Anda di halaman 1dari 12

PENDAHULUAN

Tanaman karet dikenal sebagai penghasil getah atau yang lebih dikenal dengan nama
lateks. Berbagai kebutuhan industri sangat memerlukan lateks sebagai bahan baku seperti
pembuatan ban, sepatu dan lain sebagainya. Untuk selalu menyediakan bahan baku tersebut
perlu dilakukan budidaya karet yang baik dan benar, hal ini di khususkan sekali dalam hal
penyadapan karet di kebun. Penyadapan yang dilakukan secara tepat dan benar akan
mencapai potensi produktifitas dari tanaman karet yang mencapai 30 – 35 tahun dan tentunya
akan menhasilkan keuntungan dari segi ekonomis jika dibandingkan dengan penyadapan
yang dilakukan secara tidak tepat. Penyadapan yang benar dan tepat adalah penyadapan yang
selalu mematuhi norma norma sadapan karet yang meliputi persiapan penyadapan dan
pelaksanaan penyadapan di kebun.

1. Persiapan Penyadapan

Persiapan penyadapan karet sangat menentukan dalam pelaksanaan penyadapan di


kebun. Penyadapan hanya dilakukan pada tanaman karet yang telah dewasa. Tanaman
dewasa tersebut belum menentukan secara pasti siapnya dilakukan penyadapan,untuk itu
perlu dilakukan pengujian yang bertujuan untuk menentukan kriteria dari suatu pohon apakah
sudah mencapai matang sadap atau belum.
Menentukan matang sadap tanaman karet dapat ditentukan melalui Umur Tanaman
dan Pengukuran Lilit Batang .Penyadapan dapat dilakukan sekitar umur 4,5 - 6 tahun
tergantung pada klon dan lingkungan. Kriteria umur tersebut tidak dapat dijadikan pedoman
baku untuk menentukan matang sadap, yang hanya dapat dijadikan pedoman tepat untuk
menentukan matang sadap adalah dengan melakukan pengukuran lilit batang. Pengukuran
lilit batang terhadap pohon yang sudah masuk matang sadap dapat dilakukan dengan
mengukur lilit batang pada ketinggihan 100 cm dari permukaan tanah. Jika lilit batang
berukuran 45 cm atau lebih, maka dapat dikatakan sudah memiliki kriteria matang sadap.
Matang sadap pohon tercapai apabila sudah mampu diambil lateksnya tanpa menyebabkan
gangguan terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Kesanggupan tanaman untuk
disadap dapat ditentukan berdasarkan umur dan lilit batang tersebut.
Apabila pada kebun, jumlah tanaman matang sadap sudah mencapai >60%. Misalkan,
jarak tanam 6 x 3 m berarti terdapat 555 pohon/ha, maka pohon matang sadapnya sudah
mencapai 333 pohon/ha sudah dapat dilakukan penyadapan. Hal ini didasarkan pada produksi
yang dihasilkan secara ekonomis cukup menguntungkan untuk memproduksi sejumlah pohon
tersebut .
Umur (bulan) Lilit batang (cm)
12 10,58

18 14,35

24 18,55

30 23,05

36 27,69

42 32,34

48 36,88

54 38,35

60 45,25

2. Penyadapan

Pemungutan hasil tanaman karet disebut penyadapan karet. Tujuan dari penyadapan
karet ini adalah membuka pembuluh lateks pada kulit pohon agar lateks cepat mengalir.
Kecepatan aliran lateks akan berkurang apabila takaran cairan lateks pada kulit berkurang.
Penyadapan dilakukan dengan ketinggian 130 cm dari permukaan tanah merupakan bidang
sadap yang tepat untuk mengoptimalkan hasil selama kurun waktu sekitar 30 tahun.
Mengingat usia ekonomis tanaman karet adalah 30 – 35 tahun, maka penyadapan harus
dilakukan secara optimal pula. Penyadapan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak
merusak kulit tersebut. Jika terjadi kesalahan dalam penyadapan, maka produksi karet akan
berkurang.

Penyadapan dilakukan dengan memotong kulit pohon karet sampai batas kambium
dengan menggunakan pisau sadap. Jika penyadapan terlalu dalam dapat membahayakan
kesehatan tanaman, dan juga untuk mempercepat kesembuhan luka sayatan maka diharapkan
sadapan tidak menyentuh kayu atau pembuluh xilem akan tetapi paling dalam 1,5 mm
sebelum kambium.
Sadapan dilakukan dengan memotong kulit kayu dari kiri atas ke kanan bawah dari
arah utara ke selatan dengan sudut kemiringan 30˚ dari horizontal batang menggunakan pisau
sadap yang berbentuk V. Semakin dalam sadapan akan menghasilkan banyak lateks asalkan
tidak mencapai lapisan kayu. Pada proses penyadapan perlu dilakukan pengirisan. Bentuk
irisan berupa saluran kecil yang berukuran lebar 1,6 mm - 2 mm dengan kedalaman 1 mm -
1,5 mm dan berbentuk spiral setengah lingkaran batang. Melalui saluran irisan tersebut akan
mengaliri lateks selama 1-2 jam. Sesudah itu lateks akan mengental. Lateks yang mengalir
tersebut ditampung ke dalam mangkok yang digantungkan pada bagian bawah bidang sadap.
Aliran lateks ke mangkok dibantu dengan talang senk yang ditancapkan 10 cm dari pangkal
bidang sadap.
Ukuran saluran yang diiris dengan pisau sadap berhubungan erat dengan usia
produktifitas lateks yang di hasilkan. Pada dasarnya ukuran lebar saluran lateks yang optimal
adalah 1,5 mm - 2 mm dan kedalaman 1 – 1,5 mm, karena dengan penyadapan yang optimal
dapat mencapai potensi lateks yang dihasilkan pada 1 batang selama 30 – 35 tahun. Orang
yang melakukan penyadapan haruslah orang yang benar benar profesional untuk mencapai
target tersebut dan itulah alasannya kenapa penyadap di perkebunan karet dihargai dengan
gaji yang besar.
Musuh yang paling mengganggu para penyadap karet adalah hujan di pagi hari. Sebab
jika kulit batang karet basah, getah akan luber keluar dari jalur yang dibentuk oleh tarikan
pahat. Jika hujan terjadi pada pagi hari karet tidak dapat di sadap karena akan menyebabkan
terbawanya ion ion logam oleh air hujan yang dapat menyebabkan rendahnya kualitas lateks.
Sedangkan musuh yang paling ditakutkan adalah hujan turun saat mengumpulkan getah dari
mangkuk penampung. Hasil memutari pohon-pohon karet satu kebun bisa jadi tanpa hasil
jika air hujan meluberi tempurung penampung cairan getah karet.
kegiatan penyadapan karet di kebun akan mempengaruhi kualitas lateks di
pengolahan. Untuk memperoleh hasil karet yang bermutu tinggi, selain penyadapan yang
dilakukan dengan baik dan benar, kebersihan juga harus diperhatikan. Hal ini pertama tama
berlaku untuk alat alat yang digunakan dalam penyadapan karet. Jika alat kotor, terlebih
dahulu dibersihkan. Pisau sadap yang kurang tajam ataupun yang berkarat harus dikikir
sampai bersih. Karatan pada pisau sadap mengandung senyawa logam, jika senyawa logam
masuk bersamaan lateks akan menyebabkan rendahnya mutu lateks.. Kotoran kotoran lainnya
seperti tanah ataupun debu yang bercampur dengan lateks dapat menyebabkan terjadinya
prakoagulasi dan terbentuknya lump sebelum lateks sampai di pebrik untuk diolah.
Pada umumnya tanaman karet disadap 3 hari sekali, sehingga luas panen per hari
kurang lebih 1/3 dari total luas tanaman menghasilkan (TM). Untuk lahan yang datar, 1 orang
penyadap mampu menyadap seluas 1 hektar. Pada pratikum kali ini akan dilakukan berupa
persiapan sebelum penyadapan dan pelaksanaan penyadapan pada kebun karet politani.
Kegiatan pratikum ini ditujuankan untuk mengetahui cara kegiatan penyadapan yang
biasanya dilakukan di perkebunan.
PROSEDUR KERJA

Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah pohon karet dewasa.

Peralatan yang digunakan adalah

• pisau sadap,
• mangkuk,
• cincin mangkok,
• pisau mal,
• talang lateks
• tali cincin
• batu asahan
• meteran .

Cara kerja dari praktikum ini adalah

1. Persiapan penyadapan

• Ukur lilit batang tanaman karet pada ketinggihan 1 m dari pertautan okulasi (kaki
gajah) dan beri tanda totol dengan cat hitam berdasarkan ketentuan sebagai berikut:
o Totol 1 pada tanaman karet dibuat jika lilit batang berukuran 35 cm – 39 cm
o Totol 2 pada tanaman karet dibuat jika lilit batang berukuran 40 cm – 44 cm
o Totol 3 pada tanaman karet dibuat jika lilit batang berukuran > 45 cm
• Jika lilit tanaman sudah > 45 cm, gambar bidang sadap 130 cm dari permukaan tanah
dari kiri atas ke kanan bawah dari arah utara ke selatan dengan sudut kemiringan
sadap 40° terhadap bidang datar dengan menggunakan mal.
• Iris miring sepanjang ½ spiral pada gambar bidang sadap yang telah ditentukan
dengan pisau mal.
• Pasang talang pada pohon karet dengan jarak 10 cm dari ujung bidang sadap dan
pasang mangkok dengan cara digantung pada pohon dengan jarak 10 cm dari talang

2. Penyadapan

• Pilih pohon karet yang siap sadap atau memiliki kriteria siap sadap ataupun pada
tanaman karet memiliki tanda totol 3.
• Buat pola sadap, bukaan sadap ditentukan 130 cm dari permukaan tanah, dan bidang
sadapan digambar dengan bentuk spiral dari kiri atas ke kanan bawah membentuk
sudut 40˚ terhadap garis horizontal.
• Lakukan penyadapan dengan cara kulit pohon dibersihkan dan selanjutnya diiris
dengan pisau sadap yang berbentuk V dengan tebal irisan 1,5 - 2,0 mm, kedalaman
irisan 1 - 1,5 mm.
• Tancapkan talang yang terbuat dari senk dengan jarak 10 cm dari ujung bidang sadap
• Lilitkan tali pada batang dan gantungkan cincin mangkok yang terbuat dari kawat
dengan jarak 10 cm dari talang
• Gantungkan mangkok diatas cincin kawat sehingga lateks tertampung pada mangkok
• Pastikan semua alat terjaga kebersihannya dan terbebas dari kotoran yang menempel
PEMBAHASAN

pada pratikum persiapan penyadapan, hal pertama yang harus diketahui adalah
kondisi dimana tanaman sudah matang sadap. Matang sadap pohon tercapai apabila sudah
mampu diambil lateksnya tanpa menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan dan
kesehatan tanaman. Matang sadap untuk tanaman karet adalah bila lingkar batang mencapai
45 cm atau lebih pada ketinggihan 1 m diatas permukaan tanah, selain itu jumlah tanaman
yang memenuhi kriteria tersebut besar dari 60% dari jumlah pohon per satuan luas. Sebagai
contohnya apabila pada kebun, jarak tanam 6 x 3 m berarti terdapat 555 pohon/ha, maka
pohon matang sadapnya sudah mencapai 333 pohon/ha sudah dapat dilakukan penyadapan.
Hal ini didasarkan pada produksi yang dihasilkan secara ekonomis cukup menguntungkan
untuk memproduksi sejumlah pohon tersebut. Selain di lihat dari segi lilit batang, kondisi
umur pada kebun karet juga dapat menjadi patokan dalam penentuan matang sadap, namun
parameter umur tidak seakurat pengukuran lilit batang dalam menentukan kriteria matang
sadap pada tanaman karet.
Jika pohon karet sudah matang sadap atau belum memiliki kriteria matang sadap,
adakalanya diberikan tanda tanda pengenal pada setiap pohon karet yang bertujuan sebagai
kemudahan dalam kegiatan panen. Jika suatu tanaman karet setelah di ukur lilit batangnya,
maka harus diberikan tanda pengenal yang disebut totok. Totok berbentuk titik bulat yang
berdiameter 4 – 5 cm menggunakan cat hitam pada batang tersebut. Adapun jenis dan
ketentuan tanaman karet yang diberi totok adalah sebagai berikut:

• Totol 1 pada tanaman karet dibuat jika lilit batang berukuran 35 cm – 39 cm.
Artinya tanaman tersebut dapat disadap satu tahun mendatang.
• Totol 2 pada tanaman karet dibuat jika lilit batang berukuran 40 cm – 44 cm.
Artinya tanaman dapat disadap 6 bulan yang akan datang
• Totol 3 pada tanaman karet dibuat jika lilit batang berukuran > 45 cm. Artinya
tanaman tersebut siap disadap.

Setelah tanaman telah diketahui sudah matang sadap atau bertanda totok 3, langkah
selanjutnya adalah pembuatan bidang sadap menggunakan mal. Bidang sadap digambar 130
cm dari permukaan tanah dari kiri atas ke kanan bawah dari arah utara ke selatan dengan
sudut kemiringan sadap 40° terhadap bidang datar dengan menggunakan mal tersebut.
Kemudian iris miring sepanjang ½ spiral pada gambar bidang sadap yang telah ditentukan
dengan pisau mal seperti pada gambar berikut:

Setelah penggambaran bidang sadap, talang dipasang pada pohon karet dengan jarak
10 cm dari ujung bidang sadap dan mangkok sadap diletakkan di atas cincin mangkuk dan
diikat dengan tali ke batang dengan jarak 10 cm dari talang dan selanjutnya pohon karet
sudah dapat disadap
Pada dasarnya penyadapan adalah kegiatan pemutusan atau pelukaan pembuluh
lateks, sehingga lateks yang dikenal dengan getah karet akan keluar melalui aliran yang
dibuat. Keluarnya lateks adalah dengan adanya tekanan pada pembuluh lateks sebagai akibat
adanya tekanan turgor, yaitu tekanan pada dinding sel oleh isi sel. Semakin banyak isi sel
semakin besar tekanan pada dinding sel atau turgor. Dengan semakin besarnya turgor ini
semakin besar tekanan pada pembuluh lateks dan semakin banyak lateks yang keluar melalui
pembuluh lateks.Turun-naiknya tekanan turgor dipengaruhi oleh waktu, yang tentu saja
berpengaruh terhadap pengaliran lateks. Tekanan turgor tertinggi adalah pada jam 4.00–8.30
pagi. Pada saat itu penyadapan layak dilakukan untuk mendapatkan tetesan lateks yang
banyak. Sejalan dengan waktu dan intensitas sinar matahari yang semakin tinggi
menyebabkan tekanan turgor semakin menurun, sehingga menyebabkan tekanan turgor
semakin turun dan pengaliran lateks semakin sedikit.
Kedalaman sadap berpengaruh pada banyaknya kulit yang disadap pada saat
penyadapan dan berpengaruh pada jumlah berkas pembuluh lateks yang terpotong. Semakin
dalam kedalaman sadap maka semakin banyak berkas pembuluh lateks yang terpotong. Pada
kedalaman kulit 0.5 mm dari lapisan kambium memiliki jumlah pembuluh lateks terbanyak,
yaitu kurang lebih 80 lingkaran pembuluh lateks. Kedalaman irisan yang dianjurkan adalah 1
mm – 1.5 mm dari lapisan kambium. Bagian ini harus disisakan untuk menutupi lapisan
kambium agar kulit pulihan yang terbentuk nantinya tidak rusak sehingga produksi lateks
tetap seimbang. Berikut ini adalah tabel pengaruh kedalaman irisan terhadap lingkaran
saluran lateks yang terpotong :
Kedalaman irisan sadap dari Saluran Latexs yang
kambium (mm) terpotong
2.0 38

1.5 48

1.0 62

0.5 80
Kedalaman irisan sadap dianjurkan 1 – 1.5 mm dari kambium dengan dasar pemikiran
bahwa di dalam kulit batang terdapat pembuluh lateks yang semakin kedalam semakin
banyak. Kerusakan kambium harus dihindari agar kulit pulihan dapat terbentuk dengan baik,
sehingga lamanya penyadapan bisa mencapai 25–30 tahun. harus kurang dari 1 mm dari sisa
kulit. Penyadapan terlalu dangkal menyebabkan berkas pembuluh lateks semakin sedikit yang
terpotong yang berarti semakin sedikit jumlah lateks yang didapatkan.
Melalui saluran irisan yang telah dibuat dengan pisau sadap akan mengaliri lateks
selama 1-2 jam. Sesudah itu lateks akan mengental. Lateks yang mengalir tersebut
ditampung ke dalam mangkok yang digantungkan pada bagian bawah bidang sadap.
Pada umumnya tanaman karet disadap 3 hari sekali, sehingga luas panen per hari
kurang lebih 1/3 dari total luas tanaman menghasilkan (TM). Hasil dari analisis penyadapan
dengan frekuensi 1 x 3 hari akan mencapai usia ekonomis dari tanaman karet tersebut yang
berkisar 30 – 35 th. Jika dalam 1 kali sadap menghabiskan 2 mm kulit sayatan, maka dalam 1
bulan akan menghabiskan 20 mm (2cm) kulit sayatan, sedangkan dalam 1 bukaan sadap
memiliki ukuran 2 – 3 cm. Jika tinggi panel bukaan sadap adalah 130 cm, artinya dalam 130
cm memiliki 65 bukaan sadap dan masing masing bukaan sadap akan habis dalam 1 bulan,
jadi terdapat 65 bulan ( 5 – 5,5 tahun) dalam 1 panel. Dalam satu pohon karet memiliki 4
panel, maka akan menghabiskan waktu 20 – 24 tahun untuk melakukan penyadapan. Dalam
waktu 20 tahun tersebut tanaman karet telah dapat menyembuhan luka sadap pada panel 1,
sehingga pada panel tersebut dapat disadap kembali meskipun lateks yang dihasilkan akan
sedikit. Pada usia > 20 tahun, penyadapan diharapkan lebih besar dari sebelumnya ( > 2 mm)
dan dilakukan setiap hari.
kegiatan penyadapan karet di kebun akan mempengaruhi kualitas lateks di
pengolahan. Untuk memperoleh hasil karet yang bermutu tinggi, selain penyadapan yang
dilakukan dengan baik dan benar, kebersihan juga harus diperhatikan. Hal ini pertama tama
berlaku untuk alat alat yang digunakan dalam penyadapan karet. Jika alat kotor, terlebih
dahulu dibersihkan. Pisau sadap yang kurang tajam ataupun yang berkarat harus dikikir
sampai bersih. Karatan pada pisau sadap mengandung senyawa logam, jika senyawa logam
masuk bersamaan lateks akan menyebabkan rendahnya mutu lateks.. Kotoran kotoran lainnya
seperti tanah ataupun debu yang bercampur dengan lateks dapat menyebabkan terjadinya
prakoagulasi dan terbentuknya lump sebelum lateks sampai di pebrik untuk diolah.
Penyadapan pada saat hari hujan juga harus ditunda karena mengingat air hujan mengandung
senyawa logam dan jika senyawa tersebut masuk ke dalam lateks akan menyebabkan
rendahnya mutu lateks tersebut.
KESIMPULAN

Untuk menentukan suatu tanaman karet sudah mencapai kriteria sadap matang dapat
dilakukan pengukuran lilit batang. Lilit batang diukur 130 cm dari tanah, jika sudah melewati
45 cm tanaman karet tersebut sudah dapat dikatakan sudah mencapai sadap matang. Biasanya
pada perkebunan perkebunan jika populasi sudah mencapai 60% memiliki ukuran lilit batang
yang > 45 cm maka kebun karet tersebut boleh disadap karena sudah mengalami keuntungan
dari segi ekonomis.
Untuk memperoleh hasil sadap yang baik, penyadapan harus mengikuti aturan
tertentu agar diperoleh hasil yang tinggi, menguntungkan, serta berkesinambungan dengan
tetap memperhatikan faktor kesehatan tanaman. Penyadapan harus dilakukan oleh orang yang
sudah profesional karena faktor produktifitas tanaman juga ditentukan oleh penyadapan yang
dilakukan secara tepat dan benar.
LAPORAN PRATIKUM

PERSIAPAN PENYADAPAN DAN


PENYADAPAN

TANAMAN KARET

MENDRA KURNIAWAN

0811123007

JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERKEBUNAN

POLYTECHNIC AGRYCULTURE OF ANDALAS UNIVERSITY

2010