Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

STRATEGI PEMASARAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan


Dosen Pembimbing : Ns. Novita Wulan Sari, M.Kep

Disusun Oleh :

1. Dita Amalia L (20101440117023)


2. Kukuh Mentari (20101440117045)
3. Lutfiana Dwi A (20101440117052)
4. Moch Syamsuddin (20101440117055)
5. M. Wisnu Prayoga (20101440117056)
6. Ovi Berly W (20101440117068)
7. Rikma Erwinda D (20101440117073)
8. Rury Apriyani P (20101440117076)
9. Sugiyanto (20101440117083)
10. Vellinta Dika P (20101440117094)

AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM IV/DIPONEGORO SEMARANG

DIPLOMA III KEPERAWATAN

2020
BAB II

KONSEP TEORI STRATEGI PEMASARAN

1. Pengertian Strategi
Menurut Chandler, strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan
perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program
tindak lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya.
Menurut Andrews, strategi adalah kekuatan motivasi untuk
stakeholders seperti manajer, karyawan, komunitas, pemerintah dan
sebagainya, yang baik secara langsung maupun tidak langsung menerima
keuntungan atau biaya yang di timbulkan oleh semua tindakan yang
dilakukan oleh perusahaan.
Menurut Learned, Christensen, Andrews, dan Guth, strategi
merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. Dengan
demikian salah satu focus strategi adalah memutuskan apakah bisnis
tersebut harus ada tau tidak ada.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia, strategi adalah ilmu
siasat perang atau akal (tipu muslihat) untuk mencapai suatu maksud.
Strategi merupakan serangkaian keputusan dan tindakan yang diarahkan
untuk mencapai tujuan perusahaan. Strategi adalah serangkaian rancangan
besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus
beroperasi untuk mencapai tujuannya, dan sekaligus dapat dibentuk
strategi yang terealisasi muncul dalam tanggapan terhadap strategi yang
dapat berkembang melalui sebuah proses perumusan (formulation) yang
diikuti oleh pelaksanaan (implementation).
2. Pengertian Pemasaran
Menururt American Marketing Assosiation dalam Kotler dan
Keller bahwa pemasaran adalah fungsi organisasi dan serangkaian proses
untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menilai kepada pelanggan
untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan
organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap organisasi.
Menurut Sandi Tjiptono, pemasaran merupakan fungsi yang
memiliki kontak paling besar dengan lingkungan eksternal, padahal
perusahaan hanya memiliki kendali yang terbatas terhadap lingkungan
yang eksternal. Tujuan untuk menarik perhatian pembeli dalam
mengonsumsi produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, pemasaran
memainkan peranan penting dalam pengembangan strategi.
Menurut Kotler dan Keller, manajemen pemasaran terjadi ketika
setidaknya satu pihak dalam sebuah pertukaran potensial berfikir tentang
cara-cara untuk mencapai respon yang diinginkan pihak lain. Inti dari
pemasaran adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Jadi pemasaran adalah bagaiman memuaskan kebutuhan
pelanggan. Jika pemasar memahami kebutuhan pelanggan dengan baik,
mengembangkan produk yang mempunyai nilai superior dan menetapkan
harga, mendistribusikan dan mempromosikan produknya secara efektif,
maka produk-produk tersebut akan terjual dengan mudah.
3. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah suatu rencana yang
menyeluruh serta terpadu dan menyatu dibidang pemasaran barang dan
jasa. Dengan perkataan lainnya strategi pemasaran itu adalah serangkaian
tujuan dan sasaran kebijakan, serta aturan yang memberi arah kepada
usaha-usaha pemasaran barang dan jasa.
Strategi pemasaran menurut Kotler, mengatakan bahwa strategi
adalah logika pemasaran dan berdasarkan itu unit bisnis diharapkan untuk
mencapai sasaran pemasaran, strategi pemasaran terdiri dari pengambilan
keputusan tentang biaya pemasaran dan perusahaan.
Menurut Winardi mengatakan bahwa strategi pemasaran yang
digunakan oleh perusahaan merupakan hasil dipadukannya beragai elemen
pemasaran.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi
pemasaran merupakan rangkaian suatu kegiatan yang terarah untuk
mencapai sasaran dan dengan pola berpikir kreatif dan inofatif, untuk
menghadapi kecenderungan yang terjadi didalam perusahaan maupun
diluar perusahaan, yang akan berpengaruh terhadap kepentingan maupun
masa depan perusahaan sendiri.
4. Jenis-Jenis Strategi Pemasaran
Menurut Guiltinan strategi pemasaran terdiri dari :
a. Strategi kebutuhan primer
Strategi kebutuhan primer dirancang terutama untuk menaikkan
tingkat permintaan akan bentuk atau kelas produk dari bukan
pemakaian sekarang serta produk-produk dengan bagian pasar yang
besar kemungkinan besar akan mendapat manfaat dari strategi yang
dirancang untuk meningkatkan jumlah pemakai bentuk produk.
b. Strategi kebutuhan selektif
Stategi kebutuhan selektif dirancang untuk memperbaiki posisi
pesaing suatu produk, jas atau bisnis. Focus dasar dari strategi-strategi
ini adalah pada bagian pasar, karena perolehan penjualan diharapkan
akan dating dengan mengembangkan bentuk produk satu kelas pesaing.
Strategi kebutuhan selektif dapat dicapai dengan mempertahankan
pelanggan lama atau dengan menyaring pelanggan baru.
5. Konsep Pemasaran
Perkembangan konsep pemasaran meliputi :
a. Konsep Produksi
Pemasar yang berpegang pada konsep ini berorientasi pada proses
produksi (internal). Asumsi yang diyakini adalah bahwa konsumen
hanya akan membeli produk-produk yang murah dan gampang
diperoleh. Dengan demikian, kegiatan organisasi harus difokuskan
pada efisiensi biaya (pro duksi) dan ketersediaan produk (distribusi),
agar perusahaan dapat meraih keuntungan.
b. Konsep Produk
Dalam konsep ini, pemasar beranggapan bahwa konsumen lebih
menghendaki produk-produk yang memiliki kualitas, kinerja, fitur atau
penampilan superior. Konsekuensinya, pencapaian tujuan bisnis
perusahaan dilakukan melalui inovasi produk, riset, pengembangan,
dan pengendalian kualitas secara berkesinambungan.
c. Konsep Penjualan
Konsep ini merupakan konsep yang berorientasi pada tingkat
penjualan (internal), dimana pemasar beranggapan bahwa konsumen
harus dipengaruhi (bilamana perlu dibujuk) agar penjualan dapat
meningkat, sehingga tercapai laba maksimum sebagaimana menjadi
tujuan perusahaan. Dengan demikian, fokus kegiatan pemasaran adalah
usaha-usaha memperbaiki teknik-teknik penjualan dan kegiatan
promosi secara insentif dan agresif agar mampu mempengaruhi dan
membujuk konsumen untuk membeli.
d. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran berorientasi pada pelanggan (lingkungan
eksternal), dengan anggapan bahwa konsumen hanya akan bersedia
membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan
keinginannya serta memberikan kepuasan. Implikasinya, fokus
pemasaran aktivitas pemasaran dalam rangka mewujudkan tujuan
perusahaan adalah berusaha memuaskan pelanggan melalui perilaku
konsumen secara menyeluruh yang dijabarkan dalam kegiatan
pemasaran yang mengintegrasikan kegiatan-kegiatan fungsional
lainnya.
e. Konsep Pemasaran Sosial
Konsep ini beranggapan bahwa konsumen hanya bersedia membeli
produk-produk yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginannya
serta berkontribusi pada kesejahteraan lingkungan sosial konsumen.
Tujuan aktivitas pemasran adaah berusaha memenuhi kebutuhan
masyarakat, sekaligus memperbaiki hubungan antara produsen dan
masyarakat demi peningkatan kesejahteraan pihak-pihak terkait.
6. Strategi Pendekatan Pemasaran
a. Produk (Product)
Produk yang hebat adalah produk yang bisa memuaskan kebutuhan.
Produk yang hebat tidak akan berarti apa-apa jika produk itu
tersembunyi dan tidak ada seorangpun yang mengetahui
keberadaannya. Di dalam marketing mix strategi produk merupakan
unsur yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi
pemasaran lainnya. Pemilihan jenis produk yang akan dihasilkan dan
dipasarkan akan menentukan kegiatan promosi yang dibutuhkan, serta
penentuan harga dan cara penyalurannya.
Tjiptono (2014: 42) menyebutkan bahwa produk merupakan bentuk
penawaran perusahaan yang ditujukan untuk mencapai tujuan
perusahaan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Dalam konteks ini, produk dapat berupa apa saja (barang atau jasa)
yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan tertentu Strategi produk dalam hal ini adalah
menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang
dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumennya dan sekaligus
dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang
melalui peningkatan penjualan. Sedangkan faktor-faktor yang harus
diperhatikan oleh perusahaan dalam merencanakan strategi produk
adalah mutu atau kualitas, penampilan, pilihan yang ada, gaya, merek,
pengemasan, ukuran, jenis, jaminan, dan pelayanan.
b. Harga (Price)
Harga adalah sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh
suatu produk. biasanya, harga dihitung dengan nilai uang. Harga yang
tinggi bisa sajaj masih terjangkau konsumen dengan memberikan
keuntungan bagi perusahaan.18 Harga merupakan satusatunya elemen
pendapatan dalam marketing mix. Harga adalah jumlah uang yang
dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan
pelayanan menegaskan bahwa strategi harga jasa adalah menghitung
dan merumuskan nilai at au penentuan harga dari produk jasa yang akan
dipasarkan. Dalam strategi menetapkan harga perlu memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik langsung maupun tidak
langsung. Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah harga
bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan
pemerintah, dan faktor lainnya. Sedangkan faktor yang tidak langsung
namun erat hubungannya dengan penetapan harga adalah harga produk
sejenis yang dijual oleh para pesaing dan potongan (discount) untu k
penyalur dan konsumen.
Penetapan harga akan menjadi sangat penting terutama pada keadaan
persaingan yang semakin tajam dan perkembangan permintaan.
Persaingan yang semakin tajam dewasa ini sangat terasa dalam pasar
pembeli peranan harga sangat penting terutama untuk menjaga dan
meningkatkan posisi perusahaan di pasar yang tercermin dalam target
pasar perusahaan. Dengan kata lain, penetapan harga mempengaruhi
kemampuan bersaing perusahaan dan kemampuan mengenai konsumen.
Harga yang tinggi sering dianggap pelanggan berkorelasi positif
dengan kualitas yang juga tinggi. Tujuan penetapan harga adalah
memaksimalkan penjualan dan penetrasi pasar, mempertahankan
kualitas atau differensiasi.
c. Tempat (Place)
Penyaluran distribusi adalah bagaimana produk yang akan kita
pasarkan itu sampai ketangan konsumen. Keputusan distribusi
menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan
potensial. Keputusan tersebut meliputi keputusan lokasi fisik di mana
sebuah perusahaan harus didirikan. Penentuan lokasikantor beserta
sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting. Hal ini
disebabkan agar konsumen mudah menjangkau setiap lokasi yang ada.
Penetrasi pasar perusahaan tidak akan berhasil tanpa didukung
oleh tempat atau saluran distribusi yang baik untuk menjual jasa yang
ditawarkan kepada konsumen, karena lokasi yang tidak strategis akan
mengurangi minat nasabah dalam berhubungan dengan perusahaan
tersebut. Tujuan dari strategi tempat adalah untuk menyalurkan produk
dan mengusahakan produk perusahaan dapat dicapai konsumen
sasarannya.
d. Promosi (Promotion)
Promosi merupakan kegiatan untuk mengkomunikasikan
kelebihan-kelebihan produk dan membujuk konsumen untuk
membelinya. Pengertian lain menjelaskan promosi adalah kegiatan
memperkenalkan suatu produk dari perusahaan tertentu agar dapat
dikenal publik dan menarik minat pembeli kegiatan promosi ini
biasanya merupakan komponen yang menjadi prioritas dari kegiatan
pemasaran,dengan adanya promosi maka konsumen akan mengetahui
bahwa perusahaan meluncurkan produk baru yang akan menarik
konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian. Semakin besar dana
yang dimiliki oleh suatu perusahaan umumnya akan menghasilkan
promosi yang sangat baik.
BAB III
CONTOH KASUS STRATEGI PEMASARAN

Dalam video ini menceritakan usaha seorang perempuan bernama Sari Sulistiyo
yang berasal dari Godean Sleman Yogyakarta yaitu berupa handmade berbahan
kain perca, “hobi yang mendatangkan rupiah’ menjadi kalimat yang tepat untuk
menggambarkan usaha yang dikembangkan sari. . “Sulam perca” begitulah sari
megklasifikasikan produknya selama ini. kain. perca yang menurutnya banyak
orang menganggap bahwa bahan tersebut tidak bernilai ternyata setelah bahan –
bahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh sari dan diciptakannya produk-produk
kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi. Saat kuliah sari mempunyai keinginan
yang tinggi untuk mengembangkan hobbinya menjadi suatu usaha yang mampu
mendatangkan keuntungan. AMI & ABI merupakan nama resmi yang digunakan
untuk menyebut semua jenis brand yang sari buat. Butuh waktu dan proses yang
tidak mudah untuk membuat nama AMI & ABI diterima dimasyarakat umum,
namun berkat ketekunan dan kerja kersanya kini AMI & ABI menjadi slah satu
produsen kerajinan tangan berbahan kain perca yang memiliki pangsa pasaran
luas. AMI & ABI mempunyai 5 orang karyawan yang membantunya untuk
memproduksi kerajinan tangan yang ia buat, dari kelima orang tersebut AMI &
ABI mampu memproduksi ratusan kreasi produk handmade yang unik dan
berkarakter. Beberapa kreasi produk yang menjadi andalan AMI & ABI adalah
tas, bantal, bonekas, kaos dan souvenir pernikahan. Untuk memasarkan beragam
kreasinya Sari lebih mengandalkan media online yang memiliki cakupan akses
yang tidak terbtas. Blog serta jejaring social menjadi ujung tombak pemasaran
produk AMI & ABI. Sebagian beasr konsumen AMI & ABI adalah media online,
dalam rangka memperluas jaringan AMI & ABI sesekali mengikuti pameran
produk yang digelr secara local maupun komunitas handmade yang ada. Harga
yang ditawarkan produk AMI & ABI cukup bervariasi, yaitu kisaran 20ribu –
ratusan ribu rupiah tergantung jenis produk dan tingkat kesulitan produksinya.
DAFTAR PUSTAKA

Saleh, Y. Konsep dan Strategi Pemasaran. Makasar : CV Sah Media. 2019

Rangkuti, F. Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : PT


Gramedia Pustaka Utama. 2013

Usi, Usmara. Pemikiran Kreatif Pemasaran. Yogyakarta: Amara Book. 2009.


hlm. 27

Fandi Tjiptono. Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Andi Offset. 2014. hlm. 4.

Adrian Payne. Services Marketing Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Andi


Yogyakarta. 2011. hlm. 28.

Sentot Imam Wahjono. Manajemen Pemasaran Bank. Yogyakarta: Graha Ilmu,


2010, hlm. 5.

Agus Hermawan. Komunikasi Pemasaran. Malang: PT Gelora Aksara, 2012,


hlm. 38.