Anda di halaman 1dari 4

[13/11 17:40] Syasya😈: A.

Definisi

[13/11 17:40] Syasya😈: Acromegaly atau akromegali adalah penyakit yang muncul karena tubuh
orang dewasa kelebihan hormon pertumbuhan (growth hormone). Kondisi ini menyebabkan
pertumbuhan secara berlebihan di berbagai organ serta jaringan otot dan tulang, khususnya pada
kaki, tangan, dan wajah.

Peningkatan produksi growth hormone umumnya disebabkan oleh tumor jinak di kelenjar hipofisis
(pituitary). Peningkatan juga dapat disebabkan oleh tumor pada organ tubuh lain, seperti paru-paru
atau pankreas, namun hal tersebut jarang terjadi.

[13/11 17:44] Syasya😈: B. Etiologi akromegali

Penyebab Akromegali

Akromegali terjadi akibat tingginya produksi hormon pertumbuhan (GH). Pada usia dewasa,
peningkatan hormon pertumbuhan biasanya disebabkan oleh adanya tumor yang tumbuh. Terdapat
dua jenis tumor yang dapat meningkatan produksi GH, yaitu:

Tumor pituitari

Sebagian besar kasus akromegali memperlihatkan adanya tumor pada kelenjar hipofisis (pituitari)
yang dapat meningkatkan produksi GH. Kelenjar hipofisis terletak di bagian bawah otak dan
berfungsi memproduksi berbagai hormon penting bagi tubuh, salah satunya adalah growth
hormone.

GH memicu organ hati untuk memproduksi insulin-like growth factor I (IGF-I) yang berfungsi sebagai
stimulan pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Kadar GH yang berlebih akan mempengaruhi
produksi IGF-I, sehingga memicu pertumbuhan abnormal pada organ serta jaringan otot dan tulang.

Tumor Nonpituitari

Tumor yang muncul pada bagian tubuh lain, seperti paru-paru, pankreas, dan otak, juga dapat
meningkatkan produksi GH. Pada beberapa kasus lain, tumor tersebut juga dapat memproduksi
growth hormone-releasing hormone (GHRH) atau hormon yang melepaskan hormon pertumbuhan,
sehingga produksi GH meningkat.

Selain karena tumor, GH juga dapat meningkat akibat gangguan di hipotalamus sehingga tidak dapat
mengendalikan sel yang memproduksi GH. Hipotalamus adalah bagian otak yang juga menghasilkan
beberapa hormon yang penting untuk tubuh.
Gejala dan Tanda Akromegali

Tidak semua kondisi akromegali memperlihatkan gejala dan tanda yang signifikan. Gejala dan tanda
akromegali akan terlihat lebih jelas seiring dengan pertambahan usia. Gejala dan tanda yang terlihat
pun akan berbeda dari setiap penderita. Beberapa gejala dan tanda yang dapat dialami adalah:

[13/11 17:51] Syasya😈: D. Tanda dan Gejala

Gejala dan Tanda Akromegali

Tidak semua kondisi akromegali memperlihatkan gejala dan tanda yang signifikan. Gejala dan tanda
akromegali akan terlihat lebih jelas seiring dengan pertambahan usia. Gejala dan tanda yang terlihat
pun akan berbeda dari setiap penderita. Beberapa gejala dan tanda yang dapat dialami adalah:

Tanda akromegali:

Kaki dan tangan membesar.

Struktur wajah berubah.

Ukuran lidah, hidung, dan bibir membesar.

Muncul renggang di antara gigi.

Kulit berminyak dan kasar.

Mendengkur kencang saat tidur.

Rongga dada menjadi lebar (barrel chest).

Suara serak dan berat (akibat pelebaran pita suara dan sinus).

Jantung membesar.

Gejala akromegali:

Keringat berlebih, hingga bau badan.

Sakit kepala.

Kelelahan dan tubuh terasa l

Otot melemah.

Nyeri sendi dan kemampuan gerak terbatas.

Gangguan penglihatan
Sulit tidur.

Gangguan siklus menstruasi pada wanita.

Disfungsi ereksi pada pria.

Kehilangan gairah seks.

[13/11 18:00] Syasya😈: Patofisiologi

Pada beberapa pasien dapat timbul akromegali sebagai respon terhadap neoplasia yang menyekresi
GHRA ektopik. Pada pasien ini terdapat hiperplasia hipofisis somatotrop dan hipersekresi GH.

Apabila tumor timbul sesudah dewasa, yakni setelah epifisis tulang panjang bersatu dengan batang
tulang, maka orang tersebut tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi, namun jaringan ikat longgarnya
masih terus tumbuh, dan tebal tulangnya masih terus tumbuh. Pembesaran ini terutama terlihat
pada pada tulang-tulang kecil tangan ,kaki, dan pada tulang membranosa. Termasuk tulang
tengkorak, hidung, penonjolan tulang dahi, bagian bawah tulang rahang, karena pada masa dewasa
muda pertumbuhan tulang-tulang ini tak berhenti. (sylvia:1218-1219)

[13/11 18:05] Syasya😈: E. Pemeriksaan diagnosis

Diagnosis

Untuk memulai proses diagnosis dokter akan mempelajari riwayat medis dan melakukan
pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter akan merekomendasikan langkah-langkah berikut ini bagi
pasien.

•Pengukuran GH dan IGF-I

Setelah pasien menjalani puasa semalaman, dokter akan mengambil contoh darah untuk mengukur
level GH dan IGF-I. Peningkatan kadar kedua hormon ini mengindikasikan adanya akromegali.

•Tes penekanan hormon pertumbuhan

Langkah ini ini merupakan metode untuk memverifikasi akromegali. Dalam tes ini, level darah dari
GH diukur sebelum dan sesudah pasien mengonsumsi gula (glukosa). Dalam kondisi normal, glukosa
akan menekan kadar GH. Namun pada akromegali, kadar GH akan tetap tinggi.

•Pemeriksaan pencitraan.

Dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalankan pemeriksaan pencitraan seperti MRI,
untuk membantu mengetahui lokasi dan ukuran tumor pada kelenjar pituitari.

[13/11 18:09] Syasya😈: F. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan Penunjang

a. Laboratorium

b. Kadarh Growth Hormon (GH) berlebihan mencapai 400 mg/dl

c. Tes toleransi glukosa: hipoglikemia

d. Kadar somatomatin mengikat (2,0621 u//ml), 031-1,4 u/ml


e. CT-Scan

f. MRI

[13/11 18:10] Syasya😈: G. Komplikasi

Komplikasi

a. Hipertrofi jantung

b. Hipertensi

c. Diabetes mellitus dapat terjadi akibat efek GH pada peningkatan glukosa darah dan
penurunan kepekaan sel terhadap insulin.