Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

TIMAH

Pengampu : Edi Mikrianto S.Si M.Si

NIP 19700510 199512 1 001

KELOMPOK VI

Bertha Amelia Clorinda (1811012220006)


Dina Aprilia (1811012220014)
Mirza Maulana Ahmad (1811012210020)
Muhammad Noor (1811012110012)
Nia Septia Sari (1811012320010)
Wenty Malinda Sari (1611012 200 )

PROGRAM STUDI S-1 KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan memerlukan sumberdaya alam (SDA), antara lain mineral, batubara
dan panas bumi. Indonesia relatif kaya dengan berbagai SDA yang harus dioptimalkan
pemanfaatannya. Salah satu sumberdaya mineral yang dimiliki Indonesia adalah bijih
timah dengan kandungan stanium (Sn). Menurut Noer (1998), kasiterit (SnO2) adalah
mineral utama pembentuk timah dengan batuan pembawanya adalah granit. Sujitno (2007)
menjelaskan kegunaan timah antara lain untuk bahan pencampur dalam pembuatan alat-
alat musik (seperti gong gamelan, dan lonceng), bahan pembuat kemasan kaleng, bahan
solder, senjata (peluru), fire retardant, bahan pelapis anti karat, dan kerajinan cindera mata
(pewter).

Endapan timah di Indonesia merupakan lanjutan dari salah satu jalur timah terkaya
di dunia yang membujur dari Cina Selatan, Myanmar, Thailand, Malaysia, hingga
Indonesia. Di Indonesia jalur timah tersebut meliputi pulau-pulau Karimun, Kundur,
Singkep, Bangka Belitung, Beling, dan daerah Bangkinang serta Kepulauan Anambas,
Natuna dan Karimata (Noer, 1998). Penambangan timah terbesar berada di Pulau Bangka,
Belitung, dan Singkep (PT. Timah Tbk., 2006). Kegiatan penambangan timah di pulau-
pulau ini telah berlangsung sejak zaman kolonial Belanda hingga sekarang. Pulau Bangka
merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia. Dari luas Pulau Bangka 1.294.050
ha, sebesar 27,56 % daratan pulau ini merupakan areal Kuasa Penambangan (KP) timah.
PT. Tambang Timah (anak perusahaan PT. Timah Tbk,) menguasai lahan seluas 321.577
ha dan PT. Kobatin seluas 35.063 ha (Bappeda Bangka, 2000). Selain kedua perusahan
tersebut, izin kuasa penambangan (KP) timah juga diberikan kepada perusahaan swasta,
Sampai dengan pertengahan tahun 2007, jumlah KP timah mencapai 101 izin dengan luas
pencadangan 320.219 ha, dan yang telah ditambang 6.084 ha (Dinas Pertambangan
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2007).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut, makalah ini akan membahas mengenai :

1.2.1 Apa pengertian dari timah dan dari mana timah ini berasal ?
1.2.2 Apa bentuk senyawa dari timah ?
1.2.3 Bagaimana proses pembentukan dari timah ?
1.2.4 Bagaimana cara mengeksplorasi timah ?
1.2.5 Apa saja manfaat dari timah ?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini untuk dapat memahami tentang timah secara umum
dan khusus, cara-cara pembentukan serta manfaat dari timah tersebut.
BAB II
ISI

2.1 Pengertian Timah dan Asal Mulanya Timah


Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan symbol kimia Sn. Kata
“Tin”diambil dari nama Dewa bangsa Etruscan “Tinia”. Nama latin dari timah adalah
“Stannum” dimana kata ini berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam bahasa
inggris bersinonim dengan kata “dripping” yang artinya menjadi cair / basah, penggunaan
kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair.

Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat
fleksibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan.
Timah dibawah suhu 13,20C dan tidak memiliki sifat logam sama sekali. Timah biasa
disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur
kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat
ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau
gallium.

Timah adalah unsur dengan jumlah isotop stabil yang terbanyak dimana jangkauan
isotop ini mulai dari 112 hingga 126. Dari isotop-isotop tersebut yang paling banyak
jumlahnya adalah isotop 120Sn dimana komposisinya mencapai 1/3 dari jumlah isotop Sn
yang ada, 116Sn, dan 118Sn. Isotop yang paling sedikit jumlahnya adalah 115Sn. Unsur timah
yang memiliki jumlah isotop yang banyak ini sering dikaitkan dengan nomor atom Sn yaitu
50 yang merupakan “magic number” dalam pita kestabilan fisika nuklir. Beberapa isotop
bersifat radioaktif dan beberapa yang lain bersifat metastabil (m).

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa timah memiliki nomor atom 50 dan
nomor massa rata-rata adalah 118,71. Dengan nomor atom tersebut maka timah memiliki
konfigurasi electron [Kr] 5s2 4d10 5p2. Dalam sistem tabel periodic timah berada pada
golongan utama IVA(atau golongan 14 untuk sistem periodic modern) dan periode 5
bersama dengan C, Si, Ge, dan Pb. Timah menunjukkan kesamaan sifat kimia dengan Ge
dan Pb seperti pembentukan keadaan oksidasi +2 dan +4.

Sifat Fisika Timah

 Fasa : padatan
 Densitas : 7,365 g/cm3 (Sn putih) 5,769 g/cm3 (Sn abu-abu)
 Titik didih : 231,93 C
 Titik didih : 2602 C
 Panas fusi : 7,03 kJ/mol
 Kalor jenis : 27,112 J/molK

Sifat Kimia

 Bilangan oksidasi : 4,2, -4


 Nomor atom : 50
 Nomor massa : 118,71
 Elektronegatifitas : 1,96 (skala pauli)
 Energi ionisasi 1 : 708,6 kJ/mol
 Energi ionisasi 2 : 1411,8 kJ/mol
 Energi ionisasi 3 : 2943,0 kJ/mol
 Jari-jari atom : 140 pm
 Jari-jari ikatan kovalen: 139 pm
 Jari-jari van der waals : 217 pm
 Struktur kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-abu)
 Konduktifitas termal : 66,8 W/mK
 Timah merupakan logam lunah, fleksibel, dan warnanya abu-abu metalik.
 Timah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan terbentuknya
lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih jauh. Timah tahan
terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan tetapi dapat diserang oleh asam kuat,
basa, dan garam asam. Proses oksidasi dipercepat dengan meningkatnya
kandungan oksigen dalam larutan.
 Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2. Timah ada
dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. Timah alfa biasa disebut timah abuabu
dan stabil dibawah suhu 13,2 C dengan struktur ikatan kovalen seperti diamond.
Sedangkan timah beta berwarna putih dan bersifat logam, stabil pada suhu tinggi,
dan bersifat sebagai konduktor.
 Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organic seperti asam
asetat asam

oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.
 Timah umumnya memiliki bilangan oksidasi +2 dan +4. Timah(II) cenderung
memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam HCl pekat
panas.
 Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV) klorida.
 Hidrida timah yang stabil hanya SnH4

Karakteristik pembentukan Timah Putih


Sumber timah yang terbesar yaitu sebesar 80% berasal dari endapan timah sekunder
(alluvial) yang terdapat di alur-alur sungai, di darat (termasuk pulau-pulau timah), dan di
lepas pantai. Endapan timah sekunder berasal dari endapan timah primer yang mengalami
pelapukan yang kemudian terangkut oleh aliran air, dan akhirnya terkonsentrasi secara
selektif berdasarkan perbedaan berat jenis dengan bahan lainnya. Endapan alluvial yang
berasal dari batuan granit lapuk dan terangkut oleh air pada umumnya terbentuk lapisan
pasir atau kerikil. Mineral utama yang terkandung pada bijih timah adalah cassiterite
(Sn02). Batuan pembawa mineral ini adalah batuan granit yang berhubungan dengan
magma asam dan menembus lapisan sedimen (intrusi granit). Pada tahap akhir kegiatan
intrusi, terjadi peningkatan konsentrasi elemen di bagian atas, baik dalam bentuk gas
maupun cair, yang akan bergerak melalui pori-pori atau retakan. Karena tekanan dan
temperatur berubah, maka terjadilah proses kristalisasi yang akan membentuk deposit dan
batuan samping. Pembentukan mineral kasiterit (Sn02) dan mineral berat lainnya, erat
hubungannya dengan batuan granitoid. Secara keseluruhan endapan bijih timah (Sn) yang
membentang dari Mynmar Tengah hingga Paparan Sunda merupakan kelurusan sejumlah
intrusi batholit. Batuan induk yang mengandung bijih timah (Sn) adalah granit, adamelit,
dan granodiorit. Batholit yang mengandung timah (Sn) pada daerah Barat ternyata lebih
muda (Akhir Kretasius) daripada daerah Timur (Trias).Proses pembentukan bijih timah
(Sn) berasal dari magma cair yang mengandung mineralkasiterit (Sn02). Pada saat intrusi
batuan granit naik ke permukaan bumi, maka akan terjadi fasepneumatolitik, dimana
terbentuk mineral-mineral bijih diantaranya bijih timah (Sn). Mineral initerakumulasi dan
terasosiasi pada batuan granit maupun di dalam batuan yang diterobosnya,yang akhirnya
membentuk vein-vein (urat), yaitu : pada batuan granit dan pada batuan samping yang
diterobosnya.
2.2 Bentuk Senyawa Timah
Senyawa kimia adalah zat kimia murni yang terdiri dari dua atau beberapa unsur
yang dapat dipecah-pecah lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia
yang membentuknya. Contohnya, dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah
senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen. Senyawa kimia
diberi nama dan lambang agar memudahkan untuk dipelajari. Dalam kimia, semua
senyawa ditulis menggunakan lambang yang menunjukkan jenis unsur penyusunnya
berikut komposisinya. Lambang dari suatu senyawa dinamakan dengan rumus kimia.
Beberapa materi yang terdapat pada alam berbentuk molekul. Misalnya timah (Sn)
(Dwinata, dkk, 2016).
Timah (atau timah putih) adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50.Timah termasuk logam
pasca-transisi di kelompok 14 dalam tabel periodik. Timah menunjukan kemiripan kimia
dengan Germanium dan Timbal yang juga berada di kelompok 14 dan memiliki dua
kemungkinan bilangan oksidasi, +2 dan +4 yang sedikit lebih stabil. Timah adalah elemen
ke 49 yang paling melimpah di bumi, memiliki 10 isotop stabil, jumlah terbesar dalam
tabel periodik. Unsur ini merupakan logam miskin (logam post-transisi) keperakan, dapat
ditempa (malleable), tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat,
ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk
mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral kasiterit yang terbentuk
sebagai oksida.

Proses smelting merupakan proses reduksi dari konsentrat bijih timah pada
temparatur tinggi menjadi logam timah. Prinsip reduksi adalah melepas ikatan oksigen
yang terdapat mineral kasiterit. Reduktor yang digunakan sebagai pereduksi adalah gas
CO. Reaksi yang terjadi selama proses smelting adalah:

SnO2 + CO = SnO + CO2

SnO + CO = Sn + CO2

Pada proses smelting akan terbentuk lelehan terak dan timah yang tidak saling larut. Slag
akan mengikat pengotor-pengotor yang terdapat di dalam konsentrat. Pengotor yang paling
banyak terdapat di dalam konsentrat timah adalah unsur Fe.

Proses smelting ini terdiri dari dua tahapan. Peleburan tahap pertama adalah
peleburan konsentrat timah yang menghasilkan timah kasar atau crude tin dan terak I
(slag). Kadar timah dalam terak I ini adalah sekitar 20 persen. Tahap ini juga dikenal
dengan sebutan peleburan konsentrat timah karena umpan yang dilebur adalah konsentrat
bijih timah. Terak I kemudian dilebur kembali di peleburan tahap kedua. Peleburan pada
tahap dua ini menghasilkan senyawa Fe-Sn yang disebut hardhead dan terak II dengan
kadar Sn kurang daripada satu persen. Hardhead menjadi bahan baku untuk peleburan
tahap satu. Sehingga, beberapa senyawa yang dapat terbentuk oleh timah, yaitu antara lain:

1. Timah (II) hidroksida


Timah (II) hidroksida adalah senyawa anorganik dengan rumus Sn(OH)2.
Satu-satunya materi terkait dengan timah(II) hidroksida yang telah diakui adalah
Sn6O4(OH)4. Senyawa ini merupakan senyawa putih padat yang tidak dapat larut
dalam air. Preparasi Sn(OH)2 berasal dari reaksi (CH3)3SnOH dengan SnCl2 di
dalam pelarut aprotik:
2 Me3SnOH + SnCl2 → Sn(OH)2 + 2 Me3SnCl

Tidak ada karakteristisasi kristalografi yang tersedia untuk senyawa ini. Jika
terpapar dengan udara, timah(II) hidroksida dapat teroksidasi dengan mudah
menjadi timah dioksida (SnO2).

2. Timah (II) klorida


Timah (II) klorioda adalah suatu padatan kristalin putih dengan rumus
kimia SnCl2. Senyawa ini membentuk suatu dihidrat yang stabil,
namun larutan berairnya cenderung mengalami hidrolisis, terutama jika panas.
SnCl2 umum digunakan sebagai agen pereduksi (dalam larutan asam), dan dalam
bak elektrolitik untuk pelapisan timah. Timah(II) klorida jangan sampai terkecoh
dengan klorida timah lainnya; Timah(IV) klorida (SnCl4). SnCl2 anhidrat disiapkan
dengan penambahan gas hidrogen klorida kering pada logam timah. Dihidrat
dibuat dengan reaksi yang sama, dengan menggunakan asam klorida:
Sn (s) + 2 HCl (aq) → SnCl2 (aq) + H2 (g)
Air kemudian diuapkan dengan hati-hati dari larutan asam untuk menghasilkan
kristal SnCl2·2H2O. Dihidrat ini dapat didehidrasi menjadi anhidratnya
menggunakan anhidrida asetat.
3. Timah (II) oksida
Timah (II) oksida adalah suatu senyawa dengan rumus kimia SnO. Senyawa
ini terdiri dari timah dan oksigen dan dalam senyawa ini timah memiliki bilangan
oksidasi +2. Terdapat dua bentuk timah (II) oksida, yaitu bentuk yang berwarna
biru-hitam dan stsabil, dan bentuk yang berwarna merah dan metastabil. SnO biru-
hitam dapat dihasilkan dengan memanaskan hidrat timah(II) oksida, SnO·xH2O
(x<1) yang mengalami pengendapan ketika garam timah(II) direaksikan dengan
alkali hidroksida seperti NaOH.
SnO merah yang metastabil dapat disiapkan dengan memanaskan endapan yang
dihasilkan dari efek amonia cair pada garam timah(II).
SnO dapat disiapkan sebagai substansi murni di laboratorium dengan memanaskan
timah (II) oksalat tanpa adanya udara atau di atmosfer CO2. Metode ini juga
diaplikasikan untuk memproduksi besi oksida dan mangan oksida.
SnC2O4·2H2O → SnO + CO2 + CO + 2 H2O
Timah(II) oksida terbakar di udara dengan api hijau yang redup dan
membentuk SnO2.
2 SnO + O2 → 2 SnO2
Saat dipanaskan di atmosfer yang lembam, awalnya disproporsionasi terjadi dan
menghasilkan logam Sn dan Sn3O4 yang kemudian bereaksi menjadi SnO2 dan
logam Sn.
4SnO → Sn3O4 + Sn
Sn3O4 → 2SnO2 + Sn
SnO bersifat amfoterik: senyawa ini larut di asam kuat dan menghasilkan garam
timah(II), sementara di dalam basa kuat dapat menghasilkan stanit yang
mengandung Sn(OH)3−. Senyawa ini dapat dilarutkan di dalam asam kuat untuk
menghasilkan kompleks ion Sn(OH2)32+ dan Sn(OH)(OH2)2+, dan di dalam larutan
yang kurang asam untuk menghasilkan Sn3(OH)42+. Perlu diingat bahwa stanit
anhidrat (seperti K2Sn2O3, K2SnO2) juga diketahui keberadaannya.
4. Timah dioksida (Timah (IV) oksida)
Timah dioksida (Timah (IV) oksida) juga dikenal sebagai stanni oksida,
adalah senyawa anorganik dengan rumus SnO2. Bentuk mineral
SnO2 adalah kasiterit, dan ini adalah bijih utama timah. Dengan banyaknya nama
lain, oksida timah ini adalah bahan baku paling penting dalam industri timah. Ia
berupa padatan tak berwarna, diamagnetik, dan amfoter. Timah (IV) oksida terjadi
secara alami. Timah (IV) oksida sintetis diproduksi dengan membakar logam timah
di udara. Produksi tahunan berkisar 10 kiloton. SnO2 direduksi secara industri
menjadi logam dengan karbon di tungku reverberatory pada 1200-1300 °C.
Meskipun SnO2 tidak larut dalam air, ia bersifat amfoterik, larut dalam basa
dan asam. "Asam stanat" mengacu pada timah(IV) oksida, SnO2, terhidrasi yang
juga disebut "stani hidroksida."
Timah oksida larut dalam asam. Asam halogen menyerang SnO2 menghasilkan
heksahalostanat, misalnya [SnI6]2−. Satu laporan menggambarkan reaksi sampel
saat direfluks dengan HI selama berjam-jam.
SnO2 + 6 HI → H2SnI6 + 2 H2O
Demikian pula, SnO2 larut dalam asam sulfat membentuk stani sulfat:
SnO2 + 2 H2SO4 → Sn(SO4)2 + 2 H2O
SnO2 larut dalam basa kuat membentuk "stanat", dengan rumus
nominal Na2SnO3. Melarutkan padatan SnO2/lelehan NaOH dalam air
membentuk Na2[Sn(OH)6]2, "preparat garam," yang digunakan dalam industri
pewarna (Anonim, 2019)
2.3 Proses Pembentukan Timah
Sumber timah yang terbesar yaitu sebesar 80% berasal dari endapan timah
sekunder (alluvial) yang terdapat di alur-alur sungai, di darat (termasuk pulau-pulau timah),
dan di lepas pantai. Endapan timah sekunder berasal dari endapan timah primer yang
mengalami pelapukan yang kemudian terangkut oleh aliran air, dan akhirnya
terkonsentrasi secara selektif berdasarkan perbedaan berat jenis dengan bahan lainnya.
Endapan alluvial yang berasal dari batuan granit lapuk dan terangkut oleh air pada
umumnya terbentuk lapisan pasir atau kerikil.

Proses pembentukan bijih timah berasal dari magma cair yang mengandung
kasiterit (SnO2). Intrusi batuan granit kepermukaan menyebabkan fase pneumatolitic yang
menghasilkan mineral-mineral bijih diantaranya bijih timah. Mineral ini terakumulasi dan
terasosiasi dalam batuan granit ataupun batuan lain yang diterobos membentuk vein-vein
bijih timah primer. Sesuai dengan namanya, endapan timah sekunder terdiri dari mineral-
mineral bijih kasiterit yang telah tertransportasi jauh dari sumbernya (endapan timah
primer). Biasanya bijih kasiterit ini terbawa oleh arus sungai menuju muara sungai hingga
lepas pantai dan terakumulasi disana. Karenanya banyak dilakukan kegiatan penambangan
bijih timah sekunder pada daerah muara sungai dan lepas pantai. Hal ini dilakukan dengan
harapan akan diperoleh bijh timah dalam jumlah besar.

2.4 Eksplorasi Timah


Ekplorasi adalah semua kegiatan sebelum aktivitas penambangan yang di
khususkan untuk tahu, kira dan mendapatkan ukuran menjadi bentuk,posisi,kadar rata-rata
serta jumlah cadangan suatu endapan mineral agar bisa menentukan kualitas dan kuantitas
dari suatu endapan tersebut diperuntukkan tahu nilai ekenomisnya. Kegiatan eksplorasi ini
perlu dilakukan sebelum penambangan karena menghindari resiko kerugian yang akan
ditanggung perusahaan. Seluruh kegiatan eksplorasi pada dasarnya meningkatkan potensi
jumlah mineral. Kajian ekonomi pada kegiatan eksplorasi ini perlu dilakukan terutama
pada:
-Tahap menuju eksplorasi rinci (analisis ekonomi eksplorasi)
-Tahap sebelum penambangan (analisis ekonomi endapan)
-mineral atau studi kelayakan (ekonomi makro)
Beberapa ilmu penunjang yang mendukung kegiatan ekplorasi ini antara lain:
-Geologi,mineral,genesa bahan galian (endpan mineral)
-Teknik ekplorasi,geofisika,geokimia
-Analisis cadangan geostatistik
-Hidrogeologi,Geoteknik
-Ekonomi endapan mineral
Kegiatan selanjutnya adalah melakukan ekplorasi detail (rinci) yang
meliputi pemetaan geologi rinci serta pengambilan contoh dengan jarak yang
relatif rapat sesuai dengan sifat endapan bahan galian termasksud. Contoh-contoh
yang diperoleh kemudian di analisis di laboratorium untuk ditentukan kadar, sifat
fisik lain yang menunjang kegiatan penambangan. Perhitungan cadangan dilakukan
dengan berbagai metode perhitungan yang sesuai untuk jenis endapan tertentu,
antara lain dengan cara area of influence, triangula grouping,cara penampang, cara
block system dan lain sebagainya. Secara konvensional sampai kepada cara
geostatistik (kriging). Kegiatan eksplorasi diawali dengan melakukan studi
pendahuluan, berupa studi literatur tentang genesa timah, keterdapatan, studi
fisiografis, lithologi dan stratigrafi daerah eksplorasi. Studi ini juga dilakukan
tinjauan kembali terhadap data pemboran yang telah dilakukan. Kemudian
dilakukan penetapan wilayah studi dan dibuat suatu program pemboran.

2.5 Pemanfaatan Timah


Pemakaian timah telah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu. Timah dibakar
dengan karbon untuk menghasilkan biji timah dan selanjutnya dipadukan dengan beberapa
bahan logam lain. Timah pada awalnya sering dipakai untuk membuat peralatan memasak.
Produk yang dibuat dari timah sangat aman dan memiliki penampilan yang sangat menarik.
Dibawah ini adalah beberapa manfaat timah sesuai dengan perkembangan jaman.

1. Timah untuk Lapisan Produk Baja


Timah menjadi salah satu produk yang digunakan untuk melapisi baja. Produk yang
dihasilkan dari paduan baja dan timah digunakan untuk keperluan industri otomotif dan
listrik. Timah mampu membentuk baja menjadi logam yang lebih ringan dan sesuai untuk
keperluan pada industri tersebut. Timah bisa menjadi produk pelapis baja untuk beberapa
jenis produk lain seperti perlengkapan memasak, kendaraan, sepeda gunung, produk rumah
tangga dan beberapa produk lain. Timah membuat semua jenis logam bisa dirubah menjadi
berbagai perlengkapan karena mudah untuk dibentuk sesuai dengan ukuran.
2. Timah Sebagai Produk Alumunium Foil
Timah bisa menjadi produk kertas atau lapisan pembungkus makanan. Produk ini
biasanya memiliki warna putih, mudah dibentuk, tahan terhadap pembakaran dan membuat
makanan menjadi lebih awet. Meskipun produk pengemas makanan mengandung timah,
namun juga sangat aman untuk makanan yang disimpan dalam kemasan tersebut. Bahkan
sekarang pemakaian produk ini juga digunakan untuk pengemas obat-obatan dan beberapa
produk yang harus disimpan dalam waktu lama.
3. Timah untuk Penyambung Logam dengan Solder
Perlengkapan solder sangat diperlukan dalam industri listrik, otomotif dan juga
elektronik. Solder sering digunakan untuk menyambung beberapa lapisan perangkat yang
membutuhkan kabel atau logam lain pada sirkuit khusus. Timah menjadi bahan utama
untuk menyambung lapisan ini. Timah membuat produk sangat awet dan mudah dibentuk
sesuai dengan dasar desain pada lapisan sirkuit.
4. Timah sebagai Komponen Logam Ringan
Timah banyak digunakan sebagai campuran beberapa komponen logam ringan
seperti sisa produksi baja. Produk ini akan diolah menjadi campuran baja ringan atau
komponen kendaraan. Beberapa jenis logam yang terbuat dari material baja terkadang
tidak bisa diolah secara mandiri atau harga produksi yang sangat mahal. Timah bisa
menjadi bahan campuran logam yang sempurna dan tahan terhadap karat.
5. Timah Menjadi Magnet Konduksi
Timah bisa diolah menjadi campuran dengan bahan niobium yang bisa
menghasilkan magnet konduksi. Meskipun timah tidak memiliki sifat yang peka terhadap
daya magnet namun campuran dengan bahan niobium bisa menghasilkan produk logam
ringan dan menjadi penghantar daya magnet. Produk ini penting untuk beberapa jenis
perangkat listrik yang membutuhkan kepekaan daya magnet.
6. Timah Sebagai Sensor Gas dalam Industri Keramik
Sensor gas dalam industri keramik memiliki peran yang sangat penting terutama
untuk mencegah beberapa kecelakaan atau kesalahan produksi. Timah yang telah dibakar
menghasilkan timah oksida sehingga bisa menimbulkan bau yang akan terukur oleh
perangkat. Hal inilah yang membuat sensor produksi pada industri keramik bisa terbaca
dan membuat proses produksi berjalan dengan lancar.
7. Timah Sebagai Bahan Kemasan
Pada awalnya timah banyak digunakan sebagai bahan campuran dengan beberapa
material plastik atau kertas menjadi material pengemas. Material ini sering digunakan
untuk mengemas obat-obatan atau produk yang membutuhkan penyimpanan lama dan
tidak mudah terkontaminasi. Sekarang pemakaian timah untuk menghasilkan produk
pengemas sudah dikurangi dan digantikan dengan bahan lain yang lebih murah.
8. Timah Sebagai Pelapis Kaleng
Kaleng sebenarnya adalah produk pengemas yang terbuat dari jenis logam baja
dengan tingkat ketebalan dan berat khusus. Namun baja memiliki kelemahan yang sering
menghambat fungsi bahan pengemas seperti kaleng. Timah dipakai untuk melapisi baja
agar kaleng menjadi lebih ringan, tahan lama, tahan terhadap karat dan melindungi produk
dari perkembangan bakteri. Kaleng dengan lapisan timah akan terlihat lebih ringan, mudah
dibentuk dan produk yang tahan lama.

9. Timah untuk Bahan Produksi Kaca


Timah menjadi salah satu komponen yang sangat penting dalam produksi kaca
mobil atau kaca kendaraan. Dalam sebuah produksi kaca ketika bahan kaca cair diterapkan
pada timah cair maka bagian kaca yang terbentuk akan mengapung pada lapisan timah.
Proses ini akan membentuk kaca yang lebih padat, tidak mudah pecah, tingkat pararel dan
kedataran yang baik dan lebih tahan terhadap tekanan. Hal inilah yang membuat timah bisa
menjadi material utama pada industri kaca.
10. Timah Sebagai Bahan Kombinasi Perunggu
Perunggu didapatkan dari campuran timah dan tembaga. Perunggu banyak
digunakan untuk membuat beberapa produk dalam industri otomotif dan listrik. Campuran
bahan ini juga bisa membentuk produk atau komponen kendaraan, perlengkapan rumah
tangga dan beberapa produk lain. Industri perunggu sangat bergantung pada keberadaan
cadangan timah di dunia.
11. Timah Menjadi Komponen Pasta Gigi
Jika Anda pernah menemukan pasta gigi dengan kandungan SnF2 maka komponen
ini didapatkan dari pengolahan timah. Ini adalah salah satu produk sampingan timah
dengan daya yang sangat kecil. Meskipun ini akan digunakan untuk produksi pasta gigi
namun sangat aman dan bermanfaat untuk kesehatan. Beberapa pasta gigi mengatakan
bahwa komponen ini bisa menjadi fluorida alami yang bisa mempertahankan keputihan
dan kepadatan gigi.
12. Timah Menjadi Komponen Gigi Palsu
Salah satu bahan gigi palsu seperti amalgam gigi juga mengandung bahan timah.
Bahan ini terbuat dari timah dan perak dan membentuk produk dengan warna putih netral
dan mengkilap. Produk ini sangat disukai oleh orang yang menginginkan gigi palsu karena
nyaman dan tahan terhadap racun atau potensi korosi. Meskipun ini mengandung bahan
timah namun sangat aman untuk kesehatan.

13. Timah Menjadi Komponen Zirkonium


Zirkonium adalah salah satu bahan yang sangat penting dalam sebuah pembangkit
listrik tenaga nuklir atau reaktor nuklir. Timah ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil
namun memiliki peran yang sangat besar, terutama untuk memberikan sinyal bahaya pada
produksi bahan nuklir. Timah bisa menimbulkan bau atau zat khusus yang akan terbaca
oleh sinyal khusus sehingga mencegah kecelakaan pada pembangkit listrik tenaga nuklir.

14. Timah Sebagai Komponen Industri Otomotif


Campuran timah dan besi bisa menghasilkan beberapa produk suku cadang
kendaraan bermotor. Industri yang bekerja untuk menghasilkan produk suku cadang sangat
bergantung pada komponen timah karena semua suku cadang tidak mungkin terbuat dari
besi murni. timah membuat suku cadang kendaraan menjadi lebih ringan, mudah dibentuk,
tahan terhadap karat, tahan lama dan sesuai dengan penggunaan kendaraan bermotor.
15. Timah Menjadi Bahan Utama Produksi Plat Timah
Timah diproduksi menjadi plat timah yang bisa diolah menjadi berbagai campuran
produk. Plat timah adalah salah satu industri yang memakai bahan timah dengan jumlah
terbesar di dunia. Produk dari plat timah digunakan untuk membuat lapisan kaleng dan
bahan kemasan lain. Semua produk seperti minuman, makanan, kosmetik, sabun, baterai,
dan container membutuhkan plat timah sebagai bahan kemasan yang aman, tahan korosi
dan tahan lama. Bahkan plat timah juga digunakan untuk membuat bahan pengemas untuk
obat-obatan.
16. Timah Menjadi Produk Plat Elektro
Plat elektro adalah salah satu produk yang terbuat dari timah dan timah oksida.
Produk ini digunakan sebagai bahan lapisan anoda. Produk ini penting untuk membuat
komponen baterai atau semua bahan yang peka terhadap larutan alkali. Hingga sekarang
belum ada pengganti bahan plat elektro.
17. Timah untuk Produksi Pipa
Jenis pipa yang terbuat dari kombinasi besi dan baja ringan juga membutuhkan
timah. Timah akan membuat pipa menjadi lebih ringan. Salah satu tanda pipa memakai
campuran bahan timah adalah bintik-bintik warna metalik pada pipa. Keunggulan pipa ini
adalah tahan terhadap korosi, bisa bertahan lama dan jarang memerlukan perbaikan.
Beberapa jenis industri, saluran minyak, dan saluran gas membutuhkan pipa seperti ini.
18. Produksi Timah Murni
Timah murni banyak dipakai untuk memberikan hiasan pada aksen dekorasi seperti
tepi cermin atau tempat lilin hias. Beberapa negara maju lebih tertarik memakai bahan
timah karena mudah dibentuk dan tahan terhadap panas. Selain itu timah yang digunakan
untuk beberapa aksen dekorasi ini sangat aman untuk lingkungan sehingga pemilik rumah
merasa nyaman.
19. Timah untuk Perangkat Konstruksi Rumah
Timah juga dibuat menjadi plat timah yang bisa dibentuk menjadi atap dan saluran
air pada atap tumah. Lembaran ringan ini sering dikombinasikan dengan bahan lain seperti
aluminum dan baja ringan. Timah bisa membentuk lembaran atap menjadi lebih mengkilap,
tahan panas dan aman untuk lingkungan. Pemakaian model atap ini juga sangat mudah dan
tidak memerlukan banyak perangkat bila dibandingkan dengan jenis model atap lain.
20. Timah Sebagai Pelindung Pintu dan Jendela
Beberapa jenis perangkat konstruksi rumah seperti jendela dan pintu sering dilapisi
dengan bahan timah. Tujuan dari pemakaian timah adalah untuk melindungi bagian pintu
atau jendela dari api jika terjadi kebakaran. Selain itu timah yang menjadi frame jendela
atau pintu bisa dibentuk menjadi beberapa desain sehingga membuat rumah memiliki
penampilan yang lebih menarik.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki symbol Sn
(bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50. Unsur ini merupakan logam miskinkeperakan,
dapat ditempa ("malleable"), tidak mudah teroksidasi dalam udara sehinggatahan karat,
ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logamlainnya untuk
mencegah karat. Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yangterbentuk sebagai
oksida. Adapun manfaat timah dalam kehidupan sehari-hari yaitu digunakan sebagai
pelapis dalam kaleng kemasan makanan, digunakan dalam pembuatan bola lampu, sampai
pada penggunaan pada alat-alat olah raga.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2019. Timah. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Timah. Diakses 13


September 2019.
Anonim. 2014. http://mekanikatanahitm10306011.blogspot.com/2014/05/eksplorasi-
timah.html?m=1. Diakses 17 September 2019
Dwinata, R. A., R. Efendi, & S. P. S Yudha. 2016. Rancang Bangun Aplikasi Tabel
Periodik Unsur Dan Perumusan Senyawa Kimia Dari Unsur Kimia Dasar
Berbasis Android. Jurnal Rekusif. 4 (2): 176-183.
Hasibuan, Zul.2018. https://www.academia.edu/12412760/Eksplorasi_Timah.
Diakses 18 September 2019
Irfan. 2017. https://www.academia.edu/36189978/makalah-
timah.docx?email_work_card=interaction_paper. Diakses 14 September
2019
Yana, Yuli. 2015. 22 Manfaat Timah Dalam Kehidupan Sehari Hari
https://manfaat.co.id/22-manfaat-timah-dalam-kehidupan-sehari-hari.
Diakses 12 September 2019