Anda di halaman 1dari 3

Nama : Efi Ratna Sari

Nim: 1413206018

Duh.. Aduh Tambah Usia Tambah Gejala

1. Mengetahui apa itu gagal ginjal?


Gagal ginjal merupakan perkembangan gagal ginjal yang bersifat progresif dan lambat, dimana kondisi
ginjal kehilangan kemampuan untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan
asupan makanan normal (Pranandar & Supadmi, 2015)
2. Mengetahui hubungan gagal ginjal dengan hipertensi serta DM tipe 2
Hipertensi menyebabkan peningkatan tekanan dan regangan yang kronik pada arteriol dan glomeruli yang diyakini
dapat menyebabkan sklerosis pada pembuluh darah glomeruli. Penurunan jumlah nefron akan menyebabkan proses
adaptif, yaitu meningkatnya aliran darah, peningkatan LFG (Laju Filtrasi Glomerulus) dan peningkatan keluaran urin
di dalam nefron yang masih bertahan. Proses ini melibatkan hipertrofi dan vasodilatasi nefron serta perubahan
fungsional yang menurunkan tahanan vaskular dan reabsorbsi tubulus di dalam nefron, perubahan fungsi ginjal ini
dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan ginjal (Nurjanah, 2012)
3. Apa saja penyebab gagal ginjal
Gagal ginjal dapat disebabkan karena usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi
maupun penyakit gangguan metabolik lain yang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, penyalahgunaan
obat - obat analgetik dan AINS baik secara bebas maupun yang diresepkan dokter selama bertahun tahun,
Kebiasaan merokok dan penggunaan minuman suplemen energi yang juga dapat menjadi penyebab terjadinya
gagal (Pranandar & Supadmi, 2015)
4. Mengetahu tanda dan gejala DM tipe 2
Diabetes militus tipe 2 ditandai dengan hiperglikemia kronis sedangkan gejala yang timbul diantaranya seperti
poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), dan polifagia (banyak makan) dengan penurunan berat
badan Gibney dalam Nurlaili et al., 2013).
5. Mengetahui data lab mana yang mendukung terjadinya gagal ginjal?
6. Bagaimana terapi farmakologi dan non farmakologi Secara umum untuk gagal ginjal?
Nama : Tn Y
Umur : 68 tahun
Demografi BB : 50 kg
paisen Tinggi badan : 160 cm
Riwayat penyakit: DM tipe 2 (15 tahun), Hipertensi (10 tahun)
Riwayat pengobatan: Glibenklamid, metformin, captopril, Novastan
Subjektif Keluhan :  polydipsi
 Pusing  udema pada tungkai kaki
 Leher tegang  nyeri pinggang
 Anemia  Berat badan turun
 polyuria
O(objek) Parameter 29/10 30/10 31/10 Normalitas Interpretasi
TD(mmHg) 168/104 163/98 155/94 120/80 Tidak normal
Nadi(x/menit) 87 88 85 60 – 100/menit Normal
RR (x/menit) 25 23 20 12-20x/menit Normal
Suhu (0C) 39,5 37,3 37,0 36,5 Kurang normal

Parameter Normalitas 29/10 normalitas

HbA1c 4,5 – 6,3 9,5 Tdk normal


Hb 14 – 18 12 -
GDS 76 – 110 250 -
BUN 5 – 25 30 -
Keratin 0,8 – 1,3 1,6 -

A(assesment ) Medical Problem


1. Pasien mengalami keluhan, pusing, leher tegang, anemia, polydipsia, udema pada
tungkai kaki, nyeri pinggang, berat badan turun
2. Pasien diterapi dengan glibenklamid, metformin, captopril, Novastan
3. Pasien tidak mendapatkan pengobatan untuk anemia
Analisis
1.Pasien terdiagnosis DM tipe 2
2. Pasien Terdianosis hipertensi
3. Pasien terdiagnosis gagal ginjal
DRP
1.Indikasi tanpa obat: anemia
2. pemberian obat tidak tepat:
 selama 10 tahun pasien diberikan captopril yang tidak efektif,
 pasien memperoleh lapistan yang masuk golongan AINS yang merupakan salah satu
penyebab gagal ginjal
3. Kesalahan menyeleksi obat: Metformin dikontraindikasikan pada gangguan fungsi ginjal
dengan kreatinin serum > 1,5 mg/ dL sedangkan kreatinin pasien 1,6 (Ndraha, 2014)
Intervensi:
1. Sebaiknya penggunaan captopril diganti dengan Obat-obat ARB (angiotensin II receptor
blocker) dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi tekanan intraglomerular
(Dipiro, 2008).
P (plaining) 