Anda di halaman 1dari 13

RESUME KASUS

GAWAT DARURAT PADA NY.T DENGAN HIPOGLIKEMI


DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT KEN SARAS
KABUPATEN SEMARANG

DISUSUN OLEH
CAHYA TRI UTAMI
P1337420919052

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI


NERS

JURUSAN KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2020
BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA Ny.T DI INSTALASI


GAWAT DARURAT RS KEN SARAS KABUPATEN SEMARANG

Tanggal Pengkajian : 11 Februari 2020, 13:30 WIB

Nama Pengkaji : Cahya Tri Utami

A. PENGKAJIAN KLIEN
1. Biodata Pasien
a. Nama : Ny. T
b. Umur : 60 tahun 2 bulan
c. Alamat : Ungaran
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
f. Tanggal masuk : 11 Februari 2020, 13:30 WIB
g. Diagnosa Medis : Hipoglikemia
h. Nomor registrasi : A.06xxxx
2. Biodata Penanggung Jawab
a. Nama : Tn.S
b. Umur : 40 tahun
c. Alamat : Ungaran
d. Pendidikan : SMA
e. Pekerjaan : Swasta
f. Hubungan : Anak Kandung
B. TRIAGE
1. KELUHAN
Ny. T mengeluhkan lemas dan mengalami penurunan kesadaran
2. TTV
Tekanan Darah :74/60 mmHg
Nadi : 106x/menit
RR : 24x/menit
Suhu : 370C
SpO2 : 98%
GCS : 13 (E3-V4-M6)
TB : 155 cm
BB : 56 kg

C. PRIMARY SURVEY
1. AIRWAY
Tidak ada sumbatan jalan nafas, tidak ada trauma servikal atau fraktur
wajah.
2. BREATHING
Inspeksi : Tidak menggunakan otot bantu pernapasan, tidak ada
pernapasan cuping hidung, irama nafas regular, irama teratur, gerakan dada
simetris
Palpasi : Tactil Fremitus normal
Perkusi : Sonor (Suara perkusi bunyi paru normal)
Auskultasi : Vesikuler (Auskuksi paru normal)
Tidak ada keluhan sesak nafas, dengan RR : 24x/menit.
3. CIRCULATION
Klien lemas, Tekanan darah : 74/60 mmHg, Nadi : 106x/menit, suhu : 370C,
akral hangat, nadi kuat, CRT <2 detik, mukosa bibir kering dan pucat,
terdengar sura jantung S1 dan S2 tunggal regular, tidak terdapat sianosis,
tidak terdapat perdarahan.
4. DISABILITY
Kesadaran apatis, GCS (E3-V4-M6). Turgor elastis.Tidak terjadi kelemahan
kekuatan otot. Pada kaki kiri klien mengalami ulkus diabetikum, pada
perifer / ujung jari sudah tidak berasa.
5. EXPOSURE
Terdapat luka di kaki kiri klien. Luka ulkus diabetikum terdapat banyak
nanah dan luka terlihat hingga tendon otot. Luka tidak dibalut serta jari
tengah sudah tidak ada.
6. FOLLEY CATETER
Pasien tidak terpasang kateter
7. GASTRIC TUBE
Pasien tidak terpasang NGT
8. HEART MONITOR
Tekanan darah pasien cenderung rendah, tekanan darah 74/60 mmHg, Nadi
106x/menit.
D. SECONDARY SURVEY
1. RIWAYAT KESEHATAN
a. Riwayat kesehatan sekarang
Klien datang ke IGD RS Ken Saras dengan keluhan lemas serta penurunan
kesadaran. Pada hari ini klien tidak mau makan dan hanya makan dua
sendok. Klien sudah 2 hari tidak mengkonsumsi obat Glimiperid
dikarenakan habis. Keluarga klien mengatakan setelah makan 2 sendok,
klien mulai lemas dan pusing serta pandangan kosong. Keluarga segera
meminumkan teh anget beberapa sendok dan dibawake IGD. Saat di IGD
klien masih lemas dan mengalami penurunan kesadaran. Tanda-tanda vital
klien 74/60 mmHg, Nadi 106x/menit. GDS: 44 mg/Dl. Klien dilakukan
pemasangan infus dan diberikan cairan dextrose 40% sebanyak 2 flash(2x25
ml). Selanjutnya klien di loading cairan infus RL. Setelah diobservasi klien
mengalami peningkatan kesadaran dan dapat diajak bicara. GCS E4V5M6.
b. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien mengalami luka ulkus diabetikum sudah setengah bulan ini. Pada
awalnya klien mengalami kutu air karena sukasekali beraktifitas di kamar
mandi hingga lama kelamaan luka semakin parah.Klien menjalani
perawatan luka dirumah sendiri setelah diajarkan oleh perawat yaitu
menggunakan cairan NaCl.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga klien mengatakan keturunan penyakit diabetes melitus dari ibu
klien.

2. ANAMNESIS
a. Alergi : klien tidak memiliki aalergi
b. Medikasi : klien biasanya meminum obat glimiperid tablet, namun
sudah 2 hari tidak mengkonsumsi karena sudah habis dan belum kontrol.
c. Post ilness : Pasien menjalani perawatan rutin di dokter keluarga
untuk penyakit gulanya.Luka ulkus diabetikum klien dirawat sendiri
dirumah.
d. Lastmeal : sebelum dibawa ke rumah sakit klien hanya makan 2
sendok pada pukul 08.00 WIB dan teh hangat sebelum dibawa rumah
sakit
e. Event : Klien mengalami lemas dan penurunan kesadaran karena
tidak mau makan.
3. PEMERIKSAAN FISIK
a. Kepala : rambut hitam beruban, kepala bersih, tidak ada jejas
b. Mata : ukuran pupil kanan/kiri (3mm/3mm), rangsangan cahaya
pupil kanan/kiri (+/+),
c. Mulut : tidak ada sianosis, tidak ada jejas, bibir pucat dan kering
d. Hidung : tidak ada polip dan hidung bersih
e. Telinga: simetris, bersih, tidak ada serumen
f. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
peningkatan JVP
g. Dada :
 Paru – paru
Inspeksi : pengembangan dada simetris, tidak tampak penggunaan
otot bantu pernafasan, tidak ada jejas
Palpasi : vocal fremitus kanan-kiri sama
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Vesikuler
 Jantung
Inspeksi : tidak ada sianosis
Palpasi : HR 106x/menit
Perkusi : Pekak
Auskultasi : bunyi jantung S1 S2 reguler, tidak terdapat bunyi
jantung tambahan
h. Ekstremitas : akral hangat, tetapi pada ujung ektremitas bawah akral
dingin
Ekstremitas atas : CRT <2 detik, tidak ada edema
Ekstremitas bawah : tidak ada edema maupun fracture.terdapat luka
ulkus diabetikum dikaki kiri klien.Luka terdapat banyak nanah dan
terlihat hingga tendon otot. Pada ujung perifer,klien mengatakan sudah
tidak berasa.
Pola aktivitas
Aktivitas 0 1 2 3 4

Mandi V

Berpakaian V

Toileting V

Berpindah V

Makan V

Keterangan:
0 : Mandiri
1 : Dibantu alat
2 : Dibantu orang lain
3 : Dibantu alat dan orang lain
4 : Ketergantungan.
E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal 11 Februari 2020

NILAI
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN
RUJUKAN
HEMATOLOGI
Hemoglobin 9.9 g/dL 11.0 – 15.0
Leukosit 17.84 10^3/uL 4.0 – 10.0
Hematokrit 28.2 % 37 – 47
Eritrosit 3.45 10^6/uL
3.5– 5.0
Thrombosit 508 10^3/uL
100-400
INDEKS ERITROSIT
MCV 81.6 fL
MVH 28.8 pg 80 -100
MCHC 35.3 g/dl 27 – 34
32 – 36
KARBOHIDRAT
Glukosa sewaktu rapid 44 mg/Dl
70-150

F. PROGRAM TERAPI

Dosis dan
Nama Obat Keterangan
Pemberian
Ringer Laktat 20 tpm Menambah cairan tubuh, menyeimbangan cairan
elektrolit dan air untuk hidrasi
O2Nasal Kanul 3 lpm Memenuhi kebutuhan oksigen
Glukosa 40% 2x400 mg Memenuhi kadar gula dalam darah yang
dijadikan bahan bakar bagi sel tubuh untuk
menciptakan energi.
Omeprazole 1x40 mg Mengatasi gangguan lambung, seperti penyakit
asam lambung dan tukak lambung

G. ANALISA DATA

Hari,
No Tanggal, Analisa Data Etiologi Masalah
Jam
1. Selasa, DS : Keluarga klien Penurunan Ketidakstabilan
kadar gula darah
11 mengatakan lemas, hanya produksi
Februari makan 2 sendok dan energi
2020 mengalami penurunan metabolik
13.30 kesadaran
DO :
WIB
 Kesadaran apatis
 GDS: 44 mg/Dl.
 GCS (E3-V4-M6).
 Bibir pucat dan lemas, klien
terakhir minum obat dua
hari yang lalu yaitu
glimiperid.
 Terdapat luka ulkus
diabetikum di kaki kiri klien

Selasa, DS : keluarga klien Diabetes Penurunan


11 mengatakan sebelum masuk Mellitus perfusi jaringan
Februari rumah sakit klien lemas perifer
2020 DO :
13.30 Kesadaran umum lemah
Pasien anemis HB 9.9 gr/Dl
WIB
Tanda-tanda vital klien 74/60
mmHg, Nadi 106x/menit.
Pasien anemis
CRT <2 detik,akral hangat
namun pada ujung ekstremitas
bawah dingin
Kaki kiri klien terdapat ulkus
diabetikum dan pada ujung jari
sudah tidak terasa

H. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakstabilan kadar gula darah berhubungan dengan penurunan produksi
energi metabolik
2. Penurunan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan diabetes mellitus
I. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Hari,
Diagnosa Tujuan dan Kriteria
No Tanggal, Intervensi Rasional Paraf
Keperawatan Hasil
Jam
1. Selasa, 11 Ketidakstabilan Setelah dilakukan 1. Kaji keadaan 1. Memonitor tingkat
Februari kadar gula darah tindakan keperawatan umum klien kesadaran klien
2020 berhubungan dengan selama 1x7 jam pasien 2. Lakukan 2. Mengetahui hemodinamik
13.30 WIB penurunan produksi mengalami peningkatan pemeriksaan klien
energi metabolik kadar gula darah tanda-tanda vital 3. Mengetahui kecukupan
dengan indicator: 3. Monitor kadar gula darah dalam tubuh
- GCS komposmentis gula darah klien sebagai bahan energi sel
- Kadar gula darah secara kontinue
sewaktu 70-150 setiap 1 jam
mg/dL 4. Kolaborasi 4. Memberikan asupan gula
pemberian cairan
dextrose 40%
5. Edukasi ke 5. Meminimalkan kejadian
keluarga yang sama yaitu gula
mengenai darah yang terlalu tinggi
perencanaan atau terlalu rendah
makan klien
sesuai indikasi

2. Selasa, 11 Penurunan perfusi Setelah dilakukan 1. Monitor tanda- 1. Mengetahui status


Februari jaringan perifer tindakan keperawatan tanda vital dan hemodinamik pasien
2020 berhubungan dengan selama 1x7 jam tidak tingkat kesadaran 2. Transfer oksigen ke
13.30 WIB diabetes mellitus terjadi penurunan 2. Berikan posisi perifer optimal
perfusi jaringan supinasi dan head 3. Mempertahankan status
serebral, dengan up 15-30 derajat oksigenasi klien
kriteria hasil : 3. Kolaborasi 4. Agar tidak terjadi nekrotik
- Akral hangat, CRT pemberian terapi dan penurunan perfusi
kembali < 2 detik 02 jaringan perifer
- TD: 120/80mmHg 4. Rawat luka ulkus
Nadi : 60-100x/mnt, diabetikum
RR:16-24x/mnt,
S:36,5-37,5
Tidak pucat dan
anemis
J. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

Hari, Tanggal Dx Keperawatan Implementasi Evaluasi Ttd

Selasa, 11 Ketidakstabilan 1. Mengkaji keadaan umum klien S:


Februari 2020 kadar gula darah 2. Monitor kadar gula darah klien secara Klien mengatakan benama Ny.T.
13.30 – berhubungan kontinue setiap 1 jam O:
20.30WIB dengan penurunan 3. Memberikan cairan dextrose 40% - Klien mengalami peningkatan
produksi energi 4. Mengedukasi ke keluarga mengenai kesadaran dan sudah dapat diajak
metabolik perencanaan makan klien sesuai bicara
indikasi - Komposmentis, GCS E4V5M6
- Gula darah sewaktu :126 mg/Dl
- Keluarga mengatakan memahami
agar klien tidak telat makan dan
minum obat secara teratur.
A:
Masalah ketidakstabilan kadar gula
darah berhubungan dengan
penurunan produksi energi metabolik
teratasi sebagian
P:
Lanjutkan intervensi
 Monitor tingkatkesadaran dan
kadar gula darah sewaktu setiap
1 jam.
 Kolaborasi pemberian cairan
infus dextrose 5%
 Rawat luka setiap hari
Selasa, 11 Penurunan perfusi 1. Memonitor tanda-tanda vital klien S:
Februari 2020 jaringan perifer 2. Memberikan posisi supinasi dan head Klien mengatakan sudah lebih baik
13.30 – berhubungan up 15-30 derajat namun masih lemas
20.30WIB dengan diabetes 3. Melakukan kolaborasi pemberian O :
mellitus terapi 02 - Tanda-tanda vital klien 121/65
4. Melakukan perawatan luka ulkus mmHg, Nadi 98x/menit (kuat).
- Luka sudah dibersihkan dan
diabetikum
dibalut
- Akral hangat, CRT < 2 detik
- Posisi klien supinasi dan head up
15 derajat
- Keluarga mengetahui pentingnya
merawat luka agar sirkulasi
darah ke bagian kaki tetap lancar
A:
Masalah penurunan perfusi jaringan
perifer berhubungan dengan diabetes
mellitus belum teratasi
P:
Lanjutkan intervensi
 Pertahankan posisi supinasi dan
head up 15derajat
 Monitor akral dan CRT
 Anjurkan keluarga mendampingi
klien untuk minum obat teratur
 Rawat luka setiap hari