Anda di halaman 1dari 11

Maaf tadi saya terlupa mau meralat tentang peraturan yang minggu lalu saya

sampaikan itu terukar...


Peraturan mengenai kesehatan rumah sakit itu kepmenkes 1204 tahun 2004 ya
tentang persyaratan kesehatan lingkungan masyarakat bukan kemenlh.
Untuk kepmelh no.5 tahun 2014 itu tantang baku mutu limbah cair rumah sakit.
Mohon d pelajari ya untuk bahan ujian.

kalau ada yg butuh penjelasan atau privat lebih boleh bertanya via sms, wa atau
telp. Atau menemui sy d ruangan.

Semoga ujiannya diberi kelancaran, gud luck

Terima kasih

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 5 TAHUN 2014
TENTANG
BAKU MUTU AIR LIMBAH

Usaha dan/atau kegiatan yang baku mutu air


limbahnya diatur dalam Peraturan Menteri ini
terdiri dari:
a.
industri pelapisan logam dan galvanis;
b.
industri penyamakan kulit;
c.
industri minyak sawit;
d.
industri karet;
e.
industri tapioka;
f.
industri monosodium glutamat dan inosin
monofosfat;
g.
industri kayu lapis;
h.
industri pengolahan susu;
i.
industri minuman ringan;
j.
industri sabun, deterjen dan produk-produk
minyak nabati;
k.
industri bir;
l.
industri baterai timbal asam;
m.
industri pengolahan buah-buahan dan/atau
sayuran;
n.
industri pengolahan hasil perikanan;
o.
industri pengolahan hasil rumput laut;
p.
industri pengolahan kelapa;
q.
industri pengolahan daging;
r.
industri pengolahan kedelai;
s.
industri pengolahan obat tradisional atau
jamu;
t.
industri peternakan sapi dan babi;
u.
industri minyak goreng dengan proses basah
dan/atau kering;
v.
industri gula;
w.
industri rokok dan/atau cerutu;
x.
industri elektronika;
y.
industri pengolahan kopi;
z.
industri gula rafinasi;
aa.
industri Petrokimia Hulu;
bb.
industri rayon;
cc.
industri keramik;
dd.
industri asam tereftalat;
ee.
polyethylene tereftalat;
ff.
industri petrokimia hulu;
gg.
industri oleokimia dasar;
hh.
industri soda kostik/khlor;
ii.
industri pulp dan kertas;
jj.
industri ethanol;
kk.
industri baterai kering;
ll.
industri cat;
mm.
industri farmasi;
nn.
industri pestisida;
oo.
industri pupuk;
pp.
industri tekstil;
qq.
perhotelan;
rr.
fasilitas pelayanan kesehatan;
ss.
rumah pemotongan hewan;

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR: 1204/MENKES/SK/X/2004
TENTANG
PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN
RUMAH SAKIT

I.PENYEHATAN RUANG BANGUNAN DAN HALAMAN RUMAH SAKIT


A. Pengertian
1.
Ruang bangunan dan halaman rumah sakit adalah semu
a ruang/unit dan halaman yang ada di dalam batas pa
gar rumah sakit
(bangunan fisik dan kelengkapannya) yang dipergunak
an untuk berbagai keperluan dan kegiatan rumah saki
t.
2.
Pencahayaan di dalam ruang bangunan rumah sakit ad
alah intensitas penyinaran pada suatu bidang kerja
yang ada di dalam
ruang bangunan rumah sakit yang diperlukan untuk me
laksanakan kegiatan secara efektif
3.
Pengawasan ruang bangunan adalah aliran udara di d
alam ruang bangunan yang memadai untuk menjamin kes
ehatan penghuni
ruangan.
4.
Kebisingan adalah terjadinya bunyi yang tidak dike
hendaki sehingga mengganggu dan/atau membahayakan k
esehatan.
5.
Kebersihan ruang bangunan dan halaman adalah suatu
keadaan atau kondisi ruang bangunan dan halaman be
bas dari bahaya dan
risiko minimal untuk terjadinya infeksi silang, dan
masalah kesehatan dan keselamatan kerja.
B. Persyaratan
1. Lingkungan Bangunan Rumah Sakit
a.
Lingkungan bangunan rumah sakit harus mempunyai bat
as yang kelas, dilengkapi dengan agar yang kuat dan
tidak
memungkinkan orang atau binatang peliharaan keluar
masuk dengan bebas.
b.
Luas lahan bangunan dan halaman harus disesuaikan d
engan luas lahan keseluruhan sehingga tersedia temp
at parkir yang
memadai dan dilengkapi dengan rambu parkir.
c.
Lingkungan bangunan rumah sakit harus bebas dari ba
njir. Jika berlokasi di daerah banjir harus menyedi
akan
fasilitas/teknologi untuk mengatasinya.
d.
Lingkungan rumah sakit harus merupakan kawasan beba
s rokok
e.
Lingkungan bangunan rumah sakit harus dilengkapi pe
nerangan dengan intensitas cahaya yang cukup.
f.
Lingkungan rumah sakit harus tidak berdebu, tidak b
ecek, atau tidak terdapat genangan air dan dibuat l
andai menuju ke
saluran terbuka atau tertutup, tersedia lubang pene
rima air masuk dan disesuaikan dengan luas halaman
g.
Saluran air limbah domestik dan limbah medis harus
tertutup dan terpisah, masing-masing dihubungkan la
ngsung dengan
instalasi pengolahan limbah.
h.
Di tempat parkir, halaman, ruang tunggu, dan tempat
-tempat tertentu yang menghasilkan sampah harus dis
ediakan tempat
sampah.
i.
Lingkungan, ruang, dan bangunan rumah sakit harus s
elalu dalam keadaan bersih dan tersedia fasilitas s
anitasi secara kualitas
dan kuantitas yang memenuhi persyaratan kesehatan,
sehingga tidak memungkinkan sebagai tempat bersaran
g dan
berkembang biaknya serangga, binatang pengerat, dan
binatang pengganggu lainnya.
2. Konstruksi Bangunan Rumah Sakit
a. Lantai
1)
Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat, kedap ai
r, permukaan rata, tidak licin, warna terang, dan m
udah dibersihkan.
2)
Lantai yang selalu kontak dengan air harus mempunya
i kemiringan yang cukup ke arah saluran pembuangan
air limbah
3)
Pertemuan lantai dengan dinding harus berbentuk kon
us/lengkung agar mudah dibersihkan
b.
Dinding
Permukaan dinding harus kuat, rata, berwarna terang
dan menggunakan cat yang tidak luntur serta tidak
menggunakan cat
yang mengandung logam berat
c.
Ventilasi
1)
Ventilasi alamiah harus dapat menjamin aliran udara
di dalam kamar/ruang dengan baik.
2)
Luas ventilasi alamiah minimum 15 % dari luas lanta
i
3)
Bila ventilasi alamiah tidak dapat menjamin adanya
pergantian udara dengan baik, kamar atau ruang haru
s dilengkapi
dengan penghawaan buatan/mekanis.
4)
Penggunaan ventilasi buatan/mekanis harus disesuaik
an dengan peruntukkan ruangan.
d.
Atap
1)
Atap harus kuat, tidak bocor, dan tidak menjadi tem
pat perindukan serangga, tikus, dan binatang pengga
nggu lainnya.
2)
Atap yang lebih tinggi dari 10 meter harus dilengka
pi penangkal petir.
e.
Langit-langit
1)
Langit-langit harus kuat, berwarna terang, dan muda
h dibersihkan.
2)
Langit-langit tingginya minimal 2,70 meter dari lan
tai.
3)
Kerangka langit-langit harus kuat dan bila terbuat
dari kayu harus anti rayap.
f.
Konstruksi
Balkon, beranda, dan talang harus sedemikian sehing
ga tidak terjadi genangan air yang dapat menjadi te
mpat perindukan
nyamuk Aedes.
g.
Pintu
Pintu harus kuat, cukup tinggi, cukup lebar, dan da
pat mencegah masuknya serangga, tikus, dan binatang
pengganggu
lainnya.
h.
Jaringan Instalasi
1)
Pemasangan jaringan instalasi air minum, air bersih
, air limbah, gas, listrik, sistem pengawasan, sara
na telekomunikasi,
dan lain-lain harus memenuhi persyaratan teknis kes
ehatan agar aman digunakan untuk tujuan pelayanan k
esehatan.
2)
Pemasangan pipa air minum tidak boleh bersilangan d
engan pipa air limbah dan tidak boleh bertekanan ne
gatif untuk
menghindari pencemaran air minum.
i.
Lalu Lintas Antar Ruangan
1)
Pembagian ruangan dan lalu lintas antar ruangan har
us didisain sedemikian rupa dan dilengkapi dengan p
etunjuk letak
ruangan, sehingga memudahkan hubungan dan komunikas
i antar ruangan serta menghindari risiko terjadinya
kecelakaan
dan kontaminasi
2)
Penggunaan tangga atau
elevator
dan
lift
harus dilengkapi dengan sarana pencegahan kecelak
aan seperti
alarm
suara
dan petunjuk penggunaan yang mudah dipahami oleh pe
makainya atau untuk
lift
4 (empat) lantai harus dilengkapi ARD
(
Automatic Rexserve Divide
) yaitu alat yang dapat mencari lantai terdekat bil
a listrik mati.
3)
Dilengkapi dengan pintu darurat yang dapat dijangka
u dengan mudah bila terjadi kebakaran atau kejadian
darurat
lainnya dan dilengkapi ram untuk brankar.
j.
Fasilitas Pemadam Kebakaran
Bangunan rumah sakit dilengkapi dengan fasilitas pe
madam kebakaran sesuai dengan ketentuan yang berlak
u
3. Ruang Bangunan
Penataan ruang bangunan dan penggunaannya harus ses
uai dengan fungsi serta memenuhi persyaratan keseha
tan yaitu dengan
mengelompokkan ruangan berdasarkan tingkat risiko t
erjadinya penularan penyakit sebagai berikut :
a.
Zona dengan Risiko Rendah
Zona risiko rendah meliputi : ruang administrasi, r
uang komputer, ruang pertemuan, ruang perpustakaan,
ruang resepsionis,
dan ruang pendidikan/pelatihan.
1)
Permukaan dinding harus rata dan berawarna terang
2)
Lantai harus terbuat dari bahan yang kuat, mudah di
bersihkan, kedap air, berwarna terang, dan pertemua
n antara lantai
dengan dinding harus berbentuk konus.
3)
Langit-langit harus terbuat dari bahan multipleks a
tau bahan yang kuat, warna terang, mudah dibersihka
n, kerangka
harus kuat, dan tinggi minimal 2,70 meter dari lant
ai.
4)
Lebar pintu minimal 1,20 meter dan tinggi minimal 2
,10 meter, dan ambang bawah jendela minimal 1,00 me
ter dari
lantai.
5)
Ventilasi harus dapat menjamin aliran udara di dala
m kamar/ruang dengan baik, bila ventilasi alamiah t
idak menjamin
adanya pergantian udara dengan baik, harus dilengka
pi dengan penghawaan mekanis (
exhauster)
.
6)
Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggi
an minimal 1,40 meter dari lantai.
b.
Zona dengan Risiko Sedang
Zona risiko sedang meliputi : ruang rawat inap buk
an penyakit menular, rawat jalan, ruang ganti pakai
an, dan ruang tunggu
pasien. Persyaratan bangunan pada zona dengan risi
ko sedang sama dengan persyaratan pada zona risiko
rendah.
c.
Zona dengan Risiko Tinggi
Zona risiko tinggi meliputi : ruang isolasi, ruang
perawatan intensif, laboratorium, ruang pengindera
an medis (
medical
imaging
), ruang bedah mayat (
autopsy
), dan ruang jenazah dengan ketentuan sebagai berik
ut :
1)
Dinding permukaan harus rata dan berwarna terang.
a)
Dinding ruang laboratorium dibuat dari porselin ata
u keramik setinggi 1,50 meter dari lantai dan sisan
ya dicat warna
terang.
b)
Dinding ruang penginderaan medis harus berwarna gel
ap, dengan ketentuan dinding disesuaikan dengan pan
caran
sinar yang dihasilkan dari peralatan yang dipasang
di ruangan tersebut, tembok pembatas antara ruang S
inar X
dengan kamar gelap dilengkapi dengan
transfer cassette
.
2)
Lantai terbuat dari bahan yang kuat, mudah dibersih
kan, kedap air, berwarna terang, dan pertemuan anta
ra lantai
dengan dinding harus berbentuk konus
3)
Langit-langit terbuat dari bahan mutipleks atu baha
n yang kuat, warna terang, mudah dibersihkan, keran
gka harus kuat,
dan tinggi minimal 2,70 meter dari lantai.
4)
Lebar pintu minimal 1,20 meter dan tinggi minimal 2
,10 meter, dan ambang bawah jendela minimal 1,00 me
ter dari
lanti.
5)
Semua stop kontak dan saklar dipasang pada ketinggi
an minimal 1,40 meter dari lantai.
d.
Zona dengan Risiko Sangat Tinggi
Zona risiko tinggi meliputi : ruang operasi, ruang
bedah mulut, ruang perawatan gigi, ruang gawat daru
rat, ruang bersalin,
dan ruang patologi dengan ketentuan sebagai berikut
:
1)
Dinding terbuat dari bahan porslin atau
setin
ggi langit-langit, atau dicat dengan cat tembok yan
g tidak luntur dan
aman, berwarna terang.