Anda di halaman 1dari 5

TAFSIR AL QUR’AN UL KARIM

        
  
“aku berlindung kepada Allah dari godaan Setan yang terkutuk”.

Tafsir :

I. Makna Kalimat Ta’awdudz

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata dalam tafsinya : “Al Istiadzah


adalah berlindung dan mendekatkan diri kepada Allah  dari seluruh
kejelekan yang dimiliki mahkluk-Nya yang melakukan kejelekan”. Dan
makna “aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”
adalah aku berlidung kepada Allah dari setan yang terkutuk yang akan
membahayakan perkara agama dan duniaku atau akan menghalangiku
melakukan perkara yang diperintahkan dan membujukku untuk
mengerjakan perkara yang dilarang”.
“   ” (setan) secara bahasa berasal dari kata “ ” yaitu jauh
maksudnya jauh dari kebiasan manusia dan jauh dari kebaikan karena
kefasikannya. Pendapat lain mengatakan ia berasal dari kata “” yakni
makhluk dari api. Kedua makna ini benar. Imam Ibnu katsir lebih
membenarkan makna yang pertama. (tafsir Ibnu katsir (1/115). Setan adalah
sebuah sifat yang mencerminkan pembangkangan terhadap syariat Allah ,
oleh karenanya Allah  dan Rasul-Nya  selain menyebutkan setan dari
kalangan bangsa Jin yang tidak terlihat, Allah  juga menyebutkan bahwa
setan terdapat juga dari kalangan manusia dan hewan. Allah  berfirman :
{ DE$F B  C & ?
  @ A >
= '  ; <  9 :
 '  , 78 56
 &$ 3
 .4 1
 2  /$0  +,-. ()* % & '  !
 " # $ }
[112 :I'.J]
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari
jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang
lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)”. (QS. Al An’aam (6) :
112)
Nabi  pernah bersabda bahwa :
S   P  Q JR  O
 & * &
“Anjing hitam adalah setan” (HR. Muslim no. 1175)
“ ” maknanya terkutuk yakni ia tidak mendapatkan bagian dari
kebaikan apapun. Dikatakan juga maknanya bahwa setan melemparkan
dalam hati manusia was-was dan bisikan-bisikan jelek. (Tafsir Ibnu Katsir)

II. Hukum Ta’awudz ketika akan Membaca Al Qur’an

Para ulama sepakat disyariatkannya membaca Ta’awudz ketika mulai


akan membaca Al Qur’an, dalilnya adalah firman Allah  :
        
 "& ' YQ U  XC & V
 & W TU
“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari
syaitan yang terkutuk” (QS. An Nahl (16) : 98)
hanya saja mereka berselisih tentang hukum fikih membaca Ta’awudz ini
apakah diwajibkan atau hanya sekedar dianjurkan (mandub) saja? :
1. Hukumnya wajib, Imam Abdur Rozaq dan Imam Ibnul Mundzir menukil
dari Athoo’ bahwa beliau berpendapat Ta’awudz wajib dibaca baik ketika
akan membaca Al Qur’an maupun didalam sholat (dinukil dari tafsir “Durorur
Manshur”). Imam Ibnu Hazm dalam “Al Muhalla” (masalah no. 323) juga
berpendapat wajib dengan alasan bahwa perintah menunjukan wajib dan
menurut beliau tidak ada dalil bagi para ulama yang mengatakan sunnah
untuk memalingkan perintah ini dari kewajibannya.
2. Hukumnya dianjurkan saja, diantara mereka para ulama yang
berpendapat seperti ini adalah : Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’I
sebagaimana dinukuil Imam Ibnu Hazm dalam kitab yang sama diatas.
Imam Thobari dalam “tafsirnya” menurut beliau bahwa perintah dalam
ayat diatas tidak menunjukan perkara yang diharuskan, namun hanya
sekedar pemberitahuan dan anjuran serta hal ini adalah ijma. Kemudian
Imam Ibnu Katsir juga membenarkan pendapat Imam Thobari. Imam
Qurthubi, Imam Baghowi juga berpendapat hal ini adalah sunnah dan
menisbatkanya kepada mayoritas ulama.
Penyusun lebih condong kepada pendapat jumhur ulama, karena perintah
membaca Ta’awudz ketika akan membaca Al Qur’an tidak tegas menunjukan
hal tersebut wajib. Yang menunjukan tidak tegasnya perintah ini adalah,
cerita Anas bin Malik  berikut ini :
 % & C U Dd5e-Y
 Q &E c U E b `_ aR ^F& < ;^F&  & < . 9 ]&     I=  8 V
  Z Q$
  \ ; [Z
 B QE % 
n %    .<)   7   d 7  
  e
  »  C U .« S̀ E Q _^.X ;   i
 j . » B W
 B QE 8 !
 * f
g
 
« ( YJR   q !
 p. <  f
 .$ !
 5 ()o
 U  b * &
“ketika pada suatu hari kami bersama Rasulullah , tiba-tiba Beliau  terserang kantuk dan
tertidur, kemudian Beliau  bangun dengan wajah tersenyum, kami pun berkata, kenapa
engkau tersenyum wahai Rasulullah? Beliau  menjawab : “tadi barusan turun surat
kepadaku, lalu Beliau  membaca : {“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang}
Penyayang}, Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang
membenci kamu dialah yang terputus.} [QS. Al Kautsar (108) : 1-3] (HR. Muslim no. 921)
Kita lihat dalam hadits ini Beliau  tidak memulai Ta’awudz ketika membaca
surat Al Kautsar ini, sekiranya hal ini wajib tentu Beliau  tidak akan
meninggalkannya. Satu lagi riwayat yang menguatkan bahwa terkadang
Beliau  meninggalkan Ta’awudz ketika akan membaca Al Qur’an. Ibnu
Mas’ud  berkata, aku mendengar Rasulullah  bersabda :
B QE %    W b
 0 -  B W «  -:
 F
    q $
  ; C 
(C7   u  = e
  t
=    B  ;  s
  7   »
; < (w
_  W D%d b  9 .d8 $
 0 9 '   $Y
 8  8 "  < )
 v
 Y#  
 W 0o
  Z Q$
  \ ; [Z

.y 8x  @ X
“Barangsiapa yang bersumpah untuk mendapatkan harta seorang Muslim tanpa hak, ia akan
bertemu Allah  dengan mendapatkan kemarahan dari-Nya”. Lalu Beliau  membacakan
sebuat ayat yang membenarkanya dalam Kitabullah : {“Sesungguhnya orang-orang yang
menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit”}
(QS. Ali Imron (2) : 77) sampai akhir ayat. (HR. Muslim no. 374)
Kita lihat dalam riwayat ini juga, Rasulullah  tidak memulai dengan
Ta’awudz dulu ketika hendak membaca Al Qur’an. Wallohu A’lam.

III. Amalan yang Disyariatkan untuk Membaca Ta’awudz

Disyariatkan untuk meminta Ta’awudz (perlindungan dari setan)


kepada Allah  pada amalan-amalan kita, diantaranya :
1. Ketika hendak membaca Al Qur’an sebagaimana dalil diatas.
2. Ketika mengerjakan sholat, dibaca setelah doa Iftitah sebelum Al Fatihah.
Dalilnya dari Abu Umamah  ia berkata :
}
  b ~" \
|   <
 <  " :B W b ~V }
  b  -# `  o  ; < I W <  Q $
   \
|  ; [
 \
{  z,-.  #
 j d q            \
{    " :B W b ~V }
  b ~"  0 d f
 $ \
{   f- Q $ " ~~V
"
ƒ ^& .$
‚
^& .$
“Nabi  jika berdiri sholat membaca takbir 3 kali, lalu membaca ‘Tahlil’ 3 kali dan ‘Maha
suci Allah dan segalanya puji’ 3 kali lalu membaca ‘aku berlindung kepada Allah dari
gangguan setan yang terkutuk dari Hamzm Nafh dan Nafsnya”. (HR. Ahmada dan
selainnya dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Arnauth).
3. Ketika kondisi sangat marah. Sulaiman bin Shurod  ia berkata :
D-:
 u 
 -7 [ zOe
 8 dq 0 7 $ ~ …
„    0 %   f
 .$ Z  Q$
  \ ; [ Z 5;-%  0 %   w
  E OYQ 
  0 6
 8 
 %  O
 q "  9 W   y_ d #    JR ;5.< » Z  Q$
  \ ; [ Z z;-%  B CU
 9  $ d 7  0 W
        
   B W
“dua orang saling mencela disisi Nabi , kami pada waktu itu sedang duduk-duduk, salah
seorang dari keduanya mencela sahabatnya dalam keadaan marah memerah wajahnya,
maka Nabi  pun bersabda : “aku mengetahui satu kalimat bagi siapa yang
mengucapkannya akan hilang apa yang ia dapati dari rasa marah, yaitu ucapkan ‘aku
berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk’”. (Muttafaqun ‘Alaih)
4. Ketika seseorang dikaruniai Allah  anak. Firman-Nya  :
 8  9Y dQ ,5.<$ ;ƒ.† &#  # "  3
  $ i
 ' g
 $ d    
 $ ;ƒ. 9Y' g
 $ ,5.< 5vE i
 W 9Y ' g
 $ d  U
         9Y85E $ !
  q"   ,5.<$
“Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku,
sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa
yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya
aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak
keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk". (QS. Ali
Imron (3) : 36)
5. Secara umum dalam kehidupan kita, senantiasa berta’awudz kepada
Allah . Firman-Nya  :
(98)  $:
 f
 8 &  5vE !
   $ (97) 1
 2   V
jd q   !
    5vE )& W $
“Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan
syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka
kepadaku”. (QS. Al Mukminun (23) : 97-98)
6. Ketika membaca Al Qur’an melewati ayat-ayat adzab. Sholt bin Zufar 
berkata :
9% ' Œ< v" y8 Œ$ B†eU q0% sW$ Œ< y‹E y8Š  $
“Tidaklah Beliau  melewati ayat rokhmat, kecuali akan berhenti dan memohon rahmat-
Nya dan tidaklah melewati ayat adzab, kecuali Beliau  akan meminta perlindungan
kepada Allah  darinya”. (HR. Tirimidzi, dan dishahihkannya)
7. Ketika mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai. Nabi 
bersabda:
      \
{  $" 'YQ U ~d f
 & 
 9. $  ~O
 & * & Ž
 -.  Y' d Q TU
“Jika kalian mendengar suara lolongan anjing atau ringkikan keledai, maka mintalah
perlindungan kepada Allah dari setan”. (HR. Musnad Ahmad, dihasankan oleh Syaikh
Syu’aib Arnauth)