Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN TEORI
A. Definisi
Kata Istirahat mempunyai arti yang luas yang meliputi
bersantai,menyegarkan diri, diam menganggur setelah melakukan aktivitas,
serta melepaskan diri dari apapun yang membosankan, menyulitkan atauu
menjengkelkan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa istirahatt
merupakan keadaan yang tenang, rileks, tanpa tekanan emosional dan bebas
dari kecemasan (Asmadi,2008)
Aktivitas adalah suatu energy atau keadaan bergerak dimana manusia
memerlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
1. Gangguan mobilitas fisik adalah Keterbatan dalam gerakan fisik dari satu
atau lebih ekstremitas secara mandiri
2. Gangguan pola tidur adalah Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur
akibat factor eksternal
3. Keletihan adalah penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak
pulih dengan istirahat

B. Kebutuhan Aktivitas dan Istirahat Pada Ibu Hamil

Ibu hamil dianjurkan untuk tidur malam sekitar 8 jam dan


tidursiang ± 1 jam. Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan
denganbaik, karena istirahat dan tidur yang teratur dapat
meningkatkankesehatan jasmani, dan rohani untuk kepentingan
perkembangan danpertumbuhan janin

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas dan Istirahat Pada Ibu


Hamil
D. Fisiologi Tidur
Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua system pada batang otak,
yaitu Reticular Activating Systen (RAS) dan Bulbar Synchronizing
Region (BSR). RAS dibagian atas batang otak diyakini memiliki sel-sel
khusus yang dapat mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran,
memberi stimulus visual, pendengaran, nyeri dan sensori raba serta emosi
dan proses berpikir. Pada saat sadar, RAS melepaskan katekolamin,
sedangkan pada saat tidur terjadi pelepasan serum serotonin dari BSR.
(Hidayat,2008)
Fisiologi tidur terdiri dari:
a. Irama sirkadian
Irama siklus 24 jam siang-malam disebut irama sirkadian. Irama
sirkadian memengaruhi perilaku dan pola fungsi biologis utama
seperti suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, sekresi hormon,
kemampuan sensorik dan suasana hati. Irama sirkadian dipengaruhi
oleh cahaya, suhu, dan faktor eksternal seperti aktivitas sosial dan
rutinitas pekerjaan.
b. Tahapan tidur
Dua fase tidur normal : NREM (pergerakan mata yang tidak cepat),
dan REM (pergerakan mata yang cepat) terdiri dari :
1) Tahap 1 : NREM
Merupakan tingkatan paling dangkal dari tidur. Tahapan ini
berakhir beberapa menit sehingga orang mudah terbangun karena
suara.Merasa telah melamun setelah bangun.
2) Tahap 2 : NREM
Merupakan tidur bersuara. Terjadi relaksasi sehingga untuk
bangun sulit. Tahap ini berakhir 10-20 menit. Fungsi tubuh
menjadi lambat.
3) Tahap 3 : NREM
Menjadi tahap awal tidur yang dalam. Otot – otot menjadi relaks
penuh sehingga sulit untuk dibangunkan dan jarang bergerak.
Tanda-tanda vital menurun namun teratur. Berakhir 15-30 menit.
4) Tahap 4 : NREM
Menjadi tahap tidur mendalam. Individu menjadi sulit
dibangunkan. Jika individu kurang tidur, individu akan
menyeimbangkan porsi tidurnya pada tahap ini. Tanda-tanda
vital menurun secara bermakna. Pada tahap ini terjadi tidur
sambil berjalan dan enuresis. Berakhir dalam waktu 15-30 menit.
5) Tidur REM
Pada tahap ini, individu akan mengalami mimpi. Respon
pergerakan mata yang cepat, fluktuasi jantung dan kecepatan
respirasi dan peningkatan tekanan darah. Terjadi tonus otot
skelet penurunan dan sekresi lambung meningkat. Berakhir
dalam waktu 90 menit. Terjadi penigkatan tidur REM tiap siklus
dalam waktu 20 menit (Saryono & Tri Widianti, 2011).
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
IBU HAMIL DENGAN GANGGUAN RESPIRASI

1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Tanggal Pengkajian : Tanggal Masuk :
Ruang Kelas : Nomor Register :
Diagnosa Medis :

A. IDENTITAS KLIEN
Identitas klien yang meliputi : Nama, jenis kelamin, agama, umur, suku
bangsa, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, alamat
B. RIWAYAT KESEHATAN
a) Riwayat Kesehatan Sekarang
1) Keluhan Utama
Keluhan utama yang umum pada ibu hamil dengan gangguan
aktivitas dan istirahat biasanya mengeluh sulit tidur,mengeluh tidak
puas tidur, pola tidur berubah, mengeluh istirahat tidak cukup, dan
kemampuan beraktivitas menurun.
2) Kronologis Keluhan
 Faktor Pencetus : Faktor pencetus terjadinya gangguan
aktivitas dan istirahat adalah
 Lamanya :
b) Riwayat Kesehatan Dahulu
Riwayat kesehatan dahulu pasien diambil untuk menemukan masalah
primer pasien,apakah pasien pernah mengalami Infeksi saluran
nafas,sakit tenggorokan,amandel,sinusitis, dan Polip hidung.
c) Riwayat Kesehatan Keluarga
Kaji apakah ada keluarga yang mengalami riwayat kesehatan seperti
yang dialami oleh pasien sekarang, Atau adakah riwayat penyakit
keturunnan dalam kelluarga atau penyakit menular yang dapat
mempengaruhi persalinan sperti TBC, DM, jika ada keluarga yang
mengalami penyakit menular diwaspadai karena hal tersebut bisa
menurun pada ibu.
d) Riwayat Psikososisal, Spiritual dan Budaya
Riwayat ini dikaji untuk mengetahui keadaan psikologis ibu terhadap
kehamilanya, biasanya ibu hamil emosinya tidak stabil. Budaya perlu
ditanyakan untuk mengetahui kebiasaan yang dilakukan oleh klien
dan keluarga yang berhubungan dengan kepercayaan dan
bertentangan dengan ilmu kesehatan. Riwayat spiritual perlu dikaji
untuk mengetahui apakah klien sering melaksanakan ibadah atau
tidak
e) Riwayat Obstetri dan Ginekologi Untuk mengetahui riwayat obstetri pada
ibu hamil dengan gangguan aktivitas dan istirahat yang perlu dikaji adalah:
1) Keadaan haid
Yang perlu dikaji pada keadaan haid adalah tentang menarche pada
klien, bagaimana siklus haid, hari pertama haid terakhir, jumlah dan
warna darah yang keluar saat mengalami haid, darah yang keluar saat
haid encer atau menggumpal, lamanya siklus haid, apakah adanya
nyeri atau tidak saat haid, dan apakah adanya bau yang abnormal atau
tidak saat haid.
2) Riwayat pernikahan
Yang perlu dikaji yaitu menikah berapa kali, berapa lama.
3) Riwayat kehamilan
Riwayat kehamilan yang perlu dikaji dan diketahui oleh perawat yaitu
berapa kali pasien melaksanakan Ante Natal Care (ANC), selama
proses kehamilan pasien diperiksa dimana, keluhan selama kehamilan,
dilakukannya pemeriksaan fisik tanda-tanda vital, dilakukannya
pemeriksaan tinggi badan dan berat badan, dan dilakukannya
pemeriksaan tinggi fundus uteri.
4) Riwayat persalinan
Riwayat persalinan yang baru terjadi, jenis persalinan, penyulit selama
persalinan, dan jumlah darah yang dikeluarkan.
5) Riwayat Keluarga Berencana
Yang perlu dikaji adalah jenis KB yang digunakan, lama memakai KB
2. PENGKAJIAN FISIK (INSPEKSI, PALPASI, PERKUSI, AUSKULTASI,
OLFAKSI)

Pemeriksaan Fisik Umum

1) Keadaan Umum : Lemah


2) Kesadaran : Composmentis
3) Tinggi Badan : Normalnya > 145 cm
4) Berat badan sebelum hamil : Ibu hamil harus mengamati kenaikan
berat badan anda dari sebelum
kehamilan sampai bulan terakhir
kehamilan.karena Kesehatan dan
pertumbuhan janin dipengaruhi oleh
kenaikan berat badan ibu.
5) Lingkar lengan atas : Nilai normal pengkuran LILA yaitu 23,5
cm. Jika seorang wanita atau ibu
hamil memiliki LILA kurang dari 23,5 cm
maka dianggap status gizinya kurang dan
mengalami KEK
6) Tanda-tanda vital : Batas normal tekanan darah ibu hamil
sistolnya 90-120 mmHg dan diastole
60-90 mmHg, Suhu tubuh normal ibu
hamil 36-37°C dan pernapasan normal
ibu hamil 16-24x/menit

7) Sistem Pengelihatan

Pada ibu hamil dengan gangguan aktivitas dan istirahat biasanya tidak
terdapat masalah pada system pengelihatan

8) Sistem Pendengaran
Pada ibu hamil dengan gangguan respirasi biasanya tidak terdapat
masalah pada system pendengaran

9) Sistem Pernapasan

Pada ibu hamil dengan gangguan respirasi biasanya pada trimester


ketiga kehamilan, tubuh akan beradaptasi semaksimal mungkin untuk
memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat di masa kehamilan.
Pertumbuhan janin dan rahim yang semakin membesar akan menekan
diafragma ke atas, keadaan ini mempersempit ukuran rongga dada dan
menekan paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas saat hamil,
sesak napas saat hamil juga bisa disebabkan oleh peningkatan hormone
progesterone di masa kehamilan. Hormon ini menstimulasi pusat
pernapasan di otak, menyebabkan tubuh ibu hamil lebih sensitif
terhadap perubahan kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah
serta memengaruhi kinerja sistem pernapasan.

10) Sistem Kardiovaskuler

Pada ibu hamil Selama masa kehamilanya, akan terjadi peningkatan


volume darah ibu sebesar 30-50% yang dimulai sejak trimester
pertama, dan mencapai puncaknya pada kehamilan minggu ke-24.
Peningkatan volume ini akan menyebabkan jantung bekerja “lebih
keras” untuk memompakan darah lebih banyak. Denyut jantung juga
akan meningkat 10-15 denyutan diatas nilai sebelum kehamilan. Dan
dalam kondisi normal, tekanan darah akan sedikit menurun pada
trimester pertama dan kedua kehamilan dan biasanya kembali
mencapai nilai awal pada trimester ke-3.

11) Sistem Hematologi


Pada ibu hamil akan terjadi peningkatan volume darah Peningkatan
volume darah dimulai pada trimester pertama kehamilan yang akan
berkembang secara progresif mulai minggu ke-6 – 8 kehamilan dan
mencapai puncaknya pada minggu ke-32 – 34 kehamilan dan akan
kembali pada kondisi semulai pada 2-6 minggu setelah persalinan.
Volume darah terdiri dari plasma darah dan komponen darah. Diawal
masa kehamilan, volume plasma darah akan meningkat secara cepat
sebesar 40-45%. Hal ini dipengaruhi oleh aksi progesteron dan
estrogen pada ginjal yang diinisiasi jalur renin-angiotensin dan
aldosteron (Cunningham et al, 2010; Sulin, 2010).

Disamping peningkatan volume plasma, juga terjadi peningkatan


volume komponen darah yaitu eritrosit. Jumlah eritropoietin ibu hamil
yang meningkat menyebabkan peningkatan produksi eritrosit sebanyak
20-30% (Cunningham et al, 2010; Sulin, 2010). Perubahan volume
darah ini menghasilkan kondisi Universitas Sumatera Utara
hipervolemia pada ibu hamil dimana cairan tubuh meningkat menjadi
6-8 liter dengan 4-6 liternya didistribusikan pada kompartemen
ekstraselular (Pernoll, 2001).

7) system pencernaan
Pada ibu hamil yang mengalami gangguan aktivitas dan istirahat
biasanya mengalami masalah pada system pencernaan dikarenakan
Sistem hormonal pada tubuh ibu berubah, salah satunya hormon progesteron
meningkat sehingga gerakan peristaltik usus menurun yang akhirnya
menyebabkan sulit BAB dan juga disebabkan oleh rahim yang membesar
sehingga terjadi penekanan pada usus. Sisa-sisa pencernaan pun tertumpuk di
usus yang memicu terjadinya gangguan konstipasi.
8) System Endokrin
Biasanya pada ibu hamil terjadi peningkatan hormone estrogen dan
progesterone, pada awal kehamilan terjadi penurunan hormone insulin
dikarenakan meningkatnya kebutuhan glukosa oleh tubuh,sehingga
terjadi hiperparathiroid sekunder ringan akibat peningkatan kebutuhan
kalsium dan Vitamin D, pembesaran kelenjar tiroid akibat hyperplasia
jaringan glandular dan peningkatan vaskularitas
9) System Urogenital
Pada ibu hamil yang mengalami gangguan aktivitas dan istirahat mengalami
gangguan pada system urogenital, biasanya klien sering buang air kecil yang
diakibatkan karena adanya perubahan hormonal yang meningkatkan produksi
urine, disertai pembesaran rahim yang menekan kandung kemih.
10) System Integument
Pada ibu hamil biasanya mengalami masalah pada system
integument biasanya terjadi perubahan kulit pada ibu hamil di
(hiperpigmentasi).

Secara fisik, perubahan ini terjadi saat kulit tampak berwarna


lebih gelap atau pekat dari warna sekitarnya. basanya hiperpigmentasi
ini bisa terjadi pada perut, daerah sekitar puting susu, sekitar kemaluan
, pusar, dan kadang-kadang pada wajah dan leher, serta pada lipatan-
lipatan kulit seperti ketiak, paha, dan selangkangan.
Perubahan warna hiperpigmentasi terjadi dikarenakan meningkatnya
kadar hormon MSH ( Melanocyte Stimulating Hormon). MSH ini
mengakibatkan penumpukan pigmen melanin yang berlebihan sehing
GA menimbulkan warna lain pada kulit. Tetapi setelah melahirkan,
ketika kadar hormone tersebut kembali normal ,keadaan
hiperpigmentasi akan ber angsur menurun dan menghilang.

11) system muskuloskletal


Pada ibu hamil biasanya system musculoskeletal mengalami
masalah nyeri pada tulang rusuk ini disebabkan oleh bayi yang
tumbuh, rahim mengembang, mengambil lebih banyak ruang di dalam
rahim.Hal ini menyebabkan semua organ di perut terdorong ke arah tulang
rusuk, membuat tekanan pada otot.selain itu nyeri pada tulang rusuk juga
disebabkan oleh perubahan hormone relaxin dan progesterone yang
mempengaruhi semua otot, ligament dan sendi daerah panggul serta
tulang belakang sehingga menyebabkan tulang rusuk dan punggung sakit

3. POLA KEBIASAAN

NO POLA KEBUTUHAN DASAR POLA KEBIASAAN


MANUSIA
1. Kebutuhan Oksigenisasi Ibu hamil yang mengalami gangguan
respirasi biasanya mengalami kesulitan
bernafas seiring meningkatnya ukuran
dijanin,dan bisa mengalami gangguan
pernafasan hipoventilasi bisa terjadi
sejak trimester pertama dan dapat
meningkat 42 % kondisinya hingga
trimester ketiga
2. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Klien yang mengalami gangguan
respirasi bisanya mengalami gangguan
nutrisi dan cairan seperti kurang nafsu
makan karena sulit untuk menelan
makanan, merasakan nyeri saat makan,
dan tidak nafsu makan karena mual dan
muntah
3. Kebutuhan Eliminasi Mengkaji kebiasaan eliminasi ( jumlah,
warna, apakah ada gangguan) pada
pasien yang mengalami gangguan
respirasi biasanya sering BAK
dikarenakan kandung kemih klien
tertekkan akibat pembesar uterus dan
sulit BAB karena
4. Kebutuhan Istirahat dan Tidur Klien yang mengalami gangguan
respirasi biasanya sulit tidur
dikarenakan frekuensi pernapasan
meningkat yang menyebabkan klien
mengalami kesulitan tidur
5. Kebutuhan Aktivitas dan Pada ibu hamil dengan gangguan
Mobilisasi respirasi biasanya aktivitasnya
terganggu
6. Kebutuhan Rasa Nyaman Pada ibu hamil dengan gangguan
respirasi biasanya mengalami gangguan
rasa nyaman seperti sesak nafas,mual
muntah,sering BAK dan BAB nya
terhambat sehingga klien merasa tidak
nyaman
7. Kebutuhan Personal Hygien Pada ibu hamil dengan gangguan
respirasi biasanya masih bisa melakukan
perawatan diri ( Mandi, kebersihan
badan, gigi,mulut,kuku dan pakaian)
dengan mandiri