Anda di halaman 1dari 3

HASIL DATA

Isolasi Basah

Nama Spesies Sampel


ΣT1 ΣT2 ΣT3 ΣT4 ΣT5
Bilobella braunerae 1
Dicranocentrus 3
Pheidole pallidula 5 3
Phalacrus politus 8
Onychiurus indicus 3
Spio petiiboneae 2
Oniscus asellus 5
Phalacrus substriatus 4

Nama Spesies T1
Pi ln Pi Pi . ln Pi H’ E K
Bilobella braunerae 1 0 0 0 0 0

Nama Spesies T2
Pi ln Pi Pi . ln Pi H’ E K
- - - - - - -

Nama Spesies T3
Pi ln Pi Pi . ln Pi H’ E K
Dicranocentrus 0,158 -1,84 -0,29
Pheidole pallidula 0,26 -1,35 -0,351
1,295 0,938 1,02
Phalacrus politus 0,42 -0,87 -0,564
Onychiurus indicus 0,158 -1,84 0,29
Nama Spesies T4
Pi ln Pi Pi . ln Pi H’ E K
Spio petiiboneae 0,5 -0,693 -0,347 0,347 0 0

Nama Spesies T5
Pi ln Pi Pi . ln Pi H’ E K
Pheidole pallidula 0,25 -1,386 -0,347
Oniscus asellus 0,146 -1,924 -0,28 0,99 0,901 0,806
Phalacrus substriatus 0,33 -1,1 -0,363
Keterangan:

1. Indeks keanekaragaman (H’)


H’ < 1 menunjukkan keanekaragaman jenis rendah
1 < H’ < 3 menunjukkan keanekaragaman jenis sedang
H’ > 3 menunjukkan keanekaragaman jenis tinggi.
2. Nilai kemerataan (E)
E = 0,4 menunjukkan kemerataan rendah
0,4 < E < 0,6 menunjukkan kemerataan sedang
E ≥ 0,6 menunjukkan kemerataan tinggi
3. Nilai kekayaan (R)
R < 2,5 menunjukkan kekayaan rendah
2,5 < R < 4 menunjukkan kekayaan sedang
R > 4 menunjukkan kekayaan tinggi.

ANALISIS DATA

Dari hasil pengamatan isolasi basah yang mengambil 5 sampel tanah ditempat berbeda
ditemukan 9 spesies fauna tanah. Spesies tersebut terdiri dari Bilobella braunerae,
Dicranocentrus, Pheidole pallidula, Phalacrus politus, Onychiurus indicus, Spio petiiboneae,
Oniscus asellus, Phalacrus substriatus. Pada tanah pertama (T1) ditemukan 1 spesies fauna saja
yaitu Bilobella braunerae dengan jumlah 1 hewan. Pada tanah kedua (T2) tidak ditemukan fauna
tanah. Pada tanah ketiga (T3) ditemukan 4 jenis spesies yaitu Dicranocentrus (3 hewan),
Pheidole pallidula (5 hewan), Phalacrus politus (8 hewan) dan Onychiurus indicus (3 hewan).
Pada tanah ke empat ditemukan 1 jenis spesies yaitu Spio petiiboneae (2 hewan). Pada tanah
yang terakhir ditemukan 3 spesies yaitu Pheidole pallidula (3 hewan), Oniscus asellus (5 hewan)
dan Phalacrus substriatus (4 hewan).

Tanah pertama dan tanah ke 4 hanya ditemukan 1 spesies, karena hanya 1 spesies, maka
memiliki nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 0,347, tetapi tidak memiliki nilai kemerataan
(E) dan nilai kekayaan (R). Sedangkan dari sampel tanah kedua tidak ditemukan fauna tanah,
jadi tidak memiliki nilai indeks keanekaragaman (H’), nilai kemerataan (E) dan nilai kekayaan
(R). Pada tanah ketiga ditemukan 4 spesies, nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 1,295,
nilai kemerataan (E) sebesar 0,938 dan nilai kekayaan (R) sebesar 1,02. Pada tanah kelima
ditemukan 3 spesies dan memiliki nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 0,99, nilai
kemerataan (E) sebesar 0,901 dan nilai kekayaan (R) sebesar 0,806.