Anda di halaman 1dari 1

Susunan sisik

Sisik-sisik pada tubuh bagian atas atau punggung dikenal sebagai


sisik dorsal atau kostal (costal). Sisik-sisik ini tersusun sebagai genting, yang disebut
susunan imbrikata (imbricate), serupa dengan susunan sisik pada
[8]

tubuh kadal dan bunglon. Sisik-sisik dorsal tersusun berderet-deret di sepanjang tubuhnya,
deretan berikutnya terletak sedikit bergeser, sehingga sisik-sisik ini –dari satu deret ke
deret sebelahnya- tampak lurus pada garis diagonal. Kebanyakan jenis ular memiliki
deretan sisik yang ganjil jumlahnya, kecuali pada beberapa spesies semisal ular
sapi (Zaocys). Sementara, pada beberapa spesies ular laut dan ular-ular akuatik lainnya,
sisik-sisik ini berbutir-butir (granular) dan deretannya tak bisa dihitung.
[8]

Deretan sisik-sisik ini bervariasi banyaknya; biasanya dihitung pada kira-kira tengah
panjang tubuh ular. Terkadang dihitung pada tiga tempat, yakni beberapa jauh setelah
leher; tengah badan; dan beberapa jauh sebelum anus. Ular Spilotes pullatus memiliki
sepuluh deret sisik dorsal pada tengah badan, ular tangkai (Calamaria spp.) memiliki 13
deret, ular sanca antara 65–75 deret, dan ular kadut sekitar 130–150 deret. Kebanyakan
ular dari suku Colubridae, yakni suku ular yang terbesar, memiliki 15, 17, atau 19 deret
sisik.

Tatanama sisik

Tatanama sisik (dilihat dari sisi samping kepala)

Aneka sisik pada kepala dan tubuh ular ditunjukkan di bawah, dengan rujukan pada foto
ular rumput Amphiesma stolata yang telah diberi kode nama sisik.

Sisik-sisik kepala
Mengenali sisik-sisik di kepala ular paling mudah dilakukan dengan berpatokan
pada nostril, yakni lubang hidung. Untuk ular-ular bandotan (Viperidae), hati-hati, karena
lubang hidung ini dapat tertukar dengan dekik pipi penghidu bahang, yang letaknya lebih
dekat ke mata. Lubang hidung biasa terletak di ujung moncong.

Nostril atau lubang hidung ini umumnya bertepikan dua sisik yang dinamai perisai nasal.
Perisai nasal yang sebelah muka dikenal pula sebagai pranasal (atau prenasal), sedangkan
yang belakang (ke arah mata) disebut postnasal. Di atas moncong di sebelah depan, ada
sepasang sisik yang menghubungkan perisai-perisai nasal di kanan dan kiri; sisik-sisik ini
disebut perisai internasal. Sedangkan di depan sekali, di ujung bibir di antara pranasal
kanan dan kiri, terdapat sisik yang dikenal sebagai perisai rostral (rostrum, paruh). Perisai
rostral ini berlekuk di bawahnya sebagai tempat keluar masuk lidah.