Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak dimana manusia
memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu tanda
kesehatan adalah adanya kemampuan seseorang melakukan aktivitas
seperti berdiri, berjalan dan bekerja. Kemampuan aktivitas seseorang tidak
terlepas dari keadekuatan sistem persarafan dan muskuloskeletal. (Towarto,
Wartonal.2007).

Selain aktivitas,setiap orang juga membutuhkan istirahat dan tidur


agar mempertahankan status kesehatan pada tingkat yang optimal. Selain itu
proses tidur dapat memperbaiki berbagai sel dalam tubuh. Pemenuhan
kebutuhan istirahat dan tidur terutama sangat penting bagi orang yang sedang
sakit agar lebih cepat sembuh memperbaiki kerusakan pada sel. Apabila
kebutuhan istirahat dan tidur tersebut cukup, maka jumlah energi yang di
harapkan dapat memulihkan status kesehatan dan mempertahankan kegiatan
dalam kehidupan sehari-hari terpenuhi

Kebutuhan aktivitas dan istirahat pada ibu hamil harus tercukupi


karena kebutuhan aktivitas dan istirahat pada ibu hamil sangat berpengaruh
untuk pertumbuhan dan perkembangan terhadap janin.

A. Rumusan Masalah
1. Apa definisi aktivitas dan istirahat ?
2. Bagaimana Kebutuhan Aktivitas dan Istirahat Pada Ibu Hamil?
3. Bagaimana Perubahan Pola Tidur Yang Dialami Oleh Ibu Hamil
4. Bagaimana Fisiologi Tidur ?
5. Bagaimana Konsep Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Dengan
Gangguan Aktivitas Dan Istirahat ?

1
B. Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan konsep asuhan keperawatan ini adalah untuk
menambah pengetahuan dan mengetahui “Konsep Asuhan Keperawatan
Pada Ibu Hamil Dengan Gangguan Aktivitas Dan Istirahat” sehinga
permasalahan kebutuhan aktivitas dan istirahat pada ibu hamil bisa diatasi
dengan baik.

2
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Definisi

Aktivitas adalah suatu energi atau keadaan bergerak dimana manusia


memerlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu tanda
kesehatan adalah adanya kemampuan seseorang melakukan aktivitas seperti
berdiri, berjalan dan bekerja. Kemampuan aktivitas seseorang tidak terlepas
dari keadekuatan sistem persarafan dan muskuloskeletal. (Towarto, Wartonal.
2007).

Istirahat adalah merupakan keadaan tenang, rileks tanpa tekanan


emosional dan bebas dari perasaan gelisah. Istirahat bukan berarti tidak
melakukan aktivitas sama sekali. Terkadang, jalan-jalan ditaman dan lain-lain
juga dikatakan sebagai istirahat. Sedangkan tidur merupakan suatu perubahan
kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun.
(Barbara Koezier, 1983).

Istirahat dan tidur sangat penting bagi kesehatan. Apabila waktu


istirahat seseorang berkurang, orang tersebut sering kali mudah marah,
depresi, dan lelah serta memiliki kontrol emosi yang buruk. Menyediakan
lingkungan yang tenang untuk klien merupakan fungsi penting perawat.
(koezier ,2010)

Makna istirahat dan tidur bervariasi pada setiap individu. Istirahat


bermakna ketenangan, relaksasi tanpa stres emosional dan bebas dari ansietas.
Oleh karena itu istirahat tidak selalu bermakna tidak beraktifitas, pada
kenyataannya, beberapa orang menemukan ketenangan dari beberapa aktivitas
tertentu seperti berjalan di udara segar. (Kozier 2010).

3
1. Gangguan pola tidur adalah Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur
akibat factor eksternal
2. Hambatan mobilitas fisik adalah Keterbatasan dalam gerakan fisik dari
satu atau lebih ekstremitas secara mandiri
3. Keletihan adalah penurunan kapasitas kerja fisik dan mental yang tidak
pulih dengan istirahat

B. Kebutuhan Aktivitas dan Istirahat Pada Ibu Hamil

Ibu hamil dianjurkan untuk tidur malam sekitar 8 jam dan


tidursiang ± 1 jam. Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan
denganbaik, karena istirahat dan tidur yang teratur dapat
meningkatkankesehatan jasmani, dan rohani untuk kepentingan
perkembangan dan . pertumbuhan janin

Pada ibu hamil boleh melakukan aktivitas selama tidak


memberatkan dan membahayakan janin

C. Perubahan Pola Tidur Yang Dialami Oleh Ibu Hamil


1) Perubahan tidur saat hamil trimester pertama
Hampir semua ibu hamil mempunyai masalah tidur karena efek
samping dan perubahan fungsi tubuh yang terjadi. Trimester pertama
adalah masa yang paling melelahkan selama masa kehamilan
berlangsung. Pada trimester pertama, ibu hamil akan sering
mengantuk walaupun di siang hari. Hal ini terjadi karena terjadi
peningkatan hormon progesteron yang mengakibatkan ibu hamil
merasa mengantuk seharian penuh. Progesteron adalah hormon yang
berperan dalam mengatur siklus reproduksi wanita. Sebaliknya, efek
samping dari peningkatan kadar hormon progesteron justru
mengganggu waktu tidur di malam hari. Sehingga, pola tidur saat

4
hamil berubah menjadi sering mengantuk di siang hari dan terjaga di
malam hari.

Ketika hamil, salah satu gejala yang dialami ibu adalah


payudara terasa tidak nyaman. Tentu saja hal ini dapat
mempengaruhi rasa nyaman ibu hamil saat tidur, apalagi bagi ibu
hamil yang mempunyai kebiasaan tidur telungkup – berbaring
dengan perut di bawah. Oleh karena itu, trimester pertama adalah
waktu yang tepat untuk membiasakan diri mengubah posisi tidur saat
hamil.

Biasakan tidur dengan posisi menghadap ke kiri. Posisi tidur


ini dapat meningkatkan aliran darah dari rahim ke janin. Semakin
besarnya ukuran janin yang dikandung oleh ibu, membuat kandung
kemih ibu tertekan. Sehingga mengakibatkan ibu hamil sering pipis.
Hal ini akan terjadi ketika di malam hari dan mengganggu waktu
tidur Anda. Oleh karena itu, Anda bisa menyiasatinya dengan
mengonsumsi banyak air di siang hari namun membatasinya di
malam hari.

2) Perubahan tidur saat hamil trimester kedua

Berbeda pada trimester pertama, di trimester kedua ibu hamil


sudah lebih bisa menikmati waktu tidurnya. Namun jumlah hormon
progesteron masih sangat tinggi, karena itu ibu hamil tetap saja akan
merasa mengantuk sepanjang hari dan butuh tidur siang. Walaupun,
beberapa ibu hamil bisa lebih menikmati waktu tidurnya, tetapi tetap
saja masih terdapat masalah dan gangguan tidur yang dapat
mengganggu waktu tidur saat hami.

Masalah dan gangguan tidur yang terjadi saat trimester kedua


adalah sindrom kaki gelisah alias restless leg syndrome mendengkur,

5
tubuh terasa panas, kaki kram, dan heartburn Ibu hamil tetap
disarankan untuk tidur siang agar waktu istrahatnya cukup. Untuk
mengurangi gejala yang timbul saat hamil, ibu dapat mengatasinya
dengan sering-sering mengubah posisi tidur, melakukan olahraga,
dan lakukan teknik relaksasi untuk membuat diri menjadi lebih
tenang sehingga mudah tertidur di malam hari.

3) Perubahan tidur saat hamil trimester ketiga

Hampir sama dengan masa kehamilan trimester pertama, ibu


hamil yang sudah masuk pada masa trimester ketiga kembali susah
untuk tidur dibandingkan dengan trimester kedua. Pada trimester
ketiga, perut ibu semakin membesar sehingga membuatnya tidur
dengan posisi apapun menjadi tidak nyaman. Posisi telentang adalah
posisi tidur saat hamil di trimester ketiga yang paling bisa dilakukan.
Namun justru posisi ini disarankan untuk tidak sering dilakukan
karena beratnya perut Anda dapat menekan saraf-saraf yang ada di
tulang belakang dan menghambat aliran darah dari jantung ke tubuh
bagian bawah.Sama seperti masa kehamilan sebelumnya, gangguan
tidur masih terjadi di trimester ketiga, yaitu:

a) Kandung kemih kembali tertekan. Ingat perasaan tidak nyaman


ketika Anda harus bolak-balik ke kamar mandi untuk pipi pada
saat trimester pertama? Ya, perasaan tidak nyaman itu akan
kembali Anda rasakan saat trimester ketiga.
b) Heartburn, yaitu kondisi di mana Anda merasakan sensasi
panas di kerongkongan akibat adanya asam lambung yang
naik ke kerongkongan.
c) Kaki kram, sindrom kaki gelisah, dan mendengkur adalah
gangguan tidur lain yang terjadi ketika ibu hamil yang
memasuki masa trimester ketiga.

6
D. Fisiologi Tidur
Aktivitas tidur diatur dan dikontrol oleh dua system pada batang otak,
yaitu Reticular Activating Systen (RAS) dan Bulbar Synchronizing
Region (BSR). RAS dibagian atas batang otak diyakini memiliki sel-sel
khusus yang dapat mempertahankan kewaspadaan dan kesadaran,
memberi stimulus visual, pendengaran, nyeri dan sensori raba serta emosi
dan proses berpikir. Pada saat sadar, RAS melepaskan katekolamin,
sedangkan pada saat tidur terjadi pelepasan serum serotonin dari BSR.
(Hidayat,2008)
Fisiologi tidur terdiri dari:
a. Irama sirkadian
Irama siklus 24 jam siang-malam disebut irama sirkadian. Irama
sirkadian memengaruhi perilaku dan pola fungsi biologis utama
seperti suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, sekresi hormon,
kemampuan sensorik dan suasana hati. Irama sirkadian dipengaruhi
oleh cahaya, suhu, dan faktor eksternal seperti aktivitas sosial dan
rutinitas pekerjaan.
b. Tahapan tidur
Dua fase tidur normal : NREM (pergerakan mata yang tidak cepat),
dan REM (pergerakan mata yang cepat) terdiri dari :
1) Tahap 1 : NREM
Merupakan tingkatan paling dangkal dari tidur. Tahapan ini
berakhir beberapa menit sehingga orang mudah terbangun karena
suara.Merasa telah melamun setelah bangun.
2) Tahap 2 : NREM
Merupakan tidur bersuara. Terjadi relaksasi sehingga untuk
bangun sulit. Tahap ini berakhir 10-20 menit. Fungsi tubuh
menjadi lambat.
3) Tahap 3 : NREM

7
Menjadi tahap awal tidur yang dalam. Otot – otot menjadi relaks
penuh sehingga sulit untuk dibangunkan dan jarang bergerak.
Tanda-tanda vital menurun namun teratur. Berakhir 15-30 menit.
4) Tahap 4 : NREM
Menjadi tahap tidur mendalam. Individu menjadi sulit
dibangunkan. Jika individu kurang tidur, individu akan
menyeimbangkan porsi tidurnya pada tahap ini. Tanda-tanda
vital menurun secara bermakna. Pada tahap ini terjadi tidur
sambil berjalan dan enuresis. Berakhir dalam waktu 15-30 menit.
5) Tidur REM
Pada tahap ini, individu akan mengalami mimpi. Respon
pergerakan mata yang cepat, fluktuasi jantung dan kecepatan
respirasi dan peningkatan tekanan darah. Terjadi tonus otot
skelet penurunan dan sekresi lambung meningkat. Berakhir
dalam waktu 90 menit. Terjadi penigkatan tidur REM tiap siklus
dalam waktu 20 menit (Saryono & Tri Widianti, 2011).

8
WOC

Ganguan Aktivitas dan Istirahat

Kehamilan

Peningkatan hormone Progesteron

Produksi darah membawa Janin membesar Mengambil banyak ruang


pada rahim

nutrisi kejanin Pembesaran uterus Organ perut terdorong


kerah tulang rusuk

Tekanan darah dan kadar Menekan kandung kemih

Gula darah Produksi urin Tekanan pada otot

Perubahan Fisik dan emosi Sulit menemukan posisi Nyeri tulang rusuk

Tidur yang nyaman


Hambatan
Mobilitas Fisik
Menurunya energy
Gangguan Pola
Tidur
Keletihan

9
BAB IV
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
IBU HAMIL DENGAN GANGGUAN AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT

1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Tanggal Pengkajian : Tanggal Masuk :
Ruang Kelas : Nomor Register :
Diagnosa Medis :

A. IDENTITAS KLIEN
Identitas klien yang meliputi : Nama, jenis kelamin, agama, umur, suku
bangsa, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, alamat
B. RIWAYAT KESEHATAN
a) Riwayat Kesehatan Sekarang
1) Keluhan Utama
Keluhan utama yang umum pada ibu hamil dengan gangguan
aktivitas dan istirahat biasanya mengeluh sulit tidur,mengeluh
tidak puas tidur, pola tidur berubah, mengeluh istirahat tidak
cukup, dan kemampuan beraktivitas menurun.
2) Kronologis Keluhan
 Faktor Pencetus : Faktor pencetus terjadinya gangguan
aktivitas dan istirahat adalah karena pada ibu hamil
mengalami perubahan hormon, dan ukuran perut yang
semakin membesar sehingga menghambat aktivitas dan
istirahat pada ibu hamil
 Upaya mengasi Perubahan pola tidur pada ibu hamil : Bisa
dengan cara Menerapkan Pola Tidur Teratur Secara rutin
Buatlah jadwal tidur dengan baik dan terapkan secara
teratur. Pola tidur yang tetap akan membuat ibu hamil
menjadi terbiasa untuk beristirahat di jadwal yang telah

10
diatur. Hal ini memudahkan ibu hamil untuk mendapatkan
kualitas beristirahat yang cukup sehingga kesehatan pun
terjaga dengan baik. Pola tidur yang teratur ini pun harus
konsisten diterapkan bahkan saat akhir pekan atau hari libur.

b) Riwayat Kesehatan Dahulu


1. Riwayat alergi
Riwayat kesehatan dahulu pada ibu hamil perlu dikaji apakah
klien memiliki riwayat alergi yang dapat mempengaruhi aktivitas
dan istirahat klien
2. Riwayat Penyakit Yang Pernah Diderita
Riwayat ini perlu ditanyakan untuk mengetahui apakah klien
memiliki penyakit yang menular seperti TBC, hepatitis, atau
punya riwayat penyakit menurun seperti hipertensi, penyakit
jantung, dan tanyakan juga pada klien apakah pernah dirawat
dirumah sakit atau tidak
3. Riwayat Pemakaian Obat
Riwayat pemaikan obat perlu ditanyakan apakah ibu hamil
memiliki riwayat mengkonsumsi obat yang dapat mempengaruhi
aktivitas dan istirahat pasien
c) Riwayat Kesehatan Keluarga
Kaji apakah ada keluarga yang mengalami riwayat kesehatan seperti
yang dialami oleh pasien sekarang, Atau adakah riwayat penyakit
keturunan dalam kelluarga atau penyakit menular yang dapat
mempengaruhi persalinan sperti TBC, DM, jika ada keluarga yang
mengalami penyakit menular diwaspadai karena hal tersebut bisa
menurun pada ibu.
d) Riwayat Psikososisal, Spiritual dan Budaya
Riwayat ini dikaji untuk mengetahui keadaan psikologis ibu terhadap
kehamilanya, biasanya ibu hamil emosinya tidak stabil. Budaya perlu

11
ditanyakan untuk mengetahui kebiasaan yang dilakukan oleh klien
dan keluarga yang berhubungan dengan kepercayaan dan
bertentangan dengan ilmu kesehatan. Riwayat spiritual perlu dikaji
untuk mengetahui apakah klien sering melaksanakan ibadah atau
tidak
e) Riwayat Obstetri dan Ginekologi Untuk mengetahui riwayat obstetri
pada ibu hamil dengan gangguan aktivitas dan istirahat yang perlu
dikaji adalah:
1) Keadaan haid
Yang perlu dikaji pada keadaan haid adalah tentang menarche
pada klien, bagaimana siklus haid, hari pertama haid terakhir,
jumlah dan warna darah yang keluar saat mengalami haid, darah
yang keluar saat haid encer atau menggumpal, lamanya siklus
haid, apakah adanya nyeri atau tidak saat haid, dan apakah
adanya bau yang abnormal atau tidak saat haid.
2) Riwayat pernikahan
Yang perlu dikaji yaitu menikah berapa kali, berapa lama.
3) Riwayat kehamilan
Riwayat kehamilan yang perlu dikaji dan diketahui oleh perawat
yaitu berapa kali pasien melaksanakan Ante Natal Care (ANC),
selama proses kehamilan pasien diperiksa dimana, keluhan
selama kehamilan, dilakukannya pemeriksaan fisik tanda-tanda
vital, dilakukannya pemeriksaan tinggi badan dan berat badan,
dan dilakukannya pemeriksaan tinggi fundus uteri.
4) Riwayat persalinan
Riwayat persalinan yang baru terjadi, jenis persalinan, penyulit
selama persalinan, dan jumlah darah yang dikeluarkan.
5) Riwayat Keluarga Berencana
Yang perlu dikaji adalah jenis KB yang digunakan, lama
memakai KB.

12
2. PENGKAJIAN FISIK (INSPEKSI, PALPASI, PERKUSI, AUSKULTASI,
OLFAKSI)

Pemeriksaan Fisik Umum

1) Keadaan Umum : Lemah


2) Kesadaran : Composmentis
3) Tinggi Badan : Normalnya > 145 cm
4) Berat badan sebelum hamil : Ibu hamil harus mengamati kenaikan
berat badan anda dari sebelum
kehamilan sampai bulan terakhir
kehamilan.karena Kesehatan dan
pertumbuhan janin dipengaruhi oleh
kenaikan berat badan ibu.
5) Lingkar lengan atas : Nilai normal pengkuran LILA yaitu
23,5 cm. Jika seorang wanita atau ibu
hamil memiliki LILA kurang dari 23,5
cm maka dianggap status gizinya
kurang dan mengalami KEK
6) Tanda-tanda vital : Batas normal tekanan darah ibu hamil
sistolnya 90-120 mmHg dan diastole
60-90 mmHg, Suhu tubuh normal ibu
hamil 36-37°C dan pernapasan normal
ibu hamil 16-24x/menit

7) Sistem Pengelihatan

Pada ibu hamil dengan gangguan aktivitas dan istirahat biasanya tidak
terdapat masalah pada system pengelihatan

13
8) Sistem Pendengaran

Pada ibu hamil dengan gangguan aktivitas dan istirahat biasanya tidak
terdapat masalah pada system pendengaran

9) Sistem Pernapasan

Pada ibu hamil biasanya pada trimester ketiga kehamilan, tubuh akan
beradaptasi semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan oksigen
yang meningkat di masa kehamilan. Pertumbuhan janin dan rahim
yang semakin membesar akan menekan diafragma ke atas, keadaan ini
mempersempit ukuran rongga dada dan menekan paru-paru sehingga
menyebabkan sesak napas saat hamil, sesak napas saat hamil juga bisa
disebabkan oleh peningkatan hormone progesterone di masa
kehamilan. Hormon ini menstimulasi pusat pernapasan di otak,
menyebabkan tubuh ibu hamil lebih sensitif terhadap perubahan kadar
oksigen dan karbon dioksida dalam darah serta memengaruhi kinerja
sistem pernapasan.

10) Sistem Kardiovaskuler

Pada ibu hamil Selama masa kehamilanya, akan terjadi peningkatan


volume darah ibu sebesar 30-50% yang dimulai sejak trimester
pertama, dan mencapai puncaknya pada kehamilan minggu ke-24.
Peningkatan volume ini akan menyebabkan jantung bekerja “lebih
keras” untuk memompakan darah lebih banyak. Denyut jantung juga
akan meningkat 10-15 denyutan diatas nilai sebelum kehamilan. Dan
dalam kondisi normal, tekanan darah akan sedikit menurun pada
trimester pertama dan kedua kehamilan dan biasanya kembali
mencapai nilai awal pada trimester ke-3.

14
11) Sistem Hematologi

Pada ibu hamil akan terjadi peningkatan volume darah Peningkatan


volume darah dimulai pada trimester pertama kehamilan yang akan
berkembang secara progresif mulai minggu ke-6 – 8 kehamilan dan
mencapai puncaknya pada minggu ke-32 – 34 kehamilan dan akan
kembali pada kondisi semulai pada 2-6 minggu setelah persalinan.
Volume darah terdiri dari plasma darah dan komponen darah. Diawal
masa kehamilan, volume plasma darah akan meningkat secara cepat
sebesar 40-45%. Hal ini dipengaruhi oleh aksi progesteron dan
estrogen pada ginjal yang diinisiasi jalur renin-angiotensin dan
aldosteron (Cunningham et al, 2010; Sulin, 2010).

Disamping peningkatan volume plasma, juga terjadi peningkatan


volume komponen darah yaitu eritrosit. Jumlah eritropoietin ibu hamil
yang meningkat menyebabkan peningkatan produksi eritrosit sebanyak
20-30% (Cunningham et al, 2010; Sulin, 2010). Perubahan volume
darah ini menghasilkan kondisi Universitas Sumatera Utara
hipervolemia pada ibu hamil dimana cairan tubuh meningkat menjadi
6-8 liter dengan 4-6 liternya didistribusikan pada kompartemen
ekstraselular (Pernoll, 2001).

12) System Pencernaan


Pada ibu hamil yang mengalami gangguan aktivitas dan istirahat
biasanya mengalami masalah pada system pencernaan dikarenakan
Sistem hormonal pada tubuh ibu berubah, salah satunya hormon
progesteron meningkat sehingga gerakan peristaltik usus menurun
yang akhirnya menyebabkan sulit BAB dan juga disebabkan oleh
rahim yang membesar sehingga terjadi penekanan pada usus. Sisa-sisa
pencernaan pun tertumpuk di usus yang memicu terjadinya gangguan
konstipasi.

15
13) System Endokrin
Biasanya pada ibu hamil terjadi peningkatan hormone estrogen dan
progesterone, pada awal kehamilan terjadi penurunan hormone insulin
dikarenakan meningkatnya kebutuhan glukosa oleh tubuh,sehingga
terjadi hiperparathiroid sekunder ringan akibat peningkatan kebutuhan
kalsium dan Vitamin D, pembesaran kelenjar tiroid akibat hyperplasia
jaringan glandular dan peningkatan vaskularitas

14) System Urogenital


Pada ibu hamil yang mengalami gangguan aktivitas dan istirahat
mengalami gangguan pada system urogenital, biasanya klien sering
buang air kecil yang diakibatkan karena adanya perubahan hormonal
yang meningkatkan produksi urine, disertai pembesaran rahim yang
menekan kandung kemih.

15) System Integument

Pada ibu hamil biasanya mengalami masalah pada system


integument biasanya terjadi perubahan kulit pada ibu hamil di
(hiperpigmentasi). Secara fisik perubahan ini terjadi saat kulit tampak
berwarna lebih gelap atau pekat dari warna sekitarny, biasanya
hiperpigmentasi ini bisa terjadi pada perut, daerah sekitar putting susu,
sekitar kemaluan, pusar, dan kadang-kadang pada wajah dan leher
serta pada lipatan-lipatan kulit seperti ketiak, paha, dan selangkangan.

Perubahan warna hiperpigmentasi terjadi dikarenakan meningkatnya


kadar hormone MSH ( Melanocyte Stimulating Hormon ) . MSH ini
mengakibatkan penumpukan pigmen melanin yang berlebihan
sehingga menimbulkan warna lain pada kulit. Tetapi setelah
melahirkan ketika kadar hormone tersebut kembali normal kedaan
hiperpigmentasi akan berangsur menurun dan menghilang.

16
16) System Muskuloskletal
Pada ibu hamil biasanya system musculoskeletal mengalami masalah
nyeri pada tulang rusuk ini disebabkan oleh bayi yang tumbuh, rahim
mengembang, mengambil lebih banyak ruang di dalam rahim.Hal ini
menyebabkan semua organ di perut terdorong ke arah tulang rusuk,
membuat tekanan pada otot.selain itu nyeri pada tulang rusuk juga
disebabkan oleh perubahan hormone relaxin dan progesterone yang
mempengaruhi semua otot, ligament dan sendi daerah panggul serta
tulang belakang sehingga menyebabkan tulang rusuk dan punggung
sakit

3. POLA KEBIASAAN

NO POLA KEBUTUHAN DASAR POLA KEBIASAAN


MANUSIA
1. Kebutuhan Oksigenisasi Ibu hamil biasanya mengalami kesulitan
bernafas seiring meningkatnya ukuran
dijanin,dan bisa mengalami gangguan
pernafasan hipoventilasi bisa terjadi
sejak trimester pertama dan dapat
meningkat 42 % kondisinya hingga
trimester ketiga
2. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan Ibu hamil bisanya mengalami perubahan
pola makan kurang nafsu makan karena
mual dan muntah
Kebutuhan Eliminasi Mengkaji kebiasaan eliminasi ( jumlah,
warna, apakah ada gangguan) pada ibu
hamil biasanya sering BAK dikarenakan

17
kandung kemih klien tertekkan akibat
pembesar uterus dan sulit BAB karena
selama kehamilan terjadi peningkatan
estrogen dan progesterone sehingga
mengaktifkan system renin angiostensin,
yang menyebabkan peningkatan
penyerapan air di usus, akibatnya feses
menjadi keras.
4. Kebutuhan Istirahat dan Tidur Ibu hamil dianjurkan untuk tidur malam
sekitar ≥ 8 jam dan tidur siang ± 1 jam.
Jadwal istirahat dan tidur perlu
diperhatikan dengan baik, karena
istirahat dan tidur yang teratur dapat
meningkatkan kesehatan jasmani, dan
rohani untuk kepentingan perkembangan
dan pertumbuhan janin

5. Kebutuhan Aktivitas dan Pada ibu hamil biasanya aktivitasnya


Mobilisasi agak menurun, ibu hamil boleh
melakukan aktivitas selama tidak
memberatkan dan membahayakan janin
6. Kebutuhan Rasa Nyaman Pada ibu hamil rasa nyamanya pasti
terganggu perubahan yang terjadi pada
tubuh ibu hamil dapat menghadirkan rasa
tak nyaman misalnya, Kelelahan adalah
hal yang umum dirasakan oleh ibu hamil,
terutama pada trimester pertama .
Perubahan hormonal, pembentukan
plasenta, metabolisme alami, dan

18
pertumbuhan janin membutuhkan energi
yang cukup besar, sehingga
menimbulkan kelelahan pada ibu
Keputihan atau white
discharge (leukorrhea) juga normal
terjadi pada ibu hamil, hal ini
diakibatkan adanya peningkatan hormon
estrogen dalam tubuh. Selain itu, aliran
darah ke rahim dan jalan lahir juga
meningkat 3 kali lipat selama kehamilan.
Kedua hal ini membuat leher rahim
(serviks) mengeluarkan cairan lebih
banyak. Nyeri ulu hati pada ibu hamil
dapat terjadi karena kondisi adanya
perubahan kadar hormon yang
mempunyai efek ke otot saluran
pencernaan, intoleransi makanan, dan
perkembangan janin yang membesar
terutama memasuki bulan ke-4 yang
menyebabkan penekanan perut bagian
atas. Kondisi tersebut dapat
menyebabkan asam lambung naik ke
kerongkongan dan menyebabkan rasa
panas (heartburn).
7. Kebutuhan Personal Hygien Pada ibu hamil dengan gangguan
respirasi biasanya masih bisa melakukan
perawatan diri ( Mandi, kebersihan
badan, gigi,mulut,kuku dan pakaian)
dengan mandiri

19
3. ANALISIS DATA

DATA SENJANG ETIOOGI MASALAH


1. Gangguan pola tidur b.d Berhubungan dengan Gangguan pola tidur
Hambatan lingkungan Kurang control tidur
Data Mayor :
Subjektif :
1. Mengeluh sulit tidur
2. Mengeluh sering
terjaga
3. Mengeluh tidak puas
tidur
4. Mengeluh pola tidur
berubah
5. Mengeluh istirahat
tidak cukup
Objektif :
(tidak tersedia)
Data Minor :
Subjektif :
1. Mengeluh
kemampuan
beraktivitas menurun
Objektif :
(tidak tersedia)
2. Hambatan Mobilitas fisik Berhubungan dengan Hambatan mobilitas
b/d perubahan metabolisme perubahan metabolism fisik
Data Mayor :
Subjektif :
1. Mengeluh sulit

20
menggerakkan
ektremitas
Objektif :
1. Kekuatan otot menurun
2. Rentang gerak (ROM)
menurun
Data Minor :
Subjektif :
1. Nyeri saat bergerak
2. Enggan melakukan
pergerkan
3. Merasa cemas saat
bergerak
Objektif :
1. Sendi kaku
2. Gerakan tidak
terkoordinasi
3. Gerakan terbatas
4. Fisik lemah

3.Keletihan b.d Kondisi biologis Berhubungan dengan


Data Mayor : kondisi biologis Keletihan
Subjektif :
1. Merasa energy tidak
pulih walaupun telah
tidur
2. Merasa kurang tenaga
3. Mengeluh lelah
Objektif :

21
1. Tidak mampu
mempertahankan aktivitas
rutin
2. Tampak lesu

Data minor :
Subjektif :
1. Merasa bersalah akibat
tidak mampu
menjalankan tanggung
jawab
2. Libido menurun
Objektif :
1. Kebutuhan istirahat meningkat

22
4. INTERVENSI KEPERAWATAN

NO RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


DAIGNOSA
KEPERAWATAN TUJUAN/KRITERIA HASIL INTERVENSI
(NOC) KEPERAWATAN (NIC) RASIONAL
1. Gangguan pola Setelah dilakukan intervensi NIC : Peningkatan tidur
tidur b.d Hambatan keperawatan selama …x24 1. Anjurkan pasien 1. Memantau pola tidur
lingkungan jam,diharapkan untuk memantau pola pasien terpenuhi
NOC : Tidur tidur 2. Mencegah pasien
Dpertahankan pada pada : 2. Tentukan pola kekurangan atau tidak
Ditingkatkan ke : tidur/aktivitas pasien terpenuhi kebutuhan
1. Sangat terganggu 3. Monitor/ catat pola aktifitas dan tidur pasien
2. Banyak terganggu tidur pasien dan 3. Memantau pola tidur dan
3. Cukup terganggu jumlah jam tidur jumlah jam tidur pasien
4. Sedikit terganggu 4. Jelaskan pentingnya 4. Klien memahami
5. Tidak terganggu tidur yang cukup pentingnya tidur yang
Dengan kriteria hasil : selama cukup selama kehamilan
1. Jam tidur kehamilan,penyakit,te 5. Pasien menetahui
1/2/3/4/5 kanan psikososial ,dan makanan yang dapat

23
2. Pola tidur lain-lain mengganggu tidur
1/2/3/4/5 5. Anjurkan pasien 6. Membantu pasien untuk
3. Kualitas tidur untuk menghindari mengurangi rasa stress
1/2/3/4/5 makanan sebelum 7. Mengetahui jumlah
4. Efisiensi tidur tidur dan makanan makanan dan minuman
1/2/3/4/5 yang mengganggu yang dapat mengganggu
5. Tidur rutin tidur tidur pasien
1/2/3/4/5/ 6. Bantu untuk 8. Untuk
menghilangkan situasi mengetahuigangguan
stress sebelum tidur tidur pada pasien
7. Monitor makanan
sebelum tidur dan
intake minuman yang
dapat
memfasilitasi/mengga
ngu tidur
8. Dorong pasien untuk
menetapkan rutinitas
tidur untuk

24
memfasilitasi
perpindahan dari
terjaga menuju tidur

25
NO RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
DAIGNOSA TUJUAN/KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATAN (NOC) KEPERAWATAN (NIC)
2. Hambatan Mobilitas Setelah dilakukan intervensi NIC : Peningkatan mekanika
fisik b/d perubahan keperawatan selama …x24 tubuh
metabolisme jam,diharapkan 1. Bantu untuk 1. Agar pasien merasa
NOC : Ambulasi mendemonstrasikan nyaman saat tidur
Ditingkatkan ke : posisi tidur yang tepat 2. Untuk menghindari
Dipertahankan pada : 2. Bantu untuk terjadinya kram pada
1. Sangat terganggu menghindari duduk oto
2. Banyak terganggu dalam posisi yang 3. Posisi tidur
3. Cukup terganggu sama dalam jangka telungkup tidak baik
4. Sedikit terganggu waktu yang lama bagi kesehatan
5. Tidak terganggu 3. Instruksikan untuk 4. Agar pasien
Dengan kriteria hasil : meghindari tidur mengahui factor apa
1. Menopang berat dengan posisi saja yang bisa
badan 1/2/3/4/5 telungkup menyebabkan nyeri
2. Berjalan dengan 4. Berikan informasi pada otot dan sendi
langkah yang efektif tetang kemungkinan 5. Untuk memperbaiki

26
1/2/3/4/5 posisi penyebab nyeri fostur tubuhh, dan
3. Berjalan dengan pelan atau sendi menghindari rasa
1/2/3/4/5 5. Bantu pasien atau sakit
4. Berjalan dengan keluarga untuk 6. Agar pasien
kecepatan sedang mengidentifikasi mengetahui manfaat
1/2/3/4/5 latihan fostur tubuh dari latihan psotur
5. Berjalan menuruni yang sesuai tubuh
tangga 1/2/3/4/5 6. Edukasi pasien 7. Untuk mengetahui
tentang pentingnya perkembangan
postur tubuh yang perbaikan postur
benar untuk mencegah tubuh
kelelahan, ketegangan 8. Agar pasien
dan injuri mengetahui tujun
7. Monitor perbaikan dari latihan
fostur tubuh mekanika tubuh
8. Kaji pemahaman
pasien mengenai
mekanikan tubuh,
sesuai indikasi

27
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
NO DAIGNOSA TUJUAN/KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATAN (NOC) KEPERAWATAN (NIC)
3. Keletihan b.d Setelah dilakukan intervensi NIC : Manajemen Energi
Kondisi biologis keperawatan selama …x24
jam,diharapkan 1. Kaji status fisiologis 1. Mengetahui tingkat
NOC : Tidur pasien yang kesulitan atau
Di pertahankan pada : menyebabkan kelelahan keterbatasan pasien
Ditingkatkan ke : sesuai dengan konteks 2. Untuk mengetahui
6. Berat usia dan perkembangan keterbatan pada
7. Cukup berat 1. Anjurkan pasien pasien
8. Sedang mengungkapkan 3. Untuk mengetahui
9. Ringan perasaan secara verbal factor penyebab
10. Tidak ada mengenal keterbatasan keletihan pada
Dengan kriteria hasil : yang dialami pasien
6. Malaise1/2/3/4/5 2. Tentukan persepsi 4. Agar kebutuhan
7. Penurunan energy pasien/orang terdekat nutrisi pasien
1/2/3/4/5 dengan pasien mengenai selalu terpenuhi
8. Gangguan penyebab keletihan 5. Untuk mengetahui

28
aktivitas fisik 3. Monitor intake/asupan factor emosional
1/2/3/4/5 nutrisi untuk mengetahui yang dialami
9. Nafsu makan sumber energi yang pasien
menurun 1/2/3/4/5 adekuat 6. Memantau waktu
10. Perubahan status 4. Monitor sumber kegiatan dan lama istirahat
nutrisi 1/2/3/4/5/ olahraga dan kelelahan pasien
emosional yang dialami 7. Pasien dapat
pasien melakukan aktifitas
5. Monitor/catat waktu dan sendiri
lama istirahat /tidur 8. Kegiatan dan
pasien istirahat pasien
6. Anjurkan pasien untuk terkontrol dan
memilih aktivitas- seimbang
aktivitas yang
membangun ketahanan
7. Anjurkan periode
istirahat dan kegiatan
secara bergantian

29
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kebutuhan aktivitas dan istirahat pada ibu hamil harus tercukupi


karena kebutuhan aktivitas dan istirahat pada ibu hamil sangat berpengaruh
untuk pertumbuhan dan perkembangan terhadap janin.

B. Saran

Dengan adanya makalah ini diharapkan semoga bisa bermanfaat bagi


pembaca dan bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bisa
menambah pengetahuan tentang asuhan keperawatan ibu hamil dengan
ganguan aktivitas dan istirahat.

30
DAFTAR PUSTAKA

Towarto, Wartonal. 2007. Kebutuhan Dasar & Proses Keperawatan. Edisi 3.


Salemba Medika. Jakarta.

Barbara Koezeir, Glenora Erb, 1983,Fundamental of Nursing, california


Addison – Weslypublishing Division.

Nursing Outcomes Classification (NOC), 5th Indonesian edition, by Sue


Moorhead, Marion Johnson, Meridean L. Maas, Elizabeth Swanson.

Nursing Interventions Classification (NIC), 6 th Indonesian edition, by Gloria


Bulechek, Howard Butcher, Joanne Dochterman and Cheryl Wagner.

PPNI. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Jakarta

Hidayat, A. A. (2008). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep


Keperawatan Buku 1. Jakarta: Salemba Medika

31