Anda di halaman 1dari 1

Stabilitas Solid

Sesuai dengan banyak aspek praformulasi, studi stabilitas harus mempertimbangkan dua hal.
Pertama pengembangan suatu profil zat aktif, dan kedua, pada tahap dini, perlu dipertimbangkan
interksi yang mungkin terjadi antara zat aktif dan eksipien. Kedua pertimbangan ini akan
diuraikan selanjutnya dalam studi kompatibilitas.

Stabilitas solid disini hanya menguraikan stabilitas kimia. Umumnya bahasn solid
farmasetik terdegradasi sebagai akibat solvolisis, oksidasi, fotolisis, dan pirolisis. Setiap
investigasi stabilitas harus dimulai dengan pemeriksaan struktur kimia.

Sifat –sifat zat aktif seperti kelarutan, pKa, titik cair, bentuk Kristal, dan kandungan
keseimbangan lembab juga mempengaruhi stabilitasnya. Umumnya bahan amorf adalah bahan
yang kurang stabil dari pada bahan kristalnya. Studi stabilitas harus didesain untuk
mengidentifikasi berbagai factor yang menyebabkan degradasi zat aktif. Factor paling umum
yang menyebabkan reaksi dalam keadaan solid adalah panas, cahaya, oksigen, dan yang paling
penting, lembab.

Parameter Yang Mempengaruhi Adsorbsi

Adsorbsi zat aktif solid yang diberikan secara oral secara berurutan, yaitu proses disolusi, diikuti
dengan transportasi zat terdisolusi melintasi membrane kedalam sirkulasi sistemik. Laju disolusi
zat yang relative tidak larut merupakan tahap penentuan kecepatan dalam proses absorbs secara
keseluruhan. Parameter yang mempengarhi adsorbsi dipengaruhi oleh koefisien partisi, konstanta
Ionisasi dan Disolusi.

Disolusi (Aulton, 1988)

Disolusi merupakan gambaran dari proses dimana partikel obat yang telah dilarutkan.
Sebagaimana contoh pengaturan obat, yang dalam bentuk tablet tidak bisa diabsorbsi sampai
partikel obat yang telah dilarutkan dan kelarutannya oleh beberapa titik sistem pencernaan
tergantung pada pH larutan sifat obat.