Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Dengan munculnya berbagai macam permasalahan dan perkembangan teknologi yang pesat, organisasi bisnis dihadapkan pada
tantangna yang sangat besar. Setiap organisasi dituntut untuk berkompetisi dan meningkatkan daya saingnya demi bertahan di era yang
semakin maju dalam bidang teknologi, komunikasi dan informasi. Kemampuan suatu organisasi untuk berkompetisi tentunya perlu didukung
dengan adanya individu individu yang mampu membuat organisasi tumbuh dan bersaing. Ilmu yang dimiliki oleh setiap individu dalam
organisasi dapat menjadi kunci keberhasilan organisasi.
Organisasi pembelajar adalah adalah organisasi dimana orang terus-menerus memperluas kapasitas mereka untuk menciptakan hasil
yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola baru dan ekspansi pemikiran diasuh, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana orang
terus-menerus belajar melihat bersama-sama secara menyeluruh (Senge, 2004). Dengan diterapkannya organisasi pembelajar, diharapkan,
pada situasi yang cepat berubah organisasi dapat menghadapi segala perubahan dengan fleksibel, adaptif dan produktif.
Menurut Peter Senge (2004), terdapat lima pilar dalm organisasi pembelajar dimana salah satu pilar tersebut adalah shared vision
atau visi bersama. Membangun visi bersama dalah sebuah proses membangun sebuah komitmen dalam suatu kelompok dengan
menggambarkan visi organisasi menjadi visi masing –masing individu yang bekerja di dalam organisasi tersebut. Visi bersama merupakan
sesuatu yang penting dalam suatu organisasi karena dapat memberikan focus dan energy untuk belajar adaptif dan menyeluruh.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian shared vision
2. Bagaimana pentingnya shared vision bagi manajemen rumah sakit
3. Bagaimana cara pengembangan dan penerapan shared vision di rumah sakit

TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk memahami pengertian shared vision
2. Untuk memahami pentingnya shared vision bagi manajemen rumah sakit
3. Untuk memahami pengembangan dan penerapan shared vision di rumah sakit

TINJAUAN PUSTAKA
PENGERTIAN LEARNING ORGANIZATION
Belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu dalam usahanya memperoleh pengetahuan dan wawasan baru untuk
mengubah perilaku dan tindakannya (Marquardt dan Reynolds, 1994). Sedangkan menurut Pedler, et al (1991), Organisasi Pembelajar
adalah organisasi yang memberikan memfasilitas pembelajaran bagi seluruh anggota organisasi dan secara berkesinambungan dalam
seluruh level organisasi.
Peter Senge mengemukakan dengan jelas bahwa Organisasi pembelajar harus terus menerus menempatkan dirinya dalam
perubahan. Oleh karena itu system organisasi harus ditempatkan dalam posisi yang terus berubah (Relativistik). Perubahan – perubahan
yang dialami organisasi tersebut mengacu pada tujuan yang diidamkan dimasa depan sehingga organisasi tidak hanya dituntut
menyesuaikan diri dengan perubahan tetapi juga menciptakan pengetahuan baru.
Lima disiplin dalam Organisasi pembelajar menurut Peter Senge (2004) adalah sebagai berikut.
1. Personal Mastery- belajar untuk memperluas kapasitas personal untuk mencapai hasil yang diinginkan, dan menciptakan lingkungan
organisasi yang mampu mendorong setiap orang untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.
2. Mental Models- melakukan refleksi, melakukan klarifikasi secara terus menerus, dan memperbaiki gambaran internal tentang dunia, dan
melihat bagaimana gambaran tersebut berpengaruh pada perilaku.
3. Shared Vision membangun komitmen dalam kelompok, dengan mengembangkan gambaran bersama tentang masa depan, prinsip, dan
praktek terarah untuk mencapai tujuan.
4. Team Learning-mentransformasi kemahiran berpikir dan berdialog secara kolektif, sehingga orang-orang secara kolektif dapat
mengembangkan kemampuan dan kepandaiannya.
5. Systems Thinking adalah suatu cara berpikir, dan bahasa untuk mendeskripsikan dan mengetahui kekuatan dan saling hubungan yang
mempengaruhi sistem perilaku. System thinking akan membantu melihat perubahan sistem secara efektif dan melakukan tindakan yang tepat
dalam sebuah sistem yang lebih besar.

VISI BERSAMA
Strategi-strategi Untuk Membangun Visi Bersama.
Visi bersama adalah tentang bagaimana membangun komitmen didalam sebuah group dengan mengembangkan pandangan bersama
terhadap masa depan yang ingin dibuat serta prinsip prinsip dan acuan praktis yang dapat mengarahkan kepada tujuan yang ingin dicapai.
Disiplin dalam membangun visi bersama merupakan proses yang tidak pernah berakhir dimana individu dalam organisasi saling
mengemukakan ide, visi, tujuan, keinginan, nilai, mengapa apa yang mereka kerjakan itu penting dan bagaimana mencapai tujuan bersama
yang lebih besar. Sebuah tim yang memiliki visi bersama akan berjalan selaras menuju tujan yang sama.
Visi bersama dibangun berdasar beberapa prinsip utama:
1. Setiap organisasi memiliki tujuan mendalam yang menggambarkan alasan eksistensi organisasi tersebut.
2. Aspirasi aspirasi dari para pendiri organisasi dan alasan alasan mengapa industry tersebut muncul.
3. Tidak semua visi itu sama. Visi harus berupa gabungan dari refleksi para anggota terhadap tujuan organisasi.
4. Bertanyalah kepada anggota organisasi dan belajarlah untuk mendengarkan jawabannya.
5. Inti dari pembangunan visi bersama adalah tugas mendesain dan mengembangkan proses-proses yang berkelanjutan dimana setiap tingkat
dari organisasi dapat mengemukakan pendapat dan didengar oleh level yang lebih tinggi.
6. Tegangan kreatif. Memiliki gambaran yang jelas tentang visi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.
Pada dasarnya disiplin visi bersama berfokus pada pembangunan makna bersama yang tidak ada sebelumnya. Makna bersama tersebut
merupakan pemahaman bersama tentang apa yang penting dan mengapa penting.

VISI, NILAI-NILAI, TUJUAN DAN SASARAN


Dalam mencapai pemahaman yang sama dengan tujuan bersama diperlukan beberapa komponen yaitu:
1. Visi
Gambaran tentang masa depan yang coba untuk diciptakan diuraikan dalam tata bahasa yang seakan-akan terjadi sekarang. Karena sifatnya
yang kasat mata dan langsung, suatu visi memberikan bentuk dan arah pada masa depan organisasi.
2. Nilai-nilai
Secara bertahap mengembangkan suatu hubungan keberanian dan kelayakan. Nilai-nilai menguraikan bagaimana cara kita mengejar visi.
3. Tujuan atau Misi
Misi dan tujuan merupakan alasan fundamental untuk keberadaan suatu organisasi.
4. Sasaran
Sasaran yang spesifik dan dapat direalisasikan merupakan hal yang penting bagi sebuah organisasi. Sasaran-sasaran menyatakan apa yang
akan dilakukan oleh anggota sesuai dengan komitmen anggota dalam organisasi.
Dalam membangun visi bersama, pemikiran yang terus menerus tentang masalah-masalah yang ada, akan membantu untuk
mendapatkan aspirasi-aspirasi baru yang membuka wawasan pengetahuan.

Harapan Ketika Membangun Visi Bersama.


Fullan (1993) menunjukkan bahwa berbagi visi tidak berarti mengadopsi visi orang lain. Ketergantungan pada visi orang lain
menjadikan budaya ketergantungan dan penyesuaian. Visi akan mati sebelum waktunya ketika mereka hanyalah pernyataan hampa yang
dikembangkan oleh tim pemimpin dan ketika mereka mencoba memaksakan konsensus palsu yang menekan daripada membiarkan
penglihatan pribadi berkembang.
Fullan juga menyatakan bahwa kepemimpinan mendalam dan visi bersama didapatkan dari komitmen kuat untuk menyelesaikan
masalah. Pembentukan visi secara kolektif adalah sebuah proses pendalaman, peningkatkan kejelasan visi, antusiasme, komunikasi, dan
komitmen. Seiring dengan berjalannya waktu, anggota akan mencoba melakukan berbagai hal. Kemudian akan timbul pertanyaan yang akan
membuat anggota mencoba hal baru. Jika dilakukan bersama-sama dan berulangkali, anggota akan menjadi lebih terampil, memiliki ide yang
lebih jelas, dan lebih komitmen bersama menjadi lebih kuat.

Cara Membangun Visi Bersama


Dalam membangun visi bersama diperlukan komunikasi yang baik antar level, misal pada level manager dan staff. Visi bersama harus
dapat diinterpretasikan dengan baik pada seseorang dalam level manajerial. Seorang manajer senior harus dapat membagi visi yang telah
ditetapkan kepada level dibawahnya.
Tahapan yang dapat digunakan organisasi dalam membangun visi bersama antara lain, telling, selling, testing, consulting dan co-
creating.
Dalam organisasi ada beberapa pertanyaan yang mungkin dapat menjadi pertimbangan dalam mengembangkan visi bersama.
Diantaranya:
Seberapa siapkah para anggota organisasi membangkitkan visi?
Bagaimana hubungan dengan ”pimpinan”?

Bagaimana Menyatukan Pemimpin Dengan Organisasi?


Dalam suatu organisasi, pemimpin memegang peranan penting. Seorang pemimpin harus dapat membangun interaksi yang baik
dengan anggota organisasinya. Dengan cara itu, seorang pemimpin dapat membagi visi kepada seluruh anggota organisasinya. Seorang
pemimpin harus dapat menggunakan berbagai metode untuk dapat berkomunikasi yang baik dengan seluruh anggota organisasi yang
memiliki karakter yang berbeda beda.
Apa yang sebenarnya ingin dicapai dalam sebuah organisasi? Pertanyaan ini merupakan langkah awal dalam membangun visi
bersama. Jawabannya mungkin beragam. Yang jelas kita harus mengetahui visi tentang masa depan dan realitas saat ini.

Prioritas-Prioritas Strategis
Suatu prioritas strategis yang baik dikaitkan secara jelas dengan visi bersama, dan mampu menempa komitmen dari orang-orang
dalam tim tersebut. Jika sebuah tim telah menyepakati satu set prioritas strategis, maka mereka mempunyai satu set peristiwa-peristiwa
penting dan memiliki bidang praktis di dalamnya.
Martin Luther Jr, dalam artikelnya melukiskan “saya bermimpi, kami membicarakan seorang pemimpin pada satu titik sejarah dan
mencatat bahwa pidatonya tidak satu katapun tentang keadaan saat ini, tetapi melukiskan gambaran masa depan yang akan datang. Ini
adalah menepuk cita – cita yang dalam “. Kombinasi antara berfikir aspiratif tentang dimana kita ingin berada dan kemudian secara taktik
tentang bagaimana mencapainya, akan menolong mengkristalisasikan visi pada organisasi. Visi tersebut membimbing kita mencapai yang
kita inginkan.
Shared vision adalah satu dari empat disiplin yang diidentifikasikan oleh Peter Senge yang diperlukan untuk membangun organisasi.
Shared vision bukan suatu ide, tetapi lebih dari kekuatan hati manusia menghasilkan kekuatan. Menggerakkan individu untuk mencapai
tujuan.
Shared vision adalah membangun suatu rasa sehingga mempunyai komitmen dalam suatu kelompok, dengan membuat gambaran –
gambaran bersama tentang masa depan, dan prnsip – prinsip serta praktik penuntun yang diharapkan bias mencapai masa depan
Visi bersama adalah suatu cara untuk bersama-sama mencapai tujuan. Bermula dari visi pribadi kemudian berproses menjadi visi
bersama adalah proses pembelajaran dengan cara adaptif dan generatif.

Dengan terbentuknya antusiasme, semakin banyak orang akan membicarakan visi, keragaman pandangan akan semakin meningkat,
mengarahkan orang mengekspresikan visi yang secara potensial bertentangan.
Bila orang lain tidak mengizinkan perbedaan ini diekspresikan, polarisasi akan semakin meningkt sehingga akan menurunkan kejelasan dari
visi bersama dan membatasi pertumbuhan antusiasme.
PEMBAHASAN

Shared Vision (Visi Bersama)


Menurut Peter Senge, Shared Vision adalah membangun komitmen dalam kelompok dengan mengembangkan gambaran bersama
tentang masa depan, prinsip dan praktek terarah untuk mencapai tujuan.

Terdapat lima tahap pembentukan visi bersama, yaitu:


1. Telling
Pada tahapan ini, pemimpin menentukan visi dan anggota mengikuti. Penyampaian instruksi dilakukan secara langsung, jelas, dan
konsisten. Hal-hal yang dapat dinegosiasikan atau tidak dapat dinegosiasikan, dikemukakan pada tahapan ini. Biasanya anggota hanya dapat
mengingat 25% dari instruksi yang diberikan oleh pemimpin. Anggota akan mengikuti instruksi, tetapi hanya beberapa yang memiliki
komitmen terhadap instruksi tersebut.
2. Selling
Pimpinan mengetahui visi yang sebaiknya dimiliki oleh organisasi dan menawarkannya kepada anggota. Namun, pimpinan
memerlukan penerimaan oleh anggota. Pada tahap ini organisasi terbuka dalam menerima anggota, mendukung inisiatif dan usulan anggota,
serta memupuk hubungan baik dengan anggota dan pelanggan. Kekurangan dari tahap ini adalah anggota kerap kali menerima visi pimpinan
namun berujung tidak setuju dengan visi pimpinan.
3. Testing
Pimpinan sudah memiliki beberapa gagasan visi, tetapi masih ingin mengetahui reaksi anggota sebelum melanjutkan.
Penyampaiannya dilakukan dengan memberikan informasi sebanyak mungkin, menyelenggarakan tes mengenai motivasi, kegunaan, dan
kemampuan; membuat kuesioner serta melakukan wawancara. Kekurangan tahap ini adalah sulit untuk mengemukakan visi dengan tes.
4. Consulting
Pada tahapan ini, pemimpin menyusun visi terlebih dahulu kemudian meminta masukan kreatif dari anggota untuk melanjutkan
penyusunannya.
5. Co-creating
Pimpinan bersama anggota organisasi berkolaborasi menciptakan visi bersama. Dimulai dengan menyampaikan visi pribadi setiap
anggota dan berdiskusi untuk membentuk visi bersama. Kekurangan dari tahap ini adalah tahap ini akan memakan waktu yang sangat lama.

Di tempat kerja sudah terbentuk visi bersama sehingga bisa menentukan arah, menyamakan persepsi kemana tujuan rumah sakit
akan ditargetkan. Sangat penting bagi rumah sakit untuk mempunyai visi bersama karena :
1. Kompleksnya tipe pekerjaan di rumah sakit yang diisi oleh banyak orang dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda.
2. Rumah sakit selalu dituntut oleh pasien dengan kebutuhan service excellent untuk proses penyembuhan peyakitnya.
3. Sistem sentralisasi asuransi di era JKN sekarang yang menyebabkan semakin besarnya perbedaan visi rumah sakit bisa menyebabkan
terjadinya polarisasi.
Proses pembentukan visi bersama di rumah sakit tempat kami bekerja dimulai oleh para pemilik atau pemegang saham rumah sakit
yang kemudian disepakati bersama oleh mereka.
Visi tersebut kemudian disosialisasikan kepada semua unit di rumah sakit dan direktur sampai unit palling bawah. Visi tersebut
diharapkan bisa menjadi tali komunikasi dan tali program kerja dengan tujuan rumah sakit bisa dicapai bersama.
Visi tersebut kemudian berkembang karena rumah sakit melakukan diskusi diskusi untuk menghadapi perubahan system di era JKN,
dimana mulai timbul banyak ide-ide lain dan mulai banyak perbedaan pandangan mengenai kebijakan yang ada, sehingga menimbulkan
perubahan yang bisa menurunkan kejelasan dari visi awal rumah sakit.
Kendala terjadi pada saat akan menggabungkan kembali visi awal dengan ditambah oleh visi baru didalam sistim baru. Kendala-
kendala tersebut antara lain:
1. Keragaman pandangan
2. Pertentangan visi karena sudah mulai pecah menjadi visi pribadi masing-masing karena beragamnya tuntutan.
3. Faktor internal dan eksternal yang tidak mendukung. dengan masih terbentuk dengan jarak.
Faktor Internal seperti:
a. Kepemimpinan yang tidak solid
b. Penetapan personal yang tidak tepat di jabatannya
c. Tingginya tingkat mobilisasi karyawan
d. Lemah dan rendah tingkat penilaian kinerja karyawan
Faktor eksternal seperti:
a. Sistem yang belum solid
b. Kepemilikan yang tidak terbuka

Contoh hasil penerapan visi bersama adalah saat proses akreditasi rumah sakit dimana semua unit yang terdiri dari berbagai disiplin
ilmu yang berbeda bisa berjalan pada satu suara, satu instruksi dan satu tujuan yaitu mencapai pelayanan rumah sakit yang paripurna.

PENUTUP

Kesimpulan
Visi bersama merupakan gambaran ideal dari masa depan yang ingin diwujudkan bersama. Apabila seorang pemimpin mampu
membangun dan kemudian berpegang pada gambaran masa depan yang ingin dicapai bersama-sama, maka organisasi yang dipimpinnya
akan sukses sepanjang masa.
Pengalaman menunjukkan bahwa suatu organisasi yang berhasil dan menikmati perkembangannya yang pesat, pasti organisasi
tersebut memiliki tujuan-tujuan, nilai-nilai dan misi yang dihayati dan menjiwai seluruh komponen dari organisasi tersebut. Karenanya,
kemampuan untuk memadukan visi visi individual dalam organisasi menjadi visi bersama yang merupakan prinsip-prinsip mendasar dan
pedoman bersama, merupakan hal yang penting untuk dikaji.
Keterampilan membangun visi bersama (shared vision), memerlukan kemampuan untuk merumuskan gambaran masa depan (picture
of the future) yang secara generik mampu menumbuhkan komitmen dan partisipasi secara keseluruhan.
Setiap orang, setiap masa pasti akan ada suatu proses perubahan. Dalam proses perubahan tersebut tidak mungkin setiap orang
akan berdiri sendiri atau bekerja sendiri, pasti setiap orang akan mulai berkelompok untuk bisa mencapai tujuan yang sama. Tantangan
hidup, tantangan pekerjaan, kemajuan system semakin ketat dan maju pesat sehingga apabila kita tidak mempunyai visi bersama kita tidak
akan bisa bertahan. Seperti kata pepatah:

“If you learn, you’ll change


If you don’tchange, you’ll die”

Saran
Setiap proses untuk mencapai visi bersama pasti banyak sekali kendalanya.
Saran yang dapat kelompok sampaikan adalah:
1. Pahami dan perhatikan betul kendala yang terjadi.
2. Perbedaan pendapat dijadikan sebagai warna dalam ide.
3. Kuatkan system dengan bisa mendukung proses visi bersama.

Anda mungkin juga menyukai