Anda di halaman 1dari 3

BAB 29

SELAYANG PANDANG MENANGGAPI RESIKO

Bagan berikut menyajikan Proses Audit Tahap 2 yang dinamakan Menanggapi risiko.
Ini adalah tahap sesudah penilaian risiko do tahap pertama dan sebelum pelaporan di tahap
ketiga. Bagan ini adalah penggalan dari Bagan Proses atau Audit Process Chart di awal buku.

Berikut ini terjemahan alinea 5 dan 6 dari ISA 330 tentang kewajiban auditor dalam
menanggapi risiko yang dinilai.

ISA 330.5

Auditor wajib merancang dan mengimplementasikan tanggapan menyeluruh untuk menangani


risiko salah saji yang material yang dinilai, di tingkat laporan keuangan.

ISA 330.6

Auditor wajib merancang dan melaksanakan prosedur audit selanjutnya yang sifat, waktu
pelaksanaan, dan luasnya didasarkan atas dan merupakan tanggapan terhadap risiko salah saji
yang material yang dinilai, di tingkat asersi.

Kedua alenia di atas menggunakan beberapa frasa dengan makna sebagai berikut:

 Assessed risks of material misstatement- untuk memudahkan pemahaman, istilah yang


panjang ini dibagi dalam dua bagiam, yakni “risks of material misstatement” dan
“assessed”. Istilah risks of material misstatement sangat sering dijumpai dalam banyak
ISAs; maknanya adalah risiko salah saji yang material. Ini adalah risiko yang dihadapi
oleh pihak yang membuat (manajemen) dan yang mengaudit (auditor) laporan
keuangan Auditor berkepentingan untuk menilai (assess) risiko ini, dan prosesnya
dinamakan risk assessment atau penilaian risiko. Hasil dari proses penilaian ini adalah
assessed risk atau risiko yang dinilai. Jadi assessed risk of material misstatement adalah
risiko salah saji yang material, sesudah (atau yang merupakan hasil dari proses)
penilaian risiko; dalam terjemahan, digunakan istilah yang lebih singkat, yakni “risiko
salah saji yang material, yang dinilai”.
 Response I(tanggapan) dan respond (menanggapi)-ini adalah reaksi auditor terhadap
risiko yang dinilainya (seperti dijelaskan dalam butir di atas). Kutipan ISA 330 di atas
menunjukkan adanya tanggapan di tingkat laporan keuangan dan tanggapan di tingkat
asersi. Tanggapan di tingkat laporan keuangan juga disebut tanggapan menyeluruh atau
overall response. Tanggapan di tingkat asersi dapat dilakukan berkaitan dengan jenis
transaksi (class of transactions), saldo akun (account balances), atau pengungkapan
(disclosures).
 Further audit procedures atau prosedur audit selanjutnya-istilah “selanjutnya”
bermakna “sesudah…”, yang dalam hal ini adalah prosedur audit sesudah risk
assessment atau prosedur audit sesudah penilaian risiko.

Tanggapan atas risiko atau risk response terdiri atas dua langkah. Langkap pertama ialah
merancang “prosedur audit selanjutnya” dan langkah keduanya ialah melaksanakan prosedur
audit tersebut. Konsep konsep dasar dari Proses Audit Tahap 2 dibahas dalam Bagian Kedua
(Gagasan Dasar).
Daftar Pustaka

Theodorus M. Tuanakotta. (2015) Audit Kontemporer. Salemba Empat, Jakarta