Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI

PRAKTIK/LATIHAN 3
PENGUKURAN PENGUAPAN

Penulis
Nama : Desi Subaidah
NPM : 1913034034
Prodi : Pendidikan Geografi

Mata Kuliah : Meteorologi Dan Klimatologi


Dosen : Drs. I Gede Sugiyanta, M.Si dan Annisa Salsabilla, S.Pd., M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS LAMPUNG
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Evaporasi secara umum dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu: (1)
evaporasi yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami, dan (2)
evaporasi yang dimaknai dengan proses penguapan yang timbul akibat diberikan
uap panas (steam) dalam suatu peralatan. Evaporasi dapat diartikan sebagai
proses penguapan dari pada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert
B. Long, 1995).
Penguapan/evaporasi ialah proses perubahan molekul dalam kondisi cair
(seperti air) dengan spontan menjadi gas (uap air). Proses ini ialah kebalikan dari
kondensasi. Umumnya penguapan bisa dilihat dari lenyapnya cairan secara terus
menerus saat terpapar pada gas dengan volume signifikan.
Rata-rata molekul tak mempunya energi yang cukup untuk lepas dari cairan.
Jika tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Saat molekul-molekul
saling bertumbuhkan mereka saling bertukar energi di berbagai derajat,
tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Kadang transfer energi ini sangat
berat sebelah sehingga salah satu molekul memperoleh energi yang cukup buat
menembus titik didih cairan. Jika ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul
itu bisa terbang ke dalam gas dan menguap.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan memahami perhitungan
terhadap besarnya penguapan dengan menggunakan alat panci penguapan kelas
A.

2
BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Hasil
Pengamatan diakukan selama 3 hari berturut-turut yaitu mulai pada
hari senin hingga rabu. Dari data pengamatan per hari diperoleh data sebagai
berikut:
Tabel 2.1 Pengamatan hari ke 1, senin 7 oktober 2019
Waktu Cup Counter Thermometer Thermometer Hook
pengamatan Anemometer Minimum (oC) Maksimum Gauge
(WIB) (km/jam) (oC) (mm)
Indeks Indeks Indeks Indeks
atas bawah atas bawah
10.15 300,14 13 23 38 28 81
15.41 301,21 13 24 41 31 82

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui pada


hari senin jam 10.15 WIB nilai anemometer atau kecepatan anginya adalah
300,14 km/jam. Suhu pada thermometer minimum menunjukan nilai indeks
bawah 13oC dan indeks atas 23 oC dan terrmometer maksimum menunjukan
nilai indeks bawah 28 oC dan indeks atas 38 oC. Dan tinggi air dalam panci
penguapan yang diukur dengan Hook Gauge menunjukan nilai 81 mm.
Pengamatan selanjutnya pada jam 15.41 WIB nilai anemometer atau
kecepatan anginya adalah 301,21 km/jam. Suhu pada thermometer
minimum menunjukan nilai indeks bawah 13oC dan indeks atas 24 oC dan
terrmometer maksimum menunjukan nilai indeks bawah 31 oC dan indeks
atas 41 oC. Dan tinggi air dalam panci penguapan yang diukur dengan Hook
Gauge menunjukan nilai 82mm.
Dapat dilihat bahwa suhu thermometer minimum di pagi hari jam
10.15 menunjukkan nilai indeks bawah 23 oC dan saat sore hari yaitu pukul
15.41 menjadi 24 oC, begitupun juga dengan thermometer maksimunya
dimana saat diamati pagi hari menunjukkan nilai indeks bawah 28 oC dan
saat pengamatan sore hari menjadi 31 oC. Tinggi air yang diukur dengan

3
hook gauge pun juga menunjukan nilai yang berbeda yaitu pada pengamatan
pagi hari menunjukkan tinggi air dalam panci 81mm menjadi 82mm.
Hal ini menunjukkan tidak terjadi penguapan air di dalam panci
selama selang waktu tersebut karena ketinggian air yang diukur dengan
hook gauge menunjukkan penambahan sebesar 1 yang diikuti dengan
perubahan suhu dan kecepatan angin.

Tabel 2.2 Pengamatan hari ke 2, selasa 8 oktober 2019


Waktu Cup Counter Thermometer Thermometer Hook
pengamatan Anemometer Minimum (oC) Maksimum Gauge
(WIB) (km/jam) (oC) (mm)
Indeks Indeks Indeks Indeks
atas bawah atas bawah
11.31 301,40 13 25 40 28 76
15.49 304,82 14 24 43 31 73

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui pada


hari selasa jam 11.31 WIB nilai anemometer atau kecepatan anginya adalah
300,40 km/jam. Suhu pada thermometer minimum menunjukan nilai indeks
bawah 25oC dan indeks atas 13 oC dan termometer maksimum menunjukan
nilai indeks bawah 28 oC dan indeks atas 40 oC. Dan tinggi air dalam panci
penguapan yang diukur dengan Hook Gauge menunjukan nilai 76 mm.
Pengamatan selanjutnya pada jam 15.49 WIB nilai anemometer atau
kecepatan anginya adalah 304,82 km/jam. Suhu pada thermometer
minimum menunjukan nilai indeks bawah 24oC dan indeks atas 14oC dan
terrmometer maksimum menunjukan nilai indeks bawah 31 oC dan indeks
atas 43 oC. Dan tinggi air dalam panci penguapan yang diukur dengan Hook
Gauge menunjukan nilai 73 mm.
Dapat dilihat bahwa suhu thermometer minimum di pagi hari jam
11.31 menunjukkan nilai indeks bawah 25oC dan saat sore hari yaitu pukul
15.49 menjadi 24 oC, begitupun juga dengan thermometer maksimunya
dimana saat diamati pagi hari menunjukkan nilai indeks bawah 28 oC dan
saat pengamatan sore hari menjadi 31 oC. Tinggi air yang diukur dengan

4
hook gauge pun juga menunjukan nilai yang berbeda yaitu pada pengamatan
pagi hari menunjukkan tinggi air dalam panci 76 mm menjadi 73mm.
Hal ini menunjukkan terjadinya penguapan air di dalam panci
selama selang waktu tersebut, karena ketinggian air yang diukur dengan
hook gauge menunjukkan pengurangan sebesar 3 mm yang diikuti dengan
perubahan suhu dan kecepatan angin.

Tabel 2.3 Pengamatan hari ke 3 rabu, 8 oktober 2019


Waktu Cup Counter Thermometer Thermometer Hook
pengamatan Anemometer Minimum (oC) Maksimum Gauge
(WIB) (km/jam) (oC) (mm)
Indeks Indeks Indeks Indeks
atas bawah atas bawah
09.29 308,34 14 24 44 34 80
15.48 309,99 14 25 42 32 79

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui pada


hari rabu jam 09.29 WIB nilai anemometer atau kecepatan anginya adalah
308,34 km/jam. Suhu pada thermometer minimum menunjukan nilai indeks
bawah 24oC dan indeks atas 14 oC dan termometer maksimum menunjukan
nilai indeks bawah 34 oC dan indeks atas 44 oC. Dan tinggi air dalam panci
penguapan yang diukur dengan Hook Gauge menunjukan nilai 80 mm.
Pengamatan selanjutnya pada jam 15.48 WIB nilai anemometer atau
kecepatan anginya adalah 309,99 km/jam. Suhu pada thermometer
minimum menunjukan nilai indeks bawah 25oC dan indeks atas 14oC dan
terrmometer maksimum menunjukan nilai indeks bawah 32 oC dan indeks
atas 42 oC. Dan tinggi air dalam panci penguapan yang diukur dengan Hook
Gauge menunjukan nilai 79 mm.
Dapat dilihat bahwa suhu thermometer minimum di pagi hari jam
09.29 menunjukkan nilai indeks bawah 24oC dan saat sore hari yaitu pukul
15.49 menjadi 25oC, begitupun juga dengan thermometer maksimunya
dimana saat diamati pagi hari menunjukkan nilai indeks bawah 34oC dan
saat pengamatan sore hari menjadi 32oC. Tinggi air yang diukur dengan

5
hook gauge pun juga menunjukan nilai yang berbeda yaitu pada pengamatan
pagi hari menunjukkan tinggi air dalam panci 80 mm menjadi 79 mm.
Hal ini menunjukkan terjadinya penguapan air di dalam panci
selama selang waktu tersebut, karena ketinggian air yang diukur dengan
hook gauge menunjukkan pengurangan sebesar 1 mm yang diikuti dengan
perubahan suhu dan kecepatan angin.

2.2 Pembahasan
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul didalam
keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air).
Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat
dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan
volume signifikan.
Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari
cairan. Bila tidak, cairan akan berubah menjadu uap dengan cepat. Ketika
molekul-molekul saling bertumbukkan, mereka saling tukar energi dalam
berbagai derajat, tergantung bagaimana mereka bertumbukkan. Terkadang
transfer energi ini begitu berat sebelah, sehingga salah satu moleul mendapatkan
energy yang cukup buat menembus titik didih cairan. Bila ini terjadi di dekat
permukaan cairan, molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan menguap.
Dari hasil praktikum kali ini di dapat hasil analisis bahwa faktor faktor yang
mempengaruhi penguapan yaitu :
1. Temperatur, jika temperatur udara dan temperatur tanah cukup tinggi maka
laju penguapan akan lebih cepat, karena energi panas tersedia
2. Angin, perubahan zat cair menjadi uap air dan bergerak ke atmosfer
akanmengakibatkan udara menjadi jenuh oleh uap air dan bergerak ke
atmosfer akan mengakibatkan udara menjadi jenuh oleh uap air, bila udara
jenuh oleh uap air maka laju penguapan akan berkurang, atau bahkan tidak
terjadi penguapan tetapi malah terjadi pengembunan. Akan tetapi jika
lapisan udara jenuh tadi bergerak karena angia dan diganti oleh udara kering
maka laju penguapan akan bertambah lagi. Angin tidak menyebabkan

6
peenguapan akan tetapi berperan dalam memindahkan uap air diantara
permukaan bumi dan udara, sehingga penguapan terus terjadi.
3. Tekanan udara, bila terjadi perbedaan tekanan udap air antara permukaan
dan udara di atasnya maka akan terjadi penguapan. Apabila kelembaban
relative naik maka laju penguapan akan menurun, karena kemampuan untuk
menyerap udara akan berkurang. Penguapan mungkin akan dapat berhenti
bila temperature udara mencapai titik atau kelembaban relatifnya 100%
4. Radiasi matahari, merupakan sumber energy yang utama untuk terjadinya
penguapan. Temperatur udara dan temperatur air bergantung radiasi matahari
sehingga diharapkan adanya korelasi antara temperature danlaju penguapan.
Penguapan dari tanah dipengaruhi oleh kandungan air dalam tanah, kedalaman
muka air tanah.

7
BAB III

KESIMPULAN

Penguapan atau evaporasi proses perubahan molekul air di permukan bumi menjadi
molekul uap air di atmosfer atau proses perubahan dari air menjadi uap.
Laju penguapan di alam terbuka sangat dipengaruhi oleh radiasi matahari, suhu
udara dan suhu bidang penguapan, kecepatan angin,tekanan udara di atmosfer,
keadaan alamiah permukaan, dan jumlah air tersedia untuk di uapkan.
Alat yang digunakan untukmengukur penguapan adalah panci penguapan terbuka,
yang dilengkapi dengan thermometer air, cup counter anemomete, hook guage (alat
pengukur tinggi air) dan still well (tempat menempatkan hook guage pada waktu
pengamatan).
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut yaitu mulai
hari senin sampai rabu. Diperoleh data perbandingan dari proses penguapan,
diamana penguapan terbesar terjadi pada hari ke 2 dengan nilai ketinggian air
sebesar 3 mm yang diikuti dengan perubahan suhu dan kecepatan angin dengan
jangka waktu dari pukul 11.31 sampai 15.49 WIB.

8
DAFTAR PUSTAKA

http://mochammadridhowalidayn.blogspot.com/2017/02/ diunduh pada kamis, 10


oktober 2019, pukul 22.15