Anda di halaman 1dari 14

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Wilayah

Monografi Desa Medanglayang

Batas Administratif

Desa Medanglayang berada di wilayah Kecamatan Panumbangan yang


memiliki 6 yaitu Dusun Medanglayang, Dusun Singkup, Dusun Pasireurih, Dusun
Panligaran, Dusun Sukamukti dan Dusun Pamijahan. dengan luas wilayah
414.9409 Ha, yang terdiri dari 17 Rukun Warga (RW) dan 41 Rukun Tetangga (RT).
Desa Medanglayang berbatasan di Sebelah Utara dengan Desa Panumbangan,
Sebelah Timur dengan Gunung Syawal, Sebelah Selatan dengan Desa Pamokolan,
dan Sebelah Barat Sungai Citanduy (Kab. Tasikmlaya).
Luas Wilayah
Desa Medanglayang miliki luas wilayah 414.9409 Ha, yang penggunaannya
meliputi 89.065 ha sawah, Pekarangan Pemukiman 32,090 ha, Kebun rakyat
271,591, Hutan Negara 2500,5 ha dan lain lain seluas 22,1949 ha, dengan rincian
luasan pada tabel berikut :
Tabel.... Luas Willayah Desa Medanglayang
Sawah (Ha) Darat (Ha)
1/2 Tadah Pekarangan Kebun Pengango Hutan Lain-lain
Teknis
Teknis Hujan Pemukiman Rakyat nan Negara
0,0 35,0 54,065 32,090 271,591 - 2500,5 22,1949
Sumber : Profil Desa Medanglayang
Kondisi Topografi
Desa Medanglayang merupakan desa yang berada di daerah lereng Gunung
Syawal sebelah Timur, dengan ketinggian 600 – 700 m dpl (diatas permukaan laut).
Sebagian besar wilayah Desa Medanglayang adalah lereng gunung dengan
kemiringan antara 45 - 90. Di sebelah Barat dibatasi oleh Sungai Citanduy, yang
sekaligus menjadi Batas dengan Kabupaten Tasikmalaya dan sebelah Selatan
dibatasi oleh Desa Pamokolan, Sebelah Utara Desa Panumbangan, yang juga
sekaligus menjadi Kota Kecamatan Panumbangan kabupaten Ciamis.
Hasil Kegiatan PKL II
Melaksanakan Kegiatan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW)
Penelusuran alur sejarah Desa Medanglayang
Alur sejarah merupakan teknik mengungkap kembali sejarah masyarakat
disuatu lokasi tertentu, Penelusuran alur sejarah desa Medanglayang dengan
melakukan wawancara dengan kepala desa dan staf pegawai desa dan hasil dari
wawancara tersebut dibuatlah tableh sejarah desa Medanglayang, adapun alur
sejarah desa Medanglayang sebagai berikut :
Tabel..... Alur Sejarah Desa Medanglayang
Tahun Kejadian
1719 Terbentuknya desa medanglayang yang dahulunya bernama desa
Pamijahan
1950 Pemindahan kantor pemerintahan Desa dari kampung Pamijahan ke
wilayah Pasireurih sekaligus penggantian nama Desa menjadi Desa
Medanglayang yang artinya Medang adalah keluar dan layang adalah
pergi jauh atau merantau sampai sekarang orang Desa Medanglayang
merantau keluar Daerah
 Terjadi kemarau panjang
1982  meletusnya gunung galunggung di tasikmalaya sehingga menjadikan
tumbuhan dipenuhi dengan debu hingga ternak banyak yang mati
Penguatan Tebing sungai citanduy gunan membantu pengairan lahan
2005
petani
2013 Pembangunan Saluran TPT Irigasi Cibalisuk
2017 & 2018 Sebagian Loksi sawah kekeringan
2019 Sebagian Loksi sawah kekeringan
Bagan kecenderungan dan perubahan
Tabel..... bagan Kecenderungan dan Perubahan
Tahun
Jenis
Ket
Usaha 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Petani Padi ******* ******* ******* ****** **** ****

Petani
* ** * * ** *
Sayuran

PNS * ** *** **** **** *****

Dagang ** ** **** **** **** ******

Buruh Tani * ** *** *** *** ***

Belumdiidisasaasaaaaaaaagiggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg
gggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg
ggggggggggggggggggggggggggg

Kalender Musiman
Tabel 4.Kalender Musiman
Bulan
Lahan/Komoditi 1 1 1
1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 1 2
a. Padi sawah
b. Kedelai
c. Sayuran
Musim Hujan
Musim Kemarau
Sumber: data dari BPP
Di desa sukajaya hanya ada dua komoditas yang sering ditanam
komoditas utama ialah padi dan kedelai namun ada juga petani yang
menanam sayuran itupun masih sangat jarang dan sedikit.
Kalender Harian Petani
Teknik PRA yang dipergunakan untuk mengkaji mengenai aktivitas rutin
yang dilakukan suatu keluarga dalam masyarakat. Jenis informasi yang dikaji yaitu
kegiatan sehari-hari keluarga serta pembagian tugasnya. Tujuannya yaitu untuk
menggali informasi mengenai pola kegiatan harian keluarga. Kalender keluarga
diperoleh dari data primer secara langsung yang dilakukan pada saat monitoring
evaluasi maupun pada saat kunjungan lapangan baik secara anjangsana maupun
anjang karya dengan tujuan agar kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk
melaksanakan penyuluhan dan metode penyuluhan secara tepat.

Kegiatan produktif bapak dilakukan dimulai dari pagi yaitu kegiatan dilahan
usahataninya. Kemudian siang sampai sore hari kegiatan yang dilakukan yaitu
aktivitas disekitar rumah sembari sesekali ke lahan untuk melihat kondisi tanaman.
Pada malam hari kegiatan rutin bapak yaitu mengajar mengaji dan pengajian di
masjid dekat rumah lalu setelah itu tidur. Kegiatan produktif ibu dimulai pada siang
hari yaitu menjahit untuk konveksi, selebihnya kegiatan ibu berada dirumah yaitu
memasak dan membersihkan rumah. Ibu tidak pernah terlibat langsung membantu
kegiatan bapak di lahan usahataninya. Kegiatan anak selain sekolah, sama seperti
anak-anak pada umumnya yaitu setelah pulang sekolah bermain bersama teman
kemudian setelah itu dilanjutkan dengan mengaji. Kegiatan anak juga belum terlibat
pada usahatani keluarga.

Peta Potensi Wilayah


Teknik peta potensi desa ini bertujuan untuk mengetahui kondisi, potensi
dan masalah yang ada di wilayah desa tersebut. Data atau informasi yang dapat
diperoleh dari peta wilayah antara lain sumberdaya alam, tataguna lahan, batas
wilayah, penataan ruang serta kondisinya dan sebaran penduduk yang didapatkan
berdasarkan hasil observasi langsung bersama penyuluh wilayah binaan desa cibatu
BP3K Kecamatan Cisaat. Gambar skets potensi wilayah Desa Cibatu adalah
sebagai berikut.

Berdasarkan skets potensi desa diatas, dapat diketahui bahwa komoditas


yang paling dominan di desa cibatu adalah tanaman padi. Tanaman padi merupakan
komoditas unggulan di wilayah desa cibatu karena keadaan tanah yang cukup
berpotensi untuk ditanami tanaman padi dan pengairan irigasi yang cukup baik
merupakan potensi yang baik untuk pengembangan usahatani. Di beberapa wilayah,
lahan sawah kelompoktani bersebalahan dengan pemukiman masyarakat dan juga
komplek perumahan. Selain tanaman padi, komoditas yang ditanam di desa cibatu
yaitu tanaman cabai, caisim, kelapa, dan beberapa tanaman hortikultura lainnya
seperti pisang, jagung dan nangka. Selain itu ada komoditas peternakan yaitu ternak
domba.

Tanaman padi yang menjadi unggulan di desa cibatu mempunyai berbagai


permasalahan yaitu sebagian petani desa cibatu belum menggunakan benih
unggul/bersertifikat pada proses penanamannya, sehingga tanaman padi mudah
terserang hama dan penyakit. Permasalahan berikutnya petani desa cibatu belum
mengetahui cara tepat untuk mengendalikan hama dan penyakit sehingga petani
desa cibatu sering dirugikan dengan terserangnya tanaman padi mereka.
Permasalahan lainnya petani desa cibatu belum banyak mengetahui manfaat
pembuatan dan penggunaan pupuk organik, sehingga petani masih sering
menggunakan pupuk kimia dalam proses pemupukan tanaman padi.

Desa Cibatu memiliki banyak potensi usaha untuk dikembangkan apabila


semua sektor dikelola dengan baik salah satunya yaitu pengembangan Minapadi
(tanaman padi dan ikan) karena potensi air irigasi yang sangat baik di Desa Cibatu
sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani Desa Cibatu.

Penelusuran Desa (Transek)


Teknik peta transek merupakan teknik PRA yang menggambarkan potensi
lengkap suatu desa dengan kondisi dan ekosistem yang ada dalam bentuk irisan
melintang permukaan bumi dari desa. Peta transek diperoleh dari hasil penelurusan
wilayah desa cibatu secara langsung melalui observasi lingkungan dan sumber daya
alam masyarakat maupun masalah-masalah, perubahan-perubahan keadaan,
potensi-potensi yang ada. Desa Cibatu ini memiliki topografi bervariasi dari
dataran berbukit dengan derajat kemiringan 25 – 35 % dan ketinggian 400 – 700
dpl. Lahan pertanian dengan topografi seperti ini selain padi memiliki potensi
tanaman jagung, palawija/sayuran, buah-buahan, dan tanaman lainnya yang
memiliki nilai ekonomis tinggi. Teknik peta transek ini dilakukan dengan cara
berjalan mengelilingi wilayah desa cibatu dengan menggunakan alat aplikasi
accurate alitimeter untuk mengetahui titik tertinggi dan titik terendah desa cibatu.
Pelaksanaan teknik transek desa ini dimulai dari titik yang paling rendah ke titik
yang paling tinggi dengan didampingi langsung oleh ketua gapoktan Desa Cibatu
dan penyuluh wilbin Desa Cibatu.

Penggunaan lahan Pemukiman, Lahan Pemukiman, Lahan Pemukiman, Lahan


Pertanian, Pertanian, Peternakan Pertanian
Peternakan,
Perkebunan
Ketinggian 542-600 473-542 400-473
Vegetasi Rumah warga, padi Rumah warga, padi Rumah warga, padi
sawah, sayuran sawah, sayuran sawah, jagung, pisang,
(KRPL), ternak (KRPL), ternak kelapa, sayuran
domba, cengkeh, domba, kelapa (KRPL)
kopi, albasiah,
kelapa
Pemanfaatan Konsumsi dan Konsumsi dan Konsumsi dan
pendapatan pendapatan pendapatan
Masalah Alih fungsi lahan, Pengairan pada musim Pengairan pada musim
Pengairan pada tertentu kekeringan tertentu kekeringan
musim tertentu
kekeringan
Diagram Ven
Pada kegiatan identifikasi kelembagaan atau diagram venn disajikan
hubungan intensitas dari berbagai lembaga yang ada di daerah tersebut dengan
keberadaan petani. Dengan diagram ini akan tergambarkan frekuensi hubungan dan
tingkat intensitas yang dilaksanakan oleh petani secara umum di daerah tersebut.
Jika terdapat suatu irisan antara petani dengan suatu lembaga tertentu, maka dapat
dipastikan petani mempunyai hubungan yang kuat dengan lembaga tersebut.
Kelembagaan yang ada di Desa Cibatu meliputi Gabungan Kelompoktani
(Gapoktan), Kelompoktani (Poktan), Pasar, Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas), Pemerintah Desa meliputi BKD, BPD, Bumdes dan PKK, Sekolah,
Hubungan dan pengaruh kedekatan serta manfaat lembaga-lembaga adalah sebagai
berikut.

Gambar 5. Diagram Venn


Masyarakat desa cibatu pada dasarnya memiliki hubungan yang erat dengan
Gapoktan, Poktan, dan BP3K. Kelembagaan tersebut memiliki peranan dalam
pengembangan usahatani masyarakat. Walaupun pertanian bukanlah menjadi mata
pencaharian utama bagi masyarakat namun sektor pertanian masih merupakan salah
satu sumber penghidupan penduduk Desa Cibatu. Upaya meningkatkan pendapatan
petani dapat dilakukan melalui wadah kelompok tani.

Petani Desa Cibatu menjadikan kelompok tani sebagai wadah untuk belajar
sehingga terjadi peningkatan Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap (PKS) dalam
berusaha tani sehingga cara berusaha tani dapat lebih baik. Keterlibatan pasar di
wilayah desa cibatu cukup berpengaruh karena sebagian petani dapat menjual
langsung hasil panen nya di pasar atau juga sebagian petani ada yang menjual
langsung ke warung-warung yang merupakan mitra usaha petani. Hubungan
dengan lembaga seperti sekolah didasarkan pada kebutuhan peningkatan
pendidikan pada generasi penerus sementara pada lembaga kesehatan seperti
puskesmas tidak terjalin begitu sering karena jadi desa cibatu tidak terdapat
puskesmas, lembaga kesehatan terdekat terdapat di desa lain yang jarak tempuhnya
cukup jauh dari desa. Hubungan dengan lembaga keuangan juga tidak begitu
terjalin karena para petani desa cibatu jarang memanfaatkan lembaga keuangan
seperti BRI untuk meminjam modal.

Bagan Alur Produksi

Gambar 6. Bagan Alur Produksi


Alur produksi dalam hal ini menjelaskan rantai atau susunan lembaga yang
terlibat dalam sistem pemasaran suatu komoditi yang terdapat didaerah tersebut.
Selain menyebutkan pelaku yang terlibat pada proses distribusi juga dijelaskan
lokasi tujuan pemasaran dari komoditas tersebut. Padi merupakan salah satu
komoditas unggulan yang terdapat di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat ini, sehingga
penulis dalam hal ini mengangkat komoditas padi yang dijadikan sebagai objek
dalam pembahasan alur produksi.
Seperti yang telah tersaji pada gambar diatas, bahwasannya pertama kali
lembaga yang berperan sebagai penghasil padi adalah petani padi, yang tidak lain
merupakan petani dari kelompok tani yang ada di Desa Cibatu. Setelah melalui
proses pemanenan dan penanganan pasca panen, selanjutnya padi melewati proses
penggilingan menggunakan mesin RMU. Hasil dari penggilingan tersebut ada 2
yaitu beras dan dedak, biasanya beras setelah digiling langsung dijemur terlebih
dahulu untuk mengurangi kadar air yang terkandung didalamnya. Kemudian setelah
kering langsung dikemas dan didistribusikan ke pasar atau ke warung-warung
terdekat. Sedangkan hasil lainnya yaitu dedak biasanya langsung dikemas dan
dijadikan untuk pakan ternak dan ikan.

Peta Mobilitas
Gambar 7. Peta Mobilitas

Peta mobilitas adalah peta yang menggambarkan interaksi antar masyarakat


desa dengan lembaga yang berada di lingkungan desa tersebut. Dari gambar peta
mobilitas tersebut terdapat keterangan interaksi antara masyarakat dengan lembaga
dengan tingkatan interaksi, diantanya sangat sering dikunjungi, sering dikunjungi,
cukup sering dikunjungi dan kurang dikunjungi. Hal tersebut menentukan terhadap
intensitas kunjungan masyarakat kepada lembaga.
Dari gambar peta mobilitas dapat dilihat bahwa tingkat mobilitas tinggi.
Tingkat mobilitas tinggi merupakan kegitaan yang setiap hari dilakukan oleh
masyarakat. Tingkat mobilitas tinggi pada peta ditandai dengan garis lurus.tingkat
mobilitas tinggi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cibatu adalah pergi ke sawah
atau lahan usahatani masing-masing, sekolah dan masjid. Aktivitas rutin ini didasari
akan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan, sumber penghasilan dan juga
kebutuhan rohani. Dengan begitu kegiatan masyarakat dilakukan setiap hari di
lokasi tersebut. Tingkat mobilitas masyarakat ke pasar juga terbilang sering karena
pasar merupakan tempat perekenomian masyarakat yang sering dijadikan tujuan
untuk menjual hasil-hasil panen masyarakat.
Tingkat mobilitas masyarakat Desa Cibatu terhadap lembaga-lembaga
swadaya seperti penggilingan padi tidak setiap hari dilakukan. Mobilitas Sedang
ditandai dengan kehadiran masyarakat ke lembaga ini hanya pada saat-saat tertentu
dimana ada suatu kepentingan dengan lembaga tersebut. Penggilingan padi
dilakukan pada saat ada kebutuhan yang harus dipenuhi, untuk penggilingan padi
dilakukan pada saat panen tiba.
Bank, Koramil, Polsek dan kantor desa merupakan lembaga yang jarang
sekali dikunjungi oleh masyarakat. Selain karena tidak ada kepentingan khusus,
masyarakat Desa Cibatu hampir tidak pernah mengakses lembaga-lembaga tersebut
untuk kegiatan sehari-hari.

a. Tabel Pringkat
Tabel 6.Tabel Pringkat Masalah pada petani Desa Sukajaya
No Komoditas Masalah Gawat Mendesak Penye Ranking
baran Prioritas
1. Padi Petani masih 8 9 8 1
membakar jerami
padi lahan usaha
taninya
2. Petani masih 7 8 8 2
menanam dengan
pola tanam Salome
(tidak teratur
3. Belum 8 5 7 3
menggunakan
rekomdasi pupuk
berimbang)
4. petani belum 7 6 6 4
sepenuhnya
mengguankan
Rizobium
5. Sayuran Petani masih 6 6 5 5
menggunkan
pestisada tidak
sesuai dosis
Sumber BPP Bojongpicung
 Pringkat masalah yang di hadapi oleh desa sukajaya di pringkat pertama
dengan rengking proiritas ke 1 di komoditas Padi dengan permasalahan para
petani masih membakar jerami padi pada lahan usaha taninya.
 Peringkat masalah di hadapi oleh desa sukajaya di peringkat ke dua dengan
rangking prioritas ke 2 di komodiatas padi dengan jenis permaslahan petani
masih bertanam padi dengan pola tanam salome di lahan usaha taninya.
 Peringkat masalah perioritas ke 3 di hadapi desa sukajaya di peringkat pertama
dengan ranking prioritas ke 3 di komoditas padi dengan jaenis permasalahan
belum mengguankan rekomendasi pupuk berimbang yang sesuai anjuran
pemerintah.
 Peringkat masalah perioritas ke 4 di hadapi desa sukajaya di peringkat pertama
dengan ranking prioritas ke 4 di komoditas kedelai dengan jaenis permasalahan
belum sepenuhnya mengguankan bakteri Rizobium.
 Peringkat masalah perioritas ke 5 di hadapi desa sukajaya di peringkat pertama
dengan ranking prioritas ke 5 di komoditas padi dengan jaenis permasalahan
belum mengguankan rekomendasi pupuk berimbang yang sesuai anjuran
pemerintah.
dari tabel 5 di berikan rekomendadi dan pemecahan masalah petani di desa
sukajaya dengan mengutamakan renking prioritas masasalah dan pemecahannya

Tabel 7. Permasalahan dan rekomendasi.

No Masalah Rekomendasi Ranking


Prioritas
1. Petani masih Melakuakan 1
membakar jerami penyuluhan
padi lahan usaha Ke petani
taninya
2. Petani masih Melakuakan 2
menanam dengan penyuluhan
pola tanam salome Ke buruh tani
(tidak teratur
3. Belum Melakukan 3
menggunakan penyuluhan
rekomdasi pupuk Ke petani
berimbang
4. petani belum Melakuakan 4
sepenuhnya penyuluahan
mengguankan Ke buruh tani
Rizobium
5. Petani masih Melakukan 5
menggunkan penyuluhan
pestisada tidak penggunaan
sesuai dosis pestisida

Sumber: diolah penulis 2018


Dari tabel 6 di dapatkan masalah dan rekomendedasi dan ranking prioritas
berdasarkan masalah utama di desa sukajaya, di dapatkan prioritas pertama dan
pemecahannya yaitu 1. petani masih mebakar jeramai padi 2. Petani masih
menanam denagan pola tanam salome 3. Belum menggunakan rekomendasi
pupuk berimbang 3. Petani belum sepenuhnya menggunkana bakteri rizobium 5.
Petani masih mengguanakan pestisisda tidak sesuai dosis.
Rekomendasi pemecahan masalahnya ialah dengan melakukan
penyuluhan seputar materi yang menjadi topik dari permaslahan sehingga petani
akan lebih paham dan mengerti serta di berikan rekomendai dari setiap masalah
yang ada yaitu:
1. Melakuakan penyuluhan dengan menerapkan pertanian berkelanjutan.
2. Melakukan penyuluhan ke petani tentang keuntungan bertanam padi dengan baik
dan benar.
3. Memberikan penyuluhan pemupukan berimbang
4. Melakuakan penyuluhan budidaya kedelai SOP (Standar Oprasional Prosedur)
5. Malekukan penyuluhan pertania berkelajutan.
Pengurutan rekomendasi dari masalah di lapangan.

b. Wawancara Semi Terstruktur


Wawancara semi terstruktur merupakan wawancara dengan sistem yang lebih
bebas dengan tujuan untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka yang
mana sasaran dimintai pendapat maupun ide terhadap suatu hal, sehingga bisa
dijadikan sebagai bahan acuan yang dapat diubah sesuai dengan proses diskus yang
berlangsung. Wawancara semi terstruktur dalam metode PRA dilakukan melalui tiga
langkah dimulai dari petani (individu), anggota kelompoktani dan keluarga tani.
Wawancara semi terstruktur di Desa Sukajaya dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 7. Wawancara Semi Terstruktur

PETANI ANGGOTA KELOMPOK KELUARGA TANI


Mahasiswa: Berapa luas lahan Mahasiswa: Apakah bapak masuk ke Siswa SD: Berapa luas
bapak ? dalam anggota kelompok? lahan bapak ?
Petani: Kurang lebih 0.3 ha. Anggota: Tidak tahu. Keluarga tani: Kurang
M: Apa pendidikan terakhir bapak ? M: Apakah bapak pernah mengikuti SL lebih 0.5 ha.
P: SMA. ? M: Apa saja kegiatan bapak
M: Komoditas apa yang ditanam ? AK: Pernah, satu kali. selain bertani ?
P: Padi,kedelai. M: Apa saja yang bapak pelajari dalam KT: servis pompa air
M: Apakah bapak pernah mengikuti kegiatan SL tersebut ? M: Apakah penghasilan
pelatihan ? AK: Tentang padi dan pemupukan sawah cukup untuk
P: Belum Pernah. berimbang. kebutuhan sehari-hari ?
M: Apakah bapak menerapkan kegiatan KT: Cuup
yang dilakukan di SL ke dalam kegiatan
berladang bapak ?
AK: Hanya sebagian yang saya
terapkan.

Sumber: data diolah oleh penulis 2018