Anda di halaman 1dari 119

RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG

Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang


Telp. (0711) 311866-312866

ARK

(AKSES KE RUMAHSAKIT DAN

KONTINUITAS PELAYANAN)
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
A.1. ARK
(AKSES KE RUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN)

No PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI


1. Apakah RS Ya ada, untuk alur pasien diatur dalam kebijakan APK Seluruh staf RS
memiliki kebijakan (akses ke pelayanan dan kontuinitas pelayanan) Bunda
untuk alur
pelayanan pasien?
2. Bagaimana proses  Pasien masuk dari IGD atau Poliklinik Seluruh staf RS
admisi pasien di Bunda
RS Bunda?
3. Apakah yang  Skrining adalah proses untuk mengetahui apakah Petugas Parkir,
dimaksud dengan pasien yang akan masuk RS diberikan pelayanan Satpam dan
proses skrining sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya. Seluruh Staf RS
 Proses skrining terbagi menjadi 3 yaitu secara visual
pasien RS Bunda? Bunda
(1) (2) (3)
, melalui telepon , dan pemeriksa penunjang .
4. Bagaimana proses SKRINING NON MEDIS Seluruh staf RS
Bunda
skrining visual? 1. Lakukan skrining secara visual oleh petugas parkir,
satpam atau petugas lainnya kepada setiap pasien
yang datang ke Rs Bunda Palembang.
a. Apabila petugas melihat adanya kegawatan
(seperti sesak, nyeri perut hebat, lemas, pucat,
muntah dsb), arahkan atau antarkan pasien ke
IGD
b. Apabila pasien tidak ditemukan tanda kegawatan,
arahkan pasien ke bagian pendaftaran.
2. Saat pendaftaran, lakukan skrining visual oleh
petugas pendaftaran.
a. Apabila petugas menemukan adanya kegawatan
arahkan pasien ke IGD.
b. Apabila pasien tidak ditemukan kegawatan,
tanyakan tujuan kedatangan pasien atau nama
dokter yang dituju serta jelaskan jenis pelayanan
dan waktu pelayanan yang disediakan oleh RS
kemudian arahkan pasien ke instalasi yang
dituju.
3. Saat pasien berada di instalasi penunjang medis
(Instalasi Farmasi, Laboratorium, radiologi,
rahabilitasi Medik), lakukan skiring visual oleh
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
petugas di Instalasi terkait.
a. Apabila petugas menemukan adanya kegawatan
arahkan pasien ke IGD. Apabila pasien dalam
keadaan hamil danmempunyai keluhan dalam
kehamilannya (misal pecah ketuban, pendarahan,
kontraksi dsb), arahkan pasien ke Instalasi Kamar
Bersalin.
b. Apabila tidak ditemukan kegawatan pada pasien,
layani pasien dengan sesuai kebutuhannya.
SKRINING MEDIS
1. Lakukan skrining medis oleh dokter atau perawat
paretama kali dengan menanyakan keluhan pasien
serta mengamati tanda-tanda kegawatan pasien
a. Apabila dokter atau perawat menemukan
kegawatan, arahkan pasien ke IGD. Apabila
pasien dalam keadaan hamil danmempunyai
keluhan dalam kehamilannya (misal pecah
ketuban, pendarahan, kontraksi dsb), arahkan
pasien ke Instalasi Kamar Bersalin.
b. Apbila tidak ditemukan kegawatan dokter atau
perawat mengarahkanp pasuien kebagian
admission.
2. Saat di IGD, lakukan triage oleh tim triase sesuai
dengan SPO
5. SKRINING OLEH PETUGA INFORMASI
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
Bagaimana alur 1. Terimah telepon dari pasien/keluarga pasien dan Operator, FO,
skrining telepon? tanyakan jenis pelayanan yang dibutuhkan. Perawat, IGD,
2. Apabila pasien/keluarga pasien belum tahu mengenai Bidan, VK,
Dokter
jenis pelayanan yang dibutuhkan, tanyakan keluhan
yang dirasakan pasien.
3. Arahkan pasien kepada jenis pelayanan yang ada
sesuai dengan kebutuhan pasien
4. Apabila pasien membutuhkan informasi lebih lanjut
mengenai keluhan/penyakitnya, hubungi petugas
intalasi sesuai kebutuhan pasien untuk mendapatkan
informasi lebih lanjut.
5. Apabila pelayanan yang dibutuhkan oleh pasien
tersedia, maka daftarkan pasien sebagai pasien rawat
jalan.
6. Apabila pelayanan yang dibutuhkan oleh pasien
tidak tersedia, maka arahkan pasien untuk berobat ke
rumah sakit lain yang menyediakan fasilitas tersebut.
SKRINING PASIEN RUJUKAN OLEH PETUGAS
IGD
1. Terima telepon dari petugas rumah sakit atau fasilitas
perujuk dan tanyakan jenis pelayanan yang
dibutuhkan oleh pasien, misal ruang perawatan yang
diperlukan, alat medis khusus yang diperlukan
(ventilator, dsb)
2. Tanyakan data dan nomor telepon pihak rumah
sakit/fasilitas kesehatan merujuk serta data dan
nomor telepon yang bisa dihubungi
3. Informasikan kepada pihak rumah sakit/fasilitas
kesehatan merujuk untuk menunggu beberapa waktu
karena pihak rumah sakit akan mengkoordinasikan
terlebih dahulu dengan unit terkait.
4. Hubungi instalasi terkait untuk menanyakan
ketersediaan jenis pelayanan yang dibutuhkan
pasien.
5. Apabila pelayanan yang dibutuhkan pasien tersedia,
hubungi kembali rumah sakit/fasilitas kesehatan
yang merujuk
6. Tanyakan oleh dokter IGD mengenai klinis (keadaan
umum, Kesadaran, tanda-tanda vital, hasil diagnosis
pasien kepada dokter jaga rumah sakit fasilitas
kesehatan merujuk
SKIRING OLEH PASIEN NON RUJUKAN OLEH
PETUGAS MEDIS
1. Terimah telepon dari pasien/keluarga pasien
2. Tanyakan keluhan yang dirasakan oleh pasien
3. Berikan informasi yang dibutuhkan pasien terkait
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
6. Apa yang 1. Dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP)
dimaksud melakukan skiring pemeriksaan penunjang
skiring dengan berdasarkan usia dan kondisi/kebutuhan pasien
pemeriksaan sesuai dengan panduan skirining
penunjang? 2. Apabila ada hasil pemeriksaan penunjang yang
diluar batas normal, analis laboratorium
radiografer segera menginformasikan kepada
penanggung jawab laboratorium/radiologi untuk
tindak lanjut segera.
3. Penanggung jawab laboratorium/radiologi
menginformasikan hasil pemeriksaan penunjang
yang diluar batas normal tersebut kepada
perawat di Instalasi terkait untuk di tindak lanjuti
4. Perawat segera menghubungi DPJP untuk
menginformasikan hasil pemeriksaan penunjang
tersebut.
5. Hasil skirining laboratorium dapat ditentukan
kebutuhan pelayanan sesuai kondisi pasien.
7. Sebutkan 1. Kasus Anak YANMED,
pemeriksaan yang a. Pemeriksaan Hematologi Darah Tepi KPRWT,
dibutuhkan dalam (Hemoglobin, Hematrokrit, Leukosit, Trombosit, JANGMED,
pemeriksaan Hitung Jenis Leukosit) LAB
penunjang? b. Tubex TF / IgM Anti Salmonella typhi (sesuai
kasus)
c. Natrium Kalsium Clorida Calcium (sesuai kasus)
2. Kasus Umum
a. Hematologi darah Lengkap: Hemoglobin,
Hematrokrit, Leukosit, Trombosit, Eritrosit,
LED, Hitung Jenis Leukosit.
b. Glukosa darah sewaktu
c. Kimia Klinik Standar : Ureum, Creatini, SGOT,
SGPT
d. Urinalis Lengkap (sesuai kasus)
e. EKG (untuk pasien jantung & pasien dewasa
usia>35 tahun)
f. Pemeriksaan Radiologi: Foto Rontgen Thorax
(sesuai kasus)
3. Perawat Geriatri
a. Darah Tepi : (Hemoglobin, Hematrokrit, Leukosit,
Trombosit, Hitung Jenis)
b. Glukosa darah sewaktu
c. Kimia Klinik Standar: Ureum, Creatini, SGOT,
SGPT
d. Urinalis Lengkap (sesuai kasus)
e. Elektrolit (sesuai kasus)
f. EKG, Rontgen Thorax sesuai kasus

4. Perawatan Perinatologi
a. Hematologi Rutin
b. Glukosa darah sewaktu
c. CRP dan IT Ratio
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
d. Kultur Darah
e. Bilirubin Bayi ( bilirubin total, bilirubin direk,
indirek)
f. Radiologi : Thoracoabdomen
5. Perawatan NICU
a. Hematologi Rutin
b. Glukosa darah sewaktu
c. CRP dan IT Ratio
d. Kultur Darah
e. PT/APTT (sesuai kasus)
f. Radiologi : Thpracoabdomen
g. Analisis Gas Darah + Elektrolit
6. Perawatan ICU
a. Hematologi Rutin
b. Glukosa darah sewaktu
c. CRP dan IT Ratio
d. Kimia Klinik Standar: Urenum, Creatini, SGOT,
SGPT, Albumin, Globulin
e. Enzim Jantung (sesuai kasus)
f. Pemeriksaan EKG
g. Pemeriksaan Fot Rontgen Thorax
7. Perawatan Pra Operatif
a. Untuk Golongan Operasi Sedang
1) Hematologi Rutin
2) PT/APTT
3) Gula Darah sewaktu
b. Untuk Golongan Operasi Besar
1) Hematologi Rutin
2) LED
3) Golongan Darah dan Rhesus
4) AGD + Elektrolit
5) Bilirubin Total Direk/indirek
6) Ureum / Creatinin
7) SGOT/SGPT
8) Glukosa puasa dan glukosa 2 Jam PP
9) Urine Puasa
10) Protein total/Albumin/Glubulin
11) Urine Lengkap
12) Rontgen : Foto Thorax
13) EKG
14) Konsul Pre Operatif: dokter spesialis
jantung/dokter spesialis penyakit dalam
&dokter spesialis anestesi
Apabila hasil pemeriksaan penunjang diatas di dapatkan
nilai yang tidak normal, maka petugas laboratorium
radiologi segera menginformasikan terkait untuk segera
ditindaklanjuti.

8. Apakah yang Triase adalah proses pemilihan pasien berdasarkan Perawat, IGD,
dimaksud dengan tingkat kegawatannya untuk ditentukan apakah pasien perawat Poli,
triase di rs? perlu ditangani dengan segera Dokter
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
9. Siapa yang Perawat Triase yang terlatih dan dokter jaga IGD KPRWT,
melakukan proses YANMED
Triase?
10. Bagaimana 1. Respon Time Perawat , IGD,
prosedur Triase? KATEGORI WAKTU TUNGGU Perawat Poli,
MAX Dokter
Level I (Resusitas) Segera
Level II (emergensi) ≤ 15 Menit
Level III (Urgensi) ≤ 30 Menit
Level IV (Less ≤ 60 Menit
Urgent)
Level V ( Non ≤ 120 Menit
Urgent)

a. Level I (resusitas)
Pasien berada dalam keadaan kritis dan
mengancam nyawa atau anggota badannya
menjadi cacat bila tidak segera mendapat
pertolongan atau tindakan darurat. Pasien harus
diperiksa/ditangani oleh dokter segera, contoh:
(cardiac/respiratory arrest), trauma mayor,
keadaan syok, pasien tidak sadar(dengan GSC 3-
9 ), distress pernapasan berat (severe respiratory
distress) distress pernapasan berat (severe
respiratory distress)
b. Level II (emergensi)
Pasien berada dalam keadaan gawat, akan
menjadi kritis dan mengancam nyawa/fungsi
anggota badan bila tidak segera mendapat
pertolongan atau tindakan darurat contoh:
perubahan status mental (altered mental state),
cedera kepala dengan GSC 10-13 , trauma berat,
neonatus (Bayi < 7 hari berisiko
hiperbilirubinemia, kelainan jantung kongenital
yang tidak terdiagnsis, sepsis dan biasanya
gejala klinis tidak jelas), trauma klinis pada
mata, nyeri dada akut, averdosis, nyeri abdomen
akut yang hebatm perdarahan saluran cerna
masif. Stroke, gangguan pernafasan berat dengan
PO2 > 85% (sesak atau serangan asma berat)
dehidrasi berat, demam ≥ 38 ˚C (pada pasien
inumunocompromised, sepsis, anak usia kurang
dari 3 bulan), nyeri hebat, psikosis
akut/gangguan psiaktri berat.
c. Level III (Urgensi)
Pasien berada dalam keadaan tidak stabil, dapat
berpotensi menimbulkan masalah serius, tetapi
tidak memerlukan tindakan darurat, dan tidak
mengancam nyawa contoh: cedera kepala (GSC
14-15, dapat disertai mual, muntah, nyeri
ringan), trauma sedang (moderate trauma),
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
serangan asma ringan-sedang, perdarahan non
masif, psikosis akut atau usaha bunub diri, nyeri
akut.
d. Level IV (Less Urgent)
Pasien datang dengan keadaan stabil , tidak
mengancam nyawa, dan tidak memerlukan
tindakan segera tetapi masih berpotensi
menyebabkan perburukan atau komplikasi
apabila tidak ditangani dalam waktu 1-2 jam.
Pasien harus diperiksa/ditangani oleh dokter
dalam waktu ≤60 menit contoh: cedera kepala
ringan (tanpa muntah dan tanda-tanda vital
normal), trauma minor / ringan, nyeri abdomen
ringan, nyeri kepala ringan, nyeri telinga (ototis
media dan eksternal), benda asing di
kornean( (tanpa perubahan ketajaman visual),
choromic back pain, dan sakit ringan
e. Level V ( Non Urgent)
Pasien datang dengan keadaan stabil , tidak
mengancam nyawa, dan tidak memerlukan
tindakan segera tetapi masih berpotensi
menyebabkan perburukan atau komplikasi
contoh: nyeri tenggorokan, infeksi saluran nafas
atas, nyeri abdomen ringan yang kronik dan
berulang, ganti verban permintaan rujukan,
kontrol ulang, medical chek-up.
11. Bagaimana alur Pasien datang  Mendaftar di front office  FO, KPRWT,
pelayanan rawat Nurse Station Poliklinik  Ruang prakter dokter  YANMED,
jalan? pemeriksaan penunjang bila perlu JANGMED
Apotik Kasir  pasien pulang
12. Bagaimana alur  Pasien IGD FO, KPRWT,
singkat pelayanan Pasien datang IGDtriase Mendaftar ke bagian YANMED,
rawat inap? pendaftaran  ruang perawatan bila pasien sudah JANGMED
stabil
 Pasien poliklinik
Pasien datang poliklinik mendaftar kebagian
pendaftaran ruang praktek  registrasi rawat inap
 ruang perawatan
13. Siapa Case Dr. Hj. Halipah Mahyudin, SpTHT.MM Seluruh staf
Manager di RS RSBPLB
Bunda Palembang?
14. Apa tugas Case a. Case manager dan tenaga profesional lainnya harus Seluruh staf
Manager? merencanakan penatalaksaan pasien sejak pasien RSBPLB
dirawat sampai dengan pasien pulang perawatan dan
pasca perawatan
b. Case manager harus mengkoordinasikan dan bekerja
secara kolaboratif dengan pemberi asuhan pasien
yaitu DPJP, Perawat, ahli gizi, dan tenaga farmasi
serta staf rumah sakit lainnya
c. Dalam penanganan kasus bermasalah selain bekerja
sama dengan manager pelayanan medis dan komite
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
medis
15. Bagaimana  Pasien dijelaskan tentang hasil diagnosis KPRWT,
prosedur penyakit, rencana tindakan dan pengobatan, YANMED
pemberian kemungkinan penyulit & kemungkinan adanya
informed consent komplikasi serta prognosisnya
tindakan  Bukti edukasi pasien serta persetujuan /
kedokteran? penolakan didokumentasikan didalam rekam
medis pada formulir
1. Komunikasi informasi
2. Komunikasi Persetujuan tindakan
kedokteran/penolakan tindakan kedokteran
16. Bagaimana  Beritahukan kepada pasien tentang KPRWT,
prosedur bila keterlambatan dokter YANMED
pasien mengalami  Berikan pilihan pada pasien apakah tetap mau
penundaan menunggu atau pindah dokter?
pelayanan dokter  Dokumentasikan dalam status pasien/dalam
praktek? buku penundaan
17. Bagaimana  Pertolongan awal IGD tetap sesuai prosedur KPRWT,
prosedur skirining dan triase YANMED
penanganan pasien  Perawat akan menginformasikan tentang tempat
bila tempat tidur tidur RS penuh kemudian membantu mencarikan
RS penuh? tempat tidur di RS lain sesuai kebutuhan medis
pasien
 Jika tidak ada pilihan RS lain yang tersedia, RS
harus mengubah fasilitas yang ada dengan
maksimal
18. Bagaimana  Pertolongan awal di IGD tetap sesuai prosedur KPRWT,
prosedur menahan skirining dan triase YANMED
pasien untuk  Observasi IGD dilakukan maksimal 4 jam untuk
observasi? kemudian ditentukan apakah pasien ditransfer ke
ruang perawatan, dipulangkan atau dirujuk ke
RS luar.
19. Bagaimana  Jelaskan tentang rencana pasien perlu dirujuk KPRWT,
merujuk pasien ke dengan alasan apakah karena tempat tidur penuh YANMED
luar RS? membutuhkan fasilitas yang lengkap
 Sebelum pasien dirujuk, tanyakan mengenai RS
mana yang akan dikehendaki oleh
pasien/keluarga pasien dengan
mempertimbangkan kriteria rumah sakit sesuai
dengan kondisi pasien
 Menghubungi RS yang dituju dan memastikan
kamar dan fasilitas yang dibutuhkan pasien
tersedia di RS yang dituju
 Rumah sakit harus memastikan kondisi pasien
stabil dan tranportable saat dirujuk /ditransfer
antar ruangan (interhospital) dengan melakukan
asesmen
20. Apakah dokter  Tidak wajib proses transfer pasien antar KPRWT,
wajib RS dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan YANMED
mendampingi kondisi pasien
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
setiap proses  Jika pasien pada keadaan membutuhkan
rujukan? Apa observasi ketat atau alat bantuan
syaratnya? pernapasan maupun menerima obat continous
drip (derajat 2-3 , baca SPO transfer pasien
antar rumah sakit) maka dokter Wajib
mendampingi
21. Bagaimana proses 1. Rumah sakit harus memastikan kondisi pasien KPRWT,
transfer pasien sakit dan tranportable saat dirujuk / ditransfer YANMED
didalam rumah antar ruangan (intra hospital) maupun ke rumah
sakit? sakit lain (inter hospital) dengan melakukan
asesmen. Tentukan keadaan pasien berdasarkan
derajat.
a. Derajat 0:
Pasien yang dapat terpenuhi kebutuhannya
dengan ruang rawat biasa dirumah sakit tujuan,
biasanya tidak perlu didampingi dokter, perawat,
atau paramedis (selama transfer).
b. Derajat 1:
Pasien dengan resiko perburukan kondisi, atau
pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di
High Care Unit (HCU), dimana membutuhkan
perawatan diruang rawat biasa dengan saran dan
dukungan tambahan dari tim perawatan kritis,
dapat didampingi oleh paramedik, ambulans,
perawat dan atau dokter (selama transfer)
c. Derajat 2:
Pasien yang membutuhkan observasi/intervensi
lebih ketat, termasuk penanganan kegagalan satu
system organ perawatan pasa operasi dan pasien
yang sebelumnya dirawat di HCU, harus
didampingi oleh petugas yang kompeten, terlatih
dan berpengalaman (biasanya dokter dan
perawat /paramedik laiinya).
d. Derajat 3:
Pasien yang membutuhkan bantuan pernafasan
lanjut (advance respiratory support) atau
bantuan pernafasan dasar (basic respiratory
support) dengan dukungan/bantuan pada
minimal 2 sistem organ, termasuk pasien-pasien
yang membutuhkan penanganan kegagalan
multi-organ, harus didampingi oleh petugas yang
kompeten, terlatih dan berpengalaman (biasanya
dokter anestesi dan perawat ruang intensig/IGD
atau paramedik lainya).
2. menggunakan Form transfer pasien
3. melakukan operan antara perawat yang
mengirim dan menerima pasien, dengan metode
Tubak ( tulis, baca, konfirmasi)
22. Bagaimana cara  Dokter dan perawat IGD melakukan proses KPRWT,
menerima pasien skrining untuk menentukan apakah RS dapat YANMED
rujukan dari RS melayani sesuai kebutuhan dan kondisi medis
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
lain? pasien.
 Pasien harus dalam keadaan stabil dan
transfortable sebelum dirujuk ke RS bunda
Palembang.
 Konfirmasi dan koordinasi mengenai
ketersediaan tempat, alat, dokter, termasuk
admistrasi RS.
23. Bagaimana kriteria Kriteria petugas pendamping pasien KPRWT,
petugas Pasien Petugas Ketereampil Peralatan YANMED
pendamping pasien pendampi an yang utama
antar RS? ng dibutuhkan dan jenis
kendaraa
n
Derajat 0 Petugas Bantuan Kendaraa
ambulan hidup dasar n Hingh
(BHD) dependen
cy
service
(HDS)/a
mbulan
Derajat 1 Petugas Bantuan Kendaraa
ambulans hidup dasar, n
perawat pemberian HDS/am
oksigen, bulans,
pemberian oksigen,
obat-obatan suction,
kenal akan tiang
tanda infus
deteriorasi, portable,
keterampilan infus
perawatan, pump
trakeostomi dengan
dan suction baterai,
oksimetri
Derajat 2 Dokter, Semua Ambulan
perawat keterampiala s
dan n diatas,
prtugas ditambah
ambulans penggunaan
alat
pernafasan
bantuan
hidup lanjut,
pengunaan
kantong
pernafasan
( bag-value
mask),
penggunaan
defibrillator,
penggunaan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
monitor
intensif
Derajat 3 Dokter, Dokter :
perawat  Minimal 6
dan bulan
petugas pengalama
ambulans n
mengenai
perawat
pasien
intensif
dan
bekerja di
ICU
 Keterampil
an bantuan
hidup
dasar dan
lanjut
 Keterampil
an
mengenai
permasala
han jalan
nafasdan
pernafasan
minimal
level ST 3
atau
sederajat
 Harus
mengikuti
pelatihan
untuk
transfer
pasien
dengan
sakit
berat/klinis
Perawat:
 Minimal 2
tahun
bekerja di
ICU
 Keterampil
an bantuan
hidup
dasar dan
lanjut
 Harus
mengikuti
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
pelatihan
untuk
transfer
pasien
dengan
sakit
berat/kriti
s

24. Bagaimana Seluruh karyawan (satpam, petugas FO, perawat) Seluruh staff
prosedur pelayanan membantu proses transportasi baik dengan kursi roda RSBP
pasien yang maupun dengan brangkar
memiliki cacat fisik
25. Bagaimana  Pihak RS menyediakan karyawan yang memiliki Seluruh staff
prosedur pelayanan kemampuan bahasa inggris dan mengatur RSBP
pasien dengan penempatan agar ada setiap hari
kendala bahasa  Untuk bahasa asing lain maka libatkan peran
asing ? serta keluarga yang mampu berkomunikasai
dengan bahasa indonesia agar dapat menemani
pasien selama dirawat
26. Bagaimana  Pemeliharaan ambulance (servis) oleh teknisi, KPRWT,
maintenance sedangkan kelengkapan alat-alat medis RUMGA
ambulance rumah dilakukan oleh perawat IGD.
sakit ?  Ruangan yang memerlukan ambulance
transportasi pasien, menghubungi bagian
security dan IGD untuk pemberitahuan,
sekaligus buku pemesanan ambulance.
 Security berkoordimasi untuk menyiapkan mobil
dan sopir sesuai jadwal jaga.
 Penggunaan ambulance dicatat dalam buku
ekspedisi penggunaan ambulance.
27. Bagaimana Perencanaan pemulangan bagi pasien dibuat 1x24 jam KPRWT,
prosedur rencanaan setelah pasien diterima sebagai pasien rawat inap dan YANMED
pemulangan terdokumentasi didalam berkas rekam medis pasien
pasien ? SPO Rencana Pemulangan Pasien.
28. Bagaimana proses a. Rumah sakit menetapkan kriteria pasien yang KPRWT,
pemulangan boleh dipulangkan YANMED
pasien ? b. DPJP yang bertanggung jawab atas pelayanan
pasien tersebut, harus menentukan kesiapan
pasien untuk dipulang
c. Keluarga pasien dilibatkan dalam perencanaan
proses pemulangan yang terbaik atau sesuai
kebutuhan pasien
d. Rencana pemulangan pasien meliputi kebutuhan
pelayanan penunjang dan kelanjutan pelayanan
medis
29. Apakah RS Rumah sakit tidak mengijinkan pasien untuk cuti rawat KPRWT,
memperbolehkan inap YANMED
untuk pasien cuti
rawat inap
30. Apa saja yang a. Resume pasien pulang dibuat oleh DPJP utama KPRWT,
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
harus terdapat pada sebelum pasien pulang, yang mencantumkan alasan YANMED
resume medis pasien dirawat, diagnosis, penyakit penyerta, temuan
pasien rawat inap ? fisik dan hal penting lainnya,prosedur diagnostik
dan teraupetik yang telah dilakukan, medikamentosa
termasuk obat pulang, kondisi pasien saat pulang,
serta intruksi untuk tindak lanjut
b. Selainan resume pasien pulang didokumentasikan
dalam rekam medis dan diberikan kepada pasien
atau praktisi kesehatan penerima rujukan melalui
pasien
31. Apa itu summary  Resume medis pasien rawat jalan yang berisi semua KPRWT,
list? Penyakit apa diagnosis penting, alergi terhadap obat, YANMED,
saja yang dibuat medikamentosa yang sedang diberikan, serta riwayat JANGMED-
summary list? prosedur pembedahan dan perawatan di rumah sakit. Rekam medik
 Resume ini dilakukkan oeleh penanggung jawab
instalasi/poliklinik rawat jalan (kepala instalasi
poliklinik)
 Pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan
berkelanjutan yang berkunjung ke rumah sakit > 3
kali dalam sebulan atau 3 kali berturut-turut setiap
bulan, pasien dengan penyakit kronis (diabetes
mellitus, hipertensi essensial, hypertensive heart
disease, penyakit jantung kronis, asthma, PPOK,
TBC, gagal keganasan, epilepsi, oesteoarthritis) dan
kehamilan dengan penyakit penyerta.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

HPK
(HAK PASIEN DAN KELUARGA)

A.2.HPK
(HAK PASIEN DAN KELUARGA)
N PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI
O
1. Bagaimana Pemberian informasi mengenai HPK diberikan sesuai Seluruh Staff
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
kebijaksanaan dengan alur pasien datang “apakah sebagai pasien RSBP
mengenai rawat inap atau rawat jalan”.(kebijakan tersebut
pemberian tertuang dalam kebijakan HPK serta panduan HPK).
informasi HPK
kepada pasien
2. Sebutkan apa saja 1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan Seluruh Staff
hak pasien dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. RSBP
keluarga? 2. Memperoleh informasi mengenai hak dan
kewajiban pasien.
3. Mendapatkan pelayanan yang manusiawi, adil,
jujur, dan tanpa dikriminasi.
4. Memperoleh pelayanan medis yang bermutu
sesui dengan standar profesi maupun standar
prosedur perasional.
5. Memperoleh pelayanan yang efektif dan
efisien.
6. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan
yang didapatkan
7. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai
peraturan yang berlaku.
8. Meminta second opini.
9. Mendapatkan privacy dan kerahasiaan penyakit
yang diderita termasuk data-data medisnya.
10. Mendapatkan informasi medis yang lengkap
serta perkiraaan biaya.
11. Memberikan persetujuan (atau penolakan) atas
tindakan yang akan dilakukan terhadap pasie.
12. Pendampingan oleh keluarga untuk pasien
kritis.
13. Menjalankan ibadah menurut agama dan
kepercayaan yang dianut pasien selama hal itu
tidak menganggu pasien lain.
14. Memperolrh keamanan dan keselamatan
dirinya.
15. Mengajukan usul, saran, dan perbaikan RS
demi peningkatan pelayanan pasien.
16. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang
sesuai dengan agama dan kepercayaan yang
dianutnya.
17. Menggugat dan atau menuntut rumah sakit
apabila rumah saki diduga memberikan
pelayanan yang tidak sesuai dengan standart
baik secara perdata ataupun pidana.
18. Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak
sesuai dengan standar pelayanan melalui media
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan-
ketentuan perundang-undangan.
3. Ada beberapa Ada 5 kewajiban pasien Seluruh Staff
kewajiban pasien 1. Pasien dan keluarganya berkewajiban untuk RSBP
dan apa saja ? mentaati segala aturan dan tata tertib Rumah
Sakit Bunda Palembang
2. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala
intruksi dokter dan perawat dalam
pengobatannya.
3. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala
intruksi dokter dan perawat dalam
pengobatannya.
4. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala
intruksi dokter dan perawat dalam
pengobatannya.
5. Pasien berkewajiban untuk mematuhi segala
intruksi dokter dan perawat dalam
pengobatannya.
6. Pasien berkewajiban memberikan informasi
dengan jujur dsn selengkapnya tentang
penyakit yang diderita kepada dokter yang
merawat.
7. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban
untuk melunasi semua biaya atas jasa
pelayanan Rumah Sakit Bunda Palemang /
dokter.
8. Pasien dan atau penanggung jawabnya
berkewajiban memenuhi hal-hal yang telah
disepakati perjanjian yang telah dibuatnya.
4. Kapan saja  Saat pasien datang ke bagian pendaftaran. Seluruh Staff
pasien diberikan  Dirawat jalan (untuk pasien rawat jalan) RSBP
informasi melalui media informasi berupa banner dan
mengenai HPK ? atau lansung dari karyawan di NS(Nurse
Station).
 Saat Greeting diruangan ketika pasien rawat
inap.
5. Siapa yang Pemberian informasi dan edukasi diberikan sesuai
Seluruh Staff
memberikan kebutuhan, dan diberikan oleh petugas denganRSBP
informasi dan kompetensi yang sesuai.
edukasi kepada Dalam pemberian informasi dan edukasi ini
pasien dan dikoordinasi oleh panitia PKRS.
keluarga, dan
bagaimana
prosedurnya ?
6. Apa yang kamu Persetujuan tindakan kedokteran (Acuan : Peraturan Seluruh Staff
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
ketahui tentang Menteri Kesehatan RI Nomor 290/MENKES/PER/II RSBP
Informed 2008 tentang persetujuan tindakan kedokteran)
Consent, dan Informed Concent adalah suatu persetujuan tindakan
bagaimana medis dari pasien dan atau keluarga setelah
prosedurnya di mendapatkan penjelasan medis tentang rencana
RS bunda? tindakan oleh dokter.
Pernyataan persetujuan (Informed Concent) dari pasien
di dapat melalui suatu proses yang ditetapkanrumah
sakit dan di laksanakan oleh staf yang terlatih, dalam
bahasa yang dipahami pasien

SPO Pemberian Informed Concent


1. Informed Concent di peroleh sebelum operasi,
anestesi, penggunaan darah dan produk darah,
dan tindakan serta pengobatan lain yang
beresiko tinggi
2. Semua tindakan kedokteran harus mendapat
persetujuan pasien dan atau keluarga setelah
mendapat penjelasan yang cukup tentang hal-
hal yang berkaitan dengan tindakan tersebut
dari Dokter Penanggung Jawab Pasien
(DPJP)
3. Informed Concent menginformasikan tentang:
diagnosis dasar diagnosis, tindakan kedokteran,
indikasi tindakan, tata cara tujuan, resiko,
komplikasi, prognosis, alternative & resiko.
7. Dimana dan  Di FO Seluruh Staff
bagaimana pasien  Di ruangan pasien yang ingin mendapatkan RSBP
bisa mendapat pelayanan kerohanian
informasi Adapun mekanismenya/alur singkat pasien bida
pelayanan mendapatkan informasi pelayanan kerohanian sebagai
kerohanian? berikut:
1. Menginformasikan ke perawat/instalasi /tempat
dimana pasien dirawat
2. Perawat menghubungi operator
3. operator menghubungi tokoh keagamaan yang
di tunjuk
4. Dilakukan pemberian pelayanan kerohanian
5. (Keterangan: kegiatan tersebut
didokumentasikan)
8. Apakah ada Ada, saat pasien mengisi lembar identitas dan tertulis
Seluruh Staff
identifikasi dalam lembar keluar masuk saat pasien di rawat inap
RSBP
agama saat
pasien masuk?
9. Apabila ada Petugas RS bisa membantu memberikan pelayanan Seluruh Staff
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
pasien kerohanian oleh petugas yang sudah ditunjuk sesuai RSBP
meminta/membut agama dan kepercayaan antara lain:
uhkan petugas - Agama Islam: Petugas RS
kerohanian akan
tetapi petugas
tersebut tidak
bisa datang maka
apa yang kita
lakukan atau
adakah petugas
RS yang bisa
membantu
melayani
kerohanian
tersebut?
10. Bagaimana alur  Lakukan identifikasi kebutuhan kerohanian Seluruh Staff
atau bila pasien pasien dengan cara hubungi dan tanyakan RSBP
membutuhkan kepada pasien/keluarga tentang kebutuhan
untuk bimbingan spiritual pasien yang sedang dirawat
rohani? “selamat pagi/siang/sore/malam bapak/ibu,
sehubungan dengan perawatan di rumah sakit
apakah perlu bantuan kerohanian/spritual untuk
bisa memberi semangat kesembuhan.
 Tanyakan pada pasien/keluarga pasien adakah
seseorang yang di inginkan oleh pasien atau
keluarga untuk bimbingan rohaninya atau
meminta rumah sakit mencarikannya.
 Setelah pasien dan keluarga menyebutkan
tentang kebutuhan kerohanian, maka perawat
atau dokter ruangan berkoordinasi dengan
bagian Front Office untuk menghubungi tokoh
keagamaan yang dimaksud dan pasien/keluarga
mengisi formulir permintaan pelayanan
koordinasi.
 Informasikan jadwal kunjungan tokoh
keagamaan yang dimaksud dengan pasien dan
keluarga.
 Informasikan rencana pelayanan kerohanian
tersebut kepada pasien lain di dalam ruang
perawatan yang sama. Upayakan yang
bersebelahan tidak merasa terganggu apabila
ada sedikit cara-cara yang tidak sesuai dengan
agama/kepercayaan mereka dan di mohon
kerjasamanya agar tenang saat proses perjalanan
berjalan.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
 Saat tokoh keagamaan datang, melaporkan diri
ke petugas satpam dan memakai nametag
“Tamu” dan diarahkan ke ruang perawatan
terakhir.
 Peringatan mengingatkan tokoh keagamaan agar
berdoa jangan keras-keras dan terlalu lama dan
jangan sampai menganggu ketenangan pasien
yang lain.
 Setelah selesai tokoh keagamaan memberikan
bimbingan, perawat ucapkan salam dan terimah
kasih atas ketersediaanya untuk datang kerumah
sakit dan dapat memenuhi kebutuhan spiritual
pasien.
11. Kapan pasien  Pada saat pasien registrasi rawat inap Seluruh Staff
diberikan/dikaji didokumentasikan pada general consent. RSBP
bahwa RS  Pada saat assement awal
mempunyai
pelayanan
kerohanian?
12. Bagaimana  Di IGD Seluruh Staff
implementasi Pada saat dilakukan konsultasi/pemeriksaan RSBP
kebijakan privasi pada pasien maka antara tempat tidur pasien
pasien di rawat dibatasi/ditutup dengan korden/tirai
jalan?  Di Poliklinik
Konsultasi/pemeriksaan pada pasien, dilakukan
dalam ruangan/kamar poliklinik dalam keadaan
tertutup.
 Tidak membicarakan kondisi/hasil anamesirs,
pemeriksaan di NS
13. Bagaimana Saat dilakukan konsultasi /pemeriksaan pada Seluruh Staff
implementasi pasien maka antara tempat tidur pasien RSBP
kebijakan privasi dibatasi/ditutup dengan korden/tirai kecuali
pasien di rawat untuk pasien VIP/S VIP dilakukan didalam
inap? kamar/ruangan pasien dalam keadaan pintu
tertutup.

14. Apakah pasien Ya dapat, untuk kategori pasien yang tidak dapat Seluruh Staff
dapat menitipkan mengamankan barang berharga miliknya terutama RSBP
barang berharga pasien emergency, tidak sadar, ODC (keterangan:
di RSBP? pasien diberikan informasi agar tidak membawa barang
berharga ke RS, saat melakukan registrasi rawat inap).
15. Bagaimana cara  Perawat mengidentifikasi pasien yang lema dan Seluruh Staff
melindungi beresiko serta menetapkan proses perlindungan. RSBP
barang milik  Perawat mencatat hasil identifikasi dalam buku
pasien? pemantauan yang berada disetiap ruangan.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
 Staf melakukan langkah-langkah perlindungan:
a. Bayi
1. Kamar bayi tidak boleh dikosongkan atau
harus ada petugas yang selalu ada di
ruangan
2. KBBL/perina penggunaan kunci pintu yang
hanya dapat dibuka oleh petugas rumah
sakit dengan kode-kode rahasia, dan
dipasang CCTV untuk keamanan di
KBBL/perina
3. Hanya ibu pasien yang diperbolehkan untuk
masuk keruang bayi baru lahir dan harus
ditemani oleh petugas kamar bayi
b. Anak
1. Pasien anak harus ditunggu oleh 1 orang
keluarga
2. Pintu ruang perawatan anak harus selalu
pada keadaan tertutup, terkunci, kecuali
pada jam kunjungan dan dipasang CCTV.
3. Yang diperbolehkan masuk hanya ibu bayi
dan didampingi oleh perawat BBL
c. Usia lanjut
1. Pasien usia lanjut harus ditunggu oleh 1
orang keluarga
2. Pintu ruang perawatan anak harus selalu
pada keadaan tertutup, terkunci, kecuali
pada jam kunjungan dan dipasang CCTV.
 Petugas keamanan keliling ruangan memantau
keamanan yang dilakukan setiap 2 X dalam 1
shift dan pemantauan harus diketahui oleh
perawat jaga.
 Jika terjadi kekerasan fisik kepada pasien, maka
petugas (perawat, administrasi, stpam dll) yang
lebih
 Selama penyelesaian konflik
pelayanan/penanganan pasien harus tetap
berjalan dengan baik dan maksimal
 Usahakan pasien pulang konflik sudah dapat
teratasi/di selesaikan
 Petugas yang menyelesaikan masalah/konflik
mengucapkan terimah kasih dan mohon maaf
atas masalah/konflik atau ketidak nyamanan
ini.
 Pasien yang ada konflik setelah pulang
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
dilakukan kunjungan rumah untuk melalukan
follow up tentang masalah/konflik/pelayanan
selama di rumah sakit apakah masih ada
masukkan/tidak untuk perbaikan Rumah Sakit
 Petugas menyelesaikan konflik/masalah dan
pihak RS akan berupaya untuk selalu
meningkatkan mutu pelayanan dan menaggapai
keluhan pasien
 Pelayanan masalah dilaporkan pada tim mutu
RS untuk tindak lanjuti/upaya memperbaiki
mutu pelayanan Rumah Sakit.
23. Bagaimana  Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya Seluruh Staff
pelayanan pasien kepada setiap pasien yang menjelang ajal. RSBP
di akhir masa  Menawarkan dalam memberikan support
kehidupan? mental kepada pasien dan keluarga
24. Apa yang Rumah sakit menghormati keinginan dan pilihan Seluruh Staff
dilakukan RS jika pasien untuk menolak pelayanan resusitasi. RSBP
menolak/member Keputusan untuk tidak melakukan RJP harus dicatat di
hentikan tindakan rekam medis pasien dan di formulir DNR harus di isi
(resusitasi) atau dengan lengkap dan tersimpan di rekam medis pasien
pengobatan yang Alasan diputuskannya tindakan DNR dan orang yang
diberikan? terlihat dalam pengambilan keputusan harus
dikomunikasikan kepada semua orang yang terlibat
dalam aspek keperawatan pasien

Sop Penolakan Tindakan atau Pengobatan


25. Bagaimana cara 1. Rumah sakit menghormati informasi sebagai Seluruh Staff
RS menerangkan hal yang bersifat rahasia dan telah menetapkan RSBP
perlindungan kebijakan dan prosedur untuk melindungi
terhadap informasi tertulis, lisan, elektronik maupaun
kerahasiaan kombinasi tersebut dan kehilangan dan
informasi pasien? penyalagunaan
2. Rumah Sakit mengatur untuk tidak memasang
informasi rahasia pasien di pintu kamar pasien,
Nurse Station, dan tidak membicarakan di
tempat umum.
3. Rumah Sakit menetapkan proses membuka
rahasia pasien harus seijin pasien dan keluarga
yang di dokumentasikan di general consent.
25. Kapan saja Informasi kepada keluarga pasien dapat diberikan oleh Seluruh Staff RSBP
kemungkinan petugas pada saat pendaftaran (admisi). Saat di ruang
memberi
RUMAH SAKIT BUNDA perawatan
PALEMBANG informasi diberikan setelah initial asesmen
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
informasi kepada oleh perawat ruangan, sebelum dan setelah tindakan
Telp. (0711) 311866-312866
keluarga dan apa dan setiap perubahan kondisi
saja informasi
yang diberikan
tersebut?
26. Bagaimana a. Pasien berhak untuk menerima second opinion Seluruh Staff RSBP
kebijakan Rumah dalam pelayananmedis terhadap dirinya.
Sakit tentang b. Pasien dibantu untuk mencari second opinion
section opinion? pada pelayanan medis baik didalam maupun di
luar Rumah Sakit
1. Pasien ragu-ragu terhadap Dokter penanggung
jawab pelayanan
2. Apabila diagnosis kurang baik/meragukan
c. DPJP harus mendukung setiap permintaan
pasien untuk second opinion di dalam atau di
luar Rumah Sakit.
28. Bagaimana 1. DPJP menginformasikan kepada pasien
langkah-langkah rencana second opinion
apabila dokter 2. DPJP membuat permohonan second opinion
yang mengajukan secara tertulis pada formulir/lembar konsultasi
second opinio? 3. DPJP menghubungi dokter yang di tuju sesuai
dengan keinginan dokter
4. Setelah dokter kedua datang maka perawat
mengantarkan keruang perawatan untuk
memeriksa pasien
5. Dokter kedua menginformasikan hasil
pemeriksaan ke DPJP
6. DPJP yang menjelaskan hasil second opinion
kepada pasien/keluarga.
29. Bagaimana 1. Pasien mengajukan secara lisan kepada dokter Seluruh Staff RSBP
langkah-langkah 2. Perawat menuliskan permohonan tersebut
apabila dokter dalam lembar informasi/edukasi dan ditanda
yang tangani oleh pasien yang meminta second
menginginkan opinion
second opinio?
3. Jika pasien tidak menunuk dokter maka rumah
sakit akan memberikan dokter (alternatif
pilihan) yang di inginkan oleh pasien atau
keluarga sesuai dengan kondisi pasien dan
kebutuhannya.

4. Jika pasien memiliki dokter yang


direkomendasikn maka perawat meminta
nomor telephone yang bisa dihubungi

5. Selanjutnya perawat menghubungi dokter


tersebut dan mengutamakan maksud dan tujuan
dari second opinion
30. Data apa saja  Hanya dokumen resume medis pasien, Seluruh Staff RSBP
yang boleh sedangkan file/berkas rekam medis pasien
dilampirkan tidak diperbolehkan keluar RS.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

A.3.AP
ASSESEMEN PASIEN

NO PERTANYAAN JAWABAN KAULIFIKASI


1. Apakah yang Serangkaian pengkajian kondisis pasien sejak awal Seluruh Staff
dimaksud dengan sebelum masuk rumah sakit (fase pre hospital), saat RSBP
Assesemen pasie? dirumah sakit (fase hospital), saat dirumah sakit (post
hospital) , yang dilakukan secara terus menerus dan
dinamis pada rawat inap dan rawat jalan
2. Assemen awal adalah? Proses assesemen yang dilakukan pada proses awal Seluruh Staff
pelayanan kepada pasien yang memberikan informasi RSBP
sebagai data awal, dilakukan analisa awal untuk
menentukan diagnosis awal, dengan tujuan untuk
mengidentifikasi kebutuhan pasien dan
merencanakan suatu proses pelayanan.
3. Assemen rawat jalan Assemen yang dilakukan oleh dokter, perawat Seluruh Staff
adalah? maupun tenaga kesehatan laiinyapada pasien yang RSBP
datang untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan,
minimal 2 jam dicantumkan hasil Assemen dalam
lembar catatan medis rawat jalan setelah pasien di
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
periksa
4. Assemen rawat jalan Assemen yang dilakukan oleh dokter, perawat Seluruh Staff
adalah? maupun tenaga kesehatan laiinyapada pasien yang RSBP
datang untuk mendapatkan pelayanan rawat inap,
minimal 24 jam dicantumkan hasil Assemen dalam
lembar catatan medis rawat inap setelah pasien di
periksa
5. Assemen gawat Assemen yang dilakukan oleh dokter, perawat Seluruh Staff
darurat adalah? maupun tenaga kesehatan laiinyapada pasien yang RSBP
datang untuk mendapatkan pelayanan gawat darurat,
minimal 5 menit pertama telah dilakukan Assemen,
dan dalam 15-30 telah selesai atau sesuai triase
pasien tersebut
6. Apakah yang Assemen yang dilakukan pada interval tentu Tenaga medis
dimaksud Assemen (minimal 1 X 24 jam) dalam menetapkan respon terutama bagian
ulang? Pada siapa terhadap pengobatan dan merencanakan pengobatan rawat inap
dilakukan dan berapa atau pemulangan pasien.
kali dilakukan 1. Setiap pasien harus dilakukan Assemen ulang
Assemen ulang? Siapa untuk menentukan respon pasien terhadap
yang melakukan pengobatan, merencanakan pengobatan
Assemen ulang? lanjutan atau pemulangan pasien.
2. Setiap pasien harus dilakukan Assemen ulang
dalam interval minimal 1 kali per 24 jam
sesuai dengan kondisi pasien, rencana asuhan,
dan kebutuhan individual.
3. Assemen ulang harus dilakukan oleh dokter
setiap hari, termasuk hari minggu, selam fase
akut dari perawatan dan pengobatan pasien.
4. Assemen dan Assemen ulang pasien
dilakukan oleh petugas yang kompeten, yang
memiliki izin/lisensi sesuai undang-undang
dan peraturan atau memiliki sertifikasi,
termasuk Assemen gawat darurat, Assemen
medis, dan perawat.
7. Assemen pasien Assemen yang dilakukan oleh dokter, perawat Seluruh Staff
dengan resiko maupun tenaga kesehatan lainnya pada pasien yang RSBP
mendapat kekerasan datang dengan resiko atau kemungkinan telah
fisik? mendapatkan kekerasan dalam bentuk fisik sebelum
pasien datang kerumah sakit.
8. Assemen populasi Assemen yang dilakukan pada pasien dengan type Seluruh Staff
kasus? dan populasi tertentu yang di modifikasi sehingga RSBP
dapat mengidentifikasi kebutuhan pasien dengan
tepat (Assemen kebidanan, neonatus, pediatrik)
9. Siapa yang boleh Tenaga yang kompeten yang telah melalui proses Seluruh Staff
melakukan Assemen? kredensial atau rekredensial. Assemen medis oleh RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
dokter, Assemen keperawatan oleh perawat, Assemen
lain seperti oleh fisioterapis dan ahli gizi.
10. Kerangka waktu 1. Pasien di IGD mendapatkan Assemen dalam KPRWT,
penyelesaian Assemen waktu 5 menit pertama. YANMED,
pasien? 2. Assemen pasien dilakukan oleh staf yang JANGMED-
berkualifikasi di selesaikan dalam waktu 5-30 Laboratorium
menit, baik di IGD maupun poliklinik.
3. Apabila pasien memerlukan
pemeriksaan/konsultasi spesialistik maka
Assemen dapat dilakukan dalam waktu 2 jam
4. Pasien IGD yang memerlukan pemeriksaan
laboratprium rutin minimla 1 jam, atau
disesuaikan dengan jenis dan jumlah
pemeriksaan
5. Pasien rawat jalan mendapatkan Assemen
sesuai dengan urutan kedatangan dan
kegawatannya.
6. Pasien yang memerlukan laboratorium akan
mendapatkan pelayanan sesuai dengan urutan
dan lamanya waktu yang dibutuhkan sampai
hasil di terimah sesuai jenis pemeriksaan.
7. Pemeriksaan radiologi dan imaging
diagnostik Assemen didapatkan dalam waktu
1 jam.
8. Assemen medis dan keperawatan dilakukan
dalam waktu 24 jam setelah pasien di rawat
dan dicatat dalm rekam medis.
9. Apabila pasien memerlukan tindakan harus
dilaksanakan kurang dari 24 jam
10. Temuan Assemen dari rumah sakit luar akan
dilakukan Assemen ulang terutama hasil yang
lebih dari 30 hari.
11. Apabila hasil pemeriksaan dari RS luar
kurang dari 30 hari, namun ada perubahan
yang berarti maka akan dilakukan Assemen
ulang
12. Assemen dicatat dalam rekam medis pasien
pada saat masuk rawat inap.
11. Pelaporan nilai kritis Nilai kritis adalah: suatu nilai abnormal dari hasil KPRWT,
adalah? pemeriksaan laboratorium, baik nilai abnormal tinggi YANMED,
atau rendah, nilai didapatkan pada seorang JANGMED-
penderita/pasien dapat menimbulkan kondisi yang Laboratorium
berbahaya dan mengancam jiwa dan penyampaian
nilai hasil pemeriksaan nilai kritis, yang memerlukan
penanganan segera dan harus di laporkan ke DPJP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
secepat mungkin dalam waktu kurang dari 1 jam
12. Prosedur pelaporan 1. Petugas laboratorium segera mencermati bila KPRWT,
nilai kritis? terdapat nilai hasil laboratorium mencapai YANMED,
nilai kritis, yaitu dengan memastikan tidak JANGMED-
ada sampel eror, memastikan prosedur Laboratorium
pemeriksaan sudah benar dan dilakukan
pemeriksaan duplo, kemudian hasil di
konsulkan ke dokter patologi klinik.
2. Petugas laboratorium segera
menyampaikan/melaporkan hasil kritis ke
unit rawat inap, rawat jalan dan unit gawat
darurat sesuai dengan dimana pasien berada.
3. Petugas laboratorium yang melaporkan kritis
mencatat TANGGAL dan WAKTU,
menelpon, NAMA LENGKAP PETUGAS
KESEHATAN, YANG DIHUBUNGI dan
NAMA LENGKAP YANG MENELPON.
4. Petugas/dokter yang menerima laporan, harus
mencatat tindakan yang diambil untuk pasien
atau informasi lain terkait klinis.
5. Petugas/dokter yang menerima hasil kritis
menulis hasil nilai kritis dan baca kembali
(readback), proses pelapor ini di tulis dalam
rekam medis.
6. Petugas/dokter yang menerima hasil kritis
menerapkan mekanisme pelaporan hasil kritis
sbb:
 Harus segera melaporkan pada DPJP bila
belum berhasil menghubungi, ke langkah
berikut
 5 menit kedua harus melaporkan pada DPJP
bila belum berhasil menghubungi ke langkah
berikut:
 5 menit ketiga bila hari kerja dapat
menghubungi: kepal instalasi terkait. Bila
diluar jam kerja/hari libur menghubungi
dokter ruangan yang bertugas, bila belum
berhasil menghubungi ke langkah berikut 5
menit keempat: menghubungi dokter IGD
yang bertugas, bila belim berhasil juga maka
dapat menghubungi ururtan pimpinan sebagai
berikut
1. Kepala IGD jika tidak dapat dihubungi
2. Kepala ICU, jika tidak dapat dihubungi
3. Menager keperawatan dan manager medis
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
Dokter yang dilaporkan tentang hasil kritis yang
perlu di waspadai, bertanggung jawab terhadap
interprestasi hasil dan pengambilan tindakan pasien.
13. Bagaimana alur untuk 1. Pembacaan cito pasien diluar jam praktek KPRWT,
pembacaan cito hasil dokter radiologi. YANMED,
radiologi diluar jam  Apabila radiografer menemukan hasil JANGMED-
praktek dan di dalam gambaran yang mencurigakan, segera Laboratorium
jam praktek dokter? mencetak film.
 Kemudian radiografer menghubungi
dokter radiologi dan dokter pengirim
untuk memberitahukan hasil gambaran
yang mencurigakan.
 Hasil foto basa kemudian di serahkan
kepada dokter pengirim oleh radiografer.
 Hasil gambaran di komputer CR dikirim
Via email ke dokter radiologi
 Hasil ekspertise harus diberikan sesegera
mungkin kepada dokter pengirim
2. Hasil pembacaan cito pasien di jam praktek
dokter radiologi:
 Apabila radiografer menemukan hasil
foto yang mencurigakan radiografer
memberikan foto tersebut pada dokter
radiologi agar dapat di baca segera
 Jika hasil ekspertise sudah ada,
radiografer segera memberikan hasil
ekspertise kepada dokter pengirim.
 Hasil ekspertise harus diberikan segera
mungkin pada dokter pengirim
14. Apakah yang Penjelasan diet khusus pada pasien adalah
dimaksud penjelasan memberikan penjelasan tentang aturan-aturan sampai
diet khusus pada pada pilihan makanan yang dianjurkan, yang
pasien? dilakukan oleh dokter spesialis gizi dan atau ahli gizi
15. Penjelasan apa saja 1. Diet yang dianjurkan
yang diberikan terkait 2. Tujuan diet
dengan diet khusus 3. Beraoa lama diet harus dilakukan
pasien? 4. Pilihan makana yang dianjurkan sesuai diet
dan atau penggantian bahan makanan
mendapatkan resep sesuai diet yang
dianjurkan
5. Interaksi obat dan makanan yang mungkin
terjadi (kewenangan dokter spesialis gizi
klinik)
6. Pentingnya mengikuti diet sesuai anjuran dan
dokter menghindari makana yang merupakan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
pantangan
7. Memberikan penjelasan dan membantu
pasien membuat agenda makan yang tepat
secara tertulis.

PAP
(PELAYANAN DAN ASUHAN
PASIEN)
N PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKAS
O I
1. Apakah tujuan Memberikan pelayanan kepada pasien dengan cara Seluruh staf
dari pelayanan mengkoordinasikan pada unit kerja sesuai dengan ketentuan RSBP
medis? untuk mendapatkan keseragaman pelayanan terhadap pasien.
2. Apa pengertian Case manager adalah profesional dalam rumah sakit yang Seluruh staf
dari case bekerja secara koloboratif dengan para pemberi asuhan (PPA) RSBP
manager? kepada pasien.
Fungsi case manager/manajer pelayana pasien adalah:
 Menjaga kontuinitas pelayanan pasien selama di RS
dan setelah pulang/follow up
 Menjaga kendali mutu dan biaya
 Koloboratif denga PPA dan pemangku kepentingan
lainnya.
3. Siapa saja yang Profesional pemberi asuhan (PPA) lainnya perawat, Seluruh staf
dimaksud PPA bidan, apoteker, ahli gizi, fisioterapi, terapi wicara. RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
lain, selain
DPJP?
4. Sebutkan  Dokter umum Seluruh staf
kualifikasi case  Karyawan purna waktu RSBP
manager?  Kepala instalasi
5. Apa yang Formulir yang digunakan untuk menulis semua perintah dari Seluruh staf
dimaksud dengan DPJP sebagai pendelegasian kepada dokter ruangan, RSBP
formulir khusus perawat/bidan, ditulis oleh dokter ruangan/perawat/bidan
perintah?
6. Jelasakan I. Tuliskan tanggal dan jam perintah yang diberikan Seluruh staf
prosedur oleh DPJP RSBP
pengisian II. Tuliskan uraian perintah
formulir khusus III. Tuliskan nama pemberi perintah
perintah? IV. Tuliskan nama pelaksana perintah
V. Tuliskan waktu pelaksaan perintah dimulai
VI. Tuliskan waktu pelaksaan perintah selesai
VII. Serah terimah kasih perintah DPJP kepada tenaga
kesehatan yang bertugas shift selanjutnya dengan
mencocokkan intruksi yang ada dalam formulir
catatan medis rawat inap terintegritas dan formulir
khusus perintah.
7. Apakah yang Suatu cara pelaporan pasien kepada dokter/saat operasi pasien KPRWT,
dimaksud dengan antar shift berdasarkan YANMED
pelaporan pasien S: Situation
dengan teknik S- Laporkan kondisi teknik yang terjadi pada pasien
BAR? B: Background
Informasi penting apa yang berhubungan dengan kondisi
pasien terkini seperti kondisi umum saat terkini, TTv, hasil
lab dll.
A: Assesment
Hasil pengkajian terkini, apa yang ditentukan pada pasien
tersebut
R: Recommendation
Apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut,
atau apa intruksi yang telah dilakukan atau harus dilanjtkan
ke shift berikutnya.
8. Sebutkan 1. Nama lengkap Seluruh staf
minimal 2 2. Tanggal lahir RSBP
identitas pasien? 3. Nomor rekam medis
9. Sebutkan Verifikasi identitas pasien dilakukan sebelum melakukan Seluruh staf
tindakan apa saja tindakan: RSBP
yang harus  Pemberian obat, darah atau produk darah
dilakukan  Pengambilan darah dan specimen lain untuk
verifikasi pemeriksaan klinis
identitas pasien?  Pemberian obat-obatan atau tindakan lain
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
 Pemberian makanan/diit pasien
 Melakukan pengantaran bayi
10. Apa yang CABAK Catat Baca ulang dan Konfirmasi Seluruh staf
dimaksud dengan RSBP
istilah CABAK?
11. Kapan dilakukan  Dilakukan jika menerima instruksi secar lisan saat Seluruh staf
verifikasi dengan visite doketr atau alapor dokter melalui telepon RSBP
metode  Jika saat lapor dokter via telepon mendapat intruksi
CABAK? yang terdengar sama, maka selain verifikasi dengan
CABAK, lakukan eja alphabets sesuai ketentuan yang
berlaku
12. Sebutkan tujuan  Tidak terjadi kesalahan dalam hal berkomunikasi Seluruh staf
komunikas melalui telepon/lisan dengan penerapan write back RSBP
efektif? dan reconform
 Untuk mendukung praktek yang konsisten dalam
melakukan verifikasi terhadap akurasi dab komunikasi
lisan melalui telepon
13. Jelaskan prosedur  Periksa tanda-tanda viatal pasien (tekanan darah , Seluruh staf
penanganan nadi, suhu, frekusinsi pernafasan) RSBP
mengigil pada  Turunkan Blood flow atau ultra filtration Rate
pasien  Laporkan DPJP mengenai yang berada di
hemodialisa? extracorporeal de dalam tubuh pasien
 Lakukan printing ulang
Jika keadaan pasien membaik maka kegiatan
hemodialisa dapat dilanjutkan
14. Jelaskan alur 1. Pasien baru KPRWT,
pasien  Pasien atau PJ pasien yang datang dari rumah sakit YANMED
Hemodialisa? lain atau unit lain diarahkan de admision rawat
jalan untuk melakukan data pengisian pasien baru
 Setelah mendaftar di admission, pasien diarahkan
ke IGD dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter
jaga/umum dan pemeriksaan laboratorium
 Setelah dilakukan pemeriksaan pasien diarahakan
ke instalasi hemodialisa
 Kemudian diberikan pelayanan kepada pasien.
Keterangan: pasien pindahan dari rumah sakit lain
atau unit lain wajib membawa traveling dylisi.
2. Pasien lama
 PJ pasien diarahkan ke admission rawat jalan
untuk malakukan pendaftaran
 Setelah pasien mendapatkan hasil cetak nomor
urut pasien diarahkan ke instalasi hemodialisa
3. Pasien yang berasal dari instalasi rawat inap:
 Tindakan hemodialisa dilakukan atau intruksi
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
DPJP sesuai indikasi
 Perawat instalasi rawat ianap menghu bungi
perawat instalasi hemodialisa untuk konfirmasi
tempat
 Apabila jadwal dan tempat tersedia maka pasien
screening (pemeriksaan HbSAg dan anti HCV)
kemudian pasien diarahkan ke instalasi
hemodialisa
15. Apa yang Pelayanan pasien tahap terminal adalag kegiatan pemberian KPRWT,
dimaksud dengan asuhan pada pasien dengan kondisi penyakit yang secara YANMED
pelayanan pasien medis tidak dapat disembuhkan atau asuhan pasien menjelang
tahap terminal? kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit atau suatu
kecelakaan
16. Jelaskan prosedur  Identifikasi pasien terhadap tahap terminal dari segi KPRWT,
pada tahap oleh dokter YANMED
terminal?  Identifikasi gejala umum fase akhir kehidupan,
kondisi fungsional, pengobatan yang diterima saat ini
dan berikan kenyaman terhadap gejala yang dihadapi
pasien
 Informasikan keadaan pasien kepada pasien dan atau
keluarga pasien dalam sebuah diskusi interaktif
 Identifikasi pengetahuan dan pandangan serta harapan
kebutuhan pasien dan keluarga terhadap kondisi
pasien dan buat persetujuan pasien dan keluarga
pasien mengenai target terapi yang akan dilakukan
 Berikan terapi paliatif dengan persetujuan dan atau
keluarga pasien
 Libatkan pasien dan keluarga pasien untuk semua
asfek pelayanan yang diberikan
 Berikan asuhan psikososial, spritual/agama yang
dianut, dan budaya sesuai dengan keinginan/harapan
dari pasien dan keluarga dalam menghadapi kematian
dan kesedihan
 Berikan kesempatan keluarga untuk mendampingi
pasien akhir hidupnya
 Hubungi bagian terkait jika membutuhkan pelayanan
kerohanian
 Jika memungkinkan, rawat pasien di ruangan
tersendiri untuk kenyamanan serta kesiapan psikologis
serta spritual pasien dan keluarga
 Apabila pasien dan atau keluarga meminta untuk
donasi organ, maka jelaskan bahwa rumah sakit tidak
melakukan tindakan donasi organ dan arahkan pasien
dan atau keluarga ke rumah sakit lain menyediakan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
fasilitas tersebut dari RS yang di tunjukan pemerintah
 Catat setiap Assesment yang dilakukan di BRM pasien
17. Apa yang Nyeri adalah suatu rasa yang tidak nyaman, baik ringan Seluruh staf
dimaksud istilah maupun berat yang mempengaruhi seseorang dan RSBP
nyeri? eksistensinya, yang diketahui bila seseorang pernah
mengalaminya.
18. Apakah yang Pemantauan derajat nyeri adalah suatu rangkaian untuk Seluruh staf
dimaksud dengan melakukan pengawasan, penggecekan secara cermat terhadap RSBP
pemantauan derajat nyeri yang dialami pasien setelah dilakukan
derajat nyeri? tatalaksana nyeri
19. Apa yang Pengelolaan nyeri suatu rangkaian kegiatan untuk Seluruh staf
dimaksud dengan mengidentifikasi nyeri dengan melakukan scoring/penilaian RSBP
pengeloloan derajat nyeri, sampai mengurangi rasa nyeri dengan
nyeri? melakukan monitoring nyeri sampai tingkat kenyamanan
yang dapat di terimah oleh pasien
20. Apa yang Tatalaksana nyeri adalah kegiatan yang dilakukan untuk Seluruh staf
dimaksud dengan mengurangi rasa nyeri pasien dengan melakukan monitoring RSBP
tatalaksana nyeri? nyeri sampai tingkat kenyamanan yang dapat diterimah oleh
pasien
21. Bagaimana Tatalaksana non-farmakologi KPRWT,
tatalaksana nyeri 1. Berikan heat /coold pack (tidak untuk nyeri pada YANMED
nonfarmakologi? pasien bersalin)
2. Lakukan preposisi, mobilisasi yang dapat di toleransi
oleh pasien
3. Latihan relaksi, seperti tarik nafas dalam bernafas
dengan irama/pola teratur, dan atau meditasi
pernafasan yang menenangkan
4. Distraksi/pengalihan perhatian
22. Bagaimana Tatalaksana farmakologi KPRWT,
tatalaksana nyeri 1. Terapi yang direkomendasikan oleh WHO YANMED
dengan berdasarkan konsep WHO analgesic ledder (dosis
farmakologi? sesuaikan dengan umur dan berat badan pasien):
a. Langkah pertama:
 Untuk nyeri ringan mulai dengan pemberian non-
opioid (acetaminophen/paracetamol,
ibuprofen, ASA, NSAID lain), dosis
ditingkatkan dan bila perlu sampai dosis
maksimal.
 Gunakan obat tambahan (adjuvant) seperti
antidepresan atau antikonvulsan apabila
diperlukan
 Apabila pasien mengalami nyeri sedang atau
berat, lewatkan langkah pertama.
b. Langkah kedua:
 Bila non-opioid tidak dapat mengurangi nyeri
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
secara adekuat, tambahkan opioid seperti codein,
hydrocodone, tramadole (dikombinasi dengan
acetaminophen)
 Dapat ditambahkan atau lanjutkan adjuvant bila
diperlukan
c. Langkah ketiga:
 Apabila opioid diatas tidak mengurangi nyeri
cara adekuat ganti terapi dengan opioid yang
tidak di kombinasi pemberiannya dengan obat
lainnya, yang efektif untuk nyeri berat (misal
morphine, oxycodone, hydromorphone, fentanyl).
Dapat ditambahkan atau dilanjutkan adjuvant bila diperlukan.
23. Bagaimana Pada pasien anak, saat ini direkomendasikan pemberian terapi KPRWT,
terlaksana dengan two step strategy yaitu: YANMED
farmakologis a. Langkah pertama: untuk nyeri ringan diberikan
untuk paracetamol dan ibuprofen
mengurangi nyeri b. Langkah kedua: untuk nyeri sedang hingga berat
pada pasien diberikan strong opioid (morphine, fentanyl)
anak?
24. Bagaimana Tatalaksana farmakologis untuk mengurangi nyeri pada KPRWT,
tatalaksana pasien bersalin dilakukan dengan sepengetahuan BPJP yaitu YANMED
farmakologis dengan:
untuk  Analgesic non-opioid: paracetamol, ketoprofen, termadol
mengurangi nyeri (lebih sering diberikan supositoria)
pada pasien  Analgesic opioid dengan anestesi seperti ILA
bersalin? (intrathecal Labor Analgesia) sesuai dengan persyaratan
tindakan ILA

25. Apa perbedaan  Tatalaksana farmakologi adalah memberikan tatalaksana KPRWT,


mendasar dari nyeri dengan menggunakan obat-obatan analgesik YANMED
tatalaksana nyeri  Tatalaksana non-farmakologi memberikan tatalaksana
farmakologi dan nyeri tanpa menggunakan obat-obatan analgesic
non-farmakologi?
26. Bagaimana  VAS (Visual Analog Scale) / numeric reting scale (NRS): KPRWT,
metode penilaian - Suatu alat ukut yang meminta pasien untuk menilai YANMED
nyeri sesuai umur rasa nyerinya sesuai dengan level intensitas nyerinya
dan kondisi pada skala numeral 0-10.
nyeri? - Cara penilaian ini di gunakan pada pasien yang sudah
mampu berkomunikasi, yaitu pada pasien anak usia >
8 tahun, pasien dewasa, geriatri dan bersalin.
 FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability Scale)
- Cara penilain skala nyeri dengan menggunakan skala
sikap dan perilaku pasien, yaitu dengan melihat
eksperesi wajah, ekstremitas, gerakan, menangis,
kemampuan di tenangkan.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
- Cara penilaian ini digunakan pada pasien neonatus,
bayi dan usia < 3 tahun.
 BPS (Behavior Pain Scale)
- Cara penilaian skala nyeri dengan menggunakan
segala sikap dan perilaku pasien, yaitu dengan melihat
ekspresi wajah, penggerakan dan posisi ekstermitas
atas dan toleransi terhadap ventilasi mekanik.
- Cara penilaian ini digunakan pada pasien dengan
menurunkan kesadaran yang terpasang batu nafas
mekanik
 FRC (Face Rating Scale) / Wong Baker Faces
- Cara penilaian skala nyeri untuk pasien anak usia 3-8
tahun atau anak gangguan komunikasi, pasien dewasa
dan geatric dengan gangguan komunikasi.

27. Jelaskan nilai


atau skala nyeri
menggunakan
Face Rating
Scale?
Nilai 0 nyeri tidak dirasakan oleh anak:
 Nilai wajah pertama tidak ada nyeri atau sangat senang
sekali
 Nilai wajah kedua nyeri dirasakan sedikit saja (nyeri
ringan)
 Nilai wajah ketiga jauh lebih sakit
 Nilai wajah keempat jauh lebih sakit
 Nilai wajah kelima jauh lebih sakit banget
 Nilai wajah keenam sangat sakit luar biasa sampai-
sampai menangis
Penilaian skala nyeri di dianjurkan usia 3 tahun keatas
28. Kapan saja  Setiap 30-60 menit setelah pemberian terapi, KPRWT,
dilakukan dilakukan interval yang teratur sebagai berikut: YANMED
Assement ulang - Pemberian terapi parenteral dilakukan 30 menit.
derajat nyeri - Pemberian terapi supositoria 60 menit/1 jam
pasien yang - Pemberian terapioral dilakukan 60 menit/ 1 jam
mendapatkan - Pemberian terapi mentance melalui epidural/infuse
terapi nyeri? minimal control setiap 2 jam sekali atau jika ada
perubahan sewaktu-waktu
 1 jam setelah tatalaksana nyeri dilanjutkan setiap 8
jam atau setiap shift minimal sekali (pada pasien yang
sadar/bangun).

29. Apa saja tools Pasien Tools


RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
skala nyeri Bayi, anak 0-3 tahun FLACCS
3-8 tahun WONG BAKERS
> 8 tahun VAS WONG
 Komunikatif BAKERS
 Non-
Komunikatif
Dewasa VAS WONG
 Komunikatif BAKERS
 Non-
Komunikatif
Pasien tidak BPS
sadar/dengan ventilator

30. Bagaimana 1. Pelaksana adalah ahli gizi yang bekerja sama dengan KPRWT,
pelaksanaan dokter dan perawat YANMED
pelayanan gizi 2. Diet pasien rawat Map ditentukan oleh dokter yang
RI? merawat (DPJP) jika dokter yang merawat belum
memberikan intruksi- maka diet pasien sementara
ditentukan oleh dokte ruangan sesuai dengan kondisi
pasien
3. Jika pasien harus diberikan diet khusus maka dokter
akan berkonsultasi dengan ahli gizi
4. Informasi perubahan diet rawat inap dengan diet biasa
maupun diet khusus harus sampaikan oleh perawat
kepada ahli gizi atau penanggung jawab pelayanan
gizi/PJ. Tat boga (diluar jam kerja) melalui telepon
dan di dokumentasikan di Formulir perubahan diet
pasien rawat kap
5. Ahli gizi menentukan kebutuhan gizi dan
menerjemaahkan dalam bentuk menu dengan porsi
makan
6. Bagian pengolahan makanan membuat makanan
pasien berdasarkan diet, menu dan porsi pasien seperti
yang telah ditetapkan oleh ahli gizi
7. Makanan yang sudah diolah, disajikan dan
didistribusikan oleh petugas pendstribusian
8. Lakukan pemamntauan dan evaluasi dengan melihat
perubahan diet, jumlah makanan yang dimakan dan
akibat yang ditimbulkan dan pemberian diet
9. Tindak lanjuti apa yang didapat dan pemantauan dan
evaluasi.
31. Apa yang Pendaftaran dan pencatatan nama dan diet pasien adalah KPRWT,
dimaksud dengan proses pendataan dengan mencatat nama pasien dan diet YANMED,
pendataan & pasien rawat inap sesuai dengan data yang diperboleh dan GIZI,
pencatatan nama bidang keperawatan yang meliputi: PANTRY
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
dan diet pasien?  Nama pasien
- Nomor rekam medis
- Tanggal lahir (Umur Pasien
- Nama DPJP
 Diagnosis
- Diet
- Alergi
32. Bagaimana 1. Melakukan pengecekan terlebih dahulu lemari es, GIZI,
prosedur freezer dan chilier dalam kondisi baik dan nsuhu PANTRY
penyimpanan sesuai
bahan makanan 2. Penempatan dan pengambilan barang diatur dengan
dapur? system FIFO (First In First Out)
3. Cuci terlebih dahulu bahan makanan yang akan
disimpan dalam kondisi baik, tidak rusak, tidak busuk
dan belum expired
4. Cuci terlebih dahulu bahan makanan basah yang akan
disimpan (daging, ayam, ikan)
5. Tempatkan setiap bahan makanan terpisah menurut
jenis dalam wadah tertutup untuk mencegah
kontaminasi bahan makanan serta pemerataan suhu,
sehingga manfaat penyimpanan dapat tercapai.
6. Bahan makanan yang dapat menimbulkan bau tajam
harus tertutup rapat agar baunya tidak keluar dan
mencegah penyerapan oleh bahan makanan lain
seperti udang, cumi dan lain-lain
7. Bahan makanan mentah harus terpisah dengan bahan
makanan matang
33. Berapa suhu yang  Lemari es suhu dapat mencapai 1-4 oC GIZI,
digunakan untuk  Freezer mencapai -5oC PANTRY
menyimpan  Chiller antara 10-15oC
bahan dalam
lemari es?
34. Adakah jadwal Ada jadwal penyajian makanan adalah sebagai berikut: Seluruh Staf
penyajian  Pukul 07.00 WIB: Sarapan + Air putih RSBP
makanan bagi  Pukul 09.30 WIB: Snack dan kacang hijau
Rawat Inap?  Pukul 12.00 WIB: Makan siang + air putih
 Pukul 15.00 WIB: Snack, the manis (the manis untuk
S.VIP, VIP)
 Pukul 18.00 WIB: Makan malam + air putih
35. Upaya apa yang 1. Proses penyajian harus didampingi oleh Ahli Gizi GIZI,
dilakukan agar (didalam jam kerja) dan PJ. Tata Boga (diluar jam PANTRY
tidak terjadi kerja)
kesalahan pada 2. Tidak menggunakan bahan yang tidak dapat di
proses konsumsi atau menggunakan bahan yang
penataan/persiapa membahayakan seperti tusuk gigi, bungkus plastic dan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
n penyajian? lain-lain dalam pemberian garnish
36. Berdasarkan apa Perencanaan harian dibuat berdasarkan: GIZI,
saja perencanaan a. Menu yang akan dimasak PANTRY
harian pengadaan b. Jenis bahan makanan yang akan digunakan dalam
bahan makanan menu tersebut
dibuat? c. Jumlah pasien dan jumlah pesanan
d. Jumlah karyawan (untuk menu karyawan)
e. Standar resep dan standar porsi
f. Persediaan pesanan makan dokter
Khusus untuk bahan makanan kering dapat direncanakan
untuk persediaan maksimal 2 (dua) minggu sesuai kebutuhan
41. Apa upaya yang Pada saat berdinas petugas (Urusan Gizi dan Tata Boga)” GIZI,
dilakukan untuk 1. Menggunakan alat pelindung diri (APD) PANTRY
mencegah a. APD harus diganti setiap hari
makanan b. Jenis APD yang digunakan antara lain: sarung tangan,
terkontaminasi sepatu, tutup kepala, celemek dan masker
kuman/bakteri? 2. Petugas tida boleh menggunakan perhiasan dan jam
tangan
3. Petugas yang menderita diet harus segera berhenti
menangani makanan sampai gejalanya berhenti
selama 24-48 jam
4. Sebelum dan sesudah bekerja petugas harus mencuci
tangan (6 langkah) pada saran tempat cuci tangan
dengan sabun dan air mengalir.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

PAB
(PELAYANAN ANESTESI DAN
BEDAH)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI
1. Bgaimnan alur pasien pre Pasien dari poliklinik/ruangan setelah dikonsulkan KPRWT,
operasi? ke dokter spesialis lain, dikonsulkan ke dokter YANMED, FO
anestesi kemudian dilakukan pre op visite.
 Bila di acc untuk tindakan pasien dikirim
ke kamar operasi
 Bila tidak di acc dilakukan perbaikan
kondisi dahulu oleh dokter spesialis lain &
penilaian terhadap toleransi operasi
kemudian di evaluasi kembali oleh dokter
anestesi
2. Apakah pasien dengan Tidak, pada pasien dengan criteria cito, konsultasi KPRWT,
criteria cito alurnya sama dilakukan dengan dokter anestesi & kemudian YANMED, FO
dengan efektif? Coba pasien dibawa ke kamar operasi. Visite pre operasi
jelaskan? dilakukan dikamar operasi
3. Bagaimana cara Dokter operator menjelaskan tentang tindakan KPRWT,
memberikan informed yang akan dilakukan, tujuan komplikasi & YANMED, FO
consent pada pasien yang tindakan yang akan diambil bila ada penyulit serta
akan dilakukan operasi? menuliskan penjelasab yang sudah diberikan
dilembar persetujuan tindakan medic. Setelah
mendapat penjelasan yang sudah diberikan & bila
pasien atau keluarga setuju akan menandatangani
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
lembaran persetujuan tindakan medic. Persetujuan
ditanda tangani ooeh dokter operator &
pasien/keluarga dengan melibatkan saksi dari
pihak RS & Keluarga.
4. Bukti yang diberikan saat Lembar persetujuan/penolakan tindakan KPRWT,
informed consent? kedokteran YANMED
5. Pakah sign in, time out, Iya. Bukti ada form checklist keselamatan pasien KPRWT,
sign out dilaksanakan? tindakan operasi YANMED
Bukti pelaksanaanya?
6. Bagaimana pengkajian Pengkajian nyeri dilakukan dengan menilai skala KPRWT,
nyeri dilakukan & siapa VAS & dilakukan oleh perawat kamar YANMED
yang melakukan? bedah/dokter.
7. Bagaimana edukasi yang Saat konsultasi pre operatif dokter anestesi akan KPRWT,
diberikan oleh dokter menjelaskan tentang rencana anestesi yang YANMED
anestesi? diberikan, resiko tindakan, riwiyat penyakit, alergi
kondisi pasien & menentukan ASA pasien.
8. Persiapan apa saja yang Puasa sesuai dengan usia & jenis tindakan yang KPRWT,
diberikan terhadap akan dilakukan.memeriksa kelengkapan YANMED
keluarga pasien sebelum pemeriksaan pre operasi (pemeriksaan
dilakukan tindakan penunjang), konsul anestesi & dokter spesialis
operasi? lain sesuai indikasi. Pembersihan pada daerah
yang akan dilakukan sayatan/tindakan &
pemberian marker. Marker tidak dilakukan pada
operasi jenis laparatomi, dc, tonsilektomi, atau
operasi khusus seperti pemasanngan kateresasi
jantung.
9. Bagaimana pencatatan Pencatatan dilakukan dilembar anestesi (flosit KPRWT,
anestesi selama operasi? anestesi) & didokumentasikan direkam medik YANMED
pasien
10. Apakah laporan operasi Setelah selesai operasi, dokter operator KPRWT,
dikerjakan? Dimana membuatkan laporan operasi & didokumentasikan YANMED
buktinya? Minimal harus dalam rekam medic pasien. Minimal memuat:
memuat apa saja? a. Diagnose pasca operasi
b. Nama dokter bedah & asisten-asisten
c. Specimen bedah untuk pemeriksaan
d. Catatan spesifik komplikasi/tindakan &
komplikasi selama operasi, termasuk
jumlah kehilangan darah
e. Tanggal, waktu & TTD dokter yang
bertanggung jawab
11. Kapan pasien keluar dari Pasien keluar dari kamar operasi setelah tindakan KPRWT,
kamar operasi? operasi selesai dilakukan & pasien dipindahkan YANMED
oleh perawat asisten anestesi & sirkulasi ke ruang
pulih sadar
12. Kapan pasien bisa Pasien dapat dipindahkan dari ruang pulih sadar KPRWT,
dipindahkan dari kamar ke kamar perawatan/pulang dengan melihat YANMED
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
pulih sadar ke ruang scoring (alderette score) pada lembar anestesi
perawatan? yang diobservasi selama pasien diruang pulih
sadar. Bila score alderette pasien ≥ 9 pasien dapat
di pindahkan
13. Apa yang dipersiapkan Yang dipersiapkan saat pasien ODC pulang KPRWT,
saat pasien mau pulang adalah: YANMED
pada pasien dengan 1. Pasien sudah mendapat ijin dari dokter
tindakan ODC? anestesi & operator
2. Alderette score 10
3. Panke: obat yang harus diminum,
perawatan luka operasi & surat control
14. Bagaimana upaya yang Indikator mutu pelayanan instalasi OK ada 3 yaitu KPRWT,
dilakukan untuk surgical patient safety checklist, ketepatan jadwal YANMED
meningkatkan mutu operasi efektif & perubahan saturasi pada pasien
layanan instalasi? dn\engan anestesi umum/sedasi. Untuk surgical
patient safety checklist sasaran 100% & ketepatan
jadwal operasi elektif dinilai dalam waktu 15
menit dengan sasaran 100%. Untuk perubahan
saturasi pada pasien dengan anestesi umum dinilai
apakah ada penurunan saturasi & akan menjadi
bahan untuk evaluasi pada tim anestesi kamar
operasi
15. Bagaimana cara Cairan tubuh pasien yang tumpah dilantai kamar KPRWT,
membersihkan tumpahan operasi, disiram dengan cairan Filtrol YANMED
darah dikamar operasi? perbandingan 1:64, lalu di diamkan 15 menit,
dilap dengan lap kuning kemudian dibersihkan
sesuai prosedur
16. Cairan apa saja yang Forward 1:20 untuk lantai OK, clorin 1:9 untuk KPRWT,
digunakan untuk desinfektan alkes OK YANMED
membersihkan ruangan?
17. Cairan apa saja yang Cairan yang dipakai untuk merendam instrument KPRWT,
digunakan sebagai adalah Aniosym DDI, 5 cc ditambah 1000 cc air. YANMED
desinfektan instrument Direndam 5-10 menit, instrument dibuka 90o.
operasi?
18. Sebutkan daftar dokter Ada dokter yaitu: Seluruh Staf
anestesi yang ada di RS. RSBP
Bila dalam keadaan
darurat & semua dokter Bila dalam keadaan daruratsemua dokter anestesi
anestesi di RS tidak dapt tidak dapat hadir dapat dipanggil dokter anestesi
hadir, apa yang dilakukan? dari luar RS sesuai dengan rekomendasi ketua tim
Misalnya keadaan seprti anestesi & disetujui oleh dokter yaitu
apa? dr.Hj.halipah Mahyudin SpTHT,MM misalnya
pada keadaan ada kongres.
19. Apakah dokter anestesi Ya. Sesuai dengan jadwal jaga dokter anestesi Seluruh Staf
tersedia di luar jam kerja? RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
20. Bagaimana Dengan form site marking. Yang terlibat site KPRWT,
menginformasikan lokasi marking: dari operator, perawat, pasien/keluarga YANMED
operasi kepada pasien & dibuktikan dengan menandatangani formulir site
keluarga pasien? Siapa marking
sajakah yang terlibat
dalam dokumentasi site
marking?
21. Siaoa yang melakukan Dokter operator/orang yang akan melakukan KPRWT,
penandaan daerah operas tindakan diruang perawatan, dipoliknlinik, di RR, YANMED
& dimanan dilakukan? ditandai dengan bentuk bulat
Ditandai dengan bentuk
apa penandaan lokasi
operasi?
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

PKPO
(PELAYANAN KEFARMASIAN DAN
PENGGUNAAN OBAT)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASIZ
1. Apa saja perbekalan Obat High Alert adalah obat yang beresiko  Dokter
farmasi yang termasuk tinggi menyebabkan cedera bermakna pada  Apoteker
kelompok obat-obat High
pasien jika digunakan secara salah. Yang  Asisten
Alert? termasuk kelompok obat High Alert: apoteker
1. Antikonvulsan  Perawat
2. Thrombolytics agent
3. Insulin
4. Anestesi
5. Narkotika
6. Chemo terapy agent
7. Oxytosin
8. Elektrolit pekat
9. LASA (Look-Alike-Sound-Alike)
2. Apa saja daftar obat- Daftar obat-obatan NORUM (nama Obat  Dokter
obatan yang termasuk Rupa Ucapan Mirip) / LASA (Look-Alike-  Apoteker
dalam LASA/NORUM? Sound-Alike) dapat ditemukan di SPO obat-  Asisten
obatan NORUM/LASA dan juga pada buku apoteker
quality dan safety  Perawat
Contoh obat Look alike adalah obat-obat
dengan tampilan yang mirip namun sebenarnya
berbeda dosis (misalnya Amlodipin 5 mg dan
Amlodipin 10 mg)
Sementara contoh obat sound alike adalah
azithromycin dan erithromycin (terdengar
mirip). Daftar obat LASA yang lengkap
terlampir
3. Bagaimana cara SPO PENYIMPANAN OBAT HIGH  Dokter
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
penyimpanan obat-obat ALERT:  Apoteker
High Alert di RS? 1. Pisahkan penyimpanan obet high alert  Asisten
dari obat lain sesuai dengan daftar obat apoteker
high alert  Perawat
2. Tempatkan/keranjang penyimpanan
High Alert hanya terdiri dari satu jenis
high alert
3. Lemari penyimpanan High Alert
diberikan line merah dibagian
pinggirnya denag selotip berwarna
merah
4. Tempelkan label berwarna merah
dengan tulisan “HIGH ALERT” pada
setiap High Alert kecuali sitotoksi dan
obat-obat LASA (Look-alike-Sound-
Alike)
5. Label High Alert ditempel pada bagian
depan setiap kemasan primer maupun
sekunder, tanpa menutupi tulisan nama
obat, kekuatan serta bentu sediaan dan
tanggal expired date.
6. Narkotika disimpan dilemari khusus
Narkotika, terpisah dengan obat-obat
High Alert yang lain.
4. Bagaimana kebijakan Obat-obatan High Alert (Kalium Klorida 7,46%  Dokter
penyimpanan elektrolit dalam ampul dan Natrium klorida 3% dalam  Apoteker
pekat di RS? kolf) hanya disimpan di ruang tindakan  Asisten
(OK/VK) dan perawataj intensif apoteker
(ICU,NICU,HCU). Obat High Alert tersebut  Perawat
diberi stiker ‘High Alert” berwarna dasar
merah dengan tulisan High Alert (berwarna
kuning) dan periksa kembali (berwarna kuning).
Khusus untuk larutan elektrolit pekat juga
diberi penandaan stiker yang bertuliskan
“elektrolit pekat, harus diencerkan sebelum
diberikan”
5. Bagaimana prosedur  Obat emergenci disimpan dalam troli/kit  Dokter
pengelolaan obat emergenci terkunci, idperiksa,  Apoteker
emergenci di RS? dipastikan selalu tersedia dan harus  Asisten
diganti segera (maksimal 2 jam) jika apoteker
jenis dan jumlahnya sudah tidak sesuai  Perawat
lagi dengan daftar yang
ditempel/digantung ditroli/kit
emergenci. Perbekalan farmasi dan
penguncian troli/kit tersebut dikontrol
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
oleh farmasi.
 Troli akan dibuka 3 bulan sekali untu
dilakukan pemeriksaan kesesuaian
perbekalan farmasi dengan daftar,
ketepatan penyimpanan dan tanggal
kaduluarsa.
6. Bagaimana alur Baik dokter maupun perawat yang menemukan  Dokter
pelaporan insiden apabila terjadinya medication error boleh melaporkan  Apoteker
terjadi medication error? kejadian tersebut.  Asisten
apoteker
SPO pelaporan Insiden  Perawat
7. Bagaimana kebijakan RS Resep harus memenuhi kelengkapan:  Dokter
tentang persyaratan resep  Nama pasien, tanggal lahir atau umur  Apoteker
yang lengkap? pasien (jika tidak dapat menginga  Asisten
tanggal lahir), no rekam medic dan berat apoteker
badan pasien (untuk pasien anak)  Perawat
 Nama dokter, SIP dokter, alamat prakek
dokter
 Tanggal penulisan resep dan ruang
pelayanan
 Mengisi kolom riwayat alergi obat pada
bagian kiri atas lembar resep manual
 Menuliskan tanda R pada setiap sediaan
Untuk nama obat tunggal ditulis dengan
nama generic. Untuk obat kombinasi di
tulis sesuai nama dalam formularium,
dilengkapi dengan bentuk sediaan obat
(contoh: injeksi, tablet, kapsul, salep),
serta kekuatannya contoh: 500 mg, 1
gram).
 Bila obat berupa racikan dituliskan
nama setiap jeis/bahan obat dan jumlah
bahan obat (untuk bahan padat (untuk
bahan padat: microgram, milligram,
gram) dan untuk cairan: tetes, milliliter,
liter.
 Pencampuran beberapa obat dalam satu
sediaan tidak di anjurkan, kecuali
sediaan dalam bentuk campuran tersebut
telah terbukti aman dan efektif
 Aturan pakai (Frekuensi, dosis, rute
pemberian). Untuk aturan pakai jika
perlu atau pro atau “pro re nata” harus
dituliskan dosis maksimal dalam sehari.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
8. Bagaimana prosedur Pemberian obat menggunakan prinsip 7 benar:  Dokter
pemberian obat yang 1. Benar pasien  Apoteker
berlaku di RS anggota 2. Benar indikasi  Asisten
HHG? 3. Benar obat apoteker
4. Benar dosis  Perawat
5. Benar cara pemberian
6. Benar waktu pemberian
7. Benar dokumentasi
9. Bagaimana prosedur Intruksi lisan hanya dilakukan jika dokter tidak  Dokter
pemberian intruksi obat ada di ruang rawat. Intruksi lisan tidak boleh  Apoteker
secara lisan? dilakukan untuk obat high alert, kecuali dalam  Asisten
keadaan emergensi. apoteker
Prosedur intruksi lisan:  Perawat
Petugas yang menerima intruksi lisan harus
menulis intruksi yang diberikan (catat) di
lembar catatn terintegritas, membacakan
kembali (read black), untuk semua obat harus
dieja, kemudian penerima intruksi akan
mengkonfirmasikan intruksi yang diberi
kandungan cara bertanya ulang dan pemberi
intruksi harus membubuhkan tanda tangan
dalam waktu 1 X 24 jam.
10. Bagaiamana penulisan Resep harus memenuhi kelengkapan:  Dokter
resep yang lengkap? a. Nama pasien, tanggal lahir (umur), no  Apoteker
rekam medis dan berat badan untuk  Asisten
pasien anak apoteker
b. Nama dokter, tanggal penulisan resep,  Perawat
dan ruang pelayanan
c. Mengisi kolom riwiyat alergi obat pada
bagian atas kanan lembar resep
d. Menuliskan tanda R pada setiap sediaan,
dilengkapi dengan bentuk sediaan
(injeksi, tablet, kapsul, sirup) serta
kekuatannya (500 mg, 1 gram dsb)
 Bila obat berupa racikan dituliskan
nama setiap jenis obat dan jumlah bahan
obat (untuk bahan padat, microgram,
milligram, gram) dan tuntuk cairan:
tetes, milliliter, liter.
e. Aturan pakai (Frekuensi, dosis, rute
pemberian). Untuk aturan pakai *jika
perlu atau pro renata*, harus dituliskan
dosis maksimal dalam sehari.
11. Bagaimana memastikan  Dengan melaksanakan pemeriksaan  Dokter
bahwa obat tidak brlapis melalui HTKPJ yaitu setiap  Apoteker
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
tertukar? pemberian harga, timbang, kemas,  Asisten
penyerahan dilakukan oleh petugas yang apoteker
berbeda. Setiap petugas yang melakukan  Perawat
setiap bagian tersebut harus
membubuhkan namanya dan jam selesai
sehingga jika terjadi medication error
dapat ditelusuri
 Penyerahan dilaksanakan sesuai dengan
SPO penyerahan dengan menyebutkan
nama pasien minimal dua suku kata
dengan nama dokter.
12. Bagaimana jika Sesuai dengan “SPO PENANGANAN  Apoteker
obat/perbekalan farmasi PERBEKALAN FARMASI KOSONG ATAU  Asisten
kosong atau tidak TIDAK TERSEDIA” apoteker
tersedia di farmasi? 1. Petugas instalasi farmasi memeriksa
ulang ketersediaan perbekalan dengan
melihat stock fisik dan ketersediaan di
seluruh ruang/instlasi melalui modul VB
2. Nila ketersediaan perbekalan farmasi
yang diresepkan ada diruang/instalasi
lain, petugas instalasi farmasi
berkoordinasi dengan unit unit terkait
untuk dilakukan retur.
3. Bila tidak tersedia maka petugas farmasi
menghubungi dokter penulis resep untuk
mengarahkan penggunaan obat atau alat
kesehatan yang tersedia di instalasi
farmasi.
4. Bila dokter tidak bersedia untuk
menggunakan padanan yang tersedia di
instalasi farmasi, maka petugas instalasi
farmasi dapat melakukan pengadaan
perbekalan farmasi melalui apotek
rekanan atau non rekanan.
5. Lakukan pencatatan pembelian keluar
6. Hasil pencatatan pembelian keluar
dianalisa dan di evaluasi sebagai dasar
perubahan stok min-max atau pengajuan
perbekalan farmasi baru diusulkan
pengadaannya melalui departemen
logistic.
13. Bagaimana jika tulisan Jika resep tidak terbaca maka petugas farmasi  Apoteker
resep tidak terbaca? melakukan konfirmasi kepada minimal 3 orang  Asisten
AA atau apoteker untuk membacakan tulisan apoteker
dokter. Jika tulisan tersebut masih tidak terbaca
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
maka petugas farmasi melakukan konfirmasi
kepada dokter penulis resep melalui telp.
14. Bagaimana pemantauan Pemantauan suhu lemari es dilakukan setiap 2X  Apoteker
penyimpanan obat-obat sehari dengan dicatat pada form pemantauan  Perawat
yang disimpan pada suhu suhu yang terdapat di dinding lemari es.
khusus (2-8o C) dilemari Pemantauan suhu dilakukan oleh perawat tiap-
es? tiap ruangan setiap pukul 07.00 dan 19.00 WIB
dan dilakukan pengecekan oleh Apoteker klinis
setiap harinya.
15. Bagaimana jika pasien Lakukan prosedur Rekonsiliasi  Apoteker
membawa obat dari luar 1. Pasien yang mendapatkan rekomendasi  Asisten
RS? untuk dirawat inap oleh DPJP yang apoteker
membawa obat sendiri harus  Perawat
menyerahkan obat yang dibawa kepada
DPJP atau dokter jaga yang bertugas
pada saat itu untuk mendapatkan
persetujuan penggunaan.
2. DPJP memberikan rekomendasi
penggunaan obat yang dibawa oleh
pasien
a. Jika setuju: DPJP membuat memo
persetujuan penggunaan obat tersebut.
b. Jika tidak setuju: DPJP membuat memo
penolakkan beserta alasannya.
3. Perawat mambawa dan menyerahkan
memo beserta obat tersebut kepada
instalasi farmasi.
4. Jika memo tersebut:
a. Memo persetujuan: maka petugas
farmasi melakukan identifikasi obat dan
penggemasan ulang.
b. Memo penolakkan: petugas farmasi
akan menggemas obat tersebut agar
tidak digunakan oleh pasien
5. Petugas farmasi menyerahkan obat
tersebut kepada perawat:
a. Untuk obat yang digunakan: obat
disimpan di kotak obat pasien.
b. Untuk obat yang tidak di gunakan:
perawat akan menyerahkan kepada
keluarga pasien untuk segera dibawa
pulang.
16. Bagaimanan jika Jika kejadian ESO terjadi pada saat jam kerja,
ditemukan adanya reaksi maka perawat yang mengetahui kejadian
efek samping obat pada tersebut segera memanggil apoteker klinis,
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
pasien rawat inap? didokumentasikan di dalam form laporan efek
samping obat yang akan dimasukkan dalam
BRM pasien tersebut. Kemudian apoteker
menghubungi DPJP untuk melaporkan dan
meminta advice lebih lanjut.
Jika diluar jam kerja apoteker, makak
pencatatan/pendokumentasian dan pelaporan
kejadian ESO kepada DPJP dilakukan perawat.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

MKE
(MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN
EDUKASI)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI
1. Apa yang dimaksud Adalah pasien memberikan pengetahuan dan Seluruh Staf
dengan pendidikan keterampilan kepada pasien/keluarga yang RSBP?
pasien dan keluarga? diberikan oleh klinis RS yang kompeten dalam
rangka membantu pasien berpartisipasi lebih baik
dalam asuhan yang diberikan?
2. Siapa saja yang Semua pemberian informasi dan edukasi kepada Seluruh Staf
memberikan edukasi pasien dan keluarga diberikan oleh petugas yang RSBP?
kepada pasien dan berkompeten dan berkoordinasi oleh panitia PKRS
keluarga? (Acuan: Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 004
Tahun 2012 Tentang Petunjuk Teknis Promosi
Kesehatan Rumah Sakit)
3. Siapa yang dimaksud Dokter Spesialis, dokter umum, bidan, perawat, dan Seluruh Staf
dengan staf tenaga kesehatan lain (ahli gizi, apoteker, terapis, RSBP?
klinis/petugas yang fisioterapis, radiographer, analis, lab, petugas rekam
kompeten? medis dan kesehatan lingkungan) yang sudah
kredensial
4. Siapa yang dimaksud Adalah setiap orang yang melakukan konsultasi Seluruh Staf
dengan pasien? masalah kesehatannya untuk memperoleh RSBP?
pelayanan kesehatana yang diperlukan
5. Siapa yang dimaksud Yang dimaksud dengan keluarga adalah keluarga Seluruh Staf
dengan keluarga? terdekat pasien yaitu suami atau istri, orang tua RSBP?
yang sah atau anak kandung, saudara kandung, dan
penanggung jawab pasien.
6. Apa yang dimaksud Yang cocok dengan pilihan pembelajaran yang tepat Seluruh Staf
dengan pembelajaran sesuai dengan agama, nilai budaya, kemampuan dan RSBP?
efektif? kemauan membaca, serta bahasa yang digunakan
oleh pasien.
7. Apa yang dimaksud Komunikasi yang informative, dapat di mengerti Seluruh Staf
dengan komunikasi dan tepat RSBP?
yang efektif?
8. Apa yang dimaksud Orang yang memberikan pesan Seluruh Staf
dengan komunikator? RSBP?
9. Bagaimana Yang menguasai materi edukasi, pengetahuan luas, Seluruh Staf
komunikator yang baik? cara bicara jelas, dan menjadi pendengar yang baik RSBP?
10. Apa yang dimaksud Orang yang menerima pesan Seluruh Staf
dengan komunikasi? RSBP?
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
11. Apa yang dimaksud Adalah suatu hal yang menghambat proses Seluruh Staf
dengan hambatan komunikasi, meliputi: gangguan fisik, masalah RSBP?
komunikasi? semantic (struktur bahasa dan makna kata),
perbedaan budaya, tidak ada feedback, dll)
12. Apa yang dimaksud Respon dari komunikasi terhadap pesan yang Seluruh Staf
denga feedback? diterima RSBP?
13. Apa yang dimaksud Upaya membantu atau memfasilitasi Seluruh Staf
dengan pemberdayaan? pasien/keluarga sehingga memiliki pengetahuan, RSBP?
kemauan dan kemampuan untuk mencegah dan
mengatasi masalah kesehatan yang dihadapinya
14. Apa yang dimaksud Strategi kegiatan dalam upaya menciptakan suasana Seluruh Staf
dengan bina suasana? lingkungan yang kondusif sehingga mengguatkan RSBP?
dukungan terhadap perubahan perilaku kesehatan
pasien/keluarga dari fase ttahu ke fase mau dan
mampu.
15. Sebutkan lima tingkat 1. Promosi kesehatan (health promotion) Seluruh Staf
pencegahan pada 2. Perlindungan khusus (spesific protection) RSBP?
pelayanan pendidikan 3. Diagnosa dini dan pengobatan segera (early
kesehatan? diagnosis and prompt treatment)
4. Pembatasan cacat (disability limition)
5. Pemulihan (rehabilitation)
16. Kepada siapa promosi Kepada orang sebelum sakit (pasien dan keluarga Seluruh Staf
kesehatan diberikan? yang mempunyai penyakit yang beresiko RSBP?
menularkan penyakitnya kepada keluarga dan
tenaga kesehatan lain)
17. Sebutkan 5 contoh 1. Cara perbaikan sanitasi lingkungan sehingga Seluruh Staf
kegiatan pandkes yang tidak tertular DHF RSBP?
termasuk dalam 2. Pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala
promosi kesehatan? 3. Cara meningkatkan gizi anggota keluarga
4. Kebiasaan hidup sehat
18. Sebutkan 3 contoh 1. Pemberian vaksinasi pada semua bayii yang Seluruh Staf
kegiatan pendkes yang lahir di RS Bunda RSBP?
termasuk dalam 2. Pemberian vaksinasi kepda anak/orang
perlindungan khusus? dewasa yang sehat
3. Pemberian vaksinasi kepada anak/orang
dewasa yang sehat
19. Sebutkan 3 contoh 1. Pada pasien yang beresiko terkena kanker Seluruh Staf
kegiatan pendkes yang diberikan pendkes tentang: RSBP?
termasuk dalam a. Pemeriksaan pap smear
“Diagnosis dini dan b. Pemeriksaan IVA (inpeksi visual dengan
pengobatan segera”? asam asetat)
c. Pemeriksaan SADARI (pemeriksaan
payudara sendiri)
2. Mendeteksi penderita dengan pemeriksaan
darah, rontgen paru-paru, dan segera
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
memberikan pengobatan
3. Mendeteksi semua orang yang kontak
dengan penderita penyakit menular, dan
memberikan edukasi
20. Kegiatan pembatasan 1. Pasien sembuh dulu baru diperbolehkan Seluruh Staf
kecacatan meliputi? pulang oleh DPJP RSBP?
(sebutkan 4) 2. Penjelasan komplikasi yang mungkin terjadi
dan tanda gejalanya
3. Skrining komplikasi
4. Fasilitas pasien dengan rehabilitativf medic
21. Apa yang dimaksud Usaha RS untuk dapat mengembalikan pasien Seluruh Staf
dengan pemulihan kepada keluarga dan lingkungannya agar RSBP?
(rehabilitasi) dalam mempunyai kualitas hidup yang baik dan tidak
kegiatan pendkes? bergantung kepada orang lain, meliputi pemulihan
fisik, mental, social, dan estetika
22. Metode pendidikan 1. Perorangan (Induvidual) Seluruh Staf
kesehatan yang 2. Kelompok RSBP?
diberikan kepada pasien
dan keluarga di RS
adalah?
23. Bagaimana pelaksanaan 1. Digunakan untuk membina perilaku baru Seluruh Staf
metode pendidikan yang harus dilakukan oleh pasien RSBP?
perorangan 2. Mempunyai masalah kesehatan yang
(individual)? berbeda dengan yang lain
3. Diberikan dalam bentuk wawancara dan
konseling.
4. Saat pasien masih di tempat tidur
24. Bagaimana pelaksanaan Dibedakan menjadi kelompok kecil dan besar Seluruh Staf
metode pendidikan RSBP?
kelompok?
25. Metode apakah yang Kelompok kecil ( < 15 orang) menggunakan Seluruh Staf
digunakan pada metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan simulasi RSBP?
kelompok kecil? contoh:
1. Kursus pra persalinan
2. Senam hamil
3. Kursus cara merawat bayi
4. Kursus pijat bayi
26. Metode apakah yang Kelompok besar (> 15 orang) menggunakan metode Seluruh Staf
digunakan pada seminar: RSBP?
kelompok besar? 1. Seminar kesehatan
2. Sing klinik untuk pasien/keluarga/umum
27. Dimana saja tempat 1. Didalam gedung Seluruh Staf
pendidikan kesehatan a. Diruang pendaftran RSBP?
RS dilakukan? b. Diruang rawat jalan (poliklinik kebidanan,
poliklinik anak, dan poliklinik umum)
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
c. Di IGD
d. Di ruang rawat inap (ruang perawatan
pasien, ruang insentif, dan ruang khusus)
e. Di ruang penunjang medis (laboratorium,
radiologi, farmasi, rehabilitasi medis, dan
KTK)
f. Di ruang pemulasaran jenazah
g. Di ruang administrasi pasien pulang
2. Diluar gedung
a. Di tempat parker
b. Di taman RS
c. Di dinding luar RS
d. Di tempat umum di lingkungan RS (tempat
ibadah, kios dll)
e. Di pagar pembatas kawasan RS
28. Materi edukasi apa Diruang ini disediakan informasi tentang RS Seluruh Staf
yang bisa diberikan di meliputi: RSBP?
tempat a. Manajemen RS (company profil RS)
pendaftran/admission? b. Jadwal dokter jaga
c. Jenis pelayanan yang tersedia
d. Informasi tentang penyakit baik pencegahan
maupun cara mendapatkan penanganan
penyakit tsb
29. Materi edukasi apa 1. Pentingnya skirining pemeriksaan untuk Seluruh Staf
yang bisa diberikan di deteksi kanker RSBP?
poliklinik kebidanan? 2. Pentingnya imunisasi/vaksinasi
3. Cara memberikan obat-obat emergensi di
rumah
4. Pentingnya senam hamil
5. Diet pada ibu hamil
6. Cara cuci tangan
7. Tanda-tanda kegawatan kehamilan
30. Materi edukasi apa 1. Pentingnya imunisasi/vaksinasi Seluruh Staf
yang bisa diberikan di 2. Cara memberikan obat-obat emergensi RSBP?
poliklinik anak? dirumah
3. Penanganan anak panas
4. Penanganan anak kejang dirumah
5. Penanganan anak diare
6. Penanganan anak sesak
7. Penanganan anak mimisan/epistaksis
8. Pemberian asi dan makanan pendamping asi
9. Pentingnya pemenuhan gizi seimbang apada
tumbuh kembang anak
10. Cara cuci tangan
31. Materi edukasi apa 1. Pentingnya olaraga untuk menjaga Seluruh Staf
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
yang bisa diberikan di kesehatan RSBP?
poliklinik umum? 2. Cara memberikan obat-obat emergensi
dirumah
3. Penanganan panas
4. Penanganan kejang
5. Penanganan diare
6. Penanganan sesak
7. Etika batuk
8. Cara cuci tangan
9. Diet pada penderita sakit jantung
10. Diet pada penderita hepatitis
11. Diet pada penderita diabetes melitus (DM)
12. Diet khusus pada pasien lanjut usia
32. Materi edukasi apa Di ruang ini disediakan informasi tentang: Seluruh Staf
yang bisa diberikan di a. Salam hangat dan ucapan selamat jalan, RSBP?
ruang administrasi? semogga bertambah sehat
b. Jika membutuhkan bantuan/pertolongan,
jangan ragu-ragu menghubungi/datang ke
RS
33. Diarahkan kemana Ke ruangan poliklinik, dan PMO (personal Seluruh Staf
pasien rawat jalan yang maternity officer) pada kasus kebidanan RSBP?
membutuhkan
konsultasi?
34. Media apa yang Poster/banner/televise/VCD/DVD player yang Seluruh Staf
digunakan diruang menayangkan informasi tentang penyakit-penyakit RSBP?
tunggu poliklinik untuk atau materi edukasi yang sesuai dengan pelaynan
memberikan informasi poliklinik yang bersangkutan.
kesehatan?
35. Bagaimana proses
1. Assesmen kebutuhan pembelajaran pasien Seluruh Staf
edukasi dilaksanakan? dan keluarga RSBP?
2. Penyampaian informasi dan edukasi sesuai
kebutuhan pasien dan keluarga.
3. Verifikasi bahwa pasien dan keluarga
menerima dan memahami edukasi yang
diberikan.
4. Dokumentasi dalam BRM pasien
36. Kapan pasien di IGD Saat pasien sudah ditanggani kegawatannya Seluruh Staf
mendapatkan edukasi? RSBP?
37. Materi edukasi apa 1. Penanganan pasien panas Seluruh Staf
yang dapat diberikan 2. Penanganan pasien kejang RSBP?
pada pasien di IGD? 3. Penanganan pasien sesak
4. Penanganan pasien epistaksis/mimisan
5. Penanganan pasien luka bakar
6. Penanganan pasien fraktur/patah tulang
7. Tanda-tanda dehidrasi pada pasien diare
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
8. Tanda-tanda syok pada pasien demam
berdarah
9. Tanda-tanda kegawatan lain yang harus
mengharuskan keluarga segera membawa ke
rumah sakit

38. Edukasi apa yang 1. Prosedur pengambilan sampel pemeriksaan Seluruh Staf
diberikan oleh seorang (darah, urine, fese, sperma, dahak) RSBP?
analis laboratorium? 2. Persyaratan sebelum pemeriksaan
3. Pada pemeriksaan yang dirujuk
informasikan tentang hubungan dokter yang
merujuk dengan pelayanan laboratorium di
luar RS
39. Bagaimana cara analisa Dapat secara langsung dengan tatap muka, dapat Seluruh Staf
laboratorium juga menggunakan media seperti leaflet dan poster RSBP?
melakukan edukasi?
40. Edukasi apa yang Prosedur pemeriksaan Seluruh Staf
diberikan oleh seorang 1. Bahaya radiasi apabila frekuensi radiasi RSBP?
radiografer? berlebihan]
2. Pada pemeriksaan yang dirujuk,
informasikan tentang hubungan dokter yang
merujuk dengan radiologi dan 42 diagnostik
imaging di luar RS
41. Bagaimana cara Dapat secara langsung dengan tatap muka, dapat Seluruh Staf
radiografer melakukan juga menggunakan media seperti leaflet dan poster. RSBP?
edukasi?
42. Edukasi apa yang dapat 1. Bagaimana memberikan obat dirumah Seluruh Staf
diberikan oleh seorang meliputi dosis, waktu, cara member obat RSBP?
apoteker di pelayanan 2. Bagaimanan apabila obat tidak diberikan
farmasi? sesuai aturan
3. Manfaat obat dan keuntungan penggunaan
obat-obatan sesuai indikasi
4. Kedisplinan dan kesabaran dalam
menggunakan obat sesuai dengan petunjuk
dokter
5. Efek samping obat yang harus diperhatikan
dan di waspadai
6. Maknan yang harus dihindari saat
mengkomsumsi obat tersebut
43. Bagaimana cara Dapat secara langsung dengan tatap muka, dapat Seluruh Staf
apoteker melakukan juga menggunakan media seperti leaflet dan poster RSBP?
edukasi?
44. Siapa yang dapat Dokter rehabilitasi medik dan terapis/fisioterapi Seluruh Staf
memberikan edukasi RSBP?
dipelayanan rehabilitasi
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
medic (RM) dan klinik
tumbuh kembang
(KTK)?
45. Materi edukasi apa Tentang teknik-teknik rehabilitasi kepada pasien Seluruh Staf
yang dapat diberikan RSBP?
dipelayanan RM &
KTK?
46. Edukasi dipelayanan 1. Di ruang perawatan Seluruh Staf
rawat inap dapat 2. Di ruang khusus RSBP?
dilakukan dimana saja?
47. Kepada siapa edukasi di Kepada pasien yang belum dapat meninggalkan Seluruh Staf
rawat inap diberikan? tempat tidur dan harus terus berbaring, dan kepada RSBP?
keluarga
48. Metode apa yang Menggunakan metode perorangan (individual) yaitu Seluruh Staf
digunakan pada pasien wawancara, konseling, sehingga staf RS yang RSBP?
di yan rawat inap memberikan edukasi/pendidikan kesehatan dapat
diberikan? disebut sebagai educator
49. Siapakah educator RS 1. DPJP (Dokter penanggung jawab Seluruh Staf
di ruang rawat inap? pelayanan) RSBP?
2. Dokter ruangan/penyelia/case manager
3. Perawat
4. Apoteker
5. Radiographer
6. Ahli gizi
7. Terapis/fisioterafis
50. Apa saja media yang Leaflet/poster/buku bergambar/laptop/dll yang Seluruh Staf
dapat digunakan oleh berisi materi edukasi RSBP?
educator di rawat inap?
51. Apa materi edukasi 1. Penggunaan obat-obatan yang didapat Seluruh Staf
yang dapat diberikan di pasien secara efektif dan aman, termasuk RSBP?
rawat inap? potensi efek samping obat dan interaksi obat
2. Penggunaan peralatan medis secara efektif
dan aman, meliputi alat medis yang
digunakan pasien (syringe pump, infuse
pump, transfusion pump, alat monitor, alat
inhalasi, ventilator, suction dll)
3. Potensi interaksi antara obat yang
diresepkan dengan obat lainnya (termasuk
OTC/Over the counter), serta makanan
52. Kepada siapa edukasi Kepada pasien yang sudah dapat meninggalkan Seluruh Staf
yan rawat inap yang tempat tidurnya RSBP?
dilaksanakan di ruang
khusus?
53. Apa yang dimaksud Yaitu ruang diluar perawatan, misalnya ruang Seluruh Staf
“Ruang Khusus”? kursus, ruang senam dll RSBP?
54. Media apa yang Flipchart, poster, standing banner, laptop dan led Seluruh Staf
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
digunakan pada untuk menayangkan gambar dan film RSBP?
pelaksanaan
edukasi/konseling
berkelompok?

55. Sebutkan contoh 1. Senam hamil Seluruh Staf


edukasi berkelompok 2. Kursus pra persalinan RSBP?
yang dilaksanakan di 3. Kursus perawatan bayi
RS Bunda?
56. Siapa yang dapat Pasien, keluarga, dan pengunjung pasien/pembesuk Seluruh Staf
mengikui edukasi RSBP?
berkelompok?
57. Pada assesemen 1. Keyakinan dan nilai-nilai pasien dan Seluruh Staf
pembelajaran, data apa keluarga RSBP?
yang harus dikaji? 2. Kemampuan membaca, tingkat pendidikan
dan bahasan yang digunakan
3. Hambatan emosional dan motivasi
4. Keterbatasan fisik dan kognitif
5. Kesediaan pasien untuk menerima informasi
58. Untuk apa assesmen Sebagai dasar dalam pembuatan Satuan Acara Seluruh Staf
dilakukan? Pembelajaran (SAP) yang di dalamnya ada sialbus RSBP?
59. Sebutkan isi dari 1. Judul materi Seluruh Staf
Silabus? 2. Pokok dan sub pokok bahasan RSBP?
3. Tujuan
4. Sasaran
5. Metode
6. Media
7. Edukator
60. Dimana pencatatan Tercatat dalam Berkas Rekam Medis (BRM) pasien Seluruh Staf
hasil assesmen? RSBP?
61. Sebutkan syarat sebagai 1. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang Seluruh Staf
edukator? materi edukasi RSBP?
2. Mempunyai keterampilan komunikasi
3. Menyediakan waktu yangade kuat
4. Menyediakan media sesuai dengan
kemampuan pasien/keluarga menerima
informasi

62. Bagaimana langkah Sesuai dengan SAP Seluruh Staf


penyampaian materi RSBP?
dilakukan?
63. Bagaimana penanganan 1. Jika didapatkan hambatan bahasa maka Seluruh Staf
edukasi pasien jika dapat menghubungi tim PKRS untuk RSBP?
terkendala bahasa/fisik? mendapatkan penerjemah
2. Jika hambatan fisik (tuli/bisu) dapat
menggunakan leaflet/tulisan dan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
gambar/monitor computer/televise /media
lain yang sesuai
64. Bagaimana cara kita Dengan verifikasi Seluruh Staf
mengetahui bahwa RSBP?
pasien/keluarga sudah
menerima dan
memahami edukasi
yang diberikan?
65. Kapan verifikasi Dapat langsung setelah edukasi diberikan, dan atau Seluruh Staf
dilakukan? sebelum pasien pulang RSBP?
66. Bagaimana cara 1. Dorong pasien bertanya aktif Seluruh Staf
verifikasi? 2. Kaji/tanyakan kembali pengetahuan RSBP?
pasien/keluarga setelah edukasi
3. Apabila edukasi yang diberikan bersifat
kemampuan motorik, pastikan
pasien/keluarga sudah betul-betul
memahami dan memperaktekkan
4. Setelah pasien dapat menjelaskan dan atau
mempraktekkan, minta tanda tangan di form
KIE
67. Apa indikator bahwa Pasien/keluarga memberikan tanda tangan di form Seluruh Staf
pasien/keluarga sudah KIE RSBP?
memahami?
68. Apa saja formulir yang 1. Formulir assesmen awal pasien rawat inap Seluruh Staf
harus di isi pada yang di isi oleh perawat ruang rawat inap, RSBP?
pelaksanaan edukasi? selanjutnya di kolaborasikan kepada staf
klinis RS yang berkaitan
2. Formulir catatan perkembangan pasien
terintegritas untuk assesmen pada pasien
rawat jalan
69. Apa formulir yang Formulir komunikasi informasi dan edukasi (KIE) Seluruh Staf
harus di isi pada RSBP?
pelaksanaan edukasi?
70. Apa yang 1. Materi yang sudah dijelaskan Seluruh Staf
didokumentasikan 2. Siapa educator yang memberikan materi RSBP?
dalam form KIE? edukasi
3. Berapa lama durasi waktu pelaksanaan
4. Sertakan tanda tangan pasien/keluarga
71. Kepada siapa hasil Kepada Direktur RS oleh Tim PKRS (Promosi Seluruh Staf
kegiatan pendidikan Kesehatan Rumah Sakit RSBP?
pasien dan keluarga
dilaporkan?
72. Siapa saja Tim PKRS? …………………………………………. Seluruh Staf
RSBP?
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

KELOMPOK
STANDAR
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

MANAJEMEN
RUMAH SAKIT

PMKP
(PENINGKATAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN)
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
N PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIK
O ASI
1. Apa yang Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang Seluruh Staf
dimaksud dengan dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan RSBP
mutu pelayanan yang sesuai dengan tingkat kepuasaan rata-rata, serta
kesehatan? penyelenggaraanya sesuai dengan standar dan kode etik
profesi
2. Apa yang Peningkatan mutu adalah pendekatan terhadap proses Seluruh Staf
dimaksud dengan pembelajaran dan proses perbaikan yang terus menerus dan RSBP
Peningkatan Mutu? proses penyediaan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan
pasien dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.
3. Apa yang Peningkatan mutu dan keselamatan pasien adalah upaya Seluruh Staf
dimaksud dengan peningkatan mutu secara keseluruhan, dengan terus menerus RSBP
peningkatan Mutu mengurangi resiko terhadap pasien dan staf baik dalam proses
dan keselamatan klinis maupun lingkungan fisik
pasien?
4. Darimana pertama Melalui program diklat/pelatihan yang di dapat pada saat Seluruh Staf
kali anda Orientasi Karyawan Baru (ORKA) dimana salah satu materi RSBP
mengetahui yang diberikan adalah pengenalan tentang mutu dan
tentang keselamatan pasien
pengertuian &
peningkatan mutu
& keselamatan
pasien?
5. Ada berapa jenis Ada 4 yaitu: Seluruh Staf
tingkatan 1. Tingkatan dasar RSBP
diklat/pelatihan 2. Tingkatan lanjutan
PMKP yang di 3. Tingkatan khusus staf mutu & resiko
tetapkan RS Bunda 4. Tingkatan direksi
Palembang?
6. Apa yang Indikator adalah suatu cara untuk menilai penampilan kerja Seluruh Staf
dimaksud dengan suatu kegiatan dengan menggunakan instrument. RSBP
indikator? Apa Sudah ada di setiap ruangan, tolong untuk dihapalkan
indikator mutu
ruangana masing-
masing?
7. Ada berapa Ada 4 yaitu: Seluruh Staf
indikator kinerja 1. Indikator area klinis RSBP
RS yang 2. Indikator area managerial
berhubungan 3. indikator area sasaran keselamatan pasien
dengan mutu 4. indikator ILM (international Library Measure)
mengacu standar
Akreditasi Rumah
Sakit, KEMKES-
KARS 2011?
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
8. Ada berapa jumlah 40 Indikator Seluruh Staf
penilaian indikator RSBP
di RS Bunda
palembang?
9. Berdasarkan apa Standar yang digunakan ditetapkan berdasarkan: Seluruh Staf
standar indikator a. Acuan dari berbagai sumber (Regulalsi Nasional, ILM) RSBP
RSBP di tetapkan? b. Benchmarking dengan Rumah Sakit yang setara
c. Berdasarkan trend yang menuju kebaikan
10 Apa saja yang Indikator Area Klinis: Seluruh Staf
. termasuk indikator 1. Assesmen pasien RSBP
area klinis di 2. Pelayanan radiologi dan pencitraan diagnostic
RSBP? 3. Pelayanan laboratorium
4. Prosedur operasi
5. Penggunaan antibiotik dan obat lainnya
6. Kesalahan obat dan nyaris cidera
7. Penggunaan anestes dan sedasi
8. Penggunaan darah dan produk darah
9. Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan tentang
pasien
10. Pencegahan dan pengendalian, pengawasan serta
pelaporan infeksi

11. Apa saja yang Indikator Area Managerial: Seluruh Staf


termasuk indikator 1. Pengadaan suplai serta obat penting yang dibutuhkan RSBP
Area Managerial di secara rutin
RSBP? 2. Pelaporan kegiatan seperti yang diatur Undang-
Undang dan Peraturan
3. Manajemen resiko
4. Manajemen penggunaan sumber daya
5. Harapan dan kepuasaan pasien atau keluarga pasien
6. Harapan dan kepuasan staf
7. Demografi pasien dan diagnosis klinis pasien
8. Manajemen keuangan
9. Pencegahan dan pengendalian peristiwa yang
membahayakan keselamatan pasien, keluarga pasien
dan staf
12 Apa saja yang Indikator Area Sasaran Keselamatan Pasien: Seluruh Staf
. termasuk indikator 1. Pemantauan ketepatan indentifikasi pasien RSBP
Area Sasaran 2. Pemantauan peningkatan komunikasi yang efektif
Keselamatan 3. Pemantauan keamanan obat yang perlu diawasi
Pasien di RSBP? 4. Pemantauan menghindari salah sisi, salah pasien dan
salah prosedur pembedahan
5. Pemantauan pencegahan infeksi nosokomial
6. Pemantauan pencegahan resiko jauh
13 Apa saja yang Indikator ILM (International Library Measure) Seluruh Staf
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
. termasuk ILM 1. Acute Myocardial Infarction (AMI) RSBP
(International 2. Heart Failure (HF)
Library Measure) 3. Stroke (STK)
mengacu standar 4. Children’s Asthma Care (CAC)
Akreditasi Rumah 5. Hospital-Based Inpatient Psychiatric Service (HPIPS)
Sakit, KEMKES- 6. Nursing-Sensitive Care (NSC)
KARS 2011? 7. Perinatal Care (PC)
8. Pneumonia (PN)
9. Surgical Care Improvement Project (SCIP)
10. Venous Thromboembolism (VTE)
Keterangan: tulisan BOLD – 5 ILM yang di tetapkan di RSBP
setiap tahun
14 Apa yang  ILM adalah suatu catalog yang berisikan 36 langkah- Seluruh Staf
. dimaksud dengan langkah dalam membantu perawatan kesehatan secara RSBP
ILM/ spesifik berdasarkan kebutuhan populasi mereka
 Paling sedikit 5 (lima) penilaian setiap tahun di pilih
dari 10 ILM. Untuk tahun pertama ditetapkannya ILM
di Rumah Sakit tidak perlu dilakukan pengumpulan
data, cukup hanya menampilkan profil mutu ILM.
15 Bagaimana alur 1. Data instalasi/unit kerja dikumpulkan setiap bulan oleh Seluruh Staf
. pelaporan data PJ. Mutu yang telah ditunjuk menjadi penangggung RSBP
indikator mutu jawab mutu di unit kerja
yang diatur? 2. Data di verifikasi oleh kepala instalasi/kepala
urusan/manager dan wakil direktur
3. Data yang telah dilakukan verifikasi disusun dalam
bentuk laporan bulanan oleh staf tim mutu
4. Laporan bulanan indikator mutu diberikan kepada
ketua tim mutu untuk kemudian dibuatkan laporan
berupa informasi peningkatan mutu dan keselamatan
pasien beserta rekomendasinya kepada Direktur
Rumah Sakit (dan kepada Direktur PT untuk laporan
Triwulan) untuk disetujui
5. Direktur RS memberikan feed back atas laporan
tersebut kepada Ketua Tim Mutu untuk kemudian
diberikan kepada Instalasi/Unit/Urusan terkait untuk
ditindak lanjuti.
16 Siapakah yang Semua karyawan di RSBP Seluruh Staf
. melaksanakan RSBP
program Mutu di
RSBP?
17 Adakah di RS Ada, Tim Mutu dan Akreditasi Seluruh Staf
. bidang/bagian/tim  Ketua: ………….. RSBP
khusus yang  Staf: ………………………..
mengelola tentang
Program Mutu?
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
18 Bagaimana semua Feed back Laporan mutu Mum diberikan dan Bidang Mutu Seluruh Staf
. Instalasi/Unit kerja dan resiko, setiap: RSBP
yang ada di RS Mingguan Laporan & resume
mendapatkan feed pencapaian indikator
back dari laporan mingguan
pencapaian Bulanan Feed back laporan
program mutu bulan pencapaian
yang sudah indikator mutu yang di
dilaksanakan di bagikan kembali ke
unit kerjanya? unit kerja/instlasi
setelah di tanda
tangani oleh Direktur
Triwulan Hasil Notulen Rapat
Mum triwulan yang
dibagikan ke setiap
Unit Kerja

19 Jelaskan secara Pengelolaan data dilakukan dengan 4 tahapan, yakni: Seluruh Staf
. singkat tentang 1. Pengumpulan data RSBP
pengelolaan data 2. Verifikasi Data – melakukan pemeriksaan tentang
indikator Mum? kebenaran laporan, pernyataan, perhitungan data, dsb
3. Validasi data – melakukan
pengumpulan/pemeriksaan/perhitungan ulang data,
guna menetapkan tingkat kepercayaan
4. Analisa data
20 Kapan 1. Menerapkan indikator baru khususnya Indikator Area Seluruh Staf
. diperlukannya Klinis RSBP
validasi? 2. Perubahan terhadap indikator yang ada
3. Data yang berasal dan indikator yang ada telah diubah
tanpa ada penjelasan
4. Sumber data telah diubah
5. Contoh pasien rekam medis pasien digantikan dengan
format elektronik
21 Diangka berapa, Data dikatakan akurat jika hasil perhitungan ulang/validasi Seluruh Staf
. data dikatakan mencapai 90% RSBP
akurat?
22 Siapa yang Orang kedua yang tidak terlibat dalam pengumpulan data Seluruh Staf
. melakukan validasi sebelumnya. RSBP
data?
23 Apakah Pimpinan Ya Seluruh Staf
. di RS ikut serta RSBP
dalam
memonitoring
program mutu?
24 Apa buktinya 1. Direktur RS melakukan monitoring harian dengan cara Seluruh Staf
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
. Direktur RS ikut memimpin Rapat Harian (Morning Meeting) yang RSBP
serta dalam mana masing-masing Instalasi /unit kerja masing-
memonitoring masing.
program mutu? 2. Direktur RS memimpin semua rapat bidang mutu dan
koordinasi bidang mutu
3. Direktur RS menandatangani laporan pencapaian
indikator
4. Memo internal yang diajukan dan bidang mutu untuk
semua kegiatan yang terkait dengan mutu diketahui
dan disetujui oleh Direktur
25 Apa yang Merupakan suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang Seluruh Staf
. dimaksud dengan merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien RSBP
Clinical Pathway? berdasarkan standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan
yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam
jangka waktu tertentu selama di rumah sakit
26 Apakah semua Ada 5 PPK RSBP di tahun 2014, yang secara bertahap sudah Seluruh Staf
. panduan Prektek dilengkapi RSBP
Klinis (PPK) Dengan Clinical Pathways, yakni:
dilampirkan 1. Hiperbilirubinemia Neonatal
Clinical Pathways? 2. Persalinan Spontan
3. Section Caesaria
4. Demam Berdarah Dengue
5. Apendisitis Akut
27 Apa pertimbangan a. High Volume Seluruh Staf
. yang mendasar Penyakit/kondisi yang paling sering atau banyak RSBP
dipilihnya 5 terjadi
Clinical Pathway b. High Risk
dengan mengambil Penyakit atau kondisi yang memiliki resiko tinggi
diagnosa tersebut? c. High Cost
Penyakit atau kondisi yang memerlukan biaya tinggi
d. Variasi/Keragaman tatakelola
Penyakit/kondisi yang terdapat variasi/keragaman
dalam pengeloloannya

28 Siapa yang Komite Medik Seluruh Staf


. melakukan Audit RSBP
Clinical Pathways?
29 Siapa yang mengisi Dokter pemberi pelayanan pasien (DPJP) Seluruh Staf
. formulir clinical RSBP
pathways?
30 Apa yang Insiden keselamatan pasien (IKP) adalah setiap kejadian yang Seluruh Staf
. dimaksud dengan tidak sengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi RSBP
IKP? mengakibatkan cidera yang dapat dicegah pada pasien
31 Apa saja yang di 1. Kejadian tidak diharapkan (KTD) Seluruh Staf
. kategorikan Adalah insiden yang mengakibatkan cidera pada RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
insiden pasien
keselamatan pasien 2. Kejadian nyaris cidera (KNC)
di RSBP? Adalah terjadinya insiden yang belum sampai terpapar
ke pasien
3. Kejadian tidak cidera (KTC)
Adalah insiden yang sudah terpapar kepasien, tetapi
tidak timbul cidere
4. Kondisi potensial cidera (KPC)
Adalah kondisi yang sangat berpotensi untuk
menimbulkan cidera, tetapi belum terjadi insiden
5. Kejadian sentinel
Suatu KTD yang mengakibatkan kematian/cidera yang
serius

32 Apa saja yang 1. Semua reaksi transfusi yang terjadi di rumah sakit Seluruh Staf
. termasuk Kejadian 2. Medical Error RSBP
Tidak Diharapkan 3. Medication Error
(KTD) yang 4. Kejadian tidak diharapkan (KTD) atau pola kejadian
ditetapkan di yang tidak diharapkan dalam keadaan sedasi atau
RSBP? selama dilakukan anestesi
5. Kejadian lain, sperti ledakan infeksi mendadak
(infection outbreak)
33 Apa saja yang 1. Kematian yang tidak di duga clan tidak terkait dengan Seluruh Staf
. termasuk kejadian perjalanan penyakit pasien atau kondisi yang RSBP
senitel yang mendasari penyakitnya. Contoh: terjadian kejadian
termasuk di RSBP? bunuh diri di RS
2. Kehilangan fungsi yang tidak terkait dengan perjalanan
penyakit pasien atau kondisi yang mendasar
penyakitnya
3. Salah tempat, salah prosedur, salah pasien bedah
4. Bayi yang diculik atau bayi pulang yang di serahkan
kepada orang yang bukan orang tuanya.
34 Adakah RS Ada, Tim KPRS (Keselamatan Pasien Rumah Sakit) Seluruh Staf
. bidang/bagian/tim  Ketua: …………. RSBP
khusus yang  Sekretaris:…………
mengelola tentang
program
keselamatan
pasien?
35 Jika terjadi insiden 1. Pastikan bahwa penanganan terhadap insiden telah Seluruh Staf
. di unit kerja anda, dilakukan RSBP
apa yang anda 2. Staf yang terkait dengan insiden (ditempat terjadinya
lakukan? insiden), membuat kronologis dalam waktu 1 X 24 jam
3. Kronologis dilaporkan ke atasan langsung dilakukan
Risk Grading dan pembuatan laporan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
4. Selanjutnya dilakukan simple investigasi, dan
dilanjutkan dengan RCA jika grading risiko masuk
kategori High (kuning) dan ekstrim (merah)
5. Tindakan terakhir adalah pembuatan laporan ke tim
KPRS < 2 X 24 jam
36 Untuk apa - Analisa risiko dilakukan untuk menentukan seberapa Seluruh Staf
. dilakukan analisa besar risiko suatu insiden berdasarkan dampak dan RSBP
risiko? probabilitasnya (dampak x probabilitas)
- Penilaian dampak/severity 4 dapat diartikan sebagai
seberapa berat akibat yang dialami pasien mulai dan
tidak ada cedera sampai meninggal
38 Ada berapa TINGKAT DESKRIPSI Seluruh Staf
. tingkatan penilaian RISIKO RSBP
Probabilitas/freku 1 Sangat Jarang/rare (>5
ensi diberlakukan tahun/kali)
di RSBP? 2 Jarang/unlike (>2-5 tahun/kali)
3 Mungkin/possible (1-2
tahun/kali)
4 Sering/Likely (beberapa
kali/tahun)
5 Sangat sering/almost certain (tiap
minggu/bulan)
39 Ada berapa Ada 5, yakni: Seluruh Staf
. tingkatan penilaian Tingkat Deskripsi Dampak/Seeverity RSBP
dampak/severity? Resiko
1 Tidak Tidak ada cidera
Significant
2 Minor - Cidera ringan, missal
luka lecet
- Dapat diatasi dengan
P3K
3 Moderat - Cidera sedang, misal:
luka robek
- Berkurangnya fungsi
motorik/sensorik/psikol
ogis atau intelektual
(reversible) yang tidak
berhubungan dengan
penyakit
- Setiap kasus yang
memperpanjang
perawatan
4 Mayor - Cidera luas/berat,
misal: cacat, lumpuh
- Kehilangan secara
permanent fungsi
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
motorik/sensorik/psikol
ogis atau intelektual
(ireversible), tidak
berhubungan dengan
penyakit
5 Katatropik Kematian yang tidak
berhubungan dengan
perjalanan penyakit
40 Bagaimana cara Dengan mengalikan antara dampak/severity dengan Seluruh Staf
. menghitung probabilitas/frekuensi. Hasil pertemuan keduanya merupakan RSBP
Grading Resiko? nilai/band dari resikonya.
Keterang D/S (Dampak/Severity)
an
P/F Tidak Minor 2 Moderat Mayor Katatrosp
(Probabili significant 2 3 ik 5
ty 1
Frekuensi
)
Sangat Moderat Moderat Tinge Ekstri Ekstrim
sering (hijau (hijau) (kunin m (merah)
terjadi simple simple g) (merah RCA
(tiap investiga investig RCA ) RCA
mgg/bin si) asi
5)
Sering Moderat Moderat Tinggi Ekstri Ekstrim
terjadi (hijau) SI (hijau) (kunin m (merah)
(bbrp SI g) (merah RCA
kali/th) RCA ) RCA
4
Mungki Rendah Moderat Tinggi Ekstri Ekstrim
n terjadi (biru) (hijau) (kunin m (merah)
(1-<2 SI g) (merah RCA
th/kali)3 RCA ) RCA
Jarang Rendah Rendah Moder Tinggi Ekstrim
terjadi (biru) 2 (biru) 2 at (kunin (merah)
(>2-<5 (hijau) g) RCA
th/kali) SI RCA
2
Sangat Rendah Rendah Moder Tinggi Ekstrim
jarang (biru) (biru) at (kunin (merah)
terjadi (. (hijau) h) RCA
5 SI RCA
th/kali)
1

41 Apa tindakan yang Tindakan yang dilakukan sebagai berikut: Seluruh Staf
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
. dilakukan hasil Skala prioritas Tindakan RSBP
nilai/band risiko Level/Bands Warna
ekstrem, High, Ekstrem (sangat Merah Risiko ekstrem,
moderate, low? tinggi) dilakukan RCA
paling lama 45
hari,
membutuhkan
tindakan segera,
perhatian sampai
Direktur RS
High (Tinggi) Kuning Risiko tinggi,
dilakukan RCA
paling lama 45
hari, kaji dengan
detail dan perlu
tindakan segera,
serta
membutuhkan
tindakan top
manajemen
Moderate Hijau Risiko sedang
(Sedang) dilakukan
investigasi
sederhana paling
lama 2 minggu.
Manajer/pimpinan
klinis sebaiknya
menilai dampak
terhadap bahaya
dan kelola risiko
Low (Rendah) Biru Risiko terhadap
dilakukan
investigasi
sederhana paling
lama 1 minggu
diselesaikan
dengan prosedur
rutin
42 Apa yang Root Case Analysis/RCA adalah sebuah slat kerja yang Seluruh Staf
. dimaksud dengan berguna walk mencari akar masalah dari suatu insiden yang RSBP
risiko? telah terjadi
43 Apa yang  Risiko adalah “peristiwa atau keadaan yang mungkin Seluruh Staf
. dimaksud dengan terjadi yang dapat mempengaruhi negative terhadap RSBP
Risiko? tempat kerja (dalam hal ini RS).
 Risiko adalah:
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
- Potensi terjadi kerugian
- Dapat timbul dan proses/kegiatan saat sekarang atau
kejadian pada masa yang akan datang.
44 Apa yang  Management risiko adalah suatu proses Seluruh Staf
. dimaksud dengan mengidentifikasi, mengukur risiko, serta membentuk RSBP
management strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang
risiko? tersedia di rumah sakit.
 Ruang lingkup managemen risiko meliputi urusan
risiko klinis (pasien dan tenaga kesehatan), risiko
management (Karyawan, Properti RS, Keuangan,
Hukum)
45 Apa yang Infection Control Risk Asesment (ICRA) adalah proses Seluruh Staf
. dimaksud dengan pengurangan risiko dari infeksi melalui tahapan perencanaan RSBP
ICRA? fasilitas, desain, renovasi, dan pemeliharaan fasilitas melalui
pengetahuan tentang infeksi, agen infeksi dan lingkungan
untuk memgantisipasi dampak potensial.
46 Apa yang termasuk Elemen utama dari proses manajemen resiko, meliputi: Seluruh Staf
. element utama dan 1. Penetapan Menetapkan strategi kebijakan RSBP
proses tujuan organisasi dan ruang lingkup
management? manajement risiko yang akan
dilakukan
2. Identifikasi Mengidentifikasi apa, mengapa dan
risiko factor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya risiko untuk analisis lebih
lanjut
3. Analisi risiko - Menentukan tingkatan probabilitas
dan konsekuensi yang akan terjadi
- Kemudian ditentukan tingkatan
risiko yang ada dengan mengalikan
kedua variabel tersebut
(Konsekuensi/Dampak X
Probabilitas)
4. Evaluasi - Membandingkan tingkat risiko
risiko yang ada dengan criteria standar.
- Kemudian ditentukan tingkatan
prioritas management. Jika tingkat
risiko ditetapkan rendah maka
risiko tersebut masuk ke dalam
kategori yang dapat diterimah dan
mungkin hanya memerlukan
pemantauan saja tanpa harus
melakukan pengendalian.
5. Pengendalian Melakukan penurunan derajat
risiko probabilitas & konsekuensi/dampak
yang ada dengan menggunakan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
berbagai aliternatif metode, bisa
dengan transfer risiko dan lain-lain.
6. Monitor & Monitor dan review terhadap hasil
Review system management risiko yang
dilakukan serta mengidentifikasi
perubahan-perubahan yang perlu
dilakukan
7. Komunikasi Komunikasi dan konsultasi dengan
& Konsultasi pengambil keputusan internal dan
eksternal untuk tindak lanjut dan hasil
management risiko yang dilakukan

47 Metode apa yang Proses identifikasi proaktif dilakukan melalui kegiatan yang Seluruh Staf
. digunakan di dilakukan dengan proaktif dengan cara risiko yang berdampak RSBP
RSBP dalam nyata bagi rumah sakit. Metode yang dilakukan yakni melalui:
melakukan proses  Ronde Keselamatan Pasien
identifikasi  Brainstorming
proaktif?  Survey INOK (Infeksi Nosokomial)
 Pembahasan kasus potensial masalah melalui rapat
KSM dan pembahasan kasus sulit
 Audit Medis
48 Apa yang Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah salah satu Seluruh Staf
. dimaksud dengan tool lean yang merupakan metode sistematik untuk RSBP
FMEA? mengidentifikasi dan mencegah terjadinya masalah dalam
aktifitas pelayanan
49 Apa perbedaan FMEA RCA Seluruh Staf
. antara FMEA Proaktif Reaktif RSBP
dengan RCA? Proses sepesifik Kejadian spesifik
Diagram alur proses Diagram kronologis
“apa yang bisa terjadi?” “apa yang telah terjadi?”
Focus pada potensi Focus pada kegagalan system
kegagalan proses suatu
system
Mencegah kegagalan Mencegah kegagalan muncul
sebelum terjadi kembali

50 Apa yang Pengendalian kualitas pelayanan pada dasarnya adlah Seluruh Staf
. dimaksud dengan pengendalian kualitas kerja dan proses kegiatan untuk RSBP
pengendalian menciptakan kepuasaan pelanggan yang dilakukan oleh setiap
kualitas orang dari setiap bagian di RSBP
pelayanan?
51 Metode apa yang Metode yang digunakan untuk melakukan pengendalian Seluruh Staf
. digunakan untuk kualitas pelayanan di RSBP menggunakan metode PDCA RSBP
melakukan (Plan-Do-Check-Action) dimana konsep ini melakukan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
pengendalian perbaikan secara terus menerus (Continous
kualitas pelayanan improvement/desain & redesain) tanpa berhenti.
di RSBP?

PPI
(PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN INFEKSI)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALITAS
1. Ada berapa macam cuci Cuci tangan ada 2 macam, yaitu: Seluruh Staf RSBP
tangan, sebutkan? 1. Cuci tangan menggunakan sabun dan air
2. Cuci tangan menggunakan handrub
berbasis alcohol
2. Berapa lama waktu yang 1. Cuci tangan menggunakan sabun dan air Seluruh Staf RSBP
diperlukan untuk 40-60 detik
mencuci tangan 2. Cuci tangan menggunakan handrub
menggunakan sabun dan berbasis alkohol 20-30 detik
air, dan handrub berbasis
alcohol?
3. Kapan kita melakukan Cuci tangan menggunakan handrub jika tangan Seluruh Staf RSBP
cuci tangan kita tidak jelas terlihat kotor, cuci tangan
menggunakan handrub menggunakan sabun dan air jika tangan jelas
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
dan kapan kita terlihat kotor
melakukan cuci tangan
menggunakan sabun dan
air?
4. Ada berapa langkah cuci Ada 6 langkah cuci tangan Seluruh Staf RSBP
tangan? praktekkan?  Cuci tangan menggunakan sabun dan air:
1. Basahi tangan dengan air mengalir
2. Tuangkan sabun 3-5 cc untuk menyabuni
seluruh permukaan tangan
3. Gosok kedua telapak tangan hingga
merata
4. Gososk punggung dan sela-sela jari
tangan kiri dengan tangan kanan dan
sebaliknya
5. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela
jari
6. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan
saling mencuci
7. Gosok ibu jari kiri berputar dalam
genggaman tangan dan sebaliknya
8. Gosk dengan memutar ujung jari-jari
tangan kanan ditelapak tangan kiri dan
sebaliknya
9. Bilas kedua tangan dengan air
10. Keringkan dengan tissue
11. Gunakan tissue untuk menutup keran
 Cuci tangan menggunakan Handrub:
1. Tuangkan 3-5 cc antiseptic berbasis
alcohol ke dalam tangan
2. Gosok kedua telapak tangan hingga
merata
3. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan
kiri dengan tangan kanan sebaliknya
4. Gosok kedua telapak kanan dengan sela-
sela jari
5. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan
saling mencuci
6. Gosok ibu jari kiri berputas dalam
genggaman tangan kanan dan sebaliknya
7. Gosok dengan memutar ujung jari-jari
tangan kanan ditelapak kiri dan
sebaliknya
5. Sebutkan indikasi Ada 5 saat melakukan kebersihan tangan: Seluruh Staf RSBP
melakukan kebersihan 1. Sebelum kontak dengan pasien
kebersihan tangan? 2. Sebelum melakukan tindakan asepsis
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
3. Setelah kontak dengan cairan tubuh
pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan pasien
6. Jelaskan cara Peralatan medis bekas pakai harus dilakukan Seluruh Staf RSBP
pemprosesan peralatan precleaining/prabilas, pembersihan, dan
medis bekas pakai? pengemasan, lalu dilakukan desinfeksi tingkat
tinggi (DTT) atau sterelisasi sesuai jenis alat.
 Precleaning/Prabilas menggunakan
enzymatic/anyosime dengan perbandingan 1
liter air: 5 cc Anyosime selama 5-10 menit
 Pembersihan dilakukan dengan cara
menyikat alat medis dibawah air mengalir,
lalu tiriskan den keringkan
 Pengemasan dilakukan dengan menggunakan
kertas perkamen, dimasukkan indicator
internal dan dilapisi dengan kain
pembungkus alat, beri label autoclave tape
dengan menuliskan nama alat, tanggal dan
jam mensterlikan, nama rungan, dan nama
petugas
 Distribusi alat medis yang akan disterilisasi
ke unit pelayanan sterilisasi menggunakan
box/container warna hijau
 Dokumentasikan di dalam buku ekspidisi alat
7. Jelaskan cara 1. Gunakan APD (Apron, sarung tangan Seluruh Staf RSBP
pembersihan tumpahan rumga, dan masker)
cairan tubuh (untuk 2. Bersihkan bagian permukaan yang
petugas kebersihan terkena tumpahan tumpahan dengan
dipraktekkan) menggunakan kain pembersih sekali
pakai)
3. Buang kain pembersih kedalam kantong
plastik kuning
4. Lakukan desinfeksi permukaan yang
terkena tumpahan cairan tubuh
menggunakan cholorin 0,5% selama 5
menit
5. Lepas apron dan sarung tangan dan
tempatkan didalam wadah untuk
dilakukan desinfeksi
6. Cuci tangan
8. Jelaskan pasien dengan 1. Penularan melalui kontak Seluruh Staf RSBP
penularan apa saja yang 2. Penularan melalui droplet
harus dilakukan isolasi? 3. Penularan melalui airborne
9. Apakah di RS ada ruang Ya ada, ruang isolasi di RS ini dilengkapi dengan Seluruh Staf RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
isolasi? Exhaust fan untuk mengalirkan udara didalam
ruangan ke udara laur dan APD yang sesuai
sehingga bisa digunakan perawatan pasien isolasi
sampai dengan penularan airborne
10. Bagaimana perawatan Penempatan pasien dengan kohorting, yaitu Seluruh Staf RSBP
pasien isolasi jika ditempatkan bersama dengan pasien lain dengan
ruangan isolasi sedang diagnosa yang sama, tidak dengan infeksi lain
penuh?
11. Bagaiamana pengeloloan 1. Linen infeksius dimasukkan ke dalam Seluruh Staf RSBP
linen di RS? kantong plastik kuning, linen non
infeksius dimasukkan ke dalam kantong
plastik hitam
2. Distribusi linen kotor dari ruangan ke
laundry menggunakan trolley bulat warna
hijau, distribusi linen bersih dari laundry
ke ruangan menggunakan trolley kotak
warna biru
12. Bagaimana Pemilahan 1. Sampah medis ditempat sampah dengan Seluruh Staf RSBP
sampah di RS? kantong plastic kuning dan berlabel
sampah medis
2. Sampah non medis di tempat sampah
dengan kantong plastic hitam dan berlabel
sampah non medis
3. Sampah benda tajam di dalam safety box
dan diberi tanggal pasang dan buang
4. Sampah cairan tubuh dibunagn kedalam
spoelhoek
13. Bagaimana alur tetusuk 1. Jangan panik Seluruh Staf RSBP
jarum bekas pakai? 2. Cuci bagian yang tertusuk jarum dengan
air mengalir dan sabun (jangan dipencet-
pencet)
3. Keringkan, kemudian beri antiseptic
4. Lapor ke IGD dan tim PPI
14. Siapa IPCN dan IPCO IPCO: ……………. Seluruh Staf RSBP
RSBP? IPCN: ………………….
15. Ada 2 jenis kewaspadaan Dua jenis kewaspadaan isolasi: Seluruh Staf RSBP
isolasi, tolong sebutkan? 1. Kewaspadaan standar
2. Kewaspadaan transmisi
16. Sebutkan jenis Kewaspadaan standar: Seluruh Staf RSBP
kewaspadaa standard an 1. Kebersihan tangan
kewaspadaan transmisi? 2. Alap pelindung diri
3. Pemerosesan peralatan pasien dan
penatalaksanaan linen
4. Pengelolaan limbah
5. Pengendalian lingkungan rumah sakit
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
6. Perlindungan petugas kesehatan
7. Penempatan pasien
8. Etika batuk
9. Praktek menyuntik yang aman
10. Praktek untuk lumbal pungsi
Kewaspadaan berdasarkan transmisi:
1. Kewaspadaan penularan lewat udara
2. Kewaspadaan penularan lewat droplet
3. Kewaspadaan lewat kontak
17. Sebutkan langkah- Langkah-langkah etika batuk: Seluruh Staf RSBP
langkah etika batuk saat 1. Menutup mulut dengan tissue (bila tidak
batuk dan bersin? ada tissue, maka tutup dengan lengan atas
bagian dalam)
2. Buang tissue ke tempat sampah medis
3. Lakukan cuci tangan
4. Bila batuk terus menerus gunakan masker
18. Penyakit-penyakit apa 1. TB Paru pada orang dewasa Seluruh Staf RSBP
saja yang masuk isolasi BTA positif, atau suspek sampai terbukti
tekanan negative/ruangan BTA negatif dalam 3 kali pemeriksaan
negative pressure? berturut-turut
2. Campak
Sampai dengan 4 hari setelah rash muncul
3. Varisela
Termasuk herpes zoster yang menyebar
(1-2 hari sebelum ra muncul sampai
semua rash berbentuk krusta).
19. Ada berapa kamar isolasi Ada 3 kamar. Di lantai 3, 4 dan lima Seluruh Staf RSBP
yang dimiliki RSBP?
20. Pada saat apa saja kita Menggunakan sarung tangan: Seluruh Staf RSBP
menggunakan APD 1. Ada kemungkinan kontak tangan dengan
sarung tangan, masker, darah atau caiaran tubuh lainnya,
apron? membrane mukosa atau kulit yang
terlepas
2. Melakukan prosedur medis yang bersifat
invasive misalnya: memasukkan sesuatu
ke dalam pembuluh darah seperti
memasang infus.
3. Menangani bahan-bahan bekas pakai,
yang telah terkontaminasi atau menyentuh
permukaan yang tercemar
Menggunakan masker pada saat petugas
kesehatan menangani pasien, tujuan:
1. Menahan cipratan yang keluar ketika
petugas kesehatan batuk/bersin
2. Mencegah cipratan darah atau cairan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
tubuh pasien masuk ke dalam mulut atau
hidung
Apron digunakan pada saat:
1. Merawat pasien dimana ada resiko
tumpahan darah atau cairan tubuh lainnya
21. Apa jenis masker yang Masker N95 Seluruh Staf RSBP
digunakan pada ruangan
isolasi tekanan negative?
22. Kasus apa saja yang 1. IDO (Infeksi Daerah Operasi) Seluruh Staf RSBP
termasuk ke dalam 2. ISK (Infeksi Salurann Kemih)
infeksi rumah sakit? 3. ISC (Infeksi Jarum Cerna)
4. Infeksi akibat jarum infuse
5. IADP (Infeksi aliaran darah primer)
6. HAP (Hospital acquired pneimoni)
7. VAP (Ventilator associated pnemoni)
8. Dekubitus

23. Apa yang harus 1. Tidak panik Seluruh Staf RSBP


dilakukan pada saat 2. Keluarkan darah dan daerah penusukan
tertusuk jarum? 3. Cuci dibawah air mengalir
4. Gunakan sabun antiseptic
5. Tidak boleh menghisap dengan mulut
24. Apa yang dilakukan jika 1. Mata: cuci dengan air mengalir atau Seluruh Staf RSBP
terpapar cairan tubuh cairan fisiologis (NaCL)
pada mukosa? 2. Mulut: ludahkan dan kumur-kumur
berulang kali dengan air
3. Hidung: bersihkan dengan air dan
hembuskan
4. Kulit yang tidak utuh: cuci dengan air
sabun atau NaCL
25. Bagaimana alur 1. Laporkan pada kaper/IPCLN dan Seluruh Staf RSBP
pelaporan kejadian Ka.Instalasi terkait
infeksi rumah sakit? 2. Isi form PPI yang ada distatus BRM
Pasien
3. Laporkan kepada tim PPI (IPCN)
4. IPCN datang keruangan untuk
menginvestigasi dan mengisi form
kecurigaan infeksi
5. Pembahasan oleh tim PPI
6. Jika termasuk kedalam criteria infeksi
rumah sakit tim PPI melaporkan ke
Direktur
7. Tim PPI memberitahukan pada unit terkait
dan melakukan tindak lanjut
26. Bagaimana cara 1. Limbah medis ke plastic kuning Seluruh Staf RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
memisahkan/membuang 2. Limbah non medis ke plastic hitam
limbah rumah sakit? 3. Limbah tajam ke infectious waste box
27. Siapa yang melakukan PT. BIOTENIKA BINA PRIMA Seluruh Staf RSBP
pemusnahan sampah
medis?
28. apa yang melandasi Pola kuman rumah sakit Seluruh Staf RSBP
pemberian antibiotic di
RSBP (penggunaan
antibiotic yang rasioanl)
29. Bagaimana pola kuman Berdasarkan pemeriksaan kultur darah pasien Seluruh Staf RSBP
RS ditentukan? yang dievaluasi setiap 6 bulan, kemudian
disosialisasikan kepada seluruh dokter melalui
komite medic
30. Bagaimanan pelayanan 1. Jenazah dirapikan di unit perawatan Seluruh Staf RSBP
jenazah di RSBP? dimana pasien meninggal
2. Jenazah diobservasi 2 jam diruang
perawatan
3. Setelah 2 jam lalu dikirim ke ruang transit
jenazah (tidak dilakukan pemulasaran)
4. Brankar bekas pakai jenazah dibersihkan
dengan chlorine 0,5%
31. Sebutkan area RS yang 1. Kamar tindakan Seluruh Staf RSBP
wajib menggunakan 2. Perina, intensif
APD? 3. KBBL
4. Ruang isolasi
5. Radiologi
6. Pantry/dapur (Prepation, cooking)
7. Laundry
8. TPS
32. Apa yang dimaksud Teknik menyuntik dengan tidak menekuk, Seluruh Staf RSBP
dengan penyuntikan yang mematahkan atau menutup ulang jarum
aman?
33. Apa perbedaan trolly 1. Trolly linen bersih: berwarna putih Seluruh Staf RSBP
linen bersih dan kotor? berbentik kotak
2. Trolly linen kotor: berwarna hijau
berbentuk bulat
34. Apa yang dilakukan jika 1. Pasien mengambil kamar tersendiri Seluruh Staf RSBP
kamar isolasi penuh? 2. Dengan system kohorting (dirawat pada
kamar yang memiliki penyakit yang
sama/tidak boleh dengan infeksi lain) dan
tidak boleh berbeda jenis kelamin.
Pengecualian untuk pasien dengan jenis
penyakit yang masuk isolasi tekanan
negative ruangan negative pressure,
seperti TBC, maim tetap harus di kamar
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
isolasi

TKRS
(TATAKELOLA RUMAH SAKIT)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI
1. Siapa pemilik dari Yayasan RS Bunda Palembang Seluruh Staf
RSBP? RSBP
2. Apa Visi, Misi, Motto Visi Seluruh Staf
dan Tujuan RSBP? Menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat RSBP
dengan pelayanan yang berkualitas kebanggaan
masyarakat Sumatera Selatan di tahun 2017

Misi
1. Memberikan Pelayanan Kesehatan Yang
Berkualitas Dan Bermutu
2. Meningkatkan Kualitas Pengembangan SDM
Yang Professional
3. Meningkatkan Dan Mengembangkan Kualitas
Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit

Motto
Kepuasan anda adalah kebanggaan kami

Tujuan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
1. Mewujudkan kasih kepada sesama melalui
pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
optimal
2. Sebagai rumah sakit yang mampu memberikan
pelayanan kesehatan sesuai standar pelayanan
kesehatan secara professional
3. Sebagai rumah sakit yang mampu menjadi
rujukan masyarakat yang memiliki pelayanan
berkualitas, penuh cinta kasih yang tulus, hangat
dan bersahabat

3. Siapakah yang Ketua Yayasan RS Bunda Palembang Seluruh Staf


bertanggung jawab RSBP
untuk menetapkan Visi
dan Misi RS Bunda
Palembang?
4. Bagaimana Karyawan Melalui: Seluruh Staf
mengetahui Visi, Misi,  Diklat Orientasi Karyawan RSBP
Motto, dan Tujuan RS  Poster Visi, Misi, Motto dan Tujuan
Bunda Palembang? terpasang setiap ruangan kerja di area
Publik.
5. Apakah anda Ya, (Lihat Struktur organisasi yang terpasang Seluruh Staf
mengetahui struktur ruangan/unit kerja) RSBP
organisasi Rumah Sakit
Bunda Palembang?
6. Bagaimana karyawan Pada saat melakukan orientasi karyawan dan Seluruh Staf
mengetahui struktur struktur organisasi terpasang di setiap ruangan. RSBP
organisasi tersebut?
7. Apakah anda Ya (Baca uraian tugas masing-masing sesuai Seluruh Staf
mengetahui uraian tugas dengan unit kerja) RSBP
anda? Sebutkan?
8. Darimanakah anda Dari sosialisasi yang disampaikan pada saat Seluruh Staf
mengetahui uraian tugas penilaian kenerja kompetensi dan pada saat RSBP
anda? pengangkatan
9. Apakah RS mempunyai Ya, Rumah Sakit mempunyai SPO untuk setiap unit Seluruh Staf
SPO untuk semua unit kerja, SPO tersebut dibuat sesuai kebutuhan oleh RSBP
kerja? setip unit kerja dan revisi setiap ada perubahan,
serta di evaluasi setiap 2 tahun yang ditetapkan oleh
Direktur
10. Apakah anda Ya, contohnya pelatihan BHD, penggunaan APAR, Seluruh Staf
mendapatkan Cuci Tangan, Disaster Plan, Mutu dan patient RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
pendidikan dan Safety.
pelatihan?
11. Pelayanan apa yang Rumah Sakit Bunda Palembang memberikan Seluruh Staf
diberikan RS Bunda pelayanan Umum dan pelayanan Ibu dan Anak RSBP
Palembang?

MFK
(MANAJEMEN FASILITAS DAN
KESELAMATAN)

NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI


1. Apa saja kode emergency No Warna kterangan Seluruh Staf RSBP
yang berlaku di RSBP? 1. Biru Pasien Gawat
2. Putih Kebutuhan Tim emergency
3. Merah Kebakaran
4. Kuning Internal disaster:
kebocoran gas,
kontaminasi air bersih,
insiden biologis, dan
kontaminasi makanan
5. Coklat External disaster: hura-
hura masa, gempa bumi,
banjir
6.
Ungu Ancaman bom
7.
Orange evakuasi
8.
Hitam Ancaman personil
9.
Area Area aman/all clear
bersih
2. Bagaimana system Untuk personil yang melihat atau mendengar Seluruh Staf RSBP
pelaporan apabila terjadi bencana segera telepon ke posko security No.
disaster (Kebakaran)? 532, dengan menyebut kode:
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
Nama lengkap
Bagian, lokasi dan jumlah korban
3. Apa yang dilakukan pada 1. Stop pekerjaan Seluruh Staf RSBP
saat terdengar Kode 2. Siapakah pasien rekam medis dan
Merah: peralatan penting lainya yang akan di
(Lokasi….Lantai…., evakuasi
Jumlah Korban)? 3. Setelah terdengar instruksi lewat
paging, lakukan evakuasi sesuai
petunjuk
4. Selamatkan menggunakan tangga dan
berkumpul pada titik kumpul
4. Bagaimana cara evakuasi a. Bayi sehatdigendong/oleh seorang Seluruh Staf RSBP
pasien? pria atau keluarga
b. Bayi Box/Couvis didorong bersama
box dan oxygen
c. Pasien dudukdidorong pakai kursi
roda, atau ditarik memakai sprei atau
kasur sampai selasar
d. Pasien tidur ditarik memakai sprey dan
kasur, brankar atau tandu
5. Apa yang harus dilakukan Race Seluruh Staf RSBP
apabila seorang karyawan a. RESCUE (Selamatkan)
menemukan titik api?  Selamatkan pasien, keluarga
pasien, pengunjung dan staf RS
dari bahaya api
b. ALARM
 Panggil bantuan dengan memanggil
teman dilokasi terdekat
 Hidupkan fire alarm setelah
mendengar alarm aktif
 Hubungi pos keamanan 532
c. CONFINE (Batasi)
 Batasi api dengan menutup semua
pintu dan jendela untuk
memerangkap api dan
memperlambat perkembangannya
d. EXRINGUISH (Evakuasi)
 Padamkan api menggunakan alat
pemadam kebakaran ringan
(APAR)
 Lakukan Evakuasi asa api terlalu
besar untuk dipadamkan
6. Bagaimana cara PASS Seluruh Staf RSBP
menggunakan APAR? 1. Pin pengaman APAR dicabut
2. Arahkan pada sumber api
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
3. Semprotkan APAR dengan menekan
handle
4. Sapukan ke sisi-sisi api
7. Berapa jumlah APAR yang Jumlah: Seluruh Staf RSBP
dimiliki oleh masing- Lantai 1
masing lantai? Dimana Lantai 2
saja? Lantai 3
Lantai 4
Lantai 5
Halaman
8. Bagaimana cara Jalur evakuasi apabila terjadi bencana dan Seluruh Staf RSBP
menyelamatkan diri kebakaran pasien, pengunjung dan staf rumah
menggunakan jalur sakit harus memperhatikan rambu-rambu jalur
evakuasi di RSBP? evakuasi yang terpasang pada bagian bawah,
tengah dan atas ruangan/lorong, dan
selanjutnya berkumpul pada titik kumpul yang
telah di tetapkan
9. Dimana letak titik kumpul Titik kumpul 1 Seluruh Staf RSBP
pada saat terjadi distater? Titik kumpul 2
Titik kumpul 3
10. Bagaimana cra mendeteksi Smoke atau head detector alarm Seluruh Staf RSBP
apabila terjadi kebakaran?
11. Nomor telepon penting apa a. Eksternal RSBP Seluruh Staf RSBP
dan siapa saja yang harus
anda ketahui? b. Internal RSBP

12. Bagaimana mengatasi Tumpahan Mercuri pada thermometer dan Seluruh Staf RSBP
tumpahan bahan berbahaya tensimeter
dan beracun? 1. Ambil spilkit yang berisi perlengkapan
pembersihan tumpahan
2. Gunakan sarung tangan terlebih dahulu
3. Isap tumpahan merkuri dengan sponge dan
bersihkan daerah tumpahan dengan air
4. Bila sponge sudah jenuh, peras
menggunakan bubuk penyerap merkuri dan
bersihkan kembali dengan air lanjutkan
proses pembersihan
5. Bila pengisapan dengan sponge telah
selesai, masukkan sponge ke dalam tempat
plastic beri tanda merah sebagai limbah
berbahaya
6. Buang sponge dan sisa bubuk, masker dan
sarung tangan dalam plastik yang diberi
tanda merah. Vakum pump dapat digunakan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
kembali
7. Minta peralatan pengganti bila diperlukan
8. Siapkan laporan kejadian

Darah banyak
1. Petugas menggunakan APD (sarung tangan,
masker, kaca mata dan sepatu boot) yang
berada di spilkit.
2. Meminimalisir darah dengan Koran/kain
bekas dan buang ke kantong plastic kuning
3. Basahi lantai dengan larutan chlorine 0,05
%, diamkan selama 5 menit
4. Bersihkan lantai dengan menggunakan
Desinfektan
5. Bersihkan APD yang telah digunakan
13. Sebutkan karateristik B3? a. Mudah terbakar Seluruh Staf RSBP
b. Mudah meledak (Explosive)
c. Beracun (Toxic)
d. Reaktif
e. Korosif (corrosive)
f. Irritant
g. Infeksius (Infection)
14. Apa saja contoh cairan B3? a. Mudah terbakar: alcohol 70%, HS Seluruh Staf RSBP
b. Mudah meledak: ruangan gas
c. Beracun: cairan pembersih toilet,
formalin, sidex, forwat, aniosyme,
handsoap, detergen
d. Reaktif: limbah dan radiologi
e. Korosif: klorin
f. Irritant: softaman, terralin, aniosyme,
H2O2
g. Infeksius: limbah B3 yang di TPS B3
15. Bagaimana pengelolan Sampah/limbah B3 ditempatkan: Seluruh Staf RSBP
pembuangan a. Sampah/limbah medis padat
sampah/limbah B3 Cair, ditempatkan pada kantong plastic
padat (sampah medis dan kuning
lampu neon/TL), benda b. Sampah/limbah tajam/jarum
tajam (Jarum suntik) dan ditempatkan pada safety box
sampahh domestic? c. Sampah/limbah cair ditempatkan pada
jerigen/drum
d. Sampah/limbah umum (domestic)
ditempatkan dikantong plastic hitam
Sampah atau limbah akan diangkut dan
disimpan sementara ke TPS B3, yang
selanjutnya di ambil oleh rekanan (PT.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
Bioteknika Bina Prima) untuk
dimusnahkan setiap 1X seminggu
16. Bagaimana membawa Menggunakan trolly tertutup dan petugas Seluruh Staf RSBP
limbah B3 dari ruangan ke menggunakan APD
TPS B3?
17. Bagaimana penanganan Untuk penanganan limbah B3 kita Seluruh Staf RSBP
tumpahan limbah B3? menggunakan spilkit dengan cara
penanganannya antara lain:
1. Gunakan APD yang didalam spilkit
antara lain apron, masker, google (kaca
mata) dan sarung tangan
2. Ambil Koran untuk menyerap
tumpahan B3, diamkan sampai
tumpahan menyerap
3. Lakukan desinfeksi menggunakan
klorin dan di lokalisir di sisi Koran
4. Masukkan Koran ke plastic kuning
5. Lepaskan APD kecuali google, dengan
urutan sarung tangan, masker, apron ke
dalam kantong kuning
6. Cuci tangan

18. Bagaimana pemusnahan Pemusnahan dilakukan bekerjasama dengan Seluruh Staf RSBP
limbah B3 di RSBP? pihak ke-3 yaitu PT. Wastec Internasional di
Cilegon yang di bawa oleh pihak ke-2 yaitu
PT. Bioteknika Bina Prima.
19. Bagaimana Pengorganisasian tim evakuasi: Seluruh Staf RSBP
pengorganisasian tim a. Kelompok komando (Direktur-
evakuasi? Adakah jadwal memimpin)
piket masing-masing b. Kelompom pemadam (teknik, dapur,
ruangan? tukang dan damkar)
c. Kelompok evakuasi pasien (perawat,
staf yanmed, IGD, ISS, kurir, satpam,
sopir)
d. Kelompok evakuasi dokumen (staf
terkait, MR, farmasi, Lab)
e. Radiologi, alkes, staf keuangan perso
f. Kelompok pengaman (satpam,
nusapala parking)
Ada jadwal piket yang telah dibuat oleh bagian
rumah tangga yang telah diberikan ke unit
terkait setiap bulannya.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

KKS
(KUALIFIKASI KEWENANGAN
STAF)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI
1. Apa saja yang menjadi Menyebutkan uraian tugas/uraian jabatan sesuai seluruh Staf RSBP
tanggung jawab anda? penempatan kerja masing-masing
2. Apa jenis pelatihan yang a. Pelatihan standar/orientasi dasar seluruh Staf RSBP
sudah anda dapatkan? - BHD
- Penggunaan APAR dan simulasi
penanggulangan bencana
- Hands Hygiene dan Dekontaminasi
- Mutu RS
- Komunikatif efektif
- Cost Containment
- Service Excellent
b. Pelatihan khusus
Pelatihan terkait dengan pekerjaan, diuni
3. Apakah dilakukan Ya, dilakukan pada saat karyawan masuk, secara seluruh Staf RSBP
orientasi terhadap bersamaan dengan karyawan baru lainnya dan
petugas yang baru dilakukan tentative (disesuaikan dengan jadwal
masuk? recruitment karyawan) (diklat ORKA-Orientasi
Karyawan)
4. Materi apa saja yang 1. Pengenalan orientasi karyawan seluruh Staf RSBP
diberikan pada saat 2. Pengenalan orientasi RS Bunda
orientasi umum Palembang
( orientasi dasar) 3. Etika kerja
4. Alur pelayanan pasien RS
5. Alur petty cash
6. Cost containment
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
7. Hands hygiene
8. Dekontaminasi
9. Alur berobat karyawan dan kesejahteraan
karyawan
10. Recruitment dan pembinaan
11. ABRT-RL
12. Product knowledge
13. Etika dan komunikasi
14. APAR
15. Evakuasi
16. BHD
17. RSSIB
18. Identifikasi pasien
19. Mutu
20. Limbah B3
5. Bagaimana alur berobat a. Alur Rawat Jalan seluruh Staf RSBP
karyawan? Untuk kasus umum
 Karyawan mendaftar ke FO dan ke IGD
 Jika perlu rujukan dokter spesialis/ke
penunjang medis lainnya, maka rujukan
tersebut harus di acc dulu oleh manajer
yanmed
 Jika selesai berobat, lembar resep di
ajukan ke manajer yanmed (di jam kerja)
atau KJ (luar jam kerja)
 Untuk di acc
 Selanjutnya ke farmasi dan kasir untuk
pengambilan obat dan penyelesaian
transaksi
Untuk pemeriksaan kehamilan (ANC)
 Karyawan mendaftar ke FO dan berobat
kebidanan terlebih dahulu
 Jika diperlukan konsultasi ke Obgyn,
maka bidan yang bersangkutan akan
memberikan rujukan dengan persetujuan
dari manajer yanmed
 Bila kehamilan termasuk ke KRT
pemeriksaan dan penanganan selanjutnya
dilakukan oleh dokter spesialis obgyn
 Jika diperlukan konsultasi khusus dengan
dokter obgyn, maka pemeriksaan rutin
akan dilakukan oleh bidan berupa
pemeriksaan lab TW I, II, III dan IV.
Konsultasi dengan dokter obgyn minimal
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
2x selama kehamilan TW I dan II
 Pemberian terapi oleh bidan sebatas
vitamin kehamilan (sebatas vitamin
kehamilan (sebatas DOS karyawan)
 Lembar resep atau pemeriksaan
penunjang diajukan kepada manajer
yanmed (di jam kerja) atau KJ (diluar jam
kerja)
 Selanjutnya ke farmasi dan kasir untuk
pengambilan obat dan penyelesaian
transaksi
b. Alur rawat inap
 Karyawan mendaftar di FO dank e IGD
terlebih dahulu atas assessment dokter
IGD/dokter spesialis/VK jika diperlukan
rawat inap, maka karyawan registrasi
RWI
 Biaya RWI disesuaikan hak plafon
masing-masing karyawan
6. Bagaiamana alur 1. Karyawan langsung melapor pada saat seluruh Staf RSBP
pelaporan apabila ada kejadian ke IGD dengan cara mengisi
yang tertusuk jarum? laporan dalam formulir melaporankan ke
panitia PPI dan K3RS. Tim PPI
melakukan tindak lanjut berupa:
a. Penggecekan sumber jarum
b. Penggecekan riwayat kesehatan
pemilik jarum
2. Jika hasil penggecekan riwayat kesehatan
pemilik jarum
a. Negative: karyawan dilakukan
konseling oleh Kains IGD
b. Positif: dilakukan pengobatan dan
konsultasikan dengan dokter spesialis
penyakit dalam
7. Apakah dilakukan  RS Bunda Palembang menyelenggarakan seluruh Staf RSBP
vaksinasi dan medical pemeriksaan medis berkala 1 tahun sekali
check up teratur bagi di unit kerja yang beresiko terkena infeksi
karyawan? dan radiasi yaitu:
- IGD
- Kamar Bedah
- Kamar Bersalin
Jawaban
 Perina/NICU
 Poli Gigi
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
 Laboratorium
 Laundry
 Hemodialisa
 Tata Boga
 Radiologi
 biaya pemeriksaan menjadi biaya RS
tanpa memotong plafon pengobatan
karyawan
8. Kapan dilakukan Diberikan kepada karyawan yang bekerja di unit seluruh Staf RSBP
vaksinasi/imunisasi kerja yang beresiko terkena infeksi dan diberikan
hepatitis B? dalam 5 tahun sekali
9. Apa yang dimaksud Jika kejadian terjadi pada saat: seluruh Staf RSBP
dengan kategori a. perjalanan dari rumah ke tempat kerja
kecelakaan kerja? b. selama bekerja di lingkungan kerja
c. perjalanan dari tempat kerja
10. Bagaimana prosedur 1. Atasan langsung karyawan yang seluruh Staf RSBP
pelaporan karyawan mengalami kecelakaan melaporkan ke
yang mengalami personalia mengenai kejadian kecelakaaan
kecelakaan kerja? dengan cara mengisi formulir khusus
2. Personalia maksimal 2x24 jam
memproses laporan kecelakaan melalui
Disnaker dan BPJS ketenagakerjaan
Biaya pengobatan atas kejadian kecelakaan kerja
dip roses terlebih dahulu oleh RS Bunda
palembang untuk kemudian ditagihkan ke BPJS
Ketenagakerjaan setelah pengobatan selesai
11. Kapan dilakukan Evaluasi penilaian kompetensi dilakukan pada seluruh Staf RSBP
evaluasi penilaian karyawan:
kompetensi? a. Kontrak menuju tetap: pada bulan ke 2
dan ke 11
b. Kontrak khusus: setahun sekali
c. Tetap: dua kali setahun pada semester ke 1
(Nov-April) dan semester ke 2 (Mei-
Oktober)
12. Kapan dilakukan uji Uji kompetensi dilakukan: seluruh Staf RSBP
kompetensi perawat? a. Masa kerja
b. Penilaian kompetensi
c. Diklat yang sudah terpenuhi
d. Rotasi seusai kualifikasi
13. Apa yang dimaksud Kredensial adalah penilaian seluruh Staf RSBP
dengan kredensial? kompetensi/kemampuan profesi (pengetahuan,
keterampilan, perilaku professional) di dasari
pada criteria yang jelas untuk memverifikasi
informasi dan mengevaluasi seseorang yang
meminta atau diberikan kewenangan klinis
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
(Permenkes RI No. 519/Menkes/Per/III/2011)
14. Kapan dilakukan a. Kredensial seluruh Staf RSBP
kredensial bagi tenaga Dilkakukan setelah karyawan melalui
kesehatan selain tenaga kontrak 3 bulan dan dilakukan oleh tim
medis? kredensial yang ditunjuk
b. Rekredensial
Dilakukan setiap 5 tahun sekali setelah
tenaga kesehatan melakukan registrasi
ulang di dinas kesehatan setempat untuk
proses verifikasi ulang dokumen
15. Apa yang dimaksud Pemberian kewenangan klinis perawat, dokter, seluruh Staf RSBP
dengan clinical dan tenaga kesehatan lainnya (analisa lab, tenaga
privilege? teknis, kefarmasian, apoteker, radiographer, ahli
gizi dan terapis) untuk bisa memberikan
pelayanan klinis yang di izinkan kepada pasien
yang konsisten dan sesuai dengan kualifikasi
pendidikan karyawan yang bersangkutan, yang
sifatnya perorangan walapun jenis spesialisnya
sama
Contoh:
Perawat IGD dan perawat anak
Kewenangan klinis antra dokter bedah umum
dengan dokter bedah digestive itu berbeda
16. Kapan dilakukan Clinical privileging dilakukan pada saat perawat seluruh Staf RSBP
clinical privileging? dan dokter mulai bergabung dan dilakukan 3
tahun sekali atau ada kompetensi bru
Tujuan untuk melihat apakah ada seorang perawat
atau dokter atau tenaga medis lainnya sudah
mempunyai keahlian yang lain sehingga clinical
preveling perlu ditambah
17. Berapa lama STR/SIK STR/SIK harus diperbaharui 5 tahun sekali seluruh Staf RSBP
harus diperbaharui?
18. Selain STR, dokumen seluruh Staf RSBP
legal apa yang harus No Profesi Dokumen
dimiliki oleh tenaga legal
medis dan tenaga 1. Tenaga medis SIP
kesehatan selain tenaga (dokter/spesialis/drg.gigi/drg
medis? spesialis)
2. Tenaga parmedis:
a. Perawat STR/SIP
b. Bidan STR/SIB
3. Tenaga kesehatan lainnya:
a. Radiographer STR/SIK
b. Asisten apoteker STR/SIKF
c. Fisiotherapis STR
d. Terapi wicara STR
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
e. Ahli gizi STR
f. Staf kesling STR
g. Apoteker STR
h. Teknisi elektromedik STR

MIRM
(MANAJEMEN INFORMASI DAN
REKAM MEDIS)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI
1. Apakah ada pedoman singkatan Ada, terdapat dalam pedoman singkatan Seluruh Staf RSBP
dan symbol yang boleh dipakai dan symbol
di lingkungan RS Bunda
Palembang?
2. Siapa saja yang berhak Yang berhak mengakses berkas rekam Seluruh Staf RSBP
mengakses berkas rekam medis? medis adalah dokter, perawat, tenaga
medis yang merawat pasien
3. Apakah ada informasi mengenai Ada, informasi fasilitas dan pelayanan RS Seluruh Staf RSBP
fasilitas dan pelayanan yang ada Bunda Palembang tertera dalam
di RS Bunda Palembang dan brosur/leaflet, website, facebook dan
bagaimana cara mengakses rambu-rambu penunjuk jalan
pelayanan tersebut?
4. Bagaimana pelayanan pasien 1. Pasien datang dibagian front Seluruh Staf RSBP
rawat jalan RS Bunda office/admission untuk melakukan
Palembang dan apakah informasi registrasi
mengenai alur tersebut? 2. Arahkan pasien ke bagian Nurse
Station
3. Terimah pasien oleh perawat/bidan
di bagian nurse station.
4. Lakukan verifikasi dengan
meminta pasien untuk
menyebutkan nama lengkap dan
tanggal lahir pasien, kemudian
cocokkan dengan label identitas
dan berkas rekam medis pasien
5. Lakukan pemeriksaan terhadap
pasien oleh perawat/bidan
meliputi:
a. Pemeriksaan antropometri:
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
berat badan, tinggi badan,
lingkar kepala, lingkar perut
(disesuaikan dengan kondisi
pasien)
b. Tanda-tanda vital: nadi,
respirasi, suhu, tekanan darah
(disesuaikan kondisi pasien)
c. Assessment awal sesuai
dengan SPO assessment awal
ditemukan saat ini dan
dokumentasikan di berkas
rekam medis pasien
6. Arahkan pasien untuk menunggu
didepan/didekat kamar praktek
dokter yang dituju. Apabila ada
assessment awal didapatkan
keadaan pasien yang lemah/tidak
stabil, antarkan pasien ke Instalasi
Gawat Darurat (IGD)
7. Pemeriksaan pasien secara
menyeluruh (dikamar
praktek/poliklinik) oleh dokter
penanggung jawab pelayanan
(DPJP) meliputi anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang (bila
diperlukan) termasuk assesment
nyeri dan assessment gizi
8. Apabila diperlukan pemeriksaan
penunjang seperti laboratorium
klinis atau radiologi (diagnostic
imaging), dituliskan surat
pengantar pemeriksaan penunjang
tersebut oleh dokter dengan
mencantumkan indikasi klinis,
kemudian arahkan pasien menuju
instalasi tersebut
9. Apabila diperlukan konsultasi
nutrisi/gizi atau ke bagian lainnya,
tuliskan surat konsultasi oleh
dokter yang memeriksa pasien
kepada dokter spesialis yang
dituju/yang dibutuhkan
10. Apabila pada pemeriksaan
didapatkan nyeri, kelola nyeri
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
sesuai dengan panduan manajemen
nyeri dan dicatat dalam formulir
assesmen nyeri
11. Apabila pasien dinilai memiliki
resiko tinggi, maka rencanakan
asuhan pasien sesuai dengan
kebijakan/prosedur pelayanan dan
pasien resiko tinggi
12. Setelah semua pemeriksaan selesai
dilakukan, pasien diberikan
penjelasan tentang hasil
pemeriksaan dan pengobatan
termasuk resiko medis yang
mungkin timbul akibat penyakit
pasien oleh dokter yang
memeriksa pasien
13. Tuliskan resiko obat pulang dan
dianjurkan pasien untuk control
kebali apabila keadaan pasien
belum membaik atau perlu dinilai
kembali kesehatannya.
14. Selanjutnya arahkan pasien ke
Instalasi Farmasi dan kasir oleh
perawat/bidan poliklinik untuk
mengambil obat dan
menyelesaikan pembayaran
15. Tuliskan semua hasil assesmen
secara lengkap oleh DPJP dan
tenaga medis laiinya dalam berkas
rekam medis rawat jalan pasien

Informasi terdapat pada banner Alur


Rawat Jalan RS Bunda Palembang.
5. Bagaiamana pasien mendapat Ad, terdapat dalam: Seluruh Staf RSBP
informasi tentang asuhan dan  Formulir General Consent pada
pelayanan yang diberikan RS pasien registrasi di FO
Bunda Palembang?  Formulir KIE (Komunikasi
Informasi dan Edukasi) pada saat
pasien di rawat inap.
6. Bagaimana tata cara registrasi 1. Terimah pasien/keluarga Seluruh Staf RSBP
pasien rawat inap? pasien/penanggung jawab pasien
oleh petugas admisi rawat inap
2. Minta pasien untuk menyerahkan
surat pengantar rawat inap atau
tindakan dari dokter
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
3. Tanyakan kelas kamar perawatan
apa yang di inginkan oleh
pasien/keluarga
pasien/penanggung jawab pasien.
4. Jelaskan tatatertib pelayanan rawat
inap
5. Jelaskan tentang pembiayaan:
tariff ruangan, biaya penunjang,
jasa visited dan tindakan dokter,
jasa paramedic, biaya registrasi
dan administrasi sebesar 7%
6. Jelaskan tentang hak dan
kewajiban pasien
7. Jelaskan tentang General Konsent
8. Berikan kesempatan kepada
pasien/keluarga
pasien/penanggung jawab pasien
untuk bertanya mengenai
informasi yang belum dimengerti
terkait pelayanan rawat inap
9. Lakukan verifikasi kepada
pasien/keluarga
pasien/penanggung jawab pasien
terhadap semua informasi yang
telah dijelaskan
10. Apabila pasien/keluarga
pasien/penanggung jawab pasien
sudah mengerti maka minta
pasien/keluarga
pasien/penanggung jawab pasien
untuk menandatangani formulir
persetujuan rawat inap, general
consent, dan peraturan pelayanan
11. Tanda tangani formulir tersebut
diatas yang telah di tanda tangani
pasien/keluarga
pasien/penanggung jawab pasien
tersebut oleh petugas yang
menerima pasien
12. Dokumentasikan formulir pada
berkas rekam medis pasien
7. Meliputi apa saja isi penjelasan 1. Waktu berkunjung Seluruh Staf RSBP
dari tata tertib pelayanan rawat 2. Penunggu/penggunjung pasien
jalan inpa pada registrasi rawat 3. System pembayaran (pembayaran
inap? pribadi atau jaminan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
perusahaan/asuransi)
4. Perhitungan kamar
8. Meliputi apa saja isi penjelasan 1. Persetujuan untuk pengobatan Seluruh Staf RSBP
dari General Consent pada 2. Pelepasan informasi
registrasi rawat inap? 3. Hak pasien dan keluarga
4. Pelayanan kerohanian
5. Keamanan
6. Keinginan privacy
7. Penjelasan biaya pelayanan rumah
sakit
9. Apa yang dimaksud dengan Berkas rekam medis (BRM) adalah berkas Seluruh Staf RSBP
BRM? yang berisikan catatan dan dokumen
tentang identitas pasien, pemeriksaan,
pengobatan, tindakan dan pelayanan lain
kepada pasien pada sarana pelayanan
kesehatan
10. Siapa saja yang berhak 1. Dokter yang merawat dan hanya Seluruh Staf RSBP
meminjam berkas rekam medis? untuk keperluan pasien yang
bersangkutan
2. Ketua Komite Medis untuk
keperluan laporan kasus tertentu
3. Direktur RS Bunda atau pejabat
yang ditunjuk oleh direktur untuk
keperluan khusus
11. Apa yang dimaksud dengan Visum Et Repertum (VER) adalah laporan Seluruh Staf RSBP
VER? tertulis yang dibuat oleh dokter atas
permintaan tertulis dari pihak berwajib
mengenai apa yang telah
dilihat/diperiksanya berdasarkan bidang
keilmuannya dan berdasarkan sumpah
untuk kepentingan peradilan
12. Bolehkah pasien atau korban  Boleh, dengan menyertakan surat Seluruh Staf RSBP
kekerasan meminta dibuatkan permintaan pembuatan VER dari
VER kepada pihak RS? pihak kepolisian
 Dalam keadaan pasien/korban
meminta dibuatkan VER tanpa
surat permintaan dari pihak
kepolisian maka dianjurkan agar
melapor dulu ke pihak kepolisian
dan jelaskan dalam isis surat
mengenai permintaan pembuatan
VER
13. Apa yang dimaksud dengan Suatu cara agar berkas rekam medis Seluruh Staf RSBP
pengelolaan BRM? terlihat rapid an memudahkan pemberi
pelayanan kesehatan mencari data yang
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
diperlukan dalam suatu berkas rekam
medis pasien serta digunakan untuk
kelengkapan berkas rekam medis dan
mempermudah dalam mencari klasifikasi
diagnosa pasien.
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

SKP
(SASARAN KESELAMATAN PASIEN)
NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI
1. Apa yang ada ketahui 1. SKP adalah sasaran keselamatan pasien Seluruh Staf
tentang SKP? 2. Ada 6 sasaran SKP: RSBP
a. Ketepatan identifikasi pasien
b. Peningkatan komunikasi yang efektif
c. Peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadan
d. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur,
tepat pasien operasi
e. Pengurangan risiko infeksi terkait
pelayanan kesehatan
f. Pengurangan resiko jatuh
(Acuan: PERMENKES RI NO 1691 Tahun 2011)
2. Bagaimana prosedur di 1. Semua pasien harus dilakukan pendaftaran Seluruh Staf
Rumah Sakit Bunda di FO untuk proses identifikasi RSBP
Palembang untuk a. Pasien baru, isi formulir pendaftaran
mengidentifikasi pasien? dengan mencocokan kartu identitas
pasien (KTP/paspor/SIM)
b. Pasien lama, lakukan verifikasi dan
ditanyakan kebutuhan pelayanan
2. Pasien rawat jalan
a. Tanyakan identitas pasien (nama,
tanggal lahir) dan cocokkan dengan
BRM
b. Pada pasien rujukan, tanyakan surat
rujukan dan cocokkan dengan identitas
pasien
c. Verifikasi data untuk pasien yang tidak
dapat dilakukan identifikasi, dapat
dilakukan dengan menanyakan kepada
keluarga
3. Pasien rawat inap
a. Pasang gelang identitas pasien rawat
inap
b. Lakukan identifikasi risiko pasien
c. Pasang gelang risiko sesuai hasil
identifikasi penilaian
d. Lakukan verifikasi dengan
mencocokkan gelang identitas sebelum
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
melakukan:
1) Pemberian obat, pemberian
darah dan atau produk darah,
pengembalian darah
2) Pemeriksaan atau pengambilan
specimen lain untuk
pemeriksaan klinis atau
prosedur
3) Intervensi
pembedahan/prosedur invasif
lain
4) Transfer pasien/perpindahan
pasien, mengantar bayi
5) Pemeriksaan penunjang:
pemeriksaan radiologi atau
penunjang lain
4. Ada 2 identitas yaitu menggunakan
NAMA dan TANGGAL LAHIR yang
disesuaikan dengan tanda pengenal resmi
5. Pengecualian prosedur identifikasi dapat
dilakukan pada kondisi kegawatdaruratan
pasien di IGD, ICU dan kamar operasi
dengan tetap memperhatikan data pada
gelang identifikasi pasien
6. Pada
3. Ceritakan bagaimana cara 1. Petugas memperkenalkan diri Seluruh Staf
melakukan identifikasi 2. Petugas mengajukan pertanyaan terbuka RSBP
pasien? dengan menanyakan nama lengkap dan
tanggal lahir pasien
3. Petugas sambil mencocokkan dengan
gelang identifikasi pasien
(contoh: nama ibu siapa? Tolong sebutkan tanggal
lahir ibu? Terimah kasih bu)
*bila pasien tidak dapat menyebutkan nama,
identitas pasien dapat ditanyakan kepada
penunggu pasien.
4. Kapan dilakukan proses 1. Saat pemberian obat Seluruh Staf
verifikasi identitas pasien? 2. Saat pemberian transfuse darah RSBP
3. Saat pengambilan sample untuk
pemeriksaan laboratorium dan
pemeriksaan radiologi
4. Saat melakukan tindakan medis
5. Mengantar bayi/menyusui bayi
6. Mengantar makanan
5. Gelang identifikasi apa saja 1. Gelang Identitas: Seluruh Staf
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
yang digunakan di RS?  BIRU: Pasien laki-laki anak dan RSBP
dewasa
 PINK: Pasien perempuan anak dan
dewasa
2. Gelang Risiko:
 KUNING: Risiko Jatuh
 MERAH: Alergi
 UNGU: DNR
 PUTIH: terpapar radioaktif/kemoterapi
3. Gelang berisi identitas: NAMA PASIEN,
TANGGAL LAHIR DAN NOMOR
REKAM MEDIS
6. Bagaimana prosedur 1. Ucapkan salam Seluruh Staf
pemasangan gelang “Selamat pagi/siang/sore/malam, RSBP
identifikasi? bapak/ibu”
2. Sebut nama dan instalasi perawatan
“saya…(nama), dari instansi …
(sebutkan)
3. Menjelaskan maksud dan tujuan
pemasangan gelang
4. Lakukan verifikasi untuk mengetahui
bahwa pasien dan atau keluarga paham
atas informasi tersebut
5. Pasangkan gelang identifikasi pada
pergelangan tangan pasien (sesuai kondisi)
6. Informasikan kepada pasien dan atau
keluarga bahwa gelang identifikasi ini
harus selalu dipakai hingga pasien di
perbolehkan pulang
7. Ucapkan terimah kasih
7. Bagaimana pelepasan 1. Ucapkan salam Seluruh Staf
gelang? 2. Menyampaikan maksud dan tujuan RSBP
melepaskan gelang
3. Tanyakan nama dan tangggal lahir,
kemudian dicocokkan dengan barcode
gelang identitas dan berkas rekam medis
4. Melepaskan gelang oleh tenaga
keperawatan yang bertanggung jawab
dengan menggunakan gunting gelang
5. Ucapakan terimah kasih
 Pada bayi: gelang identitas disertakan
saat pulang bersama data-data lain
 Kondisi yang memerlukan pelepasan
gelang sementara, segera setelah
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
prosedur selesai dilakukan, gelang
dilepaskan kembali
 Gelang risiko jatuh: dilepaskan saat
skor risiko tinggi telah berubah menjadi
risiko rendah
6. Pasien DNR: dapat dilepaskan jika
dibatalkan atas permintaan keluarga
8. Dapatkan anda menjelaskan 1. Teknik SBAR, berlaku untuk semua Seluruh Staf
tentang cara komunikasi petugas kesehatan yang dilakukan RSBP
yang efektif di ruang pelaporan/serah terimah pasien kepda
perawatan? dokter penanggung jawab pelayanan
(DPJP) dan atau saat penggantian tugas:
 Situation: kondisi terkini yang terjadi
pada pasien (sebutkan nama anda dan
unit, sebutkan identitas pasien dan nomor
kamar pasien, sebutkan masalah pasien
tersebut misalnya: sesak nafas)
 Background: informasi penting yang
berhubungan dengan kondisi pasien
terkini, (sebutkan diagnosis, data klinis
pasien, hasil pemeriksaan fisik, riwayat
pasien)
 Assesmen: hasil pengkajian kondisi
pasien terkini (assesmen pasien saat ini)
 Rekomendasi: apa yang perlu dilakukan
untuk mengatasi pasien saat ini.
2. Tehnik CABAK, berlaku untuk semua
petugas kesehatan yang dilakukan dan
menerima perintah lisan atau melalui
telepon:
 Catat, Baca kembali dan konfirmasi 1x24
jam.
 Dokumentasikan perintah lisan tersebut
pada stempel catatan lengkap perintah
lisan/via telepon
9. Kapan dokter dan perawat Setiap penerimaan instruksi verbal dengan nama Seluruh Staf
menggunakan ejaan (alpha, obat yang masuk dalam daftar NORUM/LASA, RSBP
beta, Charlie dsb)? nama obat harus di eja per huruf satu per satu.
 Alphabet harus ada di dekat telepon
10. Bolehkah menggunakan Yang diperbolehkan kata-kata yang ada di dalam Seluruh Staf
singkatan/anonym dalam daftar SPO singkatan /akronim RSBP
catatan terintegritas?

11. Bagaimana melaporkan 1. Jika pasien rawat inap: petugas lab segera Seluruh Staf
hasil kritis lab? melaporkan perawat terkait dan dokter RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
jaga/ruangan akan melaporkan ke DPJP
2. Jika pasien rawat jalan (pengantar dari
dokter RSBP) petugas lab segera
melaporkan ke dokter pengirim
3. Jika pasien rawat jalan (pengantar dari
dokter luar RSBP), petugas lab segera
melapor ke dokter jaga dan dokter jaga
menelpon pasien untuk menjelaskan
bahwa terkait dengan hasil labnya di
mohon untuk segera datang
12. Apa saja yang termasuk A: Anastesi C: Chemoterapi Seluruh Staf
obat-obat yang perlu di T: Trobolitik agent O: Oxytosin RSBP
waspadai (high-alert I: Insulin E: Elektrolit pekat
medication) di RS? A: Anti convulsant L: LaSa
Pemberian label obat yang Daftar obat-obat high alert elektronit pekat
perlu di waspadai? (bicnat, MgSO4, KCL dll)
- Stiker MERAH: untuk obat High Alert
- Stiker UNGU: untuk obat kemoterapi
- Stiker : untuk obat Lasa
- Stiker HIJAU: untuk obat akan
kadaluwarsa
13. Tahukah anda bagaimana Langkah: Seluruh Staf
prosedur checklist 1. Check in: yaitu saat pasien diarea RSBP
keselamatan operasi? penerimaan pasien dilakukan konfirmasi
pemeriksaan identitas pasien, jenis
operasi, kelengkapan data penunjang
operasi serta surat izin operasi (SIO), surat
izin tindakan anestesi (SITA) dam inform
consent yang sudah di isi lengkap,
dilakukan oleh perawat yang bertugas
diarea penerimaan pasien
2. Sign in: dilakukan dikamar operasi saat
sebelum induksi anestesi meliputi jenis
operasi, kelengkapan data penunjang
operasi, jenis anestesi
3. Time out: dilakukan di kamar operasi
sesaat sebelum insisi adalah meliputi
konfirmasi indentifikasi pasien, penandaan
area operasi, penanyangan pemeriksaan
penunjang, pemberian antibiotic profiaksis
bila diperlukan, jenis operasi yang akan
dilakukan
4. Sign out: dilakukan setelah operasi selesai
dan sebelum menutup luka, berupa
konfirmasi secara verbal tindakan yang
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
sudah dilakukan kelengkapan kassa,
instrument, alat tajam serta kelengkapan
specimen
5. Check out: serah terimah pasien dari
perawat anestesi kepada perawat ruangan
pemulihan.
Proses sing in di pandu oleh perawat sirkuler
dan dokter anestesi.
14. Bagian tubuh mana saja Sisi tubuh yang lateralisasi, struktur multiple (jari Seluruh Staf
yang dilakukan penandaan tangan, jari kaki, lesi) atau multiple level (tulang RSBP
lokasi sebelum operasi? belakang) dilakukan oleh operator menggunakan
tinta hitam permanen dengan bentuk lingkaran di
sesuaikan dengan area operasi
15. Tindakan apa saja yang Section Caesaria (kandungan), THT, jantung, Seluruh Staf
dilakukan penandaan lokasi kasus luka bakar, operasi gigi (penandaan pada RSBP
sebelum operasi? hasil rontgen)
16. Sebutkan indikasi Ada 5 saat melakukan kebersihan tangan: Seluruh Staf
melakukan kebersihan 1. Sebelum kontak dengan pasien RSBP
tangan (five moment)? 2. Sebelum melakukan tindakan asepsis
3. Setelah kontak dengan cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan pasien
17. Kapan dilakukan cuci 1. Sebelum dan sesudah makan Seluruh Staf
tangan secara hand wash? 2. Sesudah dari kamar mandi RSBP
3. Sesudah kena sesuatu yang berminyak
4. Tangan terlihat kotor
18. Bagaimanakah mengkaji 1. Penilaian risiko jatuh dilakukan saat Seluruh Staf
pasien risiko jatuh? pengkajian awal pasien dengan RSBP
menggunakan metode pengkajian risiko
jatuh yang telah ditetapkan oleh RS.
Penilaian risiko jatuh pada pasien:
- Anak menggunakan skala HUMPTY
DUMPTY (0-18 Tahun)
- Dewasa menggunakan skala MORSE
(>18-59 tahun)
- Geriatric menggunakan skala GERIATRI
(>60 tahun)
2. Perawat memasang gelang risiko berwarna
kuning dipergelangan tangan pasien dang
mengedukasi pasien dan atau keluarga
maksud pemasangan gelang tersebut.
3. Pengkajian ulang dilakukan oleh perawat
secara berkala sesuai hasil penilaian resiko
jatuh pasien dan jika terjadi perubahan
kondisi pasien atau pengobatan
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
4. Perawat meletakkan sticker berbentuk
“Smile” di bed pasien.

PROGNAS
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

(PROGRAM NASIONAL)

NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFI


KASI
1. Sebutkan tujuan MDGS yang Dari 8 tujuan MDGS ada 3 yang berkaitan Seluruh
berkaitan dengan bidang dengan bidang kesehatan, yaitu: Staf RSBP
kesehatan?  Goal 4: menurunkan angka kematian
anak
 Goal 5: menurunkan angka kematian ibu
 Goal 6: mengendalikan HIV dan AIDS,
malaria dan penyakit menular lainnya
(TB)
2. Apa kepanjangan dari PONEK? Pelayanan obstetric neonatus emergensi Seluruh
komprehensif Staf RSBP
3. Apa tujuan dari PONEK? Tujuan: Seluruh
Menurunkan angka kematian ibu, bayi baru Staf RSBP
lahir, dan balita serta meningkatkan kesehatan
ibu hamil.
Tujuan Khusus:
1. Meningkatkan kemampuan Tim Ponek
2. Memberikan pengetahuan bagi ibu dan
keluarganya
3. Meningkatkan angka rawat gabung,
IMD dan pemberian ASI Ekslusif
4. Meningkatkan perawatan metode
kangguru pada BBLR
4. Apa yang dimaksud dengan RS Rumah Sakit PONEK 24 jam adalah rumah Seluruh
PONEk 24 jam? sakit yang menyelenggarakan pelayanan Staf RSBP
kedaruratan maternal dan neonatal secara
komprehensif dan terintegritas 24 jam.
5. Bagaimana pelaksanaan kegiatan 1. Meningkatkan kemampuan Tim Ponek Seluruh
PONEK? dan staf lainnya melalui pelatihan Staf RSBP
 Pelatihan PONEK terhadap tim
ponek
 Diklat internal rutin kepada
karyawan berhubungan dengan
antenatal care, laktasi, IMD, dan
pelayanan metode kangguru pada
BBLR
 Sosialisasi kebiajakann dan program
kerja ponek kepada karyawan baru
2. Meningkatkan frekuensi penyuluhan ke
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
masyarakat sekitar
 Bekerja sama dengan puskesmas
 Prnyuluhan rutin ke posyandu sekitar
Rumah sakit
 Penyebaran leaflet k eke posyandu
dan pemberian makanan tambahan
 Megadakan seminar untuk
masyarakat awam per-4 bulan
3. Melengkapi prosedur yang berkaitan
dengan ponek
 Membuat kebijakan berkaitan
dengan ponek
 Membuat pedoman organisasi ponek
 Membuat pedoman pelayanan ponek
 Mmbentuk tim ponek
 Mensosialisasikan program kerja
ponek 2015 kepada seluruh
karyawan agar dapat dilaksanakan
4. Melaksanakan audit maternal-neonatal
 Melakukan audit pelayanan
kesehatan maternal-neonatal
 Melakukan pembahasan kasus
berkaitan maternal-neonatal
5. Pemantauan kegiatan rutin yang sudah
dilaksanakan
 Pencatatan dan monitoring
kehamilan resiko tinggi
 Kursus prenatal
 Senam hamil
 Konseling laktasi antenatal
 Kursus perawatan bayi
 Kursus pijat bayi
 Konseling laktasi postanatal
 Senam nifas
6. Meningkatkan kemampuan petugas di
instalasi gawat darurat, khususnya Blue
Team
a. Diklat internal Resusitasi Neonatus
kepada tim instalasi gawat darurat,
Blue team, perawat perina kamar
bayi, dan bidan
b. Diklat internal Blue Team ke RS
Bunda Palembang
7. Apa saja criteria umum rumah 1. Ada dokter jaga yang terlatih di IGD Seluruh
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
sakit PONEK? untuk mengatasi kasus emergensi baik Staf RSBP
secara umum maupun emergensi
obstetric-neonatal
2. Dokter, bidan dan perawat telah
mengikuti pelatihan tim PONEK di RS
meliputi resusitasi neonatus, kegawatan
daruratan obstetric dan neonatus
3. Mempunyai SPO penerimaan dan
penanganan PONEK
4. Kebijakan tidak ada uang muka bagi
pasien kegawat daruratan obstetric dan
noeeonatal
5. Mempunyai prosedur pendelegasian
wewenang tertentu
6. Mempunyai standar respon time di:
a. IGD: berdasarkan level triase
b. Kamar bersalin: berdasarkan level
triase
c. Pelayanan penyediaan darah
7. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga
24 jam) untuk melakukan operasi, bila
ada kasus emergensi obygin atau umum
8. Tersedia kamar bersalin yang mampu
menyiapkan operasi dalam waktu < 30
menit
9. Memiliki tim yang siap melakukan
operasi atau melaksanakan tugas
sewaktu-waktu, meskipun oncall
10. Adanya dukungan semua pihak dalam
tim PONEK, antara lain: dokter spesialis
kebidanan, anak, anestesi, penyakit
dalam, dokter spesialias lain serta dokter
umum, bidan dan perawat
11. Tersedia pelayanan darah yang siap 24
jam
12. Tersedia pelayanan penunjang lain yang
berperan dalam PONEK, seperti:
a. Laboratorium dan radiologi
b. Recovery room 24 jam
c. Obat dan alat penunjang yang selalu
siap bersedia
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
8. Apa yang dimaksud dengan Pencegahan dan pengendalian infeksi Seluruh
pencegahan dan pengendalian tuberculosis adalah upaya mencegah Staf RSBP
infeksi tuberculosis? penyebaran dan penularan kuman
mycobacterium tuberculosis dengan melakukan
pengendalian infeksi melalui diagnose dini dan
pengobatan segera pada pasien dengan TBC

9. Bagaimana alur pasien infeksi Seluruh


tuberculosis berobat di RSBP? Staf RSBP

1. Pasien datang
2. Registrasi FO
3. Pasien diarahkan ke unit/pojok
konsultasi TB DOTS (lantai )
4. Cek tanda-tanda vital di nurse station
unit/pojok konsultasi TB DOTS
5. Konsultasi dan pemeriksaan fisik oleh
dokter spesialis paru
6. Pemeriksaan penunjang
a. Lab mikrobiologi
b. Radiologi (foto Thorax)
c. Patologi anatomi dan patologi klinik
7. Penyerahan resep ke farmasi
8. Pembayaran di kasir
9. Pengambilan obat di farmasi
10. Pasien pulang
10. Bagaimana tatalaksana 1. Petugas kesehatan yang menangani Seluruh
pencegahan dan pengendalian pasien yang dicurigai terinfeksi kuman Staf RSBP
infeksi ruberclosis di RSBP? TBC atau telah di diagnosa menderita
TBC harus menggunakan APD
2. Petugas kesehatan meminta pasien unuk
memakai masker
3. Petugas kesehatan memberikan edukasi
tentang etika batuk dan membuang
dahak dengan benar
4. Petugas kesehatan melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan
edukasi yang telah diberikan kepada
pasien tersebut
5. Apabila dirawat, tempatkan semua
pasien dengan dugaan infeksi TBC dan
pasien TBC di ruang isolasi bertekanan
udara negative
11. Apa kepanjangan dari singkatan  TB: Tuberkulosis Seluruh
TB, DOTS dan BTA?  DOTS: directly observed treatment Staf RSBP
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
shortcourse
 BTA: basil tahan asam
12. Apa yang dimaksud dengan TB/  TB adalah penyakit menular langsung Seluruh
Tuberkulosis? yang dapat disebabkan oleh kuman TB Staf RSBP
(Mycobacterium Tuberculosis)
 Sebagian besar kuman TB menyerang
paru, tetapi dapat juga mengenai organ
tubuh lainnya, seperti kelenjar getah
bening, usus, ginjal, kandungan tulang
bahkan bisa menyerang otak.
13. Siapa sumber penularan TB? Pasien TB dangan BTA positif Seluruh
Staf RSBP
14. Bagaimana cara penularan TB?  Ditularkan pada saat pasien TB batuk Seluruh
atau bersin Staf RSBP
 Pasien TB menyebarkan kman ke udara
dalam bentuk percikan dahak (droplet
nuclei). Sekqali batuk dapat
menghasilkan sekitar 3000 percikan
dahak
 Umumnya penularan terjadi dalam
ruangan dimana percikan dahak berada
dalam waktu yang lama
15. Apa yang dimaksud dengan BTA? BTA (Bakteri tahan asam) adalah bakteri yang Seluruh
pada pengecatan Ziehl-Neelson (SN) tetap Staf RSBP
mengikat warna pertama, tidak luntur oleh asam
dan alcohol, sehingga mampu mengikat warna
kedua. Bakteri tersebut ketika diamati di bawah
mikroskop tampak berwarna merah dengan
dasar warna biru muda
16. Apa yang mempengaruhi daya  Daya penularan seorang pasien Seluruh
penularan seorang pasien TB? ditentukan oleh banyaknya kuman yang Staf RSBP
dikeluarkan dari parunya
 Makin tinggi derajat kepositifian hasil
pemeriksaan dahak, makin mudah
penularan dari pasiennya
17. Apa upaya yang dapat dilakukan Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan, Seluruh
untuk membunuh kuman TB? sementara sinar matahari langsung dapat Staf RSBP
membunuh kuman. Percikan dapat bertahan
selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap
dan lembab
18. Apa factor yang memungkinkan Factor yang memungkinkan seseorang terpajan Seluruh
seseorang terpajan kuman TB? kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan Staf RSBP
dalam udara dan lamanya menghirup udara
tersebut
19. Apa factor yang mempengaruhi Factor yang memungkinkan seseorang pasien Seluruh
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
kemungkinan seseorang menjadi TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, Staf RSBP
pasien TB? diantaranya adalah pasien HIV/AIDS dan
malnutrisi (gizi buruk0
20. Bagaimana kita mengenali gejala 1. Gejala utama pasien Tb paru adalah Seluruh
pasien TB? batuk berdahak selam 2-3 minggu atau Staf RSBP
lebih
2. Batuk dapat di ikuti dengan gejala
tambahan yaitu dahak bercampur darah,
batuk darah
3. Sesak nafas
4. Badan lemas
5. Nafsu makan menurun
6. Berat badan menurun, malaise
21. Bagaimana tatalaksana pasien 1. Penemuan tersangka TB Seluruh
dengan TB? 2. Diagnosis Staf RSBP
3. Pengobatan
22. Rumah sakit mana saja yang 1. Rumah Sakit khusus paru Palembang Seluruh
menjadi pusat rujukan TB di 2. RSUP Dr. Mohammad Hosein Staf RSBP
Palembang? Palembang
23. Bagaimana strategi yang  TB-DOTS (directly Observe Therapy of Seluruh
direkomendasikan oleh WHO Shortcourse) Staf RSBP
untuk penangulangan Tb?  Pemeriksaan yang penting untuk
diagnosa Tb adalah: periksa dahak
“SPS” – rontgen
24. Apa saja elemen TB DOTS? 1. Komitmen politis Seluruh
2. Diagnosis dengan pemeriksaan Staf RSBP
mikroskopik dengan pengawas (cek
sputum)
3. Pengobatan jangka pendek dengan
pengawas minum obat (pmo) langsung
4. Ketersediaan OAT (obat anti
tuberculosis) bermutu
5. Pencatatan dan pelaporan
25. Apa fungsi dari tim DOTS?  Pusat pencatatan dan pelaporan kasus Seluruh
TB/Tersangka TB Staf RSBP
 Tempay konselor mengenai TB
26. Siapa tim DOTS? Ketua tim DOTS: Seluruh
Coordinator: Staf RSBP
27. Bagaimana cara mendiagnosa System skoring diagnosa TB anak Seluruh
pasien anak dengan TB? Param 4 1 2 3 Staf RSBP
eter
Kontak Tidak Lapora BTA
Tb jelas n (+)
keluar
ga,
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
BTAne
gative
atau
tdak
tahu,
BTA
tidak
jelas
Uji Negati Positif
tuberk ve ( ≥10
olosis mm,
atau ≥
5 mm
pada
keadaa
n
imunos
upresf)
Status BB/Tb Klinis
gizi < 90 % gizi
atau buruk
BB/U BB/Tb
< 80 % < 70
% atau
BB/U
< 60 %
Dema ≥ 2
m mingg
tanpa u
sebab
jelas
batuk ≥ 3
mingg
u
Pembe ≥ 1
saran cm,
kelenja jumlah
r limfe > 1
leher, tidak
aksila, nyeri
inguin
al
Pembe Ada
ngkaka pembe
n ngkaka
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
tulang n
/sendi
panggu
l, lutut,
falang
Foto Norma Kesan
thorax l/tidak TB
jelas
Catatan:
 Kategori anak adalah usia ≤ 14 tahun
 Diagnosis dengan system scoring
ditegakkan oleh dokter
 Jika di jumpai scrofulderma langsung di
diagnosis TB
 Berat badan di nilai saat datang
 Demam dan batuk tidak ada respon
terhadap terapi sesuai baku
 Foto rontgen bukan alat diagnosis utama
pada TB anak
 Semua anak dengan reaksi cepat BCG
harus di evaluasi dengan system scoring
Tb anak
 Di diagnosis TB jika jumlah skor ≥ 6
(skor maksimal 14). Cut off point ini
masih bersifat tentative/sementara, nilai
definitive menunggu hasil penelitian
yang sedang di kerjakan
 Bila skor 5 dan anak < 5 tahun dengan
dugaan yang kuat, rujuk ke RS
 Pemberian profilaksis INH bila kontak
BTA (+) dengan skor < 6
Sumber: Pedoman Nasional Tuberkolosis Anak,
UKK Pulmonologi PP IDAI 2005
28. Bagaiaman etika batuk?  Tutup hidung dan mulut anda dengan Seluruh
menggunakan tissue/sapu tangan lengan Staf RSBP
dalam baju
 Segera buang tissue yang sudah dipakai
ke dalam tempat sampah
 Cuci tangan dengan menggunakan air
bersih dan sabun atau pencuci tangan
berbasis alkohol sesuai prosedur
 Gunakan selalu masker bedah bila anda
sedang batuk
 Tindakan penting ini harus selalu
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
dilakukan untuk mengendalikan sumber
infeksi potensial
29. Apa yang dimaksud dengan  AIDS (acquired Immunodeficienciency) Seluruh
AIDS/HIV? adalah sekumpulan gejala dan infeksi Staf RSBP
yang timbul karena rusaknya system
kekebalan tubuh manusia akibat infeksi
virus HIV
 HIV (Human Immunodificiciency Virus)
adalah virus memperlemah kekebalan
tubuh manusi.
30. Bagaimana cara  Seks tidak aman Heteroseksual, Seluruh
transmisi/penularan penyakit Homoseksual Staf RSBP
HIV/AIDS?  Darah Transfusi darah, jarum suntik
yang tercemar
 Ibu ke bayi saat terjadi perlukaan jalan
lahir
31. Ada berapa jenis stadium klinis Ada 4 stadiumn, yakni: Seluruh
HIV dewasa berdasarkan WHO? Stadium Infeksi HIV asimptomatik dan Staf RSBP
klinis 1 tidak di kategorikan sebagai
AIDS
Stadium Termasuk manifestasi membrane
klinis 2 mukosa kecil dan radang saluran
pernafasan atas yang berulang
Stadium Termasuk diare kronik yang
klinis 3 tidak dapat dijelaskan,
berlangsung selama lebih dari
sebulan. Infeksi bakter parah dan
tuberculosis
Stadium Termasuk toksoplasmosis otak,
klinis 4 kandidiasis esophagus, trakea,
bronkus atau paru-paru dan
sarkona kapossi

32. Apakah RSBP merawat pasien  Pemeriksaan awal (scrining Seluruh


dengan HIV/AIDS? laboratorium untuk pasien yang akan Staf RSBP
tindakan dan partus spontan) HIV
Rapid HIV-elisa
 Penanganan Emergensi (UGD)
 Untuk tindakan & terapi lanjut (dengan
obat ARV) pasien di rujuk ke RS yang
telah di tunjuk oleh pemerintah
 RS rujukan: RSUP. Mohammad Hoesin
Palembang
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866

TELUSUR BERKAS REKAM


MEDIS TERBUKA
T TELAAH REKAM MEDIS TERBUKA

NAMA RUMAH SAKIT :


RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
ALAMAT RUMAH :
SAKIT :
TANGGAL TELUSUR :
NAMA TIM TELUSUR :
KATEGORI TIM :
TELUSUR

REKAM MEDIS I II III IV V

NOMOR REKAM MEDIS

DIAGNOSA

PERSETUJUAN (CONSENT)
STD DOKUMEN YANG Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Total
DIMINTA Y/T
HPK6.3 Persetujuan
umum
STD Dokumen yang Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Total
diminta Y/T
HPK6.4 Persetujuan operasi
dan tindakan
invasive
Persetujuan
anestesi dan
sedasi
Persetujuan
tindakan dan
prosedur risiko
tinggi
HPK.8 Persetujuan riset,
penyelidikan dan
percobaan klinik
PAB5.1 Risiko,
keuntungan dan
anestesi
alternative
PAB7.1 Risiko,
keuntungan,
komplikasi &
alternative
operasi

ASESMEN
STD DOKUMEN YANG Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Total
DIMINTA Y/T
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
AP.1.3 Kebutuhan medis
pasien
Kebutuhan
keperawatan
pasien
AP1.4.1 Asesmen medis
selama 24 jam, di
update jika
berumur lebih
dari 30 hari
Asesmen
keperawatan
selama 24 jam
TELAAH REKAM MEDIS LANJUTAN
STD DOKUMEN YANG Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Total
DIMINTA Y/T
AP.1.5 Asesmen
terdokumentasi
dalam 24 jam
setelah masuk
dirawat
AP.1.5.1 Asesmen medis
terdokumentasi
sebelum operasi
AP.1.6 Asesmen gizi dan
status fungsional
AP.1.7 Asesmen nyeri
saat masuk
AP.1.9 Asesmen dan
asesmen ulang
pasien yang akan
meninggal
AP.1.10 Asesmen untuk
kebutuhan khusus
(misal gigi,
pendengaran, mata
dll)
AP.1.11 Asesmen awal
untuk rencana
keluar/pemulangan
pasien dari rumah
sakit
AP.2 Asesmen setiap
hari oleh dokter
untuk pasien akut
(SOAP)
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
PP.2.1 Ukuran
keberhasilan dari
rencana asuhan
PPK.2 Asesmen
kebutuhan
pendidikan pasien
dan keluarga
PAB.3 Asesmen pra
sedasi (moderat
dan dalam)
Monitoring selama
sedasi
Kriteria sadar
kembali
PAB.4 Asesmen pra
anestesi dan pra
induksi
MPO.4 Daftar obat yang
diminum sebelum
dirawat
MPO.4.3 Jenis obat yang
diresepkan dicatat
di rekam medis
MPO.7 Efek obat yang
tidak diharapkan
(adverse effect)
STD Dokumen yang Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Y T TDD Total
diminta Y/T
PPK.2.1 Asesmen meliputi
hal-hal sebagai
berikut:
a. Budaya pasien
dan keluarganya
b. Tingkat
pendidikan,
bahasa
c. Kendala
emosional
d. Kendala fisik
dan kongnitif
e. Kesediaan
pasien
f. menerima
informasi
MKI.19.3 Pencatatan,
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
tanggal, waktu
dari setiap entri
data
APK.1.1.3 Pencatatan setiap
keterlambatan
tindakan
APK.2.1 Rencana asuhan
pada pasien
APK.3.2.1 Resume pulang
memuat sebagai
berikut:
a. alasan dirawat,
diagnosis
(masuk, utama,
sekunder bila
ada)
b. temuan fisik
penting dan
lainnya
c. tindakan
diagnostik dan
prosedur yang
dilakukan
d. obat yang
diberikan,
termasuk obat
setelah pulang
e. instruksi
tindak lanjut
(follow-up)
APK.4.4 Rekam medik
pasien dirujuk
memuat:
a. nama rumah
sakit yang
menerima dan
nama staf yang
menyetujui
menerima
b. alasan pasien
dirujuk
c. alasan lain
pasien dirujuk
d. perubahan
kondisi pasien
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
dan status
pasien

BHD
(Bantuan Hidup Dasar)

NO PERTANYAAN JAWABAN KUALIFIKASI


1. Apa itu pengertian BHD? Usaha untuk mempertahankan kehidupan saat Seluruh Staf
penderita mengalami keadaan yang mengancam RSBP
nyawa
2. Sebutkan tahapan BHD? a. Penilaian awal Seluruh Staf
b. Circulation RSBP
c. Airway
d. Breathing
e. Evaluasi
3. Sebutkan langkah-langkah 1. Penilaian awal Seluruh Staf
tiap tahapan? a. Pastikan lingkungan aman RSBP
b. Cek kesadaran pasien
c. Panggil bantuan
d. Posisi pasien terlentang pada alas yang
rata dan keras
2. Circulation
a. Hitung denyut nadi karotis
b. Jika denyut nadi > 60 x/mnt & pasien
bernafas, posisikan dalam posisi
recovery
c. Jika denyut nadi < 60x/mnt lakukan
RJP
d. Kompresi 30x ventilasi 2x selama 5
siklus
3. Airway
a. Buka mulut dengan tehnik cross finger
b. Lakukan manuver head tilt chin lift
c. Pasien trauma, gunakan jaw trust
4. Breathing
a. Cek nafas dengan look, listen dan feel
b. Berikan nafas bantuan sebanyak 8-10
x/mnt
5. Evaluasi
a. Jika belum ada nadi, lakukan kembali
RJP 30:2
b. Jika nafas ada dan nadi ada, posisikan
recovery
RUMAH SAKIT BUNDA PALEMBANG
Jl. Demang Lebar Daun No.70 Palembang
Telp. (0711) 311866-312866
c. Jika nafas belum ada tetapi nadi
teraba, jaga jalan nafas terbuka,
posisikan recovery
6. RJP dihentikan bila
a. Penolong kelelehan
b. Pasien sudah bernafas dan nadi teraba
c. Pasien dinyatakan meninggal oleh
dokter