Anda di halaman 1dari 11

1.

Pengertian Hotel

Bagi wisatawan, hotel sebagai tempat penginapan diharapkan seperti rumah ideal atau a home
away from home. Usaha penyediaan akomodasi adalah usaha yang menyediakan pelayanan
penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan pariwisata lainnya. Hotel meruapakan salah
satu jenis usaha penyediaan akomodasi. Berdasarkan Peraturan Mentri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif No.PM.53/MH.001/MPEK/2013, tentang Standart Usaha Hotel menyebutkan hotel adalah
usaha penyediaan akomodasi berupa kamar kamar di dalam suatu bangunan, yang dapat dilengkapi
dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan/atau fasilitas lainnya secara harian
dengan tujuan memperoleh keuntungan Pengertian hotel menurut SK Menteri Pariwisata, Pos, dan
Telekomunikasi No. KM 37/PW. 340/MPPT-86 dalam Sulastiyono (2011:6), adalah suatu jenis
akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa
penginapan, makanan dan minuman, serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara
komersial.

Jadi, berdasarkan beberapa definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa hotel merupakan
suatu badan usaha yang bergerak dibidang jasa dan didalamnya terdapat beberapa unsur pokok
yang terkandung dalam pengertian hotel yaitu:

1) Suatu jenis akomodasi


2) Menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada
3) Menyediakan fasilitas pelayanan jasa penginapan
4) Menyediakan makan dan minuman serta jasa lainnya
5) Fasilitas dan pelayanan tersebut disediakan untuk para tamu dan masyarakat umum yang
menginap
6) Berfungsi sebagai tempat sementara
7) Dikelola secara komersial

2. Jenis dan Penggolongan Usaha Hotel


1) Jenis Hotel

Klasifikasi hotel bertujuan untuk mengelompokkan sebuah hotel kedalam tingkatan atau kelas,
berdasarkan atas suatu penilaian tertentu. Dalam pengklasifikasian hotel suatu negara akan

1
berbeda dengan negara lainnya. Di Negara Indonesia pada tahun 1997, dengan keputusan
Menparpostel No.PM.10/PW.301/Pdb-77 tentang usaha dan klasifikasi hotel, ditetapkan bahwa
penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada jumlah kamar, fasilitas, peralatan yang
tersedia, dan mutu pelayanan.Berdasarkan atas penilaian tersebut, di Negara Indonesia hotel
diklasifikasikan menjadi lima kelas atau lima kelompok, dari hotel bintang satu hingga hotel
berbintang lima, maksud dan tujuan pengelompokan ini bertujuan untuk:

(a) Sebagai pedoman teknis calon investor untuk memilih investasinya dibidang usaha perhotelan
apakah pada hotel berbintang atau melati.
(b) Memberikan informasi kepada tamu yang akan menginap di hotel mengenai standar fasilitas
yang dimiliki oleh masing masing jenis dan tipe hotel.
(c) Agar terciptanya suatu persaingan yang sehat antara pengusaha hotel.
(d) Agar tercipta keseimbangan antara permintaan (supply) daa penawaran (demand) dalam usaha
perhotelan.

Seiring berkembangnya industri pariwisata di dunia, maka pesatlah pembangunan hotel, maka
dalam persaingan dan berdasarkan tolak ukur daerah wisata ada banyak varian hotel. Jenis hotel
itu sendiri terbagi atas beberapa jenis, yaitu berdasarkan lokasi dan tempat hotel, unsur atau
komponen harga kamar, tarif hotel, jenis dan tipe tamu, lama tamu yang menginap, lama buka
hotel dalam setahun, desain dan struktur hotel, dan ukuran dan jumlah kamar.

(a) Berdasarkan Lamanya Tamu Menginap :


- Transient Hotel
Hotel ini biasanya berlokasi di tengah kota. Kepentingan tamu menginap sebagian besar
adalah untuk urusan bisnis dan turis
- Residential Hotel
Hotel ini pada dasarnya merupakan rumah- rumah berbentuk apartemen dengan kamar-
kamarnya dan disewakan secara bulanan atau tahunan. Hotel ini menyediakan kemudahan-
kemudahan seperti restoran, layanan makanan diantar ke kamar, dan pelayanan kebersihan
kamar.
(b) Berdasarkan Lokasi Hotel :
- Resort Hotel

2
Hotel ini pada umumnya berlokasi di tempat-tempat wisata,dan menyediakan tempat-
tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi untuk tamu – tamunya.
- City Hotel
Hotel ini pada umumnya berlokasi ditengah kota, dan ruang serta fasiliitas konferensi untuk
tamu-tamunya.
(c) Berdasarkan Jaringan Pemasarannya :
- Jaringan Hotel Internasional
Hotel ini pengelolaannya dibawah hotel jaringan internasional sehingga pemasaran dan
fasilitas antara jarinngan hotel dalam satu group sama.
- Jaringan Hotel Nasional
Hotel ini pengelolaannya dibawah hotel jaringan nasional sebagai pemasaran dan fasilitas
antara jaringan di satu group akan sama.
- Hotel yang dikelola secara independen
Hotel yang dimiliki secara personal sehingga dari segi pemasaran dan pengelolaannya
tergantung dari pemilikinya.
(d) Berdasarkan Tipe Harga Kamar (plan) :
- European Plan
Harga kamar hanya termasuk kamar, serta konsumsi makan dan minuman dicharge(tagih)
berpisah dengan harga kamar ( tidak termasuk harga makan)
- American Plan
Harga kamar yang sudah termasuk harga makan dan minum, dalam perkembangan saat ini
american plan terbagi atas dua bagian, yaitu Full American Plan, adalah harga kamar sudah
termasuk breakfast, lunch, dan dinner, dan Modified Amerikan Plan, adalah harga kamar
yang termasuk harga untuk breakfast, lunch atau dinner.
- Continental Plan
Harga sewa hotel sudah termasuk sewa kamar ditambah harga makan satu kali, yaitu
breakfast. Jenis makanan breakfast yang disediakan adalah makanan continental.
- Bermuda Plan
Harga sewa kamar hotel sudah termasuk harga kamar ditambah harga makan satu kali,
yaitu breakfast. Jenis makanan breakfast yang disediakan adalah makanan ala American
atau English.

3
(e) Berdasarkan Kepemlikian dan Manajemennya :
- Property Ownership
Hotel yang tidak mempunyai hubungan kepemilikan atau pengelolaannya, dan tidak
berinduk pada perusahaan yang lain.
- Franchise
Hotel yang pengeolaannya memakai cara atau pola yang diciptakan serta dikembangkan
oleh perusahaan atau hotel-hotel lainnya.
- Management Contract
Hotel yang pemilikinya membeli jasa pengelolaan dari perusahaan lain dengan membayar
sejumlah uang sesuai dengan perjanjian awal.
(f) Berdasarkan jumlah/fasilitas tempat tidur di kamar :
- Single Room
Kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat tidur berukuran single
untuk satu orang
- Twin Room
Kamar untuk dua orang yang dilengkapi dengan dua buaha tempat tidur untuk dua orang
tamu berukuran single
- Double Room
Kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat tidur berukuran besar
(double) untuk dua orang.

3. Sejarah Perkembangan Hotel


1) Sejarah Perkembangan Hotel di Eropa dan Amerika

Kata hotel dulunya berasal dari kata Hospitium (Bahasa latin) artinya ruang tamu. Dalam
jangka waktu lama kata Hospitium mengalami proses perubahan pengertian dan untuk
membedakan antara Guest Room dan Masion House yang berkembang pada saat itu, maka rumah-
rumah besar disebut dengan hostel. Kata hostel berasal dari bahasa Perancis kuno. Lambat laun
huruf “s” pada kata hostel tersebut menghilang atau dihilangkan orang. Sehingga kata hostel
berubah menjadi hotel seperti yang dikenal sekarang.

4
Pada tahun 3000 Sebelum Masehi telah ada penginapan pertama yang berbentuk “inn”, yaitu
rumah-rumah pribadi dengan beberapa kamar yang disediakan bagi pejalan kaki untuk istirahat
atau tidur. Kemudian pada tahun 961 Sesudah Masehi, di swiss-Alpine, Augustinian Monks
membangun hotel le Grand Saint Bernard Hospice yang diperuntukkan bagi orang yang berziarah
dari dan ke Roma.

Eropa dan Amerika merupakan pelopor lahirnya hotel-hotel modern yakni pada abad ke-18.
Misalnya Hotel Covent Garden yang dirikan tahun 1774, selain memiliki fasilitas lengkap dan
jumlah kamar yang banyak, hotel ini juga berdampingan langsung dengan bioskop dekat
Westminsfer di London. City Hotel dibangun pertama kali di New York pada tahun 1794, Tahun
1800-an, Amerika menjadi negara pengembang usaha hotel yang utama, tapi karena harganya
mahal hanya kaum hartawan yang bisa menginap di hotel mewah bergaya Eropa. Kemudian pada
tahun 1829, Hotel Trenont House di boston Amerika yang pertama kali melengkapi hotelnya
dengan lobby dan menyediakan kamar privat dengan pintu kamar dipasang kunci pengaman.

Pada awal 1900-an, pelayanan hotel secara profesional mulai dikembangkan oleh Ellsworth
M.Statler, seorang operator hotel di Amerika, yang melengkapi kamar dengan kamar mandi privat
dan kaca rias yang lebar. Pada pertengahan tahun 1900-an, mulai berkembangnya hotel-hotel yang
dikelola oleh suatu mata rantai pengelola usaha hotel (individu atau suatu perusahaan yang
memiliki beberapa hotel).

2) Sejarah Perkembangan Hotel Di Indonesia

Pada jaman penjajahan belanda sudah ada usaha akomodasi yang dikelola secara komersial,
tapi belum dikelola secara modern, seperti:

a) Hotel Savoy Homan di Bandung dibangun tahun 1888, kemudian direnovasi tahun 1937 dan
selesai tahun 1939.
b) Hotel Preanger dibangun tahun 1897, kemudian baru pada tahun 1928 menjadi hotel yang lebih
terkonsep.
c) Hotel Mij De Boer (Belanda), yang diperuntukkan untuk penguasa perkebunan dan pejabat
pemerintah Belanda. Dalam rangka nasionalisasi pada tanggal 14 Desember 1957 diambil alih
Indonesia dan berganti nama menjadi Hotal Dharma Bhakti, kemudian diubah lagi menjadi
Hotel Dharma Deli.

5
d) Grand Hotel de Djokya, hotel lama di Malioboro – Yogyakarta didirikan tahun 1908 dan
beroperasi tahun 1911, kemduain setelah direnovasi diganti menjadi Hotel Garuda.

Hotel Indonesia yang diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1962 untuk menyambut Asian Games
IV merupakan hotel bintang lima pertama di Jakarta. Hotel yang sekarang berganti nama menjadi
Hotel Indonesia Kempinski Jakarta ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemda DKI Jakarta
pada tahun 1993.

4. Struktur Organisasi dan Standard Operational Procedure (SOP) pada Hotel


1) Struktur Organisasi Hotel

Pengelolaan manajemen hotel umumnya memiliki prinsip-prinsip yang sama dengan prinsip-
prinsip pada manajemen organisasi perusahaan lainnya. Prinsip-prinsip pengelolaan manajemen
hotel ditentukan pada falsafah serta gaya manajemen yang dimiliki oleh pemilik dan manajemen
hotel. Falsafah dan gaya manajemen inilah yang akan dijadikan sebagai suatu dasar untuk
menetapkan visi dan misi perusahaan. Visi merupakan suatu gambaran ideal yang ingin dicapai
oleh perusahaan dimasa depan. Sedangkan misi adalah suatu pernyataan tentang usaha hotel.
Besarkan visi dan misi tersebut, maka hotel akan menyusun sasaran-sasaran yang hendak dicapai
dalam bentuk kebijakan-kebijakan perusahaan, seperti: pasar yang dituju, jenis produk yang
dihasilkan, standar produk yang dihasilkan, keuntungan yang ingin dicapai, serta pola
hubungan antara perusahaan dengan karyawan, pemasok, komunitas, dan masyarakat
disekitarnya.

Organisasi menunjukkan suatu tingkatan hierarki, dimana dari struktur organisasi tersebut
dapat diketahui bagian-bagian yang ada di hotel, hubungan antara bagian di hotel serta hubungan
antara atasan dan bawahan. Pada umumnya, dasar penyusunan organisasi antara hotel yang satu
dengan hotel yang lain mempunyai kesamaan dikarenakan setiap hotel mempunyai produk layanan
yang sama, yaitu: sewa kamar, makanan dan minuman, sport, dan produk lainnya. Akan tetapi
bentuk dan luas organisasi hotel akan berbeda antara hotel yang satu dengan hotel yang
lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya perbedaan tipe dan jenis hotel, size hotel
(besar atau kecil), fisik bangunan hotel, kemampuan tenaga kerja yang ada didalamnya, serta
sistem manajemen dan pengelolaan yang diberlakukan.

6
Struktur organisasi dirancang sesuai dengan kebutuhan hotel, semakin besar dan lengkap
fasilitasnya maka struktur organisasinya pun semakin kompleks. Berdasarkan struktur organisasi,
dapat ditentukan perkiraan jumlah karyawan yang dibutuhkan secara keseluruhan. Struktur
organisasi dasar yang dimiliki pada hotel biasanya disusun berdasarkan fungsionalnya, seperti:
marketing, accounting, personal, dan produksi. Struktur organisasi merupakan bagan organisasi
dan rantai perintah. Dari struktur organisasi karyawan dan organisasi di dalamnya mendapatkan
informasi:
(1) Kedudukan dirinya dalam organisasi dalam batas dan jalur wewenang serta tanggung jawabnya
sehingga mengurangi kebingungan karyawan untuk mendiskusikan komplain sesuai rantai
komando.
(2) Mengetahui jenjang karir yang jelas melalui hierarki yang ada dalam jabatan-jabatan di
struktur organisasi.
(3) Memberi informasi tanggung jawab untuk jalur intruksi.
(4) Menunjukkan jalur koordinasi dan kerjasama antar bagian melalui departemen dan seksi-seksi
yang ada dalam organisasi, juga fungsi serta tugas masing-masing departemen dan seksi-seksi
yang ada sehingga meningkatkan efisiensi.

Dari struktur organisasi dapat dipersiapkan analisis jabatan (job analysis) yang terdiri dari:
(1) Uraian Tugas (Job Description), menggambarkan kewajiban dari masing-masing posisi.
(2) Standar Manual Pekerjaan (Standard Operational Procedure/SOP), memberikan gambaran
bagaimana pekerjaan atau kewajiban akan dilaksanakan.
(3) Spesifikasi Jabatan (Job Specification), umumnya spesifikasi jabatan yang ada di hotel, yaitu
seperti:
a. Manager: General Manager dan Resident Manager.
b. Head/ Manajer Departemen: Room, Food & Beverage, Accounting, Maintenance &
Engineering.
c. Chef: Kitchen dan Pastry.
d. Assistant Manager.
e. Supervisor.
f. Staf.

7
Wygant et. al (2008), membagi struktur organisasi dalam hotel menjadi tiga kategori, yakni:
(1) Hotel kecil, memiliki struktur organisasi yang sangat sederhana, terdiri dari departemen audit,
departemen maintenance, departemen sales, departemen front desk, departemen housekeeping,
dan dipimpin oleh general manager.
(2) Hotel sedang, memiliki struktur organisasi yang lebih lengkap daripada hotel kecil. Terdiri dari
room department, food & beverage department, human resources department, marketing &
sales department, accounting department, dan dipimpin oleh general manager. Dimasing-
masing departemen tersebut, memiliki beberapa sub-departemen lagi.
(3) Hotel besar, memiliki struktur organisasi yang paling kompleks diantara semua jenis hotel
yang ada. Terdiri dari banyak departmen, diantaranya yaitu department of house keeping,
department of front office, department of human resources, department of sales, departemen
of food & beverage, department of security, chief engineer, financial controller, dan chief
telecommunication operator. Masing-masing departemen tersebut memiliki banyak sub-
departemen lagi di bawahnya. Semua departemen itu akan bertanggung jawab pada resident
manager. Kemudian resident manager memiliki tanggung jawab pada assistant general
manager. Sementara itu, assistant general manager ini bertanggung jawab pada general
manager.

2) Standard Operational Procedure (SOP) Hotel


Standard Operational Procedure hotel atau yang biasa disebut SOP hotel merupakan
pedoman-pedoman yang menjadi standar dalam menjalankan tugas sebagai pegawai di sebuah
departemen perhotelan. Dengan dibuatnya SOP ini diharapkan semua departemen yang ada dapat
melakukan tugasnya sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Standar-standar tersebut
tentunya menuntut kerja keras dan disiplin setiap pegawai dalam departemen-departemen hotel
demi mencapai tujuan perusahaan. Apabila terdapat pegawai yang bertindak tidak sesuai SOP
bahkan jauh melenceng dari itu, maka tindakan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah
pemutusan hubungan kerja (PHK).
Adanya Standar Operasional Prosedur yang terstandarisasi juga masih belum cukup untuk
menciptakan sebuah kamar yang sempurna. Hal ini dikarenakan pada proses pelaksanaan Standar
Operasional Prosedur pembersihan kamar seringkali dijumpai kesenjangan yang mengakibatkan
hasil yang didapatkan kurang sesuai dengan hasil yang diinginkan. Dengan terciptanya Standar

8
Operasional Prosedur dan pelaksanaannya serta perawatan properti dan kamar yang baik, akan
membentuk kamar yang sesuai dengan permintaan konsumen masa kini. Hal ini merupakan nilai
lebih yang dimiliki suatu hotel dalam bersaing baik dengan hotel yang baru bermunculan maupun
hotel yang sudah berdiri lama.
SOP yang dimiliki setiap hotel umumnya serupa karena hampir semua hotel memiliki
departemen-departemen yang serupa. Adapun departemen-departemen yang terdapat dalam hotel,
yaitu:
1) Room Departement:
(a) Front Office, bertugas untuk memberikan pelayanan pada bagian depan hotel.
(b) Room Division, bertugas dalam administrasi yang berkaitan dengan kamar.
(c) Housekeeping, bertugas dalam penyiapan dan pembersihan kamar termasuk pelayanan
laundry.
(d) Reservation, bertugas menerima reservasi dari tamu atau agen.
(e) Bellboy, bertugas untuk memberikan pelayanan mengantar dan membantu tamu membawa
barang.
(f) Operator, bertugas memberikan pelayanan melalui telepon.

2) Food & Beverage Departement:


a) Cook, bertugas untuk menyiapkan hidangan sesuai pesanan dan bertugas pada F&B
produksi.
b) Restaurant, melaksanakan food service industry yang melayani tamu hotel maupun tamu
dari luar hotel yang tidak ada kaitannya dengan akomodasi yang tersedia.
c) Banquet, bertugas dalam memberikan pelayanan suatu acara yang sudah dipesan dan
direncanakan sebelumnya melingkupi pelayanan makanan-minuman, ruangan dan
kelengkapan peralatan yang dibutuhkan dalam waktu tertentu.
d) Bar, bertugas menyediakan, menjual, menyajikan segala macam minuman bagi para tamu,
baik yang datang langsung ke bar, restoran maupun yang pesan dari kamar di hotel tempat
mereka menginap (Room Service).
e) Pastry & Bakery, bertugas untuk menyajikan berbagai macam dessert dan roti.
f) Steward, bertugas membantu cook dan membersihkan peralatan di dapur.

9
g) Waiter/Waitress, bertugas untuk memberikan pelayanan pada tamu dan bertugas pada F&B
service.

3) Accounting Departement:
a) General Cashier, bertugas mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran kas serta
bertugas pada back office.
b) Income Auditor, bertugas untuk melaporkan pendapatan hotel dan bertanggung jawab atas
pengendaliannya.
c) Credit, bertugas untuk menganalisa kredit dan kebutuhan modal kerja hotel.
d) Staff (Account Receivable, Account Payable), bertugas untuk membantu
pengadministrasian piutang dan hutang.
e) Bookkeeper, bertugas untuk membuat penyesuaian dan memposting data akuntansi serta
menyusun laporan keuangan.
f) Marketing/Sales, bertugas untuk memasarkan hotel.
g) Personnel, bertugas dalam administrasi karyawan, ketenagakerjaan, dan keamanan.

4) Engineering Departement:
a) Chief Engineering, bertugas dalam perawatan dan perbaikan hotel, meliputi bangunan,
peralatan dan mesin-mesin serta komunikasi.

5) Minor Department:
a) Sport, bertugas memberikan pelayanan fasilitas olah raga.
b) Security, bertugas menjaga keamanan hotel.
c) Houseman, bertugas melakukan pembersihan area di luar kamar.

10
DAFTAR PUSTAKA
Kustini, Henny. 2017. General Hotel Management. Yogyakarta. CV Budi Utama.
Tjitrokusumo, Stephanie. 2014. Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur Pembersihan
Kamar di Hotel Satelit Surabaya. Surabaya. E-Journal Hospitality dan Manajemen Jasa
Vol. 2 No. 1. Universitas Kristen Petra.
Widanaputra, A.A. GP. dkk. 2009. Akuntansi Perhotelan (Pendekatan Sistem Informasi).
Yogyakarta. Graha Ilmu.

11