Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

PRAKTEK KULIAH LAPANGAN


(ABKC4612)

REAKTOR NUKLIR

DOSEN PENGAMPU

DEWI DEWANTARA, M. Pd.


SUYIDNO, M. Pd.

DISUSUN OLEH
AYU NANDA MUSTIKA (1710121120002)
LISA (1710121120006)
MARINA (1710121220016)
MUTHYA HAYATI (1710121120010)
SITI AISYAH (1710121220024)
SITI ARBAINAH (1710121120016)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2020

1
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami haturkan kehadirat Allah
Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat
menyusun makalah yang berjudul “Reaktor Nuklir”. Shalawat serta salam kami
haturkan kepada Nabiullah Muhammad S.A.W. beserta keluarga, kerabat, para
sahabat beliau, dan pengikut beliau hingga yaumil akhir .
Makalah ini kami susun yang mana merupakan salah satu tugas mata kuliah
Praktek Kuliah Lapangan dari program studi Pendidikan Fisika, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Universitas Lambung Mangkurat.
Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata
kuliah Praktek Kuliah Lapangan yang meluangkan waktu untuk membaca
makalah ini.
Penulis sangat menyadari bahwa dalam makalah ini terdapat banyak
kekurangan, meskipun demikian penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Banjarmasin, 13 Februari 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ 2
DAFTAR ISI ........................................................................................................... 3
BAB I ...................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN .................................................................................................. 4
A. Latar Belakang ........................................................................................................... 4
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................... 5
BAB II ..................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN ..................................................................................................... 6
A. Pengertian Reaktor Nuklir ...................................................................................... 6
C. Komponen-Komponen Reaktor Nuklir ................................................................... 7
D. Prinsip Kerja Reaktor Nuklir .................................................................................. 9
E. Jenis-jenis Reaktor Nuklir..................................................................................... 10
F. Konsep Fisika yang Berkaitan dengan Reaktor Nuklir ......................................... 11
G. Kelebihan dan Kekurangan Reaktor Nuklir .......................................................... 11
BAB III ................................................................................................................. 13
PENUTUP ............................................................................................................. 13
Kesimpulan ................................................................................................................... 13
Saran ............................................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 15

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Global Warming adalah ancaman terbesar umat manusia di abad ke-20. Ini
terjadi karena banyaknya hal yang menyebabkan kandungan CO2 di atmosfer
meningkat tajam. Mulai dari rendahnya populasi hutan di dunia hingga semakin
merebaknya CO2 yang merupakan gas sisa pembakaran fosil. Pembangkit Listrik
yang bergantung pada bahan bakar fosil merupakan salah satu faktor utama yang
menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata bumi. Baik yang terasa secara
langsung maupun tidak langsung memberikan sumbangan terbesar bagi terjadinya
global warming yang terjadi di abad ini.
Seiring dengan perkembangan zaman dan penemuan-penemuan penting
yang digagas bangsa barat. Tercipta sebuah purwarupa pembangkit listrik yang
dibangkitkan tanpa pembakaran bahan bakar fosil, tetapi dengan menggunakan
unsur senyawa Uranium-235. Uranium-235 yang dipercaya sekaligus digandeng-
gandeng sebagai teknologi masa depan, terbarukan, efisien, ramah lingkungan dan
pemecah problematika abad 20. Ini merupakan gagasan baru sekaligus angin segar
bagi kehidupan umat manusia.
Daya tarik dari pembangkit listrik tenaga nuklir pun ternyata membuat
Bangsa Indonesia kegirangan ingin membuat sebuah reaktor nuklir. Hal ini bukan
tak berdasar, kelangkaan energi, mahalnya sumber energi fosil, mahalnya tarif
dasar listrik menjadi persoalan utama bagi kehidupan di Indonesia. Indonesia
dinilai negara yang cukup mumpuni untuk membuat sebuah reaktor nuklir yang
bisa menyuplai sumber energi sehari-hari. Indonesia sendiri sebenarnya dinilai
telah mampu mengendalikan dan mengoperasikan reaktor nuklir dengan baik. Itu
dinilai dari BATAN yang dari sejak dulu telah aktif membuat inovasi dan
pemasukan bagi perkembangan nuklir dunia.
Berdasarkan pemamaran diatas, dalam makalah ini akan membahas
mengenai reaktor nuklir dan prinsip kerjanya.

4
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan reaktor nuklir?
2. Apa sajakah komponen-komponen reaktor nuklir?
3. Bagaimana prinsip kerja reaktor nuklir?
4. Apa sajakah jenis-jenis reaktor nuklir?
5. Konsep fisika apakah yang berkaitan dengan reaktor nuklir?
6. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan reaktor nuklir?

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Reaktor Nuklir


Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring menyatakan, “Nuklir
/nuk·lir/ a berhubungan dengan atau menggunakan inti atau energi (tenaga)
atom” (https://kbbi.web.id/nuklir). Sedangkan “Reaktor /re·ak·tor/ /réaktor/
sarana atau alat pembangkit tenaga (seperti atom dan nuklir)”
(https://kbbi.web.id/reaktor).
Reaktor nuklir adalah tempat terjadinya reaksi berantai yang menyangkut
fisi nuklir terkendali. Reaktor nuklir merupakan sumber energi sangat efisien.
Energi yang dilepaskan dalam bentuk kalor dan dapat diambil dengan
mengalirkan zat cair atau gas sebagai pendingin dari bagian-bagian dalam
reaktor itu (Indrajit & Saripudin, 2007, hal. 277).

B. Sejarah tentang Reaktor Nuklir


Sejarah penelitian tentang energi nuklir.
Tahun Uraian
1905 Ahli fisika, Albert Einstein menunjukkan bahwa massa
dapat diubah menjadi energi.
1919 Ahli fisika Selandia Baru, Ernest Rutherford berhasil
mengubah nukleus atom nitrogen menjadi nukleus oksigen.
1939 Ahli fisika Jerman, Otto Habn dan Fritz Strassman
mengumumkan penemuan fisi nuklir.
1942 Reaktor nuklir pertama dibangun oleh orang Italia, Enrico
Fermi dilapangan squash di Universitas Chicago, Amerika
Serikat.
1943 Perancangan bom nuklir di Santa Fe, yang dinamai Los
Amalos. Sebuah bom Uranium dengan julukan ‘Little Boy’
dan sebuah bom Plutanium dengan julukan ‘Fat Man’.
1945 Tepatnya tanggal 16 Juli 1945, jam 05;29;45, ‘Fat Man’
menyalak di angkasa menjelang fajar di Hirosima, Jepang.
Pemanfaatan nuklir untuk tujuan bukan damai.
1951 Listrik dari nuklir pertama ddihasilkan pada reaktor breeder
percobaan di Indaho, Amerika Serikat.
1956 Stasiun pembangkit listrik nuklir komersial pertama mulai
dibangun di Calder Hall, Inggris.
1986 Ledakan pada reaktor di Chrenobyl, Ukraina melepaskan
awan materian radiokatif yang meneyebar hingga Swedia.
1991 Fusi nuklir terkendali pertama di JET (Joint European
Torus). Oxford, Inggris.

6
2011 Tepatnya tnggal 11 Maret 2011, empat reaktor nuklir PLTN
di Fukushiama Daichi, Jepang mengalami gangguan akibat
gelombang tsunami
(Sukandarrumidi & dkk, 2018) dalam Susan McKeever, 1993.
Para ilmuwan telah mencoba memanfaatkan energi nuklir, namun baru
berhasil memperolehnya dari atom tertentu, seperti uranium, plutonium,
deuterium (sejenis hidrogen). Hasil penelitian menyimpulkan satu kilogram (2,2
lb) deuterim dapat menghasilkan energi setara dengan tiga juta kilogram ( 6,6 juta
lb) batubara. Ada dua proses dasar untuk melepaskan energi nuklir yaitu (1). Fisi
nuklir, yakni ketika nukleus atom terpisah, dan (2). Fisi nuklir, keyika nuklei dua
atom atau lebih bergabung. Penelitian tengtang nuklir telah menempuh sejarah
yang cukup panjang dengan tujuan untuk mengetahui rahasia nuklir
(Sukandarrumidi & dkk, 2018, hal. 161)

C. Komponen-Komponen Reaktor Nuklir


Komponen dasar reaktor nuklir merupakan komponen yang harus
ada pada sebuah reaktor nuklir untuk mengendalikan laju pembelahan (reaksi
fisi). Secara umum terdapat lima buah komponen dasar pada sebuah reaktor
nuklir yaitu; bahan bakar, moderator, batang kendali, pendingin dan perisai
pengungkung (Astuty, 2015).
a. Bahan bakar
Bahan bakar adalah sumber energi nuklir. Bahan bakar adalah
komponen yang memegang peran penting dalam berlangsungnnya reaksi
nuklir. Terdapat dua jenis bahan bakar nuklir yaitu bahan fisil dan bahan fertil.
Bahan fisil adalah unsur atau atom yang dapat langsung membelah jika
ditumbuk oleh sebuah partikel neutron sedangkan bahan fertil adalah unsur
atau atom yang tidak dapat langsung membelah jika ditumbuk oleh sebuah
partikel neutron tetapi akan membentuk bahan fisil. Bahan bakar reaktor
nuklir adalah nuklida–nuklida dapat belah. Bahan bakar yang umum dipakai
untuk reaktor nuklir saat ini adalah uranium-233, uranium-235, plutonium-
239 dan thorium-232 oksida yang biasanya berbentuk silinder pejal dengan
tinggi dan diameter sekitar 1 cm dan dinamakan pellet (Adiwardojo, Lasman,
Ruslan, Parmanto, & Effendi, 2007).

7
b. Moderator dan pendingin
Moderator merupakan lapisan kedua komponen luar yang berhubungan
langsung dengan bahan bakar. Moderator berfungsi untuk menurunkan energi
neutron cepat (200 MeV) menjadi energi neutron lambat (0,02–0,04 eV).
Sehingga neutron dapat menyebabkan reaksi fisi berikutnya. Syarat bahan
moderator adalah atom dengan nomor massa kecil, memiliki tampang
lintang serapan neutron yang kecil, memiliki tampang lintang hamburan yang
besar, sesuai jenis reaktor yang akan didesain dan memiliki daya hantar
panas yang baik serta tidak korosif misalnya adalah H, D, He, Be, U, H2O,
grafit dan air berat (D2O).Kebanyakan reaktor yang ada saat ini
menggunakan media air sebagai moderator. Reaktor harus didinginkan
karena panas yang dibangkitkan oleh freaksi fisi dalam bahan bakar akan
menghasilkan suhu 1000o C (Adiwardojo, Lasman, Ruslan, Parmanto, &
Effendi, 2007).
c. Batang kendali
Batang kendali merupakan komponen reaktor yang berfungsi untuk
mengontrol keluaran daya dari sebuah reaktor dengan cara mengendalikan
jumlah neutron yang dihasilkannya. Jika neutron yang dihasilkan selalu
konstan dari waktu ke waktu (faktor multiplikasinya bernilai 1), maka
reaktor dikatakan berada pada kondisi kritis. Sebuah reaktor normal bekerja
pada kondisi kritis. Pada kondisi ini reaktor menghasilkan keluaran daya
yang stabil. Jika neutron yang dihasilkan semakin berkurang
(multiplikasinya kurang dari 1), maka reaktor dikatakan berada pada
kondisi subcritis dan daya yang dihasilkan semakin menurun. Sebaliknya
jika netron yang dihasilkan meningkat (multiplikasinya lebih besar dari 1),
reaktor dikatakan dalam keadaan supercritis. Selama kondisi superkritis, daya
yang dibebaskan oleh sebuah reaktor meningkat. Jika kondisi ini tidak
dikendalikan, meningkatnya daya dapat mengakibatkan mencairkan
sebagian atau seluruh teras reaktor, dan pelepasan bahan radioaktif ke
lingkungan sekitar. Kendali ini dilakukan oleh sejumlah batang kendali
yang dapat bergerak keluar-masuk teras reaktor.

8
Batang kendali terbuat dari bahan-bahan penyerap neutron, seperti boron
(B) dan cadmium (Cd). Jika reaktor menjadi supercritis, batang kendali
secara otomatis bergerak masuk lebih dalam ke dalam teras reaktor untuk
menyerap kelebihan neutron yang menyebabkan kondisi itu kembali ke
kondisi kritis. Sebaliknya, jika reaktor menjadi subcritis, batang kendali
sebagian ditarik menjauhi teras reaktor sehingga lebih sedikit netron yang
diserap. Dengan demikian, lebih banyak neutron yang tersedia untuk
reaksi fisi dan reaktor kembali ke kondisi kritis. Untuk menghentikan
operasi reaktor (misal untuk perawatan), batang kendali turun penuh
sehingga seluruh netron diserap dan \ reaksi fisi berhenti. Material yang
umum dipakai untuk batang kendali adalah Boron Karbida ( B4C) atau
campuran perak-indium-kadmium yang dikemas dalam kelongsong logam.
(Peryoga, 2007)
d. Perisai Pengungkung
Inti-inti atom hasil pembelahan dapat menghasilkan radiasi.
Diperlukan suatu sistem perisai untuk menahan radiasi agar tidak menyebar
ke lingkungan luar sistem reaktor. Pada umumnya perisai yang digunakan
adalah lapisan beton berat dan struktur baja. Perisai pengungkung terbuat
dari bejana baja tahan karat dengan ketebalan sekitar 20 cm. Bejana ini
berfungsi sebagai perisai radiasi dan juga pengungkung material radioaktif jika
terjadi lelehan bahan bakar nuklir (Lewis, 2008).

D. Prinsip Kerja Reaktor Nuklir


Reaktor nuklir memproduksi dan mengendalikan pelepasan energi dari
pemecahan atom beberapa unsur, seperti uranium dan plutonium. Dalam reaktor
pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), energi dilepaskan dari reaksi fisi
(pemecahan) berantai atom bahan bakar dan panas yang dihasilkan dipakai untuk
memproduksi uap. Uap inilah yang digunakan untuk menggerakkan turbin untuk
memproduksi listrik. Jenis pembangkit lainnya juga menggunakan uap, namun
PLTN tidak melakukan pembakaran bahan bakar fosil yang bisa melepaskan
emisi gas rumah kaca.

9
Reaksi fisi terjadi antara partikel neutronik dengan inti fisi tersebut
membelah diri, sehngga menjadi inti atom. Fusi terjadi dengan mengunakan inti-
inti atom ukuran kecil menjadi inti atom yang lebih besar. Proses tersebut disertai
dengan pembebasan energi reaktor daya, energi panas yang dihasilkan digunakan
untuk menghasilkan uap panas, kemudian uap tersebut menggerakkan turbin
generator guna menghasilkan listrik.

Perbedaan mendasar PLTU lainnya PLTN adalah pemanasan air pada


PLTN dilakukan oleh pembelahan inti reaksi bahan fosil seperti uranium didalam
reaktor seperti pada gambar -1

Gambar-1 Skema prinsip kerja PLTN (Kusrini, 2008)

E. Jenis-jenis Reaktor Nuklir


Reaktor berdasarkan kegunaannya terbagi menjadi dua, yaitu reaktor
komersil yaitu reaktor yang digunakan sebagai sumber panas atau sumber listrik
dan kedua yaitu reaktor yang digunakan dalam pengobatan dan memproduksi
unsur-unsur sintesisdan bahan bakar nuklir (Yaz, 2007).
Jenis-jenis reaktor berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 3, yaitu reaktor
daya, reaktor penelitian, dan produksi isotop. Reaktor daya fungsinya untuk

10
menghasilkan tenaga listrik. reaktor penelitian digunakan untuk penelitian di
bidang material, fisika, kimia, kedokteran, biologi, dan IPTEK. Terakhir yaitu
reaktor yang dapat menghasilkan neutron dan digunakan untuk memproduksi
radiosotop (Melati, 2019).

F. Konsep Fisika yang Berkaitan dengan Reaktor Nuklir


Konsep-konsep fisika yang berkaitan dengan reaktor nuklir, dapat dilihat pada
tabel di bawah ini:
Tebel 1. Bidang fisika reaktor
Neutronik Thermohidrolik Kinetik Dosimetri
 Pengelolaan  Kalibrasi daya  Koefisien  Verifikasi fluks
elemen bakar termal reaktivitas neutron
 Reaktivitas  Scarm response  Peracunan  Pemetaan
teras test xenon distribusi fluks
 Aspek  NCT  Kalibrasi bt. neutron
keselamatan  Uji aliran Kendali  Spektrum
 Uji start up  Suhhu element  Reaktivitas neutron
 Loading  tekanan elemen bakar  Pengukuran
unloading panas gamma
(Jujuratisbela, Pinem, PH, Suparlina, & Hong, 1995)

G. Kelebihan dan Kekurangan Reaktor Nuklir

11
Energi nuklir umumnya ditawarkan sebagai energi alternatif untuk
mengatasi krisis energi. Perdebatan tentang penggunaan energi nuklir belum
berakhir. Beberapa orang setuju dengan pemanfaatan karena manfaatnya.
Beberapa orang lain tidak setuju karena risiko terhadap lingkungan.
Mereka yang setuju dengan pengoperasian reaktor nuklir biasanya
berpendapat bahwa energi nuklir adalah satu-satunya pilihan yang layak untuk
menjawab kebutuhan energi yang meningkat. Menurut pendapat mereka, sumber-
sumber energi lainnya: minyak, batu bara, dan gas alam cair tidak terbarukan dan
aman, sedangkan energi nuklir dapat berkelanjutan ketika diproduksi dengan cara
yang aman.
Namun, orang yang tidak setuju dengan penggunaan energi nuklir menunjukkan
bahwa sisa dari produk nuklir benar-benar dapat merusak lingkungan dan
kehidupan manusia. Sebuah krisis di reaktor, misalnya, biasanya menghasilkan
kontaminasi dari lingkungan tanah dan air. Ambil contoh, pukulan atas reaktor
nuklir di Chernobyl Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Rusia dua puluh tahun
yang lalu. Kontaminasi serius orang terancam dan lingkungan parah.

12
BAB III

PENUTUP
Kesimpulan
 Reaktor nuklir adalah tempat terjadinya reaksi berantai yang menyangkut fisi
nuklir terkendali. Reaktor nuklir merupakan sumber energi sangat efisien.
Energi yang dilepaskan dalam bentuk kalor dan dapat diambil dengan
mengalirkan zat cair atau gas sebagai pendingin dari bagian-bagian dalam
reaktor itu sendiri (Indrajit & Saripudin, 2007, hal. 277).
 Komponen dasar reaktor nuklir merupakan komponen yang harus ada
pada sebuah reaktor nuklir untuk mengendalikan laju pembelahan (reaksi
fisi). Secara umum terdapat lima buah komponen dasar pada sebuah reaktor
nuklir yaitu; bahan bakar, moderator, batang kendali, pendingin dan perisai
pengungkung (Astuty, 2015).
 Reaksi fisi terjadi antara partikel neutronik dengan inti fisi tersebut membelah
diri, sehngga menjadi inti atom. Fusi terjadi dengan mengunakan inti-inti
atom ukuran kecil menjadi inti atom yang lebih besar. Proses tersebut disertai
dengan pembebasan energi reaktor daya, energi panas yang dihasilkan
digunakan untuk menghasilkan uap panas, kemudian uap tersebut
menggerakkan turbin generator guna menghasilkan listrik.
 Jenis-jenis reaktor berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 3, yaitu reaktor
daya, reaktor penelitian, dan produksi isotop (Melati, 2019).
 Keunggulan reaktor nuklir (energinya sangat besar dan tidak mempunyai efek
rumah kaca dan hujan asam) sedangkan kelemahan reaktor nulir (Butuh biaya
yang besar untuk system penyimpanannya disebabkan dari bahaya radiasi
energi nuklir itu sendiri, bahaya masal dari produk buangannya yang sangat
radioaktif, nuklir sebagai senjata pemusnah).

Saran
Dalam makalah ini masih banyak kekurangan karena batasan masalah
yang di muat oleh makalah ini terlalu sempit, terdapat banyak jenis reaktor nuklir

13
yang belum termuat dan belum dikaji secara mendalam pada makalah ini. Dengan
adanya hal tersebut kami dengan senang hati menerima kritik dan saran tentang
hal yang berkaitan dengan makalah ini.

14
DAFTAR PUSTAKA

(t.thn.). Dipetik Februari 13, 2020, dari https://kbbi.web.id/nuklir.


(t.thn.). Diambil kembali dari https://kbbi.web.id/reaktor.
Adiwardojo, Lasman, A. N., Ruslan, Parmanto, E. M., & Effendi, E. (2007).
Mengenal Reaktor Nuklir dan Manfaatnya. Jakarta: BATAN.
Astuty, T. (2015). Buku Pedoman Umum Pelajar Fisika Rangkuman Inti Sari
Fisika Lengkap dann Terpadu. Jakarta: Vicosta Publishing.
Indrajit, D., & Saripudin, A. (2007). Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas
XII SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung: Setia Purna
Inves.
Jujuratisbela, U., Pinem, S., PH, E., Suparlina, L., & Hong, L. P. (1995). Peran
Bidang Fisika Reakttor dalam Komisioning Nuklir dan Operasi RSG-
GAS. Teknologi dan Keselamatan PLTN serta Fasilitas Nuklir (hal. 1-15).
Serpong: BATAN.
Kusrini, I. A. (2008). Bahasa Indonesia 3 SMP Kelas XI. Jakarta: Yudhistira.
Lewis, E. E. (2008). Fundamentals of Nuclear Reactor Physics. United States of
America: Academic Press.
Melati, R. R. (2019). Super Smart Kuasai Materi Matematika dan IPA SMA/MA
Kelas X, XI, XII. Jakarta: PT Grasindo.
Peryoga, Y. (2007). Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Jakarta:
Kementrian Riset dan Teknologi.
Sukandarrumidi, & dkk. (2018). Energi Terbarukan - Konsep Dasar Menuju
Kemandirian Energi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Yaz, M. A. (2007). Fisika 3 SMA Kelas XII. Jakarta: Yudhistira.

15