Anda di halaman 1dari 9

PONDASI BORE PILE DAN PONDASI SUMURAN

A. Pengertian Pondasi Bore Pile


Pondasi Boree Pile adalah jenis pondasi dalam yang berbentuk tabung, yaitu
berfungsi meneruskan beban struktur bangunan diatasnya dari permukaan tanah sampai
lapisan tanah keras di bawahnya. Pondasi boree pile memiliki fungsi yang sama
denganpondasi tiang pancang atau pondasi dalam lainya.

Pondasi ini sangat cocok apabila digunakan pada tempat-tempat yang padat oleh
bangunan-bangunan, karena tidak terlalu bising dan getarannya tidak menimbulkan
dampak negatif terhadap bangunan di sekelilingnya. Namun pembuatan pondasi tiang bore
ini memerlukan peralatan yang besar, sehingga hanya digunakan pada proyek-proyek yang
besar saja.

1. Kelebihan Dan Kekurangan Pondasi Bore Pile


a. Kelebihan Pondasi Bore Pile
Adapun kelebihan pondasi bore pile adalah sebagai berikut:

1. Pemasangan tidak menimbulkan gangguan suara dan getaran yang membahayakan


bangunan sekitarnya.
2. Mengurangi kebutuhan beton dan tulangan dowel pada pelat penutup tiang (pile cap).
3. Kolom dapat secara langsung diletakkan di puncak boreed pile.
4. Kedalaman tiang dapat divariasikan.
5. Tanah dapat diperiksa dan dicocokkan dengan data laboreatorium.
6. Boreed pile dapat dipasang menembus batuan, sedang tiang pancang akan kesulitan
bila pemancangan menembus lapisan batuan.
7. Diameter tiang memungkinkan dibuat besar, bila perlu ujung bawah tiang dapat dibuat
lebih besar guna mempertinggi kapasitas dukungnya.
8. Tidak ada risiko kenaikan muka tanah.

b. Kekurangan Pondasi Bore Pile

Adapun kekurangan pondasi bore pile

1. Pengecoran bored pile dipengaruhi kondisi cuaca.


2. Pengecoran beton agak sulit bila dipengaruhi air tanah karena mutu beton tidak dapat
dikontrol dengan baik.
3. Mutu beton hasil pengecoran bila tidak terjamin keseragamannya di sepanjang badan
bored pile mengurangi kapasitas dukung bored pile, terutama bila bored pile cukup
dalam.
4. Pengeboran dapat mengakibatkan gangguan kepadatan, bila tanah berupa pasir atau
tanah yang berkerikil.
5. Air yang mengalir ke dalam lubang bor dapat mengakibatkan gangguan tanah, sehingga
mengurangi kapasitas dukung tiang. Tetapi dapat di atasi dengan penyedotan
menggunakan mesin sedot air.
6. Akan terjadi tanah runtuh jika tindakan pencegahan tidak dilakukan, maka dipasang
temporary casing untuk mencegah terjadinya kelongsoran.

2. Metode Pelaksanaan Pondasi Bore Pile

Pemasangan pondasi bore pile dalam tanah dilakukan dengan cara pengeboran tanah
terlebih dahulu, yang kemudian diisi besi tulangan yang telah dirangkai dan dicor beton dengan
mutu dan kualitas yang bagus & dikerjakan dilokasi proyek tersebut juga. Apabila tanah
mengandung air, maka dibutuhkan pipa besi atau yang biasa disebut dengan temporary casing
untuk menahan dinding lubang agar tidak terjadi kelongsoran, dan pipa ini akan dikeluarkan pada
waktu pengecoran beton.

Tiang pondasi bore pile merupakan salah satu pondasi yang dipergunakan untuk bangunan
apabila tanah dasarnya tidak mempunyai daya dukung tanah untuk memikul berat bangunan
tersebut. Pondasi bore pile ialah salah satu jenis pondasi dalam yang masih satu tipe dengan tiang
pancang, yang membedakan adalah cara pembuatan dan pemasangan serta alat yang di pergunakan
pada saat pengerjaan / pembuatannya.

Ada beberapa metode pembuatan atau pengerjaan pondasi bore pile yang umum sering
digunakan, antara lain:

1. Bor kering ( Dry Drilling )

Pelaksananannya menggunakan mata bor biasa ( spiral plat) diputar sambil dimasukkan

kedalam tanah dengan menggunakkan alat bor mini crane, dengan menggunakan mesin diesel
dan as mata diatur serta dikendalikan dengan kaki tripot sebagai penyangga untuk menaikkan
dan menurunkan mata bor. Pada metode ini bisa mengerjakan pengeboran dengan kedalaman
maksimal 8 meter, dengan asumsi diameter antara 30 cm - 40 cm. Manfaat pada bor kering ini
lokasi pengeboran lebih bersih bila dibandingkan dengan sistem wash borring.
Pada metode kering lubang dibuat dengan menggunakan mesin bor tanpa pipa
pelindung (casing). Setelah itu dasar lubang bor yang kotor oleh rontokan tanah dibersihkan.
Tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam lubang bor dan kemudian dicor beton.

2. Bor Basah ( wash boring )

Metode basah umumnya dilakukan bila pengeboran melewati muka air tanah sehingga
lubang bor selalu longsor bila dindingnya tidak ditahan. Agar lubang tidak longsor, di dalam
lubang bor diisi dengan larutan tanah lempung/bentonite atau larutan polimer. Jadi
pengeboran dilakukan di dalam larutan. Jika kedalaman yang diinginkan telah tercapai,
lubang bor dibersihkan dan tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam lubang bor

yang masih berisi cairan bentonite. Adukan beton dimasukan ke dalam lubang bor dengan
pipa tremie. Larutan bentonite akan terdesak dan terangkut ke atas oleh adukan beton.
Larutan yang ke luar dari lubang bor ditampung dan dapat digunakan lagi untuk pengeboran
di lokasi selanjutnya.

Pada metode bor basah ini membutuhkan banyak air untuk proses pengerjaannya dan
memerlukan casing untuk menahan tanah dari kelongsoran dan pompa air untuk sirkulasi,
maka dari itu persedian air harus cukup banyak untuk mencapai kedalaman
pengeboran pondasi bor pile yang direncanakan. Pada metode basah ini bisa melakukan
pengeboran sedalam 28 meter (menurut pengalaman kerja yang kami kerjakan) dengan
diameter 30 cm, 40 cm, 50 cm dan 60 cm.

3. Metode Casing
Metode ini digunakan bila lubang bor sangat mudah longsor, misalnya tanah di lokasi
adalah pasir bersih di bawah muka air tanah. Untuk menahan agar lubang tidak longsor
digunakan pipa selubung baja (casing). Pemasangan casing ke dalam lubang bor dilakukan
dengan cara memancang, menggetarkan atau menekan pipa baja sampai kedalaman yang
ditentukan. Sebelum sampai menembus muka air tanah, pipa selubung (casing) dimasukkan.
Tanah di dalam pipa selubung dikeluarkan saat penggalian atau setelah pipa selubung sampai
kedalaman yang diinginkan. 3. Metode Casing Larutan bentonite kadang-kadang digunakan
untuk menahan longsornya dinding lubang, bila penggalian sampai di bawah muka air tanah.
Setelah pipa selubung sampai pada kedalaman yang diinginkan, lubang bor lalu dibersihkan
dan tulangan yang telah dirangkai dimasukkan ke dalam casing. Adukan beton dimasukkan
ke dalam lubang (bila pembuatan lubang digunakan larutan, maka untuk pengecoran
digunakan pipa tremie) dan casing ditarik ke atas, namun kadang-kadang casing ditinggalkan
di tempat.

 Prosedur pengecoran tiang bor di bawah muka air tanah dengan menggunakan pipa
tremie adalah sebagai berikut :

Bila lubang bor menembus lapisan kerikil terendam air tanah yang didasari oleh
lempung kaku, maka digunakan casing untuk menahan agar lubang bor pada lapisan
kerikil tidak longsor. Casing dipasang sedikit saja menancap di lapisan lempung,
sedemikian hingga air tanah tidak masuk ke dalam casing. Dengan cara ini, maka
pengecoran beton dapat dilakukan dalam kondisi kering. Namun, bila di lapangan
lapisan terdiri dari tanah granular yang terendam air tanah maka casing harus dipasang
hingga mencapai dasar lubang bor. Untuk kondisi yang terakhir ini, saat pengecoran
digunakan pipa tremie. Pipa tremie (diameter min. 150 mm untuk diameter agregat
max. 20 mm) dan corong penampung adukan harus tahan terhadap bocoran air dan
bersih agar adukan beton tidak terhambat mengalir ke bawah. Langkah-langkah
pengecoran bored pile dengan menggunakan pipa tremie adalah sebagai berikut :
1. Tulangan dan pipa tremie dimasukkan ke dalam lubang bor saat akan dimulai
pengecoran.
2. Pengecoran dimulai dengan menuangkan air hingga kotoran kental tipis di bawah
diangkat ke atas.
3. Air keluar saat pengecoran beton.
4. Casing ditarik keluar.
5. Pekerjaan bored pile selesai.
Panjang pengecoran tiang harus dilebihkan ke atas sedikit, karena bagian atas tiang
terbentuk oleh beton dengan kualitas buruk (lunak). Bagian ini nanti betonnya dipecah
dan tulangannya di cor dengan pelat penutup (pile cap). Kualitas bored pile sangat
tergantung pada kualitas dari proses pelaksanaan sehingga tahanan gesek (friction) dan
tahanan ujung tiang (end bearing) bergantung pada proses tersebut. Hal yang paling
penting adalah agar selalu menjaga kebersihan dari lubang bor.
B. Pengertian Pondasi Sumuran
Pondasi sumuran adalah suatu bentuk peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi
tiang. Pondasi ini digunakan apabila tanah dasar terletak pada kedalaman yang relative
dalam. Jenis pondasi dalam yang dicor di tempat dengan menggunakan komponen beton
dan batu belah sebagai pengisinya.
Pada umumnya pondasi sumuran ini terbuat dari beton bertulang atau beton
pracetak, yang umum digunakan pada pekerjaan jembatan di Indonesia adalah dari silinder
beton bertulang dengan diameter 250 cm, 300 cm, 350 cm, dan 400 cm.

a. Persyaratan Pondasi Sumuran

1. Daya dukung pondasi harus lebih besar daripada beban yang dipikul oleh pondasi
tersebut.
2. Penurunan yang terjadi harus sesuai dengan batas yang diijinkan (toleransi) yaitu 1″
(2,54cm).

b. Alasan Menggunakan Pondasi Sumuran


Pondasi sumuran adalah pondasi yang khusus, dalam perakteknya terdapat beberapa
kondisi yang dapat dijadikan alasan untuk penggunaannya, diantaranya adalah sebagai
berikut :
 Bila tanah keras terletak lebih dari 3 m, pondasi plat kaki atau jenis pondasi langsung
lainnya akan menjadi tidak hemat (galian tanahnya terlalu dalam & lebar).
 Bila air permukaan tanah terletak agakt inggi, konstruksi plat beton akan sulit
dilaksanakan karena air harus dipompa dan dibuang keluar lubang galian.
 Dalam kondisi ini, pondasi sumuran menjadi pilihan tepat untuk konstruksi yang tanah
kerasnya terletak 3-5 m.

Ada beberapa metoda pelaksanaan pondasi dilapangan, salah satunya adalah


metode dengan menggunakan cincin. Dengan metode ini sumuran terdiri dari pipa/cincin-
cincin yang terbuat dari beton biasa atau beton bertulang dan biasa dikenal sebagai
gorong-gorong. Tebal cincin umumnya 8-12 cm. ukuran garis tengah bagian dalam cincin
bervariasi antara 70-150 cm.ukuran yang digunakan tegantung kebutuhan luas dasar
pondasi hasil perhitungan beban bangunan dan kekuatan tanah.

Ada pipa/cincin beton pada siap pakai dengan ukuran tinggi ±100 cm dengan
garis tengah bermacam-macam. Jumlah cincin pada satu titik tergantung pada
kedalamantanah kerasnya. Cincin beton dapat pula dibuat sendiri. Bila dibuat sendiri,
sebaiknya dinding bagian bawah dibuat runcing untuk memudahkan penurunan pipa
kedalam tanah.

Berikut adalah langkah-langkah memasang pondasi sumuran:

1. Pembersihan area pengerjaan


2. Gali tanah sedalam 30-50 cm masukkan cincin pertama. Letakkan dengan benar
(jangan miring agar tidak terjadi penjepitan)
3. Bila tepi atas cincin telah rata dengan tanah, tumpangi dengan cincin perlahan-
lahan melesak menusuk
4. Bila tanah berair, air dibuang keluar( dipompa)
5. Bila telah mencapai tanah keras, bagian bawah sumuran diisi dengan pasir yang
dipadatkan setebal 5-10 cm, lalu kemudian diisi dengan cyclopean dan batu kali
dimana cyclopean adalah beton yang menggunakan batu-batu besar atau puing
bangunan (pecahan beton) untuk meminimalkan area permukaan dan menghemat
pemakaian semen.
6. Untuk bangunan-bangunan yang ringan sumuran cukup diisi dengan pasir padat
7. Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof. Dibeli pembesian untuk mengikat
sloof.

Kelebihan:

 Alternative pengginaan pondasi dalam, jika material batu banyak dan bila
tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang
 Tidak diperlukan alat berat
 Biaya lebih murah untuk tempat tertentu

Kekurangan:
 Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di control (karena batu
dan adukan dilempar/dituang dari atas
 Pemakaian bahan boros
 Tidak tahan terhadap gaya horizontal ( karena tidak ada tulangan)
 Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam
penggaliannya.