Anda di halaman 1dari 30

BAB IV

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KERANGKA ACUAN KERJA


(TERM OF REFERENCE)

PEKERJAAN:
SID MODERNISASI IRIGASI CISADANE (IPDMIP)

TAHUN ANGGARAN: 2019 - 2020


KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK)
TERMS OF REFERENCE (TOR)
SID MODERNISASI IRIGASI CISADANE (IPDMIP)

1. LATAR BELAKANG

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, maka Pemerintah Indonesia telah melaksanakan
serangkaian usaha secara terus menerus yang bertitik tolak pada sektor pertanian, yang berupa
pembangunan di bidang pengairan guna menunjang peningkatan produksi pangan.
Daerah Irigasi Cisadane (berdasarkan Permen PUPR No. 14 tahun 2015 adalah 22.441 ha) yang berada di
Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Tangerang Provinsi Banten merupakan satu-satunya DI
kewenangan pusat yang berada pada WS Ciliwung Cisadane.

Kondisi dan kapasitas Jaringan Irigasi Cisadane saat ini telah mengalami penurunan akibat pendangkalan
pada saluran pembawa, kerusakan pada bangunan dan Operasi & Pemeliharaan yang tidak memadai serta
isu alih fungsi lahan daerah irigasi menjadi kawasan industri, perumahan, dan area Bandara Internasional
Soekarno-Hatta.
Sehubungan dengan kondisi jaringan irigasi yang mengalami berbagai permasalahan tersebut, maka seluruh
Jaringan Irigasi dan Pembuang pada D.I Cisadane perlu dilakukan modernisasi agar pemberian air ke sawah-
sawah dapat dilaksanakan secara optimal.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yaitu Review Detail Desain Rehabilitasi Saluran Induk dan
Sekunder Cisadane Barat DI Cisadane dan Review Detail Desain Rehabilitasi Saluran Induk dan Sekunder
Cisadane Barat Laut dan Utara DI Cisadane, maka BBWS Ciliwung Cisadane mengadakan kegiatan
selanjutnya yaitu DED Modernisasi Irigasi (IPDMIP), untuk mendukung kegiatan modernisasi DI Cisadane.
.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari pekerjaan ini adalah mendapatkan desain modernisasi petak dan jaringan primer, sekunder, dan
tersier DI Cisadane yang update dengan kondisi perubahan fungsi lahan saat ini, layak, akurat dan sesuai
dengan kebutuhan serta dapat di – OP – kan dengan mudah.
Tujuan dari pekerjaan ini adalah mengembangkan sistem modernisasi Irigasi Cisadane termasuk ketersediaan
air dalam sistem irigasi tersebut, pengelolaan air irigasi secara menyeluruh, pengembangan terhadap
pengelolaan kelembagaan dan pengembangan infrastruktur, fasilitas, pengelolaan infomasi dan sistem
pengambilan keputusan dengan melakukan melakukan survey pemetaan situasi eksisting jaringan irigasi,
inventori kondisi saluran-saluran dan bangunan-bangunan eksisting di jaringan irigasi, perencanaan sistem
telemetri pintu-pintu air, sosialisasi dan konsultasi, pengecekan, review dan modifikasi desain jaringan irigasi
berdasarkan hasil pemetaan topografi, pengukuran trase dan inventori lapangan, serta dilakukan penyelidikan
geologi dan mekanika tanah pada beberapa lokasi sehingga didapatkan perencanaan jaringan primer, sekunder,
dan tersier yang lengkap hingga tersedianya dokumen desain jaringan irigasi DI Cisadane, dokumen LARAP,
dan dokumen analisis dampak lingkungan untuk dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan tahap selanjutnya.

3. SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan modernisasi DI Cisadane secara menyeluruh.

4. LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan ini terletak di DI Cisadane (+ 22.441 Ha sesuai dengan Permen PUPR No. 14 Tahun 2015)
dengan Saluran Induk, Saluran Sekunder, Saluran Tersier, dan Saluran Pembuangnya.

5. SUMBER PENDANAAN
Biaya pekerjaan ini adalah Rp. 14.100.579.000,- (Empat Belas Milyar Seratus Juta Lima Ratus Tujuh Puluh
Sembilan Ribu Rupiah) yang berupa multy years contract dan dibiayai oleh PHLN ADB dan AIF.

6. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


PPK Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung
Cisadane.
Seluruh kegiatan ini akan berada di bawah pengawasan Kepala Bidang Program dan
Perencanaan Umum dan Kepala Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung
Cisadane.

7. DATA DASAR
Data-data primer maupun sekunder yang diperlukan dalam pekerjaan ini antara lain:
a. Peta DI Cisadane tahun 2013
b. Peta Saluran Induk DI Cisadane tahun 2018
c. Desain Rehab Saluran Induk dan Sekunder tahun 2015
d. Gambar – gambar perencanaan jaringan utama dan sekunder;
e. Kondisi hidrometeorologi untuk menentukan kebutuhan air irigasi dan pembuangan;
f. Genangan atau kekeringan yang terjadi secara teratur;
g. Aspek – aspek operasi;
h. Geografis wilayah;
i. Tata guna lahan;
j. Kondisi existing sarana dan prasarana irigasi (infrastruktur)
k. Data Hidrologi
l. Data Geologi dan Geoteknik

8. STANDAR TEKNIS
Penentuan kriteria desain mengacu pada:
a. KP-01 Kriteria Perencanaan - Bagian Perencanaan Jaringan Irigasi
b. KP-02 Kriteria Perencanaan - Bagian Bangunan Utama
c. KP-03 Kriteria Perencanaan - Bagian Saluran
d. KP-04 Kriteria Perencanaan - Bagian Bangunan
e. KP-05 Kriteria Perencanaan - Bagian Petak Tersier
f. KP-06 Kriteria Perencanaan - Bagian Parameter Bangunan
g. KP-07 Kriteria Perencanaan - Bagian Standar Penggambaran
h. KP-08 Kriteria Perencanaan - Bagian Perencanaan, Pemasangan, Operasi Dan Pemeliharaan Pintu
Pengatur Air
i. KP-09 Kriteria Perencanaan – Bagian Spesifikasi Teknis Pintu Pengatur Air Irigasi
j. PT-01 Persyaratan Teknis Bagian Perencanaan Jaringan Irigasi;
k. PT -02 Pengukuran Topografi, Standar Perencanaan Irigasi;
l. PT-03 Persyaratan Teknis Bagian Penyelidikan Geoteknik;
m. PT-04 Persyaratan Teknis Bagian Penyelidikan Model Hidrolis;
n. BI-01 Tipe Bangunan Irigasi
o. BI-02 Standar Bangunan Irigasi
p. Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Jaminan Mutu;
q. SNI 19-6724, 2002 Tata Cara Pengukuran Kontrol Horizontal dan SNI 19-6988, 2004 Tata Cara
Pengukuran Kontrol Vertikal;
r. SNI 19-6502.2, 2000 Tata Cara Pembuatan Peta Rupa Bumi Skala 1 : 25000;
s. Standar Nasional Indonesia dan Pedoman Teknis terkait lainnya yang masih berlaku.

9. STUDI TERDAHULU
Pekerjaan ini harus dilakukan dengan mempelajari hasil studi terdahulu yang telah dilakukan
dan studi-studi yang terkait dengan pekerjaan ini, yang dilakukan oleh berbagai Instansi,
seperti:
1. Studi Areal Layanan dan Kajian Kinerja Jaringan Irigasi DI Cisadane – Satker BBWS
Ciliwung Cisadane, tahun 2013
2. Review Detail Desain Rehabilitasi Saluran Induk dan Sekunder Cisadane Barat DI
Cisadane, Satker BBWS Ciliwung Cisadane, tahun 2015
3. Review Detail Desain Rehabilitasi Saluran Induk dan Sekunder Cisadane Barat Laut dan
Utara DI Cisadane, Satker BBWS Ciliwung Cisadane, tahun 2015
4. Pengukuran Luas Daerah Layanan dan Kajian Sistem irigasi pada DI Cisadane Kab
TangerangData Topografi tahun 2015
5. Studi Dan Desain Pemanfaatan Kembali Air Buangan Irigasi (Re-Use) Pada Sistim
Saluran Pembuang D.I Cisadane tahun 2016

10. REFERENSI HUKUM


• Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Ijin Lingkungan
• Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 148 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas Perpres
Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum.
• Peraturan Menteri PUPR No. 30 tahun 2015, tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem
Irigasi;
• Peraturan Menteri PUPR No. 14 tahun 2015, tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah
Irigasi;
• Peraturan Menteri PUPR No. 08 tahun 2015, tentang Penetapan Garis Sempadan Jaringan
Irigasi;
• Peraturan Menteri PUPR No. 26 tahun 2015, tentang Pengalihan Alur Sungai dan/atau
Pemanfaatan Ruas Bekas Sungai.
• dan referensi hukum lain yang sesuai dengan kegiatan ini

11. SISTEM IRIGASI CISADANE


11.1. SISTEM IRIGASI CISADANE
Sistem Irigasi Cisadane memiliki luas daerah irigasi sebesar 22.441 hektar sesuai
dengan Permen PUPR No. 14 tahun 2015. Pada tahun 2018 dilakukan pemetaan
daerah irigasi Cisadane menggunakan citra satelit untuk mendukung kegiatan
kebijakan satu peta dan didapatkan luasan DI Cisadane sebesar 21.401 hektar.
Daerah Irigasi Cisadane berada dibawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai
Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi 3
Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota
Tangerang Provinsi Banten. Daerah Irigasi Cisadane bermula dari Bendung Pasar
Baru (dibangun pada tahun 1927) yang membendung Sungai Cisadane dan mengairi
areal sawah melalui Saluran Induk Cisadane Barat (56.124,44 m), Saluran Induk
Cisadane Barat Laut (76.608,921 m), Saluran Induk Cisadane Utara (27.423,11 m),
Saluran Induk Cisadane Timur (1.005,630 m), Saluran Induk Garukgak (32.232,87
m).
11.2. PENGELOLAAN MANAJEMEN IRIGASI CISADANE
Pengelolaan manajemen irigasi berpedoman pada Peraturan Menteri PUPR No. 30
tahun 2015, tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi, termasuk
Pengembangan Dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif yang dilaksanakan oleh
pemerintah pusat, pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya bertanggung
jawab dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder.
Saat ini pelaksanaan rehabilitasi dan perbaikan saluran primer dan sekunder
dilaksanakan oleh BBWS Ciliwung Cisadane dengan pelaksanaan operasi dan
pemeliharaan dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui tugas pembantuan
sedangkan manajemen pada tingkat tersier dilaksanakan oleh P3A/GP3A.
11.3. TANTANGAN DAERAH IRIGASI CISADANE
Berdasarkan pemetaan daerah irigasi Cisadane yang dilaksanakan pada tahun 2018
menggunakan digitasi citra satelit pleaides resolusi 50 cm dan ground check
didapatkan luasan 21.401 hektar (Permen PUPR No. 14 tahun 2015 sebesar 22.441
hektar). Terdapat pengurangan luasan daerah irigasi disebabkan oleh perubahan alih
fungsi lahan sawah menjadi daerah perumahan dan industri, selain itu pelaksanaan
perluasan Bandara Internasional Soekarno – Hatta pada petak sawah saluran induk
Cisadane Timur yang akan mengurangi luasan irigasi. Pelaksanaan verifikasi daerah
irigasi yang masih dapat dikembangkan dan daerah irigasi yang akan berubah
menjadi peruntukan lain perlu dilakukan dalam studi ini.
11.4. PELAKSANAAN MODERNISASI DAERAH IRIGASI CISADANE
Pelaksanaan modernisasi pada daerah irigasi harus dilakukan secara selektif,
harmoni, dan bertahap yang diikuti dengan penerapan system planning, review
desain, dan detail desain. Pentahapan modernisasi irigasi dilaksanakan melalui 5
pilar irigasi yaitu (1) keandalan penyediaan air irigasi; (2) prasarana atau infrastruktur
irigasi; (3) pengelolaan atau manajemen irigasi; (4) kelembagaan pengelola irigasi;
dan (5) manusia pengelola irigasi atau sumber daya manusia yang tersedia baik di
tingkat pemerintah maupun petani. Berdasarkan 5 pilar irigasi tersebut dijabarkan
dalam 45 langkah modernisasi irigasi yang ditampilkan pada tabel dibawah dan pada
setiap tahapan tersebut harus terpenuhi prinsip modernisasi yaitu real time, real
allocation, real losses.

Tabel 1. 45 Langkah Modernisasi Irigasi


Pilar No. 1 Pilar No. 2 Pilar No. 3 Pilar No. 4 Pilar No. 5
Keandalan Prasarana/ Pengelolaan Kelembagaan manusia
penyediaan air Infrastruktur irigasi pengelola irigasi pengelola irigasi
irigasi Irigasi atau sumber daya
manusia
No. Substansi No. Substansi No. Substansi No. Substansi No. Substansi
modernisasi modernisasi modernisasi modernisasi modernisasi
1 Harmonisas 6 Bendungan, 14 System 32 Komisi 40 Status dan
i hubungan reservoir, operasional irigasi jabatan
hulu dan waduk, long irigasi
hilir storage
2 Menjaga 7 Bangunan 15 Kebutuhan 33 Unit 41 Pendidikan,
kelestarian utama air pengelola pelatihan,
lingkungan, (bendung, irigasi dan
DAS, dan free intake, modern sertifikasi
Saluran dan lainnya) (UPIM)
Irigasi
3 Hak Guna 8 Bangunan 16 Alokasi dan 34 Satuan 42 Pengadaan/r
Air alat ukur distribusi air tugas ekruitment
serta penyuluhan SDM non
pernilaian pengairan PNS
secara
periodic
4 Penyediaan 9 Identifikasi 17 Kehilangan 35 Satuan tigas 43 Karier
dan kapasitas air pemelihara planning
penyimpana dan fungsi khusus
n air saluran mobile
pembawa (SPKM)
dan
pembuang
5 Tambahan 10 Kondisi 18 Periode 36 Satuan 44 System
pasokan air bangunan assessment tugas insentif/remu
intake, dan operasi Knowledge nerasi
bangunan pintu Managemen
bagi, t Center
bangunan
bagi sadap
dll
11 Fasilitas 19 Penyempurn 37 Satuan 45 Pemberdaya
pendukung aan system tugas an
OP blangko pengaman P3A/GP3A/I
O&P irigasi (SPI) P3A
12 Bangunan 20 Pembagian 38 P3A/GPA/IP
pelengkap dan 3A
pemberian
air
13 Prasarana 21 Produktivitas 39 Tim
tingkat air modernisasi
tersier irigasi pusat
22 Monitoring
pengelolaan
air
23 System
kendali
aliran air
24 System
pengaliran
air
25 Penggunaan
air
26 Drainase
Pilar No. 1 Pilar No. 2 Pilar No. 3 Pilar No. 4 Pilar No. 5
Keandalan Prasarana/ Pengelolaan Kelembagaan manusia
penyediaan air Infrastruktur irigasi pengelola irigasi pengelola irigasi
irigasi Irigasi atau sumber daya
manusia
No. Substansi No. Substansi No. Substansi No. Substansi No. Substansi
modernisasi modernisasi modernisasi modernisasi modernisasi
27 Fasilitas
O&P
28 Peralatan,
sarana
system
manajemen
informasu
OP berbasis
IT
29 Pengelolaan
air di tingkat
tersier
30 System
pembiayaan
31 Partisipasi

12. LINGKUP KEGIATAN


12.1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Cek peta DI Cisadane tahun 2013 dan peta citra satelit saluran induk DI Cisadane
tahun 2018
2. Plotting skema jaringan irigasi DI Cisadane dari peta tahun 2013 dengan peta citra
satelit saluran induk DI Cisadane tahun 2018
3. Inventarisasi Data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang
dan plotting pada peta DI yang dimiliki, peta citra satelit.
4. Inspeksi khusus pada kondisi eksisting jaringan pengambilan
5. Sosialisasi dengan masyarakat
6. Koreksi saluran induk, sekunder, dan tersier pada peta harus dilakukan oleh
bagian survey lapangan
7. Survey inventarisasi pada sepanjang saluran induk, sekunder, dan tersier eksisting
8. Survey inventarisasi terhadap bangunan-bangunan eksisting yang terkait pada
semua saluran
9. Inspeksi terhadap bangunan pengambilan eksisting yang tidak digunakan lagi
serta membuat jalur tersier yang baru
10. Koordinasi dengan Instansi Pemerintah terkait
11. Mobilisasi Personil dan Peralatan
Mobilisasi pesonil, peralatan dan perlengkapan pekerjaan ke lapangan
disesuaikan dengan jadwal personil dan peralatan yang telah dibuat. Terutama
adalah penentuan lokasi base camp dan kantor perwakilan penyedia jasa.
12. Penyusunan RMK (Rencana Mutu Kontrak)
Penyusunan RMK dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan berkonsultasi pada PPK
terkait, sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, sebagai acuan dalam
pelaksanaan pekerjaan dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan
13. Survey Pendahuluan
Dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting pada lokasi pekerjaan serta metode
pelaksanaan pekerjaan

12.2. PENGUMPULAN DATA DAN PENYELIDIKAN


Pengumpulan data mencakup kegiatan – kegiatan berikut:
1. Inventarisasi keadaan topografi dengan cara melakukan pengukuran topografi
terestris seluruh saluran induk, sekunder, tersier. Hasil dari pemetaan DI
Cisadane adalah peta berskala 1:2000 dan 1:5000 dalam bentuk shapefile.
Dilakukan croscek antara Peta DI Cisadane tahun 2013, 2018 dan peta RTRW
sehingga pengkuran topografi mencakup pengecekan dan pembaharuan peta
tersebut.
2. Survey long section dan cross section saluran irigasi induk, sekunder, tersier
3. Survey long section dan cross section saluran pembuang
4. Inventarisasi data petak-petak sawah eksisting
5. Inventarisasi fasilitas – fasilitas yang sudah ada, air yang tersedia serta terjadinya
genangan
Mencakup semua prasarana yang ada seperti saluran – saluran irigasi dan
pembuang, bangunan, jalan, batas – batas desa dan daerah – daerah
perkampungan
6. Inventarisasi praktek – praktek irigasi dan cara – cara pembagian air yang ada
sekarang.
7. Inventarisasi water balance Sungai Cisadane yang digunakan sebagai suplai air
irigasi DI Cisadane dan water balance pada saluran induk, sekunder, sampai
tersier beserta petak-petak dan saluran pembuangnya
8. Inventarisasi pengguna air lainnya di jaringan irigasi
9. Inventarisasi kepemilikan tanah
10. Inventarisasi kelembagaan di tingkat desa
11. Pengumpulan data hidrometeorologi untuk menentukan kebutuhan air irigasi dan
pembuangan.
Kegiatan pengumpulan data hidrometeorologi berupa pengumpulan peta stasiun
curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit
minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS)
yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan
informasi diantaranya berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin
juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan
mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama
penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh dari
Instansi BMG.
iv. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan, minimum
selama 5 tahun, yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai
eksiting misalkan bendung.
12. Inventarisasi bangunan liar.
13. Inventarisasi bangunan sadap, bangunan sadap bagi, pintu-pintu air

12.3. REVIEW DESAIN TERDAHULU.


Dilakukan review terhadap desain Rehabilitasi Saluran Induk dan Sekunder Cisadane
Barat, Barat Laut, dan Utara, Garukgak, semua yang masuk dalam DI Cisadane

12.4. PENYUSUNAN MASTERPLAN MODERNISASI IRIGASI (Penilaian Sistem Irigasi)


Melaksanakan penilaian sistem irigasi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan,
kesempatan, ancaman/paksaan dari sistem modernisasi irigasi untuk meningkatkan
skema produktivitas irigasi Cisadane. kemudian, penyedia jasa harus mempersiapkan
road map modernisasi untuk skema irigasi. Pekerjaan tersebut antara lain:
a. Evaluasi dan dan elaborasi hasil perhitungan Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi
(IKMI) Cisadane untuk mengetahui kondisi aktual pengelolaan proses irigasi dan
menganalisis hubungan dengan subsistem irigasi (saluran sekunder sampai
tersier);
b. Evaluasi infrastruktur yang ada saat ini, rencana irigasi termasuk termasuk layout
petak tersier, saluran induk, dan infrastruktur lain;
c. Evaluasi dan analisa ketersediaan air yang ada saat ini dan perubahan yang
diharapkan dalam ketersediaan air baik kuantitas dan kualitas yang disebabkan
oleh perubahan iklim dengan mengidentifikasi permasalahan, kekurangan, dan
ketentuan untuk opsi-opsi perbaikan;
d. Evaluasi sistem irigasi saat ini dengan memperhatikan pengelolaan air,
kelembagaan irigasi (GP3A, P3A), dan sumber daya manusia;
e. Menjabarkan kecenderungan praktek dan budaya pertanian, penguasahaan lahan
dan penggunaan lahan terutama perubahan fungsi lahan pertanian menjadi non-
pertanian, pengembangan sosial ekonomi pada daerah irigasi, dan
pengembangan yang diharapkan untuk jasa irigasi;
f. Menganalisis perkembangan pembangunan kawasan industri di sekitar wilayah
pertanian, petani muda dan termasuk melihat adanya kecenderungan para petani
utnuk mengevaluasi keberlangsungan petani;
g. Mengidentifikasi kondisi dan fungsi infrastruktur dan fasilitas irigasi;
h. Mempersiapkan peta jalan modernisasi yang menjelaskan tahap-tahap yang harus
dilakukan untuk mencapai modernisasi irigasi. Peta jalan modernisasi irigasi harus
sesuai atau berdasarkan tahap-tahap yang dijelaskan pada pedoman modernisasi
irigasi. Tahapan pada peta jalan akan menjelaskan ukuran yang akan digunakan
berdasarkan kondisi skema irigasi.
12.5. STUDI KELAYAKAN PERENCANAAN SISTEM IRIGASI, terdiri dari 6 sub
rencana/studi yang saling terkait yang dilaksanakan secara bertahap. Perencanaan
sistem irigasi harus disajikan dalam laporan, sub studi tersebut antara lain:
a. Studi Ketersediaan Air
Mereview kondisi DAS dan hubungan kondisi DAS dan ketersediaan air,
menghitung ketersediaan air yang ada untuk irigasi termasuk memperhitungkan
perubahan iklim yang terjadi, menganalisis kondisi sumber air (sungai) dan kondisi
lain yang menentukan ketersediaan air misalkan produktivitas sumber air, banjir,
dan kekeringan
Perhitungan kebutuhan air di jaringan induk, sekunder, tersier harus dilakukan
dengan teliti agar setiap petak sawah dapat terairi dengan cukup
b. Rencana Pengelolaan Air
Mereview pengelolaan air saat ini diantaranya: alokasi air irigasi, pembagian air
irigasi, pengelolaan air sampai dengan petak tersier, pelaksanaan operasi dan
pemeliharaan irigasi, pemanfaatan teknologi informasi, arus informasi,
mendeskripsikan prinsip pengelolaan air dan pembagian air berdasarkan
kebijakan panen termasuk diversifikasi hasil pertanian, promosi terhadap sistem
tanaman bernilai tinggi. Ekspektasi pengembangan teknologi pertanian terdiri dari:
(i) teknologi yang efisien dan menggunakan air irigasi yang lebih rendah seperti
teknologi SRI; (ii) alternative wetting and drying (AWD); (iii) kecenderungan dalam
perubahan iklim dan perubahan tata guna lahan; (iv) rencana pengembangan
kawasan hulu; (v) perumusan hak penggunaan air dan standar pelayanan; (vi)
persyaratan informasi terperinci dan proses pembuatan keputusan dari
produktivitas air; (vii) perhitungan air termasuk perubahan iklim dan proyeksi
perubahan tata guna lahan; (viii) alokasi air (golongan pembagian); (ix)
pembagian air/ pelayanan air termasuk ke petak-petak tersier; (xi) pengenalan
Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA); (xii) sistem pendukung
kesimpulan (DSS); (xiii) kaidah-kaidah dalam pengembangan dan pengelolaan
terhadap pembuangan air irigasi pada berbagai tahap operasi dalam sistem.
c. Rencana Pengembangan Kelembagaan
Mereview dan menganalisis kelembagaan saat ini, menggunakan sebaik mungkin
pengelolaan kelembagaan untuk mencapai transparansi dan pelayanan yang
akuntabel dalam pengambilan keputusan. Membangun skenario sumber daya
manusia baik berupa jumlah angka dan kemampuan yang dibutuhkan
menggunakan berbagai manajemen informasi dan teknologi alur kontrol dengan
pipihan-pilihan untuk pengalihdayaan dan kontrak pengelolaan untuk mewujudkan
skenario yang diinginkan. Rencana ini membutuhkan review kepentingan, peran,
tanggungjawab, kepegawaian, kemampuan dari para aktor penting dalam
manajemen irigasi Cisadane, hubungannya dengan operasi dan pemeliharaan,
rehabilitasi, modernisasi dan penambahan nilai, keuangan, dukungan teknologi
dan panduan bagi petani, dan semua aspek yang relevan terhadap pengelolaan
air dan identifikasi akar masalah dari kinerja sistem pengelolaan yang tidak
memuaskan saat ini. Rencana ini juga termasuk skema kelembagaan yang
diusulkan oleh komunitas petani untuk dapat meningkatkan rencana efektivitas
pengelolaan air.
d. Rencana Pengembangan Infrastruktur
Mereview efektifitas dan efisiensi dari infrastruktur irigasi mengembangkan desain
baru dari infrastruktur irigasi yang mendukung rencana pengelolaan air, rencana
kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia, mendeskripsikan
pemilihan teknologi dan kriteria desain serta tipikal desain untuk sistem kontrol
arus utama, pengelolaan sedimen, pengelolaan informasi dan Decision Support
System (DSS) yang biasa digunakan untuk standar jasa pelayanan sebagaimana
diformulasikan dalam rencana pengelolaan air dan sesuai dengan pengaturan
kelembagaan sebagaimana dideskripsikan dalam rencana pengembangan
kelembagaan di berbagai level pelaksanaan dalam sistem. Rencana ini harus
memasukkan rekomendasi yang diperoleh dari survey dan investigasi ke dalam
detail disain. Berbagai pilihan di atas harus dielaborasi dan menjadi bagian dalam
pilihan modernisasi manajemen, dilengkapi dengan perlindungan teknis,
keuangan, lingkungan, dan sosial; dan analisis ekonomi untuk menjadi basis
dalam proses pengambilan keputusan. Rencana ini juga mengeksplorasi berbagai
pilihan untuk meningkatkan efektivitas dan produksi air melalui perbaikan yang
perlu terhadap kontrol air dan pengukuran infrastruktur, konstruksi fasilitas penting
yang baru untuk mengontrol arus kanal, memperbaiki struktur yang ada, dan
saluran.
e. Rencana Pengembangan Komunitas
Mendeskripsikan rencana pengembangan komunitas untuk memenuhi
modernisasi irigasi. Rencana tersebut harus berisikan rekomendasi
pengembangan komunitas dan perkuatan kelembagaan untuk pengelolaan
sumber daya air yang lebih baik termasuk rencana pengelolaan air yang mengatur
semua pembagian air. Selain itu, rencana pengembangan komunitas sebaiknya
memperhatikan konsolidasi pengelolaan kelembagaan dan mekanisasi tingkat
pertanian.
f. Rencana Sistem Modernisasi Irigasi
Memformulasikan pemilihan modernisasi irigasi yang dimaksud dengan rencana
sistem modernisasi irigasi berdasarkan lima subsistem irigasi yang saling
berhubungan, mendeskripsikan kriteria yang akan digunakan dalam memilih opsi
yang paling layak untuk dilakukan modernisasi irigasi. selain itu, dalam rencana ini
memuat disain dasar dari modernisasi dan/atau peningkatan infrastruktur irigasi
dan rencana kerja dari modernisasi.

12.6. PENGUKURAN TOPOGRAFI


Inventarisasi keadaan topografi dengan cara melakukan pengukuran topografi
terestris seluruh saluran induk, sekunder, tersier. Hasil dari pemetaan DI Cisadane
adalah peta berskala 1:2000 dan 1:5000 dengan koordinat UTM. Pelaksanaan
pengukuran topografi dilakukan dengan:
a. croscek antara Peta DI Cisadane tahun 2013, 2018 dan peta RTRW sehingga
pengkuran topografi merupakan pembaharuan peta tersebut.
b. hasil pengukuran topografi mendapatkan luasan DI, luasan petak-petak sawah
c. hasil pengukuran topografi diconvert kedalam bentuk shapefile dalam bentuk titik
dan garis yang menunjukkan informasi saluran irigasi dan bangunan serta
informasi dimensi
d. hasil inventarisasi asset irigasi
e. hasil gambar penampang memanjang dan melintang saluran irigasi

12.7. PEMETAAN /FOTOGRAMETRI


Dilakukan interpretasi terhadap peta citra satelit Plaides resolusi tinggi skala 1:2000
dengan tutupan awan kurang dari 10%
Menganalisa citra foto udara dengan maksud untuk mengidentifikasi dan menilai
objek pada citra tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip interpretasi: bentuk, ukuran,
pola, rona, bayangan, tekstur, dan lokasi
Dilakukan juga pemetaan dengan drone terhadap keseluruhan DI Cisadane.

12.8. PENGECEKAN HASIL PENGUKURAN TOPOGRAFI DENGAN PETA CITRA


(GROUND CHECK)
Pengecekan lapangan dilakukan terhadap pelaksanaan pemetaan daerah irigasi Cisadane dengan
Citra Plaides skala 1:2000
Pengecekan hasil pengukuran topografi meliputi kegiatan – kegiatan berikut:
a. Konsultasi dengan P3A atau dilakukan PKM
b. Pengecekan di lapangan
Konsultasi dengan pihak P3A dibutuhkan untuk menjelaskan dan membicarakan hasil pengukuran.

12.9. PENYUSUNAN HASIL PENGUKURAN TOPOGRAFI


Bila secara umum pengukuran topografi dapat diterima, maka trase saluran induk,
sekunder, tersier bisa mulai diukur, potongan-potongan memanjang dan/atau
melintang diukur dan muka air direncana.
Beberapa kegiatan survey, investigasi dan desain jaringan irigasi adalah seperti dibawah ini :
Survei Topografi
a) Melakukan pengukuran situasi skala 1 : 2000, dan diplot dengan batas-batas administrasi
yang jelas, batas petak eksisting yang jelas, trase saluran irigasi dan pembuang yang jelas
dan keterangan-keterangan lainnya
b) Hasil Pengukuran situasi yang sudah diplot, harus didiskusikan dan dikonsultasikan dengan
kelompok-kelompok petani
c) Melakukan pengukuran trase saluran yang meliputi :
- Jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier
- Jaringan saluran pembuang
Pekerjaan tersebut meliputi:
- Pemasangan patok kayu pada jarak 50 meter untuk jalur yang lurus dan 25 meter untuk
jalur yang berbelok-belok secara berurutan dan memasang patok beton BM dan CP pada
lokasi.
- Pengukuran profil memanjang dan melintang saluran primer, sekunder, tersier dan saluran
pembuang.

12.10. ANALISIS HIDROLOGI, DAN EVALUASI NERACA AIR, JARINGAN DAN BANJIR
RENCANA
Data-data hidrologi yang dikumpulkan untuk keperluan analisa hidrologi antara lain :
a. Analisa Hidrologi,
Dilakukan analisa debit andalan dan analisis debit banjir. Data-data yang
dibutuhkan antara lain:
- Peta lokasi pos hidrologi dan klimatologi terkait
- Peta catchment area daerah studi
- Data hujan dari stasiun-stasiun hujan yang berpengaruh terhadap daerah studi
- Data pencatatan tinggi muka air/debit dari pos pengamatan TMA atau AWLR yang
berpengaruh terhadap daerah studi
- Data kejadian banjir di sekitar daerah studi
- Aspek analisa hidrologi dari hasil studi terdahulu yang terkait dengan pekerjaan ini.

b. Analisa Hidrometri.
- Pengukuran debit air dengan current meter dengan kedalaman 0.2H, 0.6H, 0,8H.
- Lokasi pengukuran pada setiap bangunan bagi /sadap.
Pengukuran debit mengikuti SNI.

c. Analisa Hidrolika
Analisis profil muka air pada penampang saluran irigasi mengacu pada SNI 03-
2830-1992 tentang Metode Perhitungan Tinggi Muka Air dengan Cara Pias
berdasarkan Rumus Manning
Dilakukan analisis review neraca air (water balance), rencana ketersediaan air Q
80,90,95 dan analisis produktivitas air.
Diinformasikan pelaksanaan analisis hidrologi terkait perubahan iklim dapat
menggunakan teknologi satelit (SI-WAMI) yang dikembangkan oleh Puslitbang SDA.

12.11. PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK


a. Penyelidikan geologi teknik dilakukan untuk mengetahui kondisi gambaran di
daerah tersebut dengan pengumpulan dan analisis peta geologi regional,
khususnya dengan pengecekan foto udara yang diperkuat lagi dengan hasil-hasil
pemeriksaan tanah, misalnya:
• Perubahan kemiringan
• Daerah yang pembuangannya jelek
• Perubahan tipe tanah
• Tanah tidak stabil
• Terdapatnya bangunan-bangunan buatan manusia
• Peninjauan lokasi akan lebih banyak memberikan informasi mengenai
pengolahan tanah dan vegetasi yang ada sekarang
• Tanah-tanah yang strukturnya sulit
• Bukti-bukti tentang terjadinya erosi dan parit
• Terdapatnya batu-batu bongkah di permukaan
• Klasifikasi tanah dengan jalan melakukan pemboran tanah dengan tangan
b. Penyelidikan mekanika tanah menggunakan hand bor/bor tangan mendapatkan
sampel tanah untuk uji laboratorium index dan engineering properties
c. Uji Laboratorium
Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties)
Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering properties.
Adapun uji tersebut meliputi :
1. Index properties, mencakup : berat isi, berat jenis, kadar air, gradasi butiran
dan atteberg limit.
2. Engineering properties, mencakup :tes konsolidasi dan tes permeability.

12.12. PENILAIAN SISTEM IRIGASI


Penilaian Sistem Irigasi terdiri dari review dan analisis pengelolaan irigasi saat ini dan
masa yang akan datang (bagaimana sistem seharusnya dilaksanakan) dan praktik
pengelolaan yang dilakukan saat ini (apakah sistem yang dilaksanakan berhasil) dan
pengelolaan lingkungan saat ini dan kecenderungan yang akan terjadi kedepan.
Penilaian Sistem Irigasi Cisadane terdiri atas:
i. Ketersediaan Air dan Praktek Pengelolaan Air:
a. Evaluasi, review, dan menguraikan Index Kesiapan Modernisasi Irigasi Cisadane
(IKMI);
b. Evaluasi dan review kondisi DAS dan kegiatan terkait yang dilaksanakan dalam
DAS, potensi perubahan tata guna lahan;
c. evaluasi dan review ketersediaan air sungai sebagai sumber air termasuk evaluasi
dan review dampak perubahan iklim;
d. menghitung/menilai ketersediaan air untuk kebutuhan dan penggunaan air sistem
Cisadane termasuk memperhatikan dampak perubahan iklim;
e. melakukan review terhadap operasi bendung irigasi eksisting dan dampaknya
terhadap ketersediaan air saat ini (yang relevan);
f. melakukan review terhadap kebijakan dan panduan operasi dan pemeliharaan
saat ini yang digunakan (yang diinginkan) dan menilai aplikasinya di lapangan
(kondisi aktual), menganalisis penyebab, sumber, perubahan, dan solusi untuk
masalah kekurangan air;
g. menilai efektivitas praktek pengelolaan irigasi saat ini dengan membandingkan
kondisi pembagian air kedepan dan aktual saat ini sampai ke petak tersier,
termasuk penilaian dari: (i) proses akuisisi air irigasi; (ii) alokasi dan ketersediaan
air dan penggunaan secara formal/informal hak guna air dan sistem golongan; (iv)
pembagian dan pengukuran air dalam berbagai antarmuka diantara tingkat
pengelolaan yang berbeda; (v) drainasi. Mengidentifikasi permasalahan dan
menjelaskan kendala perbedaan yang terjadi antara kondisi saat ini dan akan
datang dan menyediakan pilihan-pilihan untuk peningkatan tersebut; (vi)
mengindentifikasi pihak-pihak yang secara informal terlibat dan dampak yang
ditimbulkan terhadap kegiatan dan produktivitas yang mereka lakukan di dalam DI
Cisadane; (vii) mereview kejadian pengambilan air illegal dari saluran dan
membuat rekomendasi untuk turut andil (dari sisi lembaga/sosial/teknik)
mengurangi permasalahan tersebut.
h. mereview dan menganalisis pengumpulan, pemrosesan, dan menerangkan sistem
termasuk hardware, software, dan prosedur dalam melakukan observasi,
pengumpulan, pemrosesan, pelaporan, pengarsipan, dan penyebaran data yang
mendasari sistem pengelolaan keputusan alokasi air, pembagian, penyaluran dan
monitoring dan pemeliharaan dari perencanaan tersebut.
i. mengevaluasi intensitas dan produktivitas hasil tanam sebagai fungsi dari tataran
kecukupan dan keadilan dalam ketentuan layanan irigasi dan drainase, menilai
kecenderungan pola tanam, pemilihan tanaman, dan intensitas penggunaan
lahan, dan analisis anggaran, pengeluaran, dan keuntungan yang didapat dari
pertanian pada saat musim kering.

ii. Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia:


a. menilai kondisi kelembagaan saat ini dan kerangka hukum yang mengatur sektor
pemerintahan, perencanaan, pembiayaan, dan pelaksanaan dari pelayanan
irigasi;
b. menilai koordinasi dan mekanisme pembagian peran antara lembaga terkait dalam
pengelolaan irigasi Cisadane baik dari saluran induk sampai dengan petak-petak
tersier;
c. mengevaluasi ketersediaan dan keefektifan dalam pengelolaan dan pengembagan
keteknikan staf dan staf operasional lapangan;
d. menilai mekanisme pengelolaan pembiayaan irigasi, kecukupan dan keefektifan
serta caranya dalam alokasi anggaran dari berbagai pengelolaan daerah irigasi
Cisadane;
e. Mengkoordinasikan seluruh lingkup pekerjaan termasuk mengembangkan
metodologi untuk menilai dan menyesuaikan peran dari GP3A/IP3A dan komisi
irigasi untuk memastikan:
• pemeriksaaan dan desain modernisasi serta spesifikasi kesepakatan
pembagian tingkatan irigasi yang efektif
• keefektifan pembagunan partisipatif dalam rangka modernisasi sampai kepada
prasarana irigasi pada saluran dan petak sekunder
• mengevaluasi keberadaan dan kebutuhan penyuluh irigasi

iii. Prasarana dan Fasilitas:


a. mengevaluasi dan mereview keefektifan prasarana irigasi berdasarkan dengan
desain kriteria yang ada;
b. memperbaharui inventarisasi kondisi prasarana sistem irigasi dan drainasi dan
termasuk saluran induk dan sekunder dalam sistem informasi daftar asset
(berdasarkan GIS) sesuai dengan ketentuan Direktorat Jenderal SDA;
c. mereview dan mengevaluasi sistem pengaliran air irigasi saat ini dan melakukan
pengukuran terhadap kegunaan, fungsi, pengelolaan dan kondisi sistem,
termasuk melakukan penilaian skoring terhadap kondisi asset irigasi;
d. mereview dan mengevaluasi kondisi saat ini dan menilai kinerja bangunan
pengedali sedimen dan mencari cara untuk melakukan peningkatan dalam hal
pengelolaan sedimen dalam sistem irigasi, melakukan kajian kegunaan modelling
transport dalam jaringan saluran irigasi;
e. mereview dan menilai kebutuhan saat ini, fungsi dan kondisi dari komunikasi,
pengumpulan data dan sistem informasi, dan sumber daya manusia, kapasitas
pembiayaan untuk melakukan operasi dan pemeliharaan yang seharusnya.

12.13. PERENCANAAN DETAIL


Sebelum Pelaksanaan pengambaran DED maka perlu dilakukan:
A. Rencana Sistem Irigasi
i. Mengidentifikasi kecenderungan yang relevan (sesuai) dan perubahan yang akan
diharapkan:
a. Menilai ketersediaan dan persyaratan air irigasi berdasarkan scenario
perubahan iklim, kecenderungan perubahan lahan pada wilayah hulu,
penurunan kinerja DAS, penganekaragaman sistem tanaman, praktek
perubahan pola tanaman, adanya prioritas perubahan alokasi air kepada
sektor lain dan scenario lingkungan.
b. Menilai kecenderungan secara spasial (ruang) dan sementara dari perubahan
lahan dari irigasi menjadi peruntukan lain dan mengembangkan berbagai
scenario penggunaan lahan lintas sistem irigasi dan konsekuensi yang
dihadapi terhadap permintaan kedepan. Lebih memperhatikan adanya
kemungkinan pengembangan zona industry dan perumahan pada daerah
irigasi.
c. Menilai kecenderungan praktek pertanian, kepemilikan lahan, dan penggunaan
lahan, tipikal pengembangan dalam pemilikan tanah pertanian, konsolidasi
lahan, dan rumah tangga, perkembangan social ekonomi pada daerah
tersebut, ketersediaan buruh tani dan pengolah lahan pertanian, dan menilai
perkembangan yang mungkin terkait dalam pelayanan irigasi dan memprediksi
kebutuhan layanan irigasi dalam rangka kecukupan, fleksibilitas, realitas,
efisiensi, dan biaya dalam seluruh Daerah Irigasi Cisadane;

ii. Pengembangan skenario pengelolaan air:


Berdasarkan review dan update proses perolehan air, alokasi air, dan distribusi air
dari saluran induk sampai dengan saluran tersier / petak tersier:
a. Mengembangkan scenario pertanian masa depan, penggunaan teknologi
irigasi, pemenuhan permintaan air irigasi, penyediaan suplai air irigasi untuk
seluruh daerah irigasi berkaitan dengan perkembangan permintaan air dari
sektor industry dan kawasan urban/pemukiman;
b. Mendefinisikan pilihan-pilihan tingkatan dalam pelayan saat ini dan masa
depan berdasarkan kebutuhan petani dan sistem air;
c. Mengidentifikasi prinsip dan indikator layanan irigasi dalam kerangka acuan
kecukupan, fleksibilitas, realita, efisiensi, dan biaya dalam berbagai tipikal
pendistribusian air irigasi antara perbedan tingkat pengelolaan air, misalkan
sistem penyediaan air dari sumber air irigasi yang adalah sungai ke saluran
induk, kemudian ke saluran sekunder, saluran tersier/sampai pada tingkat
pengelolaan oleh P3A;
d. Mengembangkan prosedur perhitungan air, perkiraan kebutuhan air, alokasi air
(termasuk kesemua golongan), pengaturan pemberian air, distribusi air
(termasuk distribusi giliran/rotasi), cara membawa air, monitoring,
pelaporannya dan melakukan evaluasi terhadap hal tersebut diatas;
e. Mengembangkan prinsip dan prosedur dalam masalah kelangkaan air,
keadaaan banjir, dan kejadian tertutupnya saluran secara tidak terduga.

iii. Mempersiapkan skenario pengembangan kelembagaan dan fasilitas modernisasi:


membantu Direktorat Jenderal SDA dalam mengembangkan pengaturan detail
kelembagaan dan pelaksanaannya termasuk mekanisme pembiayaan dan
organisasi personil/pegawai:
a. mengidentifikasi pendekatan baru dalam pengelolaan air, pemeran utama
dalam pengelolaan air, wilayah kekuasaannya, fungsinya, koordinasi dan
melaporkan mekanisme termasuk mekanisme terhadap pelaksanaan
koordinasi untuk adaptasi perubahan iklim;
b. berdasarkan scenario pengelolaan air, identifikasi tata pemerintahan yang
optimal, koordinasi dan struktur pengelolaan dan pengambilan keputusan
dalam pengelolaan air irigasi, mekanisme dalam akuntabilitas alur pembiayaan
dan sumber dana;
c. mengevaluasi dan mereview usulan pengembangan terhadap peran dan
tanggung jawab dari berbagai Dinas Sumber Daya Air Provinsi/Kabupaten,
BBWS Ciliwung Cisadane, pemeliharaan dan biaya OP dalam pelaksanaan
modernisasi sisitem irigasi Cisadane;
d. mengevaluasi ketesediaan dan kapasitas sumber daya manusia dalam
kelembagaan, dan mempersiapkan skenario yang melingkupi penguatan
lembaga/instansi, pengelolaan kemitraan dengan IP3A dan ujicoba dalam
pengelolaan kontrak.

iv. Finalisasi rencana pengelolaan dan penggabungan seluruh skenario yang ada
a. penggabungan berbagai skenario dalam berbagai rencana pilihan pengelolaan
air, kelembagaan dan prasarana;
b. mengatur pertemuan untuk menjelaskan skenario tersebut untuk mendapatkan
tanggapan/umpan balik dari pemangku kepentingan dan mengidentifikasi
beberapa opsi terpilih;
c. menetapkan nilai investasi, operasi dan pemeliharaan dari berbagai pilihan-
pilhan modernisasi tersebut dan menyiapkan analisis kelayakan dari pilihan-
pilhan tersebut;
d. mempersiapkan laporan evaluasi dari berbagai skenario dan menyajikan
pengambilan keputusan skenario-skenario tersebut kepada Direktorat Jenderal
SDA.

B. Detail Engineering Desain dan Sistem Modernisasi Irigasi


Lingkup pekerjaan tersebut antara lain:
1. melakukan pemeriksaan ulang dan analisis ketersediaan data, memastikan
kualitas data sesuai dan cocok untuk pelaksanaan DED terkhusus desain
modernisasi irigasi. Memeriksa data hidrologi, geologi, geoteknik, survey
topografi dan pemetaan, pertanian, penggunaan air saat ini, aspek social
ekonomi, dan data lainnya yang terkait dan dibutuhkan dalam desain. Seluruh
data sebaiknya padukan dalam sistem informasi geospasial untuk
memudahkan penyajian parameter-kunci dan investasi masa depan.
2. mengevaluasi informasi kejadian bencana banjir termasuk penyebab banjir,
luasan banjir, elevasi banjir dan lama terjadinya banjir, keekstriman kejadian
banjir yang terjadi, dan frekuensi kejadian banjir;
3. mengevaluasi data sosial ekonomi dalam wilayah studi termasuk populasi,
jumlah KK, pekerjaan, pendidikan, rata-rata kepemilikan tanah, pendapatan,
dan sebagainya;
4. mereview peta topografi yang ada saat ini, data geoteknik dan hasil
laboratorium mekanika tanah, dan menilai perbedaan yang ditangani selama
persiapan proyek;
5. berdasarkan masterplan modernisasi irigasi yang terdapat dalam sistem
planning yang tercantum dalam bab 12.4 dan 12.5 menetapkan kondisi-kondisi
yang diperhitungkan dalam perhitungan desain antara lain: ketersediaan air,
sejauh mana tanah yang cocok dan sawah eksisting untuk mengolah hasil
pertanian, dampak terjadinya arus balik (backwater) pada drainase di kawasan
rendah dan adanya genangan permanen, adanya dataran rendah yang
berpotensi untuk pengembangan pertanian, kebijakan yang mencadangkan
lokasi tertentu untuk peruntukan khusus, lokasi bendung, dsb;
6. berdasar studi kelayakan modernisasi irigasi yang disebutkan dalam bab 12.5,
dilakukan pemeriksaan ulang dan menentukan lokasi dari bendung dan desain
elevasi air yang sesuai untuk ketersediaan air dalam pengembangan sistem
irigasi, pada kawasan hulu, ketersediaan air lebih banyak sehingga hal tersebut
dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi bendung. selain itu,
aspek teknis seperti daya dukung tanah, akses ke lokasi pekerjaan, dan
pemilihan jenis konstruksi harus diperhitungkan dalam rekomendasi lokasi
bendung. aspek biaya juga menjadi salah satu perbandingan yang menentukan
lokasi akhir suatu bendung;
7. melakukan formulasi perhitungan yang terdiri dari kondisi batas, membuat
daftar berbagai kemungkinan rencana penggunaan lahan dan kesesuaian
kebutuhan air, membuat daftar kemungkinan pekerjaan dan kombinasi yang
mungkin dibutuhkann dalam mempersiapkan DED dan rencana biaya usulan
bendung;
8. mempersiapkan KAK dan dokumen tender untuk pekerjaan investigasi
geoteknik, tes laboratorium geoteknik, uji lapangan geoteknik, dan data lain
yang diperlukan; dan melakukan proses lelang dan kontrak. melakukan
pengawasan terhadap pekerjaan tersebut untuk memenuhi standar kualitas
yang ditentukan.
9. melakukan atau mendapatkan survey topografi secara terestris dimana
termasuk aspek-aspek berikut ini:
A. melakukan pengikatan titik kontrol geodesi pada 3 sumbu (XYZ);
B. pemetaan skala 1:50.000 dari citra satelit terbaru;
C. peta topografi layout irigasi skala 1: 5.000;
D. peta topografi untuk bangunan-bangunan irigasi: struktur bendung dan
daerah sekitarnya, struktur irigasi dan drainase seperti struktur pengatur,
struktur pembagi, jembatan, borrow area dengan skala 1: 2.000
E. potongan memanjang dan melintang dari saluran irigasi dan saluran
drainasi dengan skala 1:2.00 (L) dan 1: 200 (cross)
10. deliniasi usulan pengembangan kawasan sawah eksisting kedalam peta
dengan skala 1: 5.000 dan memfinalisasi sumber air dan bendung yang terkait,
saluran pembawa dan fasilitas lain. mempersiapkan layout saluran irigasi
termasuk blok sekunder dan tersier, layout saluran pembuang, termasuk
struktur irigasi dan pembuang seperti bangunan pengatur, bangunan
pengontrol, bangunan pembagi, inlet, drop struktur, box culvert/pipa, bangunan
melintang. spillway, struktur pengukuran, dan struktur lainnya.
11. melakukan analisis hidrologi (bab 12.10), termasuk analisis curah hujan, debit
banjir, dan analisis perhitungan kebutuhan air menggunakan semua data yang
andal sebagai input terhadap proses DED modernisasi irigasi. Studi ini harus
memperhitungkan proyeksi perhitungan iklim, dilakukan pemodelan perubahan
iklim yang disesuaikan sesuai dengan desain kriteria;
12. melakukan simulasi pola tanam dan kesesuaian pembagian kebutuhan air
berdasarkan data klimatologi, curah hujan, dan aliran sungai untuk menentukan
pola tanam dan intensitas tanam yang digunakan sebagai desain irigasi;
13. melakukan seluruh detail desain baik, saluran irigasi, saluran pembuang, dan
bangunan-bangunan irigasi, jalan inspeksi, dan bendung sesuai dengan KP
Irigasi;
14. mempersiapkan petunjuk manual OP termasuk struktur organisasi pelaksanaan
OP, kebutuhan staf, kebutuhan training, fasilitas dan peralatan, rincian
pekerjaan, dan manual OP, sistem data dan inventarisasi, kebutuhan biaya OP,
prosedur perencanaan, biaya pelaksanaan dan monitoring evaluasi (bab
12.17);
15. melakukan penilaian detail terhadap kepemilikan lahan dan penggunaan lahan
berdasarkan kondisi saat ini dengan referensi rencana penggunaan lahan
(saluran irigasi, saluran pembuang, bangunan, dan jalan akses) (bab 12.16)
16. mempersiapkan dokumen penilaian dampak lingkungan dan penerbitan ijin
lingkungan dari instansi yang berwenang (bab 12.15)
17. mempersiapkan spesifikasi teknis dan dokumen lelang untuk pekerjaan
konstruksi (bab 12.17);
18. mempersiapkan rencana jadwal konstruksi dan metode pekerjaan konstruksi
yang meliputi jadwal, daftar peralatan yang digunakan, jadwal mobilisasi, waktu
efektif pekerjaan, dan biaya konstruksi bab 12.17);

12.13 PELAKSANAAN KERANGKA PENGELOLAAN MODERNISASI IRIGASI CISADANE


Berdasarkan review laporan IKMI sebelumnya, konsultan harus mempersiapkan
kerangka jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sebagai pengantar
dan pelaksanaan konsep pengelolaan modernisasi yang dipilih dan penyesuaian fisik
terhadap infrastruktur dan fasilitas. rencana tersebut harus memuat:
a. mendesain proses peningkatan kesadaran, ketentuan informasi dan konsultasi
publik dari berbagai pemangku kepentingan sehubungan dengan konsep
modernisasi yang sesuai dengan prinsip PPSIP dan kebutuhan yang ditetapkan
dalam proses partisipasi pengelolaan sumber air dan irigasi;
b. desain proses jangka pendek dan menengah yang komprehensif sebagai pengantar
dan pengembangan konsep pengelolaan modernisasi irigasi Cisadane termasuk
penjadwalan dan prioritas dari sub sistem irigasi dalam rangka modernisasi,
pengembangan sumber daya manusia dan pembekalan manajemen dan alat
komunikasi, sistem monitoring, peningkatan dan pengembangan platform pemangku
kepentingan.
c. mempersiapkan proses pelaksanaan detail desain dan rencana pengelolaan aset
irigasi, drainasi, saluran induk, sekunder dan sistem saluran sub sekunder,
pekerjaan kontrol banjir, pekerjaan utama, pengelolaan prasarana sedimen
termasuk rencana pengelolaan lingkungan dan pengadaan lahan dan rencana
pemukiman kembali.
d. menjelaskan pengaturan pelaksanaan dengan definisi yang jelas antara pembagian
peran dan resiko antara pemangku kepentingan dalam proses pelaksanan
modernisasi.
e. mendesain metode yang efektif dan efisen sesuai dengan kebutuhan sarana untuk
monitoring dan evaluasi dari proses modernisasi, output, outcome, dan dampak dari
proses modernisasi

12.14. PENYUSUNAN DOKUMEN ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN


Pembuatan Dokumen Analisis Dampak Lingkungan meliputi analisis dampak
lingkungan yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku (dokumen AMDAL,
UKL/UPL, SPPL atau dokumen lain yang dipersyaratkan), analisis dampak lingkungan
berdasarkan DED yang telah dilaksanakan.
Konsultan melakukan: (i) mempersiapkan pengkategorian yang sesuai antara
Peraturan Pemerintah dan Pernyataan Kebijakan Perlindungan ADB 2009 (ADB
Safeguards Policy Statement) ; (ii) melaksanakan pelibatan masyarakat melalui
konsultasi public dan pengumuman koran sebagai langkah awal proses pelingkupan,
konsultasi publik sebagai sosialisasi dari dampak dan manfaat dilaksanakannya
pekerjaan ini dan sekaligus menampung masukan dan saran dari masyarakat sebagai
masukan persyaratan penyusunan dokumen KA-Andal; (iii) melaksanakan survey
lingkungan, kualitas air, kualitas udara, biologi dan pengumpulan data,
mengidentifikasi dampak penting yang akan terjadi sebagai dampak rencana kegiatan
pembangunan, (iv) mempersiapkan penilaian dampak lingkungan (AMDAL) dan/atau
upaya pengelolaan lingkungan hidup/upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL/UKL)
tergantung dari skala kegiatan dan potensi dampak lingkungan yang terjadi; (v)
memproses sampai dengan dikeluarkannya ijin lingkungan oleh ADB dan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

12.15. PELAKSANAAN PENGADAAN LAHAN DAN PEMUKIMAN KEMBALI (LARAP)


a. Pengadaaan Lahan dan Pemukiman Kembali (LARAP) sesuai dengan peraturan
Pemerintah Indonesia dan ADB safeguards policy statement (SPS) 2009. Sebelum
DED konsultan melakukan: (i) mempersiapkan pengkategorian yang sesuai antara
Peraturan Pemerintah dan Pernyataan Kebijakan Perlindungan ADB 2009 (ADB
Safeguard Policy Statement); (ii) melaksanakan survey dan analisis sosial ekonomi;
(iii) membuat analisis LARAP sesuai dengan ADB safeguards policy statement (SPS)
2009 dan peraturan pemerintah termasuk dengan menghitung estimasi biaya yang
diperlukan dalam pelaksanaan LARAP; (iv) berkoordinasi dengan pemerintah daerah
dalam proses pemulihan mata pencaharian masyarakat jika diperlukan; (v)
memproses sampai dengan dikeluarkannya ijin lokasi dan pelaksanaan LARAP
sampai dikeluarkannya kompensasi.
Memastikan semua pelaksanaan sesuai dan relevan dengan Kerangka Peraturan
yang berlaku di Indonesia, yaitu: melakukan sensus terhadap masyarakat yang
terpengaruh berdasarkan desain yang dilaksanakan dan melaksanakan sampling
survey sosial ekonomi yang meliputi:
i. rencana pemukiman kembali;
ii. kompensasi atas tanah dan asset bukan tanah;
iii. strategi dalam melakukan relokasi yang memperhatikan parameter sosial, ekonomi
dan budaya yang ada baik bagi masyarakat yang terdampak dan masyarakat
secara keseluruhan
iv. desain program pemulihan mata pencaharian
v. jadwal pelaksanaan kegiatan LARAP atau IPP, atau SIMP dan sinkronisasi
terhadap jadwal pelaksanaan konstruksi;
b. Peningkatan kapasitas dilakukan dengan melaksanakan training perlindungan social
dan transfer aset, pemantauan, dan koordinasi untuk perlindungan sosial.

12.16. Menyusun Dokumen Tender serta Penyusunan Rencana Anggaran Biaya dan
Metode Pelaksanaan dan dokumen Manual OP
Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya didasarkan pada :
a.kuantitas dan harga satuan pekerjaan
b.harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis
biaya
c. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga
dilapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus
untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau
diantar ke lokasi pekerjaan
d.menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti
biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi,
dewatering dll.
e.Penyusunan BoQ
f. Penyusunan Spesifikasi Umum dan Khusus
g.Pembuatan gambar tender dan dokumen tender konstruksi
h.penyusunan metode pelaksanaan
i. mempersiapkan petunjuk manual OP termasuk struktur organisasi pelaksanaan
OP, kebutuhan staf, kebutuhan training, fasilitas dan peralatan, rincian
pekerjaan, dan manual OP, sistem data dan inventarisasi, kebutuhan biaya OP,
prosedur perencanaan, biaya pelaksanaan dan monitoring evaluasi;

12.17. Pelaporan
Penyedia jasa harus menyerahkan produk laporan selama kegiatan pelaksanaan
pekerjaan meliputi :
1) Dokumen Rencana Mutu Kontrak ( RMK )
Penyedia Jasa harus membuat dan menyerahkan dokumen rencana mutu
kontrak yang memuat seluruh prosedur dan rencana pelaksanaan pekerjaan
secara detail dari awal hingga akhir pekerjaan dengan disertai check list dalam
bentuk tabel berikut jadwal pelaksanaan pekerjaan dan jadwal penugasan
tenaga ahli. Laporan ini merupakan media evaluasi dan monitoring yang efektif
mengenai selama pelaksanaan pekerjaan.
Dokumen Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebanyak 5 (lima) eksemplar harus
sudah diserahkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak diterbitkannya
Kontrak dan terlebih dahulu harus diperiksa dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.

2) Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan berisi :
− Mobilisasi personil tenaga ahli dan tenaga pendukung serta peralatan yang
digunakan untuk melaksanakan pekerjaan.
− Jadwal pelaksanaan kegiatan Penyedia Jasa dan jadwal penugasan
personil tenaga ahli dan tenaga pendukungnya.
− Rencana dan metoda kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh.
− Temuan-temuan dari hasil pengumpulan data sekunder dan survey/kajian
awal serta pemasalahan yang.ada.
Hal-hal tersebut di atas harus dipaparkan dan dibahas pada saat acara
Pembahasan Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan sebanyak 5 (lima) buku yang memaparkan tentang
metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan
lapangan, dan rencana kerja selanjutnya, harus sudah diserahkan oleh
penyedia jasa kepada PPK paling lambat 1 (satu) bulan setelah Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan, sebagi bahan presentasi dan diskusi penyedia
jasa dengan Direksi dan pihak-pihak lain yang terkait.

3) Laporan Bulanan
Laporan Bulanan memuat:
− Laporan mobilisasi dan demobilisasi personil, daftar hadir personil, dan
kegiatan masing-masing personil pada bulan tersebut.
− Laporan penggunaan bahan dan peralatan pendukung pelaksanaan
pekerjaan.
− Uraian permasalahan dan kendala/hambatan yang ditemui pada bulan
tersebut.
− Realisasi progress pelaksanaan pekerjaan selama 1 (satu) bulan
bersangkutan, dan komulatif progress sampai dengan bulan tersebut.
Laporan Bulanan sebanyak 5 (lima) buku harus sudah diserahkan kepada PPK
selambat-lambatnya per bulannya, selama pelaksanaan pekerjaan berjalan
sejak SPMK diterbitkan.

4) Laporan Antara/Interim
Laporan Antara/Interim memuat:
− Rangkuman hasil pengumpulan data primer dan sekunder
− Hasil survey topografi
− Hasil survey geologi
− Analisis data hidrologi, hidrolika
− Perencanaan pembuatan jaringan irigasi tersier
− Uraian kendala-kendala yang dihadapi dan langkah-langkah kegiatan
selanjutnya.
− Notulen rapat/diskusi laporan pendahuluan
− Juga memuat rancangan outline laporan akhir.
Hal-hal tersebut di atas harus dipaparkan dan dibahas pada saat acara
Pembahasan Laporan Interim.
Laporan Antara sebanyak 5 (lima) buku harus sudah diserahkan kepada
petugas yang ditunjuk oleh PPK selambat-lambatnya pada pertengahan kurun
waktu pelaksanaan kegiatan untuk bahan diskusi dengan Direksi dan pihak-
pihak lain yang terkait.

5) Laporan Akhir Sementara


Laporan Akhir Sementara memuat rangkuman hasil pelaksanaan pekerjaan
termasuk semua hasil investigasi, kesimpulan dan rekomendasi penting hasil
pelaksanaan pekerjaan dan melaporkan seluruh dokumen perhitungan desain,
gambar bangunan dan saluran serta prasarana lainnya termasuk dokumen
pendukung lainnya yang dipersyaratkan.
Hal – hal yang diuraikan di atas harus sudah dapat dipaparkan dan dibahas
pada saat acara Pembahasan Laporan Akhir.
Laporan Akhir Sementara sebanyak 5 (lima) buku harus sudah diserahkan
kepada petugas yang ditunjuk oleh PPK sebelum waktu pelaksanaan kegiatan
berakhir, sebagai bahan paparan dalam acara diskusi antara penyedia jasa
konsultansi dengan Direksi dan pihak-pihak lain yang terkait.

6) Laporan Akhir
Laporan Akhir disusun berdasarkan Laporan Akhir Sementara yang telah
diperbaiki oleh penyedia jasa konsultansi sesuai dengan pertanyaan, saran,
masukan, dan tanggapan dari Tim Teknis serta pihak-pihak lain yang terkait
yang hadir pada saat rapat pembahasan Konsep Laporan Akhir.
Laporan Akhir sebanyak 5 (lima) buku beserta laporan-laporan pendukungnya
sebagai lampiran, harus sudah diserahkan sebelum waktu pelaksanaan
kegiatan berakhir.
Semua laporan yang dibuat penyedia jasa sebelum diserahterimakan kepada
Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program harus diperiksa dan
disetujui oleh Direksi yang ditunjuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen
Perencanaan dan Program.

7) Executive Summary
Executive Summary dibuat selain berbentuk laporan juga berbentuk booklet
atau leaflet berwarna yang berisi ringkasan hasil pekerjaan, masing – masing
dicetak sebanyak 5 (lima) eksemplar.

13. KELUARAN
Laporan yang harus diserahkan adalah laporan akhir dan laporan penunjang yang terdiri dari :
a. Laporan Rencana Mutu Kontrak
b. Laporan Bulanan
c. Laporan Pendahuluan
d. Laporan Interim
e. Laporan Akhir
• Konsep Laporan Akhir
• Laporan Akhir
f. Laporan Penunjang
• Hidrologi & Hidrometri
• Pengukuran dan pemetaan topografi
• Penyelidikan Tanah
• Sosial Ekonomi dan kelembagaan
• Laporan Manual OP
g. Laporan Pengadaan Lahan
h. Laporan Master Plan
i. Laporan Sistem SCADA
j. Laporan Dokumen Lingkungan
k. Laporan Sistem Planning Modernisasi Irigasi
l. Laporan Sosial safeguard/pengamanan sosial
m. Dokumen Tender
• Spesifikasi teknik
• Volume Pekerjaan
• Metodologi Pelaksanaan
• Nota Desain
• RAB/BoQ
n. Gambar peta saluran irigasi dan peta petak skala 1:2000 dan 1: 5000 ukuran A3
o. Gambar peta saluran irigasi dan peta petak skala 1:2000 dan 1: 5000 ukuran A1
p. Gambar Desain 1 Set ukuran A1
q. Gambar Desain 1 Set ukuran A3
r. Executive Summary
s. Laporan Soft Copy (eksternal Harddisk)
14. PERALATAN MATERIAL, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PEJABAT PEMBUAT
KOMITMEN
Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan
dipelihara oleh Penyedia Jasa:
a) Data dan informasi yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu data dan laporan
hasil studi terdahulu yang tersedia di kantor Pengguna Jasa. Penggunaan data dan
informasi dari hasil studi terdahulu, dalam pelaksanaan pekerjaan maupun dalam
pembuatan laporan, harus berdasarkan persetujuan dari Tim Teknis yang ditunjuk untuk
pekerjaan yang terkait.
b) Pengguna Jasa akan menunjuk petugas atau tim sebagai pengarah teknis dalam rangka
pelaksanaan jasa konsultansi

15. PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA


Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai
rencana mutu desain dan konstruksi.
b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau
rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya
persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan
tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis
menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa.

16. LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA


Konsultan bertugas dan berkewajiban menyediakan tenaga ahli dan pelaksana, sarana/prasarana
pekerjaan serta melaksanakan pekerjaan sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan lain
yang berlaku. Konsultan harus secara pro aktif melaksanakan konsultasi dengan Tim Teknis agar
dicapai hasil yang maksimal.

17. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN KEGIATAN


Waktu yang tersedia untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah 18 (delapan belas) bulan atau 540
(lima ratus empat puluh) hari kalender terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).

18. PERSONIL
A. TENAGA PROFESIONAL
1) Ketua Tim/ Team Leader (1 Orang,18 Man Months)
Pasca Sarjana (S2) Teknik Sipil Pengairan/SDA yang berpengalaman minimal selama
6 (enam) tahun dalam bidang sumber daya air khususnya perencanaan jaringan irigasi
serta minimal pernah menjabat sebagai Ketua Tim 2 (dua) kali. Memiliki Sertifikat
Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi bidang Sumber Daya Air yang dikeluarkan oleh
Asosiasi Profesi yang diakui. Ketua Tim harus dapat mengkoordinasikan semua
tenaga ahli untuk mencapai keluaran desain, Mengkoordinir seluruh tenaga ahli dan
tenaga pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kerangka acuan
kerja, baik dibidang menajerial maupun teknis, Menyiapkan rencana kerja konsultan,
serta mengontrol pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadual rencana kerja sehingga
kegiatan-kegiatan tepat waktu, Bertanggung jawab penuh atas pekerjaan sacara
keseluruhan kepada pihak pengguna jasa, baik dalam ketepatan waktu maupun mutu
secara teknis dan administrasi.

2) Ahli Irigasi (1 Orang, 10 Man Month)


Sarjana Teknik Sipil bidang Sumber Daya Air/ Teknik Pengairan (S1) yang telah
berpengalaman minimal selama 6 (enam) tahun atau sederajat dalam bidang sumber
daya air khususnya perencanaan dan pelaksanaan desain bangunan air dan jaringan
irigasinya. Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi bidang Sumber Daya
Air yang dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi yang diakui. Ahli Irigasi harus mampu
mereview rencana layout dan desain perencanaan modernisasi irigasi dari desain
terdahulu, memberikan rekomendasi peningkatan terhadap desain bangunan-
bangunan irigasi, mengembangkan strategi efisensi peningkatan penggunaan air
sesuai dengan system manajemen modernisasi irigasi, menyiapkan studi kelayakan
dan detail desain Bersama dengan ahli cost estimator dan ahli ekonomi proyek,
membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan dan melaksanakan tugas sesuai
dengan KAK.

3) Ahli Struktur Bangunan Air (1 Orang, 7 Man Month)


Sarjana Teknik Sipil bidang Sumber Daya Air/ Teknik Pengairan (S1) yang telah
berpengalaman minimal selama 6 (enam) tahun dalam pekerjaan perencanaan desain
bangunan air irigasi dan pelengkapnya, khususnya mengenai analisa hidrolika untuk
perencanaan struktur. Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) bidang Sumber Daya Air yang
dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi yang diakui. Ahli Struktur Bangunan Air memiliki
tugas mendesain struktur bangunan air dengan mempertimbangkan kapasitas daya
dukung fondasi, standar kualitas dan ketersediaan material, mempersiapkan layout
struktur berdasarkan peta situasi, melaksanakan/menghitung standar desain bangunan
irigasi dan drainase, mempersiapkan gambar desain termasuk detail, dimensi, dan
informasi lain yang dibutuhkan, mempersiapkan spesifikasi Teknik, membantu ketua
tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

4) Ahli Hidrologi (1 Orang, 7 Man Month)


Sarjana Teknik Sipil bidang Sumber Daya Air/ Teknik Pengairan (S1) yang telah
berpengalaman minimal selama 6 (enam) tahun atau sederajat dalam analisa hidrologi
untuk perencanaan bangunan air dan jaringan irigasi. Memiliki Sertifikat Keahlian
(SKA) dengan Klasifikasi Sumber Daya Air yang dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi
yang diakui. Ahli Hidrologi mempunyai tugas mengumpulkan data hidrologi, curah
hujan, debit, klimatologi dll yang dibutuhkan untuk menganalisis review masterplan dan
studi kelayakan; mengumpulkan, memverifikasi, dan menganalisis data hidrologi
series, melakukan review neraca air (water balance), rencana ketersediaan air Q
80,90,95 dan analisis produktivitas air, menganalisis dampak perubahan iklim terhadap
ketersediaan air, bersama tenaga ahli yang terkait melaksanakan simulasi data debit
air mingguan, data curah hujan, dan data klimatologi untuk mendapatkan pola tanam
dan intensitas tanam yang sesuai, Bersama ketua tim menghitung devit rencana yang
akan digunakan dan mereview analisis hidrologi dari ketersediaan air, debit banjir
(memperhatikan perubahan iklim) dan menyediakan data masukan bagi tenaga ahli
struktur bangunan air untuk debit rencana yang diaplikasikan pada bangunan-
bangunan irigasi, membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain
sesuai dengan KAK.

5) Ahli Geodesi (1 Orang, 11 Man Month)


Sarjana Teknik Geodesi (S1) yang telah berpengalaman minimal selama 6 (enam)
tahun dalam bidang survei topografi, pengukuran dan pemetaan irigasi untuk
perencanaan/pelaksanaan bangunan keairan serta memiliki Sertifikat Keahlian (SKA)
dengan Klasifikasi Bidang Geodesi/Pengukuran/Survey Topografi/Pemetaan yang
dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang diakui. Tenaga ahli Geodesi mempunyai tugas
mempersiapkan survey topografi yang akan digunakan dalam desain, menetapkan titik
referensi dalam pengukuran topografi, mengumpulkan data BM dan CP, menyusun
peta-peta ikhtisar, masterplan, peta situasi, dan peta-peta lain yang diperlukan dalam
desain sampai ke peta petak-petak tersier, membantu ketua tim dalam mempersiapkan
laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

6) Ahli GIS dan Penginderaan Jauh (1 Orang, 11 Man Month)


Sarjana Teknik Geodesi (S1) yang telah berpengalaman minimal selama 6 (enam)
tahun dalam bidang pemetaan irigasi berbasis GIS untuk perencanaan/pelaksanaan
bangunan keairan serta memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi Bidang
Geodesi/Pengukuran/Survey Topografi/Pemetaan yang dikeluarkan oleh asosiasi
profesi yang diakui. Tenaga ahli GIS dan Penginderaan Jauh mempunyai tugas
memantau hasil survey dan investigasi pengukuran topografi meliputi referensi
elevasi, jumlah BM dan CP, elevasi muka air laut dll sebagai database, melakukan
analisis pemetaan berbasis peta citra satelit, melakukan koreksi geomatrik citra,
melakukan digitasi lahan sawah, saluran dll terhadap peta citra satelit yang ada,
Bersama dengan tenaga ahli geodesi melakukan survey verifikasi lapangan (ground
check) secara menyeluruh daerah irigasi, melakukan analisis, pembuatan peta situasi
menggunakan arcgis, membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas
lain sesuai dengan KAK.

7) Ahli Pertanian (1 Orang, 7 Man Month)


Sarjana Pertanian (S1) yang telah berpengalaman selama 6 (enam) tahun atau
sederajat dalam bidang pertanian, khususnya mengenai analisa tanah pertanian, tidak
dipersyaratkan SKA. Tenaga ahli pertanian mempunyai tugas menyediakan penilaian
detail terhadap sistem tanam terbaru dan strategi bertani dalam skema irigasi,
memberikan rekomendasi terhadap kemungkinan peningkatan manajemen air irigasi
pada sawah, produksi panen, diversifikasi panen, membantu tenaga ahli hidrologi dan
irigasi dalam menghitung kebutuhan air pertanian dan mempersiapkan neraca air,
melakukan inventarisasi dan identifikasi areal tanam dan panen, menganalisis
produktivitas usaha tani, menganalisis tingkat pendapatan usaha tani dan diluar usaha
tani, menyusun matriks permasalahan pertanian, membantu ketua tim dalam
mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

8) Ahli Sosial Ekonomi (1 Orang, 8 Man Month)


Sarjana Ekonomi/Sosial (S1) yang berpengalaman minimal selama 6 (enam) tahun
dalam melaksanakan pekerjaan dibidang analisis sosial ekonomi, melakukan evaluasi
dan analisis bidang ekonomi yang meliputi dampak sosial dan ekonomi yang mungkin
akan timbul akibat dari pelaksanaan modernisasi irigasi. Tidak dipersyaratkan memiliki
SKA. Tenaga ahli sosial ekonomi mempunyai tugas mengumpulkan data-data sosial
dan ekonomi masyarakat pada daerah irigasi meliputi mata pencaharian, status petani,
luasan garapan, kegiatan usaha tani disamping data kependudukan, kesehatan, jenis
kelamin dll, mengumpulkan informasi mengenai pandangan petani dan masyarakat
terhadap studi, melakukan identifikasi dan investigasi status organisasi petani,
mengidentifikasi struktur mata pencaharian masyarakat, identifikasi pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap proyek, menyusun matrik permasalahan social ekonomi,
Bersama ketua tim dan ahli komunikasi melaksanakan PKM, membantu ketua tim
dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

9) Ahli OP Irigasi (1 Orang, 6 Man Month)


Sarjana Teknik Sipil/Pengairan (S1) yang telah berpengalaman minimal selama 6
(enam) tahun dalam membuat rencana operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi,
serta memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi bidang Sumber Daya Air
yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang diakui. Tenaga ahli OP Irigasi mempunyai
tugas mereview standar manual dan prosedur OP eksisting yang sesuai dengan
kebutuhan PPSIP, melakukan evaluasi di lapangan terhadap kegiatan dan prosedur
OP saat ini yang dilaksanakan, mempersiapkan jadwal operasi dan pemeliharaan,
mempersiapkan manual operasi bukaan pintu yang sesuai dengan debit saluran dan
berhubungan dengan tinggi muka air untuk mengantisipasi terjadinya banjir,
mempersiapakan manual operasi pintu irigasi/bangunan bagi untuk memastikan
bahwa air terdistribusi sesuai dengan kebutuhan, mempersiapkan manual
pemeliharaan saluran irigasi, saluran pembuang, dan bangunan-bangunan irigasi yang
berkaitan, menghitung biaya operasi dan pemeliharaan baik jangka pendek dan jangka
panjang, mempersiapkan kerangka monitoring kinerja system irigasi, membantu ketua
tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK

10) Ahli Cost Estimator dan Dokumen Tender (1 Orang, 6 Man Month)
Sarjana Teknik Sipil/Pengairan (S1) yang telah berpengalaman minimal selama 6
(enam) tahun dalam membuat spesifikasi teknik, dokumen tender maupun biaya
pelaksanaan konstruksi dan kelayakan ekonomis bangunan sungai, serta memiliki
Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi bidang Sumber Daya Air yang dikeluarkan
oleh asosiasi profesi yang diakui. Tenaga ahli cost estimator dan dokumen tender
mempunyai tugas mengumpulkan dan membantu membuat spesifikasi teknis yang
dikerjakan oleh ahli-ahli yang berkaitan, mempersiapkan dokumen lelang untuk
pekerjaan fisik/konstruksi diantaranya gambar lelang, BOQ, spesifikasi umum dan
teknis, mempersiapkan dokumen kontrak, mencari dan melakukan survey harga
satuan material dan alat, melakukan perhitungan perkiraan biaya pekerjaan konstruksi,
membuat jadwal pekerjaan konstruksi, membantu ketua tim dalam mempersiapkan
laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

11) Ahli SCADA/ DSS (1 Orang, 8 Man Month)


Sarjana Teknik Elektro yang terkait dengan DSS dan Sistem SCADA (S1) yang telah
berpengalaman minimal selama 6 (enam) tahun dalam mendesain, menspesifikasi,
dan menyebarkan termasuk manajemen kualitas dari DSS dalam bidang keairan atau
bidang irigasi dan mengembangkan database standar dan pengetahuan dari versi
terakhir program GIS, alat, teknologi, terlebih dalam pekerjaan teknik sumber daya air.
Mampu melaksanakan penyediaan gambaran yang komplit dari jasa keteknikan dan
solusi dari desain khusus, pelaksanaan pengambilan keputusan (DSS) yang cocok dari
proses keseluruhan, kebutuhan proyek, dan kondisi lokal, mengembangkan desain
teknis dari teknologi informasi,. Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi
dibidangnya yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang diakui. Tenaga ahli
SCADA/DSS mempunyai tugas mengembangkan desain teknis dari teknologi
informasi, Sistem Pengambilan Keputusan (DSS) terdiri dari pemilihan jenis SCADA,
instrumentasi pengukuran lapangan, tampilan, server database, alat internet, alat
printer dan peralatan teknologi transmisi yang dimanfaatkan bersamaan dengan
database irigasi degan analisis dari berbagai teknik dan pilihan komersial, menyajikan
advis teknis yang sesuai berkaitan dengan DSS, SCADA dan sistem kendali jarak
jauh, membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai
dengan KAK.

12) Ahli Geologi Teknik dan Mekanika Tanah (1 Orang, 4 Man Month)
Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Geologi atau Sipil lulusan perguruan tinggi negeri
atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, berpengalaman
melaksanakan pekerjaan di bidang survey mekanika tanah dan analisa geologi teknik
dan mekanika tanah untuk perencanaan bangunan irigasi sekurang-kurangnya 6
(enam) tahun. Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi Bidang Geoteknik/Geologi
yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang diakui. Tenaga ahli Geologi Teknik dan
mekanika tanah mempunyai tugas mengumpulkan informasi terkait geologi pada area
proyek melalui inspeksi lapangan, survey mekanika tanah, memetakan dan
melaporkan, mengidentifikasi lokasi potensial sumber material konstruksi, dan lokasi
disposal area yang cocok, memproses, menginterpretasi dan mencatat data hasil
investigasi geoteknik dan tes laboratoriun mekanika tanah sebagai data informasi
dalam desain, memembantu ahli yang terkait dalam data masukan terkait kondisi
geoteknik, daya dukung tanah fondasi bagi bangunan air, saluran irigasi, dan
pembuang, membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai
dengan KAK.

13) Ahli Appraisal dan Pengadaan Lahan (1 Orang, 9 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan ilmu penilai/ilmu ekonomi/teknik sipil/hukum lulusan
perguruan tinggi negeri atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang,
berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang LARAP, penilaian asset tanah dan
asset bukan tanah untuk perencanaan Daerah Irigasi sekurang-kurangnya 6 (enam)
tahun. Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi Bidang Penilai yang dikeluarkan
oleh asosiasi profesi yang diakui. Tenaga ahli appraisal dan pengadaan lahan
mempunyai tugas mengidentifikasi pemangku kepentingan yang relevan dalam
kerangka pengadaan lahan dan pemukiman kembali, mengidentifikasi dan menyaring
dampak akibat dari pengadaan lahan bagi penduduk dan mengembangkan penilaian
dalam menghindari, mengurangi dampak, mempersiapkan pengkategorian yang
sesuai antara Peraturan Pemerintah dan Pernyataan Kebijakan Perlindungan ADB
2009 (ADB Safeguard Policy Statement), melaksanakan survey dan analisis sosial
ekonomi, membuat analisis LARAP sesuai dengan ADB safeguards policy statement
(SPS) 2009 dan peraturan pemerintah termasuk dengan menghitung estimasi biaya
yang diperlukan dalam pelaksanaan LARAP, membantu ketua tim dalam
mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

14) Ahli Ekonomi Proyek/Ekonomi Teknik (1 Orang, 4 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan ekonomi//teknik sipil lulusan perguruan tinggi negeri atau
yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6 (enam)
tahun berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang analisis ekonomi proyek dan
finansial, desain dan pengelolaan proyek, penilaian terhadap studi kelayakan
modernisasi irigasi, mempersiapkan analisis ekonomi dan finansial proyek (Economic
and Financial Analysis/EFA), menganalisis kapasitas finansial yang diterima dan
pengeluaran untuk OP rutin dan berkala. tidak dipersyaratkan SKA. Tenaga ahli
ekonomi proyek/ekonomi Teknik mempunyai tugas mempersiapkan analisis ekonomi
dan finansial proyek, mengembangkan model perhitungan ekonomi dan finansial,
mengadakan analisis finansial dalam kelayakan ekonomi yang diterima oleh
pelaksanaan konstruksi dan pengurangan akibat pelaksanaan OP rutin dan berkala,
membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan
KAK.

15) Ahli Komunikasi (1 Orang, 8 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan komunikasi lulusan perguruan tinggi negeri atau yang
telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun
berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaan dan implementasi
pengembangan komunikasi. Tidak dipersyaratkan SKA. Tugas Ahli Komunikasi adalah
review, updating, dan pengembangan strategi dan perencanaan komunikasi proyek,
mengidentifikasi media, lembaga terkait yang dapat mendukung pekerjaan, bersama
dengan tenaga ahli social ekonomi dan kelembagaan melaksanakan PKM, membantu
ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

16) Ahli Hidromekanikal (1 Orang, 5 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan mesin atau elektro lulusan perguruan tinggi negeri atau
yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6 (enam)
tahun berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaan, desain,
instalasi, dan operasi peralatan hidromekanikal yang digunakan dalam bangunan SDA,
seperti pompa, pintu hidraulik, pintu penggelontor dll, mampu mendesain komponen
mekanikal dari bendung dan struktur irigasi dan pembuang, dan membuat manual op
peralatan hidromekanikal tersebut. Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi Bidang
Mekanikal yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang diakui. Tugas Ahli
hidromekanikal bertanggung jawab dalam desain komponen mekanikal dari bendung
dan struktur bangunan irigasi dan drainase, membantu ketua tim dalam
mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

17) Ahli Lingkungan (1 Orang, 8 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Teknik Lingkungan lulusan perguruan tinggi negeri atau
yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6 (enam)
tahun berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang penyusunan dokumen
lingkungan keairan, memiliki sertifikat komptensi penyusun AMDAL Ketua Tim
Penyusun AMDAL (KTPA) yang diterbitkan oleh lembaga yang berwenang. Tugas Ahli
Lingkungan mempersiapkan dan mengkategorikan kesesuaian peraturan pemerintah
dengan ADB Saeguards Policy Statements (2009), mengadakan konsultasi publik
termasuk masyarakat terdampak, pemerintah daerah, Lembaga petani untuk
mendapatkan data masukan berupa dampak positif dan negatif, mempersiapkan
dokumen analisis dampak lingkungan / dokumen lingkungan sesuai dengan besaran
dampak potensial berdasarkan peraturan pemerintah dan ADB Saeguards Policy
Statements (2009), membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas
lain sesuai dengan KAK.

18) Ahli Biologi (1 Orang, 8 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Biologi lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah
diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun
berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang AMDAL keairan, memiliki sertifikat
komptensi penyusun AMDAL anggota Tim Penyusun AMDAL (ATPA) yang diterbitkan
oleh lembaga yang berwenang. Tugas ahli biologi mengenali rona lingkungan awal,
mengumpulkan hasil konsultasi publik, mempersiapkan dan mengobservasi penilaian
komponen dampak lingkungan dengan mengidentifikasi dampak potensial dan dampak
yang mungkin timbul, mengevaluasi dampak potensial yang muncul dalam aspek
biologi, mendefinisikan hasil survey biologi dan lingkungan, membantu ketua tim dalam
mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

19) Ahli Kima Lingkungan (1 Orang, 8 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Kimia lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah
diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun
berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang AMDAL keairan, memiliki sertifikat
komptensi penyusun AMDAL anggota Tim Penyusun AMDAL (ATPA) yang diterbitkan
oleh lembaga yang berwenang. Tugas ahli kimia lingkungan mengenali rona
lingkungan awal, mengumpulkan hasil konsultasi publik, mempersiapkan dan
mengobservasi penilaian komponen dampak lingkungan dengan mengidentifikasi
dampak potensial dan dampak yang mungkin timbul, mengevaluasi dampak potensial
yang muncul dalam aspek kimia lingkungan (kualitas udara, kualitas air, dll),
mendefinisikan hasil survey aspek kimia lingkungan (kualitas udara, kualitas air, dll),
membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan
KAK.

20) Ahli Kesehatan Masyarakat (1 Orang, 8 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Kesehatan Masyarakat lulusan perguruan tinggi negeri
atau yang telah diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6
(enam) tahun berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang AMDAL keairan,
memiliki sertifikat komptensi penyusun AMDAL anggota Tim Penyusun AMDAL
(ATPA) yang diterbitkan oleh lembaga yang berwenang. Tugas ahli kesehatan
masyarakat mengidentifikasi isu kesehatan masyarakat saat ini pada area proyek,
menganalisis perubahan kondisi kesehatan masyarakat, mengembangkan penilaian
mitigasi terkait kesehatan masyarakat dalam mengatasi dampak yang kemungkinan
timbul akibat proyek, membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas
lain sesuai dengan KAK.

21) Ahli Sosial Safeguard/ Pengaman Sosial (1 Orang, 6 Man Month)


Sarjana Strata 1 (SI) Jurusan Sosiologi lulusan perguruan tinggi negeri atau yang telah
diakreditasi oleh instansi yang berwenang, sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun
berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang LARAP, terutama pada penilaian
dan penanganan terhadap dampak-dampak social, isu gender yang timbul, membantu
mempersiapkan dokumen pengadaaan lahan sesuai dengan ADB Safeguard Policy
Statement (2009) dan mempersiapkan perencanaan pengamanan social. Tugas ahli
social safeguard/pengaman sosial mempersiapkan penilaian dampak sosial terhadap
penduduk yang terkena dampak baik penduduk asli dan penduduk pendatang yang
mengikuti Pernyataan Kebijakan Perlindungan ADB 2009 (ADB Safeguard Policy
Statement), mereview hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia dan
memastikan semua kegiatan memenuhi kententuan kerangka peraturan di Indonesia,
mempersiapkan rencana pemukiman kembali, membantu ketua tim dalam
mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

22) Ahli Kelembagaan (1 Orang, 7 Man Month)


Sarjana Sosiologi (S1) yang berpengalaman minimal selama 6 (enam) tahun dalam
melaksanakan pekerjaan dibidang analisis pelaksanaan kelembagaan/hubungan
masyarakat khususnya pemberdayaan masyarakat, kelembagaan petani pemakai
air/desa/pertanian. Tidak dipersyaratkan memiliki SKA. Tenaga ahli kelembagaan
mempunyai tugas melakukan identifikasi dan investigasi status organisasi petani,
mengidentifikasi struktur kelembagaan petani serta hubungan kelembagaan dan
budaya masyarakat setempat, melakukan pemetaan lokasi potensi sumber daya local,
Bersama ketua tim, ahli komunikasi, dan ahli social ekonomi melaksanakan PKM,
membantu ketua tim dalam mempersiapkan laporan, dan tugas lain sesuai dengan
KAK.

23) Ahli Drainase (1 Orang, 5 Man Month)


Sarjana Teknik Sipil bidang Sumber Daya Air/ Teknik Pengairan (S1) minimal selama 6
(enam) tahun dalam melaksanakan pekerjaan di bidang drainase terkhusus drainase
daerah irigasi. Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) dengan Klasifikasi Sumber Daya Air
yang dikeluarkan oleh Asosiasi Profesi yang diakui. Ahlli Drainase mempunyai tugas
mengidentifikasi lokasi saluran pembuang pada daerah irigasi, menganalisis kondisi
saluran pembuang terhadap letaknya dengan sawah dan saluran pembawa serta
kapasitas tampung dari saluran pembawa, menganalisis banjir yang mungkin terjadi
pada daerah irigasi Cisadane mengingat DI Cisadane pada daerah datar dan
berdekatan dengan muara/pantai, membantu ketua tim dalam mempersiapkan
laporan, dan tugas lain sesuai dengan KAK.

Semua Tenaga ahli tersebut di atas perlu dilengkapi dengan Daftar Riwayat Hidup, Ijazah,
SKA dan Referensi Pengalaman Kerja dari Pengguna Jasa sebelumnya.

B. TENAGA PENDUKUNG
1. Asisten Ahli Hidrologi (1 orang, 7 Man Month)
S1 Teknik Sipil atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun
dalam analisa hidrologi untuk perencanaan jaringan irigasi.
2. Asisten Ahli Struktur Bangunan Air (2 orang, 14 Man Month)
S1 Teknik Sipil atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun
dalam perencanaan struktur bangunan irigasi.
3. Asisten Cost Estimator dan dokumen tender (1 orang, 6 Man Month)
S1 Teknik Sipil atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun
dalam menyusun rencana anggaran biaya untuk pelaksanaan konstruksi bangunan
irigasi dan jaringannya.
4. Asisten Sosial Ekonomi (2 orang, 16 Man Month)
S1 Sosial/Ekonomi atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu)
tahun analisa sosial ekonomi dalam pembangunan jaringan irigasi.
5. Asisten Ahli Geodesi (1 orang, 11 Man Month dan 3 orang 24 Man Month)
S1 Teknik Geodesi atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu)
tahun dalam pengukuran dan pemetaan topografi.
6. Asisten Ahli Irigasi (1 orang 10 Man Month dan 2 orang 14 Man Month)
S1 Teknik Sipil atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun
dalam perencanaan bangunan dan jaringan irigasi
7. Asisten Ahli Pertanian (1 orang, 7 Man Month)
S1 Teknik Pertanian atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu)
tahun dalam bidang analisa tanah pertanian.
8. Asisten Ahli GIS dan penginderaan jauh (1 orang 11 Man Month)
S1 Teknik Geodesi atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu)
tahun dalam pemetaan topografi dan GIS.
9. Asisten Ahli Geologi Teknik dan Mekanika Tanah (1 orang 4 Man Month)
S1 Teknik Geologi/ Sipil atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1
(satu) tahun dalam pemetaan survey mekanika tanah, analisis geologi teknik dan
geoteknik.
10. Asisten Ahli OP (1 orang, 6 Man Month)
S1 Teknik Sipil/Pengairan atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1
(satu) tahun dalam rencana operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi.
11. Asisten Ahli Appraisal dan pengadaan lahan (1 orang, 9 Man Month)
S1 ilmu penilai/ilmu ekonomi/teknik sipil/hukum atau sederajat dengan jumlah
pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun melaksanakan pekerjaan di bidang LARAP,
penilaian asset tanah dan asset bukan tanah untuk perencanaan Daerah Irigasi
12. Asisten Ahli Hidromekanikal (1 orang, 5 Man Month)
S1 mesin atau elektro atau sederajat dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1
(satu) tahun melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaan, desain, instalasi, dan
operasi peralatan hidromekanikal yang digunakan dalam bangunan SDA
13. Asisten Ahli SCADA/DSS (1 orang, 8 Man Month)
S1 elektro yang terkait dengan DSS dan Sistem SCADA atau sederajat dengan
jumlah pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun melaksanakan pekerjaan di bidang
SCADA dan sistem kendali jarak jauh
14. Asisten Ahli Kelembagaan (2 orang, 14 Man Month)
S1 Sosiologi dengan jumlah pengalaman kerja minimal 1 tahun (satu) tahun di
lapangan dalam pelaksanaan kelembagaan khususnya pemberdayaan masyarakat
desa/pertanian.
15. Enumerator (10 orang, 70 Man Month)
berpendidikan SLTA/DIII yang berpengalaman dalam bidang pengumpulan data
sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.
16. Surveyor Ukur/Juru Ukur (18 orang, 180 Man Month)
berpendidikan SLTA/DIII yang berpengalaman dalam bidang pengukuran sekurang-
kurangnya 5 (lima) tahun untuk tamatan SLTA atau 2 (dua) tahun untuk tamatan DIII.
17. Asisten Juru Ukur (54 orang, 540 Man Month)
berpendidikan SLTA/DIIIyang berpengalaman dalam bidang pengukuran sekurang-
kurangnya 4 (empat) tahun untuk tamatan SLTA atau 1 (satu) tahun untuk tamatan
DIII.
18. Surveyor Mekanika Tanah (3 orang, 12 Man Month)
berpendidikan SLTA/DIIIyang berpengalaman dalam bidang survey dan laboratorium
mekanika tanah sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun untuk tamatan SLTA atau 2 (dua)
tahun untuk tamatan DIII.
19. Asisten Surveyor Mekanika Tanah (6 orang, 24 Man Month)
berpendidikan SLTA/DIIIyang berpengalaman dalam bidang survey dan laboratorium
mekanika tanah sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun untuk tamatan SLTA atau 1
(satu) tahun untuk tamatan DIII.
20. Surveyor Lingkungan (5 orang, 20 Man Month)
5 (lima) orang yang berpendidikan SLTA/DIIIyang berpengalaman dalam bidang
survey dan laboratorium lingkungan/AMDAL sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun
untuk tamatan SLTA atau 2 (dua) tahun untuk tamatan DIII.
21. Asisten Surveyor Lingkungan (10 orang, 40 Man Month)
berpendidikan SLTA/DIIIyang berpengalaman dalam bidang survey dan laboratorium
lingkungan/AMDAL sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun untuk tamatan SLTA atau 1
(satu) tahun untuk tamatan DIII.
22. CAD Draftman (6 orang, 36 Man Month)
berpendidikan SLTA/DIII yang berpengalaman mengoperasikan Auto Cad sekurang-kurangnya 1
(satu) tahun sebagai Cad Draftman.
23. Operator Komputer (1 orang, 18 Man Month)
berpendidikan SLTA yang berpengalaman mengoperasikan komputer perkantoran
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebagai Operator Komputer.
24. Tenaga Administrasi atau Keuangan (1 orang, 18 Man Month)
berpendidikan SLTA yang berpengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun atau
sederajat sebagai pelaksana administrasi dalam pelaksanaan pekerjaan sejenis.
25. Office Boy : 1 (satu) Orang, 18 Man Month
26. Pengemudi/Sopir : 1 (dua) Orang 18 Man Month dan 1 (satu) orang 12
Man Month
27. Tenaga Lokal: :12 (Dua Belas) Orang, 120 Man Month
Tenaga pendukung nomor 1 sampai dengan 24 perlu dilengkapi dengan Foto Copy Ijazah,
KTP dan Daftar Riwayat Hidup.
19. PENGENDALIAN MUTU
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan
seperti berikut ini :
1. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluanmengetahui
sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitanyang diperlukan.
2. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk
keperluankoordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey,
investigasilapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan.
3. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk
menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi
lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim.
4. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan
seluruh kegiatan pekerjaan.
5. Diskusi Teknis dengan Direktorat Pembina dilakukan untuk mendapat arahan atas
pelaksanaan pekerjaan.
6. Koordinasi dan konsultasi dengan Direksi Pekerjaan yang ditunjuk oleh Pengguna
Jasa, untuk setiap tahapan kegiatan dalam pekerjaan ini.
7. Diskusi terkait penyusunan dan finalisasi dokumen analisis dampak lingkungan.
8. Pelaksanaan PKM untuk kebutuhan SID dan LARAP.
9. Pelaksanaan Konsultansi Publik dan Pengumuman koran.
10. Diskusi-diskusi yang dibutuhkan untuk finalisasi dokumen analisis dampak lingkungan

20. PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan jasa konsultansi dalam KAK ini harus dilakukan dalam wilayah Negara
Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.

21. PERSYARATAN KERJA SAMA


Dalam Pekerjaan ini tidak diperlukan kerjasama dengan penyedia jasa lain.

22. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN


Pengumpulan data lapangan harus memenuhi NSPK yang berlaku.

43
REKAPITULASI PENAWARAN BIAYA1

REKAPITULASI BIAYA
RINCIAN RENCANA ANGGARAN BIAYA
HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)
PEKERJAAN : SID Modernisasi Irigasi Cisadane (IPDMIP)
SATUAN KERJA : Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane
TAHUN ANGGARAN : 2018-2020

TOTAL BIAYA
NO URAIAN JUMLAH
(Rp)

A BIAYA LANGSUNG PERSONIL


1. TENAGA PROFESIONAL
2. TENAGA SUBPROFESIONAL
3. TENAGA PENDUKUNG

B BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL


1. BIAYA PERJALANAN DINAS
2 BIAYA PENGADAAN CITRA DAN PENGOLAHAN
3 BIAYA SEWA BASECAMP
4 BIAYA ALAT TULIS DAN BAHAN HABIS PAKAI
5 BIAYA PERLENGKAPAN DAN PERALATAN KANTOR
6 BIAYA TRANSPORTASI
7 BIAYA TELEKOMUNIKASI
8 BIAYA PERALATAN /BAHAN SURVEY PENGUKURAN DAN
INVESTIGASI GEOLOGI/MEKANIKA TANAH
9 BIAYA DISKUSI
10 BIAYA PELAPORAN
JUMLAH A + B
DIBULATKAN

1
Dalam hal peserta bermitra/KSO, maka masing-masing mengajukan penawaran harga sesuai dengan porsinya.
44
BENTUK RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL
(REMUNERATION)

RINCIAN BIAYA LANGSUNG PERSONIL


PEKERJAAN : SID Modernisasi Irigasi Cisadane (IPDMIP)
SATUAN KERJA : Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane
Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota
LOKASI :
Tangerang Prov. Banten

REKAPITULASI
A. BIAYA LANGSUNG PERSONIL HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)

Tenaga Waktu Jumlah


No Posisi Harga Satuan Jumlah
Orang Bulan Orng-Bln
1 2 3 4 5 6 7
A TENAGA PROFESIONAL
1. Ketua Tim (Team Leader) 1 18 18
2. Ahli Hidrologi 1 7 7
3. Ahli Teknik Irigasi 1 10 10
4. Ahli Struktur Bangunan Air 1 7 7
5. Ahli Pertanian 1 7 7
6. Ahli Geodesi (Geodetic Engineer) 1 11 11
7. Ahli GIS dan Penginderaan Jauh 1 11 11
8. Ahli Cost Estimator dan Dokumen Tender 1 6 6
9. Ahli Geologi Teknik dan Mekanika Tanah 1 4 4
10. Ahli Sosial Ekonomi 1 8 8
11. Ahli O&P/O&M Specialist Irigasi 1 6 6
12. Ahli Appraisal dan Pengadaan Lahan 1 9 9
13. Ahli Sosial Safeguard/ Pengaman Sosial 1 6 6
14. Ahli Ekonomi Proyek/Ekonomi Teknik 1 4 4
15. Ahli Komunikasi 1 8 8
16. Ahli Hidromekanikal 1 5 5
17. Ahli SCADA 1 8 8
18. Ahli Lingkungan 1 8 8
19. Ahli Biologi 1 8 8
20. Ahli Kimia Lingkungan 1 8 8
21. Ahli Kesehatan Masyarakat 1 8 8
22. Ahli Drainase 1 5 5
23. Ahli Kelembagaan 1 7 7
Jumlah A
B TENAGA SUB PROFESIONAL
1. Asisten Ahli Hidrologi 1 7 7
2. Asisten Ahli Teknik Irigasi 1 1 10 10
3. Asisten Ahli Teknik Irigasi 2 2 7 14
4. Asisten Ahli Struktur Bangunan Air 2 7 14
5. Asisten Ahli Pertanian 1 7 7
6. Asisten Ahli Geodesi (Geodetic Engineer) 1 1 11 11
7. Asisten Ahli Geodesi (Geodetic Engineer) 2 3 8 24
8. Asisten Ahli GIS dan Penginderaan Jauh 1 11 11
9. Asisten Ahli Cost Estimator dan Dokumen Tender 1 6 6
10. Asisten Ahli Geologi Teknik dan Mekanika Tanah 1 4 4
11. Asisten Ahli Sosial Ekonomi 2 8 16
12. Asisten Ahli O&P/O&M Specialist Irigasi 1 6 6
13. Asisten Ahli Appraisal dan Pengadaan Lahan 1 9 9
14. Asisten Ahli Hidromekanikal 1 5 5
15. Asisten Ahli SCADA 1 8 8
16. Asisten Ahli Kelembagaan 2 7 14
17. Enumerator 10 7 70
18. Surveyor Ukur/Juru Ukur 18 10 180
19. Asisten Juru Ukur 54 10 540
20. Surveyor Mekanika Tanah 3 4 12
21. Asisten Surveyor Mekanika Tanah 6 4 24
22. Surveyor Lingkungan 5 4 20
23. Asisten Surveyor Lingkungan 10 4 40
24. Juru Gambar (CAD Draftman) 6 6 36
Jumlah B
C SUPPORTING STAFF
1. Tenaga Administrasi/Keuangan 1 18 18
2. Operator Komputer 1 18 18
3. Office Boy 1 18 18
4. Sopir 1 1 18 18
5. Sopir 2 1 12 12
6. Tenaga Lokal Pengukuran 12 10 120
Jumlah C
Rekapitulasi BLP

45
BENTUK RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON-PERSONIL
(DIRECT REIMBURSEABLE COST)2
RINCIAN BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL

REKAPITULASI
B. BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)
II.1 BIAYA PERJALANAN DINAS
Jmlh Harga Sat/hr Jumlah Biaya
No. Uraian Orang
per Trip (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
1. Perjalanan Dinas Personil (Orang/hari) 80 3
Jumlah

II.2 BIAYA PENGADAAN CITRA DAN PENGOLAHAN


Jumlah Lama Pakai Harga Sat/hr Jumlah Biaya
No. Uraian
(unit) (bulan) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
Pengadaan Citra Plaides skala 1:2000
1. 1 LS
tutupan awan kurang dari 20% dan
Jumlah

II.3 BIAYA SEWA BASECAMP


Jumlah Lama Pakai Sewa / bulan Jumlah Biaya
No. Uraian
(unit) (bulan) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
1. Sewa Basecamp 1 18
Jumlah

II.4 BIAYA ALAT TULIS DAN BAHAN HABIS PAKAI


Jumlah Lama Pakai Harga Sat/bln Jumlah Biaya
No. Uraian
(set) (bulan) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
1. Office Supply, ATK, & Bahan Gambar 2 18
Jumlah

II.5 BIAYA PERLENGKAPAN DAN PERALATAN KANTOR

Jumlah Lama pakai Biaya / bulan Jmlh biaya


No. Jenis Peralatan
(set) (bulan) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
1. Dokumentasi 1 17
2. Komputer Cad 6 6
3. Komputer +Printer 2 18
4. Komputer +Printer 1 15
5. Plotter 2 7
Jumlah

II.6 BIAYA TRANSPORTASI


Jumlah Lama pakai Harga Sat/bln Jmlh biaya
No. Peralatan Transportasi
(set) (bulan) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
1. Kendaraan Roda 4 1 18
2. Kendaraan Roda 4 1 15
3. Kendaraan Roda 2 2 18
Jumlah

2Biaya langsung non-personil adalah biaya yang benar-benar diperlukan dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan. Biaya
keuntungan (profit) dan biaya umum (overhead cost) tidak diperkenankan.
46
II.7 BIAYA TELEKOMUNIKASI
Jumlah Lama pakai Sewa / bulan Jmlh biaya
No. Peralatan Telekomunikasi
(set) (bulan) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
1. Telephone/Fax/Modem 2 18
Jumlah

II.8 BIAYA PERALATAN /BAHAN SURVEY PENGUKURAN DAN INVESTIGASI GEOLOGI/MEKANIKA TANAH
Jumlah Lama Biaya
Jmlh Biaya
No. Jenis Peralatan/Bahan Alat/ pakai / satuan /bulan/hari
Bahan sample (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
A. Survey Pengukuran
1. Hand GPS 1 216 hari
2. Total Station 3 9 bulan
Total Station 2 6 bulan
3. Theodolit T0 3 9 bulan
Theodolit T0 2 6 bulan
4. Waterpas NAK2 3 9 bulan
Waterpas NAK2 2 6 bulan
5. Drone 1 72 hari
6. Bench Mark (BM) 100 buah
7. Control Point (CP) 200 buah
8. Patok Kayu 2000 buah
B. Survey Hidrometri
1. Currentmeter 3 3 bulan
2. Peilschaal 10 buah
C. Investigasi Geologi/Mekanika Tanah
1. Hand Auger 3 50 titik
2. Sample Tube dll 50 buah
D Survey Lingkungan
1. Survey dan analisa laboratorium Kualitas Udara
- Kualitas Udara Parameter gas, partikel 40
a. buah
debu, dan kondisi fisik
- Kualitas Udara Parameter logam di
b. 40 buah
udara
- Kualitas Udara Kebisingan pengukuran
c. 40 buah
sesaat + sampling
- Kualitas Udara Kebisingan pengukuran
d 40 buah
24 jam + sampling
2. Survey dan analisa laboratorium Biologi
a. - Biologi/Badan Air 40 buah
b. - Biologi Daratan 40 buah
c. - Mikrobiologi Air 40 buah
3. Survey dan analisa laboratorium Kualitas Air dan Sedimen
a. - Kualitas Air Irigasi 50 buah
- Pengambilan Sedimen Sampler dan
b. 40 buah
Lab Sedimen
c. - sewa PH meter dan bottle sample 2 2 bh/bln
E Laboratory Test

No. Item Unit Quantity Harga Satuan Jumlah Biaya

1. Moisture Content test 50,00


2. Unit Weight test 50,00
3. Spesific Gravity test 50,00
4. Grain Size Analysis test 50,00
5. Attenberg Limit test 50,00
6. Consolidation Test test 50,00
7. Permeability Test test 50,00
Jumlah
47
II.9 BIAYA DISKUSI
Harga Satuan Jumlah Biaya
No. Jenis Laporan Jumlah
(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5
1 PKM 3,00
2. Laporan Pendahuluan 1,00
3. Laporan Interim 1,00
4. Laporan Akhir Sementara 1,00
5. Diskusi Teknis (Pembina) 2,00
Pengumuman Koran (Dokumen
6. 1,00
Lingkungan)
7. Sidang Lingkungan 3,00
8. Konsultasi Publik 3,00
Jumlah

II.10 BIAYA PELAPORAN

Harga Sat Jumlah Biaya


No. Jenis Laporan Ukuran Jmlh Ganda
(Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6
1. Laporan Rencana Mutu Kontrak A4 5
2. Laporan Bulanan A4 90
3. Laporan Pendahuluan A4 5
4. Laporan Interim A4 5
5. Laporan Akhir :
a. Konsep Laporan Akhir A4 5
b. Laporan Akhir A4 5
6. Laporan Penunjang
a. Hidrologi & Hidrometri A4 5
b. Pengukuran dan Pemetaan Topografi A3 5
c. Penyelidikan Tanah A4 5
d. Sosial Ekonomi Kelembagaan A4 5
e. Manual OP A4 5
7. Laporan Pengadaan Lahan A4 5
8. Laporan Master Plan A4 5
9. Laporan Sistem SCADA A4 5
Laporan Sistem Planning Modernisasi
10. A4 5
Irigasi
Laporan Sosial Safeguard/ Pengamanan
11. A4 5
Sosial
12. Laporan Dokumen Lingkungan A4 5
13. Dokumen Tender
a. Spesifikasi Teknik A4 5
b. Volume Pekerjaan A4 5
c. Metodologi Pelaksanaan A4 5
d. Nota Desain A4 5
e. RAB/BoQ A4 5
Gambar Peta Saluran Irigasi dan Peta
14. Petak 1:5000 dan peta situasi detail A3 5
1:2000
Gambar Peta Saluran Irigasi dan Peta
15. Petak 1:5000 dan peta situasi detail A1 1
1:2000
16. Gambar desain 1 set A3 5
17. Gambar desain 1 set A1 1
18. Executive Summary A4 5

19. Laporan Soft Copy (Eksternal Hardisk) 1 Tb 5

Jumlah
Jumlah BLNP
48