Anda di halaman 1dari 5

BAB I

SISTEM INFORMASI : PRESPEKTIF AKUNTAN


1) Lingkungan Informasi
Studi mengenai SIA, Dimulai dengan mengenail informasi sebagai sumber daya bisnis

Manajemen
Puncak

Manajemen
Menengah

Manajemen
Operasional

Personel Operasional
Informasi Operasi Harian

Gambar Piramida di atas menunjukkan kegiatan perusahan dibahgi dalam beberapa tingkat
aktivitas. Operasiional bisnis membentuk dasar dari piramida. Aktivitas perusahaan beroriantasi
pada produk, seperti produksi, penjualan, dan distribusi.
Maksud dari empat aktivitas piramida diatas adalah:
1) Manajemen operasional, secara langsung bertanggungjawab atas pengendelianoperasional
harian.
2) Manajemen menengah, bertanggungjawab atas aktivitas perencanaan dan koordinasi jangka
pendek.
3) Manajemen puncak, bertanggungjawab atas perencanaan jangka waktu yang lebih panjang
dan menetapkan tujuan.
4) Personel operasional -informasi operasi harian
Gambaran piramida diatas menunjukkan bagaimana informasi mengalir dalam dua arah dalam
perusahaan yakni horizontal dan vertical. Arus horizontal mendukung berbagai pekerjaan tingkat
operasional dengan informasi sangat terperinci mengenai berbagai transaksi bisnis
mempengaruhi perusahaan.
Arus vertical mendistribusikan informasi secara ringkas mengenai berbagaiaktivitas operasional
dan lainnya kepada para manager disemua tingkat.
2) Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) menurut James A. Hall teridiri dari 3 sub system :
1. Sistem pemprosesan transaksi (transaction processing system – TPS) yang mendukung
operasi bisnis harian melalui berbagai document serta pesan untuk para pengguna diseluruh
lini perusahaan.
2. Sistem buku besar/pelaporan keuangan (General Ledger/Financial Reporting System GL/FRS)
yang menghasilkan laporan keuangan seperti laporan laba-rugi, neraca,arus kas,
pengembalian pajak , serta berbagai laporan yang diisyarakat hukum.
3. Sistem pelaporan manajemen (Management Reporting System – MRS) yang menyediakan
pihak manajemen internal berbagai laporang keuangan bertujuan khusus seperti : anggaran,
laporan kinerja, serta laporan pertanggung jawaban.
1. Sistem pemrosesan transaksi (Transaction processing system – TPS)
Sistem pemrosesan transaksi penting untuk keseluruhan fungsi dari Sistem Informasi karena
 mengkonversikan berbagai kegiatan ekonomi ke dalam transaksi keuangan.
 mencatat berbagi transaksi keuangan ke dalam catatan akuntansi (jurnal dan buku
besar).
 mendistribusikan informasi keuangan yang penting untuk personel operasinal dalam
mendukung operasi hariannya.
Sistem pemrosesan transaksi berhubungan dengan berbagai kegiatan bisnis yang sering
terjadi.Perusahaan dapat memproses ribuan transaksi dan untuk pemprosesan secara
efisien,berbagai transaksi yang hampir sama dikelompokkan menjadi satu kedalam beberapa
siklus transaksi.
2. System buku besar/pelaporan
Sistem buku besar (general ledger system –GLS) dan sistem pelaporan keuangan (Financial
Reporting System- FRS) adalah dua subsistem yang erat hubungannya satu sama lain.
Sistem pelaporan keuangan mengukur dan melaporkan kondisi sumber daya keuangan serta
berbagai perubahan atas sumber daya tersebut. Jenis laporan ini disebut sebagai
nondiskresioner (nondiscresionary) karena perusahaan memiliki sedikit atau tidak memimiliki
sama sekali pilihan dalam informasi yang disediakan.
3. Sistem Pelaporan Manajemen
Sistem Pelaporan Manajemen (Management Reporting System – MRS) memberikan informasi
keuangan internal yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis.Laporan yang umum dihasilkan
oleh MRS meliputi anggaran, laporan kinerja, analisis biaya – Volume – Laba (Cost – Volume
–Profit analysis), serta berbagai laporan yang menggunakan data biaya saat ini (bukan yang
historis).
3) Model Umum Sistem Informasi Akuntansi
Lingkungan eksternal
a. Sumber data
Sumber data (data resource) adalah berbagai transaksi keuangan yang masuk ke dalam
Sistem Informasi baik dari sumber internal maupun eksternal.
transaksi keuangan eksternal adalah sumber data yang paling umum untuk kebanyakan
perusahaan. seperti : penjualan barang dan jasa, pembelian persediaan, penerimaan kas,
serta pengeluaran kas ( termasuk penggajian).
transaksi keuangan internal melibatkan pertukaran atau perpindahan sumber daya dalam
perusakan seperti : perpindahan bahan baku menjadi barang dalam proses (work in procces-
WIP) penggunaan tenaga kerja dan overhead untuk barang dalam proses, konverso WIP
menjadi persidiaan barang jadi dan depresiasi parik dan perlengkapan.
b. Pengumpulan Data
Pengumpulan data (data collection) adalah tahap operasional pertama dalam Sistem
Informasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa data kegiatan yang masuk kedalam sistem
valid, lengkap, dan bebas dari kesalahan.
c. Pemprosesan Data
Setelah data selesai dikumpulkan, data perlu diproses agar menghasilkan informasi. Berbagai
pemprosesan dalam tahap pemprosesan data (data processing) berkisar dari yang sederhana
hingga yang rumit.
d. Manajemen basis data
Basis data (database) perusahaan adalah tempat penyimpanan fisik data keuangan dan non
keuangan. Basis data dapat berarti lemari penumpanan arsip atau disket computer.
Apapun bentuk fisik basis datanya, isinya dapat disajikan dalam hierarki yang logis. Berbagai
tingkat dalam hierarki data-atribut, record dan file.
Atribut data. Atribut data dalah bagian mendasar dari calon data yang berguna dalam basis
data.
Record. Record adalah serangkaian lengkap atribut untuk satu kejadian dalam suatu kelas
entitas.
File. File adalah serangkaian record yang lengkap dari suatu kelas identik.
Manajemen Basis Data (database management) melibatkan tiga pekerjaan dasar :
penyimpanan, penarikan dan penghapusan.
Pekerjaan penympanan (storge) menempatkan barbagai kunci untuk berbagai record baru
dan menympannya dalam lokasi yang sesuai dalam basis data. Penarikan (retrieval) adalah
pekerjaan mencari dan mengekstraksi record yang ada dari basis data untuk diproses.
Penghapusan (deletion) adalah pekerjaan untuk secara permanen memindahkan berbagai
record yang sudah using/redundan dari basis data.
e. Pembuatan Informasi
Pembuatan Informasi (information generation) adalah proses menyusun, mengatur,
memformat dan menyajikan informasi ke para pengguna.
f. Pengguna Akhir
Pengguna akhir (end user) dibagi dalam dua kelompok umum : eksternal dan internal.
Penggunaan eksternal meliputi : para kreditor, pemegang saham, calon investor, lembaga
pemerintahan, kantor pajak, pemasok dan pelanggan.
Pengguna internal meliputi pihak manajemen ditingkat dalam perusahaan, serta personel
operasional.
g. Umpan Balik
Umpan Balik (feedback) adalah bentuk output yang dikirim kembali ke sistem sebagai
sumber data. Umpan balik dapat bersifat internal atau eksternal dan digunakan untuk
memulai atau mengubah proses.
Tujuan Sistem Informasi
Tujuan Sistem Informasi dapat berbeda antara perusahaan. Terdapat tiga tujuan dasar yang
umum didapati disemua sistem. Tujuan-tujuan tersebut adalah :
1. Mendukung fungsi penyediaan (stewardship) pihak manajemen.
2. Mendukung pengambilan keputusan pihak manajemen.
3. Mendukung operasional harian perusahaan.
Pemerolehan informasi
Perusahaan mendapatkan informasi dengan 2 (dua) cara :
1. Mengembakan sistem yang disesuaikan dari awal melalui aktivitas pengembangan sistem
internal
2. Membeli sistem komersial yang siap pakai dari para vendor perantik lunak.
Proses formal untuk pemerolehan Sistem Informasi disebut sebagai siklus hidup
perkembangan sistem (system development life cycle).
4) Struktur Organisasi
Struktur organisasi mencerminkan distribusi tanggungjawab, otoritas dan akuntabilitas diseluruh
perusahaan. Perusahaan mencapai tujuan umumnya dengan menetapkan tujuan keuangan yang
dapat diukur untuk unit operasionalnya. Contoh : informasi anggaran mengalir kebawah.
Segment Bisnis
Tiga pendekatan yang umum digunakan untuk mengatur segmentasi perusahaan meliputi :
1. Lokasi Strategis. Perusahaan dengan wilayah operasi yang tersebar di beberapa Negara
menggunakan pendekatan ini untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber daya, pasar
atau lini distribusi.
2. Lini produk. Perusahaan yang memproduksi banyak jenis produksi, mengatur organisasinya
berdasarkan lini produk dengan menciptakan berbagai divisi yang terpisah untuk tiap produk.
3. Fungsi bisni. Segmentasi fungsional membagi perusahaan ke dalam berbagai area
tanggungjawab khususnya berdasarkan pekerjaan.
Beberapa perusahaan menggunakan lebih dari satu cara untuk melakukan segmentasi. Contoh :
sebuah perusahaan mengkonglomerasi internasional menentukan segmen operasinya secara
geologis, berdasarkan produk tiap area geografis, dilanjutkan segmentasi fungsi dalam tiap
segmen produk.
a. Segmentasi Fungsional
b. Fungsi akuntansi
Fungsi akuntansi mengelola sumber data informasi keuangan perusahaan, dalam hal ini
fungsi akuntansi memainkan dua peranan penting di pemrosesan transaksi.
 Fungsi menangkap dan mencatat berbagai pengaruh keuangan dari berbagai transaksi
perusahaan meliputi berbagai kegiatan.
 Fungsi mendistribusikan informasi transaksi ke personel operasional untuk
mengkoordinasikan banyak dari tugas penting mereka.
c. Fungsi Layanan Komputer
Struktur pendekatan yang ekstrim yaitu pendekatan pemprosesan data terpusat dan
pemprosesan data terdistribus.
 Pemprosesan Data Terpusat (centralized data processing), semua pemprosesan data
dilakukan oleh satu atau lebih computer besar yang ditempatkan disebuah lokasi pusat
dan melayani para pengguna diseluruh perusahaan.
 Pemprosesan Data Terdistribusi ( distributed data processing-DDP) sangat luas
melibatkan pengaturan ulang fungsi layanan computer menjadi unit pemprosesan
informasi ( information processing unit-IPU) kecil yang didistribusikan ke para pengguna
akhir dan ditempatkan dibawah kendali mereka.
5) File data VS Pendekatan Basis Data
a. Model File datar
Model file datar ( file flat model) menjelaskan sebuah lingkungan dengan file data yang tidak
saling berhubungan dengan file lain.
Penyimpanan Data
sistem informasi yang efisien hanya menangkap dan menyimpan data sekali serta
membuatnya menjadi sumber yang tersedia bagi seua pengguna yang membutuhkannya.
Pembaharuan Data
Perusahan memiliki banyak sekali data yang disimpan dalam berbagai file dan membutuhkan
pembaharuan (update) berkala untuk mencerminkan berbagai perubahan.
Kekinian Informasi
Kegagalan dalam memperbaharui semua file pengguna akan berpengaruh pada perubahan
status. Jika informasi yang terbaru tidak disebarluaskan secara tepat, perubahan tersebut
tidak akan tercermin dalam data penggua hingga mengakibatkan adanya keputusan yang
didasarkan pada informasi yangkadaluawarsa.
Dependensi Pekerjaan Data
Masalah dalam pendekatan file datar adalah ketidakmampuan pengunanya untuk
mendapatkan tambahan informasi ketika kebutuhan pengguna tersebut berubah dan inilah
yang debuat sebagai dependensi pekerjaan data(task data dependensi).
b. Model Basis Data
Mengatasi berbagai masalah file datar ditempuh dengan mengimplementasikan model basis
data(database model) untuk manajemen data.
Dengan berbagi data, bebagai masalah tradisional dalam pendekatan file datar dapat diatasi
seperti masalah :
 Eliminasi redundasi data
 Pembaharuan tunggal
 Nilai terkini