Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sistem kardiovaskuler atau sistem sirkulasi adalah suatu sistem yang

berfungsi untuk mempertahankan kuantitas dan kualitas dari cairan yang ada

diseluruh tubuh. Komponen penyusun dalam sistem kardiovaskuler terdiri dari

jantung yang berperan sebagai pemompa darah, pembulu darah sebagai sarana

mengalirnya darah keseluruh tubuh serta darah itu sendiri. Darah mengandung sel-

sel yang di rancang untuk mencegah infeksi, menghentikan perdarahan, dan

mengangkut hormon. Darah juga memungkinkan tubuh memberi makan dan

menyembuhkan dirinya serta melakukan komunikasi antara bagian-bagian tubuh

(Elizabet J Corwin, 2009).

Darah terdiri dari elemen berbentuk plasma dalam jumlah setara. Elemen

berbentuk tersebut adalah sel darah merah (Eritrosit), sel darah putih (Leukosit), dan

keping darah (Trombosit). Plasma terdiri dari air 90 %, dan 10 % berupa elektrolit,

gas terlarut, berbagai produk sisa metabolisme dan zat-zat gizi misalnya gula, asam

amino, lemak, kolesterol dan vitamin (Elizabet J Corwin, 2009).

Sel darah putih atau leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah.

Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit

infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna,

memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid dan dapat menembus dinding

kapiler/diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel

darah putih di dalam tiap liter darah manusia dewasa yang sehat atau sekitar 7000-
25000 sel pertetes. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga

50000 sel pertetes (Huether, 2005).

Di dalam tubuh leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau

jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal.

Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berintegrasi dan menangkap serpihan

seluler, partikel asing atau mikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa

membela diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka

adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sum-sum

tulang (Huether, 2005).

Leukemia atau kanker darah merupakan jenis penyakit kanker yang

menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang. Sumsum tulang

(bone marrow) ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga tipe sel darah,

diantaranya sel darah putih yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan

infeksi, sel darah merah yang berfungsi sebagai pembawa oksigen ke dalam tubuh

dan platelet atau bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah

(Mutaqin, 2009).

Leukemia adalah sekumpulan penyakit yang di tandai oleh adanya

ploriferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang

tidak normal, jumlah berlebihan, dapat menyebabkan anemia, trombositopenia,

penyakit neoplastik yang beragam atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk

darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid serta diakhiri dengan kematian

(Heni, 2004).

Kejadian leukemia di seluruh dunia mencapai 30-40% dari seluruh

keganasan. Keganasan pada anak mencapai 33%, sementara limfoblastik akut


(LLA) diperkiran 75% dari semua kasus dengan insiden yang terbanyak pada umur

4 tahun. Sementara Leukemia Limfoblastik (LLA) di Indonesia mencapai 97% dari

semu leukemia pada anak. merupakan kanker yang sering terjadi pada anak

(Mutaqin, 2009).

Menurut catatan medical record RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung,

distribusi sepuluh penyakit terbesar yang dirawat di Ruang Kenanga 1 pada periode

oktober 2014 sampai dengan maret 2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1.Distribusi Sepuluh Penyakit Terbesar di Ruang Kenanga 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung

periode oktober 2014 sampai maret 2015

No Penyakit Jumlah Persentase (%)


1. Neoplasma 112 30,76%
2 Bronchopneumonia 100 27,46%
3 DHF 30 8,21%
4 Sepsis neonatus 28 7,73%
5 Leukimia limpoblastik akut 21 5,81 %
6 Demam thipoid 21 5,81 %
7 Thalasemia 18 5,01 %
8 Anemia aplastik 12 3,23 %
9 Neonatal hiperbilirubin 11 3,02 %
10 Dengue fiver 11 3,02 %

Jumlah 364 100 %


Sumber : Medical Record di Ruang Kenanga I RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung periode oktober
2014 sampai maret 2015

Berdasarkan data di atas didapatkan bahwa kasus leukemia menempati

urutan lima atau terdapat 28 (5,81 %) kasus dari 364 kasus penyakit yang dirawat di

Ruang Kenanga 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung periode oktober 2014 sampai

maret 2015. Dapat disimpulkan bahwa kejadian penyakit leukemia di masyarakat

khususnya pada anak sangat tinggi dan merupakan masalah yang sangat

memerlukan perhatian dan penatalaksanaan yang sangat komprehensif dan intensif

bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan


Melihat dampak yang dapat ditimbulkan dan bertitik tolak dari masalah di

atas, maka penulis tertarik untuk menulis suatu karya tulis ilmiah dengan judul

“Asuhan Keperawatan pada Klien An. S Usia sekolah (11 Tahun) Dengan

Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Leukemia Limfosblastik Akut di Ruang

Kenanga 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung”.

B. Ruang Lingkup Pembahasan

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis membatasi ruang lingkup

pembahasannya yaitu Asuhan Keperawatan pada Klien An. S Usia sekolah

(11 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Leukemia Limfosblastik

Akut di Ruang Kenanga 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung.

C. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Klien An. S Usia

sekolah (11 Tahun) Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Leukemia

Limfosblastik Akut di Ruang Kenanga 1 RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung

secara komperhensif pada situasi nyata dan langsung meliputi aspek bio, psiko,

sosial, dan spiritual yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan.

2. Tujuan Khusus

a. Mampu melaksanakan pengkajian secara komprehensif pada klien dengan

Leukemia Limfosblastik Akut.

b. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas

masalah pada klien dengan Leukemia Limfosblastik Akut.


c. Mampu dalam menyusun rencana asuhan keperawatan pada klien dengan

Leukemia Limfosblastik Akut.

d. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan Leukemia

Limfosblastik Akut.

e. Mampu melakukan evaluasi hasil asuhan keperawatan pada klien dengan

Leukemia Limfosblastik Akut.

f. Mampu mendokumentasikan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan

pada klien dengan Leukemia Limfosblasti Akut.

D. Manfaat

1. Penulis

Sebagai tambahan pengetahuan dan pengalaman bagi penulis dalam

mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan khususnya dalam

asuhan keperawatan klien dengan Leukemia Limfoblastik Akut.

2. Pihak Rumah Sakit

Sebagai bahan perbandingan bagi perawat dalam bertugas memberikan

pelayanan asuhan keperawatan pada klien anak dengan Leukemia Limfosblastik

Akut.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai bahan bacaan ilmiah ataupun kerangka perbandingan dalam

mengembangkan ilmu keperawatan dan usaha penyempurnaan asuhan

keperawatan yang telah ada saat ini.

4. Bagi Profesi Keperawatan

Sebagai acuan dalam mengembangkan ilmu keperawatan khususnya asuhan

keperawatan klien dengan Leukemia Limfosblastik Akut.


5. Masyarakat, Klien dan Keluarga

Sebagai masukan bagi masyarakat, klien dan keluarga khususnya dalam

merawat anak yang menderita penyakit Leukemia Limfosblastik Akut.

E. Metode Telaahan

Metode yang digunakan penulis dalam menyusun karya tulis ilmiah ini yaitu

metode analisis deskriptif melalui studi kasus berdasarkan pendekatan proses

keperawatan yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi

dan evaluasi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam menyusun

karya tulis ini adalah :

1. Wawancara yaitu dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan klien dan

keluarga klien serta tenaga kesehatan lain untuk memperoleh informasi yang

akurat.

2. Observasi yaitu dengan mengamati keadaan klien secara langsung meliputi bio,

psiko, sosio kultural dan spiritual.

3. Pemeriksaan fisik yaitu pengumpulan data dengan melakukan pemeriksaan fisik

pada klien dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi.

4. Studi dokumentasi yaitu dengan melakukan pengumpulan data atau informasi

melalui catatan atau arsip dari medical record yang berhubungan dengan

perkembangan kesehatan klien

5. Studi Kepustakaan yaitu mencari sumber melalui bahan bacaan atau buku-buku

literatur yang dapat dipercaya untuk mendapatkan kejelasan teori yang

berhubungan dengan masalah klien.

F. Waktu Pelaksanaan
Adapun pelaksanaan studi kasus ini yaitu pada tanggal 1 april sampai

dengan tanggal 3 april 2015.

G. Tempat Pelaksanaan

Studi kasus ini dilaksanakan di Ruang Kenanga 1 RSUP dr. Hasan Sadikin

Bandung.

H. Sistematika Telaahan

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini di bagi dalam 4 Bab dengan susunan

sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan yang membahas tentang latar

belakang, ruang lingkup pembahasan, tujuan

penulisan, metode telaahan, manfaat penulisan,

waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan dan

sistematika penulisan.
BAB II : Tinjauan pustaka meliputi konsep dasar medis batu

ureter yang terdiri dari Pengertian, Anatmi dan

Fisiologi Sistem Perkemihan, Etiologi, Patofisiologi,

Manifestasi Klinis, Pemeriksaan penunjang,

Penatalaksanaan Medis, dan Komplikasi, serta

konsep dasar Asuhan Keperawatan pada klien

Leukemia Limfosblastik Akut


BAB III : Tinjauan kasus dan pembahasan. Dalam bab ini

berisikan laporan kasus asuhan keperawatan pada

klien dengan gangguan sistem kardivaskuler :

Leukemia Limfosblastik Akut di RSUP Dr Hasan

Sadikin Bandung, serta pembahasan yang membahas

kesenjangan antara teori dan fakta secara sistematis

mulai dari pengkajian, diagnosa, perencanaan,

implementasi, dan evaluasi.


BAB IV : Kesimpulan dan rekomendasi meliputi kesimpulan

pelaksanaan asuahan keperawatan dan rekomendasi

terhadap alternatif rujukan.