Anda di halaman 1dari 50

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI–NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL,


KEDUDUKAN DAN PERANNYA
DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI


KEHAMILAN MELALUI PENYULUHAN IBU HAMIL
DI UPT PUSKESMAS DAPET KECAMATAN BALONGPANGGANG
KABUPATEN GRESIK

Oleh:

Ayu Septiarini, AMd.Keb


NIP. 198908252019032009

Peserta PeLatihan Dasar CPNS Gol. II


Angkatan I

KERJASAMA
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DENGAN
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN SURABAYA
TAHUN 2020
LEMBAR PERSETUJUAN

Nama : Ayu Septiarini, AMd.Keb.


NIP : 198908252019032009
Unit Kerja : UPT Puskesmas Dapet

Telah Disetujui
Pada Hari Jumat, 07 Februari 2020

Pembimbing, Mentor,

Dr. Abdul Main, S.Ag SS, M.Hum dr. Masrizal Khilda Taba
NIP. 196904251998031001 NIP. 198501082014121002

Penguji,

Ir. Darmanto, MM
NIP. 196306071990031014

i
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PNS

Nama : Ayu Septiarini, AMd.Keb.


NIP : 198908252019032009
Unit Kerja : UPT Puskesmas Dapet

Telah diuji dan diseminarkan


Pada hari Jumat, tanggal 07 Februari 2020
Pembimbing, Mentor,

Dr. Abdul Main, S.Ag SS, M.Hum Dr. Masrizal Khilda Taba
NIP. 196904251998031001 NIP. 198501082014121002

Penguji,

Ir. Darmanto, MM
NIP. 196306071990031014

Mengetahui
Kepada Balai Diklat Keagamaan Surabaya

Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si.


NIP. 196910282002121002

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-
Nya penulis dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi ini dengan baik.
Rancangan Aktualisasi ini disusun sebagai acuan dalam melaksanakan program
habituasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Kabupaten Gresik Angkatan I di UPT
Puskesmas Dapet Kabupaten Gresik.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah
membantu dalam melaksanakan Rancangan Aktualisasi ini. Ucapan terima kasih ini
penulis tujukan kepada:
1. Bapak Dr. Ir. H.Sambari Halim Radianto, ST, M.Si selaku Bapak Bupati
Kabupaten Gresik yang telah mengangkat penulis sebagai CPNS;
2. Bapak Dr. H. Muchammad Toha, M.Si selaku Kepala Balai Diklat Keagamaan
Surabaya;
3. Bapak Drs. Nadlif, M.Si selaku Bapak Kepala Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Gresik dan selaku penguji;
4. Bapak drg. Saifudin Ghozali selaku kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Gresik
5. Bapak Ir. Darmanto, MM selaku penguji dalam seminar rancangan aktualisasi;
6. Bapak Dr. Abdul Main, S.Ag, SS M.Hum. selaku Coach yang telah
memberikan banyak masukan dalam penyelesaian rancangan aktualisasi ini;
7. Bapak dr. Masrizal Khilda Taba selaku mentor dan kepala UPT Puskesmas
Dapet yang telah memotivasi dan memberikan masukan kepada penulis
dalam penyusunan laporan aktualisasi ini;
8. Ibu dr. Rahaju Nugrahani selaku perwakilan mentor yang telah memberikan
masukan kepada penulisdalam penyusunan laporan aktualisasi ini;
9. Bapak dan Ibu Widyaiswara yang telah memberikan materi dan berdiskusi
tentang nilai-nilai dasar ANEKA selama diklat ini berlangsung;
10. Rekan-rekan seperjuangan Angkatan I, II dan III Latsar CPNS 2019 yang telah
berbagi ilmu, pengalaman, dan kekompakannya;
11. Dan semua pihak yang telah mendukung penulis hingga terselesaikannya
penulisan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh
dari kata sempurna. Maka dari itu kritik dan saran yang bersifat membangun
diharapkan dapat membantu penyempurnaan penulisan selanjutnya. Penulis
berharap semoga rancangan aktualisasi ini bermanfaat bagi kita semua, Aamiiin.

Surabaya, 6 Februari 2020

Ayu Septiarini, AMd.Keb


NIP. 198908252019032009
iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................................................ iv
DAFTAR TABEL .......................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................................. 1
B. Tujuan Aktualisasi ............................................................................................. 2
C. Manfaat ............................................................................................................. 3
D. Ruang Lingkup .................................................................................................. 4
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI .......................................................................... 5
A. Deskripsi Organisasi .......................................................................................... 5
1. Profil Organisasi ............................................................................................. 5
2. Visi, Misi, dan Nilai – nilai Organisasi ............................................................. 8
3. Struktur Organisasi ....................................................................................... 10
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik Lembaga..................................................... 11
C. Analisis Isu ...................................................................................................... 13
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih ..................................................... 17
E. Nilai – nilai Dasar Profesi PNS ........................................................................ 18
F. Matrik Rancangan Aktualisasi ......................................................................... 24
G. Jadwal Kegiatan .............................................................................................. 39
H. Kendala dan Antisipasipasi kegiatan ............................................................... 40
BAB III PENUTUP ..................................................................................................... 42
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 43

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Desa Binaan UPT puskesmas Dapet ..................................................... 7


Tabel 2.2 Jumlah penduduk di wilayah UPT Puskesmas Dapet berdasasarkan
Jenis kelamin .......................................................................................... 8
Tabel 2.3 Bobot Penilaian Kriteria Isu dengan AKPK ............................................. 14
Tabel 2.4 Indeks Penilaian Kriteria Isu dengan AKPK ............................................ 14
Tabel 2.5 Indeks Penilaian Kualitas Isu dengan USG ............................................ 15
Tabel 2.6 Matrik Kegiatan....................................................................................... 24
Tabel 2.7 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ................................................................... 36
Tabel 2.8 Kendala dan Antisipasi ........................................................................... 37

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta wilayah Puskesmas Dapet ......................................................... 6


Gambar 2.2 Struktur Organisasi ............................................................................. 10
Gambar 2.3 Teknik Analisis Fish bone .................................................................. 16

vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang
dalam pembukaan Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia tahun
1945, Aparatur Sipil Negara diwajibkan turut serta mengambil peranan penting
dengan menjalankan implementasi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam
berbagai sektor dan memberikan kualitas pelayanan publik terbaik untuk
masyarakat.
Sejalan dengan telah di tetapkannya Undang-Undang Nomer 5 Tahun
2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan merujuk pada ketentuan
pasal 63 ayat (3) da ayat (4) UU ASN, Calon Pegawai Negeri Sipil wajib
menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan
motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta komptensi bidang.
Sejalan dengan PERLAN Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil bahwa setiap
peserta wajib untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi dalam
menjalankan tugas pokok dan fungsinya pada satuan kerja masing-masing.
Diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan yang inovatif dan
terintegrasi, yaitu penyelengaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran
klasikal dan non klasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja, sehingga
memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan
mengaktualisasi, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan
merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter ASN
yang professional sesuai bidang tugas. Melalui pembaharuan pelatihan
tersebut, diharapkan dapat menghasilkan ASN yang professional yang
berkarakter dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.
Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN harus diterapkan pada unit kerja dalam
menjalankan tugas jabatan profesi ASN. Salah satu unit kerja tempat
aktualisasi tersebut adalah Puskesmas Dapet yang mempunyai fungsi

1
sebagai penyelenggara Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama dan
Upaya Kesehatan Perorangan tingkat pertama merupakan unit kerja penulis
untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN.
Berdasarkan Permenkes Nomor 97 tahun 2014 tentang Pelayanan
Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa
Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta
Pelayanan Kesehatan Seksual, Pasal 1 (2) Pelayanan Kesehatan Masa Hamil
adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak
terjadinya masa konsepsi hingga melahirkan. Pelayanan Kesehatan Masa
Hamil bertujuan untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan
kesehatan yang berkualitas sehingga mampu menjalani kehamilan dengan
sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat dan
berkualitas.
Di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gresik No. 5 Tahun 2013
Tentang Sistem Kesehatan Daerah bahwa Pemerintah Daerah
bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan keluarga
meliputi kesehatan ibu, bayi, balita, anak pra sekolah, anak usia sekolah, usia
lanjut dan keluarga berencana. Salah satu pelayanan kesehatan terhadap ibu
hamil di Puskesmas Dapet adalah Ante Natal Care (ANC) terpadu. Pelayanan
antenatal terpadu merupakan pelayanan kesehatan komprehensif dan
berkualitas yang dilakukan melalui perencanaan antisipasi dan persiapan dini
untuk melakukan rujukan jika terjadi penyulit/komplikasi.
Data ibu hamil dengan komplikasi yang di tangani di wilayah kerja
Puskesmas dapet tahun 2019 sejumlah 55 orang (81%) dari target jumlah ibu
hamil risti 67 orang. Sedangkan di Desa tanahlandean jumlah ibu hamil
komplikasi yang ditangani 13 orang (216%) dari target 6 orang. Hal itu
menunjukkan jumlah ibu hamil komplikasi di Desa Tanahlandean masih sangat
tinggi. Untuk itu diperlukan peningkatan pengetahuan ibu hamil untuk
mencegah komplikasi dengan melakukan penyuluhan pada ibu hamil.
B. TUJUAN AKTUALISASI
1. Menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari ANEKA, Whole of
Government (WoG), Manajemen ASN dan pelayan publik dalam program
aktualisasi, meliputi 9 kegiatan sebagai berikut:

2
a. Melakukan konsultasi dengan mentor tentang rencana aktualisasi
yang akan dilakukan,
b. Melakukan koordinasi dengan penanggung jawab program KIA,
c. Mengumpulkan data jumlah ibu hamil
d. Menyusun Satuan Acara Penyuluhan,
e. Membuat leaflet,
f. Menyusun soal-soal pre test dan post test,
g. Melaksanakan penyuluhan tentang komplikasi kehamilan,
h. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan melalui post test dan testimoni,
i. Menyusun laporan aktualisasi.
2. Menghabituasi nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari ANEKA, Whole of
Goverment, Manajemen ASN dan pelayan publik dalam melaksanakan
tugas dan fungsi ASN di tempat kerja.
3. Membentuk karakter ASN yang profesional
4. Menjadi syarat kelulusan CPNS golongan II tahun 2019 Pemerintah
Kabupaten Gresik
C. MANFAAT
Manfaat dari penulisan rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi Penulis
Mampu menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS
dalam NKRI saat melaksanakan tugas dan fungsi di satuan kerja masing-
masing
2. Bagi organisasi atau instansi kerja,
- Rancangan aktualisasi ini diharapkan mampu mengidentifikasi isu
kontemporer yang terjadi dan mampu memberikan alternatif solusi
permasalahan tersebut
- Meningkatkan pelayanan untuk masyarakat di bidang kesehatan
3. Bagi Masyarakat
- Adanya media sosialisasi pendukung untuk menyampaikan informasi
guna mencegah terjadinya komplikasi pada ibu hamil,
- Meningkatkan pelayanan untuk masyarakat di bidang kesehatan.

3
D. RUANG LINGKUP
Kegiatan habituasi dan pelaksanaan aktualisasi dilaksanakan selama 30 hari
kalender mulai dari tanggal 10 Februari - 10 Maret 2020 di desa Tanahlandean
wilayah kerja UPT Puskesmas Dapet. Kegiatan pelaksanaan aktualisasi ini
dibatasi pada peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam upaya mencegah
terjadinya komplikasi kehamilan melalui penyuluhan di desa Tanahlandean
wilayah kerja UPT Puskesmas Dapet. Kegiatan ini nantinya akan dikaitkan
dengan nilai-nilai dasar ASN berupa nilai-nilai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi) serta keterkaitan
antara kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, yaitu pelayanan
publik, manajemen ASN, dan Whole of Government.

4
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi
UPT Puskesmas Dapet merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas
Kesehatan Kabupaten Gresik yang bertanggung jawab menyelenggarakan
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat
tingkat pertama di wilayah kerja UPT Puskesmas Dapet Kecamatan
Balongpanggang, dimana tata kerjanya diatur melalui Peraturan Daerah
Kabupaten Gresik No. 12 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah Kabupaten
Gresik (Lembaran Daerah Kabupaten Gresik Tahun 2016 Nomor 18)
tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana
Teknis di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik yang
ditindaklanjuti dengan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor
800/94/437.52/2017 Tanggal 30 Agustus 2017 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Bupati Gresik Tentang Pembentukan, Susunan
Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Unit Pelaksana Teknis Puskesmas
Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.
UPT Puskesmas Dapet mempunyai tugas melaksanakan pelayanan,
pembinaan, dan pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepada
masyarakat di kecamatan Balongpanggang sesuai dengan kedudukan dan
atau wilayah kerja dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok
Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Puskesmas dipimpin oleh seorang
Kepala yang berkedudukan dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas
Kesehatan.
Berdasarkan karakteristik wilayah, UPT Puskesmas Dapet merupakan
Puskesmas kawasan pedesaan, sedangkan berdasarkan kemampuan
penyelenggaraan UPT Puskesmas Dapet termasuk dalam kategori
Puskesmas Rawat Jalan. Selain itu UPT Puskesmas Dapet juga
melaksanakan pelayanan rujukan rawat jalan dan rujukan gawat darurat.
UPT Puskesmas Dapet terletak di Jalan Raya Tanah Landean No. 49
Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Jarak tempuh

5
dari ibu kota Kabupaten Gresik sekitar 45 km. UPT Puskesmas Dapet
mempunyai luas wilayah kerja 18,23 km2 yang terdiri dari:
1. Dataran rendah : 100%
2. Dataran tinggi : -
3. Luas daerah pemukiman : 13,54 km2
4. Luas sawah, tegalan, dan tambak : 13,19 km2
5. Sungai dan Jalan : 11,5 km2
Situasi lingkungan sekitar UPT Puskesmas Dapet cukup dinamis dan
tergolong lokasi dengan tingkat penerimaan yang sedang. 75% dari wilayah
UPT Puskesmas Dapet merupakan daerah pertanian dan selebihnya
merupakan daerah pemukiman penduduk. UPT Puskesmas Dapet
mempunyai wilayah kerja yang berbatasan langsung dengan:
Batas sebelah Timur : Puskesmas Benjeng
Batas sebelah Barat : Puskesmas Mantup, Kabupaten Lamongan
Batas sebelah Utara : Puskesmas Balongpanggang
Batas sebelah Selatan : Puskesmas Dawarblandong, Kabupaten
Mojokerto

Gambar 2.1 Peta wilayah kerja UPT Puskesmas Dapet


UPT Puskesmas Dapet mempunyai sepuluh (10) desa binaan dengan
jarak antar satu desa dengan desa yang lain yang dihubungkan dengan

6
jalan poros desa yang sebagian besar sudah berpaving yang bisa dilalui
oleh jenis kendaraan roda empat (4) maupun roda dua (2) dengan jarak
tempuh terlama dari desa terjauh ke UPT Puskesmas Dapet sekitar 30
menit. Berikut sepuluh (10) desa binaan UPT Puskesmas Dapet:

Tabel 2.1 Tabel Desa Binaan UPT Puskesmas Dapet

No Nama Desa

1 Sekar Putih

2 Banjar Agung

3 Karang Semanding

4 Wotansari

5 Wonorejo

6 Dapet

7 Tanah Landean

8 Ngampel

9 Brangkal

10 Jombang Delik

Sebagian desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Dapet dilalui oleh


sungai yang setiap musim penghujan datang sering meluap dan
menggenangi sebagian desa yang dilaluinya, sehinga desa-desa tersebut
menjadi langganan banjir setiap musim penghujan datang. Beberapa desa
yang menjadi langganan banjir setiap musim penghujan datang diantaranya
adalah Banjar Agung dan Wotansari.
Data penduduk wilayah kerja UPT Puskesmas Dapet berdasarkan
data proyeksi yang dikelompokkan ke dalam kelompok jenis kelamin dapat
dilihat pada tabel berikut:

7
Tabel 2.2 Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dapet
Berdasarkan Kelompok Jenis Kelamin
JUMLAH PENDUDUK
NO NAMA DESA TOTAL
LAKI-LAKI PEREMPUAN

1 Sekar Putih 996 1.012 2.008

2 Banjar Agung 988 1.005 1.993

3 Karang Semanding 1.352 1.374 2.726

4 Wotansari 788 802 1.590

5 Wonorejo 688 699 1.387

6 Dapet 1.418 1.441 2.859

7 Tanah Landean 899 915 1.814

8 Ngampel 862 876 1.738

9 Brangkal 917 933 1.850

10 Jombang Delik 722 735 1.457

TOTAL 9.630 9.792 19.422

2. Visi, Misi, dan Nilai – nilai Organisasi


a. Visi
UPT Puskesmas Dapet Adalah Mitra Masyarakat Dalam Mewujudkan
Kecamatan Balongpanggang Sehat 2021
b. Misi
Misi UPT Puskesmas Dapet :
1. Menggalang kemitraan dengan berbagai masyarakat.
2. Meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat.
3. Mewujudkan UPT Puskesmas Dapet sebagai pusat informasi
kesehatan.
4. Mendorong kemandirian, dan kepedulian masyarakat terhadap
kesehatan.

8
c. Nilai – nilai Organisasi
 Disiplin : pelayanan kerja maupun atribut, dan jam
kerja sesuai aturan yang berlaku.
 Amanah : melaksankan tupoksinya sesuai dengan
sumpah jabatan, tugas dari kepala Puskesmas.
 Profesional : melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
profesinya
 Edukatif : memberikan pengetahuan kesehatan
terhadap masyarakt
 Tanggung Jawab : bertanggung jawab terhadap atasan,
bertangung jawab dg programnya masing-masing
 Cekatan : Tanggap terhadap situasi dan kondisi
 Efektif : memaksimalkan sarana dan prasaran di
gedung.
 Ramah : murah senyum dalam pelayanan
 Ikhlas : tidak berharap pamrih
 Adil : dalam bentuk pelayanan tidak pandang
bulu.

9
3. Struktur Organisasi
Gambar 2.2 Struktur organisasi Puskesmas Dapet

10
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik Lembaga
1. Tingginya jumlah ibu hamil dengan komplikasi
Setiap kehamilan, dalam perkembangannya mempunyai resiko
mengalami penyulit atau komplikasi. Oleh karena itu, pelayanan antenatal
harus dilakukan secara rutin, sesuai standart dan terpadu untuk pelayanan
antenatal yang berkualitas. Dalam pelayanan antenatal terpadu, tenaga
kesehatan harus dapat memastikan bahwa kehamilan berlangsung normal,
mendeteksi dini masalah dan penyakit yang dialami ibu hamil, melakukan
intervensi secara adekuat sehingga ibu hamil siap untuk menjalani
persalinan normal.
Pada kenyataannya masih banyak dijumpai ibu hamil dengan
komplikasi baik itu pada trimester 1, trimester 2 maupun trimester 3.
Komplikasi yang sering terjadi pada ibu hamil diantaranya hyperemesis
gravidarum, abortus, anemia gravidarum, ketuban pecah dini (KPD),
kelahiran prematur serta pre eklamsia dan eklamsia. Pre eklamsia dan
eklamsia merupakan penyebab nomor 1 kematian ibu di Indonesia.
2. Kurangnya jumlah akseptor KB baru
Akseptor KB baru adalah jumlah orang yang pertama kali
menggunakan metode kontrasepsi dalam suatu periode tertentu. Keluarga
Berencana (KB) merupakan usaha untuk mengukur jumlah anak dan jarak
kelahiran anak yang diinginkan. Maka dari itu pemerintah mencanangkan
program atau cara untuk mencegah dan menunda kehamilan. Peningkatan
dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha
untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian
tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Meskipun demikian, masih banyak pasangan usia subur terutama ibu-
ibu muda pasca melahirkan yang menolak untuk memakai alat kontrasepsi
setelah selesai nifas. Diantara mereka banyak yang takut karena efek
sampingnya yaitu haid menjadi tidak teratur, menjadi gemuk dan takut
mengganggu hubungan suami istri. Selain efek samping, ada pula faktor
lain yang mempengaruhi yaitu harga alat kontrasepsi yang relative mahal
dan tempat tinggal yang jauh dari fasilitas kesehatan.

11
3. Banyaknya penderita hipertensi yang belum berobat teratur ke fasilitas
kesehatan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan
darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolic lebih dari 90
mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam
keadaan cukup istirahat/tenang. Seseorang yang didiagnosa hipertensi
harus mengkonsumsi obat anti hipertensi secara teratur dan juga secara
berkala mengecekkan tekanan darahnya untuk mencegah terjadinya
komplikasi.
Meskipun ada penderita hipertensi yang sudah patuh untuk minum
obat anti hipertensi dan bersedia perksa rutin ke fasilitas kehatan namun
masih banyak yang belum peduli dengan kesehatannya. Beberapa ada
yang tidak mau mengecekkan tekanan darahnya atau pun tidak mau minum
obat anti hipertensi karena merasa tidak memiliki keluhan apapun. Adapun
yang beralasan karena jauh dari fasilitas kesehatan dan untuk lansia tidak
ada yang mengantarkannya.
4. Rendahnya kunjungan IVA
Skrining adalah upaya pemeriksaan atau tes yang sederhana dan
mudah yang dilaksanakan pada populasi masyarakat sehat, yang bertujuan
untuk membedakan masyarakat yang sakit atau berisiko terkena penyakit di
antara masyarakat yang sehat. Di Indonesia yang merupakan negara
berkembang Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) sebagai cara untuk
pemeriksaan lesi prakanker leher Rahim.
Keuntungan Pemeriksaan IVA adalah mudah, praktis, serta dapat
dilaksanakan oleh seluruh tenaga kesehatan. Namun fasilitas pemeriksaan
IVA tersebut tidak di manfaat oleh masyarakat utamanya wanita usia subur
yang sudah menikah
5. Masih adanya balita gizi kurang
Gizi merupakan bagian dari proses kehidupan dan proses tumbuh
kembang seseorang, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi secara adekuat
turut menentukan kualitas tumbuh kembang sebagai sumber manusia
dimasa mendatang. Upaya perbaikan gizi ditujukan untuk meningkatkan

12
mutu gizii yang dapat ditempuh melalui perbaikan pola konsumsi makan.
Setelah adanya SDG’s yang kedua diharapakan tidak ada lagi kepalaran
dan meningkatnya perbaikan gizi.
Di wilayah kerja Puskesmas Dapet masih terdapat balita gizi kurang.
Penyebab masih adanya gizi kurang yaitu pola asuh yang salah. Ibu kurang
mendapatkan informasi mengenai bagaimana cara memilih bahan
makanan yang tepat untuk balita, bagaimana memasak makanan yang baik
dan benar serta bagaimana cara memilih menu makanan yang baik untuk
keluarga. Selain itu, jarak kelahiran juga mempengaruhi status gizi balita,
karena ada adiknya yang baru lahir sehingga ibunya tidak dapat
merawatnya dengan baik.
C. ANALISIS ISU
Analisis ini dilakukan untuk meemperoleh kualitas isu tertinggi. Tidak
semua isu dapat dikategorikan sebagai isu yang aktual sehingga perlu
dilakukan analisis kriteria isu menggunakan alat analisis yaitu AKPK (Aktual,
Kekhalayakan, Problematika, Kelayakan), dimana :
1) Aktual (A)
Isu yang diangkat benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di
masyarakat.
2) Kekhalayakan (K)
Isu yang diambil menyangkut hajat hidup orang banyak.
3) Problematik (P)
Isu yang dipilih memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga
perlu dicarikan solusinya sesegera mungkin.
4) Kelayakan (K)
Masuk akal, realistis, relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya.
Sedangkan untuk menentukan kualitas isu dilakukan dengan
menggunakan alat analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Ada beberapa tahap untuk menentukan core issue diantaranya :
1. Identifikasi isu
a. Tingginya jumlah ibu hamil dan melahiran dengan komplikasi
b. Kurangnya jumlah akseptor KB baru

13
c. Banyaknya penderita hipertensi yang belum berobat teratur ke fasilitas
kesehatan
d. Sarana dan prasarana di ponkesdes yang belum memadai
e. Masih adanya balita kurang gizi

2. Menentukan Isu yang berkualitas dengan AKPK


Tabel 2.3 Bobot Penilaian Kriteria Isu dengan AKPK
Bobot Keterangan

5 Sangat kuat pengaruhnya

4 Kuat pengaruhnya

3 Sedang pengaruhnya

2 Kurang pengaruhnya

1 Sangat kurang pengaruhnya

Tabel 2.4 Indeks Penilaian Kriteria Isu dengan AKPK


No Isu A K P K Jumlah Rangking

1. Tingginya jumlah ibu hamil dan 5 5 4 5 19 1


melahiran dengan komplikasi

2. Kurangnya jumlah akseptor KB 3 2 4 4 13 4


baru

3. Banyaknya penderita hipertensi 4 4 4 5 17 2


yang belum berobat teratur ke
fasilitas kesehatan
4. Sarana dan prasarana di 2 1 3 3 9 5
ponkesdes yang belum
memadai
5. Masih adanya balita kurang gizi 4 3 4 5 16 3

14
3. Menentukan core issue dengan USG
Dari hasil analisis isu dengan AKPK diperoleh 3 isu dengan peringkat
teratas seperti pada Tabel 2.1 dan tabel 2.2 di atas dan selanjutnya akan
dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan alat analisis USG.
Analisis USG dilakukan untuk mengetahui kualitas isu yang dipilih.
Analisis USG merupakan alat analisis isu yang berprinsip pada:
a. Urgency (U)
Seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti.
b. Seriousness (S)
Seberapa serius isu itu harus dibahas dan dikaitkan dengan akibat
yang ditimbulkan.
c. Growth (G)
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut apabila
tidak ditangani sebagaimana mestinya.
Tabel 2.5 Indeks Penilaian Kualitas Isu dengan USG
No Isu U S G Jumlah Rangking
1. Tingginya jumlah ibu hamil dan 5 5 4 14 1
melahiran dengan komplikasi

2. Banyaknya penderita 4 4 4 12 3
hipertensi yang belum berobat
teratur ke fasilitas kesehatan
3. Masih adanya balita kurang 5 4 4 13 2
gizi
Berdasarkan hasil analisis dengan USG seperti pada Tabel 2.3 di
atas maka ditetapkan isu “Tingginya jumlah ibu hamil dengan
komplikasi” sebagai isu yang terpilih untuk diselesaikan dan dicarikan
alternatif solusi pemecahan masalah.
Adapun kegiatannya adalah :
a. Melakukan konsultasi dengan mentor tentang rencana aktualisasi yang
akan dilakukan,
b. Melakukan koordinasi dengan penanggung jawab program KIA,
c. Mengumpulkan data jumlah ibu hamil
15
d. Menyusun Satuan Acara Penyuluhan,
e. Membuat leaflet,
f. Menyusun soal-soal pre test dan post test,
g. Melaksanakan penyuluhan tentang komplikasi kehamilan,
h. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan melalui post test dan testimoni,
i. Menyusun laporan aktualisasi.

16
4. Teknis analisis core issue
Untuk menentukan gagasan pemecahan isu “Tingginya jumlah ibu hamil dan bersalin dengan komplikasi ”
digunakan teknik analisis fish bone sebagai berikut :
MONEY

MATERIAL MAN Kurangnya


Tidak ada pengetahuan
dana untuk Ibu hamil ibu tentang
Ketersediaan melakukan dengan komplikasi
alat yang penyuluhan riwayat kehamilan
masih minim obstetri jelek
Tingginya
jumlah ibu
hamil dengan
komplikasi
Kurangnya motivasi dari
nakes untuk melakukan
Kurangnya info penyuluhan
kepada masyarakat
MILLEU tentang komplikasi METHOD

Gambar 2.3 Teknik Analisis Fishbone

17
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih
Isu yang terpilih untuk diselesaikan adalah “Tingginya jumlah ibu hamil
dengan komplikasi”. Isu ini dinilai layak diselesaikan dibanding dengan isu yang
lain dikarenakan ibu yang hamil dengan komplikasi akan berdampak pada
kesehatan ibu dan janinnya. Komplikasi kehamilan bisa berlanjut menjadi
Preeklamsia yaitu sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan
tekanan darah tinggi (hipertensi), oedem dan tingginya kadar protein pada urine
(proteinuria). Kemudian bisa berlanjut menjadi eklamsia yaitu preeklamsia yang
disertai dengan kejang. Preeklamsia dan eklamsia menjadi penyebab kematian
ibu hamil yang paling banyak di Indonesia. Maka perlu dilakukan deteksi atau
pencegahan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Dalam Manajemen ASN, ASN memiliki peran yang penting untuk
mencegah terjadinya komplikasi pada ibu hamil yaitu ASN harus mampu
melaksanakan tugasnya dengan profesional, jujur, bertanggung jawab dan
berintegritas sesuai dengan kode etik ASN. Sebagai ASN kita wajib melakukan
peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui cara kreatif yang dapat
dilakukan. Maka dari itu penulis bermaksud memberikan penyuluhan pada ibu
hamil di wilayah kerja puskesmas Dapet tentang komplikasi dalam kehamilan.
Dengan demikian kegiatan ini akan memiliki nilai-nilai organisasi yang
diantaranya mencakup nilai Amanah, Profesional, Edukasi dan Tanggung
jawab. Pemenuhan nilai organisasi tersebut nantinya akan membantu dalam
mewujudkan visi dan misi Puskesmas Dapet
Dari segi pelayanan publik, dengan adanya penyuluhan pada ibu hamil
diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang komplikasi
dalam kehamilan sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi di kemudian
hari. Selain itu, ASN harus mampu memberikan pelayanan yang prima dan
berkualitas khususnya untuk ibu hamil agar dapat menjalankan kehamilannya
tanpa ada masalah apapun. Tolok ukur pelayanan prima dan berkualitas adalah
kepuasan pasien yang tinggi.
Dalam pelaksanaan penyuluhan, puskesmas harus melakukan kerja sama
dan koordinasi yang terintegrasi dengan petugas ponkesdes di desa yang
merupakan bentuk prinsip Whole of Goverment (WoG). Dengan demikian

18
diharapkan kegiatan penyuluhan ini akan benar-benar bermanfaat bagi
masyarakat dan ibu hamil khususnya.
E. Nilai – nilai Dasar Profesi PNS
1. Nilai-nilai Dasar PNS
Nilai-nilai dasar PNS biasa diakronimkan dengan ANEKA ialah
akronim dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu
dan Anti Korupsi. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing nilai
dasar PNS:
a. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya. Amanah seorang PNS adalah menjamin terwujudnya
nilai-nilai publik.
Nilai-nilai publik tersebut antara lain adalah:
 Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi
konflik kepentingan, antara kepentingan publik dengan
kepentingan sektor, kelompok, dan pribadi;
 memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan
mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
 memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik;
 menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat
diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan
Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu akuntabilitas
vertikal (vertical accountability), dan akuntabilitas horizontal
(horizontal accountability). Akuntabilitas vertikal adalah
pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang
lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja (dinas)
kepada pemerintah daerah, kemudian pemerintah daerah kepada
pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Sedangkan
akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada
masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat
pemerintah untuk melaporkan "ke samping" kepada para pejabat

19
lainnya dan lembaga negara. Contohnya adalah lembaga pemilihan
umum yang independen, komisi pemberantasan korupsi, dan komisi
investigasi legislatif.
Aspek - Aspek akuntabilitas mencakup beberapa hal berikut
yaitu akuntabilitas adalah sebuah hubungan, akuntabilitas
berorientasi pada hasil, akuntabilitas membutuhkan adanya laporan,
akuntabilitas memerlukan konsekuensi, serta akuntabilitas
memperbaiki kinerja.
b. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa
lain sebagaimana mestinya. Sedang dalam arti luas, nasionalisme
merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap
bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham
kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya
yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:
- menempatkan persatuan-kesatuan, kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi
atau kepentingan golongan;
- menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa
dan negara;bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air
Indonesia serta tidak merasa rendah diri;mengakui persamaan
derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia
dan sesama bangsa;
- menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia;
- mengembangkan sikap tenggang rasa.
c. Etika Publik
Etika lebih difahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah
yang harus dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau
benar, sedangkan moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan

20
yang baik atau apa yang seharusnya dilakukan. Dalam kaitannya
dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang
standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku,
tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam
rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Kode Etik
adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu
kelompok khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal
prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan.
Kode etik dan kode perilaku ASN telah diatur dalam Undang –
Undang diantaranya yaitu melaksanakan tugasnya dengan jujur,
bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi. Salah satu fungsi ASN
ialah sebagai Pelayan publik dimana dalam berperilaku di depan
publik tentu di atur dalam suatu aturan tertentu yang disebut sebagai
etika publik.
Etika Publik merupakan standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk
mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik. Etika publik juga merupakan refleksi kritis
yang mengarahkan bagaimana nilai-nilai (kejujuran, solidaritas,
keadilan, kesetaraan, dll) dipraktikan dalam wujud keprihatinan dan
kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat atau kebaikan orang
lain.
Adapun Kode Etik Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah
laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui
ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh
oleh sekelompok profesionaltertentu. Oleh karena itu, dengan
diterapkannya kode etik Aparatur Sipil Negara, perilaku pejabat
publik harus berubah, Pertama, berubah dari penguasa menjadi
pelayan; Kedua, berubah dari ’wewenang’ menjadi ’peranan’; Ketiga,
menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah, yang harus
dipertanggung jawabkan bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat.
Indikator etika publik meliputi:

21
1) Adanya kode etik, yang merupakan aturan-aturan yang mengatur
tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya
hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-
ketentuan tertulis.
2) Keramahan dalam bersikap akan membuat orang lain merasa
dihargai dan dihormati.
3) Sopan santun, merupakan sikap yang berdasarkan pada aspek
nilai dan norma saat melayani publik sehingga meningkatkan
kualitas pelayanan publik.
4) Empati dan simpati, sikap seakan merasakan apa yang
dirasakan orang lain. Simpati akan berlangsung ketika ada sikap
saling pengertian dan saling percaya sehingga memudahkan
dalam berkomunikasi.
5) Netralitas
d. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan suatu komitmen yang tercermin
dalam setiap tindakan yang dilakukan untuk menjaga kualitas kinerja
yang berorientasi pada kualitas hasil berupa produk/jasa yang diberi
label baik atau buruk.
Indikator komitmen mutu antara lain:
1) Orientasi mutu, berkomitmen untuk senantiasa melakukan
pekerjaan dengan arah dan tujuan untuk kualitas pelayanan
2) Efisien adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan
mencapai hasil tanpa pemborosan sumber daya dan hemat
waktu.
3) Efektif adalah berhasil guna, menunjukkan tingkat ketercapaian
target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah
maupun mutu hasil kerja.
4) Inovatif adalah suatu yang baru sebagai perwujudan ide
kreativitas untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Adapun nilai–nilai yang terkandung dalam komitmen mutu
adalah sebagai berikut:
a. Tepat waktu

22
b. Sesuai SOP (Prosedur standar operasional)
c. Akurasi
d. Kerjasama
e. Cepat dan tepat
f. Tanggap
g. Evaluasi
h. Cermat
i. Melakukan yang terbaik
j. Profesional
k. Menerima pembaharuan
l. Tidak mempersulit

e. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang
artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Selaras dengan kata
asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa,
salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa
menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup, pribadi,
keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas.
Kesadaran Anti korupsi akan menyentuh spiritual accountability.
Spiritual Accountability yang baik akan menghasilkan niat baik, yang
akan menghasilkan visi dan misi yang baik, selanjutnya akan
diterjemahkan dalam usaha yang terbaik untuk mendapatkan hasil
terbaik. Hubungan konsekuensi tersebut idealnya dapat menjamin
bahwa pemilik spiritual accountability yang baik akan mendorong
public accountability yang baik pula, dan tentunya tidak akan
tergerak dan mempunyai niat sedikit pun untuk membuat kerusakan
di muka termasuk didalamnya adalah melakukan korupsi, sebaliknya
justru akan mempunyai niat yang sangat kuat untuk menghindari
korupsi. Nilai-nilai dasar anti korupsi dihasilkan sebanyak 9 nilai
yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras,
sederhana, berani, dan adil.

23
2. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
a. Pelayanan Publik
Berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik, pelayanan publik merupakan semua kegiatan pelayanan
umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah. Unsur-unsur
yang harus terpenuhi dalam pelayanan publik antara lain,
penyelenggara yang akuntabel, kepuasan konsumen dan konsumen
atau penerima layanan. Pelayanan pada masyarakat dimasa datang
itu hendaknya: makin lama makin baik (better), makin lama makin
cepat (faster), makin lama makin diperbaharui (newer), makin lama
makin murah (cheaper), dan makin lama makin sederhana
(moresimple).
b. Manajemen ASN.
Manajemen ASN merupakan salah satu hal yang diperlukan
dalam memasuki era reformasi dan globalisasi karena memerlukan
aparatur negara yang profesional untuk memberikan pelayanan
kepada masyarakat. Aparatur Sipil Negara mempunyai peran yang
amat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Berbagai tantangan yang dihadapi oleh aparatur sipil negara dalam
mencapai tujuan tersebut semakin banyak dan berat, baik berasal
dari luar maupun dalam negeri yang menuntut aparatur sipil negara
untuk meningkatkan profesionalitasnya.
Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi
pegawai, sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya
aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan
jaman. UU ASN mencoba meletakkan beberapa perubahan
mendasar dalam manajemen SDM, yang mengedepankan kompetisi
dan kompetensi ASN dalam promosi dan pengisian jabatan. UU ASN
juga menempatkan pegawai ASN sebagai sebuah profesi yang harus
memiliki standar pelayanan profesi, nilai dasar, kode etik dan kode
perilaku profesi, pendidikan dan pengembangan profesi, serta
memiliki organisasi profesi yang dapat menjaga nilai-nilai dasar
profesi.

24
Manajemen ASN mengatur mengenai kedudukan dan peran
ASN, hak dan kewajiban ASN, serta kode Etik ASN.
c. Whole of Government (WoG)
Berdasarkan interpretasi analitis dan manifestasi empiris di
lapangan maka WoG didefinisikan sebagai suatu model pendekatan
integratif fungsional satu atap yang digunakan untuk mengatasi
wicked problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai
karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas
sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku. WoG
pada awalnya disebut sebagai Joined Up Government atau Network
Government dan paling akhir diberi nama Whole of Government.
WoG merupakan respon terhadap gejala-gejala devolusi struktural,
disagregasi, fragmentasi dan single purpose organization sebagai
akibat dari implementasi New Public Management (NPM). Inti dari
WoG menurut Haligan (2011) adalah “koordinasi–kolaborasi secara
integratif serta manajemen berbagai tugas dan fungsi-fungsi di dalam
organisasi tanpa adanya kontrol hierarkis di antara sesama
partisipan yang ditujukan untuk memperoleh suatu hasil (outcome)
yang tidak dapat dicapai apabila bekerja sendiri”.

25
F. Matrik Rancangan Aktualisasi
Tabel 2.6 Matrik Kegiatan
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Membuat jadwal Tersetujuinya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
konsultasi dengan (janji) pertemuan rencana Tanggung Jawab berkontribusi menguatkan
mentor tentang 2.melakukan kegiatan terhadap nilai
rencana aktualisasi konsultasi dengan aktualisasi oleh pencapaian visi organisasi
yang akan mentor tentang mentor Nasionalisme : ‘UPT Puskesmas ‘Amanah,
dilakukan rencana aktualisasi Bukti fisik: Musyawarah, Dapet Adalah Tanggung
3.Mendapat Tahap satu menghargai Mitra Masyarakat Jawab’
persetujuan - Screenshot pendapat Dalam
mentor WA Mewujudkan
Tahap dua Etika Publik : Kecamatan
- Foto Menghargai Balongpanggang
- Notulen Komunikasi, Sehat 2021’
konsultasi Konsultasi, Kegiatan ini juga
Tahap tiga sopan, santun berkontribusi

26
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
- Surat terhadap
persetujuan pencapaian misi
Komitmen nomor satu yang
mutu : berbunyi
Efisiensi ‘Menggalang
kemitraan dengan
Anti korupsi : berbagai
Kerja keras disiplin masyarakat’
2. Melakukan 1.Membuat Terlaksananya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
koordinasi dengan jadwal (janji) koordinasi Tanggung Jawab berkontribusi menguatkan
penanggung jawab pertemuan dengan terhadap nilai
program KIA 2.Melakukan pemegang pencapaian visi organisasi
koordinasi program KIA dan Nasionalisme : ‘UPT Puskesmas ‘Amanah,
dengan Bukti fisik : Adil, Menghargai Dapet Adalah Tanggung
pemegang Tahap Satu pendapat Mitra Masyarakat Jawab’
program KIA - Screenshoo Dalam
untuk t WA Etika Publik : Mewujudkan

27
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
menentukan Tahap dua Konsultasi, Sopan, Kecamatan
sasaran - Foto santun Balongpanggang
penyuluhan - Notulensi Sehat 2021’
3.Menentukan koordinasi Komitmen Kegiatan ini juga
waktu dan Tahap tiga mutu : berkontribusi
lokasi untuk - Notulensi Efisiensi terhadap
penyuluhan koordinasi pencapaian misi
nomor satu yang
Anti korupsi : berbunyi
Kerja keras, disiplin ‘Menggalang
kemitraan dengan
berbagai
masyarakat’
3 Mengumpulkan 1. mengumpulkan Terkumpulnya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
data jumlah ibu kohort ibu hamil data jumlah ibu Tanggung jawab, berkontribusi menguatkan
hamil 2. mencari nama- hamil sasaran jujur terhadap nilai
nama ibu hamil penyuluhan pencapaian visi organisasi

28
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
yang menjadi Bukti fisik : Nasionalisme : ‘UPT Puskesmas ‘Amanah,
sasaran Tahap satu Etos kerja Dapet Adalah Tanggung
penyuluhan - Kohort ibu Mitra Masyarakat Jawab’
3. mencatat nama- Hamill Etika Publik : Dalam
nama ibu hamil Tahap dua Cermat Mewujudkan
yang menjadi - Foto Kecamatan
sasaran Tahap tiga Komitmen Balongpanggang
penyuluhan - Register ibu mutu : Sehat 2021’
hamil Efisiensi Kegiatan ini juga
berkontribusi
Anti korupsi : terhadap
Kerja keras pencapaian misi
nomor tiga yang
berbunyi
‘Mewujudkan UPT
Puskesmas Dapet
sebagai pusat

29
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
informasi
kesehatan’
4 Menyusun Satuan 1. Melakukan Tersusunnya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
Acara Penyuluhan konsultasi pada materi dan draft Bertanggung berkontribusi menguatkan
pimpinan penyuluhan jawab, terhadap nilai
Puskesmas tentang pencapaian visi organisasi
2. Mencari komplikasi Nasionalisme : ‘UPT Puskesmas ‘Edukatif,
refrensi, buku pada ibu hamil Menghargai Dapet Adalah Tanggung
dan jurnal Bukti fisik : pendapat, Mitra Masyarakat Jawab,
terkait materi a. Tahap satu amanah Dalam efisien’
komplikasi pada - Notulen Mewujudkan
ibu hamil. kosultasi Etika Publik : Kecamatan
3. Menyusun - Foto Integritas tinggi, Balongpanggang
Satuan Acara b. Tahap dua Sopan, santun, Sehat 2021’
Penyuluhan - Notulensi cermat, displin Kegitan ini juga
tentang materi berkontribusi
komplikasi padac. Tahap tiga Komitmen Mutu : terhadap

30
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
ibu hamil - Dokumen Efektif, Efisien, pencapaian misi
SAP berorientasi nomor tiga yang
mutu. berbunyi
Anti Korupsi : Kerja ‘Mewujudkan UPT
Keras Puskesmas Dapet
sebagai pusat
informasi
kesehatan’
5 Membuat leaflet 1. merancang Terbuatnya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
desain leaflet leaflet Bertanggung berkontribusi menguatkan
2. melakukan Bukti fisik : jawab, terhadap nilai
koordinasi Tahap Satu pencapaian visi organisasi
dengan ahli - Foto Nasionalisme : ‘UPT Puskesmas ‘Edukatif,
percetakan - Dokumen Menghargai Dapet Adalah Mitra Tanggung
3. mencetak rancangan pendapat, kerja Masyarakat Dalam Jawab,ramah’
leaflet desain leaflet sama Mewujudkan
Tahap dua Kecamatan

31
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
- Foto Etika Publik : Balongpanggang
- Notulen Integritas tinggi, Sehat 2021’
kordinasi Sopan, santun, Kegitan ini juga
Tahap tiga jujur berkontribusi
- Leaflet terhadap
Komitmen Mutu : pencapaian misi
Efektif, Efisien, nomor tiga yang
inovasi berbunyi
berorientasi ‘Mewujudkan UPT
mutu. Puskesmas Dapet
sebagai pusat
Anti Korupsi : Kerja informasi
Keras kesehatan’

32
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
6 Menyusun soal- 1. Mencari buku Tersusunnya soal Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
soal pre test dan referensi tentang pretest dan post Tanggung Jawab berkontribusi menguatkan
post test kehamilan test terhadap nilai organisasi
2. membuat kisi- Nasionalisme : pencapaian visi ‘Tanggung
kisi soal Etos kerja ‘UPT Puskesmas jawab,
3. membuat Dapet Adalah Mitra
butir-butir soal Etika Publik: Masyarakat Dalam
4. mencetak Integritas tinggi, Mewujudkan
soal-soal pretest cermat Kecamatan
dan proost test Balongpanggang
Komitmen mutu: Sehat 2021’
Efektive dan efisiensi Kegitan ini juga
berkontribusi
Anti Korupsi: terhadap
Kerja keras, jujur pencapaian misi
nomor dua yang
berbunyi

33
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
‘Meningkatkan
kesehatan individu,
keluarga, dan
masyarakat’

7 Melaksanakan 1.Menyiapakan Terlaksakannya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini


penyuluhan sarana penyuluhan Tanggung Jawab, berkontribusi menguatkan
tentang komplikasi peralatan tentang Mendahulukan terhadap nilai
kehamilan sebelum komplikasi kepentingan publik, pencapaian visi organisasi
memulai kehamilan ‘UPT Puskesmas ‘Amanah,
Penyuluhan Bukti fisik: Nasionalisme : Dapet Adalah Mitra profesinalis
2. Melakukan Tahap Satu Saling menghormati, Masyarakat Dalam me,
Pre Test - Foto kekeluargaan Mewujudkan Edukatif,
sebelum Tahap dua menghargai pendapat Kecamatan Tanggung
penyuluhan - Dokumen hasil Balongpanggang Jawab,rama
(membagikan pre test Etika Publik: Sehat 2021’ h, adil’
kuesioner) - Foto Integritas tinggi, Kegitan ini juga

34
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
3. Tahap tiga Sopan, santun, berkontribusi
Menjelaskan - Foto cermat, displin. terhadap
materi - Video pencapaian misi
dan penyuluhan Komitmen mutu: nomor dua yang
memberikan - Notulensi Efektive, efisiensi berbunyi
Leaflet penyuluhan inovasi. ‘Meningkatkan
tentang Tahap empat Anti Korupsi: kesehatan individu,
komplikasi - Foto Kerja keras, jujur keluarga, dan
kehamilan - Video masyarakat’
4. Melakukan sesi - Noulen
Tanya jawab penyuluhan
setelah penyuluhan Tahap lima
5. Melakukan - Foto
senam hamil - Video
8 Melakukan 1. Menyiapakan Terlaksananya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
evaluasi hasil dokumen soal post evaluasi hasil Tanggung Jawab berkontribusi menguatkan
penyuluhan test penyuluhan terhadap nilai organisasi

35
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
melalui post test 2. Membagi soal melalui post test Nasionalisme : pencapaian visi ‘Amanah,
dan testimoni post test kepada dan testimony Saling menghormati, ‘UPT Puskesmas profesinalisme,
peserta Bukti fisik kekeluargaan Dapet Adalah Mitra Edukatif,
penyuluhan Tahap satu : menghargai pendapat Masyarakat Dalam Tanggung
3. Mengisi soal - Dokumen soal Mewujudkan Jawab,ramah,
post test post test Etika Publik: Kecamatan adil’
4. membuat video Tahap dua : Integritas tinggi, Balongpanggang
testimoni - Foto Sopan, santun, Sehat 2021’
Tahap tiga cermat Kegitan ini juga
- Foto berkontribusi
Tahap empat Komitmen mutu: terhadap
- Video Integritas tinggi, pencapaian misi
testimoni Sopan, santun nomor empat yang
berbunyi
Anti Korupsi: ‘Mendorong
Kerja keras, jujur kemandirian, dan
kepedulian

36
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
masyarakat
terhadap
kesehatan’
9 Menyusun laporan 1. Melaksanakan Tersusunnya Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini
aktualisasi pengumpulan laporan Tanggung Jawab berkontribusi menguatkan
dan aktualisasi terhadap nilai
pengolahan Bukti fisik : Nasionalisme : pencapaian visi organisasi
data Tahap Satu Saling menghormati, ‘UPT Puskesmas ‘Edukatif,
pendukung - Foto menghargai pendapat Dapet Adalah Mitra Tanggung
laporan - Hasil post test Masyarakat Dalam Jawab,ramah’
2. Melakukan Tahap dua Etika Publik: Mewujudkan
bimbingan - Foto Integritas tinggi, Kecamatan
laporan - Notulensi Sopan, santun, Balongpanggang
aktualisasi lembar cermat, disiplin Sehat 2021’
dengan mentor konsultasi Kegitan ini juga
dan coach Tahap tiga Komitmen mutu: berkontribusi
3. Melakukan - Foto Integritas tinggi, terhadap

37
Keterkaitan
Kontribusi Terhadap Penguatan
Substansi Mata
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/ Hasil Visi dan Misi Nilai -nilai
Pelatihan
Organisasi Organisasi
(Pemaknaan ANEKA)
penyempurnaa - Sopan, santun,. pencapaian misi
n laporan Tahap empat Anti Korupsi: nomor tiga yang
sesuai dengan - Laporan Kerja keras, jujur berbunyi
saran maupun aktualisasi ‘Mewujudkan UPT
koreksi dari Puskesmas Dapet
mentor dan sebagai pusat
coach informasi
4. Mencetak kesehatan’
laporan
aktualisasi

38
G. Jadwal Kegiatan
Tabel 2.7 Jadwal Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan Minggu
1 2 3 4
1. Melakukan konsultasi dengan mentor
tentang rencana aktualisasi yang akan
dilakukan
2. Melakukan koordinasi dengan
penanggung jawab program KIA

3. Mengumpulkan data jumlah ibu hamil

4. Menyusun Satuan Acara Penyuluhan

5. Membuat leaflet

6. Menyusun soal-soal pre test dan post


test

7. Melaksanakan penyuluhan tentang


komplikasi kehamilan

8. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan


melalui post test dan testimoni

9 Menyusun laporan aktualisasi

39
H. Kendala dan Antisipasipasi kegiatan
Tabel 2.8 Kendala dan Antisipasi
No. Kegiatan Kendala Antisipasi
1 Melakukan konsultasi Jadwal kerja mentor Menyesuaikan
dengan mentor tentang padat, sehingga kegiatan dengan
rencana aktualisasi yang belum bisa dipastikan jadwal mentor,
akan dilakukan langsung dapat menghubungi
berkonsultasi mentor beberapa
hari sebelumnya
2 Melakukan koordinasi Jadwal kerja Menyesuaikan
dengan penanggung penanggung jawab kegiatan dengan
jawab program KIA KIA padat, sehingga jadwal PJ KIA,
belum bisa dipastikan menghubungi
langsung dapat mentor beberapa
berkonsultasi hari sebelumnya
3 Mengumpulkan data Data yang tidak Mencari data
jumlah ibu hamil lengkap penunjang dengan
berkolaborasi
dengan kader atau
bidan desa lainnya
4 Menyusun Satuan Acara Kesulitan menyusun Berkonsultasi aktif
Penyuluhan Satuan Acara dengan mentor
Penyuluhan maupun
koordinator KIA
guna memperoleh
substansi yang
menarik, efektif
dan efisien
5 Membuat leaflet Mesin pencetak eror Menyiapkan mesin
pencetak leih dari
satu
6 Menyusun soal-soal pre Kesulitan dalam Melihat beberapa
test dan post test penyusunan soal pre referensi untuk

40
No. Kegiatan Kendala Antisipasi
test dan post test dijadikan ahan
penyusunan soal
7 Melaksanakan Kurangnya minat Melakukan
penyuluhan tentang peserta untuk koordinasi dengan
komplikasi kehamilan mengikuti sosialisasi pemerintah desa
dan kader
8 Melakukan evaluasi hasil Peserta kesulitan Membuat form post
penyuluhan melalui post dalam melakukan test atau testimoni
test dan testimoni penilaian atau dengan bahasa
evaluasi terhadap yang mudah
kegiatan penyuluhan dipahami dan
memberikan
penjelasan cara
pengisian
9 Menyusun laporan Terbatasnya waktu Menyusun
aktualisasi penyusunan laporan laporan setiap
aktualisasi selesai
melaksanaan
kegiatan
aktualisasi

41
BAB III
PENUTUP
Kegiatan atualisasi ini ialah upaya untuk meningkatkan kompetensi ASN di
bidang kesehatan khususnya Bidan melalui penyuluhan kepada ibu hamil. Dengan
diselenggarakannya penyuluhan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan
pelayanan public dalam bidang kesehatan terutama untuk mencegah terjadinya
komplikasi pada ibu hamil sehingga bias menurunkan angka kematian ibu.
Keseluruhan proses kegiatan ini akan dilaksanakan sejak tanggal 10 Februari
sampai 10 Maret 2020.
Rangkaian kegiatannya meliputi beberapa hal. Pertama melakukan konsultasi
dengan mentor tentang rencana aktualisasi yang akan dilakukan. Kedua, melakukan
koordinasi dengan penanggung jawab program KIA. Ketiga, mengumpulkan data
jumlah ibu hamil. Keempat, menyusun Satuan Acara Penyuluhan. Kelima, membuat
leaflet. Keenam, menyusun soal-soal pre test dan post test. Ketujuh, Melaksanakan
penyuluhan tentang komplikasi kehamilan dan senam hamil. Kedelapan, melakukan
evaluasi hasil penyuluhan melalui post test dan testimoni. Kemuadian yang
kesembilan menyusun laporan aktualisasi.
Tahapan kegiatan yang direncanakan telah analisis dan dikaitkan dengan nilai-
nilai dasar ASN, yakni ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi). Penerapan Prinsip Whole of Government (WoG) menjadi
dasar dari diangkatnya isu ini karena Sambang Jalan merupakan salah satu kegiatan
yang fakum dan ingin di aktifkan kembali untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan
jala

42
DAFTAR PUSTAKA

Pemerintah Indonesia, 2014, Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun


2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Sekretariat Negara.
Pemerintah Indonesia, 2014, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 tahun 2014
tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan,
Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi,
Serta Pelayanan Kesehatan Seksual. Jakarta : Sekretariat Negara.
Pemerintah Kabupaten Gresik, 2013, Peraturan Daerah Kabupaten Gresik No. 5
Tahun 2013 Tentang Sistem Kesehatan Daerah. Gresik : Kantor Bupati
Gresik.
Lembaga Administrasi Negara, 2018, Peraturan Lembaga Administrasi Negara No.
12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi: Modul Pelatihan Dasar Calon PNS.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi: Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Komitmen Mutu: Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen Aparatur Sipil Negara: Modul
Pelatihan Dasar Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Nasionalisme: Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayan Publik: Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Government: Modul Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

43

Anda mungkin juga menyukai