Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dasar Hukum

1. Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas

Peraturan Nomor 17b Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan

Pendidikan.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional

Pendidikan.

3. Penyelenggaraan Mata Kuliah PPL mengacu pada Undang-Undang Nomor 4

Tahun 205 Tentang Guru Dan Dosen, yakni Empat Kompetensi Guru dan

Dosen, yakni Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Komptensi

Profesional, dan Kompetensi Sosial.

4. Keputusan menteri Pendidikan dan Budaya RI Nomor: 0164/1995 Tentang

Organisasi dan Tata Kerja Universitas Palangka Raya.

5. Keputusan Rektor Universitas Palangka Raya Nomor: 446/UN24/KP/2012

Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Sekretaris UP3L di

Lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka

Raya Periode 2012-2016.

Fungsi utama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas

Palangka Raya adalah melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dan

pengajaran untuk menghasilkan tenaga pendidik yang terampil. Fungsi utama

tersebut diuraikan lebih lanjut ke dalam tujuan FKIP yaitu (1) meningkatkan

pengalaman belajar mahasiswa menuju suatu keahlian akademik dan professional

dalam bidang pendidikan, (2) meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa untuk

1
mencapai kemampuan dasar guru dan tenaga pendidikan lainnya, dan (3)

menghasilkan tenaga pendidikan dan tenaga ahli yang sesuai dengan pertumbuhan

ilmu pegetahuan dan teknologi.

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah puncak dari seluruh program

pendidikan yang telah dilalui oleh mahasiswa selama duduk di bangku perkuliahan, maka

PPL dapat diartikan sebagai suatu program yang merupakan ajang pelatihan yang bertujuan

untuk menanamkan berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam rangka

pembentukan guru yang professional.

Dengan demikian, PPL adalah suatu program yang memprasyaratkan kemampuan

aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya kedalam program

pelatihan berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik

kegiatan belajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut

diselenggarakan dalam bentuk micro-teaching (pembelajaran terbatas), pelatihan

terbimbing dan pelatihan mandiri yang diarahkan kepada terbentuknya kemampuan

keguruan, yang terjadual secara sistematis dibawah bimbingan dosen pembimbing dan guru

pamong. Dipandang dari sudut kurikulum, PPL adalah suatu program mata kuliah proses

belajar mengajar yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru. PPL dirancang

untuk menyiapkan mahasiswa calon guru untuk memiliki atau menguasai kemampuan

keguruan yang menyeluruh dan terpadu, sehingga setelah mahasiswa tersebut menjadi guru,

mereka dapat mengemban tugas dan tanggung jawabnya secara professional.

B. Tujuan PPL-II

PPL adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikatif dan

terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya kedalam program pelatihan

2
berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik

kegiatan belajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya (Panduan PPL-II Keguruan).

Dari pengertian di atas, maka PPL-II memiliki tujuan sebagai berikut.

a. Tujuan Umum

Tujuan umum PPL adalah untuk melatih mahasiswa calon guru agar

memiliki pengalaman kependidikan secara faktual sehingga akan terbentuk tenaga

kependidikan yang profesioanal, yaitu tenaga kependidikan yang memiliki

seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang diperlukan bagi

profesinya serta mampu menerapkan/ memperagakan kinerja dalam situasi nyata,

baik dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya.

Selain itu, PPL juga dikaitkan 10 (sepuluh) profil kemampuan guru yang

harus dimiliki dan dikuasai oleh mahasiswa/calon guru. Profil kemampuan guru

yaitu:

1. Menguasai bahan kurikulum bidang studi

2. Mampu mengelola kelas

3. Mampu menggunakan media/sumber belajar

4. Mampu mengelola program belajar mengajar

5. Mampu mengelola indeks belajar mengajar

6. Mengelola interaksi belajar mengajar

7. Mengenali administrasi, situasi dan kondisi sekolah

8. Menguasai landasan pendidikan mengenal program layanan, bimbingan dan

penyuluhan

9. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian

pendidikan

3
b. Tujuan Khusus

Tujuan khusus PPL-II adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrative,

akademik, dan sosial psikologi sekolah tempat pelatihan berlangsung

2. Mahasiswa mampu menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar

3. Mahasiswa mampu menerapkan berbagai kemampuan professional

keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata

4. Mahasiswa mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan

sekolah

5. Mahasiswa mampu menarik kesimpulan edukatif dari penghayatan dan

pengalamannya selama pelatihan melalui refleksi, serta menuangkan hasil

refleksi itu dalam suatu laporan.

C. Bidang Studi yang diajarkan

Bidang studi yang diajarkan selama PPL-II adalah mata pelajaran Bimbingan

dan Konseling Kelas XII.

D. Waktu Pelaksanaan PPL II

PPL-II dilaksanakan dari tanggal 30 September 2019 sampai 6 Desember 2019.

E. Tempat Pelaksanaan PPL II

Tempat pelaksanaan PPL-II SMP Negeri 2 Palangka Raya di Jalan diponegoro

No.15 Kota Palangka Raya. Kelas yang diajar yaitu kelas VIII-6, VIII-11.

a. Deskripsi Keadaan Sekolah

Berikut deskripsi keadaan sekolah SMP Negeri 2 Palangka Raya:

b. Keadaan Fisik Sekolah

4
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Palangka Raya memiliki ukuran
fisik sekolah yaitu :

1) Luas tanah : 8.534 m2/SHM


2) Jumlah ruangan kelas : 32 Ruangan
3) Ukuran ruang kelas : 7x9 m2
4) Bangunan lain yang ada

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan

1 Perpustakaan 1 Baik

2 Laboratorium IPA 1 Baik

3 Laboratorium Komputer 2 Baik

5 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

7 Ruang Tata Usaha 1 Baik

8 Ruang Guru 2 Baik

9 Ruang Satpam 1 Baik

10 Ruang UKS 1 Baik

12 Ruang BK/BP 1 Baik

13 Musola 1 Baik

14 Kantin Sekolah 6 Baik

15 Parkir 2 Baik

16 Kamar Kecil 8 Baik

5). Lapangan olahraga ( Jenis dan ukuran)

- Tanah. Luasnya 10 x 10 m2
c. Keadaan Lingkungan Sekolah
- Jenis Bangunan yang Mengelilingi sekolah
BI, SMK 3, SDN 11 LANGKAI, KANTOR PMI KOTA PALANGKA
RAYA

5
- Kondisi Lingkungan Sekolah
Baik, bersih dan terawat
d. Fasilitas Sekolah (tuliskan jenis, kuantitas, dan kualitasnya)
- Perpustakaan : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Laboratorium IPA : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Laboratorium Komputer : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Ruang Kepala Sekolah : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Ruang Wakil Kepala Sekolah : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Ruang Tata Usaha : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Ruang Guru : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Ruang UKS : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Ruang Osis : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Ruang BK/BP : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Musola : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Kantin Sekolah : Beton, 6 ruangan, dalam kondisi cukup

- Kamar Kecil Guru : Beton, 1 ruangan, dalam kondisi baik

- Kamar Kecil Siswa : Beton, 8 ruangan, dalam kondisi baik

e. Penggunaan sekolah
Sekolah yang menggunakan bangunan ini :
SMP Negeri 2 Palangka Raya
f. Guru dan Siswa
1. Jumlah Guru : 64 Orang
2. Jumlah Kelas : 32 Ruangan
3. Jumlah siswa seluruhnya : 1001 Orang
g. Interaksi Sosial
1. Hubungan guru-guru : baik

6
2. Hubungan guru-siswa : baik
3. Hubungan siswa-siswa : baik
4. Hubungan guru-siswa : baik
5. Hubungan social secara keseluruhan : baik
h. Tata Tertib
1. Untuk siswa : ada
2. Untuk guru : ada
3. Untuk pegawai : ada
i. Kesan Umum
Saya sangat bersyukur ditempatkan di SMPN-2 PLK saya di sambut dengan
baik guru-guru dan muridnya ramah-ramah apalagi guru pamong saya yang
bernama ibu rusanaratie beliau sangat baik dan suka membantu saya apa bila
kesulitan dalam menyelesaikan RPL dan memberi arahan ketika saya mau masuk
kelas.

j. Kegiatan Observasi Proses Belajar Mengajar

Berikut kegiatan observasi proses belajar mengajar di Madrasah Aliyah

Negeri Kota Palangka Raya:

A. Pembukaan
1. Ketika masuk kelas yang dikerjakan guru adalah :
 Mengucapkan salam
2. Guru membuka pelajaran dengan cara :
 Berdoa, menanyakan kabar dan mengulang pelajaran minggu lalu
3. Apakah cara membuka pelajaran tersebut sesuai dengan materi yang
akan disajikan, berikan alasan :
 Sesuai, karena guru mengulang materi minggu lalu dan mengkaitkan
materi sekarang sehingga siswa tidak lupa dengan materi yang
disampaikan.
4. Berapa menit tahap pendahuluan ini berlangsung ?
 ± 5 Menit
5. Bagaimana perhatian siswa terhadap guru ?
 Kurang memperhatikan tapi ada sebagian murid yang memperhatikan
pelajaran.

7
B. Kegiatan Belajar Mengajar
1. Bagaimana cara guru menyampaikan materi pokok pelajaran ?
 Menulis dipapan tulis dan memberikan penjelasan mengenai materi yang
diajarkan
2. Selama pelajaran berlangsung berapa kali guru bertanya kepada siswa ?
 10 kali
3. Berapa orang siswa yang mendapat kesempatan menjawab pertanyaan
dari guru ?
 5 kali
4. Selama pelajaran berlangsung, apakah ada (a) siswa yang mengajukan
pertanyaan, (b) siswa yang mendapat kesulitan belajar, jika ya, bagaimana cara
guru mengatasinya, dan (c) siwa yang menganggu kelas, jika ya, bagaimana
cara guru mengatasinya.
 Ada, rata-rata siswa rebut dikelas tidak memperhatikan guru ketika guru
menulis didepan tulis sehingga ruangan tidak terlalu kondusif. Guru
membandingkan dengan siswa yang dulu sampaikan sekarang moral dan
perilaku siswa kurang saat belajar bukan memperhatikan malahan rebut
sendiri.
5. Secara umum, bagaimanakah perhatian siswa terhadap pelajaran yang
disajikan guru ?
 Kurang memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh guru, siswa banyak
yang asik sendiri dan bercanda.
6. Berapa lama pelajaran ini berlangsung ?
 Kurang lebih 2 jam pelajaran
C. Penutup
1. Apa yang dilakukan guru untuk mengakhiri pelajaran ?
 Membuat kesimpulan mengenai pembelajaran atau materi yang diajarkan,
sehingga murid bias mengingat.
2. Bagaimana cara guru menilai hasil belajar siswa ?
 Dengan memberikan tugas tambahan dari itu guru dapat menilai siswa dan
pemahaman siswa sampai mana mengenai materi yang diajarkan.
3. Apa yang dilakukan guru sebelum menagakhiri pelajaran untuk pindah
ke pelajaran lain atau istirahat ?

8
 Oke pelajaran kita cukup sampai disini saya ucuapkan terimakasih
silahkan melanjutkan pelajaran selanjutnya
4. Berapa menit bagian penutup ini berlangsung ?
± 5 Menit.
5. Tuliskan kesan umum anda terhadap kegiatan belajar mengajar yang
anda amati itu ?
Kesan saya terhadap pembelajaran hari ini guru menyampaikan materi dengan

baik dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa, guru juga selalu

memberikan contoh soal sehingga siswa paham dengan materi yang diajarkan

F. Manfaat PPL-II

a. Bagi Mahasiswa

1. Mahasiswa dapat mengenal secara cermat lingkungan fisik,

administrative, akademik, dan sosial psikologi sekolah tempat pelatihan

berlangsung

2. Mahasiswa mampu menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar

3. Mahasiswa mampu menerapkan berbagai kemampuan professional

keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata

4. Mahasiswa mampu mengembangkan aspek pribadi dan social di

lingkungan sekolah

5. Mahasiswa mampu menarik kesimpulan edukatif dari penghayatan dan

pengalamannya hasil refleksi itu dalam suatu laporan

6. Sebagai bahan evaluasi terhadap kemampuan diri sendiri, apakah sudah

layak untuk menjadi seoarang guru yang memiliki kompetensi.

b. Bagi Sekolah

Adanya mahasiswa PPL-II sekolah menjadi terbantu. Tugas seperti

menjaga piket dan tugas lainnya dapat diringankan dengan bantuan

mahasiswa PPL-II.

9
c. Bagi LAB.PEMBELAJARAN

Manfaat adanya PPL-II tahun 2019 ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk

kelancaran kegiaan PPL-II selanjutanya.

d. Bagi Fakultas

Membantu universitas menyiapkan lulusan yang kompeten dibidangnya.

e. Bagi Universitas

Menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya, sehingga almameter

mendapat citra yang postif dari masyarakat.

10
BAB II

PELAKSANAAN PPL-II

A. Masalah yang dihadapi selama pelaksanaan PPL-II

1. Penyusunan RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perangkat yang menjadi

acuan mahasiswa PPL-II dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.

Penyusunan RPP disusun berdasarkan silabus yang dimiliki oleh guru pamong

sesuai dengan program pengajaran. Kurikulum yang digunakan untuk mengajar

kelas kelas VIII (delapan) adalah kurikulum 2013. Pada umumnya tidak terdapat

kendala dalam menyusun RPP oleh praktikan karena atas bimbingan yang baik dari

guru pamong dan dosen pembimbing PPL.

2. Proses Pengajaran

Proses pembelajaran di kelas merupakan kegiatan utama yang dilakukan

dalam pelaksanaan PPL. Proses pengajaran terdiri dari 13 (tiga belas) kali pelatihan

yang terhitung dengan menggunakan RPP serta ujian PPL. Untuk pertama kali

praktikan mengalami kendala dalam mengelola kelas dan menjaga kelas tetap

kondusif. Untuk pertemuan selanjutanya praktikan mulai mengenal karakter siswa

sehingga mudah untuk mengelola kelas dan membuat menjadi lebih kondusif.

3. Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler adalah kegiatan non akademik yang dimiliki sekolah yang

pelaksanannya diawasi dan dibina oleh sekolah. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler

yang dimiliki SMP Negeri 2 Palangka Raya seperti, pramuka, PMR, Paskibraka

dan lainnya. Dalam kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa PPL-II tidak diikutsertakan

dalam kegiatan. Sehingga tidak mengetahui kendala atau masalah dibidang

ekstrakurikuler.

11
4. Hubungan sosial dengan sekolah

Hubungan sosial dengan sekolah adalah salah satu hal penting dalam

melaksanakan kegiatan PPL karena melalui hubungan sosial inilah praktikan bisa

belajar banyak hal dan melalui hubungan sosial inilah praktikan bisa beradaptasi

dengan baik di sekolah yang membuat PPL bisa berjalan dengan lancar. Dalam

menjalin hubungan sosial, praktikan tidak menghadapi masalah yang berarti karena

pihak sekolah yang menerima dengan baik seluruh mahasiswa PPL dan bersikap

ramah pada kami, sehingga membuat praktikan merasa nyaman dan cepat

beradaptasi dengan sekolah. Masalah yang dihadapi praktikan hanya saat pertama

kali praktikan mengajar di sebuah kelas, karena saat itu beberapa siswa bersikap

acuh dan sinis terhadap praktikan. Masalah lain yaitu tidak mengetahui nama-nama

guru di SMP Negeri 2 Palangka Raya, hal ini terjadi karena pengenalan guru-guru

dan staf lainnya pada saat penerimaan mahasiswa PPL-II hanya diikuti oleh

sebagian guru saja.

5. Proses Bimbingan

Selama melaksanakan PPL praktikan melaksanakan bimbingan dengan guru

pamong dan dosen pembimbing PPL baik dalam pembuatan RPP maupun hal lain

yang terkait dengan kegiatan belajar mengajar di kelas. Proses bimbingan berjalan

dengan lancar, dosen pembimbing selalu bersedia meluangkan waktunya untuk

konsultasi RPP Begitu pula dengan guru pamong, guru pamong selalu ada di

sekolah setiap harinya, sehingga praktikan dapat berkonsultasi kapan saja.

Kemudian, setiap masukan yang diberikan oleh dosen pembimbing maupun guru

pamong merupakan masukan yang baik dan selalu disampaikan dengan cara yang

baik pula, sehingga masukan tersebut bisa diterima dan diikuti oleh praktikan.

12
B. Upaya Penyelesian Masalah

1. Penyusunan RPP

Selama kegiatan PPL-II berlangsung guru pamong dan dosen pembimbing

selalu memberi masukan sehingga tidak terdapat lagi kendala yang berarti. Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat oleh mahasiswa PPL-II

dikonsultasikan kepada guru pamong selanjutnya dikonsultasikan kepada dosen

pembimbing.

2. Proses Pengajaran

Beberapa kendala yang dihadapi di kelas dapat diatasi dengan cara: 1)

pengajaran dengan menggunakan bermain sambil belajar untuk menarik perhatian

siswa, 2) melakukan kegiatan diskusi berkelompok agar siswa tidak jenuh belajar

sendiri, 3) menegur tegas kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah.

3. Ekstrakurikuler

Selama pelaksanaan PPL-II, semua mahasiswa praktikan menyesuaikan

dengan kondisi yang ada di sekolah, ketika mendapat perintah untuk membantu

dalam suatu kegiatan tertentu, mahasiswa praktikan melaksanakannya. Namun,

seperti yang telah dijelaskan, mahasiswa praktikan tidak terlalu terlibat pada

kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, sehingga praktikan tidak mengalami masalah

apapun. Adapun upaya yang dikalukan praktikan untuk mengatasi kebingungan

saat pertama kali melaksanakan tugas piket adalah dengan bertanya kepada

mahasiswa praktikan lain yang sudah pernah melaksanakan tugas pikeT

4. Hubungan dengan Pihak Sekolah

Berdasarkan masalah hubungan sosial dengan pihak sekolah yang telah

disebutkan di atas, maka terdapat upaya penanggulangan masalah tersebut, yaitu

mahasiswa PPL-II secara aktif bertanya kepada guru pamong mengenai lingkungan

13
sekolah. Mahasiswa PPL-II berusaha untuk ramah dengan semua guru maupun

siswa di SMP Negeri 2 Palangka Raya. Serta berusaha mendekatkan diri dengan

siswa dengan cara tidak selalu memposisikan diri sebagai guru, tetapi juga teman

bagi siswa.

5. Proses Bimbingan

Proses bimbingan berjalan dengan lancar. Guru pamong dan dosen

pembimbing selalu ada di tempat. Selain itu, guru pamong dan dosen pembimbing

selalu memberi arahan dan masukan bagi mahasiswa PPL-II.

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL II) di SMP Negeri

2 Palangka Raya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Kegiatan PPL-II merupakan bekal untuk memperoleh pengalaman sebagai

tenaga pendidik terutama dalam bidang pengajaran, sehingga membentuk

tenaga pendidik yang profesional dan mampu menerapkan ilmunya dalam

penyelenggaraan kependidikan dan pengajaran di sekolah.

2. SMP Negeri 2 Palangka Raya memiliki sistem pendidikan yang baik. Hal

ini terbukti dari peran aktif para guru dan siswa dalam menciptakan mutu

pendidikan.

3. Kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Palangka Raya berlangsung

dengan baik.

4. Tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah dapat terlaksana dengan baik,

hal ini berkat dukungan dan partisipasi antara guru dan siswa.

5. Kegiatan administrasi siswa, guru, pegawai, dan ketatausahaan berjalan

dengan baik di bawah kepemimpinan kepala sekolah, sehingga tercipta

sistem manajemen yang berjalan dengan baik.

3.2 Saran

Saran-saran yang dapat diberikan pada SMP Negeri 2 Palangka Raya

adalah sebagai berikut:

1. SMP Negeri 2 Palangka Raya diharapkan untuk lebih meningkatkan

kualitas mutu pendidikan yang berkembang sesuai dengan zaman.

15
2. Kondisi ruang kelas yang bersih diharapkan dapat dipelihara dan

dipertahankan agar tercipta kondisi yang nyaman saat kegiatan belajar

mengajar.

3. Tata tertib yang telah dibuat hendaknya tetap dijaga dan tidak pandang bulu

terhadap siapa pun yang melanggarnya.

4. Siswa yang kurang dalam pelajaran harus diberikan perhatian lebih agar

mereka tidak merasa rendah diri terhadap teman-teman yang lainnya.

5. SMP Negeri 2 Palangka Raya diharapkan agar terus menjaga nama baik

yang telah dibina bertahun-tahun dan diharapkan juga para siswa dapat terus

mengharumkan nama sekolah dengan memenangkan lomba-lomba di

bidang akademik maupun non-akademik.

16