Anda di halaman 1dari 15

Pendidikan Agama Katolik Sekolah

Menengah Atas (SMA)


Materi yang akan diuraikan berkaitan dengan Pendidikan Agama Katolik tingkas SMA,
berdasarkan Kurikulum Baru.

Kamis, 20 September 2018


Tugas-tugas Gereja

TUGAS-TUGAS GEREJA

I. Gereja yang Menguduskan (liturgia)


Arti Kata :
Kata “liturgi” berasal dari bahasa Yunani leitourgia, terbentuk dari akar kata ergon yang
berarti “karya, kerja atau bakti. Gereja Katolik lalu mengambil istilah liturgi untuk
mengartikan kultus/ ibadat. Ibadat ini kemudian berpuncak pada EKARISTI, dimana
gereja mengalami persatuan dengan Kristus.
Liturgi merupakan tugas gereja ketika menjalankan fungsi imamatnya. Imamat dalam
gereja ada dua jenis, yakni imamat umum yang diterima oleh semua orang yang
dibabtis, dan imamat khusus yang diterima oleh mereka yang ditahbiskan.
Ibadat atau liturgi disebut sebagai doa resmi gereja, karena di dalamnya ada kesatuan
Gereja dengan Kristus. Liturgi adalah karya Kristus, Imam Agung serta Tubuh-nya, yaitu
Gereja. Liturgi menjadi wahana utama untuk (1) mengantar umat Kristiani ke dalam
persatuan pribadi dengan Kristus (Sacrosanctum Consilium, Art.7). Itu sebabnya maka
liturgi sekaligus (2) menguduskan umat.

A. Doa Dan Ibadat


Doa dan ibadat merupakan salah satu tugas gereja untuk menguduskan umatnya dan
umat manusia. Tugas ini disebut tugas imamiah Gereja, yang artinya Kristus, Tuhan,
Imam Agung yang dipilih antara manusia menjadikan umat baru, “kerajaan imam-imam
bagi Allah dan BapaNya”. Mereka yang dibaptis dan diurapi Roh Kudus disucikan
menjadi kediaman rohani dan imamat suci untuk (sebagai orang kristiani dengan segala
perbuatan mereka) mempersembahkan korban rohani dan mewartakan daya
kekuatanNya.
Oleh sebab itu gereja bertekun dalam doa, memuji Allah dan mempersembahkan diri
sebagai korban yang hidup suci dan berkenan pada Allah.Gereja memiliki imamat
umum dan imamat jabatan, yang dengan cara khasnya masing-masing mengambil
bagian dalam satu imamat Kristus.
Imamat umum: melaksanakan tugas pengudusan antara lain dengan berdoa,
menyambut sakramen-sakramen, memberi kesaksian hidup, pengingkaran diri serta
melaksanakan cinta kasih secara aktif dan kreatif.
Imamat jabatan: membentuk dan memimpin umat, memberi pelayanan sakramen-
sakaramen.
Jadi, seluruh Gereja diberi bagian dalam imamat Kristus untuk melakukan suatu ibadat
rohani demi kemuliaan Allah dan keselamatan manusia.Ibadat rohani adalah setiap
ibadat yang dilakukan dalam Roh oleh setiap orang Kristiani.

Arti : Doa berarti berdialog atau berkomunikasi dengan ALlah, sebagai ungkapan iman
pribadi atau bersama-sama. Doa juga dapat berarti ungkapan iman secara pribadi dan
bersama-sama dalam komunikasi dan dialog yang bersifat pribadi antara manusia dan
Tuhan dalam kehidupan nyata
Mengapa kita Berdoa
a. Menjadi kuat : Lukas 22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka:
"Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan
b. Mendapat keselamatan : Matius 24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan
diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.
c. Keberhasilan : Matius 7:7. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah,
maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
d. Persatuan dengan Allah : Kisah Para Rasul 22:17 Sesudah aku kembali di
Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa
ilahi.

Doa yang Baik


a. Dengan hati yang bersih : Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan
firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu
akan menerimanya.
b. Penuh Iman dan Percaya : Markus 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa
saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka
hal itu akan diberikan kepadamu.
c. Untuk kebaikan diri dan sesama : Yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi
kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu
hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
d. Hati yang tulus dan bersih : I Timotius 2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di
mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah
dan tanpa perselisihan.
e. Tidak putus asa dalam berharap : Lukas 18.2, kisah serang janda yang terus
menerus meminta kepada hakim untuk membela perkaranya. Kisah Abraham dan Sarai,
Elisabeth dan Zakaria yang doanya terkabul ketika sudah tua.

Fungsi Doa :
1. Mengkomunikasikan diri dengan kepada Allah
2. Mempersatukan diri dengan Allah.
3. Mengungkapkan cinta, kepercayaan dan harapan kepada Allah agar dapat melihat
hidup dengan mata iman.
4. Mengangkat setiap harya sebagai doa yang hidup, yakni karya yang bersifat merasul dan
menyelamatkan.

Syarat Doa yang baik


1. Didoakan dengan hati.
2. Berakar pada pengalaman hidup.
3. Berdoa dengan tulus (Jika engkau berdoa, masuklah kamarmu…Matius 6:5-6)
4. Berdoa dengan cara sederhana dan jujur. (“… doamu janganlah bertele-tele…. Matius
6:7)

Doa Resmi Gereja


Doa resmi Gereja disebut ibadat atau liturgi. Yang pokok bukan sifat resmi atau
kebersamaan, melainkan kesatuan Gereja dengan Kristus dalam doa. Dengan demikian,
liturgi adalah “karya Kristus, Imam Agung, serta TubuhNya yaitu Gereja”.Oleh karena
itu, liturgi tidak hanya merupakan “kegiatan suci yang sangat istimewa” tetapi juga
wahana utama untuk mengantar umat Kristiani ke dalam persatuan pribadi dengan
Kristus.
Liturgi merupakan perayaan iman sebagai ungkapan iman Gereja, dimana orang yang ikut dalam
perayaan iman mengambil bagian dalam misteri yang dirayakan.Liturgi sungguh-sungguh
menjadi doa dalam arti penuh bila semua yang hadir secara pribadi dapat bertemu
dengan Tuhan dalam doa bersama. Dengan demikian terjadi apa yang dikatakan Tuhan;
“…..dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, disitu Aku ada
ditengah-tengah mereka” (Mat 18:20). Atau dengan rumusan Konsili Vatikan II: “Di
dalam jemaat-jemaat, meskipun sering hanya kecil dan miskin, atau tinggal tersebar,
hiduplah Kristus dan berkat kekuatanNya terhimpunlah Gereja yang satu, kudus, katolik
dan apostolik” Ibadat resmi Gereja tampak dalam ibadat pagi, ibadat siang, ibadat sore,
ibadat malam dan ibadat bacaan. Yang pokok dalam doa bukan sifat resmi atau
kebersamaan, melainkan kesatuan Gereja dengan Kristus dalam doa.
Bapa Kami adalah doa singkat yang sempurna. Di dalamnya mencakup jenis-jenis doa
berikut :
Doa iman
Bapa kami yang ada di surga
Doa Pujian / Kemuliaan :
Dimuliakanlah nama-Mu.
Doa Pengharapan
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Doa Permohonan.
Berilah kami rejeki pada hari ini.
Doa Tobat.
Dan ampunilah kesalah kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada
kami.
Doa permohonan / harapan.
Dan janganlah masukan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari
yang jahat.

B. SAKRAMEN:
Pengertian :
a. Asal kata : Sakramen berasal dari kata 'mysterion' (Yunani), yang dijabarkan
dengan kata 'mysterium' dan 'sacramentum' (Latin). Sacramentum dipakai untuk
menjelaskan tanda yang kelihatan dari kenyataan keselamatan yang tak kelihatan yang
disebut sebagai 'mysterium'.
b. Kitab Suci : Dasar pengertian sakramen sebagai misteri/ 'mysterium' kasih Allah,
yang diterjemahkan sebagai "rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad... tetapi yang
sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya" (Kol 1: 26, Rom 16:25). Rahasia/
'misteri' keselamatan ini tak lain dan tak bukan adalah Kristus (Kol 2:2; 4:3; Ef 3:3) yang
hadir di tengah-tengah kita (Kol 1:27).
c. Katekismus : mengutip perkataan St. Leo Agung :, "apa yang tampak pada Penebus
kita, sudah dialihkan ke dalam misteri-misteri-Nya"/ sakramen-sakramen-Nya.
Jadi Sakramen adalah: Tanda yang kelihatan untuk rahmat Allah yang tidak kelihatan;
sebagai sarana keselamatan, untuk menguduskan, membangun tubuh Kristus dan
akhirnya mempersembahkan ibadah kepada Allah (Sacrosanctum Consilium Art 59).

Sakaramen adalah tanda berdaya guna yang menghasilkan rahmat dan memberikan
kehidupan Ilahi kepada kita, yang ditetapkan Kristus dan dipercayakan kepada
GerejaNya.Bagi umat beriman yang menerimanya dengan sikap batin yang wajar,
mereka menghasilkan buah.
1. Sakramen adalah Lambang atau Simbol
Sakramen-sakramen Gereja Katolik melambangkan dan mengungkapkan karya
penyelamatan Allah dan pengalaman dasariah manusia yang terselamatkan.Sakramen
sebagai sarana untuk menyampaikan kepada umat manusia tentang rahasia
penyelamatan Allah dan menunjukkan tindakan Allah kepada kita. Sakramen adalah
tanda kehadiran dan cinta Allah kepada manusia.
2. Sakramen-sakramen Mengungkapkan Karya Tuhan yang Menyelamatkan
Karya Allah dalam dunia adalah untuk menyelamatkan manusia.Allah yang
menyelamatkan itu hadir nyata dalam diri Yesus Kristus. Dalam Yesus, orang dapat
melihat, mengenal dan mengalami siapakah sebenarnya Allah. Allah yang tidak
kelihatan nampak dalam diri Yesus.

Terdapat 7 sakramen yang dibagi dalam tiga kelompok :


1. Sakramen Inisiasi (inisiasi : acara diterima dalam suatu kelompok)
b. Babtis.
c. Ekaristi.
d. Krisma.
2. Sakramen Penyembuhan.
b. Tobat
c. Minyak Suci.
3. Sakramen Persekutuan.
b. Imamat.
c. Perkawinan.

Dalam Tiap Sakramen selalu ada Materi : suatu benda atau tindakan. Dan Forma :
rumusan kata-kata yang diucapkan.
1. Sakramen Babtis.
Pembaptisan adalah sakramen pertama dan mendasar dalam inisiasi Kristiani.Pelayan
sakramen ini biasanya seorang uskup atau imam, atau seorang diakon. Dalam keadaan
darurat, siapapun yang berniat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja, bahkan jika
orang itu bukanlah seorang Kristiani, dapatmembaptis.
Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan
dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut dan membuat orang yang dibaptis itu
mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui "rahmat yang
menguduskan" (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan
dengan Kristus dan Gereja-Nya).
Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan
merupakan landasan komuni (persekutuan) antar semua orang Kristen. Jika
seseorang secara resmi menyatakan tobat dan imannya pada Kristus serta bertekad ikut
serta dalam tugas panggilan Kristus maka ia diterima dalam umat dengan sakramen
permandian.
Orang yang menerima sakramen permandian diterima oleh Kristus menjadi anggota
tubuhNya, umat Allah (Gereja), orang tersebut laksana baru lahir dalam gereja.Orang
yang telah dipermandikan harus siap hidup bagi Allah. Perayaan dalam peristiwa
permandian berupa pencurahan air pada dahi, dan imam berkata, ”Aku mempermandikan
engkau dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus” (Forma)

2. Sakramen Ekaresti
Malam perjamuan terakhir menjadi tanda terbentuknya suatu Ekaristi.Ekaristi adalah
sakramen yang dengannya umat Katolik mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus
Kristus serta turut serta dalam pengorbanan diri-Nya.Aspek pertama dari sakramen ini
(yakni mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus) disebut pula Komuni
Suci.Roti dan anggur yang digunakan dalam ritus Ekaristi, dalam iman Katolik,
ditransformasi dalam segala hal kecuali wujudnya yang kelihatan menjadi Tubuh dan
Darah Kristus, perubahan ini disebut transubstansiasi.
Hanya uskup atau imam yang dapat menjadi pelayan Sakramen Ekaristi, dengan
bertindak selaku pribadi Kristus sendiri.Diakon serta imam biasanya adalah pelayan
Komuni Suci, umat awam dapat diberi wewenang dalam lingkup terbatas sebagai
pelayan luar biasa Komuni Suci. Ekaristi dipandang sebagai "sumber dan puncak"
kehidupan Kristiani, tindakan pengudusan yang paling istimewa oleh Allah terhadap
umat beriman dan tindakan penyembahan yang paling istimewa oleh umat beriman
terhadap Allah, serta sebagai suatu titik dimana umat beriman terhubung dengan liturgi
di surga.

3. Sakramen Krisma
Sakramen ini diberikan dengan cara mengurapi penerimanya dengan Krismadisertai doa
khusus yang menunjukkan bahwa karunia Roh Kudus menandai si penerima seperti
sebuah meterai. Melalui sakramen ini, rahmat yang diberikan dalam pembaptisan
"diperkuat dan diperdalam" (KGK 1303).Seperti pembaptisan, penguatan hanya diterima
satu kali, dan si penerima harus dalam keadaan layak (artinya bebas dari dosa-maut
apapun yang diketahui dan yang belum diakui) agar dapat menerima efek sakramen
tersebut.Pelayan sakramen ini adalah seorang uskup yang ditahbiskan secara sah.Krisma
menjadi tanda kedewasaan, untuk turut serta bertanggung jawab atas kehidupan Umat
Allah dan pada sesama.

4. Sakramen Tobat
Sakramen tobat adalah sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang telah
dibaptis yang terjauhkan dari Allah karena telah berbuat dosa. Sakramen ini memiliki
empat unsur: penyesalan si peniten (si pengaku dosa) atas dosanya (tanpa hal ini ritus
rekonsiliasi akan sia-sia), pengakuan kepada seorang imam, absolusi (pengampunan)
oleh imam, dan penyilihan.
Orang jatuh dalam dosa berarti merusak dan melemahkan si pendosa sendiri, serta
hubungannya dengan Allah dan sesama. Si pendosa yang bangkit dari dosa tetap harus
memulihkan sepenuhnya kesehatan rohaninya dengan melakukan lagi sesuatu untuk
memperbaiki kesalahannya: dia harus 'melakukan silih bagi' atau 'memperbaiki
kerusakan akibat' dosa-dosanya. Penyilihan ini juga disebut 'penitensi'" (KGK 1459).Para
pengikut Kristus perlu bertobat secara terusmenerus dihadapan Allah dan sesama.Tanda
pertobatan tersebut diterima dalam perayaan sakramen tobat.

5. Sakramen Minya Suci


Jika seorang anggota umat sakit keras, keprihatinan Tuhan diungkapkan dengan
sakramen perminyakan orang sakit.Kristus menguatkan si sakit dengan Roh KudusNya
yang ditandakan dengan minyak suci. Dengan demikian, si sakit siap dan tabah untuk
menerima apa saja dari tangan Allah yang mencintai kita, baik dalam kesembuhan
maupun dalam maut. Dengan menderita seperti Kristus, si sakit menjadi lebih serupa
dengan Kristus

6. Sakramen Imamat
Atas kehendak Allah dan Uskup dari Gereja setempat, pria-pria tertentu dipilih dan
ditahbiskan untuk melayani Gereja sebagai daikon, imam dan uskup.Sakramen imamat
adalah sakramen pelayanan.Para uskup, imam dan daikon dipanggil untuk
menguduskan kaum awam, yang turut mengambil bagian dalam imamat umum yang
diterima saat mereka dibaptis

7. Sakramen Perkawinan
Makna dari Arti perkawinan katolik menurut KHK1983 kan.1055 §1 adalah perjanjian
(foedus) antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk
kebersamaan hidup. Latar belakang definisi ini adalah dokumen Konsili Vatikan II,
Gaudium et Spes §48). GS dan KHK tidak lagi mengartikan perkawinan sebagai
kontrak. Bertujuan untuk : a) Bonum vitae – kebaikan hidup bersama pasangan. b)
Bonum prolis – terbuka terhadap kelahiran anak dan kebaikan hidup mereka. c) Bonum
Coniugum: membentuk kebersamaan hidup.

C. SAKRAMENTALIA
Sakramentalia adalah berkat suci yang diberikan Tuhan melalui gerejanya pada
orang atau barang / benda yang kemudian menjadi suci yang di dalamnya menjadi
tanda berkat Allah. Dalam Kisah Para Rasul 19:12 diceritakan kekuatan benda / barang yang
telah dikuduskan tersebut : “Bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai
oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan
keluarlah roh-roh jahat.”
Berikut jenis sakramentalia :
- Pemberkatan orang, benda/ barang, alat rohani : pemberkatan ibu hamil, anak-
anak, orang yang berulang tahun, berkat menghadapi ujian, motor / mobil baru, rumah,
patung, Rosario, kitab suci, dll.
- Pemberkata dalam arti tahbisan rendah : pemberkatan untuk orang atau benda
untuk keperluan liturgis. Misalnya, pemberkatan / tahbisan lector akolit, katekis,
prodiakon, kapel, gereja, lonceng gereja, altar, minyak suci, air babtis, dll.

D. DEVOSI
Devosi (latin : devotion = penghormatan) adalah bentuk-bentuk penghormatan atau
kebaktian khusus kepada rahasia kehidupan Yesus, misalnya devosi (penghormatan)
kepada Hati Kudus Yesus, devosi kepada Allah yang maha Rahim, jalan salib, Devosi
kepada Sakramen Maha Kudus. Atau devosi kepada orang-orang kudus, misalnya
devosi kepada Bunda Maria, kepada santa-santo pelindung.

II. GEREJA YANG MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA (KERYGMA).


Perintah Untuk Mewartakan Injil.
Kristus adalah Allah yang hadir di muka bumi untuk memulihkan cinta-Nya yang telah
lama diabaikan oleh manusia. Kristus sekaligus menunjukan sifat Allah yang maha cinta
melebihi sifat maha adil-Nya. Begitu banyak perbuatan kasih yang dibuat Yesus. Yesus
memperkenalkan kembali nilai-nilai utama: cinta kasih, keadilan, kesederhanaan untuk
berbagi, kedamaian, kesetaraan manusia, kejujuran, kebenaran. Namun akhirnya dia
mati dengan cara manusia. Hanya 33 tahun Yesus hidup sebagai manusia, namun sejarah
manusia tetap berjalan. Maka nilai-nilai itu harus tetap diperkenalkan kepada dunia.
Manusia harus diselamatkan dan disatukan kembali kepada penciptanya. Maka Yesus
telah memilih 12 orang, plus Paulus untuk melanjutkan misi-Nya, menjaga kawanan
kerajaan Allah. Matius 28:16-20, “…. Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu…”
Tugas mengajar inilah yang kita terima dari Kristus sendiri.

Perintah untuk Memberitakan Injil


(Mat 28:16-20)

16Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan
Yesus kepada mereka.17Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa
orang ragu-ragu.18Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan
segala kuasa di sorga dan di bumi. 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Dasar Gereja sebagai Pewarta Sabda


Dalam diri Yesus dari Nazaret, Sabda Allah tampak secara konkret manusiawi. Sabda
menjadi manusia. Sabda Allah menjelmakan diri dalam sejarah kehidupan manusia.
Oleh karena itu, Sabda Allah senantiasa hidup dan berbicara dalam segala zaman.
Pada masa sebelum Kristus, Sabda Allah telah ada namun lebih diwarnai dengan janji.
Sedangkan sesudah penjelmaan (Kristus) Sabda Allah lebih bersifat kesaksian hidup.
Dalam kesaksian itu, Kristus, Sabda sejati hadir di dalam sejarah manusia sebagai sarana
keselamatan.
Bentuk baru Sabda itu adalah Gereja. Kristus, Sabda Allah, menciptakan Gereja. Lewat
Gereja, Ia bisa hadir dan berbicara dalam sejarah manusia. Di pihak lain, Gereja pada
hakikatnya tidak lain daripada jawaban atas panggilan Yesus Kristus, Sabda Allah.
Seluruh hidup dan keberadaan Gereja merupakan jawaban atas pewartaan dan
kesaksian tentang Yesus Kristus, Sabda dan Wahyu Allah.

Bentuk-bentuk Sabda Allah dalam Gereja


Dalam diri Yesus dari Nazaret, sabda Allah tampak secara konkret dan manusiawi.Ada
3 bentuk Sabda Allah dalam Gereja:
1. Sabda/pewartaanpara rasul sebagai daya yang membangun Gereja.
2. Sabda dalam Kitab Suci sebagai kesaksian normatif.
3. Sabda Allah dalam pewartaan aktual gereja sepanjang zaman.
Tugas pewartaaan adalah untuk mengaktualisasi apa yang disampaikan Allah dalam
Kristus sebagaimana diwartakan Para Rasul. Dengan demikian, sabda Allah sungguh
datang pada manusia menyelamatkan mereka yang mendengar dan melaksanakan
pewartaan gereja.

Dua pola Kerygma


a. Kerygma verbal / lewat kata-kata.
Misalnya : - Kotbah/ homily : oleh para Imam untuk membawa perikop Kitab Suci ke
dalam hidup umat, atau menerangi hidup umat dengan perikop Kitab Suci. – Pelajaran
agama, Katekese umat, Pendalaman Kitab Suci, dialog tidak formal dengan teman atau
orang lain tentang Kristus. Memperkenalkan ajaran Kristus lewat internet, pendalaman
kitab suci di dalam keluarga atau lingkungan.
b. Kerygma lewat kesaksian hidup (martyria)
Memberi kesaksian yang positif sebagai anggota gereja, umat Allah. Menjadi garam dan
terang dunia. Misalnya, lewat kegiatan politisi yang dapat menjadi panutan, politisi yang
jujur, orang Kristen yang membela hidup orang miskin seperti Rm. Mangun Wijaya di
kali code Jogyakarta. Dari sikap mereka ini, orang diajarkan- tentang kasih Allah.

Pelaku Kerygma
1. Magisterium.
Gereja katolik memiliki kelompok tertahbis (hirarki) yang memiliki wewenang
mengajar. Mereka punya kuasa untuk mengajarkan iman dan kesusilaan. Semua umat
kini boleh saja menafsir kitab suci, namun hanya merekalah yang dapat mengajarkan,
atau mengesahkan bahwa ajaran iman seseorang (awam) dapat diterima. Magister –
pengajar/ doctor. Magisterium : wewenang mengajar.
2. Pewarta Sabda.
Para pewarta adalah termasuk kaum awam. Mereka diberikan mandat dan kemampuan
oleh magisterium untuk mengajar. Mereka adalah:
a. Para pengkotbah dalam ibadat-ibadat ,
b. Para katekis, umat dengan pelbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang
mau terlibat sebagai penggerak umat dan masyarakat untuk mengenal Kristus dan atau
hidup menurut ajaran Kristus.
c. Guru Agama : mereka yang diakui oleh pemerintah dan gereja, memiliki
pengetahuan yang baik tentang iman Katolik dan Kitab Suci, serta tradisi gereja.

Maka inilah hal yang harus dimiliki oleh para kerygmator / Pewarta :
1. Karena tugas mereka adalah mengajar / memperkenalkan iman dan kitab suci,
maka mereka harus memiliki iman dan mengenal baik tentang Kitab Suci.
2. Mereka harus mengenal siapa yang akan menerima pewartaan, dekat dan
merasakan senasip dengan mereka.

Dua Tuntutan dalam Pewartaan


Tugas pewartaan adalah mengaktualisasi sabda Tuhan yang disampaikan dalam Kristus
sebagaimana diwartakan oleh para rasul.Usaha mengaktualisasi sabda Tuhan itu
mengandaikan berbagai tuntutan yang harus dipenuhi. Tuntutan-tuntutan tersebut
antara lain sebagai berikut:
a) Mendalami dan menghayati sabda Tuhan.
Orang tidak dapat mewartakan sabda Allah dengan baik, jika ia sendiri tidak mengenal
dan menghayatinya. Oleh sebab itu, kita hendaknya cukup mengenal, mengetahui dan
menghayati isi Kitab Suci, ajaran-ajaran resmi Gereja dan keseluruhan tradisi Gereja, baik
Gereja universal maupun Gereja lokal.
b) Mengenal umat/masyarakat konteksnya
Dalam tugas pewartaan, hendaknya juga memperhatikan dan mengenal dengan baik
jiwa dan budaya masyarakat setempat. Agar apa yang diwartakan dengan mudah
diserap dan sejalan dengan situasi masyarakat. Intinya, Sabda Allah yang diwartakan
harus sesuai dengan konteks hidup masyarakat.

III. GEREJA YANG MENJADI SAKSI KRISTUS (MARTYRIA).


Kata saksi sering diartikan sebagai orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu
peristiwa (kejadian). Saksi menunjuk pada personal atau pribadi seseorang yakni pribadi
yang mengetahui atau mengalami dan mampu memberikan keterangan yang benar.
Menjadi saksi Kristus berarti menyampaikan atau menunjukan apa yang dialami dan
diketahui tenang Yesus Kristus kepada orang lain. Penyampaian ini bisa melalui kata-
kata (kerygma), sikap atau tindakan nyata.
Banyak sekali martir dalam sejarah gereja, mereka yang mati karena mempertahankan
imannya pada Kristus. Misalnya, Stefanus martir pertama, yang dibunuh di luar tembok
Yerusalem setelah berkotbah tentang Yesus. St. Ursula, Putri Inggris tewas dibunuh oleh
kelompok pemberontak di hutan Prancis, karena mempertahankan iman dan
keperawanannya.St. Petrus mati dibunuh di kota Roma dengan cara disalibkan terbalik.
Uskup Oscar Romerodari El-Savador – Amerika Selatan, tewas ditembak karena
perjuangannya menentang tindakan represif para tentara terhadap rakyat, demikian
pula Uskup Don Helder Camara di Brasil. Banyak lagi orang yang tewas karena mereka
adalah pengikut Kristus.
Ada dua jenis Martir :
1. Martir Putih : Mereka yang dengan tegas dan tegar bersaksi tentang kristus,
meskipun menerima banyak penderitaan, namun mereka tidak sampai mengurbankan
nyawa.
2. Martir Merah : mereka yang wafat karena bersaksi tentang Kristus atau karena tetap
setiap pada imannya.
IV. GEREJA YANG MELAYANI (DIAKONIA)

Latar Belakang.
Ciri cinta kasih gereja tampak sangat nyata dalam sikap utamanya yakni melayani. Inilah
salah satu pesan utama Yesus Kristus setelah Ekaristi pada malam perjamuan terakhir.
Yesus menanggalkan jubah tuan-Nya, lalu mengikatkan kain lenan pada pinggangnya
seperti yang dilakukan para pelayanan. Lalau mulailah dia melakukan pekerjaan para
hamba : mencuci kaki murid-muridnya. Tentu saja murid tersentak kaget, Petrus dengan
terang menolak. Tapi Yesus bilang kalau dia tidak mau dicuci kakinya maka tidak pantas
menjadi murid-Nya, sebab semua murid-Nya harus melakukan hal serupa kepada
sesamanya. (Yohanes 13: 1 – 20) Kisah penuh emosional ini sungguh menyentuh hati
para Rasul, maka mereka semua bekerja sungguh-sungguh dalam pelayanan, menjadi
hamba di antara para hamba. (Lukas 17:10) bahkan bersedia mati untuk itu. Mereka
semua, kecuali Yohanes, memang akhirnya jadi martir demi Kristus.

Dasar Pelayanan dalam Gereja


Dasar pelayanan dalam Gereja adalah semangat pelayanan Kristus sendiri. Pelayanan
Kristiani adalah sikap pokok para pengikut Yesus. Dengan kata lain, melayani sesama
adalah tanggung jawab setiap orang Kristiani sebagai konsekuen dalam imannya.

Ciri-ciri Pelayanan Gereja


a. Bersikap sebagai pelayan.
Mereka tidak protes, mereka melakukan apapun HARUS (sanggup atau tidak, ikhlas
atau terpaksa) dilakukan, siap untuk diperlakukan sebagai hamba yang tidak berguna
yang hanya siap melaksanakan semua tugas. (Lukas 17:10)
b. Tetap Setia pada Kristus.
Melihat beratnya ciri pertama di atas, maka sangat penting untuk kita dekat dan bersatu
pada Kristus sumber kekuatan. Dari-Nya kita akan mendapat penghiburan dan kekuatan
untuk melaksanakan tugas yang sering melampui kemampuan kita sebagai manusia.
Tuhan pun tahu, tugas para murid-Nya ini berat, maka Dia berjanji untuk berserta kita
SELALU sampai akir zaman (Matius 28:20)
c. Sasaran utamanya terutama adalah kaum miskin – Option for the Poor.
Keadilan jangan berpihak kepada siapapun termasuk yang miskin, tapi pelayanan harus
tetap mengutamakan kaum miskin, terpinggir dan tidak beruntung hidupnya. Pelayanan
itu bukan saja karikatif – rumah sakit murah, memberi makan, tapi juga memberikan
pendidikan agar mereka dapat mandiri dan juga mereformasi system politik agar
membela hidup mereka.
d. Rendah Hati.
Ini adalah ciri utama pelayan. Seumur hidupnya dia harus tetap melihat dirinya
sebagai pelayan (ciri nomor a di atas). Pelayan boleh bangga, bersyukur dan kagum
pada hasil kerjanya, tapi tidak boleh sombong. Untuk setiap hasil yang baik atau tidak,
dia bersyukur sebab telah ikut ambil bagian dalam karya Allah. (Roma 15:17. Jadi
dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah).
Dalam Gereja ada Diakon yang punya tugas khusus untuk melayani. Namun semua
umat dituntut untuk memiliki sikap melayani dalam pelbagai macam cara hidup mereka.
Misalnya:

A. Di bidang Transformatif : kebudayaan dan pendidikan.


Gereja berusaha terus membangun peradaban manusia (trans – melewati dan form –
bentuk), melewati jaman sambil terus memperkenalkan nilai-nilai kerajaan Allah. Jalan
paling ampuh adalah lewat budaya dan pendidikan. Maka muncullah sekolah-sekolah
Katolik, bukan untuk mengkatolikan tapi untuk membangun manusia yang beradap –
memiliki cinta kasih dan rasionalitas baik. Di Indonesia banyak sekali pemikir dan
budayawan Katolik yang berpengaruh. Misalnya, Rm. Drost SJ, Rm.
Mangunwijaya(sastrawan, budayawan dan pendidik), Rm. Sinduanta (wartawan,
budayawan), Rm. Mudjisutrisno(budayawan dan pendidik), dan masih banyak yang
lainnya. Di negeri ini Institusi Pendidikan Katolik selalu menjadi patokan kemajuan
pendidikan Indonesia.
B. Di bidang Karikatif : kesejahteraan. (Charitas – kasih ; care – merawat)
Bidang ini meliputi pelayanan di bidang kesehatan, misalnya mendirikan rumah sakit
atau klinik, atau lembaga-lembaga sosial ekonomi seperti koperasi Credit Union (CU).
Misalnya, CU Melania di Bandung yang sudah beromset ratusan miliaran, tidak saja
melayani umat gereja tapi terbuka kepada siapa saja yang mau ikut. Atau karya karikatif
terhadap orang-orang jompo. Di bidang ini kita kenal Mather Teresadari Kalkuta, St.
Damianus, dokter perawat kusta di kep. Molokai.
C. Di bidang Reformatif : bidang politik dan hukum (reform : membentuk kembali)
Peran gereja adalah menjaga tata dunia ini agar menyerupai dunia Kerajaan
Allah yang penuh kasih, damai, sejahtera, adil, jujur dan benar. Tanpa kekerasan. Karena
itu gereja mengutus para imam dan terutama para awam untuk menjadi garam dan
terang dunia di dunia Politik dan Hukum. Mengapa kedua bidang ini, sebab politik dan
hukumlah yang menguasai suatu bangsa.
Pada bidang ini kita kenal Rm. Magnis Suseno (Penulis dan Pengajar Etika Politik),
kini ada Ignatius Jonan di Kabinet Kerja Jokowi yang memajukan system Kreta Api
Indonesia.

Perhatikan perbedaan berikut.

Pekerja Pelayan
Orientasinya adalah uang Oritentasinya Berkat
Bahagia jika jabatan / gaji naik. Bahagia jika dirinya makin berarti
untuk orang lain.
Kerja berdasarkan jam kerja. Siap sedia kapan pun dibutuhkan.
Kemajuan perusahan / usaha berarti Kebahagiaan orang lain berarti
kesejahteraan pekerjanya. kemuliaan Tuhan dan kebagiaan batin
pribadi.
Saya harus mendekati orang lain Saya mendekati mendekati orang lain
sebab saya membutuhkan mereka. sebab mereka membutuhkan saya.
Saya harus mendapatkan apa yang Mereka harus mendapatkan apa yang
mereka punya. saya punya.
Harus selektif memilih patner atau Semua orang patut pendapat
sasaran pelanggan. Jauhi yang tidak pelayanan, terutama yang tidak
berdaya / miskin. berdaya / miskin

di September 20, 2018


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Posting Komentar (Atom)

Tugas Kelas X

1. Jelaskan arti dan makna hati nurani ! 2. Jelaskan segi-segi hati nurani ! 3. Jelaskan
Fungsi hati nurani ! 4. ...

 Gereja dan Dunia

Konsili Vatikan II sungguh telah memperbaharui Gereja dan hubungannya dengan dunia.
Hubungan yang menjadi baik ini disebabkan karena Ger...

 Manusia Pribadi Yang Unik

S ecara jasmani, masa remaja adalah masa dimana tubuh berkembang sangat indah dan
mengagumkan. Dalam badan yang indah itu terdapat keka...

 Yesus Mewartakan Kerajaan Allah


A. Pewartaan Yesus Tentang Kerajaan Allah Dalam mewartakan Kerajaan Allah,
Yesus kerapkali memakai perumpamaan, yaitu cerita yang ...

Mengenai Diriku

Unang76
Aloysus Una Adhi Wijanarko
Lihat profil lengkapku

Materi
 ► 2019 (10)

 ▼ 2018 (8)
o ▼ September (3)
 Sifat-sifat Gereja
 Tugas-tugas Gereja
 Tugas Agama
o ► Februari (5)

 ► 2017 (9)

 ► 2016 (5)

 ► 2014 (2)

 ► 2013 (3)

 ► 2012 (5)

Laporkan Penyalahgunaan

Recent Post
About
B
Cari
e
Blog Ini
r
a
n
d
a

Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.