Anda di halaman 1dari 12

Nama : Anif Handi Wibowo

Kelas : Ekstensi/Akuntansi
NPM : 4316500212
Hari/Tgl : Rabu, 19 Februari 2020
Tugas : Pelatihan SKPI (SPSS 22)

Regression

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

Harga
2454,50 4841,995 40

BV
212,73 462,542 40

EPS
944,55 1254,071 40

Tabel Descriptive Statistics di atas dapat dianalisis

a) Jumlah responden yang menjadi sampel (N) 20 orang.

b) Rata-rata (Mean) Kinerja sebesar 61,30 dengan standar deviasi (Std.


Deviation) sebesar 5,090. Dengan standar deviasi sebesar 5,090, artinya jika
dihubungkan dengan rata-rata Kinerja sebesar 61,30, maka Skor Kinerja akan
berkisar antara 61,30 ± 5,090.

c) Motivasi Kerja rata-rata (Mean) 58,70 dengan standar deviasi (Std.


Deviation) sebesar 4,473 dan Disiplin Kerja dengan rata-rata (Mean) 59,55
dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 5,717. Jawaban yang
diberikan responden untuk kedua variabel bebas baik.
Correlations

Harga BV EPS

Pearson Correlation Harga


1,000 ,949 ,682

BV ,949 1,000 ,705

EPS ,682 ,705 1,000


Sig. (1-tailed) Harga
. ,000 ,000

BV ,000 . ,000
EPS ,000 ,000 .
N Harga
40 40 40

BV 40 40 40

EPS 40 40 40

Dari tabel Correlations dapat dianalisis

a) Hasil perhitungan korelasi antara variabel Motivasi Kerja (X1) dengan


Kinerja (Y) diperoleh nilai sebesar r = 0,499. Nilai ini menunjukkan
hubungan yang cukup positif. Maksud cukup positif di sini adalah terjadi
hubungan yang searah antara Motivasi Kerja (X1) dan Kinerja (Y). Artinya,
bila nilai X1 naik, maka variabel Y akan naik secara cukup. Kontribusi yang
diberikan oleh variabel ini terhadap variabel (Y) adalah: KP = (r)2 x 100% =
(0,499)2 x 100% = 24,9%.

b) Hasil korelasi antara variabel Disiplin Kerja (X2) dengan Kinerja (Y)
diperoleh nilai sebesar r = 0,788. Nilai ini menunjukkan hubungan yang kuat
positif. Maksud kuat positif di sini adalah terjadi hubungan yang searah
antara Disiplin Kerja (X2) dan Kinerja (Y). Artinya, bila nilai X2 naik, maka
nilai variabel Y naik secara kuat. Kontribusi yang diberikan oleh variabel ini
terhadap variabel (Y) adalah: KP = (r)2 x 100% = (0,788)2 x 100% = 62%.

Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed Method

1 EPS, BVb . Enter

a. Dependent Variable: Harga

b. All requested variables entered.

Tabel Variables Entered/Removeda dapat dianalisis


Pada bagian ini hanya menginformasikan variabel yang dimasukkan, di mana
variabel yang dimasukkan yaitu Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja. Dari kedua
variabel yang dimasukkan tidak ada yang dikeluarkan (removed). Hal ini
disebabkan metode yang digunakan singlestep (Enter) hanya satu proses dalam
memproseskan data.

Model Summaryb

Std. Error Change Statistics

Mode R Adjusted R of the R Square F Sig. F


l R Square Square Estimate Change Change df1 df2 Change

1 ,949a ,901 ,896 1562,847 ,901 168,676 2 37 ,000

a. Predictors: (Constant), EPS, BV


b. Dependent Variable: Harga

Tabel Model Summaryb dapat dianalisis


Hasil korelasi (R) yang secara simultan (bersama-sama) antara variabel Motivasi
Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja (Y) diperoleh nilai sebesar R
= 0,788. Kontribusi yang diberikan oleh kedua variabel independen (Disiplin
Kerja dan Motivasi Kerja) ini terhadap variabel dependen (Kenerja).
KP = (Rx1,x2, y)2 x 100% = (0,788)2 x 100% = 62,1%

ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 823979638,019 2 411989819,010 168,676 ,000b

Residual 90372151,981 37 2442490,594

Total 914351790,000 39

a. Dependent Variable: Harga

b. Predictors: (Constant), EPS, BV

Tabel ANOVAa dapat dianalisis

a) Membuat hipotesis dalam uraian kalimat


Ho : Model Regresi linier berganda tidak dapat digunakan untuk memprediksi
Kinerja yang dipengaruhi oleh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja.
Ha : Model regresi linier berganda dapat digunakan untuk memprediksi
Kinerja yang dipengaruhi oleh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja.
b) Pengambilan keputusan
1) Kriteria keputusan yang diambil berdasarkan perbandingan antara F hitung
dan F tabel.
Jika : Fhitung ≤ Ftabel, maka Ho diterima
Jika : Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak
 Nilai Fhitung dari tabel Anovaa sebesar = 13,939
 Nilai Ftabel dari Tabel F = 3,59
 Membandingkan F tabel dan F hitung
Ternyata : F hitung = 13,939 > F tabel = 3,59 sehingga Ho ditolak
 Keputusannya:
Model regresi linier berganda dapat digunakan untuk memprediksi
Kinerja yang dipengaruhi oleh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja.
2) Kriteria keputusan yang diambil berdasarkan nilai probabilitas (Sig.)
Jika probabilitas (Sig.) > α, maka Ho diterima.
Jika probabilitas (Sig.) < α, maka Ho ditolak
 Dari tabel Anovaa nilai probabilitas (Sig.) = 0,000b dan nilai taraf
signifikan α = 0,05.
 Membandingkan nilai probabilitas (Sig.) dengan taraf nyata (α) jika
probabilitas (Sig.) < α, maka Ho ditolak.
Ternyata : (Sig.) = 0,000b < 0,05, maka Ho ditolak.
 Keputusannya:
Model regresi linier berganda dapat digunakan untuk memprediksi
Kinerja yang dipengaruhi oleh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja.

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 285,725 311,791 ,916 ,365

BV 9,739 ,762 ,930 12,774 ,000

EPS ,103 ,281 ,027 ,365 ,717

a. Dependent Variable: Harga

Tabel Coefficientsa dapat dianalisis


Dari tabel Coefficientsa menunjukkan bahwa model persamaan regresi berganda
untuk memperkirakan Kinerja yang dipengaruhi oleh Motivasi Kerja dan Disiplin
Kerja adalah:
= 19,135 + 0,013 X1 + 0,695 X2
adalah Kinerja, X1 adalah Motivasi Kerja, dan X2 adalah Disiplin Kerja. Dari
persamaan di atas, dapat dianalisis beberapa hal, antara lain:
a) Kinerja, jika tanpa adanya Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja (X1 dan X2 =
0), maka Kinerja hanya memperoleh nilai skor sebesar 19,135. Sedangkan
bila masing-masing responden jawabannya bertambah 1 poin untuk jawaban
Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja (X1 = 1 dan X2 = 1), maka diperkirakan
skor Kinerja akan naik menjadi:
Ŷ = 19,135 + 0,013 X1 + 0,695X2
= 19,135 + 0,013(1) + 0,695(1)
= 19,843
b) Koefisien regresi berganda sebesar 0,013 dan 0,695 mengindikasikan bahwa
besaran penambahan skor Kinerja setiap pertambahan jawaban responden
untuk variabel Motivasi Kerja dan Dispilin Kerja.
c) Persamaan regresi berganda Ŷ = 19,135 + 0,013 X1 + 0,695 X2. Yang
digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan Kinerja yang dipengaruhi oleh
Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja, akan diuji apakah valid untuk digunakan.

Untuk menguji kevalidan persamaan regresi berganda digunakan dua cara, yaitu
hipotesis berdasarkan uji F (secara simultan) dan uji-t (parsial) dan hipotesis
berdasarkan teknik probabilitas.

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value -409,00 25613,40 2454,50 4596,486 40

Residual -3453,340 5575,361 ,000 1522,247 40

Std. Predicted Value -,623 5,038 ,000 1,000 40

Std. Residual -2,210 3,567 ,000 ,974 40

a. Dependent Variable: Harga


Secara Simultan (bersama-sama) Hipotesis Berdasarkan Uji-F
Hipotesis berdasarkan uji-F hanya digunakan untuk mengetahui apakah kedua
variabel bebas secara bersama-sama (simultan) memengaruhi satu variabel terikat.
Langkah-langkahnya adalah:
1) Membuat hipotesiss dalam bentuk kalimat
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama)
antara Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama)
antara Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja.
2) Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik
Ho : β = 0
Ha : β ≠ 0
3) Kaidah pengujian
Jika, Fhitung ≤ Ftabel, maka terima Ho
Jika, Fhitung > Ftabel, maka tolak Ho
4) Membandingkan antara Ftabel dan Fhitung
Dari tabel Model Summaryb diperoleh nilai Fhitung = 13,939
Nilai Ftabel dapat dicari dengan menggunakan tabel F dengan cara:
Ftabel = F{(1-α)(dk pembilang = m), (dk penyebut = n-m-l)
Dimana:
m = 2, n = 20, a = 0,05
dk = 20 – 2 – 1 = 17
Ftabel = F{(1-0,05)(17,2) = 3,59
Ternyata Fhitung = 13,939 > Ftabel = 3,59 sehingga Ho ditolak.
5) Membuat keputusan
Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) antara
Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja.

Secara Parsial Hipotesis Berdasarkan Uji-t


1) Variabel Motivasi Kerja terhadap Kinerja.
Hipotesis berdasarkan perbandingan antara thitung dan ttabel langkah -
langkahnya adalah :
a) Membuat hipotesis dalam bentuk kalimat
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara
Motivasi Kerja terhadap Kinerja.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Motivasi
Kerja terhadap Kinerja.
b) Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik
Ho : βj1 = 0
Ha : βj1 ≠ 0
c) Kaidah pengujian
Jika, -ttabel ≤ t1 hitung ≤ ttabel, sehingga Ho diterima
Jika, t1hitung > ttabel, sehingga Ho ditolak
d) Membandingkan antara ttabel dan t1hitung
Dari tabel Coefficientsa diperoleh nilai t1hitung = 0,059
Nilai ttabel dapat dicari dengan menggunakan tabel t-student. Bila
pengujian dua sisi, maka nilai α dibagi 2.
Rumus:
ttabel = t(α/2)(n-2) = t(0,05/2)(20-2)
t(0,025, 18) = 2,101
Ternyata: t1hitung = 0,059 < ttabel = 2,101, maka Ho diterima
e) Membuat keputusan
Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Motivasi
Kerja terhadap Kinerja.
Hipotesis berdasarkan teknik probabilitas, langkah-langkahnya adalah:
a. Membuat hipotesis dalam bentuk kalimat
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara
Motivasi Kerja terhadap Kinerja.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara
Motivasi Kerja terhadap Kinerja.
b. Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik
Ho : βj1 = 0
Ha : βj1 ≠ 0
c. Menentukan kriteria pengujian
Jika : Sig ≤ α, maka Ho ditolak
Jika : Sig > α, maka Ho diterima
Dari tabel Coefficientsa diperoleh nilai Sig = 0,954
Untuk nilai α, karena uji dua sisi maka nilai α-nya dibagi 2, sehingga
Nilai α = 0,05/2 = 0,025
Ternyata : Sig = 0,954 > 0,025, maka Ho diterima
d. Membuat keputusan
e. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara
Motivasi Kerja terhadap Kinerja.
2) Variabel Disiplin Kerja terhadap Kinerja
Hipotesis berdasarkaan perbandingan antara thitung dan ttabel, langkah-
langkahnya adalah:
a) Membuat hipotesis dalam bentuk kalimat
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara
Disiplin Kerja terhadap Kinerja.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Disiplin
Kerja terhadap Kinerja.
b) Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik
Ho : βj1 = 0
Ha : βj1 ≠ 0
c) Kaidah pengujian
Jika, -ttabel ≤ t1hitung ≤ ttabel, sehingga Ho diterima
Jika, t1hitung > ttabel, sehingga Ho ditolak
d) Membandingkan antara ttabel dan t2hitung
Dari tabel Coefficientsa diperoleh nilai t2hitung = 4,088
Nilai ttabel = t(α/2)(n-2) = t(0,05/2)(20-2)
t(0,025, 18) = 2,101
Ternyata : t2hitung = 4,088 > ttabel = 2,101, maka Ho ditolak
e) Membuat keputusan
Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Disiplin Kerja
terhadap Kinerja.
Hipotesis berdasarkan teknik probabilitas, langkah-langkanya adalah:
a. Membuat hipotesis dalam bentu kalimat
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara
Disiplin Kerja terhadap Kinerja.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Disiplin
Kerja terhadap Kinerja.
b. Membuat hipotesis dalam bentuk model statistik
Ho : βj2 = 0
Ha : βj2 ≠ 0
c. Menentukan kriteria pengujian
Jika : Sig ≤ α, maka Ho ditolak
Jika : Sig > α, maka Ho diterima
Dari tabel Coefficientsa diperoleh nilai Sig = 0,001
Untuk nilai α, karena uji dua sisi maka nilai α-nya dibagi 2, sehingga
nilai α = 0,05/2 = 0,025
Ternyata : Sig = 0,001 < 0,025, maka Ho ditolak
d. Membuat keputusan
Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Disiplin
Kerja terhadap Kinerja.