Anda di halaman 1dari 35

METODE PERHITUNGAN CADANGAN

“LAPORAN PERHITUNGAN CADANGAN MENGGUNAKAN METODE NEAREST


NEIGHBOUR POINT (NNP), INVERS DISTANCE WEIGHT (IDW), DAN KRIGGING PADA
SOFTWARE SURPAC SERTA % ERROR MENGHITUNG CADANGAN“

OLEH :

MUH. IQBAL ARSYIDIK


R1D1 16 062

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI
2019
Mengapa Estimasi Diperlukan.?

Sebaran Data

Sistem Blok

Keterbatasan Jumlah
Sampel
Mengetahui
Daerah
Prospek
Menghasilkan
3D untuk
perencanaan

TEKNIK KOMPOSIT
Teknik komposit digunakan untuk mereduksi jumlah data. Teknik ini mereduksi
adanya efek pencilan data (sangat tinggi maupun sangat rendah) dan bersifat erratik sehingga
dapat dikorelasikan untuk jenjang penambangan (bench composite). Outline (batas bijih) dapat
ditentukan secara vertikal dan secara horizontal. Secara vertical untuk menentukan batas
badan bijih berdasarkan data komposit dalam satu lubang bor. Secara horizontal untuk
menentukan batas badan bijih dalam suatu areal pada suatu distribusi lubang bor.
Hasil dari composite : Kadar rata-rata, Outline bijih, Volume bijih, dan Tonnase bijih.

Komposit:

∑𝒏
𝒊 𝒕𝒊.𝒈𝒊
̅=
𝒈
∑𝒏
𝒊 𝒕𝒊

Keterangan:
g = Kadar
t = Thickness (ketebalan)

*note: Cut Of Grade (COG) 1,69%.

Metode Perhitungan Cadangan 1


DATABASE

 Dalam pembuatan database, yang perlu diperhatikan adalah elemen-elemen yang


akan dipergunakan untuk keperluan pengolahan data.
 Dalam pengolahan data dalam memperoleh estimasi, data yang sangat dibutuhkan
meliputi data collar, assay, survey, geologi dan topografi.
 Data drilling terlebih dahulu dilakukan define layer dan validasi keseluruhan data.
Define Litologi Validasi Litologi
By Geologist By Mining
Limonite OB
Saprolite Ore
Bedrock Waste

DATABASE DALAM BENTUK *CSV


Collar Assay

Geologi Survey

Metode Perhitungan Cadangan 2


Pembuatan Database SURPAC
Sebelum melakukan pembuatan database, terlebih dahulu melakukan set as work
directory ke folder yang ingin dikerja agar tersimpan difolder tersebut. Klik kanan pada folder
yang dijadikan sebagai project.

1. 2.

3.

5. 4.

6.

Metode Perhitungan Cadangan 3


Import Database SURPAC
1. 2. 3.

4.

Untuk no “columm”, sesuaikan dengan no kolom pada data *.csv. Load type terdapat “insert,
5.

Panggil (input) data csv kedalam database sesuai kesamaan data.

Menampilkan Database di display SURPAC


1. 2. 3.

4. 5.

Metode Perhitungan Cadangan 4


6. 7.

8.

Pada bagian ini, kita mencoba menampilkan database dan menampilan label, pattern
dari data bor dan menampilkan costumise dalam bentuk warna sesuai dengan class masing-
masing : disini penyusun memakai JSA dengan warna OB=Brown(Coklat) Ore=Green(Hijau)
Waste=Gray(Abu-Abu).

Tampilan 3D Titik Bor

Metode Perhitungan Cadangan 5


Tampilan Hole Drill

Pembuatan Boundry
1. 2. 3.

4.

5. 6.

Metode Perhitungan Cadangan 6


7.

COMPOSITE
 Merupakan tahapan dalam pembuatan data dari database drilling menjadi data string
(*.str)
 Dalam hal ini, akan dilakukan pemisahan data antara layer geologi, misalnya layer
OB,Ore, dan Waste berdasarkan definisi validasi dari database.
 Hal ini dilakukan untuk analisis tahapan selanjutnya. Composite hanya dilakukan pada
litologi ore.

Membuat Data Composite SURPAC


1. 2. 3.

Metode Perhitungan Cadangan 7


4. Tampilan Komposite pada Titik bor

MENAMPILKAN DATA HASIL ANALIS STATISTIK


1. 2.

3.

Tingkat Distribusi Sebaran Data

Metode Perhitungan Cadangan 8


Hasil analis statistik

MEMBUAT BATAS TOP DAN BOTTOM PADA LITOLOGI ORE


(STRING & DTM)

Nb : Untuk membuat batas top dan bottom pada litologi ore yaitu dengan cara melihat terlebih
dahulu area yang prospek. Pada tampilan titik bor dibawah ini terlihat area prospek ada dua
bagian yang timur dan barat. Hal ini dilakukan untuk bahan lanjutan pembuatan Block Model.

Tampilan 2D Area Prospek Pada Bagian Timur-Barat

Metode Perhitungan Cadangan 9


1. 2. 3.

4.Tampilan 3D batas top_ore pada block barat yang telah diexpand segment (daerah
pengaruh) berjarak 12.5 m.

5. 6. 7.

8. 9. 10.

11.

Metode Perhitungan Cadangan 10


12. Tampilan 3D batas bottom_ore pada block barat yang telah
diexpand segment berjarak 12.5 m

13. 14. 15.

16. setelah data string dan dtm top dan bottom pada litologi ore telah dibuat. Kemudian drag
kedua dtm tersebut untuk menampilkannya.

Metode Perhitungan Cadangan 11


Tampilan 3D untuk DTM top dan bottom ore pada block barat

BLOCK MODEL ( BLOCK BARAT )


Block model merupakan bentuk database spasial yang memberikan fasilitas untuk pemodelan
3-D.
 Pada dasarnya, block model merupakan bentuk 3-D yang tersusun dari kombinasi
beberapa block yang tersusun dalam sebuah bentuk 3-D.
 Terlebih dahulu, dalam membuat block model, harus mempunyai block dasar yang
nantinya akan di buat menjadi constrain-constrain baru.
 Selanjutnya, dalam membuat lapisan geologi, baik lapisan limonit dan saprolit, dapat
menggunakan data batas layer yang telah dibuat DTM untuk dari hasil digitasi.
 Terlebih dahulu dalam membuat block model, terlebih dahulu diketahui batas block,
latitude minimum dan maksimum, longitude minimum dan maksimum, dan elevasi
minimum dan maksimum.
 Selanjutnya dari data di atas, dijadikan parameter untuk membuat kerangka (dasar)
block model.
 Untuk mengetahui batas untuk pembuatan dasar block model, kita menggunakan
batas pengerjaan untuk mengetahui batas latitude maximum-minimum, longitude
maximum-minimum dan untuk batas elevasi maximum-minimum menggunakan
koordinat DTM top & bottom ore.

Metode Perhitungan Cadangan 12


Tampilan Koordinat X,Y,Z Top & Bottom pada DTM Ore(Untuk pembuatan blockmodel)

1. 2.

3. 4.

Catatan: pada pembuatan dasar block model, lakukan penambahan area (expand segment)
pada block model untuk menghindari adanya data yang berada di luar area. Untuk nilai User
block size, menggunakan nilai ½ jarak spasi drilling. Atau apabila perangkat memenuhi
standary, sub block bisa diberikan nilai yang lebih kecil.

Metode Perhitungan Cadangan 13


5. Untuk memunculkan hasil dasar yang telah di buat, menggunakan “display”.

CONSTRAIN
 Constraints merupakan kombinasi dari data spasial dan object, yang digunakan untuk
mengontrol informasi dari masing-masing block.
 Dalam membuat constraints, kita menggunakan data-data DTM untuk memperoleh
hasil constraints pada litologi ore.
1. 2.

Nb: Above (centang) apabila data berada di atas batas (pembatas bawah) dan hilangkan
centang apabila data berada di bawah batas (pembatas atas).

3. 4. 5.

Nb:membuat constrain baru untuk mendigitasi ulang block model untuk titik yang memiliki
daerah yang prospek saja(waste dibuang).

Metode Perhitungan Cadangan 14


Tampilan 3D block model pada block barat pada daearh yang prospek

ATTRIBUTE

Untuk membuat atribut, terlebih dahulu list data yang akan dimasukkan ke dalam constrain,
selanjutnya baru buat atributnya: (Ni_id, Fe_id, Ni_nnp, Fe_nnp, Ni_Ok, Fe_Ok, Sg(1,5),
Litologi(Ore).)
1. 2.

Untuk melihat data yang berada pada masing-masing block, bisa lakukan dengan melihat isi
atribute.
3 4.

Selanjutnya click pada block yang ingin dilihat atribut dari block tersebut.

Metode Perhitungan Cadangan 15


VARIOGRAM
A. Variogram Modelling

1. Load data from string file, panggil string composite.


2.

 Pada variogram modeling ini, kita berusaha mendapatkan model grafik yang bagus. Hal ini
dilakukan untuk menghasilkan data nya pada akhirnya mempunyai data yang di haluskan
dengan pendekatan kriging.
4.

 Selanjutnya “variogram report” untuk memunculkan dan menyimpan nilai variogram yang
telah diperoleh / dipilih.
 Semakin tinggi nilai range, maka semakin bagus.
 Selanjutnya masuk pada “variogram map”

Metode Perhitungan Cadangan 16


 Setelah memperoleh grafik yang cukup bagus, selanjutnya menuju ke secondary visiogram.
Selanjutnya apabila telah diperoleh grafik yang bagus pada data secondery variogram,
dilanjutkan ke extract yang tombol berada di sebelah kanan secondary map.

 Secondary variogram map

 Untuk nilai direction of maximum continuitas, arahkan ke sudut yang diperoleh dan
menampilkan grafik variogram yang telah dipilih.

Parameter – parameter penting dalam permodelan variogram adalah:


•Nugget effect: menggambarkan perbedaan antara sampel pada saat jarak hampir 0. Nilai ini
menggambarkan tingkat kesalahan yang bisa disebabkan oleh faktor manusia atau sistem
yang salah.
•Total sill: menggambarkan total variasi data alamiah secara keseluruhan. Total sill ini sama
dengan varians populasi yang akan diestimasi.
•Range: adalah jarak yang menggambarkan hubungan satu sampel secara keseluruhan. Pada
saat sampel terpisah dengan jarak diluar range makan data tersebut tidak memiliki hubungan
secara spasial. Namun untuk sampel yang terisah dengan jarak yang kurang dari range,
menggambarkan masih adanya korelasi.

Nb: Variogram juga biasanya menjadi parameter untuk menentukan pemilihan metode
estimasi yang akan digunakan.

Metode Perhitungan Cadangan 17


B. Variogram Validasi

Hal ini dilakukan karena dalam estimasi metode krigging harus menggunakan data variogram.

1. 2.

3.

Untuk hasil nilai yang bagus adalah yang mendekati grafik normal histogram, sedangkan grafik
scatter yang nilai terakumulasi dan berada pada pendekatan nilai “0”

Metode Perhitungan Cadangan 18


METODE ESTIMASI BLOK MODEL

 IDW2 (Power 2) METHOD


Metode Invers Distance Weight (IDW) atau metode seperjarak memberikan bobot sampel
berbanding terbalik dengan jarak sampel terhadap blok yang ditaksir. Sampel terdekat
memberikan bobot (kontribusi) terbesar dibandingkan dengan sampel lain yang letaknya lebih
jauh, tetapi titik yang lain tetap mempengaruhi.
Metode invers distance terdiri dari 3 jenis yaitu ID Pangkat satu (Invers distance), ID
pangkat dua (Invers distance square), dan ID pangkat tiga (invers distance cubic).
Namun untuk estimasi kali ini, penyusun hanya estimasi menggunakan ID pangkat dua saja.
1⁄
𝑑𝑖
Untuk ID1 Pangkat 1: 𝑊𝑖 = ∑1 1
Dimana Wi = Pembobotan titik data..
𝑖=1 ⁄𝑑𝑖
1⁄ 2
𝑑𝑖
Untuk ID2 Pangkat 2: 𝑊𝑖 = ∑𝑖=21⁄𝑑𝑖2
2
d = Jarak yang diketahui

1⁄ 3
𝑑𝑖
Untuk ID3 Pangkat 3: 𝑊𝑖 = ∑3 1
𝑖=3 ⁄𝑑𝑖 3

Nb : semakin tinggi ID pangkat yang digunakan dalam estimasi maka semakin mendekati nilai
NNP Methods.

1. 2.

3.

Metode Perhitungan Cadangan 19


4. 5.

6. 7.

8. 9.

Metode Perhitungan Cadangan 20


Tampilan 3D blok barat
Nb : Low grade(Blue 1.8%-2.0%) & High grade(yellow 2.0% – 2.4%)

10. 11.

12.

Metode Perhitungan Cadangan 21


13. 14.

15.

Total cadangan (tonnase) pada blok barat (IDW)

Metode Perhitungan Cadangan 22


 NEAREST NEIGHBOURD POINT (NNP METHOD)

Metode ini menunjukkan taksiran kadar blok memakai NNP atau poligon sampel terdekat
sama dengan nilai sampel terdekat dengan blok tersebut. Poligon sampel terdekat
memberikan bobot satu untuk sampel paling dekat dan bobot nol untuk sampel-sampel lain.
Dalam hal ini nilai yang ditaksir akan menghasilkan nilai yang sama dari titik terdekat.

1. 2.

3. 4.

5.

Metode Perhitungan Cadangan 23


Tampilan 3D block barat
Nb : Low grade(Red 1.0%-2.0%) & High grade(green 2.&1 – 3.5%)

6. 7.

8. 9.

Metode Perhitungan Cadangan 24


10.

Total cadangan (tonnase) pada blok barat (NNP)

Metode Perhitungan Cadangan 25


 ORDINARY KRIGGING

kriging adalah suatu metode geostatistika yang memanfaatkan nilai spasial pada lokasi
sampel dan variogram untuk memprediksi nilai pada lokasi lain yang belum dan atau tidak
tersampel dimana nilai prediksi tersebut tergantung pada kedekatannya terhadap lokasi
tersampel.
 Pada pengolahan data dalam menghitung estimasi dengan menggunakan metode
Ordinary Kriging, maka pengolahan data terpisah antara nilai Ni dan Nilai Fe, sehingga
dalam satu litologi geologi (mis. Ore) memiliki 2 data string masing-masing.

 Sehingga perbedaan dalam menghitung estimasi nantinya, maka untuk Ordinary Kriging di
lakukan masing-masing antara Ni dan Fe, berbeda halnya dengan Nearest Neighbor dan
Invers Distance yang secara langsung dapat dimasukkan antara nilai Ni dan Fe.

1. 2. 3.

4. 5.

Metode Perhitungan Cadangan 26


6. 7.

8.

Tampilan 3D blok barat


Nb : Low grade(pink 0.0%-2.0&) & High grade(blue 2.1% – 2.3%) (OK)

Metode Perhitungan Cadangan 27


9. 10.

11. 12.

13.

Metode Perhitungan Cadangan 28


Total cadangan (tonnase) pada block barat (Krigging)

JUMLAH CADANGAN (Tonnase)

Adapun jumlah cadangan (Tonnase) pada blok barat:

 Untuk hasil estimasi IDW2 sebesar 234.679,69 ton


 Untuk hasil estimasi NNP sebesar 162.083,98 ton
 Untuk hasil estimasi Krigging sebesar 234.679,69 ton

Metode Perhitungan Cadangan 29


BLOCK MODEL ( BLOK TIMUR )

Untuk pembuatan block selanjutnya pada blok timur, perlakuan atau langkah-langkah
kerjanya sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada blok barat. Untuk blok timur
penyusun hanya mengestimasi cadangan dengan menggunakan metode IDW Power 2.

Tampilan 3D block timur


Nb : Medium grade(yellow 1.9%-2.3%) & High grade(purple 2.4% – 2.7%)

Total cadangan (tonnase) pada blok timur (IDW)

Metode Perhitungan Cadangan 30


TOPOGRAFI

Untuk mengetahui gambaran bentuk permukaan bumi pada boundry (batas laterisasi
yang dijadikan plan) sekaligus pembuatan kontur pada boundry tersebut.

1. 2.

3. Isi kolom x,y,z berdasarkan kolom pada data pada exxel.Csv

4.

5.

6. kemudian klik kanan pada string

7.

Metode Perhitungan Cadangan 31


Tampilan topografi dari bentuk string menjadi titik.

8.

9. Panggil file string topo.

Lalu drag ke dalam layar kerja topo.dtm tersebut.

Metode Perhitungan Cadangan 32


10. 11.

12.

Tampilan 3D Topografi boundry.

Metode Perhitungan Cadangan 33


13.Kemudian konver kontur tersebut dari string file menjadi file shp
Agar bisa dimasukan ke arcgis untuk pembuatan peta mining sequen.
Dengan cara klik kanan pada file string kontur tersebut.

14.

% ERROR DALAM MENGHITUNG CADANGAN

Dalam mengestimasi cadangan sebaiknya tidak dilakukan dengan satu metode saja,
tetapi harus dilakukan dengan dua metode agar kita dapat mengetahui tingkat kesalahan (over
estimate) dari hasil estimasi yang kita lakukan.
Untuk perhitungan cadangan terkira dan terbukti faktor kesalahan tidak boleh lebih
dari 20%. Apabila lebih dari 20% maka estimasi yang kita lakukan dinyatakan over estimate
(penaksiran yang berlebihan).
Perhitungan dengan rumus:

 Perhitungan % error pada block barat:


 Hasil estimasi NNP = 162.083,98 ton
 Hasil estimasi IDW = 234.679,69 ton

234679.69−162083.98
Jika dimasukkan, % error = 𝑥 100%
162083.98

= 44%
Karena hasil dari % error lebih dari 20% (over estimate), maka dari perhitungan kedua metode
disarankan hasil estimasi terkecil cadangan nikel laterit yang dipakai sebagai perhitungan
produksi adalah hasil estimasi NNP.

Metode Perhitungan Cadangan 34

Anda mungkin juga menyukai