Anda di halaman 1dari 10

TATA NAMA SENYAWA ANORGANIK

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah


Kimia Dasar
Dosen Pengampu: Ayuningtyas, S.Pi., M.Biotech.

Disusun oleh:
NAMA : BERNIKE INTAN KRISNANDA
NPM : 1910801031

KELAS 2/B

PROGRAM STUDI AKUAKULTUR


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TIDAR
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia tidak terlepas
dari berbagai bentuk masalah dalam kehidupan, olehnya para ilmuan selalu mengkaji
persoalan yang terjadi baik dalam lingkungan maupun alam secara keseluruhan.
Senyawa anorganik didefinisikan sebagai senyawa pada alam yang pada umumnya
tersusun dari material benda tak hidup. Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup
digolongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam
senyawa anorganik. Tata nama senyawa digunakan untuk memberi nama berbagai macam
senyawa yang didasarkan pada aturan IUPAC (Internasional Union of Pure and Applied
Chemistry). Penamaan senyawa anorganik sendiri terbagi dalam beberapa golongan yang
akan dijelaskan melalui pembahasan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan senyawa anorganik?
2. Bagaimana melakukan penamaan pada senyawa anorganik?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian senyawa anorganik.
2. Untuk mengetahui dan memahami tana nama dari senyawa anorganik.
BAB II
ISI

Senyawa anorganik didefinisikan sebagai senyawa pada alam yang pada umumnya tersusun
dari material benda tak hidup. Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup merupakan senyawa
organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik. Pada waktu
lalu diyakini bahwa senyawa organik hanya dapat terjadi oleh adanya pengaruh dari daya yang
dimiliki makhluk hidup (vital force atau vis vitalis).
Secara garis besar alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian kimia organik dan kimia anorganik
adalah:
• Jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik.
• Semua senyawa organik mengandung atom karbon, yang mempunyai keunikan dalam hal
kemampuannya membentuk rantai dengan sesama atom karbon dan mempunyai sifat-sifat
khas.
Ciri-ciri senyawa anorganik
• Berasal dari sumber daya alam mineral (bukan makhluk hidup)
• Tidak mudah terbakar
• Struktur sederhana
• Terdapat beberapa unsur karbon pada senywa anorganik
• Dapat larut dalam pelarut air atau organik
Berikut adalah penamaan senyawa anorganik,
A. Senyawa Biner Logam-Non Logam (Senyawa Ionik)
Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk dari dua unsur. Senyawa biner dapat
terbentuk dari satu unsur logam dan satu unsur nonlogam atau kedua-duanya unsur nonlogam.
Jika unsur pertama adalah logam dan unsur lainnya adalah nonlogam, maka senyawa biner
tersebut umumnya terbentuk ionik atau senyawa. Senyawa ion terdiri dari ion positif (kation)
dan ion negatif (anion). Tata cara penamaan senyawa ion:
1. Nama logam ditulis terlebih dahulu, diikuti nama non-logam.
2. Nama unsur pertama, logam yang hanya mempunyai satu bentuk oksidasi, ditulis
menggunakan nama dalam bahasa inggris yang biasa dipakai.
3. Nama unsur kedua, ditambahkan dengan kata “–ida”
Kation yang umumnya membentuk dua ion atau lebih (Logam Transisi)
• Khrom : Cr2+ (Kromo), Cr3+ (Kromi)
• Mangan : Mn2+ (Mangano), Mn3+ (Mangani)
• Besi : Fe2+ (Ferro), Fe3+ (Ferri)
• Kobalt : Co2+ (Kobalto), Co3+ (Kobalti)
• Timah Hitam : Pb2+ (Plumbo), Pb4+ (Plumbi)
• Tembaga : Cu+ (Kupro), Cu2+ (Kupri)
• Timah putih : Sn2+ (Stano), Sn4+ (Stani)
• Air raksa : Hg2+ (Merkuro), Hg3+ (Merkuri)
Anion monoatomic yang berasal dari nonlogam
Gol. IV A Gol. V A Gol. IV A Gol. VII A
C4- Karbida N3- Nitrida O2- Oksida F- Flourida
Si4- Silisida P3- Fosfida S2- Sulfida Cl- Klorida
As3- Arsenida Se2- Selesida Br- Bromida
Te2- Tellurida I- Iodida
Contoh :
FeF3= Besi (III) florida
NaCl= Natrium klorida
Rumus Nama Rumus Nama
PO33- Fosfit AsO33- Arsenit
PO43- Fosfat AsO43- Arsenat
SO32- Sulfit NO2- Nitrit
SO42- Sulfat NO3- Nitrat
ClO- Hipoklorit ClO3- Klorat
ClO2- Klorit ClO4- Perklorat
BrO- hipobromit Br3- Bromat
BrO2- Bromit Br4- Perbromat
MnO4- Permanganat CrO42- Kromat
MnO42- Manganat Cr2O72- Dikromat
CH3COO- Asetat HCOO- Format
S2O32- Tiosulfat C2O42- Oksalat
CO32- Karbonat SiO32- Silikat

B. Senyawa Biner Logam dan Logam (Senyawa molekuler/kovalen)


Senyawa biner nonlogam yang dapat membentuk dua atau lebih senyawa dengan
unsur yang sama, penamaannya menyerupai penamaan senyawa biner nonlogam, tetapi
diawali dengan menyebut awalan yang menyatakan jumlah atau banyaknya setiap unsur
nonlogam. Meskipun banyak unsur nonlogam menunjukkan bilangan oksidasi yang berbeda,
namun dalam penulisan atau penyebutan jarang jarang disebutkan atau ditunjukkan dengan
angka Romawi. Awalan Yunani dan Latin untuk satu sampai sepuluh berturut–turut adalah
mono, di, tri, tetra, penta, heksa, hepta, okta, nona, dan dekana.
Tata cara pemberian nama:
1. Digunakan awalan angka dalam bahasa yunani untuk menunjukkan jumlah atom setiap
macam unsur dalam satu molekul zat
2. Unsur pertama dalam formula (rumus kimia) diberi nama asal dalam bahasa indonesia
(bahasa inggris)
3. Unsur kedua ditunjukkan dengan menambahkan akhiran “-ida”
Contoh:
CO=Carbon monoksida
P2O3=Difosfor trioksida

C. Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang berasal dari ion-ion poliatomik. Ion poliatom
adalah ion yang terdiri atas dua atau lebih atom-atom yang terikat atas dua atau lebih atom-
atom yang terikat bersama-sama membentuk ion dengan ikatan kovalen.senyawa poliatomik
umumnya terdiri atas unsur-unsur nonlogam.
Tata nama untuk senyawa yang mengandung ion poliatom:
• Untuk senyawa yang terdiri dari kation logam dan anion poliatom, maka penamaan
dimulai dari nama kation logam diikuti anion poliatom.
Contoh:
NaOH = Na+(kation) + OH-(anion) = Natrium hidroksida
KMnO4 = K+(kation) + MnO4(anion) = Kalium Permanganat
• Untuk senyawa yang terdiri dari kation poliatom dan anion monoatom/poliatom, maka
penamaan dimulai dari nama kation monoatom/poliatom.
Contoh:
NH4OH = amonium hidroksida
NH4Cl = amonium klorida

D. Senyawa Asam
Asam adalah zat yang membebaskan ion H+ jika zat ini dilarutkan dalam air. Asam
terbentuk dari dua komponen yang terdiri dari hidrogen (H) dari atom nonlogam yang
dilarutkan dalam air. Tata nama asam merupakan pemberian nama senyawa yang terbentuk
karena senyawa berikatan dengan kation H+.
Aturan dalam pemberian nama asam:
i. Asam memiliki kation H+ dalam senyawanya, sehingga ditulis didepan.
ii. Kation H+ biasanya tidak ditulis hidrogen, melainkan asam.
Senyawa asam terdiri dari tiga jenis asam yaitu,
1. Asam Biner
Senyawa biner dikenal dengan senyawa yang dalam keadaan tertentu dapat
melepaskan ion-ion hidrogen (H+) sehingga kemudian dikenal dengan “asam” atau acid.
Asam terbentuk dari dua komponen yang terdiri dari hydrogen (H) dan atom nonlogam
yang dilarutkan dalam air.
Penamaan : Asam hidro(nama asal unsur nonlogam)-ida
Contoh :
HCl(aq) = asam hidroklorida
HBr(aq) = asam hidrobromida
2. Asam Okso
Asam okso adalah asam yang mengandung hidrogen, oksigen, dan paling sedikit satu
unsur lainnya yang biasanya nonlogam. Rumus asam okso diawali dengan H kemudian
diikuti unsur pusat kemudian diakhiri unsur ditutup dengan O.
Aturan penamaan asam okso:
i. Tidak digunakan awalan hydro pada nama awal senyawa
ii. Penambahan satu atom O, pada asam”-at” namanya menjadi “per...-at”
iii. Pengurangan satu atom O pada asam “-at” namanya berubah menjadi “...-it”
iv. Pengurangan dua atom O pada asam “-at” namanya berubah menjadi “hipo...-it”
Contoh:
HClO3 = asam klorat
HClO4 = asam perklorat
H2SO4 = asam sulfat
H2SO3 = asam sulfit
HBrO3 = asam bromat
HBrO4 = asam hipobromit

3. Garam Asam
Garam asam merupakan hasil dari netralisasi sebagian dari suatu asam yang
menghasilkan lebih dari satu H+ per satu molekul garam.
Cara penamaan garam asam :
i. Satu garam asam yang terbentuk, garam diberi nama dengan menambahkan
awalan bi- pada anion dari asam (menggantikan penamaan hydrogen)
Asam Garam asam Penamaan
H2SO4 NaHSO4 Natrium bisulfat
H2CO3 NaHCO3 Natrium bikarbonat
ii. Garam juga dapat diberi nama dengan menunjukkan adanya H dengan menuliskan
hidrogen/hydrogen
Garam Asam Penamaan
NaHSO4 Natrium hidrogen bisulfat
NaH2PO4 Natrium dihidrogen fosfat
Na2HPO4 Natrium hidrogen fosfat
Dinatrium hidrogen fosfat
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Senyawa anorganik merupakan senyawa yang tersusun dari material benda tak hidup.
Tata nama senyawa dibedakan menjadi: tata nama senyawa biner logan dan non logam(ion),
senyawa biner logam dan logam(kovalen), senyawa poliatom, senyawa asam (asam biner,
asam okso, garam asam). Senyawa biner dapat terbentuk dari satu unsur logam dan satu unsur
nonlogam atau kedua-duanya unsur nonlogam. Tata penulisan senyawa biner logam dan
nonlogam yaitu, unsur logam ditulis didepan dan non logam umumnya membentuk senyawa
ion. Logam sebagai kation dan non logam sebagai anion. Senyawa biner nonlogam yang dapat
membentuk dua atau lebih senyawa dengan unsur yang sama, penamaannya menyerupai
penamaan senyawa biner nonlogam, tetapi diawali dengan menyebut awalan yang
menyatakan jumlah atau banyaknya setiap unsur nonlogam. Senyawa poliatom adalah
senyawa yang berasal dari ion-ion poliatomik. Penamaan pada senyawa poliatom selalu
dimulai dengan ion yang bermuatan positif. Asam biner terbentuk dari dua komponen yang
terdiri dari hidrogen (H) dan atom non logam yang dilarutkan dalam air. Asam okso yaitu
asam yang mengandung hidrogen, oksigen dan paling sedikit satu unsur lainnya biasanya
adalah nonlogam. Garam asam merupakan hasil dari netralisasi sebagian dari suatu asam yang
menghasilkan lebih dari satu H+ per satu molekul garam.

B. Saran
Saran dari penulis yaitu marilah kita terus belajar dengan giat agar ilmu yang didapat
semakin betambah. Penulisan makalah ini masih banyak kekurangan kritik dan saran dari
Ibu Ayuningtyas, S.Pi., M.Biotech. selaku dosen pengampu mata kuliah Kimia Dasar
diharapkan oleh penulis.
DAFTAR PUSTAKA

Amrudly, A.D. 2009. Tata Cara Penulisan Nama Senyawa Kimia. Universitas Negeri Semarang.
Faizah, L.S., Dkk. 2012. Studi Pemahaman Konsep Tata Nama IUPAC Senyawa Anorganik.
Universitas Negeri Malang.
Irawan, A.S., dkk. 2010. Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik. Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
Nurhidayati. 2015. Makalah Kimia. “Tata Nama Senyawa Kimia”. Universitas Negeri Jember.
Pasaribu, B.Y. 2016. Upaya meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Kimia Pokok Bahasan “Tata
Nama Senyawa Kimia” Melalui Model Pembelajaran Demontrasi Dengan Alat Peraga
Kartu Tata Nama Senyawa. Jurnal Formatif 3(2):136-144.
LAMPIRAN
a. Tuliskan nama-nama senyawa berikut!
1. NaBr : Natrium bromida
2. CaO : Kalsium oksida
3. AsCl5 : Arsen pentaklorida
4. Mn(HCO3)2 : Mangan bikarbonat
5. O2F2 : Dioksigen diflorida
6. SrCl2 : Stronsium diklorida
7. CuS : Tembaga monosulfida
8. Ni(ClO3)2 : Nikel(II) nitrat
9. HBrO3 : Asam bromat
10. CoSO4 : Tembaga(II) sulfat

b. Tuliskan rumus bangun senyawa berikut:


1. Alumunium nitrat : Al(NO3)3
2. Besi(II) sulfate : FeSO4
3. Dinitrogen tetroksida : N2O4
4. Hidrogen selenida : H2Se
5. Natrium hidrida : NaH
6. Fosfor tribromida : PBr3
7. Asam clorida : HCl
8. Feri sulfat : Fe2(SO4)3
9. Trisulfur nonaoksida : S3O9
10. Asam hidriodida :HN3