Anda di halaman 1dari 3

Nama : EFI RATNA SARI “Haruskah Rutin Minum Obat Untuk Sakitku?


NIM : 1413206018 SUMMARY 1
1. Mengetahui pengertian Diabetes tipe 2
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia
yang terjadi karena resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif, artinya pada diabetes melitus tipe II, pankreas
dapat membuat tinsulin, tetapi kualitas insulin yang dihasilkan buruk dan tidak dapat berfungsi dengan baik untuk
memasukkan glukosa ke dalam selAkibatnya glukosa dalam darah meningkat (Nurlaili et al 2013)
2. Mengetahui Gejala dan Tanda Diabetes Tipe 2
Diabetes militus tipe 2 ditandai dengan hiperglikemia kronis sedangkan gejala yang timbul diantaranya seperti
poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), dan polifagia (banyak makan) dengan penurunan berat badan
Gibney dalam Nurlaili et al., 2013).
3. Mengetahui obat – obat apa saja yang digunakan dalam diabetes tipe 2
Obat – obat antidiabetik tipe 2 yang sering digunakan yaitu obat oral seperti metformin (biguanid) yang bekerja
sebagai penghambat gluconeogenesis dan peningkat sensitivitas insulin sebagai obat lini pertama, sulfonylurea
bekerja sebagai pemicu sekresi insulin, tiazolidindion kerjanyaenurunkan resistensi insulin dan acarbose penghambat
glukosidase alfa (suzanna draha 2014).
4. Mengetahui apa pengaruh penggunaan jamu pada DM tipe 2
Jamu yang terstandar tidak berpengaruh terhadap suatu penyakit atau dengan efek samping yang kecil, namun
jika memang sampai menimbulkan efek yang berbahaya ada kemungkinan bahwa jamu yang dikonsumsi tidak
terstandar dan dicampur dengan BKO yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi pasien dengan penyakit tertentu
(Zulies.,2014)
5. Mengetahui terapi non farmakologi diabetes tipe 2
Terapi non farmakologi diabetes tipe 2 dikenal dengan empat pilar yakni penyerapan edukasi, pengaturan makan,
olahraga, kepatuhan pengobatan (Nurlaili et al., 2013).
6. Mengetahui DRP pada kasus pasien tersebut
Drp merupakan setiap masalah yang melibatkan terapi obat secara nyata yang dapat mempengaruhi hasil terapi
yang diinginkan (pcne dalam prilly et al., 2016). Drp yang diidentifikasi diantaranya Indikasi tanpa terapi, terapi tanpa
indikasi, pemberian obat tidak tepat , dosis subterapi, dosis obat berlebih, penderita gagal menerima obat (Prilly et
al.,2016). Pada kasus tesebut DRP yang terjadi diantaranya indikasi tanpa obat,
7. Mengetahui mekanisme obat metformin dan glimepiride
Mekanisme metformin yaitu dengan menurunkan kadar glukosa darah melalui penghambatan produksi glukosa
hati dan menurunkan resistensi insulin khususnya di hati dan otot sedangkan mekanisme kerja glimepiride yang
termasuk dalam golongan sulfonilurea yaitu dengan meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pancreas(Suzanna
Draha 2014)
8. Mengetahui bagaimana penatalaksanaan SOAP pada kasus pasien tersebut
S ( subjek) Nama : surono , Umur : 55 tahum, BB : 55 kg ,Tinggi badan : 163 cm
Keluhan :  rasa haus / lapar meningkat
 sering buang air kecil pada malam hari  BB turun
 susah tidur pada malam hari  berkeringat
 sering merasa haus  Perut nyeri & sebah
 mulut kering  Mengalami kelelahan

O(objek) HbAIC : 9,5 %, GDS : 150% , GD puasa : 196 %, GD PP : 250 % ,TD : 90/60 ( tidak normal)
A(assesment )  Pasien mengalami DM tipe 2 dilihat dari keluhan pasien serta diperkuat dengan data
laboratorium
 Indikasi tanpa obat : rasa nyeri/sebah dan tekanann darah rendah/hipotensi
 Kepatuhan pasien
P (plaining)  Sebaiknya untuk terapi antidiabetis obat dinaikkan dosisnya metformin 500 mg 3 x sehari
diminum sesudah makan dan glimepiride 3mg 1 x sehari sebelum makan ( ISO Vol 48
280,276)
 Sebaiknya pasien diberikan terapi antasida dengan kandungan simetikon sebagai terapi nyeri
perut dan sebah karena banyak angina (pionas.pom.go.id)
 Sebaiknya pasien melakukan cek leb rutin : kadar gula darah,GD 2 PP, GDS, HbA1C,
Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM),periksaan Glycated Albumin (GA).
 Sebaiknya penggunaan jamu dihentikan
 Sebaiknya pasien melakukan olahraga rutin,diet makanan tinggi gula,menjaga pola hidup.

DAFTAR PUSTAKA
Nurlaili et al. 2013 Jurnal Berkala Epidemiologi. HUBUNGAN EMPAT PILAR PENGENDALIAN DM
TIPE2DENGAN RERATA KADAR GULA DARAH Vol. ,: 234–243
Prilly et al. 2016 POTENSI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PADA PASIEN GAGAL GINJAL DI RAWAT INAP
RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO.Pharmaconjurnal Ilmiah Farmasi – Unsrat Vol. 5 No. 3 Agustus 2016
Issn 2302 – 2493
Suzanna Ndraha.2014 Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Tatalaksana TerkiniDepartemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran
Universitas Krida Wacana Jakarta MEDICINUS. Vol. 27, No.2,.
ISO Vol 48
Prof Dr Zulies.OBAT HERBAL DICAMPUR BKO ITU BERBAHAYA. Artikel Health Jogja. Pogama Fakultas Farmasi.
UGM

1. Obat – obat apa saja yang termasuk dalam generasi I dan II Sulfonilurea ?
Sulfonylurea yaitu Obat Hipoglikemik Oral (OHO) yang, kerjanya merangsang sekresi insulin dari granul-granul sel
beta langerhans pancreas, selain itu, sulfonylurea dapat mengurangi klirens insulin di hepar.
Sulfonilurea generasi pertama yaitu tolbutamid, klorpopamid dan tolazamid sedangkan,
sulfonilurea generasi kedua terdiri dari glimepiride, gliburid, atau glibenklamid, glipizid dan gliquidon. Penggunaan
sulfonilurea generasi kedua lebih banyak digunakan dibandingkan sulfonylurea generasi pertama karena memiliki efek
samping yang lebih jarang terjadi dan interaksi obat dengan obat lain jarang terjadi.
2.