Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL TERAPI BERMAIN ANAK “MAGIC BOTTLES”

DI RUANG HAMKA
RS PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU

Disusun oleh:

1. Pinki Nurharjanti ( J230195124 )


2. Yeni Tri Wahyuni (J230195144)

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2019
PROPOSAL TERAPI BERMAIN ANAK “MAGIC BOTTLES”
DI RUANG HAMKA
RS PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU

A. LATAR BELAKANG
Nyeri merupakan suatu hal yang biasa dirasakan seseorang, baik dewasa
maupun anak-anak, ketika mereka sakit. Tidak seperti orang dewasa, anak memiliki
keterbatasan dalam mengungkapkan nyeri secara tepat sehingga sering terjadi
missconception antara anak dan petugas kesehatan (Kyle & Carman 2013). Jika
tidak tertangani dengan baik maka nyeri akan berdampak buruk secara fisik dan
psikologis anak (Bowden & Greenberg, 2008)
Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah
teknik distraksi. Teknik distraksi merupakan proses pengalihan fokus pasien dari
nyeri yang dirasakan kepada stimulus lain. Menurut penelitian Mac Lauren & Cohen
(2007) teknik distraksi terbukti secara statistik dan klinis dapat mengurangi nyeri
yang dirasakan pasien. Ada beberapa hal yang termasuk teknik distraksi yang dapat
digunakan untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami anak, salah satunya asalah
terapi bermain (Kyle & Carman 2013).
Bangsal hamka merupakan bangsal perawatan anak. Ruangan atau bangsal ini
memiliki satu ruangan khusus sebagai tempat bermain bagi pasien anak yang di
rawat di bangsal ini. Pada umumnya, anak yang dirawat di bangsal melati
merasakan nyeri dan stres yang mengakibatkan anak merasa tidak nyaman sehingga
anak sulit beristirahat dan mudah rewel.
Salah satu terapi yang cocok untuk digunakan kepada anak-anak yaitu “magic
bottle” (Hart et al, 1992). Terapi ini bertujuan mengalihkan fokus anak dari rasa
nyeri yang dialaminya ke kegiatan yang menyenangkan. Terapi ini dapat
merangsang motorik halus dan motorik kasar anak, sehingga selama perawatan di
rumah sakit pertumbuhan anak tidak terhambat. Pemberian terapi bermain ini dapat
menunjang tumbuh kembang anak dengan baik.
B. KARAKTERISTIK PESERTA
Permainan ini dapat dilakukan, dengan kriteria:
a. Inklusi
1. Anak yang dirawat diruang Hamka
2. Anak usia 4-13 tahun
3. Anak mampu berkomunikasi dengan baik
4. Tidak bedrest
b. Ekslusi
1. Anak tidak terpasang alat-alat invasif (NGT, kateter, oksigen)
2. Anak sedang dalam kondisi tidur
3. Anak yang tidak mengalami fraktur pada kedua tangan
4. Anak tidak sedang demam tinggi (hipertermi)
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum:
Setelah diajak bermain, diharapkan anak dapat mengalihkan fokusnya dari
nyeri yang dialami pada kegiatan lain yang menyenangkan dan dapat mengasah
kreatifitas anak melalui pengalaman bermain.
2. Tujuan Khusus:
a. Anak lebih bisa berinteraksi dengan sesama pasien dan dengan perawat
b. Membantu anak mengurangi nyeri yang dirasakan
c. Anak lebih kooperatif selama perawatan dan masa pengobatan
d. Membantu mengurangi length of stay anak di rumah sakit
e. Anak dapat melakukan aktivitas fisik

D. PESERTA
No Nama Usia
1. An. R 11 Tahun
2. An. N 10 Tahun
3. An. R 11 Tahun

E. MEDIA
1. Botol plastik kosong ukuran 600 ml
2. Lem Kertas
3. Air
4. Lakban
5. Glitter
6. Sequins/manik manik

F. METODE PERMAINAN
1. Instruksikan pada anak untuk mengisi setengah bagian botol dengan lem kertas
2. Tambahkan beberapa glitter dan sequins ke dalam botol
3. Tambahkan air sampai dengan 2,5 cm di bawah tutup botol. Jika diinginkan,
tambahkan beberapa tetes pewarna makanan kedalam botol
4. Tutup kembali botol dan beri lakban untuk memastikan agar botol tertutup
dengan kencang
5. Instuksikan pada anak untuk menggoyang-goyangkan botol saat terjadi nyeri
atau saat anak merasa stress dan anjurkan mereka untuk fokus pada hal-hal yang
terjadi di dalam botol
6. Anak dengan usia lebih muda akan merespon sugesti bahwa botol tersebut ajaib
dan hal tersebut akan membuat anak lupa akan nyeri yang dirasakannya.
G. RENCANA PELAKSANAAN
No. Tahapan Alokasi Metode Media/Alat bantu
Kegiatan
Kegiatan Waktu
Terapis Peserta
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Pembukaan a. Memberi salam Menjawab salam 5 menit Ceramah interaktif Botol 600 ml, air,
b. Perkenalan dengan perawat Menyimak, glitter, lem kertas,
c. Menjelaskan proses bermain Menjawab dan manik manik
2. Penyajian a. Menanyakan kepada anak apakah pernah Menjawab 20 menit Ceramah interaktif,
membuat magic bottle Brainstorming,
b. Menjelaskan aturan permainan. Menyimak Exploring,
a) Instruksikan pada anak untuk Demonstrasi,
mengisi setengah bagian botol Redemonstrasi
dengan lem kertas
b) Tambahkan beberapa glitter dan
sequins ke dalam botol
c) Tambahkan air sampai dengan 2,5
cm di bawah tutup botol. Jika
diinginkan, tambahkan beberapa tetes
pewarna makanan kedalam botol
d) Tutup kembali botol dan beri lakban
untuk memastikan agar botol tertutup
dengan kencang
e) Instuksikan pada anak untuk
menggoyang-goyangkan botol saat
terjadi nyeri atau saat anak merasa
stress dan anjurkan mereka untuk
fokus pada hal-hal yang terjadi di
dalam botol
f) Anak dengan usia lebih muda akan
merespon sugesti bahwa botol
tersebut ajaib dan hal tersebut akan Mengikuti aktivitas
membuat anak lupa akan nyeri yang
dirasakannya. Mengikuti aktivitas
c. Mempersilahkan anak membuat magic Menyimak
bottle sesuai arahan fasilitator
d. Instruksikan kepada anak untuk
menggoyang-goyangkan magic bottle
e. Informasikan kepada anak untuk
memainkan magic bottle saat merasakan
nyeri atau merasa stres
3. Penutup a. Evaluasi Menjawab 5 menit Ceramah interaktif
b. Memberi reinforcement Menjawab
c. Memberi salam penutup
H. SUSUNAN PELAKSANAAN BERMAIN
1. Waktu Pelaksanaan
Tempat: Ruang Hamka
Hari/tanggal : Sabtu, 7 Desember 2019
Waktu : 30 menit (jam 11.00 WIB)
2. Susunan Penatalaksanaan Bermain
a. Tugas Leader :
1) Membuka acara
2) Menjelaskan tentang peraturan bermain
3) Memimpin jalannya permainan
4) Memberi semangat kepada anak
5) Menciptakan suasana menjadi meriah
6) Mengambil keputusan.
b. Tugas Fasilitator
1) Memfasilitasi peserta selama permainan berlangsung
2) Mendampingi anak selama bermain
3) Memberikan semangat dan motivasi
4) Mengamati dan mengevaluasi permainan
5) Mengamati tingkah laku anak
c. Tugas Observer
1) Mengobservasi jalannya terapi bermain
2) Mengobservasi perilaku semua anggota kelompok terapi bermain
3) Menyampaikan hasil terapi bermain
4) Memberikan penilaian terhadap terapi bermain.
3. Pembagian Tugas
a. Leader : Yeni Tri Wahyuni
b. Fasilitator : Pinki Nurharjanti

a. Setting Tempat

Keterangan :
: Leader

: Fasilitator

: Peserta
I. EVALUASI
1. Evalusi Struktur
a. Pengorganisasian penyelenggaraan terapi dilakukan 10 menit sebelum acara
b. Anak hadir di ruangan minimal 5 menit sebelum acara.
c. Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan di ruang hamka
2. Evaluasi Proses
a. Anak antusias dalam kegiatan membuat benda dari gliter dan pernak pernik
yang dimasukkan ke dalam botol.
b. Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir.
c. Tidak terdapat anak yang rewel atau malas untuk mengikuti langkah-
langkah terapi bermain magic bottle.
3. Kriteria Hasil
a. Anak terlihat senang dan gembira
b. Anak mampu membuat benda dari gliter dan pernak pernik yang
dimasukkan ke dalam botol.

Lampiran
1. SOP
SOP Terapi Bermain
“BOTTLE MAGIC”
Umur Anak usia 4-12 tahun
Pasien
Waktu 20 menit
Terapeutik rasional
mengalihkan fokus anak dari rasa nyeri yang
dialaminya ke kegiatan yang menyenangkan.
Keterampilan yang membuat benda
dibutuhkan
Media a. Botol plastik kosong ukuran 600 ml
b. Lem kertas
c. Air
d. Lakban
e. Glitter
f. Sequins

Tindakan a. Menanyakan kepada anak apakah pernah


membuat magic bottle
b. Menjelaskan aturan permainan.
c. Mempersilahkan anak membuat magic
bottle sesuai arahan fasilitator
d. Instruksikan kepada anak untuk
menggoyang-goyangkan magic bottle
e. Informasikan kepada anak untuk
memainkan magic bottle saat merasakan
nyeri atau merasa stress
f. Mengevaluasi perasaan anak/peserta terapi
Catatan Hindari cairan magic bottle mengenai mata
pasien/keluarga

2. Alat dan bahan (kurang gambar)


a. Botol plastik ukuran 600 ml

b. Lem kertas
c. Gliter

d. Squins

DAFTAR PUSTAKA

Adriana, D. (2011). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain Pada Anak. Jakarta:
Salemba Medika.
Bowden, V. R., & Greenberg, C. S. (2008). Pediatric nursing procedures. Philadelphia:
Lippincott Williams & Wilkins.

Hart, R., Mather, PL., Slack, JF., Powell, MA. (1992). Therapeutic Play Activities for
Hospitalized Children. USA : Mosby-Year Book.
Kyle, T & Carman, S. (2013). Essential of Pediatric Nursing 2nd Edition. China:
Wolters Kluwer Health | Lippincott Williams & Wilkins.
MacLaren, J. E., & Cohen, L. L. (2007). Interventions for paediatic procedure-related
pain in primary care. Paediatric Child Health,12 (2), 111—116.

MATERI TERAPI BERMAIN

A. Pengertian

Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anak dapat melakukan atau


mempraktikkan keterampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran,
menjadi kreatif, mempersiapkan diri untuk berperan dan berperilaku dewasa
(Adriana, 2011).
B. Tujuan Bermain
Bermain adalah unsur yang penting untuk perkembangan fisik, emosi,
mental, intelektual, kreativitas dan sosial karena dengan bermain anak dapat
mengungkapkan konflik yang dialaminya, bermain cara yang baik untuk
mengatasi kemarahan, kekuatiran dan kedukaan (Widyastuti, 2008).
Tujuan bermain di rumah sakit pada prinsinya adalah agar dapat
melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.
Mengembangkan krearifitas anak, dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap
stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional dan kesejahteraan anak
seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga berhenti
pada anak sakit maupun anak di rumah sakit.
C. Bentuk – bentuk permainan

1. Usia 0 – 12 bulan

Tujuannya adalah :
a. Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya mengisap,
menggenggam.
b. Melatih kerjasama mata dan tangan.
c. Melatih kerjasama mata dan telinga.
d. Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.
e. Melatih mengenal sumber asal suara.
f. Melatih kepekaan perabaan.
g. Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.

Alat permainan yang dianjurkan :


a. Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.
a. Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.
b. Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.
c. Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.
d. Alat permainan berupa selimut dan boneka.
1. Usia 13 – 24 bulan
Tujuannya adalah :
a. Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara.
a. Memperkenalkan sumber suara.
b. Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik.
c. Melatih imajinasinya.
d. Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk
kegiatan yang menarik

Alat permainan yang dianjurkan:


a. Genderang, bola dengan giring-giring didalamnya.
a. Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik.
b. Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir yang
tidak mudah pecah, sendok botol plastik, ember, waskom, air), balok-
balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas untuk dicoret-
coret, krayon/pensil berwarna.
2. Usia 25 – 36 bulan
Tujuannya adalah :
a. Menyalurkan emosi atau perasaan anak.
b. Mengembangkan keterampilan berbahasa.
c. Melatih motorik halus dan kasar.
d. Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal dan
membedakan warna).
e. Melatih kerjasama mata dan tangan.
f. Melatih daya imajinansi.
g. Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda.

Alat permainan yang dianjurkan :


a. Alat-alat untuk menggambar.
b. Lilin yang dapat dibentuk
c. Pasel (puzzel) sederhana.
d. Manik-manik ukuran besar.
e. Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang berbeda.
f. Bola.
3. Usia 32 – 72 bulan
Tujuannya adalah :
a. Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan.
b. Mengembangkan kemampuan berbahasa.
c. Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah, mengurangi.
d. Merangsang daya imajinansi dengan berbagai cara bermain pura-pura
(sandiwara).
e. Membedakan benda dengan permukaan.
f. Menumbuhkan sportivitas.
g. Mengembangkan kepercayaan diri.
h. Mengembangkan kreativitas.
i. Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari, dll).
j. Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus dan kasar.
k. Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar
rumahnya.
l. Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan, misal :
pengertian mengenai terapung dan tenggelam.
m. Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong.

D. Hal – hal yang harus diperhatikan waktu bermain

1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.


2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat pada
keterampilan yang lebih majemuk.
4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.
5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit
PERMAINAN MAGIC BOTTLE

A. Definisi
Magic bottle merupakan jenis permainan untuk mengalihkan fokus anak dari
rasa nyeri yang dialaminya ke kegiatan yang menyenangkan.
B. Tujuan
Terapi ini dapat merangsang motorik halus dan kasar anak, sehingga selama
perawatan di rumah pertumbuhan anak tidak terhambat. Pemberian terapi
bermain ini dapat menunjang tumbuh kembang anak dengan baik
C. Kategori.
Kategori dalam permainan ini adalah anak dengan usia 4-13 tahun.
D. Ciri-ciri permainan
1. Permainan ini biasa dimainkan dengan benda
2. Dengan mencampurkan air, mineral oil, gliter dan pernak pernik ke dalam
botol. Kemudian menggoyang-goyangkan botol.
E. Tata cara bermain
1. Menyediakan peralatan untuk anak-anak
2. Menanyakan kepada anak apakah pernah membuat magic bottle
3. Menjelaskan aturan permainan.
4. Mempersilahkan anak membuat magic bottle sesuai arahan fasilitator
5. Instruksikan kepada anak untuk menggoyang-goyangkan magic bottle
6. Informasikan kepada anak untuk memainkan magic bottle saat merasakan
nyeri atau merasa stres.