Anda di halaman 1dari 3

INTRA NATAL CARE (INC)

NO.DOKUMEN : 440/365/35.07.103.113/2016
NO. REVISI : 00
SOP
TGL TERBIT : 2 FEBRUARI 2016
HALAMAN : 1/3
PEMERINTAH dr. ROSIHAN ANWAR
KABUPATEN NIP.19590113198902
MALANG 1003
Pengertian Intra natal care adalah pengeluaran hasil konsepsi baik bayi maupun
plasenta dari rahim seorang ibu.
Tujuan Sebagai acuan dalam memberikan asuhan persalinan normal
Kebijakan SK Kepala Puskesmas Donomulyo No.440/09/SK/35.07.103.113/2015
Tentang Kebijakan Layanan Klinis Puskesmas Donomulyo
Referensi AsuhanPersalinan Normal 2011
Prosedur Asuan persalinan normal menggunakan 58 langkah :
1. Adanya tanda gejala kala II : dorongan meneran, tekanan pada anus,
perinium menonjol, vulva membuka
2. Pastikan kelengkapan alat dan obat-obat esensial untuk menolong
persalinan.
3. Pakai celemek plastik
4. Melepaskan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan,lalu
mengambil oksitosin dan patahkan ampul.
5. Pakai sarung tangan DTT pada tangan dominan
6. Masukan oksitosin ke dalam tabung suntik (gunakan tangan yang
menggunakan sarung tangan)
7. Ambil kapas air DTT 3-4 untuk membersihkan vulva
8. Lakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan
lengkap(bila pembukaan sudah lengkap, selaput ketuban belum
pecah maka lakukan amniotomi)
9. Dekontaminasi sarung tangan
10. Periksa DJJ
11. Memberitahu pada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap
12. Minta suami atau keluarga untuk membantu menyiapkan posisi
yang tepat untuk meneran
13.Ajari ibu untuk meneran (siku tangan bertemu siku kaki, dagu ibu
menyentuh dada, mata tidak boleh terpejam). His ada (pimpin, puji),
his tidak ada (istirahat, minum, DJJ)
14.Anjurkan ibu untuk berjalan, jongkok atau mengambil posisi yang
nyaman jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam
60 menit
15.Letakkan handuk bersih pada perut ibu (untuk mengeringkan bayi )
jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm
16.Letakkan kain bersih yang di lipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu
17.Buka tutup partus set dan cek lagi kelengkapan alat
18.Pakai sarung tangan DTT pada kedua tangan
19.Setelah kepala membuka vulva diameter 5-6 cm, lindungi perinium
dengan satu tangan yang dilapisi kain bersih. Tangan yang lain
menahan kepala untuk menahan posisi agar tetap defleksi
20.Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan
yang sesuai apabila hal itu terjadi
INTRA NATAL CARE
PUSKESMAS dr. ROSIHAN ANWAR
DONOMULYO NO.DOKUMEN : 440/365/35.07.103.113/2016
NIP.19590113198902
NO. REVISI : 00 1003
SOP
TGL TERBIT : 2 FEBRUARI 2016
HALAMAN : 2/3
21.Tunggu kepala bayi putar paksi
22.Setelah kepala putar paksi, pegang kepala secara biparietal
23.Setelah kedua bayi lahir, geser tangan bawah ke arah perinium ibu
untuk menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Gunakan
tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku
sebelah atas
24.Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut ke
punggung, bokong, tungkai dan kaki (masukan jari telunjuk di antara
kaki bayi)
25.Lakukan penilaian sepintas (menangis kuat atau tidak, bayi bergerak
aktif atau tidak)
26.Keringkan tubuh bayi
27.Periksa lagi fundus apakah ada bayi kedua atau tidak
28.Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik
29.Berikan suntik oksitosin 10 IU secaraIM
30.Setelah itu jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm dari ujung
pusat bayi
31.Potong tali pusat dan ikat tali pusat ibu
32.Letakkan bayi dalam posisi tengkurap di dada ibu agar ada kontak
kulit antara ibu dan bayi
33.Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat pakaikan topi pada bayi
34.Pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva
35.Letakkan satu tangan di atas perut ibu. Tangan lain menegangkan
tali pusat (PTT)
36.Setelah uterus berkontraksi, dan ada tanda-tanda plasenta terlepas,
tegangkan tali pusat dan tangan satunya ke arah dorsokranial. Jika
plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik, maka tunggu hingga
timbulnya kontraksi. Jika uterus masih belum berkontraksi anjurkan
suami atau keluarga untuk melakukan rangsangan putting susu
37.Lakukan penegangan tali pusat dan dorongan dorsokranial hingga
plasenta terlepas
38.Saat plasenta muncul di introitus vagina, lahirkan plasenta dengan
kedua tangan. Pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban
terpilin kemudian dilahirkan dan tempatkan plasenta pada wadah
yang disediakan
39.Segera setelah plasenta lahir, lakukan masase uterus selama 15 detik
40.Cek kedua sisi plasenta
41.Evaluasi kemungkinan adanya laserasi
42.Pastikan uterus berkontraksi dengan baik
43.Biarkan bayi tetap melakukan kontak kulit selama 1 jam
44.Setelah 1 jam lakukan penimbangan, pemberian vitamin K pada paha
kiri dan salep mata
45.Setelah satu jam dari pemberian vitamin K, berikan imunisasi HB 0
di paha kanan
46.Lanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan
pervaginam (2-3 kali dalam 15 menit pertama, 15 menit sekali dalam
1 jam pertama dan 20 menit sekali dalam 1 jam kedua)
INTRA NATAL CARE (INC)

NO.DOKUMEN : 440/365/35.07.103.113/2016
NO. REVISI : 00
SOP
TGL TERBIT : 2 FEBRUARI 2016
HALAMAN : 1/3
PEMERINTAH dr. ROSIHAN ANWAR
KABUPATEN NIP.19590113198902
MALANG 1003
47.Ajarkan ibu melakukan masase
48.Estimasi jumlah perdarahan
49.Memeriksa nadi ibu dan kandung kemih setiap 15 menit selama 1
jam pertama dan 30 menit selama 1 jam kedua pasca persalinan
50.Periksa kembali bayi apakah suhu dan pernafasan normal
51.Dekontaminasi alat
52.Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang
sesuai
53.Bersikan ibu dengan menggunakan air DTT, keringkan dan bantu ibu
memakai pakaian yang bersih dan kering
54.Pastikan ibu merasa nyaman. Bantu ibu memberikan ASI. Anjurkan
suami atau keluarga memberi makan atau minum pada ibu
55.Dekontaminasi tempat bersalin
56.Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin
57.Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir
58.Dokumentasi pada partograf
Unit terkait Poli KIA,KABER,PUSTU,Polindes