Anda di halaman 1dari 9

Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

PANDUAN
PENCATATAN DAN PELAPORAN
INSIDEN KESELAMATAN PASIEN

RUMAH SAKIT ANNISA

Jl Cikarang baru no 31 Cikarang Utara, Bekasi 17836


Telp.(021)8904165.fax.(021)8903350
Hotline : (021)8911043.Email : info@rsannisa-cikarang.com
website : http//www.rsannisa-cikarang.com
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

KATA SAMBUTAN

RS Annisa merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi yang
selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi pada kepuasan
pelanggan dan mengutamakan keselamatan pasien, sehingga masyarakat dapat percayan
bahwa RS Annisa memberikan asuhan lebih aman dan mencegah terjadinya risiko yang
terjadi baik kepada pasien, petugas rumah sakit, maupun rumah sakit itu sendiri.
Salah satu program utama dari penerapan keselamatan pasien rumah sakit adalah
pelaporan insiden keselamatan pasien. Pelaporan ini akan menggerakkan berbgaai proses
lanjutan seperti analisis terhadap insiden dan akibat-akibatnya, penemuan berbagai penyebab,
solusi, implementasi dst.
Semoga panduan identifikasi pasien ini dapat menjadi acuan dalam melakukan
identifikasi kepada pasien dalam melakukan segala tindakan, guna meningkatkan mutu
pelayanan dan keselamatan pasien di Rs Annisa.

Bekasi, Juni 2013


RUMAH SAKIT ANNISA

dr. Hj. Noor Arida Sofiana, MBA


Direktur
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............................................................................................................................i
Daftar Isi.....................................................................................................................................ii
BAB I: DEFINISI …................................................................................................................1
BAB II: RUANG LINGKUP ….................................................................................................2
BAB III: TATALAKSANA …...................................................................................................3
BAB IV: DOKUMENTASI …...................................................................................................
Daftar Pustaka
Lampiran
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

BAB I
DEFINISI
1. Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat
asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen resiko, identifikasi dan pengelolaan
hal yang berhubungan dengan resiko pasien, kemampuan belajar dari insiden dan
tindak lanjutnya serta implementasi solusi intuk meminimalkan timbulnya risiko dan
mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan
suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
2. Insiden keselamatan pasien yang selanjutnya disebut insiden adalah setiap kejadian
yang tidak sengaja dan kondisi yang mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada
pasien, terdiri dari Kejadian Tidak Diharapakan, Kejadian Nyaris Cedera, Kejadian
Tidak Cedera, dan Kondisi Potensial Cedera.
3. Kejadian Tidak Diharapkan, selanjutnya disingkat KTD adalah insiden yang
mengakibatkan cedera pada pasien.
4. Kejadian Nyaris Cedera, selanjutnya disingkat KNC adalah terjadinya insiden yang
belum sampai terpapar ke pasien.
5. Kejadian Tidak Cedera, selanjutnya disingkat KTC adalah insiden yang sudah terpapar
ke pasien,tetapi tidak timbul cedera.
6. Kondisi Potensial Cedera, selanjutnya disingkat KPC adalah kondisi yang sangat
berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi insiden.
7. Kejadian Sentinel adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera serius.
8. Pelaporan insiden keselamatan pasien yang selanjutnya disebut pelaporan insiden
adalah suatu sistem untuk mendokumentasikan laporan insiden keselamatan
pasien,analisis dan solusi untuk pembelajaran, pelaporan insiden tidak boleh lebih dari
24 jam
9. Laporan insiden RS (internal) adalah pelaporan secara tertulis setiap insiden KTC,
KNC, KTD atau Sentinel yang menimpa pasien atau kejadian lain yang menimpa
keluarga, pengunjung maupun karyawan yang terjadi di rumah sakit
10. Laporan insiden keselamatan pasien KKP-RS (PERSI) adalah pelaporan secara
anonim dan tertulis ke KKP-RS setiap KTD, KNC, KTC atau Kejadian sentinel yang
terjadi pada PASIEN, telah dilakukan analisa penyebab rekomendasi dan solusinya.
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

TUJUAN
Tujuan Umum
Menurunnya insiden keselamatan pasien dan meningkatnya mutu pelayanan dan keselamatan
pasien
Tujuan Khusus
1. Rumah Sakit (Internal)
a) Terlaksananya sistem pelaporan dan pencatatan insiden keselamatan pasien di rumah
sakit
b) Diketahui penyebab insiden keselamatan pasien sampai pada akar masalah
c) Didapatkannya pembelajaran untuk perbaikan asuhan kepada pasien agar dapat
mencegah kejadian yang sama dikemudian hari
2. KKP-RS (Eksternal)
a) Diperolehnya data/peta nasional angka insiden keselamatan pasien
b) Diperolehnya pembelajaran untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan
pasien bagi rumah sakit lain
c) Ditetapkannya langkah-langkah praktis keselamatan pasien untuk rumah sakit di
Indonesia

BAB II
RUANG LINGKUP
1. Panduan ini diterapkan kepada semua pasien di RS Annisa, baik rawat inap, rawat
jalan, pasien Instalasi Gawat Darurat atau IGD, dan pasien Hemodialisa
2. Pelaksana panduan ini adalah seluruh karyawan RS Annisa
a) Seluruh karyawan RS Annisa harus membuat laporan kronologis kejadian jika
menemukan insiden terkait keselamatan pasien
b) Laporan diserahkan kepada Kepala Ruang atau Kepala Unit untuk di analisa
c) Tim Mutu Keselamatan Pasien menganalisa setiap insiden keselamatan pasien
yang terjadi, membuat rekomendasi-rekomendasi ke unit terkait agar insiden
yang sama tidak terulang kembali di kemudian hari
d) Tim mutu keselamatan pasien membuat laporan secara terkait insiden
keselamatan pasien secara berkala kepada direktur
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

BAB III
TATALAKSANA
Alur pelaporan insiden ke tim Mutu Keselamatan Pasien (Internal)
1. Petugas yang menemukan atau terlibat langsung dengan kejadian yang tidak sesuai
denga prosedur yang berhubungan dengan keselamatan pasien, petugas yang
berhubungan dengan kejadian berkoordinasi dengan penanggung jawab (PJ)/kepala
ruangan/kepala unit dan diteruskan ke supervisor untuk menangani permasalahan
tersebut
2. Setelah ditindaklanjuti, segera membuat laporan kronologis kejadian (paling lambat
2x24 jam) dan jangan menunda laporan
3. Laporan kronologis diserahkan kepada kepala ruangan/kepala unit/supervisor
4. Kepala ruang/kepala unit menganalisa laporan, melakukan grading, membuat laporan
internal dan laporan investigasi sederhana.
5. Laporan kronologis diserahkan ke kepala bidang untuk disampaikan ke para wakil
direktur
6. Wakil direktur menganalisa dan menindak lanjuti laporan kronologis
7. Setelah melakukan analisa terhadap kronlogis kejadian wakil direktur menyerahkan
laporan kronologis kepada tim mutu keselamatan pasien
8. Tim mutu keselamatan pasien menganalisa kembali hasil investigasi dan laporan
insiden untuk menentukan apakah perlu dilakukan investigasi lanjutan/ Root Cause
Analysis (RCA) dengan melakukan Regrading
9. Untuk grading kuning/merah, tim mutu keselamatan pasien RS Annisa akan
melakukan RCA
10. Setelah melakukan RCA, tim mutu keselamatan pasien akan membuat laporan dan
rekomendasi untuk perbaikan dan pembelajaran agar dapat mencegah kejadian yang
sama terulang kembali
11. Hasil RCA, rekomendasi dan rencana kerja dilaporkan kepada direktur
12. Rekomendasi untuk perbaikan dan pembelajaran diberikan umpan balik kepada unit
kerja terkait
13. Unit kerja membuat analisa dan trend kejadian di unitnya masing-masing
14. Monitoring dan evaluasi perbaikan pleh tim mutu keselamatan pasien RS Annisa
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

Alur Pelaporan Insiden ke KKPRS- Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit


(Eksternal)
1. Laporan hasil investigasi sederhana/analisis akar masalah/RCA yang terjadi pada
PASIEN dilaporkan oleh Direktur ke KKP-RS dengan mengisi laporan insiden
keselamatan pasien

BAB IV
DOKUMENTASI
1. Setiap menemukan atau terlibat dengan kejadian yang berhubungan dengan
keselamatan pasien, petugas menulis koronologis pada formulir” kronologis kejadian”
2. Formulir kronologis kejadian diserahkan kepada kepala ruangan/kepala unit dan
kronologis tersebut di analisa
3. Kepala ruangan/kepala unit membuat laporan insiden internal dan melakukan grading
serta membuat investigasi sederhana
4. Tim mutu keselamatan melakukan regrading
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

DAFTAR PUSTAKA
1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1961/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
2. Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit, 2008, Pedoman Pelaporan Insiden
Keselamatan Pasien (Patient Safety Incident Report), Edisi 2, Jakarta.
Panduan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien