Anda di halaman 1dari 30

LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI BLITAR

NOMOR : TAHUN 2018


TANGGAL :

PENJELASAN
STANDAR BIAYA TAHUN ANGGARAN 2019

1. Honorarium Penanggung Jawab Pengelola Keuangan


Honorarium Penanggung Jawab Pengelolaan Keuangan Daerah terdiri dari :
1.1 Honorarium Pengelola Keuangan Daerah yang merupakan Satuan
Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) adalah perangkat daerah
pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran, pengguna barang
yang juga melaksanakan pengelolaan keuangan daerah. Pejabat
Pengelola Keuangan Daerah kepala SKPKD yang mempunyai tugas
melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai bendahara
umum daerah.
Pengelola Keuangan Daerah SKPKD terdiri dari:
a. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Bupati
Daerah
b. Wakil Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Wakil Bupati
Keuangan Daerah
c. Koordinator Pengelola Keuangan Daerah Sekretaris
Daerah
d. Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) Kepala BPKAD
selaku BUD
e. Kuasa PPKD selaku Kuasa BUD Sekretaris dan
Kepala Bidang
di BPKAD
f. Penanggung pelaksanaan teknis pengelolaan Pejabat Eselon
keuangan daerah sesuai dengan tugas pokok dan IV di BPKAD;
fungsi Kepala Sub Bidang pada SKPKD, Bendahara
Bendahara Pengeluaran dan Penerimaan pada Pengeluaran /
SKPKD Penerimaan
g. Pelaksana Pengelolaan Keuangan Daerah Staf ASN/
PNS/CPNS di
BPKAD
h. Pelaksana Pendukung Pengelolaan Keuangan Staf Non ASN/
Daerah Non PNS di
BPKAD
i. Kuasa PPKD di SKPD Kepala SKPD
j. Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) PPKD Pejabat yang
Pembantu ditunjuk
Kepala SKPD
k. Bendahara Pengeluaran PPKD Pembantu Pejabat yang
ditunjuk
Kepala SKPD
2

1.2 Honorarium admin Sistem Keuangan Daerah Kabupaten Blitar


1.2.1 Honorarium admin Sistem Keuangan Daerah Kabupaten Blitar
diberikan pada satuan kerja perangkat daerah selaku pengguna
barang/pengguna barang, yang juga melaksanakan pengelolaan
keuangan daerah. Jumlah penanggung jawab admin sistem
keuangan daerah sebanyak 1 orang , koordinator admin sistem
keuangan daerah sebanyak 6 (enam) orang, admin sistem
keuangan daerah dan operator admin sistem keuangan daerah
masing-masing paling banyak 8 (delapan) orang.
1.2.2 Honorarium admin Sistem Keuangan Daerah SKPD diberikan
pada operator admin Sistem Keuangan Daerah satuan kerja
perangkat daerah. Jumlah operator admin Sistem Keuangan
Daerah masing-masing SKPD paling banyak 1 (satu) orang.
1.3 Honorarium Tim Anggaran Pemerintah Daerah
1.3.1 Honorarium Tim Anggaran Pemerintah Daerah selanjutnya
disingkat TAPD yang dibentuk dengan keputusan kepala daerah
dan dipimpin oleh sekretaris daerah yang mempunyai tugas
menyiapkan serta melaksanakan kebijakan kepala daerah dalam
rangka penyusunan APBD yang anggotanya terdiri dari pejabat
perencana daerah, PPKD dan pejabat lainnya sesuai dengan
kebutuhan diberikan setiap kali kegiatan.
1.3.2 Honorarium sekretariat tim anggaran pemerintah daerah
diberikan kepada pegawai negeri yang diberi tugas untuk
melaksanakan kegiatan administratif yang berfungsi untuk
menunjang kegiatan tim anggaran pemerintah daerah. Sekretariat
tim anggaran pemerintah daerah merupakan bagian tidak
terpisahkan tim anggaran pemerintah daerah.

2. Satuan Honorarium Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi


(JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar
2.1 Satuan Honorarium panitia seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi
pratama diberikan kepada pegawai negeri sipil dan praktisi / tenaga
ahli yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan seleksi jabatan
pimpinan tinggi pratama.
2.2 Satuan Honorarium Tim Penilai Kinerja PNS (pengganti Tim
BAPERJAKAT) diberikan kepada pegawai negeri sipil yang diberi tugas
untuk melaksanakan kegiatan penilaian kinerja PNS.
2.3 Satuan Honorarium Tim Sekretariat Penilai Kinerja PNS dan panitia
seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama diberikan kepada
pegawai negeri sipil yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan
administrasi penilaian kinerja PNS dan seleksi pengisian jabatan
pimpinan tinggi pratama.
3

3. Honorarium Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan


Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah (TPTGR)
3.1 Honorarium Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan
Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah diberikan kepada
Pegawai Negeri yang melaksanakan tugas Sidang Majelis Pertimbangan
TPTGR diberikan setiap kali kegiatan/sidang. Jumlah anggota Tim
sebagai berikut:
a. 1 orang Ketua (Sekda);
b. 2 orang Wakil Ketua (Asisten adm umum dan Inspektur);
c. 1 orang Sekretaris (Ka. BPKAD);
d. 1 orang Wakil Sekretaris (Kabid Akuntansi); dan
e. 4 orang Anggota (Kabag Hukum, Ka BKPSDM, Ka Satpol PP,
Kabid Aset).
3.2 Honorarium Sekretariat Tim Majelis Pertimbangan TPTGR diberikan
kepada pegawai negeri yang melaksanakan tugas-tugas Majelis
Pertimbangan TPTGR Keuangan dan Barang Daerah.
Jumlah anggota Tim sebagai berikut:
a. 2 orang Sekretaris Sekretariat; dan
b. 15 orang anggota berasal dari BPKAD, Inspektorat, Setwan, dan
Bagian Hukum.

4. Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dan Sekretariat Tim Pelaksana


Kegiatan
4.1 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai
negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan
kegiatan berdasarkan Surat Keputusan Bupati yang terlebih dahulu
harus mendapat persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah
(TAPD). Untuk pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan berdasarkan
Surat Keputusan Bupati yang sifatnya insidentil agar besaran dan
susunannya mengacu pada Peraturan Bupati ini.
Ketentuan pembentukan tim adalah sebagai berikut:
a) Mempunyai keluaran jelas dan terukur;
b) Bersifat koordinatif yang mengharuskan untuk
mengikutsertakan, eselon II/ III lainnya;
c) Bersifat temporer, pelaksanaannya perlu diprioritaskan;
d) Merupakan perangkapan fungsi atau tugas tertentu bagi pejabat
/pegawai negeri disamping tugas pokoknya sehari-hari; dan
e) Dilakukan secara selektif, efektif, dan efisien.
4.2 Honorarium Tim Pelaksana Kegiatan dapat diberikan kepada pegawai
negeri atau non pegawai yang diberi tugas untuk melaksanakan
kegiatan berdasarkan Surat Keputusan Pengguna Anggaran/Pengguna
Barang dan diberikan berdasarkan pagu kegiatan.
Jumlah tim pelaksana kegiatan paling banyak 2 (dua) orang.
4

5. Honorarium Penanggungjawab Pengelola Keuangan Satuan Kerja Perangkat


Daerah (SKPD)
Honorarium Penanggungjawab Pengelola Keuangan Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD), diberi honorarium berdasarkan besaran pagu yang dikelola
pada DPA SKPD dan diberikan setiap bulan, dengan ketentuan sebagai
berikut:
a) Pengguna Anggaran dapat menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran jika
anggaran (Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung) yang dikelola
diatas Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar) dan dapat diberikan
honorarium setiap bulan, kecuali SKPD Sekretariat Daerah dan
Kecamatan.
b) Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD yang selanjutnya disingkat
PPK-SKPD adalah pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha
keuangan pada SKPD.
c) Dalam hal terdapat kegiatan yang lokasinya berjauhan dengan tempat
kedudukan Bendahara Pengeluaran dan/atau beban kerja Bendahara
Pengeluaran sangat berat, Pengguna Anggaran dapat mengangkat satu
atau lebih Bendahara Pengeluaran Pembantu guna kelancaran
pelaksanaan kegiatan.
d) Dalam hal terdapat beban kerja Bendahara Pengeluaran SKPD,
Pengguna Anggaran dapat mengangkat Pembantu Bendahara
Pengeluaran guna kelancaran pelaksanaan kegiatan. Jumlah Pembantu
Bendahara Pengeluaran paling banyak 2 (dua) orang masing-masing
Pembantu Bendahara Pengeluaran Urusan Gaji dan Pembantu
Bendahara Pengeluaran Pencatat Transaksi / Dokumen.
e) Honorarium Bendahara Penerimaan pada SKPD yang diberikan sesuai
pagu Pendapatan SKPD.
f) Khusus honorarium Pembantu Bendahara Penerimaan hanya
diperkenankan SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
g) Honorarium Pengurus Barang Pembantu dan/ atau pembantu
pengurus barang pengguna diberikan kepada pejabat/pegawai di
lingkungan pengguna barang yang melaksanakan tugas rutin selaku
pengurus/penyimpan barang berdasarkan surat keputusan Bupati atau
Pengelola Barang.
h) Honorarium Pengurus Barang Pembantu / Pembantu Pengurus Barang
Pengguna diberikan kepada pegawai di lingkungan pengguna barang
yang melaksanakan tugas untuk membantu pengurus barang pengguna
secara administratif pada SKPD yang rentang kendali pengelolaan
barang milik daerah relatif luas berdasarkan surat Keputusan Bupati
atau Pengelola Barang.
i) Honorarium Pejabat Penatausahaan Pengguna Barang diberikan kepada
pajabat/ pegawai di lingkungan pengguna barang yang melaksanakan
tugas penatausahaan pengelolaan barang.
5

6. Honorarium Personil Tim Stabilitas Daerah (FORPIMDA)


Honorarium Personil Tim Stabilitas Daerah (FORPIMDA) diberikan dalam
rangka pengendalian stabilitas daerah di lingkungan Kabupaten Blitar.
Honorarium ini diberikan tiap bulan. Adapun personil Tim Stabilitas
Daerah adalah sebagai berikut:
1. Koordinator/Ketua : Bupati Blitar
2. Sekretaris : Sekretaris Daerah
3. Anggota Tetap : Kapolres Blitar, Kapolres Blitar Kota,
Komandan Kodim 0808, Kepala
Kejaksaan
Negeri, Kepala Pengadilan Negeri, Wakil
Bupati, Ketua DPRD ( 7 orang)
4. Anggota Tidak Tetap : Kepala Dinas, Instansi Vertikal (3 orang)
5. Pelaksana harian : Asisten Pemerintahan dan Kesra

7. Honorarium Pengadaan Barang / Jasa


7.1 Pelaksana Pengadaan Barang/Jasa Bagian Layanan Pengadaan:
Bagian Layanan Pengadaan (BLP) merupakan Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan
pemilihan penyedia barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Blitar.
Dalam hal BLP sudah merupakan struktur organisasi tersendiri dan
perangkat BLP telah diberikan remunerasi sesuai ketentuan yang
berlaku, maka perangkat BLP tidak diberikan honorarium.
7.2 Kelompok Kerja (POKJA) Bagian Layanan Pengadaan untuk pekerjaan
Konstruksi/ Pengadaan Barang/ Jasa Lainnya:
a). Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota POLRI/ yang berdasarkan
surat keputusan pejabat yang berwenang diberi tugas tambahan
sebagai Kelompok Kerja Pemilihan pada Bagian Layanan
Pengadaan (BLP), diluar tugas pokok fungsinya akan diberikan
tambahan honorarium sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b). Dalam hal proses pemilihan penyedia barang/ jasa gagal
(tender/seleksi gagal), maka Kelompok Kerja Pemilihan tetap
menerima honorarium sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c). Untuk jumlah anggota Pokja Pemilihan diatur sebagai berikut:
a. Nilai pagu dana di atas Rp. 200 juta s.d Rp. 500 juta jumlah
anggota 3 orang.
b. Nilai pagu dana di atas Rp. 500 juta s.d Rp. 1 milyar jumlah
anggota 5 orang.
c. Nilai pagu dana di atas Rp. 1 milyar s.d Rp. 2,5 milyar jumlah
anggota 5 orang.
d. Nilai pagu dana di atas Rp. 2,5 milyar s.d Rp. 5 milyar jumlah
anggota 5 orang.
6

e. Nilai pagu dana di atas Rp. 5 milyar s.d Rp. 10 milyar jumlah
anggota 5 orang.
f. Nilai pagu dana di atas Rp. 10 milyar s.d Rp. 25 milyar jumlah
anggota 5 orang.
g. Nilai pagu dana di atas Rp. 25 milyar s.d Rp. 50 milyar jumlah
anggota 5 orang.
h. Nilai pagu dana di atas Rp. 50 milyar s.d Rp. 75 milyar jumlah
anggota 7 orang.
i. Nilai pagu dana di atas Rp. 75 milyar s.d Rp. 100 milyar
jumlah anggota 7 orang.
j. Nilai pagu dana di atas Rp. 100 milyar jumlah anggota 7
orang.
Catatan :
Dalam hal anggota kelompok kerja BLP telah menerima tunjangan
profesi, maka kepada anggota kelompok kerja tersebut tidak diberikan
honorarium dimaksud.
7.3 Kelompok Kerja (POKJA) Bagian Layanan Pengadaan untuk Pengadaan
Jasa Konsultasi:
Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota POLRI/ yang berdasarkan
surat keputusan pejabat yang berwenang diberi tugas tambahan
sebagai Kelompok Kerja Pemilihan pada Bagian Layanan Pengadaan
(BLP), diluar tugas pokok fungsinya akan diberikan tambahan
honorarium sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk jumlah
anggota Pokja Pemilihan diatur sebagai berikut:
a. Nilai pagu dana di atas Rp. 100 juta s.d Rp. 200 juta jumlah
anggota 3 orang.
b. Nilai pagu dana di atas Rp. 200 juta s.d Rp. 500 juta jumlah
anggota 3 orang.
c. Nilai pagu dana di atas Rp. 500 juta s.d Rp. 1 milyar jumlah
anggota 5 orang.
d. Nilai pagu dana di atas Rp. 1 milyar jumlah anggota 7 orang.
Catatan :
Dalam hal anggota kelompok kerja BLP telah menerima tunjangan
profesi, maka kepada anggota kelompok kerja tersebut tidak diberikan
honorarium dimaksud.
7.4 Honorarium Pejabat Pengadaan/ Pejabat pelaksana e-Purchasing:
a). Honorarium diberikan kepada seseorang yang diangkat oleh
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran (PA/KPA) sebagai
Pejabat Pengadaan barang/jasa atau Pejabat Pelaksana e-
Purchasing untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b). Honorarium Pejabat Pengadaan diberikan per bulan untuk Pejabat
Pengadaan yang berada dan bertugas pada OPD masing-masing.
7

7.5 Honorarium Pengguna Anggaran:


Honorarium diberikan kepada Pengguna Anggaran (PA) sebagaimana
berikut:
1. Melakukan penetapan pemenang atas pemilihan penyedia pada
tender atau penunjukan langsung untuk paket pengadaan
barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainya sesuai dengan ketentuan
berlaku; atau
2. Menetapkan pemenang pada seleksi atau penunjukan langsung
untuk paket pengadaan jasa konsultansi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.

8. Honorarium Pejabat/Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PjPHP/PPHP)


8.1 a) Honorarium diberikan kepada pegawai negeri yang ditunjuk dan
ditetapkan sebagai Pejabat/Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan
Hasil Pekerjaan (PjPHP/PPHP) oleh PA/KPA untuk melakukan
pemeriksaan administratif terhadap barang/jasa yang akan
diserahterimakan.
b) Honorarium Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan diberikan per
bulan, sedangkan honorarium Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan
diberikan per paket pekerjaan.
8.2 a) Honorarium diberikan kepada panitia yang ditetapkan oleh
PA/KPA yang bertugas melakukan pemeriksaan administratif
terhadap barang/jasa yang akan diserahterimakan.
b) Jumlah anggota Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan dengan nilai
pagu sampai dengan Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta)
maksimal 3 (tiga) orang sedangkan jumlah anggota Panita
Pemeriksa Hasil Pekerjaan dengan nilai pagu di atas Rp.
500.000.000,00 (lima ratus juta) menyesuaikan kebutuhan.

9. Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen


a). Honorarium Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat
PPK diberikan per bulan.
b). Dalam hal Pejabat Pembuat Komitmen melakukan pemilihan penyedia
melalui e-Purchasing akan mendapat honorarium per paket sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

10. Honorarium Kegiatan Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Diklat Desiminasi/


Diklat/ Kegiatan sejenis
10.1 Honorarium Narasumber/Pembahas
Honorarium Narasumber diberikan kepada pegawai negeri/ non
pegawai negeri yang memberikan informasi/ pengetahuan kepada
pegawai negeri lainnya/ masyarakat.
8

Honorarium narasumber pegawai negeri / non pegawai negeri dapat


diberikan dengan ketentuan:
1. Narasumber/ pembahas berasal dari luar lingkup unit
organisasi penyelenggara; dan/atau
2. Narasumber/pembahas berasal dari dalam lingkup unit
organisasi penyelenggara sepanjang peserta yang menjadi
sasaran utama kegiatan berasal dari luar lingkup unit
organisasi penyelenggara/ masyarakat.
10.2 Honorarium Moderator
Honorarium moderator diberikan kepada pegawai negeri/non
pegawai negeri yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk
melaksanakan tugas sebagai moderator pada Kegiatan Seminar
/Rakor /Sosialisasi /Desiminasi /Kegiatan sejenis.
Pelaksanaan Kegiatan Seminar/Rakor/Sosialisasi/Desiminasi/
Kegiatan sejenis dapat menggunakan jasa moderator dalam hal
diperlukan.
Catatan:
1. Satuan jam yang digunakan untuk Kegiatan
Seminar/Rakor/Sosialisasi/ Desiminasi/ Diklat/ Kegiatan
sejenis setara dengan jam pelajaran, paling kurang 45 (empat
puluh lima) menit.
2. Untuk honorarium narasumber profesional besaran honornya
sesuai dengan nilai kontrak yang disepakati.
10.3 Penyusunan naskah/materi
Penyusunan naskah/materi digunakan untuk pengganti biaya
menyusun naskah/materi yang digunakan untuk kegiatan
Seminar/ Rakor/ Sosialisasi/ Desiminasi/ Diklat/ Kegiatan sejenis.
10.4 Bantuan Transport Widyaiswara
Bantuan Transport Widyaiswara digunakan untuk pengganti
transport Widyaiswara untuk kegiatan diklat kepemimpinan.
10.5 Honorarium Tenaga Ahli Fraksi
Honorarium Tenaga Ahli Fraksi digunakan untuk kegiatan di
Sekretariat DPRD. Dalam rangka melaksanakan tugas setiap
Fraksi dibantu oleh 1 (satu) orang Tenaga Ahli.
10.6 Honorarium Kelompok Pakar / Tim Ahli DPRD digunakan untuk
kegiatan di Sekretariat DPRD. Dalam rangka melaksanakan tugas
dan wewenang DPRD dibantu Kelompok Pakar atau Tim Ahli DPRD
paling banyak sesuai dengan jumlah alat kelengkapan DPRD.
10.7 Honorarium Tim Advokasi penanganan dan penyelesaian sengketa
hukum di pengadilan diberikan kepada seseorang yang ditugaskan
oleh Pejabat berwenang sebagai Tim Advokasi / Tim Kuasa Hukum
dalam penanganan suatu perkara/ beracara di Pengadilan.
10.8 Honorarium Saksi pada pelantikan dan pengambilan sumpah/
janji jabatan diberikan kepada pegawai negeri sipil yang diberi
tugas sebagai saksi pada kegiatan pelantikan dan pengambilan
sumpah/ janji jabatan dan diberikan honorarium per kegiatan.
9

10.9 Honorarium Konsultan / Tenaga Ahli Bidang Pariwisata, Budaya,


Pemuda dan Olahraga diberikan kepada seseorang yang ahli di
bidang pariwisata, budaya, pemuda dan olah raga. Honorarium
diberikan per bulan berdasarkan tingkat lokasi kegiatan.
10.10 Narasumber Bidang Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga
diberikan kepada seseorang yang ahli di bidang pariwisata,
budaya, pemuda dan olah raga. Honorarium diberikan per jam
berdasarkan tingkat lokasi kegiatan.

11. Honorarium Penyelenggara Ujian


Honorarium Penyelenggaraan Ujian dan Vakasi merupakan imbalan bagi
penyusun naskah ujian, pengawas ujian, penguji atau pemeriksa hasil
ujian pada pendidikan tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Satuan biaya
pengawas ujian sudah termasuk uang transpor. Pemberian honorarium
penyusun naskah ujian, penguji atau pemeriksa hasil ujian kepada
guru/dosen diberikan atas kelebihan beban kerja guru/dosen dalam
penyusunan naskah ujian, pengujian atau pemeriksaan hasil ujian yang
ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, honorarium pemeriksaan
hasil ujian tidak diberikan untuk penyelenggaraan ujian yang bersifat
latihan dan ujian lokal. Sementara untuk tingkat pendidikan tinggi,
honorarium pemeriksaan hasil ujian dapat diberikan untuk ujian masuk
penerimaan mahasiswa baru, ujian tengah semester, ujian akhir semester,
dan ujian akhir baik untuk ujian yang bersifat tertulis maupun praktik.

12. Satuan Honorarium Pendidikan (SD-SMP) untuk Biaya Operasional


Sekolah (BOS)
12.1 Honor Pembina Ekstrakurikuler (intern).
Honor Pembina Ekstrakurikuler (intern) adalah honor yang
diberikan kepada seseorang dari dalam sekolah yang ditugasi
membina ekstrakurikuler sekolah.
12.2 Honor Pembina Ekstrakurikuler (ekstern).
Honor Pembina Ekstrakurikuler (ekstern) adalah honor yang
diberikan kepada seseorang dari luar sekolah yang ditugasi
membina ekstrakurikuler sekolah
12.3 Honor Pembelajaran remedial, pengayaan dan pemantapan
persiapan ujian.
Honor Pembelajaran remedial, pengayaan dan pemantapan
persiapan ujian adalah honor yang diberikan kepada guru yang
ditugasi memberikan pembelajaran remedial, pengayaan, dan
pemantapan persiapan ujian di luar jam mengajar.
10

12.4 Honor/isentif penyusun laporan BOS.


Honor/isentif penyusun laporan BOS adalah honor yang diberikan
kepada seseorang yang ditugasi menyusun pembukuan, laporan
dan pertanggungjawaban Boaya Operasional Sekolah (BOS).
12.5 Honor/insentif pembantu penyusun laporan BOS (Tenaga
Administrasi BOS).
Honor/insentif pembantu penyusun laporan BOS (Tenaga
Administrasi BOS) adalah honor yang diberikan kepada seseorang
yang ditugasi membantu Bendahara BOS dalam menyusun
pembukuan laporan dan petanggungjawaban Biaya Operasional
Sekolah (BOS).
12.6 Honor Entri Data Baru Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Honor Entri Data Baru Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
adalah honor yang diberikan kepada seseorang yang ditugasi
membantu Bendaharan BOS dalam menyusun pembukuan
laporan dan petanggungjawaban Biaya Operasional Sekolah (BOS).
12.7 Honor Tim Manajemen Bantuan Operasional sekolah (BOS).
Honor Tim Manajemen Bantuan Operasional sekolah (BOS) adalah
honor yang diberikan kepada Tim yang ditugasi melaksanakan
pembinaan, pelayanan pengaduan masyarakat, sosialisasi,
memverifikasi data, monitoring, dan memantau pelaporan Biaya
Operarional Sekolah (BOS).
12.8 Honor Petugas Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Honor Petugas Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah honor
yang diberikan kepada seseorang yang ditugasi memverifikasi data,
menginput Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) melalui
aplikasi SIMDA, monitoring, memantau pelaporan per Tribulan
Biaya Operasional Sekolah (BOS) SD dan SMP di Dinas
Pendidikan.
12.9 Honor Tim Kelompok Kerja Pendataan Pendidikan (KK Datadik).
Honor Tim Kelompok Kerja Pendataan Pendidikan (KK Datadik)
adalah honor yang diberikan kepada Tim yang ditugasi
melaksanakan pendataan, verifikasi, validasi, mengolah dan
melaporkan rekap pendataan pendidikan.
12.10 Honor Petugas Data.
Honor Petugas Data adalah honor yang diberikan kepada
seseorang yang ditugasi melaksanakan pendataan, verifikasi,
validasi dan pelaporan rekap pendataan pendidikan di Dinas
Pendidikan.
12.11 Honorarium Penulis Ijasah.
Honorarium Penulis Ijasah adalah honorarium yang diberikan
kepada petugas penulis ijasah dan SKUN di Sekolah.
11

13. Honorarium Tim Penyusunan Jurnal


Honorarium Tim Penyusunan Jurnal diberikan kepada PNS dan Non PNS
yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan penyusunan jurnal. Untuk
melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berdasarkan
Surat Keputusan Pejabat yang berwenang.

14. Honorarium Redaksi Majalah Penataran


Honorarium yang diberikan kepada PNS dan Non PNS yang ditunjuk
untuk melakukan kegiatan Redaksi Majalah Penataran dan dalam
melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berdasarkan
Surat Keputusan Pejabat yang Berwenang.

15. Honorarium Tim Pengelola Website Kabupaten


Honorarium yang diberikan kepada PNS/Non PNS yang ditunjuk untuk
melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berdasarkan
Surat Keputusan Pejabat yang Berwenang.

16. Honorarium Tenaga Desain Grafis


Honorarium yang diberikan kepada Non PNS yang ditunjuk untuk
melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berdasarkan
Surat Keputusan Pejabat yang Berwenang. Adapun kualifikasi tenaga
desain grafis adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan minimal D3/S1 jurusan Desain Grafis / Komputer Grafis.
2. Menguasai corel draw, photoshop dan beberapa program desain
lainnya diutamakan.
3. Menguasai desain web dan grafis.
4. Menguasai bahasa pemograman.
5. Menguasai database.
6. Menguasai konfigurasi jaringan
7. Berpengalaman di bidangnya minimal selama 2 tahun.

17. Honorarium Tenaga IT


Honorarium yang diberikan kepada Non PNS yang ditunjuk untuk
melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berdasarkan
Surat Keputusan Pejabat yang Berwenang. Adapun kualifikasi tenaga IT
adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan minimal D3 / S1 jurusan teknik informatika/ teknik
elektro/ teknik komputer/ manajemen informatika.
2. Menguasai bahasa pemograman.
3. Menguasai database.
4. Menguasai konfigurasi jaringan.
5. Menguasai Linux.
6. Berpengalaman dibidangnya minimal selama 2 tahun.
12

18. Honorarium Tim Penataan dan Pengawasan Pembangunan Menara


Telekomunikasi (TP3MTB)
Honorarium yang diberikan kepada PNS yang ditunjuk untuk melakukan
kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berdasarkan Surat
Keputusan Pejabat yang Berwenang.

19. Honorarium Pengelola Telecenter


Honorarium yang diberikan kepada Non PNS yang ditunjuk untuk
melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berdasarkan
Surat Keputusan Pejabat yang Berwenang.

20. Honorarium Juri/Wasit, Instruktur Senam, Pembawa Acara (MC),


Pembaca Doa, Pengukuhan Sumpah, Pemimpin Lagu / Dirigen, Pengiring
Lagu, Rohaniawan, Bimbingan Psikologis dan Pendamping Hukum
Honorarium juri/wasit, instruktur senam, pembawa acara (MC), pembaca
doa, pengukuhan sumpah dan pemimpin lagu diberikan kepada pegawai
negeri sipil dan non PNS yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang
untuk melaksanakan kegiatan di SKPD.
Honorarium Pembawa Acara diberikan kepada pegawai negeri sipil yang
ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan tugas
memandu acara dalam kegiatan rapat paripurna/ seminar/ rapat
koordinasi/ sosialisasi/ diseminasi/ bimbingan teknis/ workshop/
lokakarya/ dan sejenisnya, yang dihadiri oleh pejabat setingkat
Bupati/Wakil Bupati/Pimpinan Dewan/Sekda dengan peserta minimal
100 orang dan dihadiri lintas unit eselon II.
Honorarium rohaniawan, bimbingan psikologis dan pendamping hukum
diberikan kepada seseorang yang diberi tugas untuk melakukan
penanganan korban kekerasan perempuan dan anak meliputi penanganan
bimbingan kesehatan mental, bimbingan psikologis dan pendampingan
hukum bagi korban.

21. Honorarium Satpam/Petugas Pengamanan, Pengemudi, Petugas


Kebersihan, Pramubakti, Juru Parkir, Tenaga Teknis
20.1 Honoraium satpam/petugas pengamanan, pengemudi, petugas
kebersihan, pramubakti dan tenaga teknis lainnya diperuntukkan
bagi non pegawai negeri yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan
berdasarkan surat keputusan pengguna anggaran. Honorarium ini
diberikan per kegiatan.
13

20.2 Honorarium diperuntukkan bagi non pegawai negeri atau pegawai


tidak tetap dengan perjanjian kerja (PTT-PK) yang ditunjuk untuk
melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya,
berdasarkan surat keputusan pejabat yang berwenang/perjanjian
kerja. Untuk satpam/petugas pengamanan, pengemudi, petugas
kebersihan, pramubakti, juru parkir dan tenaga teknis dengan
melalui jasa pihak ketiga/diborongkan, alokasi honorarium
tersebut dapat ditambah paling banyak sebesar 15 % (lima belas
persen) dari satuan biaya. Honorarium tersebut tidak termasuk
biaya seragam dan perlengkapan. Honorarium ini diberikan per
bulan. Honorarium tersebut sudah termasuk iuran asuransi
kesehatan.

22. Honorarium Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Blitar


Honorarium diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), CPNS dan
Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTT-PK) yang diberi tugas
untuk menyusun laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Blitar baik
yang dilaksanakan secara prosedur manual maupun terkomputerisasi.
Sistem Akuntansi dan Aset Tingkat Kabupaten terdiri dari Sistem
Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Daerah
(SABMD). Ketentuan mengenai jumlah Penyusun Laporan Keuangan
Pemerintah Kabupaten Blitar adalah sebanyak 10 (sepuluh) orang yang
ditetapkan berdasarkan SK Bupati.

23. Satuan Biaya Uang Lembur dan Uang Makan Lembur


23.1 Uang lembur merupakan kompensasi bagi Pegawai Negeri Sipil
(PNS), CPNS dan Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja yang
melakukan kerja lembur berdasarkan surat perintah dari pejabat
yang berwenang baik bekerja di luar jam kerja dan/atau di luar
hari kerja. Lembur dilaksanakan pada hari kerja. Lembur yang
dilaksanakan di luar hari kerja maksimal 8 jam per hari. Uang
lembur pada hari libur 200% dari tarif lembur pada hari kerja.
23.2 Uang makan lembur diperuntukan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS),
CPNS dan Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja setelah
bekerja lembur paling kurang 2 (dua) jam secara berturut-turut
dan diberikan maksimal 1 (satu) kali per hari.

24. Satuan Biaya Diklat Pimpinan/Struktural


Satuan biaya diklat pimpinan struktural merupakan satuan biaya yang
digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya diklat penjenjangan bagi
pejabat/pegawai yang akan/telah menduduki jabatan tertentu satuan
biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan, namun belum
termasuk biaya perjalanan dinas peserta.
14

25. Satuan Biaya Latihan Prajabatan


Satuan biaya latihan prajabatan merupakan satuan biaya yang digunakan
untuk perencanaan kebutuhan biaya latihan prajabatan bagi calon
pegawai negeri sebagai syarat untuk diangkat sebagai pegawai negeri.
Satuan biaya ini sudah termasuk biaya observasi lapangan, namun
belum termasuk biaya perjalanan dinas peserta.

26. Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Sipil


Honorarium Penyuluh Non Pegawai Negeri Sipil diberikan kepada pegawai
non PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar dan
perjanjian kerjanya dengan Pemerintah Pusat / Pemerintah Provinsi Jawa
Timur yang sisa gajinya dibebankan pada APBD Pemerintah Kabupaten
Blitar.

27. Satuan Biaya Bantuan Beasiswa Program Gelar/Non Gelar Dalam


Negeri
Satuan biaya bantuan beasiswa program gelar/non gelar dalam negeri
merupakan satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan
biaya bantuan mahasiswa program gelar/non gelar dalam negeri bagi
Pegawai Aparatur Sipil Negara/Anggota Polri/TNI yang ditugaskan untuk
melanjutkan pendidikan Diploma I, Diploma III, Diploma IV atau Strata 1
(Sl), dan pendidikan Pasca Sarjana Strata 2 (S2) atau Strata 3 (S3) yang
terdiri dari biaya hidup dan operasional, uang buku dan referensi. Biaya
pelaksanaan pendidikan ditanggung oleh Pemerintah secara at cost
sedangkan untuk biaya riset program dapat dialokasikan bantuan biaya
riset sesuai kemampuan keuangan Kementerian Negara/Lembaga masing-
masing.

28. Satuan Biaya Pemeliharaan Sarana Kantor


Satuan biaya pemeliharaan sarana kantor merupakan satuan biaya
pemeliharaan yang digunakan untuk mempertahankan barang inventaris
kantor (yang digunakan langsung oleh pegawai, khususnya meja dan
kursi), personal computer/notebook, printer, AC split, dan genset agar
berada dalam kondisi normal (beroperasi dengan baik). Untuk biaya
pemeliharaan genset belum termasuk kebutuhan bahan bakar minyak.

29. Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Dinas


Satuan Biaya Pengadaan Kendaraan Dinas merupakan satuan biaya yang
digunakan untuk pengadaan kendaraan dinas pejabat maupun kendaraan
operasional kantor.

30. Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas


Satuan Biaya Pengadaan Pakaian Dinas merupakan satuan biaya yang
digunakan untuk pengadaan pakaian dinas. Biaya pengadaan pakaian
dinas tersebut sudah termasuk ongkos jahit.
15

31. Satuan Biaya Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan


Satuan biaya pemeliharaan dan operasional kendaraan dinas merupakan
satuan biaya yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya
pemeliharaan dan operasional kendaraan dinas yang digunakan untuk
mempertahankan kendaraan dinas agar tetap dalam kondisi normal dan
siap pakai sesuai dengan peruntukkannya. Satuan biaya tersebut sudah
termasuk biaya bahan bakar namun belum termasuk biaya pengurusan
Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang besarannya mengacu pada
ketentuan yang berlaku.
Catatan :
1. Yang dimaksud kendaraan operasional dalam lingkungan kantor
adalah kendaraan yang digunakan hanya terbatas dalam lingkungan
kantor.
Contoh:
Golf car/sejenisnya yang digunakan untuk mengantar tamu
kenegaraan.
2. Khusus untuk kendaraan dinas yang pengadaannya bersumber dari
sewa, satuan biaya operasional tersebut hanya diperuntukkan untuk
bahan bakar.
3. Satuan biaya ini tidak diperuntukkan bagi :
a. Kendaraan yang rusak berat yang memerlukan biaya
pemeliharaan besar dan untuk selanjutnya harus dihapuskan
dari daftar inventaris; dan/atau
b. pemeliharaan kendaraan yang bersifat rekondisi dan/atau
overhaul

32. Satuan Biaya Sewa


32.1 Satuan biaya sewa mesin fotokopi merupakan satuan biaya yang
digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya sewa mesin
fotokopi analog dan/atau mesin fotokopi digital, untuk menunjang
pelaksanaan operasional kantor. Satuan biaya ini sudah termasuk
toner dan biaya perawatan untuk pencetakan sampai dengan 6.000
(enam ribu) lembar/bulan.
32.2 Satuan biaya sewa ruang/ kantor/ gedung pertemuan merupakan
satuan biaya yang digunakan untuk sewa ruang/kantor/gedung
pertemuan.

33. Satuan Biaya Konsumsi


Satuan biaya konsumsi merupakan satuan biaya yang digunakan untuk
perencanaan kebutuhan biaya pengadaan konsumsi makanan termasuk
minuman dan kudapan untuk rapat/ pertemuan baik untuk rapat
koordinasi maupun untuk rapat biasa yang diselenggarakan di kantor.
Satuan biaya konsumsi untuk prasmanan VIP (1 paket 5 jenis menu),
harga tergantung pada jumlah menu dan jenis makanan yang dipesan.
Oleh-oleh tamu diberikan untuk tamu-tamu Pimpinan Daerah dan SKPD.
16

34. Bantuan Uang Transport Non PNS


Bantuan uang transport Non PNS diberikan sebagai pengganti transport
untuk kegiatan sosialisasi, bintek dan pelatihan yang melibatkan tokoh
masyarakat, tokoh agama, pimpinan organisasi dan masyarakat biasa.

35. Persewaan Alat


Satuan biaya sewa alat merupakan satuan biaya yang digunakan untuk
perencanaan kebutuhan biaya sewa alat dan atau mesin untuk
menunjang pelaksanaan operasional kantor.

36. Persewaan Kendaraan


Sewa kendaraan sedan, bus, dan mobil box merupakan satuan biaya yang
digunakan untuk membiayai kebutuhan biaya sewa kendaraan sedan,
bus dengan kapasitas 32 (tiga puluh dua) penumpang selama 8 (delapan)
jam, dan mobil box untuk kegiatan yang sifatnya insidentil dan dilakukan
secara selektif serta efisien. Satuan biaya sewa tersebut sudah termasuk
biaya bahan bakar dan pengemudi.

37. Satuan Biaya Pengepakan dan Angkutan Barang Perjalanan Dinas Dalam
Satuan biaya pengepakan dan angkutan barang perjalanan dinas pindah
dalam negeri merupakan satuan biaya yang digunakan untuk
perencanaan kebutuhan biaya pengepakan dan angkutan barang
pindahan yang diberikan kepada pejabat negara/pegawai Aparatur Sipil
Negara yang dipindahtugaskan berdasarkan Surat Keputusan pejabat
yang berwenang. Satuan biaya ini merupakan bantuan yang diberikan
pemerintah kepada pejabat negara/pegawai Aparatur Sipil Negara yang
berkenaan. Satuan biaya ini sudah termasuk ongkos tukang, pengadaan
bahan-bahan, biaya bongkar muat, dan biaya angkutan barang dari
tempat asal sampai dengan tujuan.

38. Satuan Biaya Honorarium FKDM, KOMINDA dan FKUB


38.1 Honorarium FKDM Kabupaten Blitar
Honorarium bagi Dewan Penasehat FKDM dan anggota FKDM
Kabupaten sebagai pembicara dalam rangka kegiatan FKDM di
tingkat Kabupaten.
38.2 Honorarium FKDM Kecamatan
Honorarium bagi Dewan Penasehat FKDM dan anggota FKDM tingkat
kecamatan sebagai pembicara dalam rangka kegiatan FKDM di
tingkat Kecamatan.
38.3 Honorarium FKDM Kelurahan/Desa
Honorarium bagi Dewan penasehat FKDM dan anggota FKDM tingkat
kelurahan/ desa sebagai pembicara dalam rangka kegiatan FKDM di
tingkat Kelurahan/Desa.
17

38.4 Honorarium Anggota Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA)


Honorarium anggota KOMINDA sebagai pembicara dalam rangka
kegiatan KOMINDA.
38.5 Honorarium FKUB Kabupaten Blitar
Honorarium dewan penasehat FKUB dan anggota FKUB sebagai
pembicara dalam rangka kegiatan FKUB.

39. Satuan Biaya Sosialisasi Program Kerja Melalui Media


Biaya sosialisasi program kerja melalui media masa merupakan biaya yang
dikeluarkan dalam rangka kerjasama Pemerintah Daerah dengan media
untuk menyebarluaskan informasi penyelenggaraan pemerintah dan
pembangunan dalam bentuk advertorial dan even by order dengan
mengangkat isu aktual sesuai dengan tujuan yang digariskan berdasarkan
kebijakan pemerintahan daerah (kepala daerah dan DPRD).

40. Satuan Biaya Kegiatan Reses


Satuan biaya kegiatan reses digunakan untuk kegiatan reses di Sekretariat
DPRD Kabupaten Blitar.

41. Satuan Biaya Honorarium Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Lokal


(LPPL) Radio Persada FM
Satuan Biaya Honorarium Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Lokal
Radio Persada FM diberikan kepada pegawai negeri sipil dan pegawai non
PNS yang ditunjuk untuk mengelola lembaga penyiaran publik lokal radio
Persada FM. Honorarium Karyawan Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio
Persada FM diberikan kepada 1 orang Ketua Dewan Pengawas, 2 orang
Dewan Pengawas, 1 orang Direktur Utama, 1 orang Direktur Administrasi
dan Umum, 1 orang Direktur Operasional, 1 orang Penyiar dan 2 orang
Cleaning Service.

42. Satuan Biaya Honorarium Kesehatan


42.1 Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan balita gizi buruk
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk pemulihan balita gizi
buruk yang diberikan selama 90 hari atau 3 bulan kepada balita
penderita gizi buruk.
42.2 Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan ibu hamil KEK
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk pemulihan ibu hamil
KEK yang diberikan selama 90 hari atau 3 bulan kepada ibu hamil
KEK.
42.3 Makanan pendamping ASI 6 - 11 Bulan keluarga miskin
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pendamping asi untuk balita
usia 6-11 bulan bagi keluarga miskin yang diberikan selama 90 hari
atau 3 bulan kepada keluarga miskin.
18

42.4 Makanan pendamping ASI 12 - 24 Bulan keluarga miskin


Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pendamping asi untuk balita
usia 12-24 bulan bagi keluarga miskin yang diberikan selama 90 hari
atau 3 bulan kepada keluarga miskin.
42.5 Honorarium Tenaga Teknis Verifikator SPM
Honorarium tenaga teknis verifikator SPM diberikan kepada pegawai
non PNS yang diberi tugas untuk memverifikasi surat pernyataan
miskin (SPM) dari pemohon dan diberi honorarium per bulan.

43. Satuan Biaya Honorarium Tim Pembinaan dan Pengawasan


43.1 Honorarium Tim Pembinaan dan Pengawasan
Honorarium Tim Pengawasan dan Pembinaan digunakan untuk
kegiatan:
1. Pengawasan Internal secara Berkala.
2. Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan.
3. Evaluasi SAKIP OPD.
4. Pemantauan, Pelaksaaan dan Pengendalian RAD-PPK.
5. Penanganan Kasus Pengadaan Masyarakat di Lingkungan
Pemerintah Daerah.
6. Reviu Perencanaan dan laporan Pemerintah Daerah.
7. Verifikasi LHKASN.
8. Pelaksanaan Self Assesment APIP.
9. Kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Pungutan Liar (Saber
Pungli).
10. Penilaian angka kredit
Untuk jumlah personil Tim Pengawasan dan Pembinaan sesuai
dengan kebutuhan dan diatur tersendiri dalam Standar Operasional
Prosedur (SOP) Inspektorat Kabupaten Blitar.

44. Satuan Biaya Honorarium Tim Pembinaan, Verifikator, Evaluator dan


Pengendalian Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD)
44.1 Verifikasi dokumen perencanaan pembangunan daerah yang
selanjutnya disingkat PPD terdiri dari kumpulan dokumen
perencanaan meliputi: RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja
SKPD, RKA SKPD dan dokumen RTRW, merupakan kumpulan
aktivitas kegiatan koordinasi, verifikasi, sinkronisasi dan
pendampingan serta evaluasi dan monitoring yang dilakukan dalam
rangka penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah
(RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, RKA SKPD dan
dokumen RTRW) beserta dokumen perubahannya dan diintegrasikan
ke dalam software perencanaan daerah (e-planing), terdiri dari:
19

44.1.1 Honorarium Tim Verifikator Dokumen PPD, diberikan kepada


Pegawai Negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan
kegiatan koordinasi, verifikasi, sinkronisasi dan
pendampingan serta evaluasi dan monitoring yang dilakukan
dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan
pembangunan daerah RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD,
Renja SKPD, RKA SKPD dan dokumen RTRW dan integrasi
dalam software perencanaan daerah (e-planning). Honorarium
Tim dimaksud diberikan setiap kali melaksanakan obyek
verifikasi sinkronisasi dan pendampingan SKPD serta evaluasi
dan monitoring terhadap dokumen PPD. Jumlah anggota tim
verifikasi dokumen PPD sebagai berikut:
1. Penanggungjawab : 1 orang (Kepala Bappeda)
2. Ketua : 1 orang (Sekretaris Bappeda)
3. Koordinator Tim : 4 orang (Pejabat Eselon III
Bappeda)
4. Anggota Tim : 15 orang (Pejabat Eselon IV
Bappeda)
44.1.2 Honorarium Tim Operator E-Planning, diberikan kepada
pegawai negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan
kegiatan pendampingan teknis yang dilakukan dalam rangka
integrasi dokumen perencanaan pembangunan daerah RPJPD,
RPJMD, Renstra SKPD, RKPD, Renja SKPD, RKA SKPD dan
dokumen RTRW ke dalam software perencanaan daerah (e-
planing). Honorarium tim dimaksud diberikan setiap kali
melaksanakan koordinasi, verifikasi, sinkronisasi dan
pendampingan serta evaluasi dan monitoring terhadap
dokumen PPD dan e-planing. Jumlah anggota tim operator
dimaksud sebagai berikut:
1. Koordinator Tim Operator : 2 orang (Staf Bappeda)
2. Anggota Tim Operator : 10 orang (Staf Bappeda)
44.2 Perumusan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban KDH (LKPJ)
merupakan kumpulan aktivitas kegiatan koordinasi, pendataan,
analisis data, pengolahan dan penyajian data, konsultasi,
pendampingan dan pelaporan yang dilakukan secara terencana dan
terpadu dalam rangka penyusunan dokumen LKPJ Tahunan maupun
akhir masa jabatan (AMJ) terdiri dari:
44.2.1 Honorarium tim perumus LKPJ, diberikan kepada pegawai
negeri yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan
koordinasi, pendataan analisis data, pengolahan dan
penyajian data, konsultasi, pendampingan dan pelaporan
dalam rangka penyusunan dokumen LKPJ tahunan maupun
akhir masa jabatan (AMJ). Honorarium tim dimaksud
diberikan paling banyak selama 3 bulan sesuai dengan jadwal
yang telah disusun. Jumlah anggota tim perumus LKPJ
sebagai berikut:
20

1. Pengarah : 1 orang (Sekretaris Daerah)


2. Penanggungjawab : 1 orang (Kepala Bappeda)
3. Koordinator : 1 orang (Sekretaris Bappeda)
4. Ketua : 1 orang (Kabid. Litbang pd
Bappeda)
5. Sekretaris : 1 orang (Kasubid. Pelaporan
pd Bappeda)
6. Bidang Verifikasi dan Evaluasi Data : 3 orang ( Kabid
pada Bappeda)
7. Bidang Penyajian dan Pelaporan Data : 4 orang (Kasubid
pada Bappeda)
8. Bidang Pengumpulan dan Input Data : 5 orang (Staf
pada Bappeda)
9. Penanggungjawab Data : seluruh kepada SKPD
beserta kepala BPS
10.Pengolah Data : masing-masing 1 orang per
SKPD dan dari BPS
44.2.2 Honorarium Tim Dukungan Administrasi
- Staf Administrasi : 2 orang Staf
45. Satuan Biaya Honorarium Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM),
Tenaga Ahli/ Konsultan Teknis Kecamatan (KTK) Serta Tim Koordinasi
Fasilitasi Kegiatan Perencanaan, Pelaksanaan Dan Pelaporan Pada Kegiatan
Anti Poverty Program (APP) Tingkat Kabupaten, Dan Tingkat Desa
45.1 Honorarium Pendamping Kelompok Masyarakat selanjutnya disingkat
PKM pada kegiatan Anti Poverty Program (APP) adalah honor yang
diberikan kepada Kader Desa yang bertempat tinggal di desa lokasi
APP atau desa terdekat terdekat yang berstatus Non Pegawai Negeri
sipil (PNS) dan bukan aparat desa. PKM tersebut ditunjuk
berdasarkan surat keputusan pengguna anggran yang bertugas
untuk melakukan pendampingan kepda kelompok masyarakat
(Pokmas) yang mendapatkan bantuan program APP. Honorarium ini
diberikan perbulan selama melaksanakan pendampingan pada desa
yang telah ditetapkan mendapatkan program APP.
45.2 Honorarium Tenaga Ahli/Konsultan Teknis Kecamatan adalah honor
yang diberikan kepada tenaga ahli yang bertempat tinggal di wilayah
Kabupaten lokasi APP, berpendidikan minimal D-3 (Diploma-3)
semua jurusan, berpengalaman sebagai pendamping minimal 2 (dua)
tahun. Konsultan Teknis Kecamatan (KTK) bertugas untuk
membantu Tim Koordinasi Kabupaten dalam melakukan seleksi
terhadap calon PKM serta melakukan pengorganisasian, pembinaan
dan pengendalian terhadap pendampingan PKM. Penetapan KTK
berdasarkan surat keputusan pengguna anggaran setelah
mendapatkan rekomendasi dari provinsi untuk dapat ditugaskan
kembali sebagai KTK. Honorarium ini diberikan perbulan selama
melaksanakan pendampingan pada desa yang telah ditetapkan
mendapatkan program APP.
21

45.3 Tim Koordinasi Fasilitasi Kegiatan Perencaaan, Pelaksanaan dan


Pelaporan Anti Poverty Program (APP) Tingkat Kabupaten dan Tingkat
Desa.
45.3.1 Honorarium Tim Koordinasi Fasilitasi Kegiatan Perencanaan,
Pelaksanaan dan Pelaporan Anti Poverty Program (APP)
Tingkat Kabupaten, diberikan kepda Pegawai Negeri Sipil yang
diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan fasilitasi
perencanaan, koordinasi, solialisasi, monitoring, evaluasi, dan
pelaporan serta pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan
Anti Poverty Progran (APP). Tim Koordinasi ini dibentuk
berdasarkan Surat Keputusan Bupati. Honorarium tim
dimaksud diberikan setiap bulan selama melaksanakan tugas
sebagai Tim koordinasi. Jumlah anggota Tim Koordinasi
Fasilitasi Kegiatan Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan
Anti Poverty Program (APP) Tingkat Kabupaten sebagai
berikut:
- Penanggung Jawab : 1 orang (Kepala Bappeda)
- Ketua Tim : 1 orang (Pejabat Eselon III Bappeda
yang membidangi Bid. Ekonomi)
- Sekretaris Tim : 1 orang (Pejabat Eselon IV pada Bidang
Ekonomi Bappeda)
- Anggota : Staf pada Bidang Ekonomi Bappeda
sebagai admin serta beberapa SKPD
terkait/ Camat yang melakukan
pendampingan terhadap kegiatan APP
45.3.2 Honorarium Tim Koordinasi Fasilitasi Kegiatan Perencanaan,
Pelaksanaan dan Pelaporan Anti Poverty Program (APP)
Tingkat Desa, diberikan kepda petugas yang diberi tugas
untuk melaksanakan kegiatan fasilitasi perencanaan,
koordinasi, sosialisasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan
serta pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan Anti Poverty
Program (APP) yang berada di tingkat desa. Tim Koordinasi ini
dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati. Honorarium
tim dimaksud diberikan setiap bulan selama melaksanakan
tugas sebagai Tim Koordinasi. Jumlah anggota Tim Koordinasi
Fasilitasi Kegiatan Perencanaan dan Pelaporan Anti Poverty
Program (APP) Tingkat Desa sebanyak 2 (dua) orang untuk
masing-masing desa yang mendapatkan bantuan dari APP.
- Ketua : 1 orang
- Anggota : 6 orang

46. Honorarium Jasa Teknis kegiatan keagamaan, kesenian dan kebudayaan


Honorarium Jasa Teknis kegiatan keagamaan, kesenian dan kebudayaan
diberikan kepada seseorang yang ditunjuk dalam kegiatan keagamaan,
kesenian dan kebudayaan.
22

47. Satuan Honorarium Jasa Konsultansi


Jasa konsultansi adalah jasa layanan professional yang membutuhkan
keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya
olah pikir (brainware).
Biaya langsung personil adalah biaya yang dikeluarkan untuk membiayai
tenaga ahli dan tenaga pendukung. Biaya langsung personil digunakan
sebagai dasar perhitungan Harga Perkiraan Sendiri.
Tenaga Ahli adalah personil dengan jenis keahlian tertentu seperti: tingkat
pendidikan tertentu, jenis keahlian/spesialisasi tertentu, pengalaman kerja
profesional tertentu, dan lain sebagainya.
Tenaga Pendukung adalah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam rangka
mendukung tenaga ahli baik dengan kualifikasi tertentu (operator
computer, CAD, sopir, dan lain-lain) maupun tenaga kerja tanpa kualifikasi
(contoh: kurir, penjaga kantor, dan lain-lain).
Biaya Langsung Non Personil adalah seluruh perkiraan pengeluaran yang
diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan oleh tenaga ahli
maupun tenaga pendukung yang bersifat at cost, diantarannya belanja
pembelian alat tulis kantor, biaya pengiriman dokumen, biaya perjalanan,
biaya sewa, dan lain-lain.

48. Satuan Biaya Bahan Bakar Minyak bagi kendaraan operasional Satuan
Polisi Pamong Praja
Satuan Biaya Bahan Bakar Minyak bagi kendaraan operasional Satuan
Polisi Pamong Praja digunakan sebagai acuan batas tertinggi penggunaan
bahan bakar minyak untuk kendaraan operasional dan pemadam
kebakaran.

49. Satuan Honorarium Tim Penegakan Hukum Lalin Dan Angkutan Jalan
49.1 Satuan Honorarium Tim Penegakan Hukum Lalin dan Angkutan jalan
a. Ketua
Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang ditunjuk
sebagai ketua Tim Gakum Lalin dan Angkutan yang terdiri dari
gabungan anggota Dinas Perhubungan, Kepolisian dan CPM yang
diberikan setiap acara Gakum lalin dan angkutan Jalan.
b. Sekretaris
Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang ditunjuk
sebagai sekretaris Tim Gakum Lalin dan Angkutan yang terdiri
dari gabungan anggota Dishub, Kepolisian dan CPM yang
diberikan setiap acara Gakum Lalin dan Angkutan Gakum Lalin
dan Angkutan Jalan.
c. Anggota
Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang ditunjuk
sebagai anggota Tim Gakum Lalin dan Angkutan yang terdiri dari
gabungan anggota Dishub, Kepolisian dan CPM yang diberikan
setiap acara Gakum Lalin dan Angkutan Gakum Lalin dan
Angkutan Jalan.
23

50. Satuan Biaya Kalibrasi Alat Uji Kendaraan Bermotor


50.1 Biaya kalibrasi alat uji CO/HC Tester
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (CO/HC)
50.2 Biaya kalibrasi alat uji Diesel Smoke Tester.
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (Diesel Smoke).
50.3 Biaya kalibrasi alat uji Speedometer Tester
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (Speedometer).
50.4 Biaya kalibrasi alat uji side slipe Tester
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (side slipe).
50.5 Biaya kalibrasi alat uji Head Light Tester
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (Head Light).
50.6 Biaya kalibrasi alat uji Axle Load Tester
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (Axle Load).
50.7 Biaya kalibrasi alat uji Brake Tester
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (Brake).
50.8 Biaya kalibrasi alat uji Noise Tester
Biaya yang diberikan kepada Tim Kalibrasi Dirjen Perhubungan
Darat yang berwenang melakukan kalibrasi alat pengujian kendaraan
bermotor (Noise).

51. Satuan Biaya Jasa Pemeliharaan Uji Kendaraan Bermotor Dan


Kelengkapannya
51.1 Biaya Jasa Service alat uji Diesel Smoke Tester
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Diesel Smoke Tester).
51.2 Biaya Jasa Service alat uji CI/HC Tester
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (CI/HC Tester).
24

51.3 Biaya overhoul alat uji Speedometer


Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Speedometer).
51.4 Biaya Jasa Service alat uji Pit Lift/Suspension/Play Detector
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Pit Lift/Suspension/Play Detector).
51.5 Biaya Jasa Service alat uji Head Light Tester
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Head Light Tester).
51.6 Biaya Jasa Service alat uji Side Slipe Tester
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Side Slipe Tester).
51.7 Biaya Jasa Servive alat uji Axle Load Tester
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Axle Load Tester).
51.8 Biaya Jasa Service alat uji Brake Tester
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Brake Tester).
51.9 Biaya Jasa Service alat uji Sound Level Tester
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Sound Level Tester).
51.10 Biaya Jasa Service Generator Set
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabilitasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (Generator Set).
51.11 Biaya Overhoul Alat uji Kendaraan Bermotor
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabiltasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (10 alat uji).
51.12 Biaya Pengecatan alat uji
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabiltasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (10 alat uji).
51.13 Biaya Pengecatan Line
Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabiltasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (10 alat uji).
25

51.14 Biaya Perawatan Kelistrikan


Biaya yang diberikan kepada seseorang/penyedia jasa untuk
melakukan rehabiltasi/pemeliharaan alat pengujian kendaraan
bermotor (10 alat uji).

52. Satuan Honorarium Pengelola Sistem Informasi Administrasi


Kependudukan (SIAK) di Kabupaten Blitar
Honorarium diberikan kepada penyelenggara pemerintah yang bertanggung
jawab dan berwenang dalam urusan Administrasi Kependudukan.

53. Honorarium TKSK


53.1 Honorarium Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)
Honorarium TKSK adalah honorarium yang diberikan pada petugas
TKSK yang diberi tugas, fungsi dan kewenangan oleh pejabat yang
berwenang selama jangka waktu tertentu untuk melaksanakan atau
membantu penyelenggaraan sosial sesuai dengan wilayah penugasan
di Kecamatan.

54. Honorarium Operator PMKS Dan PSKS


54.1 Honorarium Operator Kabupaten Data PMKS dan PSKS
Honorarium operator kabupaten adalah honorarium yang diberikan
kepada seseorang yang ditugaskan oleh Pejabat yang berwenang
sebagai operator data PMKS dan PSKS.
54.2 Honorarium Operator Desa/Kelurahan/Kec. Data PMKS dan PSKS
Honorarium Operator Desa/Kelurahan/Kecamatan adalah
honorarium yang diberikan kepada seseorang yang ditugaskan oleh
Pejabat yang berwenang sebagai Operator Data PMKS dan PSKS.

55. Honorarium Operator


55.1 Honorarium Operator Kabupaten Penerima Bantuan Iuran Jaminan
Kesehatan.
Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang ditugaskan oleh
pejabat yang berwenang sebagai operator data penerima bantuan
iuran di kabupaten.
55.2 Honorarium Operator Desa/Kelurahan Penerima Bantuan Iuran
Jaminan Kesehatan.
Honorarium yang diberikan kepada seseorang yang ditugaskan
kepada seseorang yang ditugaskan oleh pejabat yang berwenang
sebagi operator data penerima bantuan iuran di desa/kelurahan.

56. Honorarium Pengerahan Anggota Taruna Siaga Bencana


56.1 Honorarium Pengerahan Anggota Taruna Siaga Bencana
Honorarium yang diberikan kepada anggota Taruna siaga Bencana
(TAGANA) dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana
alam dan bencana sosial.
26

57. Satuan Honorarium Pembentukan Tim Evaluasi Usulan Hibah Dan


Bantuan Sosial Berupa Uang
57.1 Tim Evaluasi Usulan Hibah dan Bantuan Sosial Berupa Uang di
SKPD
Tim Evaluasi Usulan Hibah dan Bantuan Sosial Berupa Uang di
SKPD diberikan kepada pegawai negeri sipil yang ditunjuk sebagai
tim evaluasi usulan hibah dan bantuan sosial berupa uang di SKPD.
Anggota Tim masing-masing SKPD terdiri dari 2 orang dan
mendapatkan honorarium per bulan.

58. Satuan Honorarium Tim Pembahasan dan Penetapan Peraturan Daerah


Kabupaten Blitar
58.1 Satuan honorarium tim pembahasan dan penetapan Peraturan
Daerah Kabupaten Blitar adalah honorarium yang diberikan kepada
tim yang melakukan pembahasan, pengharmonisasian, pembulatan
dan pemantapan konsep Ranperda Kabupaten Blitar.
58.2 Satuan honorarium tim asistensi pembahasan di DPRD adalah
honorarium yang diberikan kepada tim yang memberikan penjelasan
/ jawaban kepada pansus / komisi DPRD terhadap Ranperda yang
sedang dibahas, memonitoring Ranperda yang sedang dilakukan
pembahasan di DPRD, serta melaporkan hasil proses pembahasan
Ranperda di DPRD kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

59. Satuan Honorarium Tim Penilai Barang Milik Daerah


Honorarium Tim Penilai Barang Milik Daerah diberikan kepada panitia
yang ditunjuk dengan Keputusan Bupati untuk melaksanakan tugas-tugas:
1. Penyusunan standart harga satuan barang dan jasa.
2. Penyusunan rencana kebutuhan barang milik daerah.
3. Pendataan/ inventarisasi barang milik daerah.
4. Penilaian barang milik daerah untuk penyusunan neraca.
5. Penyusunan data penyusutan barang milik daerah.

60. Satuan Honorarium Tim Pemanfaatan Dan Pengamanan Aset


Honorarium tim pengendalian dan penghapusan asset daerah diberikan
kepada tim yang ditunjuk dengan Keputusan Bupati untuk melaksanakan
tugas-tugas:
1. Melakukan penelitian dan pendataan terhadap obyek tanah asset
Pemerintah Kabupaten Blitar yang akan diselesaikan.
2. Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait.
3. Melaporkan kegiatan penyelesaian tanah asset Pemerintah Kabupaten
Blitar kepada Bupati.
4. Melakukan penelitian terhadap usulan pemusnahan dan/atau
penghapusan yang diajukan oleh Pengguna Barang/ Kuasa Pengguna
Barang, meliputi penelitian terhadap kelayakan pertimbangan dan
alasan permohonan, data administrasi, dan pemeriksaan fisik barang.
27

5. Menyusun dan menandatangani Berita Acara Penelitian dan


melaporkan hasilnya kepada Pengelola Barang sebagai bahan
pengajuan persetujuan pemusnahan dan/atau penghapusan kepada
Bupati.

61. Satuan Honorarium Tim Evaluasi APBDes


Satuan Honorarium Tim Evaluasi APBDes adalah honorarium yang
diberikan kepada Tim Evaluasi APBDes yang ada di Kecamatan dalam
rangka evaluasi Rancangan Peraturan Desa tentang APBDes, Rancangan
Peraturan Desa tentang Perubahan APBDes dan SOT Pemerintah Desa.
Honorarium Tim Evaluasi APBDes diberikan per desa yang dievaluasi. Tim
Evaluasi APBDes terdiri dari:
1. Ketua : 1 orang (Camat)
2. Sekretaris : 1 orang (Sekretaris Kecamatan)
3. Anggota : 3 orang (Kasi / Staf Kecamatan)

62. Satuan Biaya Perjalanan Dinas


Perjalanan dinas adalah perjalanan ke luar tempat kedudukan dalam atau
luar wilayah Kabupaten Blitar ke tempat yang dituju untuk kepentingan
daerah dan kembali ke tempat kedudukan semula.
62.1 Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas
Satuan biaya uang harian perjalanan dinas dalam negeri merupakan
penggantian biaya keperluan sehari-hari yang terdiri dari uang makan
dan uang saku Pejabat Daerah/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Pihak
Lain dalam menjalankan perintah perjalanan dinas di dalam negeri.
62.1.1 Satuan Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah
Satuan biaya uang harian perjalanan dinas dalam daerah
merupakan penggantian biaya sehari-hari yang terdiri dari
uang makan dan uang saku Pejabat Daerah/Pegawai Aparatur
Sipil Negara/Pihak Lain dalam menjalankan perintah
perjalanan dinas di dalam wilayah Kabupaten Blitar dengan
satu (1) atau lebih tempat tujuan/kegiatan dalam satu (1)
hari. Uang harian diberikan secara lumpsum.
Diberikan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang
diselenggarakan oleh SKPD dan merupakan kompensasi
kepada Pegawai Negeri, Pegawai Tidak Tetap dengan
Perjanjian Kerja (PTT-PK) di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Blitar dan masyarakat yang telah berpartisipasi/
berkontribusi pada kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Biaya transport dalam daerah digunakan untuk melakukan
kegiatan/ pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas kantor yang bersifat insidentil sesuai
dengan ketentuan.
28

Besaran biaya transport diberikan secara riil dan


dipertanggungjawabkan dibuktikan dengan lembar II SPPD.
Apabila kembali melaksanakan tugas kedinasan dapat
diberikan hak-hak pegawai.
62.1.2 Satuan Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Wilayah
Provinsi Jawa Timur
Satuan biaya uang harian perjalanan dinas dalam daerah
wilayah Provinsi Jawa Timur merupakan penggantian biaya
keperluan sehari-hari Pejabat Daerah/Pegawai Aparatur Sipil
Negara/Pihak Lain dalam menjalankan perintah perjalanan
dinas di dalam wilayah Provinsi Jawa Timur. Uang harian
diberikan secara lumpsum.
Biaya transport dalam daerah wilayah Provinsi Jawa Timur
digunakan untuk melakukan kegiatan/ pekerjaan di luar
kantor yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kantor yang
bersifat insidentil sesuai dengan ketentuan.
Besaran biaya transport diberikan secara riil.
62.1.3 Satuan Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah diluar Wilayah
Provinsi Jawa Timur (Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa
Tengah)
Satuan biaya uang harian perjalanan dinas luar daerah
merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari Pejabat
Daerah/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Pihak Lain dalam
menjalankan perintah perjalanan dinas di luar wilayah
Provinsi Jawa Timur yaitu untuk wilayah Daerah Istimewa
Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Uang harian diberikan
secara lumpsum.
Biaya transport luar daerah digunakan untuk melakukan
kegiatan/ pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas kantor yang bersifat insidentil sesuai
dengan ketentuan.
Disamping mendapatkan biaya tiket yang harus
dipertanggungjawabkan secara riil juga mendapatkan:
1. Biaya transport luar dari tempat kedudukan ke tempat
keberangkatan (bandara).
2. Biaya transport dari tempat keberangkatan ke tempat
tujuan.
3. Dan sebaliknya yang dipertanggungjawabkan secara riil.
Apabila bukti pengeluaran transportasi tidak diperoleh maka
pelaksana SPPD melampirkan daftar pengeluaran riil.
Dalam rangka pelaksanaan perjalanan dinas, kepada panitia
(karena factor transportasi dan/ atau guna mempersiapkan
pelaksaan kegiatan dan penyelesaian pertanggungjawaban),
29

dan peserta (karena factor transportasi) memerlukan waktu


tambahan untuk berangkat/ pulang di luar waktu
pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan
dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang
berlaku, untuk 1 (satu) hari sebelum dan/ atau 1 (satu) hari
sesudah pelaksanaan kegiatan.
62.1.4 Satuan Biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah diluar Wilayah
Provinsi Jawa Timur
Satuan biaya uang harian perjalanan dinas luar daerah
merupakan penggantian biaya keperluan sehari-hari Pejabat
Daerah/Pegawai Aparatur Sipil Negara/Pihak Lain dalam
menjalankan perintah perjalanan dinas di luar wilayah
Provinsi Jawa Timur selain wilayah Daerah Istimewa
Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Uang harian diberikan
secara lumpsum.
Biaya transport luar daerah digunakan untuk melakukan
kegiatan/ pekerjaan di luar kantor yang berkaitan dengan
pelaksanaan tugas kantor yang bersifat insidentil sesuai
dengan ketentuan.
Disamping mendapatkan biaya tiket yang harus
dipertanggungjawabkan secara riil juga mendapatkan:
1. Biaya transport luar dari tempat kedudukan ke tempat
keberangkatan (bandara, pelabuhan).
2. Biaya transport dari tempat keberangkatan ke tempat
tujuan.
3. Dan sebaliknya yang dipertanggungjawabkan secara riil.
Apabila bukti pengeluaran transportasi tidak diperoleh maka
pelaksana SPPD melampirkan daftar pengeluaran riil.
Dalam rangka pelaksanaan perjalanan dinas, kepada panitia
(karena factor transportasi dan/ atau guna mempersiapkan
pelaksaan kegiatan dan penyelesaian pertanggungjawaban),
dan peserta (karena factor transportasi) memerlukan waktu
tambahan untuk berangkat/ pulang di luar waktu
pelaksanaan kegiatan dapat dialokasikan biaya penginapan
dan uang harian perjalanan dinas sesuai ketentuan yang
berlaku, untuk 1 (satu) hari sebelum dan/ atau 1 (satu) hari
sesudah pelaksanaan kegiatan.
62.2 Satuan Biaya Uang Harian untuk Masyarakat Pendukung Kegiatan
Uang harian yang diberikan kepada masyarakat untuk kegiatan
penanganan bencana alam dalam jangka waktu tertentu.
62.3 Satuan Biaya Uang Presentasi
Uang representasi hanya diberikan kepada pejabat daerah, pimpinan
DPRD dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah dan eselon II b yang
melaksanakan perjalanan dinas jabatan dalam rangka pelaksanaan
tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan.
30

62.4 Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Luar Daerah


Satuan Biaya Penginapan Perjalanan Dinas Luar Daerah merupakan
harga tertinggi untuk yang tidak menggunakan fasilitas hotel/
penginapan. Sedangkan untuk biaya penginapan perjalanan dinas luar
yang menggunakan fasilitas hotel/ penginapan sesuai harga riil dan
tingkatan/ golongan biaya perjalanan dinas.
62.5 Satuan Perkiraan Pengganti Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM)
Satuan Perkiraan Pengganti Biaya Bahan Bakar Minyak (BBM)
perjalanan dinas dalam wilayah Provinsi Jawa Timur berlaku hal
sebagai berikut:
a. Apabila melakukan perjalanan dinas dengan menggunakan mobil
pribadi atau dinas, dapat diberikan biaya bahan bakar minyak
(BBM) sebagai pengganti transport.
b. Untuk pengganti bahan bakar minyak (BBM) dimaksud dari
Kabupaten Blitar ke Kota Tujuan (PP) atau sebaliknya.

BUPATI BLITAR

ttd

RIJANTO
Salinan Peraturan ini sesuai dengan aslinya
a.n. Sekretaris Daerah
Asisten Pemerintahan dan Kesra
u.b
Kepala Bagian Hukum

AGUS CUNANTO, SH, MH


Pembina Tk. I
NIP. 19650420 199008 1 002