Anda di halaman 1dari 43

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul.................................................................................................... i

Halaman Pengesahan ......................................................................................... ii

Kata Pengantar ................................................................................................... iii

Daftar Isi .............................................................................................................. vi

Daftar Gambar ................................................................................................... ix

BAB 1 PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang ...................................................................... 1

1. 2 Rumusan Masalah .................................................................. 3

1. 3 Metode Penulisan ................................................................... 3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2. 1 Definisi Zirconia ..................................................................... 4

2. 2 Sejarah Zirconia ..................................................................... 5

2. 3 Prevalensi Zirconia ................................................................ 7

2. 4 Karakteristik Zirconia ........................................................... 11

2. 5 Klasifikasi Zirconia ................................................................ 13

2. 6 Sifat-sifat Zirconia.................................................................. 14

2. 7 Efek Zirconia terhadap Kesehehatan dan Lingkungan ..... 14

2. 8 Keuntungan dan Kerugian .................................................... 16

BAB 3 PEMBAHASAN

1
3. 1 Implan Zirconia ...................................................................... 18

3. 2 Pasak ........................................................................................ 22

3. 3 Breket (Bracket) Zirconia ..................................................... 29

3. 4 Keramik Zirconia ................................................................... 32

3. 5 Fungsi lain Zirconia dalam Bidang Kedokteran Gigi……39

BAB 4 PENUTUP

4. 1 Ringkasan............................................................................... 40

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR

2
Gambar Halaman

1. Bubuk Zirconia Dioxide .............................................................................. 4

2. Implant Zirconia .......................................................................................... 18

3. Pemasangan Implant Zirconia pada Pasien ............................................. 20

4. Pasak pada Xray Film ................................................................................. 23

5. Implant zirconia pada kuadran pertama setelah pembukaan dan pembentukan

jaringan gingival dengan alat bedah elektrik. Perlu

diingat mengenai posisi anatomis dan kesejajaran. Hanya implant

14 yang terletak lebih ke bukal. ................................................................. 26

6. Tampakan oklusal mahkota zirconia pada model master ....................... 26

7. Tampakan lateral dati pasak implant ....................................................... 27

8. Mahkota zirconia disementasi .................................................................... 27

9. Tampakan lateral dari mahkota zirconia. Perlu diingat mengenai

pengisian penuh pada jaringan interdental .............................................. 28

10. Posisi implant pada rahang bawah. Penentuan sebuah posisi

anatomi ideal sama pentingnya dengan modifikasi pasak

implant .......................................................................................................... 28

11. Mahkota zirconia rahang bawah in situ .................................................... 29

12. Pemasangan Implant Zirconia pada Pasien.............................................. 30

13. Ceramage yang terbuat dari Zirkonium Light Activated Composite

Silikat ............................................................................................................ 34

14. Crown Ceramge ........................................................................................... 35

3
15. Procera Zirkonia ........................................................................................ 36

16. Hasil dari Procera Zirconia ....................................................................... 36

17. Procera Zirkonia restorasi dapat dimasukkan dengan

menggunakan teknik penyemenan konvensional. Bonding

tidak diperlukan ......................................................................................... 37

18. Mahkota Cercon Zirconia ......................................................................... 37

19. Bahan: Yttria-stabil zirkonia. Gunakan Fitur: anterior atau

posterior mahkota tunggal dan jembatan multi-unit. Lab

Pengolahan: Computer Aided Manufacturing (CAM) zirkonia

pra-sinter. Properties: Kekuatan Lentur> 900MPa, Ketangguhan

Retak = 9.0MPa.m0.5, VHN ~ 1200, CTE ~ 10,5 m / m / o C, pada

500 o C. Estetika: Inherently tembus, solusi restoratif logam-gratis

untuk seluruh mulut. Pelapisan: Optimal dicocokkan dengan

pelapisan S ® Seram porselenCercon. Penempatan:

sementasi Konvensional atau ikatan perek ............................................... 38

4
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan bertambahnya waktu maka kemajuan teknologi juga semankin bertambah.

Bukan hanya teknologi saja yang semakin maju melainkan ilmu pengetahuan yang

semakin meningkat dan semakin meluas. Berkembangnya Ilmu pengetahuan dan

teknologi sekarang ini diiringi dengan penemuan-penemuan baru yang berhubungan

dengan kedokteran gigi.

Tujuan utama perawatan kedokteran gigi yaitu untuk mempertahankan atau

meningkatkan mutu kehidupan pasien kedokteran gigi. tujuan ini dapat dicapai dengan

mencegah penyakit, menghilangkan rasa sakit, memperbaiki efisiensi pengunyahan,

meningkatkan pengucapan dan memperbaiki estetika.1

Dental Material adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bahan-bahan yang

digunakan di kedokteran gigi, baik sifat-sifatnya maupun cara memanipulasi bahan

tersebut. 2

Salah satu bentuk kemajuan dalam bidang kedokteran gigi adalah penggunaan

zirconia sebagai dental material. Zirconia berasal dari unsur zirconium (Zr) yang

memiliki nomor atom 40 dan berat atom 91,22. Zirconia merupakan keramik bioinert.

Ada beberapa tipe dari zirconia, yaitu ; tetragonal zirconia polycrystals (TZP), fully

stabilized zirconia (FSZ), partially stabilized zirconia (PSZ), zirconia toughened alumina

(ZTA), dan transformation toughened zirconia (TTZ). Tetapi yang dipakai sebagai dental
5
material dari tipe TZP dan PSZ. Sebagai dental material zirconia memiliki sifat fisik,

mekanis, kimia, dan biologis yang sangat baik. Untuk mendapatkan kestabilan pada

zirconia maka zirconia ditambahkan senyawa stabilator seperti yttria dan ceria. Dalam

bidang kedokteran gigi, zirconia digunakan sebagai material implan, pasak, dan bracket.

Keramik zirconia secara biologis sebanding dengan titanium yang merupakan material

implan yang paling sering digunakan. Implan zirconia memiliki proses penyembuhan

tulang yang lebih baik dari implan titanium.3

Zirconia sebagai oksida murni tidak ditemukan di alam, akan tetapi zirconia biasa

ditemukan dalam baddeleyite and zircon (ZrSiO4) yang merupakan sumber utama dari

material. Dari kedua sumber zirconia tersebut, zircon yang didapat memiliki kemurnian

yang rendah, dan harus melalui proses-proses tertentu untk menghasilkan zirconia. Dalam

memproses zirconia dilakukan pemisahan dan penghilangan material-material yang tidak

diinginkan serta impurities yang ada, yaitu zircon – silica. Zirconium oxide (Zirconia)

murni memiliki titik leleh yang tinggi (2,700° C) dan konduktivitas thermal yang rendah.4

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk memaparkan tentang definisi,

prevalensi, sifat-sifat, keuntungan, kerugian dari zirconia dan untuk mengetahui lebih luas

tentang penggunaan Zirconia dalam bidang kedokteran gigi.

2.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan skripsi ini adalah

a. Untuk mengetahui definisi dari Zirconia.

b. Untuk mengetahui sejarah Zirconia

c. Untuk mengetahuiprevalensi penggunaan Zirconia

6
d. Untuk mengetahui karakteristik dari Zirconia

e. Untuk mengetahui klasifikasi Zirconia

f. Untuk mengetahui sifat-sifat dari Zirconia

g. Untuk mengetahui Efek Zirconia terhadap Kesehatan dan Lingkungan

h. Untuk mengetahui keuntungan dari Zirconia dan kerugian dari Zirconia

2.3 Metode Penulisan

makalah ini menggunakan metode penulisan studi kepustakaan (library

research).dimana penulis memperoleh dari berbagai literatur yaitu jurnal, buku, internet,

kamus dan artikel.

7
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Zirconia

Zirkonium dioksida (ZrO 2), kadang-kadang dikenal sebagai zirkonia (jangan

dikelirukan dengan zirkon), adalah kristal putih oksida dari zirkonium

Zirkonium adalah logam putih keabuan yang jarang dijumpai di alam bebas. Ia

memiliki lambang kimia Zr dannomor atom 40.6

Gambar 1. Bubuk Zirconia Dioxide

Sumber :http://en.wikipedia.org/wiki/Zirconium_dioxide

Zirconia atau Zirconium dioksida (ZrO2) merupakan bahan semikonduktor keramik

yang mempunyai sifat tahan korosi, memiliki titik lebur yang sangat tinggi (>2000 °C), dan

sensitif terhadap gas oksigen. Sifat-sifat ini membuat ZrO2 banyak dipakai sebagai sensor gas

oksigen di industri otomotif.6

8
Zirconium dioksida atau Zirconium Oxide (ZrO2) adalah bubuk halus yang digunakan

sebagai bahan pemoles dalam pasta gigi. 8

Zirconia sebagai oksida murni tidak ditemukan di alam, akan tetapi zirconia biasa

ditemukan dalam baddeleyite and zircon (ZrSiO4) yang merupakan sumber utama dari

material ini. Dari kedua sumber zirconia tersebut, zircon yang didapat memiliki kemurnian

yang rendah, dan harus melalui proses-proses tertentu untk menghasilkan zirconia. Dalam

memproses zirconia dilakukan pemisahan dan penghilangan material-material yang tidak

diinginkan serta impurities yang ada, yaitu zircon – silica.4

2.2 Sejarah Zirconia

Ditemukan pada tahun 1892, yang monoklinik kekuningan mineral baddeleyite adalah

bentuk alami dari oksida zirkonium. Memiliki kepentingan ekonomi sedikit karena

kelangkaannya. Titik lebur yang sangat tinggi zirkonia (2750 ° C) membuat pengendalian

pertumbuhan kristal tunggal sulit, karena tidak ada wadah yang bisa menahan bahan dalam

keadaan cair nya. Namun, stabilisasi oksida zirkonium kubik telah direalisasikan sejak dini,

dengan produk sintetis stabil zirkonia diperkenalkan pada tahun 1930. Meskipun kubik, itu

dalam bentuk polikristalinkeramik : ini digunakan sebagai bahan tahan api bahan, sangat

tahan terhadap kimia dan panas (hingga 2540 ° C) serangan. 10

Tujuh tahun kemudian, Jerman ahli mineral MV Stackelberg dan K. Chudoba

menemukan alami zirkonia kubik dalam bentuk butiran mikroskopis termasuk dalam

metamictzirkon. Ini dianggap sebagai hasil sampingan dari proses metamictization, tetapi dua

ilmuwan tidak berpikir mineral yang cukup penting untuk memberikan nama resmi.

9
Penemuan itu dikonfirmasi melalui difraksi sinar-X , membuktikan adanya mitra alami untuk

produk sintetis. 10

Seperti sebagian besar tumbuh pengganti berlian, gagasan memproduksi kristal kubik

zirkonia-tunggal muncul di benak para ilmuwan mencari dan serbaguna materi baru untuk

digunakan dalam laser dan aplikasi optik lainnya. Produksinya akhirnya melampaui sintetis

sebelumnya, seperti sintetik strontium titanat , sintetis rutil , YAG ( itriumaluminiumgarnet )

dan GGG ( gadoliniumgallium garnet). 3

Beberapa penelitian awal dalam pertumbuhan kristal tunggal dikendalikan kubik

zirkonia terjadi di Perancis tahun 1960-an, banyak pekerjaan yang dilakukan oleh Y. Roulin

dan R. Collongues. Teknik ini melibatkan zirkonia cair yang terkandung dalam kulit tipis-

padat zirkonia masih, dengan pertumbuhan kristal dari lelehan: Proses bernama wadah dingin,

sebuah referensi terhadap sistem air pendingin yang digunakan. Meskipun menjanjikan,

upaya ini hanya menghasilkan kristal kecil. 3

Kemudian, Soviet ilmuwan di bawah VV Osiko di Institut Fisika Lebedev di Moskow

menyempurnakan teknik, yang kemudian bernama percobaan tengkorak (sebuah sindiran baik

kepada bentuk-didinginkan wadah air atau bentuk kristal kadang-kadang tumbuh). Mereka

menamai Fianit permata setelah nama lembaga FIAN (Fisik Institut Akademi Ilmu), tapi

nama itu tidak digunakan di luar Uni Soviet. Terobosan mereka diterbitkan pada tahun 1973,

dan produksi komersial dimulai pada 1976. Pada tahun 1980 produksi global tahunan telah

mencapai 50 juta karat (10 ton). 3

10
2.3 Prevalensi Zirconia

Dunia produksi mineral zirkonium konsentrat pada tahun 2001 diperkirakan akan

dasarnya sama seperti pada tahun 2000. Data produksi AS dan konsumsi konsentrat zirkon

yang dipotong untuk menghindari mengungkapkan data perusahaan proprietary. produksi

Domestik zirkon menurun sedikit karena pasar untuk produk yang paling menurun. Pada

tahun 2001, produksi zirkon digiling meningkat dari tahun sebelumnya. Amerika Serikat

adalah eksportir ersih dan bijih zirkonium konsentrat, menurut statistik perdagangan AS Biro

Sensus. AS impor bijih zirconium dan konsentratnya menurun 7%, dan ekspor domestik bijih

zirconium dan konsentratnya mengalami penurunan sebesar 8% dibandingkan dengan tahun

2000.10

Dengan pengecualian harga dan data referensi, survei semua data dalam laporan ini

telah dibulatkan menjadi tidak lebih dari tiga digit signifikan. Total dan persentase dihitung

dari unrounded data.10

Data untuk bahan zirkonium dan hafnium dikembangkan oleh US Geological Survey

dari survei sukarela domestik operasi. Dari 43 operasi disurvei untuk tahun 2001, 21

menjawab. Data untuk konsentrat zirkon dikembangkan oleh sukarela kedua survei operasi

domestik. Pada tahun 2001, dua produsen zirkon dalam negeri, yang memiliki tiga

pertambangan dan operasi pengolahan,menanggapi. Data untuk nonrespondents diperkirakan

berdasarkan tingkat sebelumnya-tahun. Data produksi dalam negeri dan konsumsi konsentrat

zirkon ditahan untuk menghindari mengungkapkan data perusahaan proprietary. Pada tahun

2001, produksi dalam negeri zirkon giling meningkat sebesar 5% dan roduksi oksida

zirkonium mengalami penurunan sebesar 6% dari tahun 2000 ereka tingkat.10

11
Zirkon biasanya diproduksi sebagai produk sampingan dari pertambangan dan

pengolahan pasir berat-mineral yang mengandung titanium mineral ilmenit dan rutil. Pada

tahun 2001, US tambang produsen zirkon adalah EI du Pont de Nemours and Co (DuPont)

dan Iluka Resources, Inc (anak perusahaan dari perusahaan Australia Iluka Resources Ltd).

DuPont dihasilkan zirkon dari perusahaan Dataran tinggi dan berat-mineral Maxville pasir

deposito dekat Starke, FL. Iluka dihasilkan zirkon dari pasir berat-mineral operasi di Green

Cove prings, L, dan Stony Creek, VA. produsen AS logam zirkonium dan hafnium yang Wah

Chang (sebuah Allegheny Technologies Inc Perusahaan), Albany, OR, dan Barat Zirkonium

(anak perusahaan Westinghouse Electric Co), Ogden, UT. bahan kimia zirkonium primer

diproduksi oleh Chang Wah dan Magnesium Elektron Inc, Flemington, NJ. bahan kimia

zirkonium sekunder diproduksi oleh sekitar 10 perusahaan, dan zirkonia diproduksi dari pasir

zirkon di tanaman di Alabama, New Hampshire, New York, Ohio, dan Oregon. 10

Iluka terus meningkatkan produksi di perusahaan Old Hickory Tambang di Stony

Creek, VA. Produksi asli zirkon kapasitas di Stony Creek adalah 30.000 metrik ton per tahun

(t / tahun). Tahap salah satu ekspansi produksi $ 100,000,000 perusahaan, yang diumumkan

pada tahun 1999 oleh Iluka Resources Ltd, akan di Old Hickory Tambang di Virginia dan fase

kedua di Green Cove Springs Tambang di Florida (Mineral Sands Report, 2001d). Studi

kelayakan untuk fase pertama selesai pada tahun 2000.10

Altair International Inc mengumumkan pada bulan September bahwa pilot tanaman di

Camden, TN, telah berhasil memproduksi titanium mineral dan zirkon. Tingkat Pemulihan

yang dilaporkan 80% untuk mineral titanium dan 90% ntuk zirkon. Altair's deposito

mengandung 490 juta metrik ton diperkirakan (Mat) grading 3,6% berat mineral. Perusahaan

ini mempertimbangkan pengembangan pilihan, termasuk mitra usaha patungan untuk

12
menyediakan keuangan, rekayasa, dan pasar sumber daya (Altair International Inc, 2001 § 1).
10

Pemakaian zirkonia dengan kualitas tinggi sampai saat ini masih bergantung kepada

produk impor. Padahal, Zirkon (ZrSiO4) sebagai sumber utama zirkonia memiliki potensi

cadangan di Indonesia yang cukup besar. Pasir Zirkon (ZrSiO4) yang terdapat dalam jumlah

banyak di Kalimantan Selatan sampai saat ini masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Namun potensi yang cukup besar ini belum disertai dengan pemanfaatan dan pengolahan yang

optimal untuk menghasilkan produk yang mempunyai nilai tambah. 11

Keberadaan zircon di Indonesia telah dikenal sejak lama di perairan Bangka-Belitung

sebagai endapan alluvial bersama pasir timah dan mineral ikutan lainnya. Disamping itu,

zircon juga terdapat di sepanjang aliran sungai pedalaman Kalimantan Tengah bersama

endapan alluvial emas. Zircon dari daerah Bangka-Belitung hingga awal tahun 2000 masih

dianggap sebagai sisa pengolahan bijih timah yang tidak diperhatikan namun secara rutin

dapat memberikan hasil yang cukup. Sejak penelitian-penelitian di ITB yang dilakukan

kemudian, sisa pengolahan sebagai zircon (kadar < 20 %) tersebut dapat ditingkatkan

kadarnya hingga diatas 98% dengan mengubah flowsheet pemisahan yang lama diadopsi sejak

zaman Belanda. Sementara itu potensi zircon di Kalimantan Tengah baru dilakukan eksplorasi

pada tahun 2007 dengan potensi yang cukup signifikan, sehingga dapat diharapkan sebagai

sumber bahan baku jangka panjang. Percontohan proses melalui pilot plant untuk produksi

zircon opacifier telah dibangun dengan kapasitas 5 ton/bulan, menghasilkan produk antara

yang lebih siap diserap pasar. Perancangan proses plant pembuatan zirconia dan PSZ dapat

ditingkatkan dari skala laboratorium.12

2.4 Karakteristik Zirconia


13
Zirconium adalah sebutan untuk logam berwarna putih abu-abu, berbentuk

Kristal(amorf), lunak, dapat ditempa dan diulur bila murni juga tahan terhadap udara bahkan

api. Logam yang ditemukan oleh M.H. Kalaproth pada tahun 1788 dalam bentuk mineral

zircon ini tidak ditemukan di alam dalam bentuk bebas tetapi sebagi oksida atau silikat dalam

kerak bumi dan bebatuan dalam kadar kecil. Logam ini memiliki lambing Zr dengan nomor

atom relative 91,224. 13

Unsur zirconium termasuk didalam golongan IVB pada sistem periodik. Unsur dalam

golongan ini disebut juga unusr transisi yaitu unsure blok d yang konfigurasi elektronnya

diakhiri oleh sub kulit d. Selain zirconium, unsure titanium, hafnium, serta rutherfordium juga

tergolong dalam golongan IV B. Untuk sifat- sifat unsure pada golongan ini dapat dilihat

dalam system periodic unsure dimana memiliki konfigurasi electron terluar adalah (n-1)d2

ns2. Bilangan oksidasi yang sering dijumpai adalah +2,+3 dan +4, namun khusus untuk

unsure Zr bilangan oksidasi nya yaitu +1. Bilangan oksidasi +4 dikatakan lebih stabil dari

yang lainnya. Hal ini dikarenakan bilsngsn oksidasi yang lebih rendah mengalami

isproporsionasi. 13

Zirconium melimpah keberadaanya di alam seperti zircon (hyacianth) dan zirkonia

(baddeleyit). Baddeleyit merupakan oksida zirconium yang tahan terhadap suhu yang sangat

tinggi sehingga dapat digunakan untuk pelapis tanur tinggi. Zirkonium terjadi secara alami,

terdapat 4 isotop yang stabil dan dari 1 radio isotop yang mempunyai waktu hidup yang

sangat panjang. Radio isotop kedua yang paling stabil adalah 93Zr yang mempunyai waktu

hidup yang paruh 1,53 juta tahun. 13

14
Pada keadaan di bawah normal zirconium tidak dapat bereaksi dengan air. Namun

dengan udara zirconium dapat bereaksi sehingga dapat menghasilkan ZrO2. Adapun reaksi

zirkonium dengan udara yaitu sebagai berikut: 13

Zr(s) + O2 (g)  ZrO2 (g)

Zirconia oksida merupakan senyawa bentukan dari zirconium yang berada dengan

udara. Dewasa ini penggunaan zirconium oksida dalam rangka pemenuhan kebutuhan sehari-

hari dan penekan tingkat pengeluaran emisi gas dari kendaraan bermotor. Adapun syarat dari

penggunaan zirconium oksida yaitu sebagai berikut: 13

 Digunakan pada suhu sampai 2400oC

 Kepadatan tinggi

 Konduktifitas termalnya rendah

 Kimia inertness

 Perlawanan terhadap logam cair

 Ionic konduksi listrik

 Ketahanan aus

 Ketangguhan perpatahan tinggi

 Kekerasan tinggi

2.5 Klasifikasi Zirconia

Ada beberapa tipe dari zirconia, yaitu :3

1. Tetragonal Zirconia Polycrystals (TZP)

2. Fully Stabilized Zirconia (FSZ)

3. Partially Stabilized Zirconia (PSZ)

4. Zirconia Toughened Alumina (ZTA)


15
5. Transformation Toughened Zirconia (TTZ)

Tipe-tipe zirconia yang sering digunakan sebagai dental material yaitu:3

1. Tetragonal Zirconia Polycrystals (TZP)

2. Partially Stabilized Zirconia (PSZ)

Dalam bidang kedokteran gigi, zirconia digunakan sebagai material implan, pasak,

dan bracket. Keramik zirconia secara biologis sebanding dengan titanium yang merupakan

material implan yang paling sering digunakan. Implan zirconia memiliki proses penyembuhan

tulang yang lebih baik dari implan titanium.3

2.6 Sifat-sifat Zirconia

Adapun sifat-sifat dari Zirconia ini, yaitu: 4, 15, 16, 17, 18

 Daya tahan kimia yang kuat

 Tahan abrasi

 Tahan korosi

 Tidak menghantarkan listrik

 Konduktifitas termal rendah

 Kekuatan termal lebih baik dari pada alumnia

Sebagai dental material zirconia memiliki sifat fisik, mekanis, kimia, dan biologis yang

sangat baik. Untuk mendapatkan kestabiian pada zirconia maka zirconia ditambahkan

senyawa stabilator seperti yttria dan ceria. 3

2.7 Efek Zirconia terhadap Kesehehatan dan Lingkungan

16
Zirconium dan garamnya umumnya memiliki toksisitas sistemik rendah Asupan

makanan yang diperkirakan sekitar 50 microg. Sebagian besar melewati usus tanpa adsorbed,

dan yang cenderung menumpuk adsorbed sedikit lebih dalam kerangka daripada di jaringan.

Zirkonium 95 adalah salah satu radionuklida yang terlibat dalam pengujian atmosfer dari

senjata nuklir. Ini adalah salah satu radionuklida berumur panjang yang telah dihasilkan dan

akan terus menghasilkan peningkatan risiko kanker selama puluhan tahun dan abad yang akan

datang. 19

Dampak lingkungan zirkonium Zirkonium tidak mungkin untuk menyajikan suatu

bahaya terhadap lingkungan. Sementara tanaman air pengambilan yang cepat larut zirconium,

lahan tanaman memiliki sedikit kecenderungan untuk menjerap itu, dan memang 70% dari

tanaman yang telah diuji tidak menunjukkan zirkonium untuk hadir sama sekali. 19

Zirkonium hadir dalam kerak bumi pada konsentrasi sekitar 130 miligram per

kilogram (mg / kg), dan konsentrasi dalam air laut adalah sekitar 0,026 mikrogram (µg)/liter.

(μg) / liter. Trace Jejak jumlah zirconium-93 yang hadir di tanah di seluruh dunia dari

kejatuhan radioaktif. Ini juga dapat hadir pada fasilitas nuklir tertentu, seperti reaktor dan

bahan bakar pengolahan tanaman. Zirkonium umumnya salah satu kurang mobile radioaktif

logam dalam tanah, walaupun bentuk-bentuk tertentu dapat bergerak ke bawah agak jauh

untuk mendasari lapisan .dengan air meresap melekat cukup baik untuk tanah, dan konsentrasi

yang berhubungan dengan partikel tanah berpasir biasanya sekitar 600 kali lebih tinggi

daripada di interstisial air (air dalam ruang pori antara partikel tanah), dengan lebih

konsentrasi rasio (lebih dari 2.000) di tanah lempung dan tanah liat. Dengan demikian,

umumnya tidak zirkonium utama . kontaminan alam air tanah pada situs DOE. 19

Zirconium dapat diambil ke dalam tubuh dengan makan makanan, minum air, atau

menghirup udara. penyerapan dari makanan atau air adalah sumber utama dari internal

17
disimpan zirkonium dalam populasi umum. Zirkonium tidak baik diserap ke dalam tubuh,

dengan hanya sekitar 0,2% dari jumlah yang tertelan diserap ke dalam aliran darah melalui

usus. zirkonium yang mencapai darah, setengah deposito dalam kerangka dengan paruh

biologis sekitar 8.000 hari dan separuh lainnya deposito di semua organ dan jaringan tubuh di

mana ia tetap dengan biologis paruh 7 hari (per disederhanakan model yang tidak

mencerminkan redistribusi perantara). Sejak zirkonium bukanlah unsur utama mineral tulang,

jumlah deposit dalam kerangka diasumsikan tetap permukaan tulang dan tidak akan diserap ke

dalam volume tulang. 19

Zirkonium merupakan bahaya kesehatan hanya jika diambil ke dalam tubuh. Paparan

gamma eksternal bukan merupakan keprihatinan karena zirkonium-93 meluruh dengan

memancarkan partikel beta dengan meluruh oleh di mana hanya energi rendah radiasi gamma

dipancarkan. Sementara di dalam tubuh, zirkonium menyajikan bahaya kesehatan dari beta

dan gamma radiasi, dan utama perhatian adalah berkaitan dengan peningkatan merangsang

kemungkinan kanker.19

2.8 Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan dari zirconia yaitu :14, 20

 Zirconia memiliki sifat mekanis yang baik

 Zirconia memiliki estetis yang baik

 Zirconia memiliki sifat biokompabilitas yang baik

 Zirconia memiliki sifat yang baik yaitu daya tahan kimia yang kuat, tahan

abrasi, tahan korosi, tidak menghantarkan listrik, konduktifitas termal rendah

dan kekuatan termal lebih baik dari pada alumnia

Kerugian dari zirconia yaitu :21

18
 Jika ingin dilakukan pemotongan pada pembuatan keramik zirconia maka harus

menggunakan pemotong berlian dan dilakukan bawah air dan tanpa tekanan.

BAB 3

PEMBAHASAN

3.1 ImplanZirconia

Implan yang dibuat dari zirkonia belum belum banyak menarik perhatian, namun

karena manufaktur baru dan modern proses mereka sekarang cocok dengan spesifikasi dan

harga implan titanium klasik. 22

Gambar 2. Implant Zirconia


Sumber:http://www.google.co.id/images?hl=id&q=zirconia+dental&um=1&ie=UTF-
8&source=univ&ei=Z-
TDTOKQAsGecKqzucwN&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=2&ved=0CCwQsAQwAQ&
biw=1366&bih=551

Implan yang terbuat dari zirkonia telah digunakan secara luas selama beberapa tahun

terakhir. Beberapa perusahaan di Eropa (Nobel Biocare, Oral Iceberg, Straumann, dan lain-

lain) telah bereksperimen dengan perangkat implan yang terbuat dari zirkonia dimana

menunjukkan bahwa implant zirconia ini bias menggantikan kedudukan dari titanium dan

dapat meningkatkan kesehatan periodontal. Zirkonia implan yang digunakan di Eropa banyak

19
digunakan untuk menggantikan gigi di bagian anterior dan hasilnya sangat baik. Satu

penelitian di Jerman melaporkan bahwa tingkat kelangsungan hidup setinggi 96,6 persen. 23

Selama berabad-abad, implan gigi yang dibuat dari bahan titanium murni telah

menunjukkan keberhasilan di seluruh dunia. Material ini menunjukkan tingkat keberhasilan

yang tinggi serta biokompatibel. Branemak menemukan bahwa titanium murni dapat menyatu

dengan tulang di sekitarnya. Sebagai hasil penemuan tersebut, Osseointegrasi didefinisikan

sebagai kontak langsung dari tulang vital dengan permukaan sebuah implan tanpa lapisan

jaringan penghubung di antaranya. Pada tahun 1985, definisi ini disempurnakan sebagai

struktur dan hubungan fungsional langsung antara tulang vital dengan permukaan implan.24

Titanium telah digunakan selama selama 30 tahun dalam dunia kedokteran gigi. Telah

dibuktikan bahwa bahan ini kompatibel, dan tahan terhadap korosi dengan membentuk lapisan

permukaan inert titanium oksida. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa titanium dapat

memberikan pengaruh negative terhadap metabolism sel dan karenanya dapat menyebabkan

kerusakan. Apakah hal ini merupakan tanda klinis belum dapat ditentukan saat ini. Studi ini

menunjukkan bahwa mungkin saja ada hal klinis yang memberi pengaruh negatif terhadap

titanium. Inilah yang menjadi alasan meningkatnya ketertarikan terhadap restorasi bebas

logam, sama halnya juga dalam implan gigi. 24

Berbeda dengan titanium, full ceramic material memiliki kecenderungan penurunan

korosi. Ceramic material memiliki sifat inert (tidak lembam) dan daya larut yang rendah.

Bahan ini juga menunjukkan resistensi temperatur yang baik dan konduktivitas elektrik yang

rendah. Aspek negatif dari titanium yang telah disebutkan sebelumnya tidak ditemukan pada

ceramic material. Lebih jauh lagi, penggunaan titanium dapat tidak bermanfaat dalam hal

estetik jika bahan tersebut berkilau di sepanjang bukal gingival yang tipis. Masalah ini dapat

meningkat dengan adanya reaksi lokal dari jaringan lunak saat berinteraksi dengan titanium.24

20
Gambar 3. Pemasangan Implant Zirconia pada Pasien
Sumber:http://www.google.co.id/images?hl=id&q=zirconia+dental&um=1&ie=UTF-8&source=univ&ei=Z-
DTOKQAsGecKqzucwN&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=2&ved=0CCwQsAQwAQ&biw=1
366&bih=551

Perawatan gigi terbaru hanya diizinkan untuk implan yang terbuat dari titanium murni,

tetapi kedokteran gigi telah menemukan cara untuk menghindari potensi titanium berbahaya

dan sekarang telah memberikan penerapan implan berbasis zirconium. 25

Laporan kasus berikut merupakan salah satu dari 70 kasus penggantian gigi selama 2,5

tahun terakhir dengan implan yang bebas logam. Pasien mengalami kehilangan beberapa gigi

setelah preparasi untuk mahkota dan jembatan. Pasien tersebut meminta agar giginya

dikembalikan seperti sedia kala dengan restorasi yang bebas dari logam. Implant titanium

tidak diterima. Dengan informed consent dari pasien, implan – 8 buah zirconium dioxide –

zirconia dibuat dan diinsersikan pada bulan April 2002. Implan tersebut merupakan mahkota

zirconia bebas logam yang digunakan setelah penyembuhan dalam jangka waktu 6 bulan.

Sama halnya dengan insersi implan, pengangkatan sinus pada region 15 dan 16 juga

dilakukan. Kedelapan implant tersebut menunjukkan stabilitas primer dan osseointegrasi dari

kedelapan implant tersebut juga berhasil.24

Selama fase penyembuhan, pasien diinstruksikan mengenakan splint pelindung untuk

menghindari tekanan pada implant. Saat pembukaan dengan proses bedah jaringan lunak, dan

pemasangan mahkota, tidak satupun dari implant tersebut menunjukkan kehilangan atau

21
mobilitas, namun ditemukan adanya bunyi saat diperkusi. Tes radiologi tidak dilakukan pada

wanita yang sedang hamil. 24

Selama bedah pembukaan attached gingival, dipasangkan pasak dari zirconia. Hasil

preeliminari menunjukkan bahwa rehabilitasi dengan bahan bebas logam tidak hanya

mungkin untuk dilakukan namun juga menunjukkan manfaat yang baik bagi kesehatan

jaringan periodontal yang dipasangkan implan serta mendukung estetik. 24

Dilihat dari sudut pandang kesehatan, keuntungan dari zirconia implan adalah sebagai

berikut : 25

 Tidak ada reaksi alergi

 Tidak korosiTahan terhadap

 Tingkat asam yang dihasilkan

Zirkonium implan gigi telah digunakan di Eropa tetapi belum di Amerika Serikat.

Beberapa orang tidak ingin menempatkan logam [titanium] dalam tulang karena banyak

menimbulkan peradangan maupun alergi peradangan yang sekarang sedang dikaitkan dengan

penyakit jantung dan kanker sehingga mungkin zirkonium implant gigi mungkin lebih aman.

Titanium implan gigi lebih rentan terhadap peradangan dari implan zirconium. Oleh karena

itu lebiha banyak orang memilih implan zirconium untuk pemasangan implan gigi.26

3.2 Pasak

Tetragonal Zirconia Polycrystals (TZP) ini digunakan sebagai bahan dari pasak yang

memiliki merek dagang mailever S.A berasal dari Swiss. Tetragonal Zirconia Polycrystals

(TZP) ini ditambahkan dengan senyawa stabilator seperti Yttria (Y2O3, Ceria (CeO2),

Magnesia (MgO) dan Alumnia (Al2O2). Senyawa-senyawa stabilator ini disingkat dengan Y,
22
Ce, Mg dan A. Singkatan 3Y-TZP memiliki arti tetragonal zirconia polycrystals yang

ditambah dengan 3 mol% senyawa stabilator Y2O3. TZP memiliki perbedaan dengan Partially

Stabilized Zirconia (PSZ) dalam hal penstabilan fase transformasi pada pemanasan yang

terkendali pada suhu yang berbeda. Bentuk tetragonal ini akan menghasilkan compressive

stress pada permukaannya serta peningkatan strength dan toughness.3

Gambar 4. Pasak pada Xray Film


Sumber:http://www.dentistryiq.com/index/display/article-display/278042/articles/dental-economics/volume-
96/issue-11/features/metal-free-restorations-2006-all-ceramic-update.html

Indikasi pasak akar gigi yaitu pasak gigi digunakan saat substansi gigi yang tersisa

(dentin) tidak lagi cukup menyediakan retensi yang adekuat. Bahan yang adhesif dengan

stabilitas dan biokompabilitas yang tinggi, membuat pasak akar dapat menstabilkan akar gigi

yang tersisa. Pasak TZP ceramics mampu menyamai rigiditas, dentin dan dengan efektif

menstabilkan struktur akar gigi yang tersisa. 24

Selama 15 tahun, pengalaman klinis jangka panjang telah didapatkan dengan

menggunakan ribuan pasak yang terbuat dari TZP BIO-HIP dan TZP-A BIO-HIP.

23
Perbandingan dengan material lainnya menunjukkan hanya da satu material yang memiliki

kualitas di atas bahan ini yaitu: theAlumina-Toughened Zirconia Ziraldent. 24

Penggunaan tradisional zirconia termasuk dalam hal pembuatan pisau dapur dan

peralatan industry, sering pula pada perusahaan penerbangan dan pabrik mobil. Kekuatan dan

biokompabilitas yang tinggi membuat zirconia mulai digunakan untuk aplikasi biomedik yaitu

implan bagian pendengaran, jari, dan pinggul. Dalam bidang kedokteran gigi dimanfaatkan

untuk pasak, mahkota, jembatan, serta impan). Warna dan bioteknikal zirconium oksida dapat

menghasilkan estetik dan restorasi implant gigi yang sangat baik. Saat ini, hanya implant

terhadap hewan saja yang masih menggunakan implant zirconium oksida.27

Setelah mengkonsultasikan pasien dengan klinisi mengenai risiko, kemungkinan

komplikasi, maka hal penting yang harus diperhatikan adalah menuliskan informend consent.

Implant dibuat berdasarkan spesifikasi Dr. Volz. Hak paten dikeluarkan di kemudian hari. Hal

ini bertujuan agar implannampak biokompatibel sama halnya dengan stabilitasnya dalam

menciptakan tujuan akhir yang berhasil. Implan komponen tunggal transgingival telah dipilih

dikarenakan stabilitasnya lebih baik dibandingkan implant dengan dua atau lebih komponen.

Hal ini menjadi lebih nyata jika membandingkan diameter sebuah pasak implandengan implan

klasik lainnya yang tersedia. Namun, kekurangannya dibutuhkan proteksi lebih untuk tekanan

oklusal selama osseointegrasi. 27

Sebuah studi telah dilakukan di Frauenhofer institute di Jerman untuk mengetahui

apakah implant dapat menahan tekanan dalam lingkungan mulut. Tiga buah implant zirconia

mendapat tekanan masing-masing sebesar 1 juta kali setiap diberi alat servo hydraulic tipe

IFKM No.6. Tekanan implant ditemukan dengan struktur sinusoidal dengan jumlah minimal

sebesar 20 N dan tekanan maksimal sebesar 200 N. tekanan tersebut diberikan dalam arah 15

derajat terhadap aksis implant. Selama tes tersebut, implant diletakkan pada saline dengan
24
suhu 37 derajat celcius setelah 1 juta lingkaran tidak lagi tampak mengalami kerusakan pada

implan tersebut. 27

Salah satu kekurangan implan adalah insersinya harus pada posisi anatomis yang pas

dikarenakan koreksi posisi implant hanya dapat dilakukan pada bagian marginal. 27

Penggunaan implan telah banyak ditemukan pada berbagai pabrik, dimana sebelumnya

pengerjaan implant disterilkan dengan autoclave konvensional. 27

Tiga buah zirconia diinsersikan pada kuadran pertama di region 14, 15, dan 16

(gambar 1). Perlu diingat bahwa posisi anatomis yang benar adalah adanya jarak yang pendek

antara 14 dan 15, serta jarak yang panjang antara 15 dan 16. Implan diisersikan secara

bersamaan dengan tekanan pada sinus lateral. Tulang autogen digunakan untuk augmentasi.

Selanjutnya implan diletakkan di region 33, 34, 35, 45, 46 dalam posisi anatomi yang benar. 27

Splint pelindung dikenakan selama 6 bulan dalam masa osseointegrasi. Pasien

menggunakan splint ini 24 jam sehari dan hanya melepaskannya pada saat membersihkan

gigi. Splint ini diganti dua kali dalam satu periode. 27

Setelah 6 bulan, jaringan lunak yang telah sembuh yang menunjukkan perlekatan

terhadap pasak implant dibentuk dengan alat bedah elektrik.27

25
Gambar 5. Implant zirconia pada kuadran pertama setelah pembukaan dan pembentukan jaringan gingival
dengan alat bedah elektrik. Perlu diingat mengenai posisi anatomis dan kesejajaran. Hanya implant 14 yang
terletak lebih ke bukal.
Sumber: Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and Zirconia
Crowns. Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal

Gambar 6. Tapakan oklusal mahkota zirconia pada model master


Berdasarkan kuantitas tulang, maka sangat mungkin untuk meletakkan implant pada posisi anatomisnya.
Osseointegrasi yang berhasil menunjukkan perkusi positif pada implan dan perlekatan gingival yang bebas
inflamasi. Hasil akhir akan menunjukkan estetik dan biokompabilitas yang baik.
Sumber: Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and Zirconia
Crowns. Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal

Gambar 7. Tampakan lateral dati pasak implant


Sumber: Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and Zirconia
Crowns. Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal

26
Gambar 8. Mahkota zirconia disementasi
Sumber: Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and Zirconia
Crowns. Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal

Gambar 9. Tampakan lateral dari mahkota zirconia. Perlu diingat mengenai pengisian penuh pada jaringan
interdental
Sumber: Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and Zirconia
Crowns. Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal

27
Gambar 10. Posisi implant pada rahang bawah. Penentuan sebuah posisi anatomi ideal sama pentingnya dengan
modifikasi pasak implant
Sumber: Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and Zirconia
Crowns. Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal

Gambar 11. Mahkota zirconia rahang bawah in situ


Sumber: Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and Zirconia Crowns.
Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal

3.3 Breket (Bracket) Zirconia

Ketika bracket yang terbuat dari silicate (glass) atau campuran inorganik lainnya,

seperti berbagai borid, carbid, silikat, atau nitrida diperoleh dengan peningkatan temperatur,

dapat dicapai kekuatan untuk aplikasi klinik, hanya terdapat 2 tipe dari bracket keramik yang

secara luas digunakan komersial: aluminium oxide (alumina) dan zirconium oxide (zirconia).

Artikel yang komprehensif tersedia pada karakteristik klinis dari bracket keramik dan

informasi mengenai kekuatan ikatan adesif, resistensi friksional teradap pergeseran kawat
28
gigi, karakteristik permukaan dasar, teknik debonding dan fraktur enamel, abrasi email, dan

atrisi dan fraktur bracket. 28

Penelitian terkini menunjukkan bahwa sifat dari breket keramik secara esensial tak

dapat dibedakan dari bagian terbarunya, memanfaatkan pengukuran dari pengaruh dari

resistensi, dan penelitian terbaru. 28

Gambar 12. Polycrystalline alumnia (Pertama, Kedua, ketiga dan Keempat dari Kiri). Single-crystal alumnia
(Kedua dari Kanan), dan Zirconia (Kanan).
Sumber: William A. Brantley, Theodore Eliades. Orthodontic Materials: Scientific and Clinical Aspects.
Thieme: New York. 2001. p.157.

Karakter Ion bonding dan struktur kristal dari alumina dan zirconia tidak hanya pada

kekerasan dan kekuatan kompressif tetapi memiliki kekuatan flexural yang rendah. Tekanan

diberikan selama ligasi dan aktivasi kawat, tekanan dari mastikasi dan oklusi, guratan

diberikan selama proses penyelesaian atau pelepasan bracket dapat dicapai dengan membuat

konsentrasi tekanan yang dapat membuat rambatan keretakkan dari kerusakan pada bracket

keramik dan fraktur yang parah. Untuk mendapatkan informasi dari praktisi klinik tentang

resistensi fraktur dari bracket keramik komersial, asosiasi ortodontis Amerika Serikat

membuat sebuah survei dari orotodontik, yang mana menemukan masalah signifikan dimana

terjadi fraktur klinis dari braket keramik. 28

Bracket zirconia tidak digunakan secara luas dalam orotodontik karena warnanya

bermacam-macam antara putih gading dan kekuningan, berhubungan dengan penambahan

29
oksida logam untuk mencapai struktur yang tetragonal. Menurut prinsip, ketika bracket

zirconia diberikan tekanan pada ujung dari awal keretakkan, struktur zirconia yang

distabilisasi parsial mengalami perubahan materi dare struktur metashable ke struktur

mikroklinik. Fase perubahan disebabkan terdapat peningkatan yang tidak dapat menghentikan

proses keretakan yang terjadi. Perhitungan secara langsung menggunakan teknik Vickers

mengindikasikan kekerasan fraktur dare suatu merek dagang dari bracket zirconia.28

Disamping memiliki friksi yang tinggi, breket keramik memiliki resistensi fraktur

yang sangat rendah. Dari sifat kegetasan alaminya, baik permukaan retak dan kerusakan

terkecil dapat memperbesar kemungkinan kerusakan yang terjadi pada bahan. Breket zirconia

dapat digunakan sebagai alternatif dari bracket keramik sejak telah diperkerasnya permukaan

perawatan untuk meningkatkan ketahanan terhadap fraktur tersedia pada zirconia oksida.

Bagaimanapun, koefisien friksi dari breket zirconia ditemukan lebih baik atau sama dengan

alumina pollycristalline baik pada keadaan yang kering maupun basah. Perubahan permukaan

memuat adanya debris kawat dan kerusakan permukaan pada bracket zirconia setela adanya

pergeseran dari lengkung kawat juga telah diobservasi. 28

3.4.Keramik Zirconia

Karakteristik TZP (tetragonal zirconia in polycrystal) perlu dijelaskan dalam rangka

banyaknya penggunaan bahan ini dalam bidang pengobatan dan kedokteran gigi. Pengalaman

penggunaan bahan ini dalam bidang pabrik dan mesin telah sangat tersebar luas. 24

Studi ini menyimpulkan bahwa tidak ditemukan risiko yang tidak terkontrol atau

pengurangan jangka panjang dalam bidang kedokteran gigi menyangkut penggunaan TZP

ceramic kualitas tinggi, seperti TZP BIO-HIP, TZP-A BIO-HIP, dan Ziraldent. 24

30
Material yang terbuat dari Keramik seperti Aluminium Oksida atau Zirconium Oksida

telah digunakan dalam bidang kedokteran gigi selama beberapa tahun. Hal ini dikarenakan

banyaknya hal positif yang diberikan baik itu dari segi biokompatibilitas dan estetik. System

Fully Ceramic dari dulu tidak hanya digunakan untuk gigitiruan jembatan kecil, mahkota,

inlay, dan veneer, namun juga dapat digunakan pada rekonstruksi setalah implant gigi. Saat

ini, zirconia telah diperkenalkan dalam berbagai variasi konfigurasi sebagai alternative bahan

pembuatan mahkota dan jembatan. Material ini menunjukkan kemampuan mekanik yang baik,

kelenturannya lebih dari 100 MPa, kekuatan 1200 – 1400 vickers, dan modulus Weilbull 10 –

12. Zirconia stabil dengan adanya sedikit kandungan yttrium oksida (Y2O3). Dengan

menambahkan aluminium oksida, kelenturan bahan ini akan meningkat lebih cepat. 24

Zirconia yang stabil memiliki keuntungan dengan modulus elastisitas yang rendah,

kekuatan tinggi, ketahanan penggunaan yang lebih baik, dan ketahanan terhadap fraktur. Pada

1000⁰C, zirconia mengalami perubahan fase pada pendinginan dari tetragonal menjadi

monoclinic, yang mengharuskan adanya stabilisasi baik pada bentuk tetragonal atau kubik

(struktur Kristal pada temperature tinggi) dengan penambahan magnesium, Yttria, atau bahan

aditif lainnya. Degradasi kekuatan berhubungan dengan transformasi dari tetragonal menjadi

fase monoklinik (struktur Kristal pada temperature terendah) memiliki keterbatasan

penggunaan dari high-strength zirconia untuk aplikasi temperature rendah (25⁰C-100⁰C).

Umur dari zirconia dengan yttria pada 230⁰C pada 400 jam pada lingkungan lembab

mengasilkan penurunan dari ketahanan flexural dari 819±21 menjadi 556±67 MPa. Ketika

beberapa dari specimen ini dipanaskan kembali pada 1000⁰C selama 24 jam, kekuatan fraktur

pada 4 daerah tekanan meningkat menjadi 717 ±61 MPa. 24

31
Beberapa penelitian terhadap kekuatan zirconia pada temperature rendah, dalam air,

atau kelembapan yang dikontrol, pada air panas, dan udara memberikan hasil yang

menurunkan dari kekuatan fraktur dan ketahanan terhadap fraktur pada pembentukan

keretakanan di permukaan, berakibat pada perubahan dari fase tetragonal menjadi fase

monoklinik.28

Adapun beberapa macam mahkota (crown) yang terbuat dari zirconia adalah sebagai

berikut: 25,29,30,31

 Zirkonium Light Activated Composite Silikat29

Ceramage menggabungkan reproduksi warna natural dengan kekuatan yang luar

biasa dan elastisitas.29

Gambar 13. Ceramage yang terbuat dari Zirkonium Light Activated Composite Silikat
Sumber: http://www.tinlokdental.com/product.php

Ceramage menggabungkan reproduksi warna natural dengan kekuatan yang luar

biasa dan elastisitas.29

Dibandingkan dengan material komposit biasa, Ceramage memiliki struktur yang

halus progessive unik (PFS) plus mengisi matriks polimer organik untuk membuat mikro

homogen. Hasilnya adalah superior elastisitas lentur, kekuatan dan poles unsurpasses. 29

32
Estetis, Ceramage memiliki transmisi cahaya dan sifat menyebar bahwa hampir

duplikat yang dentin alam dan email. 29

Gambar 14. Crown Ceramge


Sumber: http://www.tinlokdental.com/product.php

Selanjutnya, Ceramage lebih sulit daripada-cahaya sembuh bahan lain tetapi

sangat tangguh dan lebih elastis dari keramik konvensional sehingga solusi yang sangat

baik untuk restorasi posterior tahan lama.

Indikasi dari carameg ini, yaitu:29

 Dapat digunakan untuk veneer mulia dan tinggi-mulia nonpaduan

 Anterior dan posterior untuk mahkota jaket

 Implan substruktur

 Laminate veneers

 Inlays dan onlays

 Procera Zirkonia

33
Procera Zirkonia, terbuat dari Yttria stabil Zirkonium (YZ) memiliki keunggulan

besar dibandingkan dengan material gigi lain: ketahanan mekanis, biokompatibilitas dan

ketangguhan patah dua kali lebih besar dari Alumina.30

Gambar 15. Procera Zirkonia


Sumber: http://www.tinlokdental.com/product.php

Gambar 16. Hasil dari Procera Zirconia


Sumber: http://www.tinlokdental.com/product.php

Kekuatan tidak lagi harus berkompromi untuk mencapai estetika ekstrim.

Kekuatan lentur restorasi Zirkonia berkisar 900-1400 MPa. Konvensional keramik logam

mulia restorasi berada di 800 MPa atau kurang. keramik logam tidak dapat bersaing

dengan estetika Zirkonia. Hal ini mampu ditempatkan di manapun di mulut dan dapat

menampung 3-6 unit jembatan. 31

34
Gambar 17. Procera Zirkonia restorasi dapat dimasukkan dengan menggunakan teknik penyemenan
konvensional. Bonding tidak diperlukan
Sumber: http://alldentalstudios.com/ceramics.html

Gambar 18. Mahkota Cercon Zirconia


Sumber: http://alldentalstudios.com/ceramics.html

Cercon Zirkonia adalah sistem inovatif untuk mahkota logam-bebas estetik

dan jembatan. Kehandalan Cercon restorasi Zirkonia didukung oleh lebih dari lima tahun

keberhasilan klinis terbukti. Sistem ini digunakan untuk membuat unit tunggal anterior

atau posterior atau restorasi jembatan multi-unit keluar dari tembus, zirkonia

biokompatibel, terkuat dan terberat gigi keramik. Cercon Zirkonia restorasi dapat
35
ditempatkan dengan sementasi konvensional atau teknik adhesive bonding. Lebih dari

100 laboratorium di Amerika Utara menawarkan Cercon restorasi Zirkonia dan lebih dari

1.000.000 unit telah ditempatkan di seluruh dunia. 31

Gambar 19. Bahan: Yttria-stabil zirkonia. Gunakan Fitur: anterior atau posterior mahkota tunggal dan jembatan
multi-unit. Lab Pengolahan: Computer Aided Manufacturing (CAM) zirkonia pra-sinter. Properties: Kekuatan
Lentur> 900MPa, Ketangguhan Retak = 9.0MPa.m0.5, VHN ~ 1200, CTE ~ 10,5 m / m / o C, pada 500 o C.
Estetika: Inherently tembus, solusi restoratif logam-gratis untuk seluruh mulut. Pelapisan: Optimal dicocokkan
dengan pelapisan S ®Seram porselen Cercon. Penempatan: sementasi Konvensional atau ikatan perekat
Sumber :http://www.dentist-planet.com/zirconia-implants.php

Cercon adalah sebuah Keramik Berbasis Zirkonium, Made untuk Craft Gratis

Gigi Prostheses-Metal.25

Di laboratorium gigi, teknisi laboratorium terampil dan sangat profesional

bekerja pada gigi palsu, mahkota, dan jembatan yang terbuat dari Ceron-keramik.

Dengan demikian, pencarian banyak pasien untuk gigi palsu logam-bebas, biokompatibel,

dan estetika unggul akhirnya akan telah terpenuhi. 25

Bahan baru sebagian besar didasarkan pada oksida zirkonia. Dalam proses

kerajinan jembatan konvensional dan mahkota, model gigi yang dicetak sesuai dengan

spesifikasi yang tepat dari dokter gigi, satu kali dilakukan, emas dan perak paduan akan

dilemparkan ke dalam model cetakan. Dalam menggunakan bahan Cercon-Keramik

baru, teknisi laboratorium harus membuat model lilin juga, tetapi bentuk-bentuk lilin

menjadi pola dari unit penggilingan yang dibantu komputer menciptakan mahkota atau

jembatan. Dalam langkah berikutnya, implan digiling keluar dengan presisi milimeter.

36
Setelah itu, oksida zirkonia padat keramik yang dimasukkan ke dalam tungku sintering

untuk menerima kekerasan yang luar biasa. Bahkan jembatan gracile dapat dibuat dengan

cara ini. 25

Salah satu keunggulan utama dari gigi palsu yang terbuat dari keramik Cercon-

biokompatibilitas sangat baik. Akibatnya, logam alergi disebabkan oleh implant gigi

harus menjadi sesuatu dari masa lalu. Karakteristik menyediakan pasien dengan

kompatibilitas terbaik dengan gigi yang tersisa. Aspek lain yang menarik akan menjadi

fakta bahwa mahkota dan jembatan yang terbuat dari keramik Ceron-Radio-Buram, yang

sangat penting untuk pemeriksaan gigi masa depan. 25

3.5 Fungsi lain Zirconia dalam Bidang Kedokteran Gigi

TZP dan TZP-HIP telah disarankan untuk digunakan sejak tahun 1980an. Berdasarkan

pengalaman berhasil pada implant bagian pangkal paha yang dibuat dari TZP sekitar tahun

1990, maka mulailah digunakan pertama kali dalam kedokteran gigi sebagai bahan pasak,

mahkota, dan jembatan yang diproses dengan CAD/CAM. 27

TZP digunakan lebih luas lagi sejak 1991 untuk pasak akar gigi, tahun 1993 untuk

CAD-CAM penghasil mahkota dan jembatan dalam bentuk sintered/HIP, tahun 1996 dalam

bentuk pre-sintered untuk CAD/CAM, dan sekitar tahun 2000 untuk abutment, serta tahun

2001 untuk implan. 27

Data ini menyangkut pada isostatic, kepadatan uniaksial, sintered, dan material HIPed.

Produk Injection-Molded TZP untuk pasak atau implant telah diproduksi sejak akhir 1980an,

namun belum begitu diterima dengan baik.27

Penggunaan bahan ini sebagai material utama untuk jembatan di region anterior dan

posterior, peningkatan kekuatan dibandingkan dengan bahan lainnya menunjukkan progress

37
yang luar biasa, membuat dimungkinkannya pembuatan jembatan dengan bahan all-ceramics

di region posterior. 27

Perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa TZP-blanks

cocok untuk CAD/CAM dalam tiga keadaan baik itu unsintered, partly sintered, dan

sintered/HIPed. Dan dikarenakan kemudahan pengerjaan, serta pengolahan yang lebih cepat

membuat penggunaan pre-sintered blanks lebih dominan digunakan saat ini. 27

Namun, material TZP yang diproses melalui HIP tidak cocok dengan pre-sintered

blanks. Pengembangan baru berdasar pada TZP mengikutsertakan alat pemotong seperti drills.
27

Pentingnya ZrO2-TZP dalam kedokteran gigi saat ini digambarkan dengan

penggunaan ZrO2 untuk aplikasi dental. Pada tahun 2006, lebih dari 100 ton ZrO2 diproses

secara mendunia. Lebih dari separuh jumlah ini diproduksi oleh METOXIT AG pada

CAD/CAM-blanks yang belum selesai dan menghasilkan produk dental. Untuk 2008,

diharapkan peningkatan kuantitas hingga 250 ton. 27

38
BAB 4

PENUTUP

4.1 Ringkasan

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan penulis yaitu:

a. Zirkonium adalah logam putih keabuan yang jarang dijumpai di alam bebas. Zirconia

memiliki lambang kimia Zr dannomor atom 40.

b. Zirconia atau Zirconium dioksida (ZrO2) merupakan bahan semikonduktor keramik

yang mempunyai sifat tahan korosi, memiliki titik lebur yang sangat tinggi (>2000

°C), dan sensitif terhadap gas oksigen. Sifat-sifat ini membuat ZrO2 banyak dipakai

sebagai sensor gas oksigen di industri otomotif.

c. Zirconium dioksida atau Zirconium Oxide (ZrO2) adalah bubuk halus yang digunakan

sebagai bahan pemoles dalam pasta gigi.

d. Zirconium adalah sebutan untuk logam berwarna putih abu-abu, berbentuk

Kristal(amorf), lunak, dapat ditempa dan diulur bila murni juga tahan terhadap udara

bahkan api.

e. Ada beberapa tipe dari zirconia, yaitu :

 Tetragonal Zirconia Polycrystals (TZP)

 Fully Stabilized Zirconia (FSZ)

 Partially Stabilized Zirconia (PSZ)

 Zirconia Toughened Alumina (ZTA)

 Transformation Toughened Zirconia (TTZ)

f. Tipe-tipe zirconia yang sering digunakan sebagai dental material yaitu:

39
 Tetragonal Zirconia Polycrystals (TZP)

 Partially Stabilized Zirconia (PSZ)

g. Dalam bidang kedokteran gigi, zirconia digunakan sebagai material implan,

h. Adapun sifat-sifat dari Zirconia ini, yaitu:

 Daya tahan kimia yang kuat

 Tahan abrasi

 Tahan korosi

 Tidak menghantarkan listrik

 Konduktifitas termal rendah

 Kekuatan termal lebih baik dari pada alumnia

i. Keuntungan dari zirconia yaitu Zirconia memiliki sifat mekanis yang baik, Zirconia

memiliki estetis yang baik, Zirconia memiliki sifat biokompabilitas yang baik dan

Zirconia memiliki sifat yang baik yaitu daya tahan kimia yang kuat, tahan abrasi, tahan

korosi, tidak menghantarkan listrik, konduktifitas termal rendah dan kekuatan termal

lebih baik dari pada alumnia.

j. Kerugian dari zirconia yaitu Jika ingin dilakukan pemotongan pada pembuatan

keramik zirconia maka harus menggunakan pemotong berlian dan dilakukan bawah

air dan tanpa tekanan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Fadullrahman. Kedokteran Gigi. Available from: http://kedokteran-gigi-15582.
Accessed Oktober 3, 2010.
2. Kenneth J. Anusavice. Philips Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi Edisi 10. Penerbit
Buku Kedokteran Gigi EGC: 2004.
3. Afifuddin. Beberapa Penggunaan Zirconia Dalam Bidang Kedokteran Gigi. Available
from: http://webcache.googleusercontent.com/search?. Accessed Oktober 3, 2010.
4. Bangkit Indriyana Suwono. Ceramics Zirconia. Available from:
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.amjdent.com/Archive/
Abstracts/2010/June%25202010%2520Abstracts.html&ei=naGxTNT8LsjzceCU4c8N&s

40
a=X&oi=translate&ct=result&resnum=9&ved=0CFEQ7gEwCA&prev=/search%3Fq%3
D%2522journal%2Bzirconia%2Bdental%2Bsaudi%2Barabia%2522%26hl%3Did%.
Accessed Oktober 3, 2010.
5. Wikipedia. Zirconium Dioksida. Available from:
http://orybun.blogspot.com/2008/12/unsur-golongan-iv-b.html. Accessed Oktober 3,
2010.
6. Wikipedia. Zirconium. Available from: http://id.wikipedia.org/wiki/Zirconium.
Accessed Oktober 3, 2010.
7. Franky Priyambodo. Pembuatan daan Karakterisasi Pelet Zro2 Sebagai Sensor Gas
Oksigen. Available from:
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbtf-gdl-s1-2007-
frankypriy-1766. Accessed Oktober 3, 2010.
8. Copstead LC, Banasik JL. Pathophysiology. Elsevier Saunders : Philadelphia. 2005.
9. Syahwin. Tesis: Analisis Simulasi Korelasi Temperatur Sintering Terhadap Sifat Fisis
Keramik Panduan Zirconia (ZrO2) Ber Aditif CaO dengan Alumnia (Al2O3)
Menggunakan Maple 7. Universitas Sumatera Utara: Medan. 2008.
10. James B. Hedrick. Zirconium dan Afnium H. Available From
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://www.scribd.co
m/doc/17409222/Zirconium&prev=/search%3Fq%3D%2522gratis%2Bdownload%2Bjur
nal%2Bzirconia%2522%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-
a%26hs%3D5yE%26sa%3DG%26rls%3Dorg.mozilla:en-
US:official%26channel%3Ds&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhjeWlB8pYUN22
uurs3YFTyKX76Jkg. Accessed Oktober 3, 2010.
11. Aditya Nugraha Setiawan. Ekstraksi Dan Karakterisasi Pasir Zirkon Ke Zirkonia Dengan
Proses Alkali Fusion. Available from:
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-adityanugr-
32094.Accessed Oktober 3, 2010.
12. Syoni Soepriyanto. Beberapa Zirconia Untuk Keramik Maju: Produk Peningkatan Nilai
-Tambah Mineral Ikutan. Available from:
http://www.fttm.itb.ac.id/publikasi/index.php?id=38.Accessed Oktober 3, 2010.
13. Tarsisius Adhitiya Deragil. Zirconia Oxygen Sensors. Available from:
http://www.scribd.com/doc/28850526/Sintesis-ZrO2-dan-aplikasi-di-kehidupan.Accessed
Oktober 3, 2010.
14. Afifuddin. Beberapa Penggunaan Zirconia Dalam Bidang Kedokteran Gigi. Available
from: http://webcache.googleusercontent.com/search?.Accessed Oktober 3, 2010.
15. Engineering ceramic. Technox Zirkonia. Available from:
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.dynacer.com/zirconia.
htm&ei=N9-
vTIftEI6ycY2p3P8N&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=9&ved=0CEsQ7gEwCA
&prev=/search%3Fq%3D%2522zirconia%2522%26hl%3Did%26biw%3D1440%26bih
%3D737%26prmd%3Di.Accessed Oktober 3, 2010.
16. Fis. Fis St Conector. Available from:
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.refractron.com/zirconi
a_ceramic_material.asp&ei=w-
SvTNeHKYKucL20iIUO&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=9&ved=0CFAQ7gE
wCA&prev=/search%3Fq%3Dzirconia%2Bceramic%26hl%3Did%26biw%3D1440%26
bih%3D737.Accessed Oktober 3, 2010.

41
17. David Sapan, Dede Fadhilah, Febri Firmansyah, Leo Sahat, dan Refie Firmansyah.
Forming Ceramic Tao Valve. Available from:
http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/ba81c4ac6978eb037fc9148577d69ea4e3455
96d.pdf.Accessed Oktober 3, 2010.
18. Adzomo. Partially Stabilized Zirconia – Toughening Mechanisms, Properties and
Applications of PSZ. Available from: http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=4790.
Accessed Oktober 3, 2010.
19. AqLima Nursamawati. Definisi dan Fungsi Daur Biogeokimia ZIRKONIUM. Available
from: http://akusayangmamah.blogspot.com/2010/03/definisi-dan-fungsi-daur-
biogeokimia.html. Accessed Oktober 3, 2010.
20. Syahwin,.Analisis Simulasi Korelasi Temperatur Sintering Terhadap Sifat Fisis Keramik
Paduan Zirkonia (ZrO2) Ber Aditif CaO Dengan Alumina (Al2O3) Menggunakan Maple
7. Available from: http://repository.usu.ac.id/xmlui/handle/123456789/6139.Accessed
Oktober 3, 2010.
21. Chandra Nur. Pengaruh Ukuran Butiran dan Suhu Sintering terhadap Konduktivitas
Listrik dan Mikrostruktur Keramik Yittria Stabilizied Zirconia sebagai Elektrolit Padat
Fuel Cell.Tesis. Universitas Sumatera Utara: Medan. 2005.
22. Scheuer Es Társa BT. Terbaru di Kedokteran Gigi. Available from: http://www.dental-
offer.com/metal-free-implants.html. Accessed Oktober 3, 2010.
23. Nazarian Ara. Implan Zirkonia Devices. Available From: http://www.dental--
health.com/zirconia_implant_devices.html. Accessed Oktober 3, 2010.

24. Hartford North Main. Procera Zirconia. Available from:


http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.pjsdental.com/procera
_zirconia.htm&ei=4pnSTMyMFsbBccb6pM8M&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum
=1&ved=0CBcQ7gEwAA&prev=/search%3Fq%3Dhttp://www.pjsdental.com/procera_zi
rconia.htm%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26sa%3DG%26rls%3Dorg.mozilla:en-
US:official%26channel%3Ds%26biw%3D1366%26bih%3D550. Accessed Oktober 3,
2010.
25. Disclaimer.Zirconia Implants – Metal-Free Implants. Available from: http://www.dentist-
planet.com/zirconia-implants.phpAccessed Oktober 3, 2010.
26. Johnson. Zirconium Implant. Available from: http://www.osseonews.com/zirconium-
implants/. Accessed Oktober 3, 2010.
27. Ulrich Voltz, Christian Blass. Metal Free Reconstruction With Zirconia Implants and
Zirconia Crowns. Implantology. 2004. 21(7). p.324-330. Jurnal
28. George Eliades, Theodore Eliades, Wiliam A. Brantley, David C. Watts. Dental Material
In Vivo: Aging and Related Phenomena. Quintessence Publishing Co. Inc : Chicago,
Berlin, Tokyo, Copenhagen, London, paris, Milan, Barcelona, Istanbul, Sao Paulo, New
Delhi, Moscow, Prague, Warsaw. 2003. p. 39-44.
29. Magelan. Ceramage. Available from:
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.magellandental.com/re
s_cer_ceramage.htm&ei=-
pvSTM76IIK3cP_G5IAM&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=1&ved=0CBYQ7gE
wAA&prev=/search%3Fq%3Dhttp://www.magellandental.com/res_cer_ceramage.htm%
26hl%3Did%26biw%3D1366%26bih%3D550. Accessed Oktober 3, 2010.
30. HArtforth main. Procera ® - Zirkonia. Available from:
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.pjsdental.com/procera
42
_zirconia.htm&ei=4pnSTMyMFsbBccb6pM8M&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum
=1&ved=0CBcQ7gEwAA&prev=/search%3Fq%3Dhttp://www.pjsdental.com/procera_zi
rconia.htm%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-%26sa%3DG%26rls%3Dorg.mozilla:en-
US:official%26channel%3Ds%26biw%3D1366%26bih%3D550. Accessed Oktober 3,
2010.
31. Opc .Ceramics .http://alldentalstudios.com/ceramics.html. Accessed Oktober 3, 2010.

43