Anda di halaman 1dari 3

Bagaimana cara menjadi atheis?

Pertanyaan ini sebenarnya cukup konyol untuk dijawab (namun benar-benar pernah ditanyakan di FP
ABAM). Sama seperti pertanyaan “bagaimana cara menjadi golput”? Jawabannya: jangan ikut pemilu!
Sesederhana itu. Menjadi ateis, sesimpel tidak percaya Tuhan. Itu saja. Tak ada syahadat atau ritual
tertentu yang mengukuhkan Anda jadi ateis karena memang ateisme bukan agama.

Tapi ini menjadi pembahasan yang valid ketika kita bertanya lebih lanjut. “Sejak lahir saya dididik
beragama dan percaya pada Tuhan, bagaimana mungkin saya membuktikan kepercayaan saya itu salah
selama ini?” Ada beberapa langkah menarik yang Anda bisa coba, setidaknya baca.

1. Cobalah memahami dan membuktikan bahwa doa tidak merubah apa pun secara signifikan. Hal ini
berlaku terutama untuk hal-hal yang tidak bisa Anda kontrol. Secara statistik tidak ada perbedaan apa
pun mengenai dikabulkannya doa terhadap agama dan ras manapun di seluruh dunia. Bagaimanapun
Anda berdoa, tangan yang terpotong tidak bisa tumbuh lagi. Selain itu, merupakan fakta bahwa jajaran
orang paling cerdas, paling kaya di dunia, justru para ateis yang mendapatkannya karena usaha dan kerja
keras. Bukan dengan doa. Banyak penelitian empiris untuk mengetahui efek doa. Orang yang sakit hanya
sembuh lebih cepat jika tau dia didoakan. Orang yang didoakan namun dia tidak mengetahuinya, tidak
memiliki perbedaan kesembuhan signifikan dengan yang tidak didoakan sama sekali. Bagi orang sakit,
doa hanya permasalahan sugesti.

2. Cobalah berdoa kepada benda/sosok imajiner lainnya. Berdoa pada kotak susu atau pisang goreng
ajaib misalnya. Atau Cherrybelle Tuhan Semesta Alam dan Flying Spaghetti Monster. Anda akan
menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dengan hasil doa Anda pada Tuhan terdahulu. Hanya
ada tiga kemungkinan: Doa Anda akan dikabulkan, tidak dikabulkan, atau belum dikabulkan. Anda akan
menemukan bahwa ketika orang merasa doanya terkabul, itu adalah delusi. Ketika doa dikabulkan orang
akan menganggap itu kebaikan Tuhan. Jika belum dikabulkan, orang menganggapnya itu ujian kesabaran.
Jika tidak dikabulkan, orang merasa kurang iman atau beranggapan Tuhan memiliki rencana yang lebih
baik. Itulah alasan juga kenapa banyak agama mengancam Anda dengan DOSA BESAR jika Anda sesekali
mencoba berdoa pada Tuhan lain, karena Anda akan tau, tingkat keberhasilannya sama.

3. Pelajari kesalahan berlogika (Logical fallacies). Anda akan menemukan banyak sekali kesalahan logika
yang sering digunakan oleh teis dalam berpikir tentang agama dan Tuhan, mulai dari ad hominem,
circular argument, argument from authority, dan lain sebagainya. Ini akan memberikan Anda instrumen
untuk menganalisa kebenaran secara lebih akurat. Bahwa kebenaran bukan hanya karena ulama berkata
demikian, bahwa kebenaran bukan karena mayoritas berkata demikian, dst.

4. Gunakan pengetahuan Anda di nomor 3 untuk mengritik agama Anda sebagaimana Anda mengkritik
agama-agama lain. Jadilah hakim seadil mungkin dalam menilai, jangan berpihak selain pada kebenaran.
Gunakan logika Anda untuk mengetahui banyak kontradiksi dalam konsep agama. Pada tahap ini Anda
hampir hafal di luar kepala ketidakmasukakalan agama lain (atau agama yang sama tapi aliran yang
berbeda). Anggap saja Anda mendengar kisah agama Anda untuk pertama kalinya. Gunakan sudut
pandang netral layaknya orang waras dan nilai sendiri apakah cerita tersebut masuk akal.

5. Temukan bahwa kata ‘iman’ hanyalah kepercayaan penuh meskipun tanpa didukung bukti. Semua
agama di dunia menyuruh pemeluknya menggunakan iman untuk percaya, sementara iman sendiri
adalah “kepercayaan penuh” tanpa dilandasi bukti. ini adalah cara lain untuk berkata “shut up and just
believe it!” Namun, ketika semua orang menggunakan iman untuk mencari kebenaran dan berujung
pada hasil yang berbeda-beda, jelas iman bukanlah alat yang dapat diandalkan untuk mencari
kebenaran. Sebagai instrumen yang bisa diandalkan, sebuah alat ukur harus memberikan hasil yang
konsisten.

6. Pelajari makna God of the Gaps. Tuhan selalu digunakan manusia untuk menutupi ketidaktahuannya
terhadap sesuatu. Contoh: Manusia mengira petir diciptakan dan dikirim oleh Tuhan Zeus sebelum
mereka mengetahui proses terjadinya petir. Seiring waktu Anda akan menemukan bahwa segala
pertanyaan yang selama ini Anda pikir hanya bisa dijawab secara supranatural dan/atau keagamaan,
memiliki jawaban versi ilmiah yang masuk akal.

7. Pelajari sains dan bedakan dengan pseudosains. Pelajari cara dan metode berpikir ilmiah secara benar
untuk membedakan sains dan dongeng yang ditaburi kosakata sok ilmiah. Anda akan mengetahui bahwa
produk sains yang benar adalah produk yang sudah pernah dimuat dalam jurnal ilmiah dan telah
melewati proses peer review secara layak. Produk sains yang benar memiliki cara untuk dikonfirmasi dan
diruntuhkan, juga memiliki kemampuan prediktif.

8. Temukan jawaban ilmiah, rasional dan masuk akal mengenai SEMUA fenomena supranatural yang
pernah Anda dengar. Mulai dari kesurupan, santet, hantu, crop circle, ketindihan, dan segala macamnya.
Cari jawaban rasional di banyak forum atau mesin pencari, jika Anda gagal menemukan jawaban ilmiah
atas sebuah fenomena supranatural, tanyakan pada kami. Dewasa ini hampir semua klaim supranatural
dan fenomena supranatural sudah dapat dijelaskan secara rasional dan sangat sering terbukti
merupakan trik sulap, cerita palsu, efek sugesti, barnum effect, paraedolia, dan lain sebagainya.

9. Pelajari banyak rahasia trik sulap. Ini akan sangat membantu menumbuhkan dan melatih pola pikir
rasional agar Anda tidak mudah terpukau oleh trik sulap murahan dan menganggapnya mukjizat seperti
berjalan di atas air, terbang, dll.

10. Selalu berpedoman bahwa “Klaim luar biasa membutuhkan bukti yang luar biasa.” Tak ada alasan
untuk ragu ketika seseorang mengaku memiliki otak, namun jelas perlu pembuktian jika seseorang
mengaku memiliki otak yang terbuat dari emas, maha mengetahui, mengabulkan segala keinginan,
namun tidak pernah mampu menunjukkan bukti yang cukup.

-val-