Anda di halaman 1dari 5

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

KLIEN DENGAN

NAMA KLIEN : SDR. A DX MEDIS : F.20


No CM : 134xxx RUANGAN : Camar

PERENCANAAN
TGL DX KEPERAWATAN
TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI
11-2-2020 Gangguan persepsi TUM: Setelah dilakukan 1. Bina hubungan saling percaya dengan
sensori : halusinasi Klien tidak satu kali interaksi menggunakan prinsip komunikasi
mencederai diri, klien mampu terapeutik
orang lain, atau membina a. Sapa klien dengan ramah,
lingkungan hubungan saling baik verbal maupun non
TUK 1: percaya dengan verbal
Klien dapat perawat, dengan k b. Perkenalkan diri dengan
membina riteria hasil: sopan
hubungan saling - Membalas sapaan c. Tanyakan nama lengkap
percaya perawat klien dan nama panggilan
- Ekspresi wajah kesukaan klien
bersahabat dan d. Jelaskan maksud dan tujuan
senang berinteraksi
- Ada kontak mata e. Berikan perhatian pada
- Mau berjabat klien, perhatikan kebutuhan
tangan dasarnya
- Mau menyebutkan 2. Beri kesempatan klien mengungkapkan
nama perasaannya
- Klien mau duduk 3. Dengarkan ungkapan klien dengan
berdampingan empati
dengan perawat
- Klien mau
mengutarakan
masalah yang
dihadapi

TUK 2: Klien mampu 1. Adakan kontak sering dan singkat


Klien dapat mengenal secara bertahap
mengenal halusinasinya 2. Tanyakan apa yang didengar dari
halusinasinya dengan criteria halusinasinya
hasil: 3. Tanyakan kapan halusinasinya dating
- Klien dapat 4. Tanyakan isi halusinasinya
menyebutkan 5. Bantu klien mengenal halusinasi
waktu timbul - Jika menemukan pasien sedang
halusinasi halusinasi tanyakan apakah ada suara
- Klien dapat yang didengar
mengidentifikasi - Jika pasien menjawab ada, lanjutkan
kapan frekwensi, apa yang dikatakan
situasi saat terjadi - Katakan bahwa perawat percaya,
halusinasi pasien mendengar suara itu, namun
- Klien dapat perawat sendiri tidak mendengarnya (
mengungkapkan dengan nada bersahabat tanpa
perasaan saat menuduh/ menghakimi)
muncul halusinasi. - Katakan bahwa pasien lain juga ada
yang seperti pasien
- Katakan bahwa perawat akan
membantu pasien
6. Diskusikan dengan klien:
- Situasi yang menimbulkan/ tidak
menimbulkan halusinasi
- Waktu, frekwensi terjadinya halusinasi
(pagi, sore, siang dan malam/ atau jika
sendiri, jengkel atau sedih)
7. Diskusikan dengan klien apa yang
dirasakan jika terjadi halusinasi (marah,
takut, sedih, senang, beri ksempatan
pasien mengungkapkan perasaannya)
TUK 3: - Klien dapat 1. Identifikasi bersama pasien tindakan
Klien dapat mengidentifikasi yang bias dilakukan bila terjadi
mengontrol tindakan yang halusinasi
halusinasinya dilakukan untuk 2. Diskusikan manfaat dan cara yang
mengendalikan digunakan klien, jika bermanfaat beri
halusinasi pujian
- Klien dapat 3. Diskusikan cara baik memutus atau
menunjukkan cara mengontrol halusinasi
baru untuk - Tutup mata, telinga, katakana “ Saya
mengontrol tidak mau dengar, kamu suara palsu”
halusinasinya - Temui orang lain atau perawat untuk
bercakap-cakap atau mengatakan
halusinasi yang didengar
- Membuat jadwal kegiatan sehari-hari
- Meminta teman, keluarga atau perawat
menyapa klien jika tampak bicara
sendiri atau melamun
4. Bantu klien memilih dan melatih cara
mengontrol halusinasi secara bertahap
5. Beri kesempatan untuk melakukan cara
yang dilatih, evaluasi hasilnya jika benar
beri pujian
6. Anjurkan klien mengikuti TAK jenis
orientasi realita atau stimulasi persepsi:
TUK 4: - Klien dapat 1. Anjurkan klien memberitahu keluarga
Klien dapat memilih cara jika mengalami halusinasi
dukungan dari mengatasi 2. Diskusikan dengan keluarga (Pada saat
keluarga dalam halusinasi keluarga berkunjung atau kunjungan
mengontrol - Klien rumah)
halusinasinya melaksanakan cara - Gejala halusinasi yang dialami pasien
yang telah dipilih - Cara klien dan keluarga yang dapat
memutus memutus halusinasi
halusinasinya - Cara merawat anggota keluarga yang
mengalami halusinasi dirumah:
Beri kegiatan, jangan biarkan sendiri
- Beri informasi waktu follow up atau
kapan perlu mendapat bantuan
halusinasi tidak terkontrol dan risiko
mencederai orang lain
3. Diskusikan dengan klien dan keluarga
tentang jenis, dosis, frekwensi dan
manfaat obat
4. Pastikan klien minum obat sesuai
dengan program dokter
` TUK 5: - Keluarga dapat 1. Anjurkan klien bicara dengan dokter
Klien dapat membina tentang manfaat dan efek samping obat
menggunakan hubungan saling yang dirasakan
obat dengan benar percaya dengan 2. Diskusikan akibat berhenti obat tanpa
untuk perawat konsultasi
mengendalikan - Keluarga dapat 3. Bantu klien menggunakan obat den
halusinasi menyebut
pengertian, tanda
dan tindakan untuk
mengalihkan
halusinasi
- Klien dan keluarga
dapat
menyebutkan
manfaat, dosis dan
efek samping obat
- Klien minum obat
teratur
- Klien dapat
informasi tentang
manfaat dan efek
samping obat
- Klien dapet
memahami akibat
berhenti minum
obat tanpa
konsultasi
- Klien dapat
menyebutkan
prinsip 5 benar
penggunaan obat