sistematis pula. Langkah-
langkah untuk mencapai tujuan penelitian ini dijabarkan dalam uraian di bawah ini :
 Studi lapangan dan Identifikasi Permasalahan
Studi lapangan dilaksanakan dengan melakukan pengamatan langsung di lokasi yang
menjadi obyek penelitian yaitu fototerapi unit di RSU Haji Surabaya untuk
mendapatkan obyek permasalahan yang akan dibahas.

5
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

 Perumusan Masalah
Setelah mempertimbangkan beberapa hal, diputuskan untuk memfokuskan
permasalahan pada pengukuran nilai radiasi yang dipancarkan oleh fototerapi unit
dan menganalisa reliability pada komponen-komponen fototerapi unit.
 Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan pencarian referensi teori yang relevan dengan obyek
penelitian dan permasalahan yang ditemukan dalam studi lapangan. Penelusuran
literatur dilakukan antara lain kegiatan telaah buku-buku yang ada diperpustakaan
dan jurnal melalui kepustakaan elektronik yang terkait dengan analisa reliability,
failure rate, probability density function availability, teori ketidakpastian pengukuran
dan mengenai fototerapi unit.
 Penetapan Instrument Standar
Karena penelitian ini melakukan analisa dan pengukuran, maka perlu adanya
instrument yang nantinya akan digunakan sebagai alat ukur untuk menunjang
penelitian yaitu radiometer.
 Pengambilan Data
Dengan adanya instrument sebagai alat ukur, maka diperoleh data-data yang nantinya
akan digunakan untuk mengetahui nilai radiasi yang dipancarkan oleh fototerapi unit.
Selain itu untuk menganalisa reliability diperlukan data waktu antar kegagalan dan
perbaikan pada komponen-komponen fototerapi unit berdasarkan history data mulai
tahun 2004 sampai 2008.

 Pengolahan dan Analisa data


Analisa reliability dilakukan pada komponen yang rusak. Pengolahan data dilakukan
dengan bantuan Software Reliasoft Weibull ++ version 6 dan untuk menentukan
ketidakpastian pengukuran menggunakan simulasi Software Visual Basic 6.0 dengan
memasukkan hasil pengambilan data nilai radiasi.
 Kesimpulan dan Saran
Pada tahap ini akan dilakukan suatu langkah pengambilan kesimpulan berdasarkan
pada hasil analisa yang telah dilakukan sehingga dapat dibuat suatu rekomendasi atau
saran yang perlu dilakukan sebagai tindak lanjut penelitian untuk permasalahan yang
relevan.

PEMBAHASAN
Data Hasil Pengukuran
Data hasil pengukuran fototerapi unit dengan spesifikasi alat sebagai berikut :
 Nama alat : Fototerapi unit
 Merk : My Life MP-71
 Jenis lampu : TL 52/20W
 Tegangan : 220 V ~
 Frekuensi : 50 hz
Setelah dilakukan proses pengukuran terhadap alat fototerapi unit tersebut,
maka didapatkan data-data yang ditunjukkan pada lampiran A.

6
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

Tahap Pengolahan Data


Dari data pengukuran fototerapi unit yang ditunjukkan pada lampiran A dilakukan
perhitungan dengan menginputkan data pada simulasi software visual basic 6.0 seperti
yang ditampilkan pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.1. Tampilan Awal Aplikasi Pengukuran

Gambar 4.2. Entry data pada tiap titik pengukuran dan perhitungan ketidakpastian type A

Gambar 4.3. Perhitungan ketidakpastian Type B

7
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

Evaluasi Availability Fototerapi Unit


 Evaluasi Availability Stater
Dari software reliasoft weibull++ version 6 didapatkan nilai MTBF = 3116,7807
dan dari data tabel berikut :
Tabel 4.7 Data Perbaikan Stater
No Tanggal & Waktu Kegagalan TTR (hari)
1 14/9/2004 1.947804577
2 29/3/2005 4.488515973
3 25/7/2007 17.0616278
4 25/2/2008 1.466937464

Didapat nilai MTTR = 13,317041022 dan  = 0,0751087, dengan persamaan 2.35


maka nilai Ainh = 0,9957455 sedangkan nilai availability dengan dapat diperoleh
persamaan 2.36 yaitu :
 
     
A(t)  1        exp    0,0751087 t 
   0,0751087      0,0751087  
0, 24461

0,2446  t  167,8234 
dengan  (t) 
107,5865  107,5865 

Nilai lamda dan nilai availability dihitung berdasarkan fungsi waktu sebagaimana
ditunjukkan dalam lampiran B. Evalusi perhitungan nilai availability inherent dapat dilihat
pada gambar 4.15

A inherent

Availability

Gambar 4.15. Grafik Availability Stater


Pada kurva diatas menunjukkan bahwa availability inherent memiliki probabilitas
hampir 100 % yaitu 99,9 % , hal ini berarti dalam 10 hari memiliki ketersediaan 99,9 hari
untuk menunjang perbaikan kerusakan alat. Jadi untuk ketersediaan untuk komponen ini
sangat baik.

Fault Tree Diagram


Metode untuk menganalisis kegagalan secara kualitas dapat digunakan dengan
metode analisa kualitatif yang ditunjukkan pada diagram berikut:

8
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

Fototerapi unit

Traf Blue Stater

Gambar 4.22 fault tree diagram alat fototerapi unit

Evaluasi Maintainability Fototerapi Unit


 Evaluasi Maintainability Stater
Dari TTR didapatkan distribusi dengan menggunakan software reliasoft weibull 6
yaitu distribusi weibull 3 dengan parameter β = 0,3905; η = 3,3423;  = 1,4293 nilai
perhitungan ditunjukkan pada lampiran C. Evaluasi perhitungan dapat digambarkan dalam
sebuah grafik hubungan antara maintainability terhadap perubahan waktu 0 sampai 60
hari, dengan perhitungan menggunakan persamaan 2.33 sebagai berikut :
 t 1, 4293
0 , 3905
 
M t   1  e  3,3423 

Maka hubungan antara maintainability dengan waktu adalah seperti yang


ditunjukkan pada gambar 4.19

Gambar 4.19. Grafik Maintainability Stater


Evaluasi Maintainability Blue Light
Dari TTR didapatkan distribusi dengan menggunakan software reliasoft weibull 6
yaitu distribusi weibull 3 dengan parameter β = 0,5025; η = 3,7129;  = 0,9087 nilai
perhitungan ditunjukkan pada lampiran C. Evaluasi perhitungan dapat digambarkan dalam
sebuah grafik hubungan antara maintainability terhadap perubahan waktu 0 sampai 60
hari, dengan perhitungan menggunakan persamaan 2.33 sebagai berikut :
 t 0,9087
0 , 5025
 
M t   1  e  3,7129 

Maka hubungan antara maintainability dengan waktu adalah seperti yang
ditunjukkan pada gambar 4.20

9
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

Gambar 4.20. Grafik Maintainability Blue Light


Evaluasi Maintainability Trafo
Dari TTR didapatkan distribusi dengan menggunakan software reliasoft weibull 6
yaitu distribusi weibull 3 dengan parameter β = 0,5228; η = 0,5763;  = 0,4981. nilai
perhitungan ditunjukkan pada lampiran C. Evaluasi perhitungan dapat digambarkan dalam
sebuah grafik hubungan antara maintainability terhadap perubahan waktu 0 sampai 60
hari, dengan perhitungan menggunakan persamaan 2.33 sebagai berikut :
 t 0, 4981
0 , 5228
 
M t   1  e  0,5763 

Maka hubungan antara maintainability dengan waktu adalah seperti yang


ditunjukkan pada gambar 4.21

Gambar 4.21. Grafik Maintainability Trafo

KESIMPULAN
Dari hasil analisa data yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan
sebagai berikut:
 Dari pengambilan data primer yang telah dilakukan didapatkan nilai ketidakpastian
2
pengukuran pada alat fototerapi unit sebesar 91,40 µW/cm .
 Dari evaluasi reliability dari komponen penyusun sistem fototerapi unit yang terdiri
dari komponen stater, Blue Light dan trafo didapatkan nilai R(t) total pada t=20 hari
sebesar 0,824.
 Dari analisa reliability pada t=160 hari komponen yang masih bekerja dengan baik
yaitu trafo dengan nilai reliability 1.
 Untuk Availability total Inherent didapatkan nilai sebesar 0.994501991.

*) Staf Pengajar STT PMOSDA


DAFTAR PUSTAKA

10
CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

American Academy of Pediatric Subcommitte on Hyperbilirubinemia. Managenent of


Hyperbilirubinemia in the newborn 35 or more weeks of gestation. Pediatric
2004;114:297-316
nd
Boast, Warren B. (1942). “Illimination Engineering 2 Edition”. The McGrow-Hill
Companies, New York.
Direktorat Jendral Pelayanan Medik Direktorat Instalasi Medik, Dep Kes RI (1992)
“Pedoman Pelayanan Kalibrasi Peralatan Kesehatan”
Ebeling, Charles E. (1997). “An Introduction to Reliability and Maintainability Engineering
nd
2 Edition”. The McGrow-Hill Companies, New York.
Meeting 2004 American Academy of Pediatric Subcommitte on Hyperbilirubinemia.
Managenent of Hyperbilirubinemia in Healty Term Newborn.
Shoffan, Hanif N. (2008). “Studi Reliability Improvement Pada Paper Machine Berbasis
Agree Method Di PT. Tjiwi Kimia Tbk”. Teknik Fisika ITS

11