Anda di halaman 1dari 5

MUSYAWARAH DAERAH II

KERUKUNAN KELUARGA BAJO SULAWESI TENGGARA


KEKAR BAJO
BADAN OTONOM KEKAR BAJO SULTRA
Bismillahirrahmanirrahim

Mukaddimah

Kerukunan Keluarga Bajo (KEKAR BAJO) merupakan Badan kemasyarakatan yang


bercita-cita untuk mewujudkan masyarakat bajo yang maju dan sehajtera. Salah satu
upaya ke arah itu adalah dengan membentuk badan-badan Otonom untuk melakukan
berbagai langkah aksi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat bajo berperan
aktif dalam peningkatan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat bajo

Atas dasar itu, dengan mengharap ridho dan rahmat Allah SWT. pedoman Badan
Otonom ini disepakati untuk menjadi landasan etik dan moral setiap Badan Otonom
dalam menjalankan roda Badan dan program kerjanya dalam upaya mewujudkan
masyarakat bajo yang sejahtera lahir bathin.

Pasal 1
Pengertian Umum

Dalam pedoman ini yang dimaksud dengan :

1. Badan Otonom, selanjutnya disebut Batom, adalah unit kerja KEKAR BAJO yang
berorientasi pada:
1.1. profit center (berorientasi bisnis/laba),
1.2. revenue center (berorientasi pendapatan/impas/kemandirian) atau
1.3. non-profit center (berorientasi nirlaba),

2. Pengurus KEKAR BAJO adalah Pengurus Daerah (disingkat PD) ditingkat


organisasi provinsi, Pengurus Kabupaten/Kota (disingkat PK) di tingkat
organisasi Kabupaten/Kota.

3. Kelompok Kerja, selanjutnya disebut Pokja, adalah tim kerja yang dibentuk oleh
Pengurus KEKAR BAJO dalam rangka persiapan pendirian Batom.

4. Ketua Koordinasi Batom adalah Ketua Pengurus KEKAR BAJO berada dalam
struktur kepengurusan KEKAR BAJO bertugas untuk mengkoordinasikan Batom-
Batom.

5. Bendahara adalah Bendahara Pengurus KEKAR BAJO di setiap jenjang Badan


KEKAR BAJO (PD dan PK).

Pasal 2
Pembentukan Batom

1. Batom bisa dibentuk oleh KEKAR BAJO Provinsi dan Kabupaten atau kerja sama
KEKAR BAJO dengan pihak lain sesuai dengan perundangan yang berlaku.
2. Pembentukan Batom KEKAR BAJO didahului dengan pembentukan Pokja oleh
Pengurus KEKAR BAJO dengan mengatur hubungan kerja yang jelas antara Pokja
dan KEKAR BAJO.

3. Pembentukan Batom KEKAR BAJO dilakukan oleh Ketua dan Sekretaris KEKAR
BAJO di tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota, dan/atau fungsionaris lainnya
yang ditugaskan oleh Ketua dan Sekretaris KEKAR BAJO sesuai dengan bidang
kerja yang bersangkutan.

Pasal 3
Badan Hukum Batom

Batom dapat berbadan hukum :


1. Koperasi untuk Batom yang berorientasi laba;
2. Yayasan dan Koperasi untuk yang berorienasi Revenue Center;
3. Yayasan, Koperasi dan Perhimpunan, Perkumpulan atau Ormas untuk yang
berorientasi non-profit Center.

Pasal 4
Kewenangan, Kewajiban dan Hak

1. Kewenangan, kewajiban dan Hak KEKAR BAJO


a. Pengurus KEKAR BAJO berwenang dan berkewajiban :
1. Membina dan membantu meningkatkan akses Batom terhadap sistem
internal maupun eksternal.
2. Memberikan masukan tentang unsur pimpinan Batom
3. Memberikan kontribusi pemikiran dan atau fasilitas sebagai modal awal
kepada Batom
4. Membentuk Badan-Badan usaha yang berbadan hukum untuk menunjang
pencapaian tujuan Batom.

b. Pengurus KEKAR BAJO berhak :


1. Menilai perkembangan dan meminta pertanggungjawaban Batom
2. Memberikan pembinaan, peringatan dan bilamana perlu
membubarkan Batom, apabila bertentangan dengan visi dan misi KEKAR
BAJO, setelah Batom yang bersangkutan diberi kesempatan untuk
membela diri.

2. Kewenangan, Kewajiban dan Hak Batom


a. Batom berwenang dan berkewajiban :
1. Menjalankan ketetapan-ketetapan Musda dan kebijakan Badan KEKAR
BAJO
2. Memberikan kontribusi pemikiran kepada KEKAR BAJO baik diminta
maupun tidak diminta.
3. Berkewajiban memberikan sebagian hasil usaha kepada KEKAR BAJO
yang dituangkan dalam ikatan perjanjian hubungan kerja antara KEKAR
BAJO dan Batom yang berorientasi profit center.
4. Menyelenggarakan permusyawaratan untuk menentukan kepengurusan
kelembagaan dan kegiatan sesuai dengan misi KEKAR BAJO
5. Menyusun struktur dan tata kerja internal Batom
6. Menjalin kerjasama dengan pihak di luar KEKAR BAJO
b. Batom berhak untuk :
1. Mendapat akses/jaringan melalui KEKAR BAJO dalam setiap jenjang
Badan
2. Mendapat dukungan baik finansial maupun fasilitas in materiil yang
sekiranya dapat diberikan oleh KEKAR BAJO
3. Membela diri atas pembubaran yang dilakukan oleh KEKAR BAJO

Pasal 5
Kepengurusan Batom

A. Batom dengan Badan Hukum KOPERASI ( Profit Center, Revenue Center


dan non-profit Center)
1. Komposisi Kepengurusan Koperasi terdiri atas :
a. Dewan Pengawas
b. Dewan Pengurus
(atau sesuai ketentuan UU yang berlaku)
2. Salah seorang anggota Dewan Pengawas Koperasi adalah Ex Officio Ketua
KEKAR BAJO di tingkat provinsi dan ketua di tingkat Kabupaten/Kota atau
anggota pengurus yang ditunjuk oleh Pengurus KEKAR BAJO sesuai dengan
jenjang organisasi.
3. KEKAR BAJO memiliki bagi hasil Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi, baik atas
modal faktual yang diberikan atau modal atas nama baik ( goodwill).

B. Batom dengan Badan Hukum YAYASAN ( Revenue Center dan non-profit


Center)
1. Komposisi Kepengurusan Yayasan terdiri atas :
a. Badan Pembina
b. Badan Pengawas
c. Badan Pengurus Harian

2. Ketua Badan Pembina Yayasan adalah Ex Officio Ketua KEKAR BAJO di tingkat
provinsi dan ketua di tingkat Kabupaten/Kota atau anggota pengurus yang
ditunjuk oleh Pengurus KEKAR BAJO sesuai dengan jenjang Badan.

C. Batom dengan Badan Hukum Perhimpunan, Perkumpulan atau Ormas


(Non-profit / Cost Center)
1. Komposisi Kepengurusan Perkumpulan dan/atau
Ormas disesuaikan dengan kebutuhan, setidaknya terdiri dari
 Majelis Penasehat dan
 Majelis Pengurus

2. Ketua Badan Pembina Yayasan adalah Ex Officio Ketua KEKSAR BAJO di


tingkat provinsi dan ketua di tingkat Kabupaten/Kota atau anggota pengurus
yang ditunjuk oleh Pengurus KEKAR BAJO sesuai dengan jenjang Badan

Pasal 6
Kontribusi pada KEKAR BAJO

1. Organisasi KEKAR BAJO yang borientasi laba/profit/bisnis yang sudah


mengakumulasi laba wajib memberikan kontribusi kepada KEKAR BAJO minimal
20% dari laba bersihnya (net profit) untuk pengembangan organisasi dan
tunjangan sosial.
Pasal 7
Kemitraan
KEKAR BAJO melalui Batom dapat melakukan kemitraan bisnis dengan perusahaan
tertentu untuk mendapatkan sumber dana organisasi secara berkelanjutan.

Pasal 8
Pertanggungjawaban

1. Batom menyampaikan laporan kegiatan, penilaian kebijakan dan laporan


keuangan Batom yang dimilikinya pada setiap tahun kepada Pengurus KEKAR
BAJO.
2. Batom menyampaikan laporan tahunan tentang realisasi program kerja maupun
pendanaan yang telah diaudit oleh auditor internal bila diperlukan sekurang-
kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun yang disampaikan 1 (satu) bulan
sebelum Rapat Silaturrahmi Kerja di setiap jenjang organisasi masing-masing.
3. Batom bertanggung jawab kepada Pengurus KEKAR BAJO di setiap jenjang
Organisasi KEKAR BAJO.

Pasal 9
Koordinasi Batom dan Hubungan Antar Batom

1. Koordinasi harian, monitoring dan evaluasi kinerja Batom dilakukan dengan


ketentuan sebagai berikut:
1.1 Batom yang didirikan oleh Pengurus KEKAR BAJO yang
berorientasi laba/ bisnis dilaksanakan oleh Bendahara Pengurus KEKAR
BAJO di setiap jenjang organisasi KEKAR BAJO
1.2 Batom yang didirikan oleh KEKAR BAJO dan/dengan
kerjasama dengan lembaga/ormas lainnya yang berorietnasi pada revenue
dan non-profit center, dilaksanakan oleh Ketua Pengurus KEKAR BAJO
yang ditugaskan mengkoordinir Batom-Batom.
1.3 Setiap Batom berkewajiban melibatkan dan bekerjasama
dengan Batom-Batom lainnya yang terkait melalui koordinasi Ketua
Koordinasi Batom KEKAR BAJO

Pasal 10
Peraturan Tambahan

1. Hal-hal yang belum atau tidak diatur dalam pedoman ini akan diatur dalam
peraturan sendiri sebagai adendum yang tidak terpisahkan dari pedoman Batom
ini.
2. Pedoman ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : K e n d a r i
Pada tanggal :

PENGURUS KEKAR BAJO SULTRA,

KETUA, SEKRETARIS,

ttd ttd