Anda di halaman 1dari 7

1.

1 Pemeriksaan Ukuran Butiran dengan Hidrometer

1.1.1 Tujuan
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian ukuran butir (gradasi) dari tanah yang
melewati lewat saringan No.200 atau lebih kecil dari 0.075 mm.

1.1.2 Referensi Materi


American Society for Testing and Materials (1991). Annual Book of ASTM Standards, Vol.04.08.
D 422-63 Standard Test Method for Particle-Size Analysis of Soils. Philadelphia. Pa.
Das, Braja M., (2018). “Principles of Geotechnical Engineering, 9nd edition”. Origin of Soil and
Grain Size. USA: PWS-KENT Publishing Company. Hal 16-63.
1 Pengujian dengan alat hidrometer

a) Di dalam analisis hidrometer, contoh tanah yang akan diuji dilarutkan di dalam air, dan
dalam keadaan jatuh bebas butir-butir tanah turun mengendap ke dasar tabung tempat larutan
tanah air itu ditempatkan. Dalam hal ini dibutuhkan contoh tanah antara lain 100 gram atau
50 gram yang lolos saringan No.10 (2,00 mm).
b) Kecepatan mengendap dari butir-butir tanah akan berbeda-beda, tergantung dari ukuran
butir tanah tersebut. Ukuran butir yang lebih besar dan lebih berat akan mengalami
sedimentasi (mengendap) terlebih dahulu dengan kecepatan mengendap lebih besar dari
butiran yang lebih kecil dan lebih ringan. Agar gumpalan tanah cepat terurai maka
digunakan bahan dispersi. Penggunaan yang berkaitan dengan bahan kimia sesuai dengan
AASHTO R 16.
c) Untuk menentukan kecepatan mengendap dari butir-butir tanah di dalam air digunakan
hukum Stoke. Butir tanah dianggap berbentuk bulat, dengan rumus:

γ −γ
V=
18η .................................................................................................... (1)
dengan pengertian:
V adalah kecepatan mengendap butir-butir tanah (cm/detik);
γs adalah berat volume butir-butir tanah (gram/cm3); γw
adalah berat volume air (gram/cm3); η adalah kekentalan air
(gram-detik/cm2); d adalah diameter butir tanah (mm).
d) Bila alat ukur hidrometer dicelupkan dan didiamkan dalam larutan (air + tanah) yang
pengendapannya masih berlangsung, alat ukur hidrometer dapat mengukur harga berat jenis
dari larutan sampai kedalaman efektif L (lihat Gambar 1).
e) Jika T dinyatakan sebagai waktu yang dihitung dari saat pengujian dimulai, butir-butir tanah
yang mengendap di luar daerah pengukuran (kedalaman efektif L) akan mempunyai
diameter d yang memenuhi rumus:

30 η L
d=√ .................................................................................... (2)
980 (G − G1) T

L = L1 + ½ [L2 –(VB /A)] ……................................................................................ (3)

dengan pengertian:
d = adalah diameter butir tanah maksimum dalam ukuran mm;

η = adalah koefisien kekentalan media suspensi (dalam hal ini adalah air), dalam
gramdetik/cm3, harganya bervariasi sesuai perubahan temperatur media suspensi;
L = adalah jarak dari permukaan suspensi ke tempat kepadatan suspensi yang diukur,
dalam mm (diberikan oleh alat ukur hidrometer dan sedimentasi dalam tabung,
harganya bervariasi sesuai pembacaan hidrometer. Jarak ini disebut juga dengan
kedalaman efektif);
L1 adalah jarak sepanjang batang hidrometer dari ujung bawah labu (bulb) terhadap tanda
untuk pembacaan hidrometer dalam ukuran mm;
L2 adalah panjang keseluruhan labu hidrometer dalam ukuran mm. Untuk
hidrometer 151 H dan 152 H, harga L2 = 140 mm;
VB adalah volume labu (bulb) hidrometer, dalam mm3 untuk hidrometer 151 H dan 152 H,
harga VB = 67000 mm3;
A adalah luas penampang tabung sedimentasi, dalam mm2 untuk hidrometer 151 H dan 152
H, harga A = 2780 mm2;
T adalah interval waktu dari mulainya pengendapan sampai waktu pembacaan, dalam menit;
G adalah berat jenis butiran tanah;
G1 adalah berat jenis media suspensi (1,0 untuk air).

f) Dengan melakukan pembacaan hidrometer, dan koreksi pembacaan (terhadap temperatur


dan meniscus) dalam selang waktu tertentu, akan diperoleh besaran butir tanah, d.
Gambar 1 Kedalaman efektif L

1.1.3 Alat dan Bahan


1. Hidrometer H151 atau H152

Gambar 1.1.1 Hidrometer


2. Larutan dispersi berupa water glass sebanyak 20 mL atau dengan sodium hexametafosfat
sebanyak 40 gram.
Gambar 1.1.2 Larutan Dispersi

3. Mortar.
4. Tabung-tabung gelas ukuran kapasitas 1000 mL, dengan diameter ± 6,5 cm.

Gambar 1.1.3 Tabung ukur 1000 mL


Termometer 0 – 50oC ketelitian 0,1oC.
Gambar 4.2.4 Termometer
5. Pengaduk mekanis dan mangkuk dispersi (mechanical stirrer).

Gambar 1.1.5 Mechanical Stirrer


6. Saringan No.200.
7. Neraca dengan ketelitian 0,1gram.
8. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110 ± 5)oC.
9. Tabung gelas ukuran 100 mL.

Gambar 1.1.6 Tabung ukur 100 mL


10. Batang pengaduk dari gelas.
11. Stopwatch.
1.1.4 Prosedur Percobaan
1.1.4.1 Persiapan Benda uji
1. contoh tanah disiapkan dengan mengayak contoh tanah tersebut hingga lolos saringan No.200;
2. Contoh tanah yang digunakan adalah 50 g, diberi air dan larutan tanah dicampur dengan
dispersing agent berupa sodium hexametaphospate sebanyak 40 g atau water glass 20 mL untuk
setiap liter larutan. Air yang digunakan harus aquades. Kemudian aduk dengan mixer selama
15 menit;
3. Larutan tanah diendapkan pada temperatur konstan (20oC) dengan metode water bath. Selama
minimal enam belas jam;
4. Sambil menunggu larutan mengendap. Dilakukan koreksi pembacaan hidrometer, yaitu
meniscus correction dan zero correction. Dengan cara :
a. Isi tabung gelas dengan aquades sampai 1000cc.
b. Masukkan hidrometer dalam tabung gelas tersebut lalu lakukan pembacaan pada ujung
permukaan air yang menempel pada permukaan hidrometer. Pembacaan ini yang disebut
dengan zero correction, dengan ketentuan bila dibawah angka 0 (nol) untuk H152 dan 1 (satu)
untuk H151 berharga negatif dan bila di atas angka 0 (nol) dan 1 (satu) untuk H151 berharga
positif.
c. Meniscus correction diperoleh dengan cara pembacaan permukaan air yang mendatar
dikurangai dengan zero correction.
1.1.4.2 Prosedur Pengujian
1. Larutan dimasukkan kedalam satu tabung gelas dan tambah air hingga volumenya 1000 cc.
Tabung gelas yang satu lagi diisi dengan air untuk tempat hidrometer;
2. Tabung yang berisi larutan tanah dikocok selama satu menit (60 kali pengocokan), hydrometer
dimasukkan. Pembacaan dilakukan pada menit ke 0,1,2,4 dengan catatan tiap-tiap pembacaan,
hydrometer dimasukkan dalam tabung selama 10 detik, selebihnya hidrometer dimasukkan
dalam tabung gelas yang berisi air. Temperatur juga diukur setelah pembacaan hidrometer;
3. Tabung dikocok lagi dan pembacaan diulang seperti diatas, ini dilakukan tiga kali dan diambil
nilai rata-ratanya;
4. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan tanpa mengocok pembacaan dilakukan pada menit
ke 8, 16, 30, 45, 90, 210, 1290, 1440. Pada tiap-tiap pembacan hidrometer diangkat dan diukur
temperaturnya;
1.1.5 Data
Tabel 1.1.1 Data yang Diambil Selama Praktikum

Berat Tanah Ws = 94,7 gr Hidrometer No. = 151


Berat jenis tanah (Gs) = 2,217 Faktor koreksi (a)** = 1,001
Berat Jenis Air (Gw) Koreksi nol (C0) = 1,002
K2 = a/Ws x 100 Dispersing Agent = 20 ml
Persent
Pembacaan Bera Kore ase
Hidrometer t ksi Pembacaan Diam berat
N Wak dalam Tempr Sem suh Hidrometer Kedala Konst eter lebih
o tu Suspensi atur pel u koreksi man anta Butir kecil
(me Ct** Rc = Ra-C0- D=K√(
nit) Ra t(°C) (gr) * Ct L (cm) K*** L/t) p
26,3 0,003 0,002
1 0.5 1,017 25 94,7 0 -1,285 11,8 5 4
26,3 0,003 0,002
2 1 1,017 25 94,7 0 -1,285 11,8 5 4
26,3 0,003 0,002
3 2 1,017 25 94,7 0 -1,285 11,8 5 4
25,0 0,003 0,002
4 4 1,016 24 94,7 0 -0,986 12,1 6 5
26,3 0,003 0,002
5 8 1,016 25 94,7 0 -1,286 12,1 5 4
25,0 0,003 0,002
6 15 1,016 24 94,7 0 -0,986 12,1 6 5
25,0 0,003 0,002
7 35 1,015 24 94,7 0 -0,987 12,3 6 5
25,0 0,003 0,002
8 45 1,015 24 94,7 0 -0,987 12,3 6 5
23,7 0,003 0,002
9 90 1,016 23 94,7 0 -0,686 12,1 6 6
1 23,7 0,003 0,002
0 210 1,014 23 94,7 0 -0,688 12,6 6 6
1 144 27,6 0,003 0,002
1 0 1,019 26 94,7 5 -1,633 11,3 5 2