Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PEMERIKSAAN SISTEM ALTERNATOR


DI UPT PELATIHAN DINAS TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI KABUPATEN KUNINGAN
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mengikuti Ujian Nasional
Berbasis Komputer
Tahun Pelajaran 2020/2021

DISUSUN OLEH :
MUHAMAD REZA MAULIDAN
NIS. 18191302

YAYASAN MARTHA INDONESIA


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) YASMI
GEBANG
KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN
OTOMOTIF TAHUN 2019/2020
IDENTITAS SISWA

1) Nama : Muhamad Reza Maulidan


2) NIS : 18191302
3) Tempat Tanggal Lahir : Cirebon, 03 Mei 2004
4) Jenis Kelamin : Laki – Laki
5) No. Hp : 081214431149
6) Golongan Darah :-
7) Sekolah : SMK Yasmi Gebang – Cirebon
8) Alamat : Jl. Gebang Losari Ds. Melaka Sari
Kec. Gebang Kab. Cirebon
45194
9) Nomor Telephon : (0231) 8832756

10) Catatan Kesehatan :-

11) Nama Orang Tua : Ayah : Sudandi


Ibu : Juju Rohanah

12) Alamat Orang Tua : Jl.DI Panjaitan Ds. Sidaresmi


Kec. Pabedilan Kab. Cirebon

13) No. Telp/No. Hp Orang Tua : 085322001813

Cirebon, Desember 2019


Kepala SMK Yasmi Gebang

Faisallani Purnama Atmaja, S.Si


LEMBAR PENGASAHAN

Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang disusun oleh :

Nama : Muhamad Reza Maulidan

NIS : 18191302

Program Keahlian : Teknik Otomotif

Kompetensi keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Dengan judul

PEMERIKSAAN SISTEM ALTERNATOR DI BALAI PELATIAN KERJA


(BLK) KABUPATEN KUNINGAN

Telah disahkan pada : …………………….

Hari : …………………….

Tanggal : …………………….

Kepala Program Keahlian Pembimbing

Abdurrohim, ST Moch. Dodi Iskandar, S.Pd

Mengetahui
Kepala SMK Yasmi Gebang

Fuisallani Purnama Atmaja, S.Si


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT,


yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kami bisa menyusun
hasil Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dengan baik.

Panduan jurnal kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) disusun sebagai


panduan dan pedoman bagi siswa – siswi dalam melaksanakan praktek kerja
lapangan (PKL), sehingga siswa – siswi dalam melaksanakan kegiatan akan lebih
terarah dan sebagai lembaran kerja yang akan di gunakan untuk menyusun laporan
kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini.

Pada halaman ini siswa memberikan kesempatan untuk meyatakan


terimakasih secara tertulis kepada pembimbing dan perorangan lain yang telah
4ember bimbingan, nasehat, saran dan kritik, kepada mereka yang telah
membantu melakukan kegiatan kepada perorangan atau badan yang telah 4ember
bantuan kekurangan, dan sebagainya. Dan juga untuk Kegiatan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) ditahun – tahun yang akan datang kami mengharapkan masukan
dari semua pihak, agar kegiatan kedepannya bisa berjalan dengan lebih baik.
Selain dari pada itu kami juga mengucapkan termikasih kepada :

1. Ibu Tri Nurliana Martha, S.Si, M.MPd,. Selaku Pengurus Yayasan Sekolah
SMK YASMI Gebang Cirebon
2. Bapak Faisallani Purnama A, S.SI,. Selaku Kepala Sekolah SMK YASMI
Gebang Cirebon
3. Bapak Abdurohim, ST,. Selaku Kaprog Teknik Kendaraan Ringan
Otomotif
4. Bapak Mochamad Dodi Iskandar,. S.Pd Selaku Pembimbing Kegiatan
Praktek Kerja Lapangan (PKL) kami.
5. Bapak Adi Satria Lumaksono S.Pd,. Selaku Wali Kelas XI TKRO D
6. Bapak Drs. H. Sadudin M.Si selaku kepala UPT Pelatihan Kerja Dinas
Tenaga Kerjadan Transmigrasi Kabupaten Kuningan
7. Bapak Asep Suhendra Selaku Pembina DU/DI UPT Pelatihan Dinas
Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan
8. Bapak Asep Mauludin Selaku Pembina DU/DI UPT Pelatihan Dinas
Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan Seluruh
pegawaiatau Staf UPT Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan
Tramsmigrasi Kabupaten Kuningan
9. Orang Tua yang sudah mendukung kami untuk membuat laporan ini
10. Dan Teman – Teman yang terlibat dalam pembuatan laporan ini

Gebang,
Desember
2019
Penyusun
Pokja PKL
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….

IDENTITAS SISWA ………………………………………………………

IDENTITAS DU/DI ………………………………………………………..

LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………..

KATA PENGANTAR ……………………………………………………...

DAFTAR ISI ………………………………………………………………..

DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang …………………………………………………

1.2 Tujuan …………………………………………………………..

1.3 Manfaat ………………………………………………………...

BAB II KEGIATAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

2.1 Profil UPTD Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Dan


Transmigrasi Kabupaten Kuningan ……………………………

2.1.1 Sejarah Berdirinya UPTD Pelatihan Kerja


Disnaktrans Kabupaten Kuningan ……………………….

2.1.2 Visi Dan Misi ………………………………………………

2.1.3 Program Pelatihan ………………………………………...

2.1.4 Fasilitas Dan Sarana ……………………………………...

2.1.5 Struktur Organisasi ……………………………………….

2.2 Uraian Kegiatan ………………………………………………..

2.3 Jadwal Kegiatan ………………………………………………..


BAB III PEMBAHASAN TEMUAN STUDY

3.1 Teori Dasar ………………………………………………….

3.1.1 Pengertian Dan Fungsi Sistem Alternator …………….

3.1.2 Komponen – Komponen Alternator ………………….

3.1.3 Alat Dan Bahan ………………………………………

3.2 Temuan Study ……………………………………………...

3.2.1 Pemeriksaan Pada Sistem Alternator ……………….

3.2.2 Gangguan Yang Terjadi Pada Alternator …………...

3.2.3 Memperbaiki Gangguan Pada Alternator …………..

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan ………………………………………………..

4.2 Saran ………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN – LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Rotor Coil …………………………………………………

Gambar 3.2 Stator Coil …………………………………………………

Gambar 3.3 Alternator Shaft …………………………………………..

Gambar 3.4 Brush ……………………………………………………....

Gambar 3.5 Rumah Sikat ………………………………………………

Gambar 3.6 Pulley ………………………………………………………

Gambar 3.7 Bearing ……………………………………………………..

Gambar 3.8 Kipas …………………………………………………….....

Gambar 3.9 Dioda …………………………………………………….....

Gambar 3.10 IC Regulator ……………………………………………...

Gambar 3.11 Rumah Alternator ………………………………………..


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan kegiatan
praktek bagi siswa – siswi yang dilaksanakan secara langsung di Dunia
Usaha/Industri, dengan harapan siswa – siswi dapat mempraktekkan
sebuah materi yang sudah didapatkan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar
(KBM) di sekolah. Juga dapat membiasakan diri dengan peraturan Dunia
Usaha/Industri agar lebih disiplin dari sebelumnya.
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini tentunya harus
disesuaikan dengan Program Teknik otomotif dan Kompetensi keahlian
Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, maka kegiatan Praktek Kerja
Lapangan ini pun harus dilakukan ditempat Industri yang bersangkutan
dengan mesin kendaraan ringan, seperti contohya di Balai Pelatihan Kerja
(BLK) Kab. Kuningan.
Semoga kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini mampu
memberikan sebuah manfaat dan pembelajaran bagi siswa – siswi yang
telah melaksanakan kegiatan ini.

1.2 Tujuan

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini, tentunya mempunyai tujuan


– tujuan tertentu bagi seluruh pihak, antara lain :
1. Dengan diadakan kegiatan PKL ini siswa diharapkan agar bisa
mempraktekan apa yang sudah diajarkan disekolah
2. Dengan adanya kegiatan PKL ini siswa mampu terbiasa dengan
suasana dan peraturan yang ada di Dunia Usah/Industri
3. Dengan adanya kegiatan PKL ini siswa dapat berinteraksi dan
bekerjasama dalam mengerjakan sebuah pekerjaan dengan
karyawan maupun dengan siswa dari sekolah lain
4. Dapat dijadikan sebuah bekal pengalaman bagi siswa – siswi
setelah lulus sekolah.

1.3 Manfaat
Manfaat yang bisa diambil dari kegiatan PKL ini yaitu :
1. Menambah ilmu pengetahuan tentang apa yang dipraktekan di
Dunia Usaha/Industri tersebut
2. Mampu bertanggung jawab dalam bekerja
3. Belajar mandiri
4. Menumbuhkan rasa kekompokan antara siswa satu dengan yang
lainnya
5. Lebih disiplin dalam aturan
6. Menambah pengalaman bekerja di Dunia Usaha/Industri
BAB II
KEGIATAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

2.1 Profil UPTD Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Kabupaten Kuningan
1. Instansi : UPTD BLK Disosnaker Kabupaten Kuningan
2. Dasar hukum : PERATURAN BUPATI KUNINGAN, nomor :71
Tahun 2008 Tentang : tugas Pokok, Fungsi dan Uraian
Tugas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
Dilingkungan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja.
3. Eselonering : IV (Empat)
4. Status Lembaga : Unit Pelaksana teknis Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
Kabupaten Kuningan
5. Alamat : Jl. RE Martadinata Km. 6 PO.BOX 135 Kuningan

2.1.1 Sejarah Berdirinya UPTD Pelatihan Kerja Disnaktrans Kabupaten


Kuningan
1. Tahun 1981-1983 merupakan tahap awal pembangunan BLK
Kuningan Dengan nama Balai Latihan Kerja Industri dan Pertanian
(BLKIP).

2. Tahun 1984-1997 berubah nama menjadi Kursus Latihan


Kerja(KLK)

3. Tahun 1998-2001 berubah nama menjadi Loka Latihan Kerja


Usaha Kecil Menengah (LLK-UKM)

4. Tahun 2002-2003 KLK setingkat eselon IV ditingkatkan statusnya


menjadi Eselon III dan berubah nama menjadi Kantor Pelatihan
Keterampilan Kerja (KPKK).

5. Tahun 2004-2008 berdasarkan PP. Nomor 8 Tahun 2003 KPKK


dimerger dengan eks Kantor Nakertran dan Kantor Kesejahteraan
Sosial Dengan Nomenklatur Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan
Sosial, maka Kedudukan KPKK menjadi Seksi Pelatihan Kerja dan
Pengembangan SDM Setingkat eselon IV.

6. Tahun 2009 s.d. saat ini dengan adanya Peraturan Bupati


Kuningan Nomor : 71 Tahun 2008 terjadi perubahan kembali Seksi
Pelatihan Kerja dan Pengembangan SDM Pada Disnakertransos
menjadi UPTD BLK Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja Kabupaten
Kuningan.

2.1.2 Visi dan Misi


a. Visi
Terwujudnya tenaga kerja profesional, produktif, siap kerja dengan
penghidupan yang layak berkeadilan dalam suasana dan kondisi
yang dinamis
b. Misi
1. Peningkatan profesionalisme dan kompetensi tenaga kerja
Kabupaten Kuningan melalui penyelenggaraan pelatihan
keterampilan.
2. Membantu menciptakan program kerja dan kesempatan
berusaha
3. Membina peserta alumni pelatihan dan lembaga latihan swasta.
4. Menyiapkan tenaga kerja terampil, disiplin, produktif dan siap
pakai untuk memasuki lapangan pekerjaan maupun usaha
mandiri.
5. Membangun masyarakat Kabupaten Kuningan yang bekerja
mandiri.

2.1.3 Program Kerja UPT Pelatihan Kerja


Fokus program dan kegiatan tetap disandarkan pada salah satu
prioritas pembangunan daerah yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dengan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran; dengan sasaran :
1. Peningkatan kualitas angkatan kerja, kesempatan kerja, perluasan
kesempatan berusaha dan perlindungan ketenagakerjaan.
2. Peningkatan ekonomi masyarakat sebagai upaya pengentasan kemiskinan.
3. Pemberdayaan masyarakat dalam membangun desa.
4. Peningkatan fasilitasi pemberdayaan sosial ekonomi warga transmigrasi.
Program dan kegiatan yang akan dilakukan, dibiayai oleh dana
yang bersumber baik dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten
Kuningan sendiri, dilaksanakan dalam periode kegiatan tahunan atau lima
tahunan.
Program Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan
diantaranya adalah :
1. Program Perluasan Dan Pengembangan Kesempatan Kerja
2. Program Perlindungan Dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
3. Program Peningkatan Kualitas Dan Produktifitas Tenaga Kerja
4. Program Penyelenggaran Transmigrasi Antar Daerah
Program Unggulan di UPTD Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi kabupaten kuningan, antara lain :
1. Kejuruan otomotif : Sepeda Motor dan Mobil Otomotif
2. Kejuruan tata niaga : Teknik dan Operator Komputer, Bahada
3. Aneka kejuruan : Menjahit dan Tata Rias
4. Pertanian : Processin & Tata Boga, Peternakan & Perikanan
5. Listrik : Elektro dan Mesin Tenaa
6. Tekmek : Mesin Perkakas, Las Listrik & Las Karbit
7. Bangunan : Mebelair dan Forniture
8. Kejuruan yan menjadi tempat uji kompetensi
9. Kejuruan otomotif
10. Kejuruan tata niaga
2.1.4 Fasilitas dan Sarana
Sarana dan prasarana
a. Kantor : 200 m²
b. Ruang teori, bengkel dan laboratorium
1) Ruang teori/Serbaguna : 160 m²
2) Bengkel/Workshop Kejuruan otomotif : 192 m²
3) Kejuruan tekmek : 420 m²
4) Kejuruan listrik : 96 m²
5) Kejuruan tataniaga : 208 m²
6) Kejuruan aneka kejuruan : 96 m²
7) Kejuruan bangunan : 96 m²
8) Kejuruan pertanian : 96 m²
9) Ruang instruktur : 94 m²
c. Fasilitas Pendukung
1) Pos Jaga : 17 m² (2 Unit)
2) Kantin : 56 m² (1 Unit)
3) Musholah : 48 m² (1 Unit)
4) Gudang MTU : 32 m² (1 Unit)
5) Garasi MTU : 64 m² (1 Unit)
6) Garasi : 42 m² (1 Unit)
7) Gudang Distribusi : 70 m² (1 Unit)
8) Unit Usaha Otomotif : 126 m² (1 unit)
9) Ruang Diesel : 12 m² (1 Unit)
10) Toilet / WC : 18 m² (1 Unit)
11) Rumah Dinas C 70 : 140 m² (2 Unit)
12) Rumah Dinas D 50 : 500 m² (10 Unit)
13) Rumah Dinas E 36 : 108 m² (3 Unit)
2.1.5 Struktur Organisasi
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan merupakan
unsur pelaksana urusan pemerintahan wajib di bidang Tenaga Kerja dan urusan
pemerintahan pilihan di bidang Transmigrasi;
Kepala Dinas mempunyai tugas pokok membantu Bupati melaksanakan
urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di
bidang tenaga kerja dan transmigrasi.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Kepala Dinas mempunyai fungsi :
1. Perumusan dan penetapan kebijakan dibidang Tenaga Kerja dan
Transmigrasi;
2. Pelaksanaan kebijakan dibidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
3. Pengkoordinasian dan pengendalian pelaksanaan tugas dinas;
4. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas; dan
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati.
Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
Kepala Dinas mempunyai uraian tugas :
1. Merumuskan dan menetapkan kebijakan daerah di bidang Tenaga Kerja dan
Transmigrasi;
2. Memimpin, membina, dan mengendalikan pelaksanaan tugas dinas;
3. Mengesahkan dan menandatangani naskah dinas sesuai dengan
kewenangannya;
4. Melaksanakan pembinaan pegawai di lingkungan Dinas;
5. Melaksanakan administrasi dan koordinasi dengan instansi lainnya dalam
rangka pelaksanaan tugas;
6. Memberikan saran dan pertimbangan kebijakan kepada Bupati dalam
pelaksanaan sebagian urusan pemerintahan sesuai bidang tugasnya;
7. Membuat evaluasi dan menyampaikan laporan pelaksanaan tugas kepada
Bupati melalui Sekretaris Daerah;
8. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati.
Struktur Organisasi: (terlampir)
1. Kepala Dinas;
2. Sekretariat, membawahkan :
1. Sub Bagian Umum
2. Sub Bagian Keuangan dan Program
3. Bidang Penempatan Tenaga Kerja, membawahkan :
1. Seksi Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
2. Seksi Penyaluran Tenaga Kerja.
4. Bidang Perlindungan Tenaga Kerja, membawahkan :
1. Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja
2. Seksi Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja.4
5. Bidang Transmigrasi, membawahkan :
1. Seksi Penyiapan, Pengerahan dan Pemindahan Calon Transmigran
2. Seksi Kerjasama Antar Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat
Transmigrasi Lokal.
6. UPTD.
7. Kelompok Jabatan Fungsional
KEADAAN PEGAWAI BERDASARKAN STATUS ESSELONERING

ESSELON
NO BIDANG TUGAS PELAKSANA PTT/ SUKWAN FUNGSIONAL JML
II III IV
1. Kepala Dinas 1 - - - - - 1
2. Sekretariat - 1 2 8 7 - 18
3 Bidang PPTK - 1 2 4 4 3 14
4 Bidang Perlindungan Tenaga KErja - 1 2 4 1 1 9
5 Bidang Transmigrasi - 1 2 4 1 8
6 UPTD BLK - - 2 11 2 8 23
JUMLAH 1 4 10 31 15 12 73
KEADAAN PNS DAN PTT MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN
PNS GOLONGAN
NO PENDIDIKAN PTT JUMLAH
I II III IV
1. SD - - - - 1 1
2. SLTP - 2 - - 1 3
3 SLTA - 9 17 - 6 32
4 D2 - - 1 - - 1
5 AKADEMI / D3 - - 2 - - 2
6 S1 - - 12 13 7 32
7 S2 - - - 2 - 2
JUMLAH - 11 32 15 15 73
KEADAAN PNS MENURUT PANGKAT / GOLONGAN DAN

PENDIDIKAN

PANGKAT / GOL. JUMLAH PENDIDIKAN JUMLAH

IV / c 1 S2 2
IV / b 4 S1 32
IV / a 7 D4 -
III / d 14 D3 2
III / c 4 D2 1
III / b 15 D1 -
III / a 1 SLTA 32
II / d 4 SLTP 3
II / c 3 SD 1
II / b 4
II / a 1
JUMLAH 58 JUMLAH 58
2.2 URAIAN KEGIATAN
Kegiatan selama kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin), yaitu :
a. Tune Up EFI
b. Memperbaiki system rem
c. Memperabiki Sistem Suspensi
d. Memperbaiki Sistem Kemudi
e. Memperbaiki system starter
f. Memperbaiki kelistrikan body
g. Memperbaik engine dan komponennya
h. Apel pagi dan Olah Raga
Untuk uraian lebih lengkap kegiatan prakerin dapat dilihat pada lampiran.

2.3 JADWAL KEGIATAN


Kegiatan Prakerin dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu dari tanggal 16
Desember 2019 sampai dengan 16 Februari 2020.
BAB III
PEMBAHASAN TEMUAN STUDY
PEMERIKSAAN ALTERNATOR PADA SISTEM PENGISIAN

3.1 Teori Dasar


3.1.1 Pengertian dan fungsi sistem alternator
Sistem alternator adalah peralatan elektromekanis yang dapat
merubah energi mekanik menjadi tenaga listrik dan menghasilkan arus
bolak balik AC tidak hanya itu alternator juga berfungsi untuk mengisi
baterai /accu pada kendaraan agar tetap berada pada tegangan yang stabil
sehingga baterai tidak mudah drop, alternator mensuplai kebutuhan listrik
pada mobil sewaktu mesin hidup. Tetapi apabila jumlah pemakaian listrik
pada kendaraan tersebut lebih besar, maka baterai juga ikut memikul
beban kelistrikan tersebut.
Prinsip kerja alternator yaitu memanfaatkan gerakan magnet pada
sebuah kumparan sehingga akan menghasilkan arus listrik dari stator coil
yang kemudian arus listrik tersebut diatur oleh IC Regulator agar tegangan
listrik yang dihasilkan tidak berlebihan dan bisa digunakan dengan baik
untuk mengisi listrik pada baterai mobil.

3.1.2 Komponen – komponen alternator


Komponen – kompenen alternator adalah sebagai berikut :
1. Rotor coil

Gambar 3.1 rotor coil


Rotor coil adalah kumparan berputar yang berfungsi menyediakan
medan magnet didalam alternator, kita tahu kalau prinsip kerja
alternator itu dengan memanfaatkan perpotongan garis gaya magnet
untuk menghasilkan aliran listrik.
Untuk mendapatkan perpotongan gaya magnet tersebut, maka
harus ada medan magnet yang dibangkitkan terlebih dahulu. Pada
pengisian sepeda motor, rotor suda menggunakan permanen magnet
sehingga tak perlu dibangkitkan lagi magnetnya.
Tapi pada alternator mobil, rotor terbuat dari kumparan yang bisa
mengeluarkan medan magnet hanya apabila dialiri arus listrik yang
berasal dari baterai.
2. Stator coil

Gambar 3.2 stator coil

Stator coil adalah kumparan statis yang berfungsi menangkap


perpotongan medan magnet seperti yang dijelaskan diatas, untuk
menghasilkan aliran listrik maka medan magnet harus berpotongan
dengan kumparan. Nantinya pada kumparan statis tersebut akan timbul
aliran listrik dengan tegangan dan arah tertentu.
Letak stator ada dibagian luar rotor coil, jadi ada jarak beberapa
millimeter antara permukaan rotor dengan permukaan stator. Karena
jaraknya yang cukup kecil, maka medan magnet dari stator akan
menyentuh kumparan stator sehingga begitu rotor berputar, medan
magnet tersebut akan berpotongan dengan stator coil.
3. Alternator shaft

Gambar 3.3 alternator shaft

Poros alternator berfungsi sebagai penghubung antara bagian


pulley dengan rotor sehingga putaran dari pulley alternator bisa
tersmbung ke rotor dan rotor dapat berputar
4. Brush

Gambar 3.4 brush

Brush adalah komponen tembaga yang berbentuk kotak kecil yang


digungakan untuk menghubungkan arus listrik ke rotor coil, kita tahu
kalau rotor itu perlu arus listrik untuk membangkitkan kemagnetan
namun rotor ini juga berputar. Jadi arus listrik tidak bisa
disambungkan begitu saja menggunakan kabel
Maka dari itu dengan memanfaatkan dua buah brush yang
menekan sip ring. Slip ring sendiri merupakan bagian pada ujung
poros alternator yang terhubung kedua ujung kumparan rotor, sehingga
saat brush ini menempel pada slip ring maka arus listrik trsalur ke
rotor.

5. Rumah sikat

Gambar 3.5 rumah sikat

Rumah sikat berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari regulator


ke rotor coil. Didalam alternator terdapat dua buah sikat yaitu sikat (+)
yang berhubungan dengan terminal F pada alternator dan sikat (-) yang
berhubungan dengan body alternator atau terminal E (massa)
6. Pulley

Gambar 3.6 pulley

Pulley berfungsi untuk menerima putaran input dari mesin. Secara


teknis, pulley diputar oleh drive belt namun drive belt ini melilit ke
pulley cranksaft sehingga begitu pulley crankshaft berputar maka
pulley alternator pun ikut berputar.
7. Bearing / bantalan

Gambar 3.7 bearing

Bearing berfungsi sebagai bantalan yang akan melapisi poros


alternator dengan frame alternator. Sebetulnya bukan hanya alternator,
semua mekanisme putaran pada sistem apapun wajib memiliki bearing
karena tanpa bearing putaran akan terasa keras dan berat
8. Alternator fan

Gambar 3.8 kipas

Kalau anda melihat bagian depan rotor coil anda akan melihat sirip
– sirip kipas, nah kipas inilah yang disebut alternator fan yang
berfungsi untuk mendinginkan kumparan baik itu stator dan rotor saat
bekerja.
Kipas ini diperlukan untuk mencegah alternator overheat karena
panas berlebih didalam alternator akan mengganggu proses pengisian
arus listrik secara keseluruhan

9. Rectifier / diode

Gambar 3.9 dioda

Rectifier atau rangkaian dioda adalah komponen untuk mengubah


arus AC menjadi DC. Rectifier diperlukan karena arus output dari
stator coil masih bersifat AC atau bolak balik, sementara kelistrikan
mobi menggunakan arus DC.
Sehingga diperlukan rangkaian dioda untuk mengubah arus AC
menjadi DC. Cara pengubahan ini murni tugas dari dioda dimana
dioda dapat memblok aliran arus dari salah satu arah, sehingga saat
arus AC dialirkan ke dioda maka hanya satu arah saja yang dapat lewat
sehingga arusnya menjadi searah/DC.
10. IC Regulator
Gambar 3.10 IC regulator

IC Regulator adalah komponen untuk mengatur besar tegangan


yang dihasilkan oleh stator agar tidak melebihi batas 14Volt. Regulator
terletak setelah rectifier artinya arus DC yang diatur pada regulator ini.
Kelistrikan mobil bekerja pada tegangan 12Volt namun saat
pengisian berlangsung tegangan yang diizinkan maksimal 14Volt. Jadi
apabila lebih dari 14Volt, maka berpotensi akan merusak komponen –
komponen kelistrikan lainnya
11. Battery connector
Battery connector adalah baut yang dijadikan sebagai terminal
output arus pengisian. Pada terminal inilah arus output pengisin siap
untuk digunakan, jadi baut ini akan dihubungkan ke kabel positif aki
agar dapat digunakan untuk kelistrikan mobil serta mengisi daya aki.
12. Alternator housing / rumah alternator

Gambar 3.11 rumah alternator

Rumah alternator adalah frame atau alternator housing yang


berfungsi sebagai pelindung semua komponen – komponen alternator.
Secara umum, ada dua buah frame yang digunakan, yakni front frame
dan end frame keduanya memiliki fungsi yang sama yakni melindungi
bagian – bagian alternator.
3.1.3 Alat dan bahan
Berikut alat dan bahan yang akan digunakan dalam pemeriksaan
sistem alternator :
a) 1 unit alternator
b) Alat ukur multimeter
c) Obeng (+)
d) Kunci T, 17mm

3.2 Temuan study


3.2.1 Pemeriksaan pada sistem alternator
Berikut adalah langkah kerja dalam pemeriksaan pada alternator :
1) Hal yang pertama kali harus dilakukan yaitu mengendorkan baut pada
puli yang terletak dibagian rangkaian depan alternator dengan
menggunakan kunci T ukuran 17mm.
2) Lalu kendorkan skrup panjang dengan menggunakan obeng + dan
lepaslah komponen – komponen alternator.
3) Setelah itu lakukanlah pemeriksaan. Yang pertama adalah pemeriksaan
kebocoran pada rotor coil dengan cara tempelkan kabel positif (+)
multimeter pada slip ring E dan kabel negatif (-) multimeter pada slip
ring F, jika ada hubungan diantara keduanya maka kondisi rotor coil
dalam keadaan baik tetapi jika tidak ada hubungan maka terjadi
kebocoran pada rotor coil dan harus diganti.
4) Kedua periksa kebocoran stator coil dengan rotor coil dengan cara
tempelkan kabel positif (+) multimeter tetap pada slip ring E dan
tempelkan kabel negatif (-) multimeter pada inti besi, jika tidak ada
hubungan maka kondisi rotor coil dalam keadaan baik.
5) Yang ketiga periksa stator coil dengan cara tempelkan kabel positif (+)
multimeter pada input stator coil dan tempelkan kabel negatif (-)
multimeter pada output stator coil, apabila ada hubungan maka kondisi
stator coil dalam keadaan baik.
6) Dan yang terakhir periksa kebocoran pada stator coil dengan cara
tempelkan kabel positif (+) multimeter pada input stator dan kabel
negatif (-) multimeter pada frame, apabila tidak ada hubungan maka
kondisi stator coil dalam keadaan baik.
7) Setelah semuanya diperiksa dengan baik, lalu pasanglah kembali
komponen – komponen alternator pada tempatnya semula.

3.2.2 Gangguan yang terjadi pada alternator


1. Sinar lampu kepala redup
a) Arus listrik yang disuplai dari alternator melemah
b) Putusnya kabel pada alternator yang disebabkan kerusakan pada
pully
c) Putaran poros yang tidak stabil
2. Baterai rusak
Arus yang disuplai dari alternator ke baterai berkurang

3.2.3 Memperbaiki gangguan pada alternator


1. Sinar lampu kepala redup
a) Periksa kebocoran pada komponen alternator dengan menggunakan
alat ukur multimeter, apabila ada kebocoran maka gantilah komponen
tersebut
a) Sambungkan kembali kabel yang sudah terputus
b) Ganti pully alternator agar putaran pully dan putaran poros menjadi
stabil
2. Baterai rusak
Sebelum melakukan pemeriksaan alangkah baiknya lakukan jumper
baterai terlebih dahulu agar bisa mengetahui baterai atau alternator
yang mengalami kerusakan, kalau sistem kelistrikan pada mobil sudah
menyala itu berarti kerusakan pada baterai, tetapi apabila sudah
melakukan jumper sistem kelistrikan pada kendaraan masih tetap mati
berarti alternator tersebut mengalami kerusakan. Jika sudah
mengetahui alternator tersebut mengalami kerusakan, maka segeralah
melakukan pemeriksaan pada alternator tersebut
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Dalam melakukan kegiatan prakerin kita dapat mengambil manfaat tentang
bagaiman cara kerja di dunia industri
2. Pada kegiatan prakerin kita dapat belajar hidup mandiri tanpa bantuan
orang tua
3. Dapat membuat kita lebih disiplin dalam hal waktu
4. Melatih kita tentang kebersamaan dan kerjasama dengan baik
5. Alternator merupakan salah satu komponen sistem pengisian pada
kendaraan roda empat/mobil
6. Pemeriksaan pada alternator merupakan hal yang terpenting apabila anda
mempunyai kendaraan karena untuk menjaga kondisi dan kestabilan
hubungan arus pada alternator tersebut

4.2 Saran
1. Bagi pihak UPT pelatihan kerja berilah kesempatan dan bimbinglah siswa
SMK yang melakukan kegiatan prakerin
2. Bagi pihak sekolah lengkapilah sarana praktek yang ada di sekolah
sehingga kedepannya siswa dapat melatih kreatifitas, inovatif dan lebih
paham lagi pada saat prakerin
3. Bagi adik kelas siapkan mental dan pengetahuan yang lebih mantap
sehingga pada saat pelaksanaan kegiatan kalian sudah mempunyai bekal
yang cukup.
4. Kemudian lakukanlah kegiatan prakerin dengan sungguh sungguh agar
mendapat hasil yang baik
5. Tetap jadi yang terbaik untuk smk yasmi agar tetap menjalin hubungan
dengan perusahan lain
DAFTAR PUSTAKA

http://googleweblight.com/i?u=\http://rangkumanmesinautomotif.blongspot.com/201
4/11/pengertian-dan-fugsi-alternator.html?m%3D1&hl+=id-ID

https://googleweblight.com/i?u=\https://www.indoparts.id/Tips-And-
Tricks/233/Kenali-Pentingnya-Fungsi-Alternator-Pada-Mobil&hl=id-ID