Anda di halaman 1dari 5

SEMINAR NASIONAL SAINSTEK KE-2 UNDANA TAHUN 2014

Hotel Aston , Kupang – 15-16 Oktober 2014

PENGUKURAN SUHU TUBUH SECARA TAK SENTUH MENGGUNAKAN


INFRAMERAH BERBASIS ARDUINO UNO

Budi Sumanto1, Paulus Puliano2

1,2
Program Studi Elektronika dan Instrumentasi, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,
Sekip Unit I Yogyakarta, 55284
Email: bs.jogja@gmail.com, pauluspuliano@gmail.com

ABSTRAK
Kebutuhan dunia medis akan peralatan yang semakin modern dalam pengunaannya untuk keperluan
diagnosa seseorang semakin hari semakin pesat. Saat ini telah terdapat beberapa cara yang
dilakukan dalam hal pengukuran suhu tubuh manusia. Pengukuran terhadap suhu tubuh manusia
dapat dilakukan dengan menggunakan termometer badan. Jenis termometer badan yang sudah ada
saat ini beberapa diantaranya adalah termometer badan non-digital dan termometer badan digital.
Metode pengukuran suhu tubuh seseorang menggunakan termometer tersebut diantaranya pada
ketiak, oral dan rektal. Metode tersebut umumnya membutuhkan waktu paling cepat selama satu
hingga dua menit sampai didapatkan nilai suhu tubuh manusia. Penulis mencoba untuk mencari cara
baru untuk mendapatkan nilai suhu tubuh dengan waktu lebih singkat tanpa mengorbankan
keakuratan.
Penulis merancang sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengetahui nilai suhu tubuh manusia
dengan waktu yang singkat dan menghasilkan nilai pembacaan yang akurat. Menggunakan sensor
infrared thermometer buatan melexis dengan seri mlx90614 yang dipadukan dengan arduino uno
serta tampilan LCD 16x2 merupakan cara yang digunakan penulis untuk membuat termometer
tubuh secara tak sentuh.
Dari pengujian alat yang telah dilakukan, didapatkan bahwa alat pengukur suhu tubuh tak sentuh
memiliki batas kesalahan rerata total sebesar 0.38 yang telah dibandingkan dengan termometer
badan digital.
Kata kunci: Arduino Uno, Melexis MLX90614, inframerah

1. PENDAHULUAN
Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas dari tubuh, yang diukur dalam satuan
derajat. Pengukuran suhu tubuh ditujukan untuk memproleh suhu inti jaringan tubuh rata-rata representatif. Suhu
normal rata-rata bervariasi bergantung lokasi pengukuran. Tempat pengukuran suhu inti merupakan indikator suhu
tubuh yang lebih baik daripada suhu di permukaan. Tempat pengukuran suhu inti dan suhu permukaan adalah pada
suhu inti yaitu rektum, membran timpani, esofagus, arteri pulmoner, dan kandung kemih sedangkan pada suhu
permukaan diantaranya kulit, aksila, dan oral.
Demam merupakan suatu gejala atau respon tubuh terhadap suatu penyakit dan infeksi akibat berinteraksi dengan
lingkungan dan terjadi pada semua orang. Khususnya demam yang terjadi pada anak-anak memerlukan evaluasi
tersendiri dalam pengukuran suhu tubuh karena butuh pengkajian secara klinis yang penting dan mengetahui
perubahan dan status hidrasi menjadi masalah tersendiri yang dihadapi oleh tenaga medis.[4] Pengukuran suhu
badan pernah dikembangkan dengan keluaran berupa suara dari hasil pengukuran tersebut namun berbeda sensor
suhu [5][2]. Penelitian ini sangat membantu bagi mereka yang mengalami kekurangan atau keterbatasan
penglihatan. Penelitian lain dalam pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan thermometer tympani memberikan
hasil pengukuran yang akurat jika dibandingkan dengan thermometer elektronik aksila [3] sedangkan pengukuran
dengan termometer infra merah kulit sedikit lebih responsive dibandingkan dengan termistor atau termometer
tympani.[1]

B-124
Pengukuran suhu tubuh yang telah ada saat ini dalam pengaplikasiannya membutuhkan waktu yang relatif cepat
yaitu antara dua hingga tiga menit untuk dapat mengetahui nilai suhu tubuh seseorang. Sedangkan penulis mencoba
untuk membuat alat yang mampu membaca suhu tubuh seseorang dalam waktu yang lebih cepat dari yang telah ada
saat ini, waktu yang dapat dilakukan oleh alat pengukur suhu tubuh menggunakan inframerah ini dapat membaca
suhu tubuh seseorang dalam waku relatif lebih singkat yaitu lima detik.

2. METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini yang dilakukan adalah merancang alat yang dapat membaca suhu suatu objek benda dari jarak
tertentu dalam waktu pengambilan data selama 5 detik tanpa menyentuhkan sensor ke objek benda. Perancangan alat
ini menggunkanan sensor inframerah yang dapat menangkap radiasi gelombang elektromagnetik pada klasifikasi
panjang gelombang inframerah yang dipancarakan oleh objek benda yang kemudian diubah menjadi besaran suhu.
Hasil pengukuran pembacaan suhu akan ditampilkan pada layar LCD 16X2 karakter.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang alat pengukur suhu tubuh secara tak sentuh menggunakan
inframerah yang dapat mengukur suhu tubuh manusia.
Perancangan alat terdiri dari dua bagian yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat
lunak untuk program (software). Perancangan perangkat keras meliputi perancangan desain skematik rangkaian.
Sedangkan perancangan perangkat lunak meliputi pembuatan program yang diterapkan pada Arduino Uno sebagai
board mikrokontrolernya.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Diagram blok alat secara keseluruhan pada dasarnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu sensor Melexis 90614 yang
menerima radiasi gelombang magnetik inframerah kemudian diubah menjadi suhu dan sinyal digital, Arduino Uno
sebagai board yang mengandung mikrokontroler serta LCD 16X2 sebagai penampil informasi.

Gambar 1. Diagram blok sistem secara keseluruhan

Diagram blok sensor secara umum dapat digambarkan menjadi seperti Gambar 2 di bawah ini. Pada prinsipnya
sensor tersebut sebetulnya terdiri atas banyak komponen didalamya. Terdapat dua komponen utama penyusun
sensor ini yaitu MLX81101 dan MLX90302. MXL81101 bertindak sebagai thermopile yang menangkap radiasi
gelombang elektromagnetik dalam klasifikasi inframerah yang diteruskan pada thermopile kemudian thermopile
akan mengubahnya menjadi panas. MLX90302 merupakan satu set komponen yang merupkan ASSP Signal
Conditioning atau Digital Signal Processing. Pada komponen MLX90302 besaran fisis berupa panas yang
dihasilkan themopile akan diubah menjadi sinyal arus dan tegangan pada bagian ADC (Analog to Digital
Converter). Setelah masuk ADC maka pemrosesan sinyal berikutnya memasuki DSP (Digital Signal Processing)
yang menghasilkan output berupa bilangan heksadesimal dan diubah menjadi bilangan desimal serta dikalikan
ketelitian pada RAM sensor sebesar 0.02 kemudian didapatkan nilai suhu dalam satuan derajat Kelvin. Data hasil
perhitungan suhu akan disimpan pada RAM sampai diakses oleh Arduino Uno.

B-125
Gambar 2. Diagram blok sensor MLX90614

Berikut diagram alir dari proses pemrogramannya:

Gambar 3. Diagram blok sensor MLX90614

Pengambilan data pertama dilakukan sebagai pengujian tahap awal kinerja alat yang dilakukan terhadap sepuluh
orang partisipan dan dengan membandingkan nilai hasil baca suhu terhadap termometer badan digital.

B-126
Tabel 1. Data hasil pengukuran suhu dengan alat pembanding berupa ternometer badan digital terhadap beberapa
partisipan

Hasil Termometer O
Hasil Termometer O
inframerah ( C)
Nilai error ( C)
No Objek Usia Badan (OC)
Lipatan Lipatan
Dahi Dahi Lengan Dahi
Lengan Lengan
21
1 Orang ke-1 34.8 34.5 34.71 35.47 0.09 0.97
tahun
20
2 Orang ke-2 35.7 35.6 36.01 36.97 0.31 1.37
tahun
20
3 Orang ke-3 35.7 35.9 36.07 35.93 0.37 0.03
tahun
21
4 Orang ke-4 35.6 34.7 35.6 34.7 0 0
tahun
21
5 Orang ke-5 35.2 34.4 35.09 34.91 0.11 0.51
tahun
20
6 Orang ke-6 35.9 35.6 35.61 35.63 0.29 0.03
tahun
21
7 Orang ke-7 35.2 35.6 35.57 36.15 0.37 0.45
tahun
20
8 Orang ke-8 36.4 35.2 35.69 35.51 0.31 0.7
tahun
21
9 Orang ke-9 36.0 35.4 36.21 35.89 0.21 0.46
tahun
17
10 Orang ke-10 35.2 35.2 34.47 36.17 0.73 0.97
tahun

Nilai Error Rerata Bagian (Lengan dan Dahi) 0.26 0.50

Nilai Error Rerata Total 0.38

Pengambilan data berikutnya bertujuan untuk semakin memperbanyak hasil perolehan data terhadap kinerja alat
agar semakin didapatkan penilaian terhadap kinerja alat. Pengambilan data berikutnya dilakukan terhadap satu orang
partisipan pada empat interval waktu yang berbeda yaitu pada pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari seperti
ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini.
Tabel 2 Data uji dengan empat interval waktu yang berbeda pada suhu tubuh seseorang
Hasil
Waktu Hasil Nilai
Termometer
No Obyek Usia Ambil Termometer Error Keterangan
Inframerah
Data Badan (OC) (OC)
(OC)
1 Orang 21 09:20 36.4 36.52 0.12 sehat
ke-9 tahun
2 12:20 36.4 36.50 0.1 sehat
3 18:20 36.4 36.51 0.11 sehat
4 23:59 35.4 35.59 0.19 sehat

Nilai Error Rerata 0.13

B-127
Berdasarkan panduan pada dunia medis, biasanya pengukuran suhu tubuh manusia dilakukan pada bagian ketiak,
mulut, atau bagian rektum (anus). Namun karena keadaan yang tidak memungkinkan oleh karena ketidaksediaan
partisipan untuk dilakukan pengukuran pada bagian ketiak dan mulut serta terbatasnya alat maka pengukuran suhu
tubuh dilakukan pada bagian yang masih menjamin keakuratan pengukuran, yaitu pada bagian lipatan lengan dan
pengukuran kedua dilakukan pada dahi sebagai pendukung data. Hal ini tidak menjadi masalah karena pengukuran
suhu tubuh pada bagian lipatan lengan masih memberikan informasi suhu rerata tubuh manusia, hal ini sama dengan
apabila pengukuran suhu tubuh dilakukan pada bagian ketiak manusia.
Hasil pengukuran yang didapat menggambarkan bahwa perbedaan pembacaan suhu yang diperoleh oleh termometer
inframerah dan termometer badan digital secara rerata total hasilnya sebesar 0.38. Ini artinya alat termometer
inframerah masih meberikan tingkat akurasi yang tinggi (batas kesalahan kurang dari 1 OC) yang memiliki
keunggulan lain dalam waktu pembacaan. Termometer badan digital membutuhkan +/- 2 menit untuk membaca
suhu tubuh manusia sedangkan termometer inframerah membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat yaitu 5 detik.

4. KESIMPULAN
Dari hasil pengujian alat pengukur suhu tubuh secara tak sentuh menggunakan inframerah ini, penulis dapat menarik
kesimpulan diantaranya:
1. Nilai rerata total batas kesalahan pengukuran hasil pengujian pertama didapatkan sebesar 0.38OC dengan
dibandingkan dari alat termometer badan digital.
2. Nilai rerata batas kesalahan pengukuran hasil pengujian kedua didapatkan sebesar 0.13 OC dengan
dibandingkan dari alat termometer badan digital.
3. Jarak yang dibutuhkan alat ini untuk membaca suhu tubuh manusia yaitu +/- 3 cm sebagai dampak dari FOV
sensor sebesar 30O.
4. Nilai rerata batas kesalahan pada pengukuran hasil pengujian pertama di bagian dahi didapatkan sebesar
0.50OC dengan dibandingkan dari alat termometer badan digital.
5. Nilai rerata batas kesalahan pada pengukuran hasil pengujian pertama di bagian lengan didapatkan
sebesar 0.26OC dengan dibandingkan dari alat termometer badan digital.

DAFTAR PUSTAKA
Burnham R, Mckinley R & Vincen D. (2006). Three Types of Skin Surface Thermometer; a Comparison of
Realibility, Validity and Responseveness. American Journal of Phisical Medicine and Rehabilitation 85 (7),
533-558.
Candra, D., (2012). Termometer suhu badan digital dengan output suara, UNY, Yogyakarta.
El-Radhi & Patel. (2005). Thermometry in Pedriatic Nursing. Arch Dis Child, 91 (4). [PubMed]
Hermalinda. Pemanfaatan Teknologi Dalam Pengukuran Suhu. Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan, UI,
Jakarta.
Kusmara, H., (2012). Termometer badan dengan output suara berbasis mikrokontroler AT89S52, UNIKOM,
Bandung.

B-128