Anda di halaman 1dari 3

2.1.3.1.1.1.

PENATAAN RUANG
Indikator Kinerja Utama Sub Urusan Penataan Ruang adalah Pemenuhan
Standard Pelayanan Minimal (SPM) di Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang pada Sub bidang penataan ruang, yakni persentase tersedianya
informasi mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) wilayah Provinsi beserta
rencana rincinya melalui peta analog dan peta digital sebesar 100% pada
Tahun 2019.
Pasca ditetapkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 2
Tahun 2017, penyelenggaraan penataan ruang daerah di Provinsi Sumatera
Utara mulai memasuki tahapan pemanfataan ruang dan pengendalian
pemanfaatan ruang. Sebagaimana dituangkan dalam RPJPD Provinsi
Sumatera Utara terkait sasaran bidang penataan ruang adalah terwujudnya
tata ruang wilayah Provinsi Sumatera Utara yang serasi baik dengan RTRW
Kabupaten/Kota maupun dengan kepentingan pembangunan sektoral Provinsi
Sumatera Utara bidang tata ruang diamanatkan untuk mewujudkan
keserasian rencana pembangunan dengan rencana tata ruang, sehingga
kemudian rencana tata ruang dijadikan sebagai acuan kebijakan spasial lintas
sektor.
Untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan peningkatan kompetensi
sumber daya manusia dan kelembagaan di bidang penataan ruang, kualitas
rencana tata ruang, dan efektivitas penerapan serta penegakan hukum dalam
perencanaan, pemanfaatan, maupun pengendalian pemanfaatan ruang.
Capaian Indikator Penatan Ruang Provinsi Sumatera Utara tahun 2019
adalah sebagai berikut :

Tabel. 2.8 Capaian Indikator Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara


2019
No Indikator 2017 2018 2019 Target
RPJMD
2019
1 Persentase kesesuaian antara rencana …….. …….. NA
tata ruang wilayah dengan implementasi 70
pembangunan daerah (%)
2 Tersedianya regulasi daerah tentang …….. …….. NA
1 Perda/
pengendalian pemanfaatan ruang
Pergub
(Perda/Pergub)
3. Persentase tersedianya informasi …….. …….. NA
mengenai rencana tata ruang (RTR)
20
wilayah Provinsi berserta rencana rincinya
melalui peta analog dan peta digital (%)
4 ...... 88,51 NA 89,23
Sumber : Dinas Dinas Sumber Daya Air, Ciptakarya dan Tataruang Provsu, 2019

Dari table diatas dapat dilihat bahwa


…………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………
……

2.3. Permasalahan Pembangunan Daerah

2.3.1 Permasalahan daerah yang berhubungan dengan Prioritas dan


Sasaran Pembangunan Daerah
2.4 Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Permasalahan bidang Pekerjaan umum tahun 2019 adalah
a. belum optimalnya penanganan ruas jalan dan jembatan kewenangan
provinsi, Untuk mengoptimalkan kenyamanan dankelancaran lalu
lintas, maka kondisi jalan masih perluditingkatkan lagi.
b. Cakupan pelayanan air minum belum optimal dan masih
perluditingkatkan, akar masalah terkait hal ini adalah sebaran sumber
air baku tidak merata sesuai dengan kepadatan penduduk, sehingga
pendistribusian air minum belum merata dan Kualitas air baku rendah
serta kualias air baku befluktuasi di beberapa tempat.
c. Cakupan pelayanan air limbah belum maksimal, akar permasalahan
terkait hal ini adalah Masih rendahnya kualitas dan kapasitas
infrastruktur pengolahan limbah setempat dan Rendahnya
pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentangPerilaku Hidup Bersih
Dan Sehat (PHBS), terutamamenyangkut limbah
d. Belum Optimalnya pelayanan persampahan, akar masalah dari hal ini
adalah Belum memadainya sarana dan prasarana pengelolaan
persampahan terpadu (pada sumber, TPS, TPA, dan pengangkutan dari
hulu ke hilir) dan Perilaku masyarakat membuang sampah
sembarangan sertabelum ada kesadaran dalam mengurangi dan
memilah sampah (3R).
e. Tambahkan permasalah kondisi irigasi………………………..
f. Tambahkan Permasalahan………………………………kapasitas daya
tamping sumber air baku

Permasalahan Bidang Penataan Ruang Antara lain


a. adanya ketidaksesuaian antara perencanaan tata ruang dengan
pembangunan yang dilakukan.
b. Belum tersedia regulasi daerah tentang Pengendalian Pemanfaatan
ruang di Provinsi Sumatera utara