Anda di halaman 1dari 11

makalah Ilmiah

REVIEW OF
SIMPANAN kromit OF INDONESIA

Oleh:
1 2
Ernowo, Penny Oktaviani
1
Kelompok Program Penelitian Mineral
2
Bidang Informasi
Pusat Sumber aya GD
eologi

ABSTRAK

Chromites (Fe, Mg) Cr O adalah oxidemineral dalam kelompok spinel. Ini adalah salah satu metallicmineral yang diklasifikasikan ke paduan
24

dan ferro alloy kelompok mineral logam bersama dengan besi, nikel, titanium, mangan, kobalt, dan bauksit. Chromites adalah satu-satunya
oremineral dari chromiumcompounds chromiumand logam dan bahan kimia. Karena fakta ini, chromites dan bijih krom digunakan secara
sinonim dalam literatur perdagangan. Hal ini digunakan untuk bahan tahan api, karena memiliki stabilitas panas tinggi. Di Indonesia, chromites
deposito tersebar luas di bagian timur Indonesia, yang kaya ultrabasa bantalan logam untuk mafik mengganggu terutama di Kalimantan
Selatan, Sulawesi, Maluku, Halmahera, Gebe, Gag, Waigeo, dan Papua. Deposito ini mengakibatkan fromweatheringof batuan ofiolit sebagai
bagian dari pelat The Pacific.

Kata kunci : Batuan ultrabasa, chromites, sumber

ABSTRAK

Kromit (Fe, Mg) Cr O me2r4upakan mineral Oksida PADA grup spinel, Dan shalat Satu LOGAM mineral Yang dikelompokkan Ke hearts
Kelompok mineral besi Dan Paduan besi Bersama DENGAN besi, nikel, titan, mangan, Kobalt, Dan bauksit. Kromit merupakan Satu-Satunya
mineral bijih Dari LOGAM krom Dan satu- Satunya Unsur kimia penyusun kromium. KARENA ITU hearts Istilah Perdagangan, nama di kromit
Dan bijih krom Dipakai untuk review Maksud Yang sama. Kromit digunakan untuk review Bahan tahan api KARENA Sifat tahan panasnya. Di
Indonesia kromit Banyak Terdapat di Wilayah timur Indonesia Yang Banyak mempunyai intrusi batuan beku mafik Dan ultramafik terutama di
Daerah Kalimantan Selatan, Sulawesi, Maluku, Halmahera, Gebe, Gag, Waigeo, danPapua. Cebakan Penyanyi padaumumnya adalahhasil
pelapukan batuan ultrabasa yangmerupakanbagiandari LempengPasifik.

LATAR BELAKANG

Potensi besar sumber daya mineral di Indonesia berfungsi di mana deposito logam umumnya terjadi (Gambar 1). Mineralisasi
sebagai aset nasional dan menjadi salah satu sumber penghasilan di Indonesia terhubung ke piring subduksi dan dibagi menjadi dua
luar negeri yang handal dan potensial akselerator ekonomi. Lokasi bagian dari domain mineralisasi, Western Indonesia dan Indonesia
strategis Indonesia di salah satu rute perdagangan dunia tersibuk, Timur. Setiap domain telah dipengaruhi oleh lempeng Hindia dan
Pasifik (Katili,
geologi
lokasi dalam struktur kepulauan vulkanik yang kaya mineral 1974).
sumber, ditambah dengan Di calon pandangan mineralisasi dianggap bahwa distribusi
terus ditingkatkan regulasi dan kebijakan, semua kegiatan make mineral logam di Indonesia Barat Daerah sebagian besar berafiliasi
investasi di sektor pertambangan yang menarik dan berkembang dengan asam untuk intrusives menengah dan vulkanik terkait,
pesat di negeri ini. Makalah ini dibuat dalam rangka untuk sedangkan di Kawasan Timur Indonesia akan spasial kaya
mempromosikan potensi sumber daya geologi bantalan logam ultrabasa untuk mengganggu mafik. Sejauh ini, di
Indonesia terutama titik ekonomi pandang Katili menyatakan bahwa kemungkinan
kromit dengan menyediakan data dan informasi tentang menjanjikan deposito logam seperti tembaga, emas, perak, nikel,
chromitedeposits di Indonesia. krom, timah, besi, dll shouldoccur di bagian theEastern dari
Indonesia.
GEOLOGYANDMINERALIZATION

Secara geologis, Indonesia terletak di bagian selatan Proses magmatik memiliki hubungan dekat dengan
margin benua Asia dalam Pacific Rim. Saya t pembentukan berbagai proses mineralisasi di kerak luar bumi.
Oleh karena itu yang mineral logam sebagian besar berada di busur magmatik,
mineralisasi dalam kebanyakan kasus akan memiliki kesamaan pengangkutan mineralisasi seperti
dengan daerah sekitarnya dari sabuk Pasifik

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-2010 10


makalah Ilmiah

LEGENDA:
Arah Gerakan Gunung

Parit Sistem kesalahan berapi aktif

Gambar 1. Geologi Indonesia dan Pengaturan tektonik yang (dikompilasi dari berbagai sumber).

Gambar 2. Distribusi ophiolites di Indonesia (setelah Elias, CSAAustralia, 2001).

sebagai Sunda-Banda Arc, Kalimantan Arc Tengah, Timur EKSPLORASI


Sulawesi-Mindanau Arc, dan Halmahera dan Irian Jaya Arc.
Berbagai batuan yang terbentuk busur ini, terutama yang berkaitan dasar fundamental yang paling untuk eksplorasi chromites
dengan mineralisasi terdiri dari batuan vulkanik, adalah terjadinya hampir eksklusif dalam batuan ultrabasa, poin
penting kedua adalah mengidentifikasi deposit chromites sebagai
batuan intrusi beku, batuan sedimen, andophiolite stratiform atau podiform. Perbedaan yang begitu dramatis yang
kompleks. seharusnya tidak ada kebingungan antara jelas

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201011


makalah Ilmiah

deposito atratiform dikenali seperti Bushveld, Danau Besar dan Cr O


23
bijih komersial berkisar antara 30% sampai 60% (Mikami, HM,
Burung Sungai di satu sisi, dan mereka podiform saat ditunjuk yang 1983).
encompassesmost dari sisa deposito komersial dikenal (Mikami, Kromium dan chromites memiliki banyak kegunaan yang
HM, 1983). beragam itu, langsung dan tidak langsung, kritis mempengaruhi
segmen besar sistem industri modern kita.
Prospeksi dan estimasi cadangan di kompleks stratiform Paling penting adalah metalurgi
tunduk untuk aplikasi dimana kromium adalah komponen dari panas-, abrasi,
metode lapangan geologi konvensional karena ada dasar genetik korosi, dan oksidasi tahan dan kekuatan tinggi paduan dari
regional untuk menjelaskan dan memprediksi kontribusi lapisan berbagai jenis. baja tahan karat adalah kategori volume terbesar
chromites. Teorinya adalah bahwa chromites dan mengandung paduan krom-bearing. Chromium bahan kimia yang digunakan
ultramafik berasal dari magma cair yang umum oleh diferensiasi dalam penyamakan kulit, pigmen, pewarna, pr int ing, proses kimia
dan kristal menetap atau dikenal sebagai sedimentasi magmatik. Indust ies r, fotografi, farmasi, plating andmetal. Chromites adalah
Selain itu, ada beberapa patahan dan memiringkan tetapi tidak ada konstituen yang diperlukan dalam refraktori dasar yang sangat
landasannya ulang. Perpindahan struktural masih umumnya setuju diperlukan untuk produksi baja, tembaga, semen, dan kaca.
untuk solusi dengan stratigraphicmethods.

Deposito podiform memberikan gambaran yang berbeda CHROMITEPOTENCY DI INDONESIA chromites Potensi di
secara drastis. Meskipun hubungan petrogenetic antara chromites
Provinsi Kalimantan Selatan
dan batuan host muncul untuk menjadi serupa yang dijelaskan oleh
kristalisasi diferensial dari magma umum, ukuran, bentuk, dan
terutama penataan ruang mereka dan distribusi benar-benar
Secara geologis, provinsi ini terletak di cratonic Sundaland
berbeda dari stratiform tersebut. Mayat bijih terpisah, diskrit, dan
dengan Schwaner dan Sumatera-Meratus vulkanik busur. busur ini
umumnya muncul tohavebeen menyeluruh bergegas.
diproduksi felsic untuk porphyries antara yang diterobos vulkanik
busur batuan sedimen yang mengakibatkan konsentrasi mineral
logam. Di bagian selatan juga terdiri dari batuan ultrabasa sebagai
bagian dari ophiolites kompleks di Indonesia. batuan ultrabasa ini
Di Indonesia chromites deposito tersebar luas di bagian
adalah sumber nikel laterit dan chromites.
timur Indonesia khususnya di Kalimantan Selatan, Sulawesi,
Maluku, Halmahera, Gebe, Gag, Waigeo, dan Papua. Ini terjadi
sebagai polong, lensa atau deposito placer dimana batuan
ultrabasa ophiolitic diendapkan (Gbr. 2).
deposito chromites utama di provinsi Kalimantan Selatan
ditemukan di empat lokasi. Tiga dari mereka yang terletak di distrik
Pelaihari, wilayah Tanah Laut. Dan yang lainnya yang terletak di
distrik Karang Intan, Banjar Daerah (Gambar. 3). Dua lokasi di
PEMANFAATAN
Tanah Laut Daerah; Tanah Ambungan dan Panjaringan berada di
rinci
Chromites kepentingan ekonomi memiliki ACR O isi 25 23

sampai sekitar 65%. Terutama,

Tabel 1.
Chromites Potensi di Provinsi Kalimantan Selatan
(Neraca Pusat Sumber Daya Geologi, 2009).

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201012


makalah Ilmiah

Gambar 3. Distribusi Simpanan krom di Provinsi Kalimantan Selatan.

Gambar 4. Distribusi Simpanan chromites di Provinsi Sulawesi Selatan

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201013


makalah Ilmiah

tahap survei dengan Cr O grade 223 956%. Perkiraan sumber daya Sumber daya (hipotetik) dari lokasi Lisu, Palluda adalah 941.000
tereka hingga 132.000 ton bijih resourceup andmeasured 10.000 ton bijih dan 451.680 ton logam dengan Cr2O3 kelas 43-53%.
ton bijih. Lokasi ketiga ditemukan di Kampung Kiram dengan tahap Sumber daya (hipotetik) dari Malili di wilayah Luwu Utara adalah
eksplorasi di prospeksi survei. Perkiraan sumber daya disimpulkan
dari lokasi ini hingga 150 ton chromites logam. Pada Banjar wilayah 10.000 ton bijih dan 4.800 ton logam dengan Cr2O3 kelas 43 -53%.
kromit ditemukan di Kabupaten Karang Intan, tahap eksplorasi Perkiraan deposito danau placer di Kabupaten Towuti, Luwu Utara
adalah pada survei pengintaian. Jenis deposito primer dengan Cr O adalah 50.000 ton bijih dan 19.500 ton logam dengan Cr2O3
grade 3132%. Perkiraan sumber hipotetik yang gradeof 32,5 45,5%.

23

Chromites Potensi di Provinsi Sulawesi Tenggara


10.000 ton oreand3,150 ton logam.

Medan benua Sulawesi Tenggara menempati area yang


ChromitePotency inSouthSulawesi Provinsi
luas di lengan sebelah tenggara dari Sulawesi. medan dipisahkan
Mineralisasi daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dibagi dari medan Buton oleh kesalahan dorong, dan di ujung timur suite
menjadi tiga sabuk berdasarkan litho kondisi tektonik: sabuk barat, ofiolit yang lebih tua menyodorkan lebih. benua
tengah, dan timur. Bagian barat sebagai busur magmatik dengan
granodiorit medan terdiri metamorf
granit batuan intrusi basement, dengan gangguan minor aplitic, klastik Mesozoikum dan
jenis diproduksi mineralisasi dari epitermal emas, porphiry batuan karbonat, dan Palaeogen kapur. Berdasarkan kondisi
emas-tembaga, sulfida masif volcanogenic, mangan dan besi. geologi, mineralisasi
Sabuk pusat terdiri dari metamorf dan ofiolit rock. Mineralisasi di Sulawesi Tenggara
bagian timur terkait dengan ofiolit termasuk nikel, chromites, Provinsi terdiri dari mineral logam yang terkait dengan batu ofiolit
titanium, dan besi. Chromites dan besi ditemukan baik di deposito seperti chromites, nikel, kobalt dan besi laterit (Indonesia
primer dan endapan aluvial. Ada beberapa indikasi tentang Pertambangan dan Mineral, ESDM, 2005).
keberadaan chromites di bagian barat terkait dengan eksposur
batuan ofiolit dan ultrabasa di wilayah theBarru. Dalam chromites Provinsi Sulawesi Tenggara terjadi dalam
dua jenis deposito: deposito utama lensa di peridotit ditemukan di
Latao, Kecamatan Batu Putih, Kolaka Utara Daerah; deposito
placer juga ditemukan di lokasi yang sama sebagai deposit utama
Chromites terjadi dalam dua jenis deposito: deposito utama dalam Latao, dan deposito placer lain ditemukan di Pangkalaero,
podiform (lensa) di Dunit, dan deposit placer di daerah sekitarnya Kecamatan Kabaena, Bombana Region. Al l
Danau Towuti di Luwu Utara Region. chromites utama deposito
ditemukan di empat lokasi; tiga dari themare terletak di ion locat berada di
BarruRegion dan satu lokasi inNorth LuwuRegion (Gambar. 4). tahap survei pengintaian (Gbr. 5).
sumber daya hipotetik dari deposit utama dalam Latao
adalah 7.000 ton bijih dan 1,218.70 ton logam dengan Cr O kelas
Menurut PT. Siaga Tetap laporan, chromites sumber daya 11,87-22,95%. Sumb2e3 r daya deposit placer di Latao adalah 3.000
(ditandai) di Kabupaten Barru adalah ton bijih dan 1.710 ton logam dengan Cr O grade 57%. Sumber
234.000 ton bijih dan 111.150 ton logam dengan Cr2O3 kelas 43 daya deposit delluvial di Pangkalaero, Kecamatan Kabaena ada
23
lah
-53%. Sumber daya (hipotetik) dari lokasi Laritae adalah 6925 ton 260 ton bijih ton and78 logam withCr O gradeof 30%.
bijih dan
3324 ton logam withCr2O3 kelas 43-53%. 23

Meja 2.
Chromites Potensi di Provinsi Sulawesi Selatan (Neraca Pusat
Sumber Daya Geologi, 2009).

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201014


makalah Ilmiah

Tabel 3.
Chromites Potensi di Provinsi Sulawesi Tenggara
(Neraca Pusat Sumber Daya Geologi, 2009).

Gambar 5. Distribusi Simpanan chromites di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201015


makalah Ilmiah

Gambar 6. Distribusi Simpanan chromites di Provinsi Sulawesi Tengah.

Chromites Potensi di Provinsi Sulawesi Tengah dari mereka berada di Morowali Daerah dan yang lainnya terletak
di Poso Daerah (Gbr. 6). Sumber daya di Bungku Tengah adalah

pengaturan geologi dari Provinsi Sulawesi Tengah terletak di 88.010 ton bijih dan 36,612.16 ton logam (diukur) dengan Cr O

dua provinsi geologi, yaitu Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara grade 37,4 45,8%. Sumber daya di Bungku adalah 505.132 ton

dengan berbeda bijih2 3dan 210,134.91 ton logam (diukur) dengan Cr O kelas 37,4

karakteristik litologi. Barat


Sulawesi terdiri dari batuan plutonik dan vulkanik diterobos dan 23

tertutup batuan sedimen yang lebih tua, WHI le Sulawesi Tenggara 45,8%. Sumber daya di delta Morowali Sungai
didominasi oleh 1.550.000 ton bijih dan 685.875 ton logam (hipotetik) dengan Cr O
batuan metamorf, kompleks dan subduksi ofiolit kompleks. grade 41,5 47,0%. Sumber d2a3 ya di Poso adalah 161.671 ton bijih
Karakteristik ini mengakibatkan mineralisasi logam yang berbeda dan
juga. Di bagian barat, calon daerah yang ditandai dengan logam 71,539.42 ton logam (diukur) dengan Cr2O3 grade 41,5 47,0%.
mulia dan logam dasar mineralisasi, sedangkan di bagian timur Sumber daya di S.Trace, Swugi & Waru Utara adalah 137.000 ton
mineralisasi sebagian besar terkait dengan deposit nikel dan bijih dan
chromites (Indonesia Pertambangan dan Mineral, ESDM, 2005). 53.430 ton logam (diukur) withCr O kelas 32,5 45,5%. 2S3 umber
daya di Pantai Tokala adalah
15.795 ton bijih dan 710,78 ton logam (disimpulkan) withCr O
gradeof 4,5%. 23

Chromites placer deposito di Provinsi Sulawesi Tengah


ditemukan di enam lokasi, lima

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201016


makalah Ilmiah

Tabel 4.
Chromites Potensi di Provinsi Sulawesi Tengah (Neraca Pusat
Sumber Daya Geologi, 2009).

Gambar 7. Distribusi Simpanan chromites di Provinsi Maluku Utara.

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201017


makalah Ilmiah

Chromites Kejadian di Provinsi Maluku Utara interaksi. Litologi dari Australia Benua Lempeng ditandai dengan
landas kontinen batuan sedimen. Kelompok ini batuan secara luas
tersebar di sepanjang perbatasan utara sampai bagian selatan
Provinsi Maluku Utara dibagi menjadi dua sabuk; sabuk
berkisar Central Mountain Papua. Litologi dari Lempeng Pasifik
vulkanik dan ofiolit. Sabuk vulkanik terdiri dari pulau-pulau Morotai,
terdiri dari batuan vulkanik bawah laut dan batuan sedimen Abyssal
Halmahera Barat, Ternate, Tidore, Kasiruta, Bacan, dan Talibu.
usia Jurrasic. kelompok lain batuan berasal dari Lempeng Pasifik
Sementara sabuk ofiolit adalah terdiri dari ujung timur Pulau
termasuk batuan ultrabasa (ofiolit kompleks) dan subduksi batuan
Halmahera dan Pulau Gebe. potensi mineral logam di Provinsi
untuk Lempeng Australia Kontinental ketika dua lempeng
Maluku Utara meliputi pasir besi, kobalt, nikel, chromites, emas,
bertabrakan. Salah satu proses mineralisasi di Papua dikaitkan
dan perak.
dengan batuan ultrabasa yang menghasilkan nikel,

Chromites terjadinya di Provinsi Maluku Utara ditemukan di


empat lokasi (Gbr. 7). Pertama terletak di sungai Gau-Dodaga,
kobalt laterit, dan juga
Kecamatan Maba, wilayah Halmahera Timur dengan Cr: rasio Fe = chromites.
3. chromites Kedua besar bijih ditemukan di pulau Pakal,
Chromites terjadinya di Papua ditemukan di lima lokasi
Kecamatan Maba, wilayah Halmahera Timur dengan Cr: Fe rasio =
(Gbr. 8). Pertama terletak di Centrico, Epowa, kabupaten Uwapa,
3,6. Lokasi ketiga adalah di sungai Meintungan, Kecamatan Maba,
Pinai Daerah sebagai komoditas sekunder dari nikel dengan kadar
wilayah Halmahera Timur dengan Cr: rasio Fe = 1,9 2.2. Yang
Cr = 1,39%. Lokasi kedua adalah di Gamei Gunung, Kabupaten
terakhir chromites terjadinya ditemukan di pulau Gebe, wilayah
Nabire, Pinai Daerah juga sebagai komoditas sekunder dari nikel.
Halmahera Tengah dengan kelas Cr2O3 = 40% andCr: rasio Fe =
Ketiga terletak di Krypon, Waiya, kabupaten Dipapre, wilayah
2,2 2,4.
Jayapura juga sebagai komoditas sekunder dari nikel. The
chromites sebagainya kejadian terletak di pegunungan Cyclop,
kabupaten Utara Jayapura, wilayah Jayapura, ditemukan di Dunit.
Yang terakhir terletak di Tanah Merah, Kabupaten Dipapre, wilayah
ChromitesOccurrence inPapua
Jayapura, juga ditemukan di Dunit dengan Cr: rasio Fe = 2,7.
Geologis Papua dibentuk kebanyakan oleh unsur-unsur
kerak bumi, berasal dari Lempeng Australia Kontinental, Samudera
Pasifik Lempeng dan batu dihasilkan dari dua piring

Gambar 8. Distribusi Simpanan chromites di Provinsi Maluku Utara.

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201018


makalah Ilmiah

Tabel 5.
Chromites Kejadian di Provinsi Maluku Utara (Neraca Pusat
Sumber Daya Geologi, 2009).

Tabel 6.
Chromites Kejadian di Papua (Neraca Pusat Sumber
Daya Geologi, 2009).

KESIMPULAN

1. Dari beberapa deposito kromit ditemukan di Indonesia, deposito 3. Mengingat rarerity distribusi deposito kromit, banyak daerah
primer terjadi sebagai poddiformand yang occus sekunder yang membutuhkan kompleks ofiolit menjadi mengeksplorasi
sebagai deposit placer. untuk menemukan deposito kromit dan
anothermetallicmineral.

2. chromit biasanya ocurs sebagai komoditas sekunder, terkait


dengan deposit mineral logam utama yang dihasilkan oleh
nikel dari batuan ultrabasa suchas, ironand kobalt.

PUSTAKA

BemmelenR.Wvan 1949:. TheGeology dari Indonesia, Vol. Aku MartinusNijhoff, TheHague. BemmelenR.Wvan 1949:.

TheGeology dari Indonesia, Vol. II MartinusNijhoff, TheHague. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, 2005:

Indonesia Pertambangan dan Mineral;


Menjelajahi Potensi Sumber Daya.

EliasMick, 2001: global LateriticNickel Sumber Daya, NewCaledonianNickel Conference. Katili, JA, 1975:

VolcanismandPlateTectonics di Indonesia IslandArc. Mikami, HM, 1983: Industri Mineral dan Rocks (Nonmetallics

selain Bahan Bakar),


Masyarakat Pertambangan Engineers, New York. p 567-574.

......... .., 2009, NeracaSumber DayaMineral, Pusat Sumber DayaGeologi, Bandung.

Buletin Sumber Daya Geologi Volume 5 Nomor 1-201019