Anda di halaman 1dari 30

Masa PraSejarah

Asal mula kata sejarah:


● Kata sejarah sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti

pohon.

● Apabila kita melihat pohon secara terbalik, kita dapat

menghubungkannya dengan bentuk penggambaran silsilah keluarga.

Pengertian Sejarah:

● Segala sesuatu yang terjadi di masa lampau.

● Suatu ilmu yang mempelajari kejadian-kejadian/peristiwa yang terjadi

pada masa lampau dalam lingkungan kehidupan manusia, yang

dipelajari melalui sumber dan bukti sejarah baik tertulis, lisan,

maupun benda-benda, dan peninggalan-peninggalan bersejarah.

Pengertian Zaman Prasejarah dan Zaman Sejarah:

● Zaman Prasejarah adalah zaman sebelum manusia mengenal

tulisan. Uraian mengenai kehidupan serta kebudayaan manusia pada

masa lampau sebelum ada bukti-bukti tertulis.

● Zaman Sejarah adalah zaman ketika peninggalan tertulis sudah

ditemukan. Setiap daerah memasuki zaman Sejarah dalam waktu

yang berbeda-beda.

Pembagian zaman pra sejarah:

A. Arkeologi: Ilmu kepurbakalaan yang mempelajari peninggalan-peninggalan

sejarah purbakala manusia purba berupa benda-benda budaya, artefak untuk

menyusun kembali (rekonstruksi) kehidupan manusia dan masyarakat purba.


1. Zaman Batu

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan

terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini

diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:

a. Zaman Batu Tua

Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu

buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis.

Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa

food gathering (mengumpulkan makanan), manusianya masih hidup secara

nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu bercocok tanam.

Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:

1. Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)

2. Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)

Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan

chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan

Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)


2. Zaman Batu Tengah

1. Ciri zaman Mesolithikum:

a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)

b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman

palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.

c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut

Kjoken Mondinger (sampah dapur)

c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam

(Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu

penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.

d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa,

Kalimantan, Sulawesi, Flores.

e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa

Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain:

Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan

alat-alat dari tulang.

2. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:

a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)

b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)

c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)

3. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua—Melanosoid


3. Zaman Batu Muda

Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu

buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-

alat yang dihasilkan antara lain:

1. Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak

terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi,

Kalimantan,

2. Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,

3. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,

4. Pakaian dari kulit kayu

5. Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)

Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-

Indocina)
4. Zaman Batu Besar
Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum.Hasil

kebudayaan Megalithikum,

antara lain:

A. Menhir:

 Tugu batu atau tiang batu yang terbuat dari batu tunggal dan

ditempatkan pada suatu tempat tertentu

 Berfungsi sebagai tempat pemujaan Roh nenek moyang dan

tanda peringatan orang yang telah meninggal dunia.

 Ditemukan di Sumatra, Sulawesi Tengah, Kalimantan.

B. Dolmen:

• Meja batu tempat untuk meletakkan sesaji yang akan

dipersembahkan kepada roh nenek moyang.

• Di bawah dolmen biasanya terdapat kubur batu

• Ditemukan di Sumatra Barat, Sumbawa

C. Sarkofagus:

• Peti jenazah yang terbuat dari batu utuh (batu tunggal)

• Sarkofagus yang ditemukan di Bali sampai sekarang tetap

dianggap keramat dan memiliki kekuatan magis oleh masyarakat

setempat

D. Kubur batu:

• Peti jenazah yang terdiri dari lempengan batu pipih

• Ditemukan di daerah kuningan Jawa Barat


E. Punden berundak:

• Bangunan suci tempat memuja roh nenek moyang yang dibuat

dengan bentuk bertingkat-tingkat.

• Ditemukan di daerah Lebak Cibedug, Banten

F. Waruga:

• Kubur batu yang berbentuk kubus dan terbuat dari batu utuh.

• Ditemukan di Sulawesi Tengah dan Utara

G. Arca:

• Patung yang menggambarkan manusia maupun binatang

• Binatang yang dibuat arca antara lain kerbau, gajah, kera

• Ditemukan di Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur.

1. Zaman Logam

Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di

samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam,

mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan.

Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan

cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin

yang disebut a cire perdue. Kelebihan teknik bivalve dari a cire perdue

adalah dapat digunakan berkali-kali.

Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat

timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman


logam ini dibagi atas:

Zaman Perunggu

Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan

Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan) ini manusia purba sudah dapat

mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga

diperoleh logam yang lebih keras.

Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain :

a. Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat

perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa-Bali,

Sulawesi, Kepulauan Selayar, Irian

b. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang

digunakan sebagai maskawin. Ditemukan di Sumatera,

Jawa-Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, Leti

c. Bejana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera.

d. Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau), Lumajang (Jawa

Timur) dan Bogor (Jawa Barat)

Zaman Besi

Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk

dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih

sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggusebab melebur

besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.

Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain:

a. Mata Kapak bertungkai kayu


b. Mata Pisau

c. Mata Sabit

d. Mata Pedang

e. Cangkul

Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa

Barat), Besuki dan Punung (Jawa Timur)

Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu

sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang

ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-

alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman

sejarah.

Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang

kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media

batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum

justru pada zaman logam.

Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa,

karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman

tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.

Di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak

mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu

dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah

alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman

perunggu.
B. Pembagian zaman berdasarkan Geologi:

Geologi: ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan

geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman.

Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah

yang terdiri dari:

a. Arkaekum/zaman tertua Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta

tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada

kehidupan.

b. Paleozoikum / zaman primer atau zaman hidup tua Zaman ini

berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini

seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak

bertulang punggung.

c. Mesozoikum/zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan Zaman ini

berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan jenis reptil

mencapai tingkat yang terbesar sehingga pada zaman ini sering disebut

juga dengan zaman reptil. Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka

muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui

yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya

mengalami kepunahan.

d. Neozoikum/zaman hidup baru Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:

1. Tersier/zaman ketiga Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta

tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan

berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primata,

contohnya kera.

2. Kuartier/zaman keempat Zaman ini ditandai dengan adanya


kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Dan

zaman ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut

dengan zaman Pleistocen dan Holocen.

i. Zaman Pleitocen/Dilluvium berlangsung kira-kira

600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia

purba.

ii. Zaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000

tahun yang lalu dan terus berkembang sampai dewasa ini.

Pada zaman ini ditandai dengan munculnya manusia jenis

Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia

sekarang.

Pembagian Zaman Menurut Corak Kehidupan:

1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering)

● Kehidupan manusia purba pada masa berburu selalu berpindah – pindah atau

nomaden.

● Karena selalu mencari binatang buruan dan bahan makanan yang

disediakan oleh alam berupa binatang, Hal ini disebut dengan “food

gathering”.

2. Masa bercocok tanam

○ Pada masa ini manusia purba sudah mulai mengenal hidup menetap,

sudah tidak bergantung pada alam dengan cara mengolah tanah untuk

bercocok tanam

○ Menunggu hasil panen yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

○ Meskipun demikian kehidupan berburu dan meramu belum sepenuhnya


ditinggalkan.

3. Masa pertukangan (perundagian)

● Zaman pertukangan manusia purba sudah mengenal teknologi

walaupun masih sederhana, yaitu teknik pengecoran logam seperti

perunggu, besi, dan tembaga yang menghasilkan alat-alat rumah

tangga seperti: nekara, kapak perunggu, dan moko.

4. Masa mengenal kepercayaan:

● Kepercayaan yang berkembang pada masa pra aksara adalah

animisme, dinamisme, dan totemisme.

Beberapa peralatan yang penting dan banyak ditemukan, di antaranya:

a. Kapak perimbas tidak memiliki tangkai dan digunakan dengan cara

menggenggam. Kapak ini ditemukan hampir di daerah yang

disebutkan di atas dan diperkirakan berasal dari lapisan yang sama

dengan kehidupan Pithecanthropus. Kapak jenis juga ditemukan di

beberapa negara Asia, seperti Myanmar, Vietnam, Thailand,

Malaysia, Pilipina sehingga sering dikelompokkan dalam kebudayaan

Bascon-Hoabin.

b. Kapak penetak memiliki bentuk yang hampir sama dengan kapak

perimbas, tetapi lebih besar dan kasar. Kapak ini digunakan untuk

membelah kayu, pohon, dan bambu. Kapak ini ditemukan hampir di

seluruh wilayah Indonesia.

c. Kapak genggam. Kapak genggam memiliki bentuk yang hampir sama

dengan kapak perimbas, tetapi lebih kecil dan belum diasah. Kapak

ini juga ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Cara


menggunakan kapak ini adalah menggenggam bagian yang kecil.

d. Pahat genggam memiliki bentuk lebih kecil dari kapak genggam.

Menurut para ahli, pahat ini dipergunakan untuk menggemburkan

tanah. Alat ini digunakan untuk mencari ubi-ubian yang dapat

dimakan.

e. Alat serpih ini memiliki bentuk yang sederhana dan berdasarkan

bentuknya alat diduga sebagai pisau, gurdi, dan alat penusuk. Alat ini

banyak ditemukan di gua-gua dalam keadaan yang utuh. Di samping

itu, alat ini juga ditemukan Sangiran (Jawa Tengah), Cabbenge

(Sulawesi Selatan), Maumere (Flores), dan Timor.

f. Alat-alat dari tulang berupa tulang-tulang binatang hasil buruan telah

dimanfaatkan untuk membuat alat seperti pisau, belati, mata tombak,

mata panah, dan lain-lainnya. Alat-alat ini banyak ditemukan di

Ngandong dan Sampung (Ponorogo). Oleh karena itu, pembuatan

alat-alat ini sering disebut kebudayaan Sampung.

abris sous roche adalah tempat berupa gua-gua yang menyerupai

ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk memberikan

perlindungan dari hujan dan panas optimal hasil yang diharapkan.

kjokkenmoddinger adalah kulit-kulit siput dan kerang yang

dibuang itu selama ratusan atau ribuan tahun, menumpuk yang

akhirnya menjelma menjadi bukit kerang dengan ketinggian dan

lebarnya beberapa meter.


Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia:

MEGANTHROPUS PALAEOJAVANICUS

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Ditemukan oleh G.H.R. Von Koeningswald tahun 1946 dan 1941 di Sangiran

(Surakarta).

● Fosil berupa rahang bawah dan rahang atas.

● Diperkirakan sebagai manusia purba paling tua.

● Hidup sekitar 2 juta – 1 juta tahun yang lalu.

● Disebut sebagai manusia

purba tertua di Pulau Jawa

Ciri –ciri :

● tubuh kekear

● rahang dan geraham besar

● tidak berdagu

● menyerupai kera

2. Pithecantropus Mojokertensis

● Ditemukan tahun 1936 di Mojokerto Jawa Timur.

● Fosil berupa tengkorak anak.

● Masih tergolong

jenis
● Pithecanthropus

. Ciri-ciri :

a. badan tegak

b. tidak memiliki dagu

c. bentuk kening menonjol

d. tinggi badan 165 – 180 cm

e. volume otak 750 – 1.300 cc

f. tulang rahang dan geraham cukup kuat

g. tulang tengkorak cukup tebal

h. bentuk tengkorak lonjong

3. Pithecanthropus Erectus

● Ditemukan oelh Eugene Dubois tahun 1890 di daerah Trinil (dekat sungai

Bengawan Solo)

● Pithe artinya kera, anthropus artinya manusia, erectus artinya tegak

● Pithecanthropus erectus artinya

manusia kera berjalan tegak.

Ciri-ciri :

a. berbadan dan berjalan tegak

b. tinggi badan 165 – 170 cm

c. diperkirakan hidup sekitar 1 juta tahun yang lalu.


Zaman Nama manusia purba Pene Tahun Tempat
mu
Pleistosen Meganthropus Von Koenigswald 1941 Sangiran
Tengah paleojavanicus
Pleistosen Pithecanthropus erectus Eugene Dubois 1890 Trinil, Ngawi
Tengah
Pleistosen akhir Homo sapiens soloensis Von Koenigswald 1931 Bengawan Solo
Pleistosen akhir Homo sapiens wajakensis Von Reitschoten 1936 Wajak, Tulung Agung
Pleistosen awal Homo mojokertensis Von Koenigswald 1936 Mojokerto

Asal mula nenek moyang Bangsa Indonesia:

Sejak zaman prasejarah sudah terjadi perpindahan penduduk/ migrasi.

Menurut Kern dan Heine Geldern sejak zaman batu terutama zaman

neolithikum hingga zaman perunggu teleh terjadi migrasi besar dari

daratan Asia ke berbagai kepulauan di selatan (Austronesia).

Perpindahan tersebut berasal dari Yunan di lembah Sungai Mekong (Cina)

dan lembah Salwen (India). Dari daerah inilah nenek moyang bangsa Indonesia

dapat dibedakan menjadi 2 gelombang.

Berdasarkan penelitian para ahli purbakala, nenek moyang bangsa Indonesia

berasal dari Yunan (Cina). Mereka datang ke Indonesia dalam dua kelompok

besar, yaitu bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu.

a. Bangsa Proto Melayu (Melayu tua):

Bangsa Melayu tua adalah rumpun bangsa Austronesia yang datang

sekitar tahun 2000 SM, dengan melalui dua jalur:

1. Jalur utara dan timur melalui Teluk Tonkin, Taiwan/Formosa,

Filipina, Sulawesi, dan Maluku dengan membawa kapak

lonjong.

2. Jalur Barat dan selatan dengan melalui Malaka, Sumatera,

Jawa, dan Nusa Tenggara. Kedatangan bangsa Melayu Tua


dengan membawa kebudayaan kapak persegi

b. Bangsa Melayu Muda atau Deutro Melayu datang ke Indonesia

sekitar tahun 500 SM melalui jalur Barat yaitu teluk Tonkin,

Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaka, Sumatera, dan Jawa.

Mereka datang membawa kebudayaan perunggu/dongson dan besi

serta kebudayaan batu besar. Suku bangsa yang merupakan

keturunan bangsa Deutro Melayu adalah suku bangsa Jawa, Bali,

Madura, dan Banjar.


Era pra kolonial

Sejarah awal:

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki

"Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai

berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa

Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke

Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan

bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-

wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi

pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad

ke-8 SM,menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan

kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi.

Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional

dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama

beberapa abad.. Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali

pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.

Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan

sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800

M.
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan

terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad

ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad

ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa,

pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara.

Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M

sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di

Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan

maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi

Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di

Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan.

Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa

Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis

agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur

dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur

pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas

sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman

Keemasan" dalam sejarah Indonesia.

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India,

kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang

dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga

pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-
pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara.

Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam

pertama di Indonesia.
Kolonialisme

Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan juga

Asia, itu disebabkan Indonesia sejak zaman dahulu merupakan negara yang kaya akan hasil

alamnya yang melimpah, hingga membuat negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan

bermaksud menguasai sumber daya alamnya untuk pemasukan bagi negaranya, Negara-

negara yang pernah menjajah diantaranya adalah;

Portugis pada tahun 1509, hanya Maluku, lalu berhasil diusir pada pada tahun 1595

Spanyol pada tahun 1521, hanya Sulawesi Utara, tetapi berhasil diusir pada tahun 1692.

Belanda pada tahun 1602, seluruh wilayah Indonesia.

Perancis secara tidak langsung menguasai Jawa pada periode 1806-1811 karena

Kerajaan Belanda takluk kepada kekuatan Perancis. Ketika Louis Bonaparte adik Napoleon

Bonaparte naik takhta Belanda pada tahun 1806, maka secara otomatis jajahan Belanda jatuh

ke tangan Perancis. Periode ini berlangsung pada pemerintahan Gubernur Jenderal Herman

Willem Daendels pada tahun 1808-1811. Berakhir pada tahun 1811 ketika Inggris

mengalahkan kekuatan Belanda-Perancis di pulau Jawa.

Inggris pada tahun 1811, sejak ditandatanganinya Kapitulasi Tungtang yang salah

satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Inggris, Pada tahun 1814

dilakukanlah Konvensi London yang isinya pemerintah Belanda berkuasa kembali atas

wilayah jajahan Inggris di Indonesia. Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Inggris di

Indonesia secara resmi berakhir..


Jepang pada tahun 1942, hanya 3,5 tahun, dan berakhir pada tahun 1945, sejak

kekalahan Jepang kepada sekutu.

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan

beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan

rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu

Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai

Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara

Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor

Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi

imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel.[22] Belanda

menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan

kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.

Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan

besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi

Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih

bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan

Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih

besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai

Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para

pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan
prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar

Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

Indonesia merdeka

Soekarno-Hatta, presiden dan wakil presiden pertama Indonesia.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah

perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-

Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang pada

saat itu sedang bulan Ramadhan. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno,

Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil

presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda

mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal

oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang

Indonesia sebagai Agresi Militer. Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka

pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat

setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat.

Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan

Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali

menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir

sebagai perdana menteri.


Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus

merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis,

misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya

konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"), dan ketidakpuasan

terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus

kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira

menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera

menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud

menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi

berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk

menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

Era Orde Baru


Setelah Soeharto menjadi Presiden, salah satu pertama yang dilakukannya adalah

mendaftarkan Indonesia menjadianggota PBB lagi. Indonesia pada tanggal 19 September

1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan

PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB", dan menjadianggota PBB

kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama

kalinya.Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai

presiden, dan dia kemudiandilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978,

1983, 1988, 1993, dan 1998.Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik

Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luarnegeri dan dalam negeri dari jalan

yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. Orde Baru memilihperbaikan dan
perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui

strukturadministratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi

didikan Barat. Selama masapemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian

sumber daya alam secara besar-besaranmenghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar

namun tidak merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yangkelaparan dikurangi dengan

besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Dia juga memperkaya dirinya, keluarganya,

danrekan-rekat dekat melalui korupsi yang merajalela.

Irian Jaya
Setelah menolak supervisi dari PBB, pemerintah Indonesia melaksanakan "Act of

Free Choice" (Aksi Pilihan Bebas)di Irian Jaya pada 1969 di mana 1.025 wakil kepala-kepala

daerah Irian dipilih dan kemudian diberikan latihandalam bahasa Indonesia. Mereka secara

konsensus akhirnya memilih bergabung dengan Indonesia. Sebuah resolusiSidang Umum

PBB kemudian memastikan perpindahan kekuasaan kepada Indonesia. Penolakan

terhadappemerintahan Indonesia menimbulkan aktivitas-aktivitas gerilya berskala kecil pada

tahun-tahun berikutnya setelahperpindahan kekuasaan tersebut. Dalam atmosfer yang lebih

terbuka setelah 1998, pernyataan-pernyataan yang lebiheksplisit yang menginginkan

kemerdekaan dari Indonesia telah muncul.

Timor Timur
Dari 1596 hingga 1975, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor

yang dikenal sebagai TimorPortugis dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh Laut

Timor. Akibat kejadian politis di Portugal, pejabatPortugal secara mendadak mundur dari

Timor Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, Fretilin,sebuah partai yang

dipimpin sebagian oleh orang-orang yang membawa paham Marxisme, dan UDT,

menjadipartai-partai terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk


mengkampanyekan kemerdekaan dari Portugal.Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia

masuk ke Timor Timur. Indonesia, yang mempunyai dukungan materialdan diplomatik,

dibantu peralatan persenjataan yang disediakan Amerika Serikat dan Australia, berharap

denganmemiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan cadangan minyak dan gas

alam, serta lokasi yangstrategis.Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (ABRI)

membunuh hampir 200.000 warga Timor Timur melaluipembunuhan, pemaksaan kelaparan

dan lain-lain. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi saat Timor Timur beradadalam wilayah

Indonesia.Pada 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari

Indonesia dalam sebuahpemungutan suara yang diadakan PBB. Sekitar 99% penduduk yang

berhak memilih turut serta; 3/4-nya memilihuntuk merdeka. Segera setelah hasilnya

diumumkan, dikabarkan bahwa pihak militer Indonesia melanjutkanpengrusakan di Timor

Timur, seperti merusak infrastruktur di daerah tersebut.Pada Oktober 1999, MPR

membatalkan dekrit 1976 yang mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia,

danOtorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah

Timor Timur sehinggakemerdekaan penuh dicapai pada Mei 2002 sebagai negara Timor

Leste.
Krisis ekonomi

Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya didampingi B.J. Habibie.

Pada pertengahan 1997, Indonesia diserangkrisis keuangan dan ekonomi Asia

(untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia),disertai kemarau terburuk dalam

50 tahunterakhir dan harga minyak, gas dankomoditas ekspor lainnya yang

semakin jatuh. Rupiah jatuh, inflasi meningkat tajam,dan perpindahan modal

dipercepat. Parademonstran, yang awalnya dipimpin paramahasiswa, meminta

pengunduran diriSoeharto. Di tengah gejolak kemarahanmassa yang meluas,

serta ribuan mahasiswayang menduduki gedung DPR/MPR,Soeharto

mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR melantiknya

untuk masa bakti ketujuh.Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, B.

J. Habibie, untuk menjadi presiden ketiga Indonesia.

Era reformasi

Pemerintahan Habibie:

Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas

pentingnya adalah kembali mendapatkandukungan dari Dana Moneter

Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan

ekonomi.Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol

pada kebebasan berpendapat dan kegiatanorganisasi.


Pemerintahan Wahid:

Pemilu untuk MPR, DPR, dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. PDI

Perjuangan pimpinan putri Soekarno,Megawati Sukarnoputri keluar menjadi

pemenang pada pemilu parlemen dengan mendapatkan 34% dari seluruhsuara;

Golkar (partai Soeharto - sebelumnya selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu

sebelumnya) memperoleh22%; Partai Persatuan Pembangunan pimpinan

Hamzah Haz 12%; Partai Kebangkitan Bangsa pimpinanAbdurrahman Wahid

(Gus Dur) 10%. Pada Oktober 1999, MPR melantik Abdurrahman Wahid

sebagai presiden danMegawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5

tahun. Wahid membentuk kabinet pertamanya, KabinetPersatuan Nasional pada

awal November 1999 dan melakukan reshuffle kabinetnya pada Agustus

2000.Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan

perkembangan ekonomi di bawah situasi yangmenantang.

Di samping ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut,

pemerintahannya juga menghadapi konflik antar etnis dan antar agama,

terutama di Aceh, Maluku, dan Papua. Di Timor Barat, masalah yang

ditimbulkanrakyat Timor Timur yang tidak mempunyai tempat tinggal dan

kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timurpro-Indonesia

mengakibatkan masalah-masalah kemanusiaan dan sosial yang besar. MPR

yang semakin memberikantekanan menantang kebijakan-kebijakan Presiden

Wahid, menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap.


Pemerintahan Megawati

Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000, Presiden Wahid

memberikan laporan pertanggung jawabannya. Pada 29 Januari 2001, ribuan

demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkandiri

dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi. Di bawah tekanan dari

MPR untuk memperbaikimanajemen dan koordinasi di dalam pemerintahannya,

dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikankekuasaan negara

sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. Megawati mengambil alih jabatan

presiden tak lamakemudian.Kabinet pada masa pemerintahan Megawati disebut

dengan kabinet gotong royong.

Pemerintahan Yudhoyono

Pada 2004, pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan Susilo Bambang

Yudhoyono tampil sebagai presidenbaru Indonesia. Pemerintah baru ini pada

awal masa kerjanya telah menerima berbagai cobaan dan tantangan besar,seperti

gempa bumi besar di Aceh dan Nias pada Desember 2004 yang meluluh

lantakkan sebagian dari Aceh sertagempa bumi lain pada awal 2005 yang

mengguncang Sumatra.Pada 17 Juli 2005, sebuah kesepakatan bersejarah

berhasil dicapai antara pemerintah Indonesia dengan GerakanAceh Merdeka


yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan selama 30 tahun di wilayah

Aceh.
TUGAS SEJARAH

Nama: Fanny Raihana Fauziah