Anda di halaman 1dari 4

Bab 1

Kekerasan atau (bahasa Inggris: Violence berasal dari (bahasa Latin: violentus yang berasal dari
kata vī atau vīs berarti kekuasaan atau berkuasa) adalah dalam prinsip dasar dalam hukum publik
dan privat Romawi yang merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun
secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau
martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang umumnya
berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa
semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-
wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan. Oleh karena itu kekerasan tidak
harus selalu berbentuk fisik melainkan verbal.

Di zaman seperti ini seringkali kita menemukan kekerasan secara verbal atau sering dikenal sebagai
bullying. Bullying adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara menyakiti
dalam bentuk fisik, verbal atau emosional/psikologis oleh seseorang atau kelompok yang
merasa lebih kuat kepada korban yang lebih lemah fisik ataupun mental secara berulang-ulang
tanpa ada perlawanan dengan tujuan membuat korban menderita.

Bullying memiliki pengaruh secara jangka panjang dan jangka pendek terhadap korban bullying.
Pengaruh jangka pendek yang ditimbulkan akibat perilaku bullying adalah depresi karena
mengalami penindasan, menurunnya minat untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah yang
diberikan oleh guru, dan menurunnya minat untuk mengikuti kegiatan sekolah. Sedangkan
akibat yang ditimbulkan dalam jangka panjang dari penindasan ini seperti mengalami kesulitan
dalam menjalin hubungan baik terhadap lawan jenis, selalu memiliki kecemasan akan
mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-teman sebayanya

a. Bullying secara verbal


Bullying dalam bentuk verbal adalah bullying yang paling sering dan mudah dilakukan. Bullying
ini biasanya menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah
pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut. Contoh bullying secara verbal antara lain
yaitu: julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan
pelecehan seksual, teror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar,
kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya.

b. Bullying secara fisik


Bullying ini paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik
tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying
dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih
pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut. Contoh bullying secara fisik adalah:
memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak
serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas, dan lain-lain.

c. Bullying secara relasional


Bullying secara relasional dilakukan dengan memutuskan relasi-hubungan sosial seseorang
dengan tujuan pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan
atau penghindaran. Bullying dalam bentuk ini paling sulit dideteksi dari luar. Contoh bullying
secara relasional adalah perilaku atau sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang
agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek.

d. Bullying elektronik
Bullying elektronik merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui
sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS
dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan,
animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau
menyudutkan.

Perilaku bullyng seringterjadi di kalangan anak dan pemuda. tindakan bullying yang ada di sekitar kita,
sebagai bentuk kekerasan di sistem pendidikan sebagaimana yang dilansir Kompasiana.com.

Dampak Bullying

Ada sejumlah dampak yang ditimbulkan oleh aksi bullying. Bagi korban bullying, dampak yang dialaminya
bukan hanya dampak fisik tapi juga psikis. Dalam kasus-kasus yang ekstrim, dampak fisik bahkan bisa
mengakibatkan kematian.

ketika mengalami bullying, korban merasakan banyak emosi negatif (marah, dendam, kesal, tertekan,
takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam) namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka
panjang emosi-emosi ini dapat berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak
berharga.

Kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial juga muncul pada para korban. Mereka kemudian
ingin pindah ke sekolah lain atau keluar dari sekolah itu, dan kalaupun mereka masih berada di sekolah
itu, mereka biasanya terganggu prestasi akademisnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.

Aksi bullying di sekolah dapat berdampak yang cukup serius, terutama kepada anak yang menjadi korban
aksi bullying. Efek bullying di antaranya:

a) Anak depresi

b) Depresi

c) Rendahnya kepercayaan diri / minder

d) Pemalu dan penyendiri

e) Prestasi akademik merosot.

f) Merasa terisolasi dalam pergaulan


g) Ingin mencoba untuk bunuh diri

Anak yang menjadi korban bullying dapat dideteksi dengan beberapa ciri berikut ini:

a) Enggan berangkat sekolah

b) Sering sakit secara tiba-tiba

c) Prestasi akademiknya turun.

d) Barang yang dimiliki hilang atau rusak

e) Mimpi buruk atau kesulitan tidur lela

f) Rasa amarah dan benci semakin mudah meluap dan meningkat

g) Kesulitan berteman dengan kawan baru

h) Memiliki tanda fisik, seperti memar atau luka

Mencegah Terjadinya bullying

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying di antaranya:

a) Perlu upaya agar komunitas (sebaya, sekolah) dapat mengakui keberadaan mereka. Pada dasarnya
setiap manusia membutuhkan pengakuan atas keberadaan dirinya, terlebih pada usia remaja yang
sedang dalam masa transisi dan krisis identitas, para remaja lebih senang berkumpul dengan teman-
teman sebaya yang menurutnya lebih bisa menerima dan senasib dan sepnanggungan. Oleh karena itu,
kewajiban guru dan orang tua adalah, memberikan alternatif komunitas yang positif dan tetap
memenuhi kriteria penerimaan identitas para remaja. Misalnya, membuat perkumplan pecinta alam
atau wira usaha yang sesuai dengan keiginannya, membuat kelompok band, atau kelompok keenian dan
sebagainya.

b) Putus mata rantai pelaku dan budaya bullying. Biasanya budaya bullying diwariskandengan sistem
kaderisasi yang kuat, motivasi senioritas adalah faktor yang terkuatnya. Untuk menghindari gejala
tersebut sebaiknya bimbinglah siswa dengan cara mengadakan kegiatan bersama antara generasi
tersebut maupun alumninya dan buatlah suatu ikatan supaya terbentuk jalinan persaudaraan yang akan
melahirkan kesadaran bahwa senior harus membimbing dan para junior harus menghormati seniornya.

c) Ajarkan cara mengantisipasi kekerasan bukan melakukannya. Latihan bela diri misalnya merupakan
salah satu alternatif pembentukan mental spiritual dan jasmani yang kuat.

d) Meningkatkan kepedulian lingkungan sosial untuk mencegah praktek bullying. Sudah waktunya
masyarakat ikut peduli dan melakukan pencegahan atas praktek bullying yang terjadi di lingkungannya

e) Orang tua dan masyarakat mendukung gerakan diet menonton siaran televisi. Batasi anak-anak dan
remaja menonton televisi, karena acara dan penampilan yang disiarkan televisi ikut membentuk
masyarakat pengaksesnya kompensinya setidaknya disediakan fasilitas untuk olah raga, kesenian,
membaca dan sebagainya.

f) Terhadap anak-anak yang berisiko terkena bullying atau menjadi korban bullying, lakukan langkah
berikut ini:

• Jangan membawa barang-barang mahal atau uang berlebihan. Merampas, merusak, atau menyandera
barang-barang korban adalah tindakan yang biasanya dilakukan pelaku bullying. Oleh karena itu, sebisa
mungkin jangan beri mereka kesempatan membawa barang mahal atau uang yang berlebihan ke
sekolah.

• Jangan sendirian. Pelaku bullying melihat anak yang menyendiri sebagai “mangsa” yang potensial. Oleh
karena itu, jangan sendirian di dalam kelas, di lorong sekolah, atau tempat-tempat sepi lainnya. Kalau
memungkinkan, beradalah di tempat di mana guru atau orang dewasa lainnya dapat melihat. Akan lebih
baik lagi, jika anak tersebut bersama-sama dengan teman, atau mencoba berteman dengan anak-anak
penyendiri lainnya.

• Jangan cari gara-gara dengan pelaku bullying.

• Jika anak tersebut suatu saat terperangkap dalam situasi bullying, kuncinya adalah tampil percaya diri.
Jangan memperlihatkan diri seperti orang yan lemah atau ketakutan.

• Harus berani melapor pada orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya yang dipercayainya. Ajaklah
anak tersebut untuk berani bertindak dan mencoba

• mengubah kondisi yang salah.

BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan
Bullying adalah suatu tindakan negatif yang dilakukan secara berulang-ulang dimana tindakan
tersebut sengaja dilakukan dengan tujuan untuk melukai dan membuat seseorang merasa tidak
nyaman. Diperlukan pemahaman moral individu, yang menekankan pada alasan mengapa suatu
tindakan dilakukan dan bagaimana seseorang berpikir sampai pada keputusan bahwa sesuatu
adalah baik atau buruk.
Dengan adanya pemahaman moral yang tinggi, siswa akan memikirkan dahulu perbuatan yang
akan dilakukan sehingga tidak akan melakukan menyakiti atau melakukan bullying kepada
temannya.

Kesimpulanna naon deu nya BINO? Tinu google eta mh