Anda di halaman 1dari 20

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami semua sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca dalam memahami mengenai manusia dengan
kegelisahan,harapan dan ketentraman.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun
isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Penyusun

TTD

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................... 1
KATA PENGANTAR....................................................................................2
DAFTAR ISI...................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................4
A. LATAR BELAKANG............................................................4
B. RUMUSAN MASALAH.......................................................5
C. TUJUAN MAKALAH...........................................................5
D. METODE PENELITIAN.......................................................5
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................6
A. MANUSIA DAN KEGELISAHAN…...................................6
1. Kegelisahan dan sumber – sumbernya........................6
- Kegelisahan dan konpleksitas manusia.................6
- Kegelisahan dan kondisi lingkungan.....................7
- Keadaan fisik.........................................................8
- Motif yang bertentangan........................................8
B. MAKNA KEGELISAHAN….................................................9
C. SEBAB – SEBAB ORANG GELISAH.................................11
D. USAHA – USAHA MENGATASI KEGELISAHAN...........12
E. MANUSIA DAN HARAPAN................................................13
F. MANUSIA DAN KETENTRAMAN......................................17
BAB III PENUTUP........................................................................................19
A. KESIMPULAN…....................................................................19
B. SARAN....................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................20

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia


dalam hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong
penyakit batin, penyakit ini dapat menyerangsiapa saja, dari golongan apa,
dan bangsa apapun. Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya
lebih luas. Sebab orang yang pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa
takut. Atau orang yang mempunyai obat penangkal takut juga tidak akan
dijamahnya. Umpama orang yang pernah mengerjakan perbuatan salah
sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu pula seorang yang kaya,
pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya. Tetapi walaupun benar,
kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda perasaan gelisah.
Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri
manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang
tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah
ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena
rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi
kegelisan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri,
dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita.
Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa
kegelisahan.
Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat
seseorang pernah melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang
membuat seseorang mengalami kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia
merasa cemas. Karena terlalu memikirkan perbuatan buruk yang sudah
dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat murung, menyendiri dan
merasa kesepian dan terasing.

4
Sedangkan harapan berasal dari kata harap artinya keinginan
supaya sesuatu terjadi , yang mempunyai harapan atau keinginan yang
berlum terwujud,setiap orang mempunyai harapan atau keinginan. Putus
harapan sama saja dengan putus asa. Jadi secara garis besar harapan adalah
keinginan yang belum terwujud. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya.
Adapun ketentraman ialah rasa aman, dengan adanya rasa aman ini maka
timbullah masyarakat yang tertib hukum.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah
sebagai
berikut :
1. Apa pengertian kegelisahan?
2. Apa faktor penyebab terjadinya kegelisahan?
3. Apa pengertian harapan ?
4. Apa pengertian dari dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan?
5. Apa pengertian ketentraman ?

C. Tujuan
Berikut tujuan disusunnya makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui pengertian kegelisahan.
2. Untuk pengetahui tentangg faktor penyebab terjadinya kegelisahan.
3. Untuk mengetahui pengertian harapan
4. Untuk mengetahui pengertian dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan
5. Untuk mengetahui pengertian ketentraman

D. Metode Penelitian
Pembuatan makalah ini menggunakan metode studi pustaka, yaitu
mengumpulkan dari berbagai referensi buku – buku serta mengambil literatur dari
internet

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. MANUSIA DAN KEGELISAHAN


1. Kegelisahan dan Sumber – Sumbernya

Setiap manusia pasti memiliki motivasi,tujuan,dan keinginan dalam


hidupnya. Namun,tidak semua tujuan itu memungkinkan untuk tercapai.
Bahkan ada juga yang memiliki kemungkinan sangat kecil untuk diraih. Jika
hal ini terjadi,tentu saja akan menimbulkan satu rasa gelisah. Kegelisahan
disini diartikan sebagai suatu kondisi dimana seseorang mengalami
rintangan dalam menghadapi rintangan tersebut. Pada
hakekatnya,kegelisahan menunjuk pada motivasi yang terhalang dan dalam
keadaan tak terpuaskan.

Para ahli jiwa berpikir bahwa kegelisahan merupakan kondisi hidup


manusia,atau sebagai "kawan akrab" yang memberi stimulus kepada tingkah laku
manusia.

Kegelisahan dapat terjadi oleh beberapa sebab,antara lain :

- Kegelisahan dan Kompleksitas Manusia.

Timbulnya berbagai motif pikiran dan kehidupan yang muncul dalam keadaan
ruwet. Rasa puas dan gelisah muncul berasamaan dan saling tumpah tindih.

Misalnya, seorang anak yang terbangun di hari minggu. Ia ingin menghabiskan hari
liburnya dengan bersepeda keliling kampung bersama kawan-kawannya.
Namun,pada saat yang bersamaan,ia juga ingin ke toko buku untuk membeli komik
favoritnya yang telah mengeluarkan series terbaru. Ia pun bangun dengan semangat
untuk menikamati nasi goreng yang selalu dibuat setiap pagi oleh ibunya.

1
Drs. Joko Tri Prasetya,dkk. 2004. Ilmu Budaya Dasar .Jakarta: PT RINEKA CIPTA. (hal.188)

6
Tapi,ternyata ibu belum membuat nasi goreng dikarenakan adik bayinya menangis
sedari tadi. Ibu pun menyuruhnya untuk mengayun sang adik,agar ibu bisa
membuat nasi goreng untuknya. Anak itu ingin menolak,namun jika ia menolak tak
akan bisa menyantap nasi goreng pagi ini. Tak lama kemudian,akhirnya ibu telah
selesai membuat nasi goreng,anak itupun berhasil menyantap sepiring nasi goreng
lezat itu. Setelah itu anak itu bergegas ingin bersepeda keliling kampung dengan
kawannya. Namun dia ingat,ban sepedanya kemarin bocor dan belum sempat
diperbaiki. Jika ban sepedanya bocor,dia tidak bisa bersepeda dengab kawan-kawan
ataupun ke toko buku untuk membeli komik. Tapi dia tak kehilangan akal,ia pergi
ke rumah tetangganya untuk meminjam sepeda. Kebetulan sepeda tetangganya
sedang tidak digunakan,akhirnya anak itu bisa bersepeda dan ke toko buku. Sore
menjelang maghrib anak itu baru pulang. Karena kelelahan,dia ingin segera tidur.
Tapi ternyata dia baru ingat bahwa besok ada PR matematika yang harus dikumpul,
dia juga lupa menyemir sepatunya,dan celana sekolahnya yang sobek belum dijahit.

Bertumpuknya pola motif kehidupan manusia mengajarkan bahwa tidak semua


motif dapat dipuaskan. Ada yang memerlukan kesabaran untuk menunda,bahkan
bila perlu ditinggalkan. Jika tidak,itu akan menimbulkan kegelisahan.

- Kegelisahan dan Kondisi Lingkungan.


Sebuah motif untuk melakukan suatu tindakan demi sebuah tujuan tidak
akan maksimal hasilnya jika tidak didukung oleh lingkungan sekitar. Suatu
keinginan tidak mungkin tercapai apabila ada hambatan dalam ketersediaan
di lingkungan tersebut.
Misalnya saja seseorang yang punya kebiasaan bermain sosial media akan
merasa gelisah saat dia sedang berada di sebuah desa terpencil yang jauh dari
kota besar. Hal itu dikarenakan tidak adanya signal yang memadai untuk
dirinya bermain sosial media. Maka keadaan ini membuatnya tak tenang.
2

2
Drs. Joko Tri Prasetya,dkk. 2004. Ilmu Budaya Dasar .Jakarta: PT RINEKA CIPTA. (hal 189)

7
- Keadaan Fisik
Keadaan fisik merupakan faktor yang utama sebagain kegelisahan manusia.
Setiap manusia memang sudah diciptakan dengan sempurna sesuai porsi
masing-masing oleh Tuhan. Namun,terkadang keadaan manusia dengan fisik
terbatas ,misalnya buta,tuli,bisu, dan sebagainya akan merasa gelisah dan tak
nyaman. kekhawatiran dikucilkan dan diejek akan selalu membayangi seumur
hidup. Hal yang sama juga terjadi jika seseorang memiliki wajah yang tidak
tampan atau cantik,atau juga memiliki tubuh terlalu pendek,terlalu gendut,dan
semacamnya juga akan merasa kurang percaya diri saat berada di antara
orang-orang dengan fisik yang menawan.
- Motif yang Bertentangan
Sumber kegelisahan yang paling rumit adalah pertentangan antara dua
keinginan atau lebih. Seorang individu tidak dapat mencapai tujuannya tanpa
mengorbankan keinginan lain yang dimilikinya.
Sebagai contoh, seorang gadis yang menjalin hubungan dengan seorang
lelaki yang sangat dicintainya. Di satu sisi, Ibu si gadis berniat menjodohkan
si gadis dengan lelaki lain yang baik budi serta agamanya. Si gadis bingung,ia
harus menuruti ibunya atau tetap mempertahankan hubungan dengan lelaki
yang dicintainya. Mau tidak mau dia harus memilih salah satu. Jika dia
memilih mempertahankan hubungan dengan kekasihnya itu,dia tidak
menjamin apakah hubungan mereka akan berlanjut ke jenjang yang lebih
baik. Jika dia menuruti ibunya,dia juga tidak siap jika harus berpisah dengan
lelaki yang sangat dicintainya itu.
Kegelisahan yang seperti ini biasanya akan berlangsung lama bukan hanya
dalam waktu singkat. Kegelisahan ini juga pasti akan terjadi dalam kehidupan
setiap manusia.

8
B. Makna kegelisahan

Kegelisahan berarti dari kata gelisah,yang berarti rasa tidak


nyaman,khawatir,cemas,tak sabar,tak tenang. Rasa gelisah ini sesuai dengan
suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah akan dihantui
rasa khawatir atau ketakutan yang berlebih.

Setiap manusia pasti akan mengalami kegelisahan. Terlebih di era modern


seperti saat ini dimana kebutuhan hidup meningkat,rasa indivuidualistis dan
egoisme yang tinggi,persaingan yang semakin marak,serta keadaan yang tidak
stabil.

Alasan mendasar mengapa manusia sering gelisah ialah karena manusia memiliki
hati dan perasaan. Saat gelisah,manusia akan cenderung merasa khawatir dan
cemas. Tentang kecemasan ini,Sigmund Freud membedakannya menjadi 3
macam,yaitu:

a. Kecemasan Obyektif.

Kecemasan obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan


suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan
seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan
timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa
seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat
dengan benda- benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.

3
https://lailaallatief-wordpress-
com.cdn.ampproject.org/v/s/lailaallatief.wordpress.com/2013/01/13/macam-macam-
kecemasan-menurut-sigmund-
freud/amp/?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQCKAE%3D#aoh=15692163475169&refer
rer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%
2Flailaallatief.wordpress.com%2F2013%2F01%2F13%2Fmacam-macam-kecemasan-menurut-
sigmund-freud%2F

9
Contohnya :

- Seorang anak yang takut akan kegelapan


- Seseorang yang cemas akan serangga
- Seorang ibu yang khawatir karena keselamatan anaknya yang terancam.
b. Kecemasan neurotik ( saraf )

Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah,seperti:

 Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.


Penyebab timbulnya kecemasan dikarenakan ada rasa takut akan bayangan
atau idenya sendiri sehingga menekan dan menguasai ego. Misalnya
seseorang yang berada di lingkungan baru merasa cemas jika nantinya ia tak
akan bisa bersosialisai dengan lingkungan barunya tersebut.
 Phobia. Rasa takut seperti ini sudah menular, bahkan jika seseorang hanya
melihat gambar dari sesuatu yang ditakuti, dia akan bergidik ngeri.
Misalnya,seorang anak yang takut akan ular akan merasa merinding jika
melihat gambar ular atau hanya jika mendengar orang lain bercerita tentang
ular.
 Gugup. Ini biasanya terjadi saat seseorang yang lantas dengan tiba-tiba
diminta untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukannya.
Misalnya,seseorang yang belum pernah berdiri di depan khalayak,tiba-tiba
disuruh berpidato di depan orang banyak maka dia akan merasa
gugup,gemetar,bahkan lemas tak bertenaga.
c. Kecemasan Moral.
Setiap orang memiliki emosi . Namun,emosi yang tak terbendung
akan menyebabkan perasaan-perasaan iri,benci,dendam,dan segala
perasaan negatif lainnya. Sifat seperti itu adalah sifat tak terpuji bagi
sesama manusia apalagi terhadap Tuhan. Dengan adanya sifat
semacam itu akan membuat manusia merasa cemas,takut,gelisah
dan khawir.

10
Contohnya, seorang pedagang yang iri dengan seorang pedagang
yang lainnya karena dagagannya lebih ramai. Akhirnya pedagang
yang iri inipun menebarkan fitnah tentang pedagang saingannya itu.
C. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH

Jika dicermati lebih dalam,penyebab kegelisahan adalah karena pada dasarnya


manusia takut kehilangan. Kegelisahan dapat diakibatkan dari suatu
ancaman,baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

Seseorang merasakan kegelisahan biasanya karena merasa tidak bisa


melakukan sesuatu yang akan dikerjakannya pada masa depan. Misalnya,
gelisah karena takut tidak mendapat kerjaan,atau bisa juga gelisah karena
merasa tidak bisa mengerjakan tugas dari kampus dan kantornya.Rasa gelisah
timbul ketika pikiran kita sudah dimasuki rasa negatif yg begitu tinggi akan
sesuatu,sehingga rasa percaya diri akan hilang.Intinya,gelisah itu timbul karena
kita merasa takut tidak bisa mengerjakan kewajiban kita sehingga takut pula
untuk kehilangan haknya.

4
http://fajriadisyah.blogspot.com/2015/05/penyebab-kegelisahan-dalam-diri-sendiri.html?m=1
Drs. Joko Tri Prasetyo, dkk. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta :PT Rineka Cipta.hal 202

11
D. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN.

Dalam mengatasi kegelisahan,pertama-tama harus dimulai dari diri


sendiri,yaitu bersikap tenang. Dengan bersikap tenang,kita akan dapat berfikir
lebih jernih dan emosi lebih terkontrol.

Hal lain yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah memasrahkan
diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita
harus percaya bahwa Tuhanlah Yang Maha Kuasa,Maha Pengasih,Maha
Penyayang,dan Maha Pengampun.

5
Sumber : Drs. Suyadi M. P., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Depdikbud, hal. 129

12
E. Manusia dan Harapan
Harapan berasal dari kata harap, yang artinya keinginan supaya sesuatu
terjadi.yang mempunyai harapan atau keinginan di hati, putus harapan
berarti putus asa. Harapan artinya keinginan yang belum terwujud,setiap
orang mempunyai harapan,tanpa harapan manusia tidak ada artinya
sebagai manusia,manusia yang tidak mempunyai harapan berarti tidak
dapat diharapkan lagi. Menurut kodratnya dalam diri manusia ada
dorongan yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
 Dorongan kodrat itu ialah menangis, tertawa, berpikir,
berkata,bercinta, mempunyai keturunan, dll
 Dorongan kebutuhan hidup ialah kebutuhan jasmani dan rohani
- Kebutuhan jasmani misalnya : makan,minum,pakaian,
rumah.
( sandanga, pangan, dan papan )
- Kebutuhan Rohani misalnya : kebahagiaan, kepuasan,
ketengan, hiburan, dan keberhasilan.

Untuk memnuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan


manusia yang lainnya.hal ini disebabkan kemampuan manusia sangat
terbatas baik kemampuan fisik/jasmani maupun kemampuan berpikirnya.
Kalau ada orang yang mempunyai kelebihan kemampuan, hal tersebut
hanyalah berlaku dalam satu ,dua bidang tertentu. Tak seorang pun mampu
dalam segala hal , berbakat dalam segala hal ,terampil dalam segalah hal,
bakat .ahli dan keterampilan hanya terdapat dalam satu,dua bidang , dalam
bidang lain ia pasti kekurangan.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu, maka
manusia mempunyai harapan. Pada hakikatnya harapan itu adalah
keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
6

6
Sumber : Drs Sujadi,M.P., buku materi pokok MKDU4101/2MODUL1-6/Ilmu Budaya Dasar
hal.162

13
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan atau
kebutuhan hidup manusia itu ialaha :
a. Kelangsungan hidup ( survival )
b. Keamanan ( safety )
c. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai ( be loving and love )
d. Diakui lingkungan ( status )
e. Perwujudan cita – cita (selfactualization )

a. Kelangsungan hidup ( survival )


Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan pangan,
sandang dan papan ( tempat tinggal ) kebutuhan kelangsungan hidupini
terlihat sejak bayi lahir.
Setiap anak begitu lahir dibumi “ cenger “ ( menangis ) ia telah
mengharapkan diberi makan/minum. Kebutuhan akan makan/minum itu
terus berkembangan sesuai dengan perkembangan hidup manusia.
Sandang, semula hanya berupa perlindungan /keamanan , untuk
melindungi dirinyadari cuaca. Tetapi dalam perkembangan hidupnya,
sandang tidak hanya sebagai pelindungan keamanan,tetapi lebih
cenderung kepada kebutuhan lain.
Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Rumah
kebutuhan primer manusia, karena rumah itu sebagai tempat berlindung
dari hujan, panas, gelap dll.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan, maka
manusia sejak kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang
tinggi harapan memperoleh pangan, sandang, dan papan yang layak
akan terpenuhi atau tiap manusia perlu bekerja keras dengan harapan

7
Sumber : Drs Sujadi,M.P., buku materi pokok MKDU4101/2MODUL1-6/Ilmu Budaya Dasar
hal.165

14
apa yang diinginkan : pangan, sandang dan papan yang layak dapat
terpenuh.
b. Keamanan ( safety)
Setiap orang membutuhkan keamanan , sejak seorang anak lahir ia telah
membutuhkan keamanan. Begitu lahir ,dengan suara “ cenger “ (
menangis ), itu pertanda minta perlindungan , setelah agak besar,
seorang anak akan menangis dan dia akan diam setelah dipeluk oleh
ibunya. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang
nampak, secara moral pun orang lain dapat memberikan rasa aman.
Dalam hal ini keyakinan bahwa tuhan memberikan perlindungan berarti
sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
c. Hak dan Kewajiaban Mencintai dan Dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengam pertumbuhan
manusia, maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajibannya.
Karena itu tidak jarang anak – anak remaja mengatakan kepada ibu dan
ayah “ibu ini kok menganggap reny masih kecil saja, semuanya
diatur!”itu suatu pertanda , bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan
hak dan kewajibannya.
Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasasudah dewasa,
sehingga sudah saatnyaia mempunyai harapan untuk dicintai dan
mencintai. Pada saat seperti itu remaja banyak mengkhayal. Ia telah
sadar akan keberadaannya. Pada usia itu, biasanya terjadi konflik batin
pada dirinya dengan pihak lorang tua. Sebab umunya remaja mulai
menentang sifat – sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan
alarmnya.

8
Sumber : Drs Sujadi,M.P., buku materi pokok MKDU4101/2MODUL1-6/Ilmu Budaya Dasar
hal.166

15
d. Diakui Lingkungan ( Status )
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa ,untuk apa, mengapa
manusia hidup. Dalam lagu “untuk apa “ ada lirik yang berbunyi “ aku
ini anak siapa , mengapa aku dilahirkan”. Dari bagian lirik itu kita dapat
mengambil kesimpulan , bahwa setiap manusia yang lahir di bumi ini
tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaanya,status dalam
keluarga, status dalam masyarakat dan status dalam negara. Status itu
penting, karena dengan status, orang tahu siapa dia. Harga diri orang
antara lain melekat pada status orang itu.
e. Perwujudan Cita – Cita ( Self actualization )
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan
keahliannya atau kepangkatannya atau profesinya. Pada saat itu manusia
mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui
kehebatannya.

9
Sumber : Drs Sujadi,M.P., buku materi pokok MKDU4101/2MODUL1-6/Ilmu Budaya Dasar
hal.168

16
F. Manusia dan Ketentraman
Setiap manusia pasti menginginkan hidup dalam rasa tentram. Baik ketentraman
lahir maupun bathin. Ketentraman berasal dari kata dasar "tentram" yang
pengertiannya menurut W.J.S Poerwadarminta adalah :

"Tentram ialah aman atau tidak rusuh,tidak dalam kekacauan. Misalnya,di daerah
yang aman,orang-orang bekerja dengan senang,tenang(tidak gelisah,tenang hati,dan
pikiran). "

Dalam keseharian selalu saja ada masalah yang menggelayuti setiap manusia,
entah si kaya atau si miskin masalah akan selalu datang menghampiri. Setiap
permasalahan yang ada akan selalu membuat ketentraman manusia sedikit terusik,
baik itu masalah kecil ataupun masalah yang besar semua tergantung manusia itu
sendiri yang menyikapinya. ketentraman manusia tidak akan pernah hadir selama
manusia masih berkecimpung dan bergejolak dalam perputaran roda kehidupan.
Kententraman manusia akan selalu terusik selamanya sebelum manusia itu menutup
mata, namun terkadang matipun manusia masih menyisakan ketidaktentraman bagi
seorang yang percaya akan takhayul. Pendek kata manusia tidak akan pernah tentram
dari mulai ia menghirup kehidupan sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya
untuk kehidupan.

Dapat dikatakan bahwa sebuah ketentraman akan terbentuk disaat segala


kegelisahan dan kecemasan telah teratasi. Namun,apakah ketentraman itu dapat
diraih saat semua harapan dan cita-cita telah berhasil diraih?

Terkadang manusia menganggap dirinya itu sudah merasakan tentram setelah


tercapai cita-citanya padahal itu bukan tentram namanya, terncapai segala
keinginanya itu tidak bisa dinamakan tentram apa bila tercapai yang menjadi hasrat
dan keinginan itu dinamakan suatu kesenangan terkadang manusia tidak sadar
tentang hal ini bahwa di balik suatu kesenangan itu ada sisi baliknya yaitu penderitaan
maka jelas sekali tentram dan kesenangan itu sangat berbeda sekali.

17
G. Upaya Memproleh Ketentraman
Adapun cara sederhana yang harus dilakukan dalam beraktifitas sehari hari untuk
mendapatkan ketentraman itu antara lain:

1. Berhenti mencampuri urusan orang lain.

Boleh saja mencampuri urusan orang lain jika memang nasihat kita dibutuhkan. Namun
jika tidak,ada baiknya kita diam saja. Karena setiap orang punya cara masing-masing
dalam menyelesaikan urusannya.

2. Selalu berpikir positif.

Segala apa yang kita lakukan merupakan refleksi dari pikiran kita. Jika otak kita terus
memproduksi hal-hal negatif,maka segala yang kita lakukan juga akan bersifat negatif
,seperti timbul berbagai kecemasan,hasil yang tidak memuaskan,keteledoran ,dan lain
sebagainya. Jadi,biasakan untuk menyugesti diri dengan segala hal yang positif. Beri
kata-kata pennyemangat untuk diri sendiri.

3. Mendekatkan diri pada Tuhan.

Jika hal ini sudah dilakukan,maka mustahil tidak akan mendapat ketentraman. Serahkan
semua pada Tuhan,karena Dia yang berkehendak atas segala sesuatu. Dekatkan dan
rendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan-Nya.

10

10
http://ilhamberkuliah.blogspot.com/2014/12/ibd-hubungan-manusia-dengan-
manusia.html?m=1

18
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Harapan adalah suatu keinginan yang belum terwujud. Untuk
mewujudkannya, manusia harus berusaha dan berdoa. Karena sesuatu tak
akan terjadi tanpa ada campur tangan dari tuhan yang Maha Esa.
Kegelisahan dan kecemasan terbentuk karena hilangnya rasa
nyaman,damai,dan tentramam dalam hidup. Untuk mengatasi kegelisahan
itu, kita harus bersikap tenang serta pasrah dan berlindung pada tuhan.
Rasa tentram diperoleh ketika hilangnya rasacemas dari dalam diri. Untuk
memperoleh rasa tentram ,sebaiknya kita membuang jauh – jauh segala
pikiran negatif, berhenti mencampuri urusan orang lain, dan selalu
mendekatkan diri pada tuhan.

B. Saran
Segala apapun yang kita lakukan pasti akan tertuju pada tuhan. Oleh
karena itu, saat kitamemiliki harapan, berdoalah ppada tuhan , saat kita
merasa cemas, mintalah perlindungan pada tuhan. Saat kita ingin
ditentramkan hidupnya, mendekatlah selalu pada Tuhan karena dialah
yang menjalankan dan mengatur segala aspek kehidupan di dunia ini.

19
DAFTAR PUSTAKA
-Notowidagdo, Rohiman. 2000 . Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al Qur'an dan
Al hadist . Jakarta: PT. Raja Grafindo PersadaWidyasiswoyo, Supartono. 1993
-Ilmu Budaya Dasar . Bogor Selatan: GhaliaIndonesia Muhammad, Abdulkadir.
2005. Ilmu Sosial Budaya Dasar . Bandung: PT. CitraAditya Bhakti.
- Widhagdo, Djoko dkk. 2008. Imu Budaya Dasar . Jakarta: Bumi
AksaraMunandar Soelaiman MS, IR, M. 1992. Ilmu Budaya Dasar Suatu
Pengantar.Bandung: PT Eresco
- Drs. Sujadi,M.P.,Buku Materi Pokok MKDU4101/2SKS/MODUL 1-6 ILMU
BUDAYA DASAR, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka April 2001
-http://ilhamberkuliah.blogspot.com/2014/12/ibd-hubungan-manusia-dengan-
manusia.html?m=1
-http://fajriadisyah.blogspot.com/2015/05/penyebab-kegelisahan-dalam-diri-
sendiri.html?m=1
-https://lailaallatief-wordpress-
com.cdn.ampproject.org/v/s/lailaallatief.wordpress.com/2013/01/13/macam-macam-
kecemasan-menurut-sigmund-
freud/amp/?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQCKAE%3D#aoh=156921634751
69&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshar
e=https%3A%2F%2Flailaallatief.wordpress.com%2F2013%2F01%2F13%2Fmacam-
macam-kecemasan-menurut-sigmund-freud%2F
- Drs. Joko Tri Prasetya,dkk. 2004. Ilmu Budaya Dasar .Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
(hal.188)
- Drs. Joko Tri Prasetya,dkk. 2004. Ilmu Budaya Dasar .Jakarta: PT RINEKA CIPTA. (hal
189)
-Drs.Joko Tri Prasetyo, dkk.2004.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : PT Rineka Cipta.

20